MODUL AJAR Pendidikan Agama Katolik dan Budi Pekerti — Kelas 4 (Fase B) Topik: Bab 2 — Allah Membimbing Umat Israel INFORMASI UMUM| Mata Pelajaran | Pendidikan Agama Katolik dan Budi Pekerti |
|---|
| Fase / Kelas | Fase B / Kelas 4 |
|---|
| Topik | Bab 2 — Allah Membimbing Umat Israel |
|---|
| Alokasi Waktu | 19 JP (19 x 35 menit = 665 menit) |
|---|
| Jumlah Pertemuan | 7 |
|---|
| Tahun Ajaran | 2026/2027 |
|---|
| Semester | 1 |
|---|
TUJUAN PEMBELAJARAN- TP 4.2.1 Menceritakan karya keselamatan Allah melalui tokoh Musa dalam peristiwa pembebasan bangsa Israel dan perjalanan di padang gurun
- TP 4.2.2 Menunjukkan Sepuluh Perintah Allah sebagai pedoman hidup dalam hubungan dengan Allah dan sesama
- TP 4.2.3 Menceritakan peristiwa bangsa Israel memasuki tanah terjanji melalui kepemimpinan tokoh Yosua
- TP 4.2.4 Mengidentifikasi kisah penyertaan Allah memberkati pemimpin Israel yaitu Samuel, Saul, dan Daud
PROFIL LULUSAN| Dimensi | Disasar |
|---|
| Keimanan dan Ketakwaan terhadap Tuhan Yang Maha Esa | ✓ | | Kewargaan | | | Penalaran Kritis | ✓ | | Kreativitas | | | Kolaborasi | ✓ | | Kemandirian | ✓ | | Kesehatan | | | Komunikasi | ✓ |
PERTANYAAN PEMANTIK- Mengapa bangsa Israel sangat membutuhkan pertolongan Allah saat berada di tanah Mesir?
- Bagaimana cara Allah menyelamatkan bangsa Israel melalui tokoh Musa ketika berhadapan dengan Raja Firaun dan Laut Merah?
- Bagaimana cara Allah menolong dan memelihara bangsa Israel ketika mereka kehausan dan kelaparan di padang gurun yang tandus?
- Apa peran tokoh Musa ketika memimpin bangsa Israel yang menghadapi kesulitan di padang gurun?
- Mengapa Allah memberikan Sepuluh Perintah kepada bangsa Israel di Gunung Sinai?
- Bagaimana perintah pertama sampai ketiga membimbing cara kita berhubungan dengan Allah dalam hidup sehari-hari?
- Mengapa Tuhan memberikan pedoman khusus untuk mengatur sikap dan tindakan kita kepada sesama manusia?
- Bagaimana kita menunjukkan sikap hormat dan kasih kepada sesama berdasarkan Perintah ke-4 sampai ke-10 dalam kehidupan sehari-hari?
- Siapakah tokoh yang dipilih Allah menggantikan Nabi Musa untuk memimpin bangsa Israel masuk ke Tanah Terjanji?
- Bagaimana peristiwa bangsa Israel berhasil menyeberangi Sungai Yordan dan merebut Kota Yerikho di bawah pimpinan Yosua hingga tiba di Tanah Terjanji?
- Siapa saja tiga tokoh pemimpin Israel yang dipilih dan diberkati oleh Allah setelah zaman hakim-hakim?
- Bagaimana bentuk penyertaan dan berkat Allah dalam kehidupan Samuel, Saul, dan Daud?
- Bagaimana cara kita mengingat kembali karya keselamatan Allah yang membimbing bangsa Israel mulai dari Musa hingga masa para raja?
- Mengapa Sepuluh Perintah Allah dan keteladanan para pemimpin Israel penting untuk menjadi pedoman hidup kita saat ini?
KEGIATAN PEMBELAJARANPertemuan 1 — Menceritakan Karya Keselamatan Allah Melalui Tokoh Musa dalam Peristiwa Pembebasan Bangsa Israel dari Mesir — 2 JP (2 x 35 menit = 70 menit)Tujuan Pertemuan:- TP 4.2.1 Menceritakan karya keselamatan Allah melalui tokoh Musa dalam peristiwa pembebasan bangsa Israel dan perjalanan di padang gurun
Pendahuluan:- Guru membuka pembelajaran dengan tanda salib, doa pembuka, dan menyapa kehadiran murid (3 menit).
- Guru melaksanakan asesmen awal diagnostik lisan dengan mengajukan 2 pertanyaan terkait tokoh Musa dan pembebasan dari Mesir (acuan jawaban: Musa diutus Allah membebaskan bangsa Israel dari perbudakan Mesir dan menyeberangi Laut Merah) (4 menit).
- Guru menyampaikan tujuan pembelajaran pertemuan ini, yaitu menceritakan karya keselamatan Allah melalui tokoh Musa dalam peristiwa pembebasan bangsa Israel dari Mesir (3 menit).
Kegiatan Inti:Memahami (Bermakna):- Murid menyimak penuturan guru dan membaca ringkasan kisah pembebasan bangsa Israel dari Mesir yang memuat 4 peristiwa penting: (1) Bangsa Israel diperbudak dan ditindas di Mesir, (2) Allah memanggil dan mengutus Musa menghadap Firaun, (3) Allah menuntun bangsa Israel keluar dari Mesir setelah tulah, dan (4) Allah membelah Laut Merah melalui perantaraan tongkat Musa agar bangsa Israel selamat menyeberang sementara tentara Mesir tenggelam (15 menit).
Mengaplikasi (Menggembirakan):- Murid bermain tantangan berpasangan 'Susun dan Ceritakan Kisah Musa': setiap pasangan menerima 4 kartu alur dan menyusunnya secara urut, yaitu: Kartu 1: 'Bangsa Israel ditindas dan dijadikan budak oleh Raja Firaun di Mesir', Kartu 2: 'Allah memanggil Musa dan mengutusnya membebaskan bangsa Israel', Kartu 3: 'Musa menghadap Firaun menunjukkan kuasa Allah hingga bangsa Israel diizinkan pergi', Kartu 4: 'Allah membelah Laut Merah melalui Musa sehingga bangsa Israel selamat menyeberang' (kunci urutan benar: 1-2-3-4) (10 menit).
- Secara bergantian berpasangan, murid menceritakan kembali karya keselamatan Allah melalui tokoh Musa dalam peristiwa pembebasan bangsa Israel dari Mesir berdasarkan urutan 4 kartu alur yang telah disusun (15 menit).
Merefleksi (Berkesadaran):- Dalam suasana hening berkesadaran, murid merenungkan kebaikan dan kuasa Allah yang setia menyelamatkan umat-Nya melalui perantaraan nabi Musa sebagaimana dinyanyikan dalam Madah Musa (Kel 15:1-6) (10 menit).
Penutup:- Guru bersama murid menyimpulkan kembali 4 peristiwa utama karya keselamatan Allah dalam pembebasan bangsa Israel melalui Musa (5 menit).
- Guru menutup pertemuan dengan doa syukur atas perlindungan Allah dan berkat penutup (5 menit).
Diferensiasi:- Konten: Bagi murid yang membutuhkan bimbingan disediakan kartu bergambar dengan teks petunjuk kata kunci; bagi murid yang cepat disediakan kartu teks tanpa nomor.
- Proses: Murid yang membutuhkan bimbingan menceritakan kembali dengan panduan pertanyaan penuntun per kartu alur dari guru/teman sebaya; murid yang mahir menceritakan secara mandiri dan utuh.
- Produk: Penceritaan kembali dilakukan secara lisan berpasangan dengan kelengkapan rincian peristiwa yang disesuaikan kesiapan murid.
Asesmen Pertemuan:Awal:- Pertanyaan diagnostik lisan: (1) Siapakah tokoh yang diutus Allah untuk memimpin bangsa Israel keluar dari perbudakan di Mesir? (Acuan jawaban benar: Musa), (2) Peristiwa mukjizat besar apa yang dilakukan Allah melalui Musa saat bangsa Israel terdesak di tepi laut? (Acuan jawaban benar: Membelah Laut Merah sehingga bangsa Israel dapat menyeberang dengan selamat).
Proses:- Pemeriksaan ketepatan urutan 4 kartu alur (kunci urutan: 1-2-3-4)
- Pengamatan unjuk kerja menceritakan 4 alur karya keselamatan Allah melalui Musa: (1) Perbudakan di Mesir, (2) Pengutusan Musa oleh Allah, (3) Pembebasan dari Firaun, (4) Penyeberangan Laut Merah.
Akhir Pertemuan:- Cek pemahaman lisan di akhir kegiatan: Murid diminta menyebutkan secara lisan karya keselamatan Allah apa yang paling berkesan dalam kisah pembebasan bangsa Israel dari Mesir melalui Musa (kriteria penerimaan: jawaban menyebutkan salah satu karya keselamatan Allah yang tepat sesuai materi, misalnya Allah membebaskan dari perbudakan Firaun atau Allah menyelamatkan di Laut Merah).
Formatif:- Asesmen diagnostik lisan di awal pembelajaran
- Observasi unjuk kerja menceritakan alur peristiwa pembebasan bangsa Israel melalui tokoh Musa
Rubrik Pertemuan:| Aspek | Belum Berkembang | Mulai | Berkembang | Sangat Berkembang |
|---|
| Menceritakan karya keselamatan Allah melalui tokoh Musa dalam pembebasan dari Mesir | Menceritakan 1 dari 4 peristiwa karya keselamatan Allah (Acuan 4 peristiwa: (1) perbudakan di Mesir, (2) pengutusan Musa, (3) pembebasan dari Firaun, (4) penyeberangan Laut Merah) dengan bimbingan penuh guru. | Menceritakan 2 dari 4 peristiwa karya keselamatan Allah (Acuan: (1) perbudakan di Mesir, (2) pengutusan Musa, (3) pembebasan dari Firaun, (4) penyeberangan Laut Merah) secara berurutan dengan sedikit arahan guru. | Menceritakan 3 dari 4 peristiwa karya keselamatan Allah (Acuan: (1) perbudakan di Mesir, (2) pengutusan Musa, (3) pembebasan dari Firaun, (4) penyeberangan Laut Merah) secara runtut dan tepat secara mandiri. | Menceritakan seluruh 4 peristiwa karya keselamatan Allah (Acuan: (1) perbudakan di Mesir, (2) pengutusan Musa, (3) pembebasan dari Firaun, (4) penyeberangan Laut Merah) secara lengkap, runtut, dan tepat secara mandiri. |
Refleksi Pertemuan:Guru:- Apakah seluruh murid aktif dan mampu menyusun serta menceritakan kembali 4 peristiwa pembebasan bangsa Israel dari Mesir melalui tokoh Musa?
- Bagian mana dari langkah pembelajaran berpasangan yang paling efektif membantu murid memahami karya keselamatan Allah?
Murid:- Apa hal baru yang kamu pelajari tentang kasih dan kuasa Allah dalam menolong bangsa Israel melalui Nabi Musa?
- Peristiwa pembebasan mana yang paling menunjukkan bahwa Allah selalu setia menjaga umat-Nya?
Pertemuan 2 — Menceritakan Karya Keselamatan Allah Melalui Tokoh Musa Selama Perjalanan Bangsa Israel di Padang Gurun — 3 JP (3 x 35 menit = 105 menit)Tujuan Pertemuan:- TP 4.2.1 Menceritakan karya keselamatan Allah melalui tokoh Musa dalam peristiwa pembebasan bangsa Israel dan perjalanan di padang gurun
Pendahuluan:- Guru menyapa murid, mengajak berdoa pembuka bersama, dan memeriksa kehadiran murid (5 menit).
- Guru mengaitkan materi pertemuan sebelumnya tentang pembebasan dari Mesir dengan perjalanan di padang gurun, lalu menyampaikan tujuan pembelajaran hari ini yaitu menceritakan karya keselamatan Allah melalui tokoh Musa selama perjalanan di padang gurun (5 menit).
- Guru melakukan asesmen awal diagnostik lisan dengan mengajukan 2 pertanyaan: (1) 'Siapa tokoh yang memimpin bangsa Israel berjalan di padang pasir?' (acuan: Nabi Musa); (2) 'Sebutkan 1 bentuk pertolongan Allah kepada bangsa Israel di padang gurun!' (acuan: memberi manna/burung puyuh/air dari batu karang/tiang awan dan tiang api) (5 menit).
Kegiatan Inti:Memahami (Berkesadaran, Bermakna):- Guru membacakan dan menyajikan teks kisah Kitab Suci tentang perjalanan bangsa Israel di padang gurun yang memuat 4 peristiwa karya keselamatan Allah melalui Musa: (1) Allah menuntun perjalanan dengan tiang awan pada siang hari dan tiang api pada malam hari; (2) Allah memberi makan bangsa Israel berupa manna (roti dari surga) dan burung puyuh saat mereka kelaparan; (3) Allah memerintahkan Musa memukul bukit batu di Masa dan Meriba sehingga memancarkan air segar saat bangsa Israel kehausan; (4) Musa menaikkan doa permohonan kepada Allah agar melindungi dan menyelamatkan bangsa Israel dari berbagai bahaya di padang gurun (15 menit).
- Murid menyimak pendalaman materi dan mencermati alur 4 peristiwa pemeliharaan Allah tersebut secara seksama (10 menit).
Mengaplikasi (Menggembirakan, Bermakna):- Guru membagikan Lembar Kerja Cerita Bergambar yang memuat 4 kartu alur peristiwa padang gurun: Kartu 1: 'Pemandu Perjalanan' (tiang awan dan tiang api); Kartu 2: 'Makanan dari Langit' (manna dan burung puyuh); Kartu 3: 'Air dari Batu Karang' (Musa memukul batu di Meriba); Kartu 4: 'Doa Sang Pemimpin' (Musa berdoa memohon keselamatan umat kepada Allah) (10 menit).
- Murid memainkan aktivitas berpasangan menggembirakan 'Estafet Cerita Padang Gurun': secara bergiliran murid menceritakan kembali secara lisan isi dari ke-4 kartu peristiwa karya keselamatan Allah melalui Musa kepada pasangannya secara runtut dan lengkap (15 menit).
- Setiap murid secara mandiri menceritakan kembali karya keselamatan Allah melalui tokoh Musa selama perjalanan di padang gurun di depan guru/kelas berdasarkan panduan 4 peristiwa tersebut (acuan kelengkapan: memuat peristiwa tiang awan/api, manna/burung puyuh, air dari batu karang, dan kepemimpinan doa Musa) (20 menit).
Merefleksi (Berkesadaran):- Guru mengajak murid menciptakan suasana hening dan merenungkan kebaikan serta kesetiaan pemeliharaan Allah dalam perjalanan hidup sehari-hari sebagaimana Allah memelihara bangsa Israel melalui Musa di padang gurun (10 menit).
Penutup:- Guru dan murid menyimpulkan bersama karya keselamatan Allah melalui tokoh Musa selama perjalanan di padang gurun (5 menit).
- Guru memberikan umpan balik dan penguatan atas cerita lisan murid, lalu menutup pembelajaran dengan doa syukur bersama (5 menit).
Diferensiasi:- Konten: Murid yang memerlukan bimbingan diberikan lembar alur peristiwa dengan kata kunci bergambar (awan, roti manna, tongkat memukul batu, tangan berdoa), sedangkan murid yang cepat diberikan teks narasi naratif tanpa kata kunci.
- Proses: Murid yang membutuhkan pendampingan menceritakan dengan panduan urutan kartu satu per satu bersama guru, sedangkan murid yang mahir menceritakan seluruh alur secara mandiri dan lancar.
- Produk: Semua murid menceritakan secara lisan karya keselamatan Allah melalui tokoh Musa; murid yang membutuhkan bimbingan cukup menceritakan minimal 2 peristiwa utama, sedangkan murid mahir menceritakan lengkap ke-4 peristiwa secara runtut.
Asesmen Pertemuan:Awal:- Tanya jawab lisan diagnostik: Guru menanyakan (1) 'Siapa tokoh yang memimpin bangsa Israel berjalan di padang pasir?' (acuan jawaban: Nabi Musa); (2) 'Sebutkan 1 bentuk pertolongan Allah kepada bangsa Israel saat berjalan di padang gurun!' (acuan jawaban: memberi tiang awan/tiang api, memberi roti manna/burung puyuh, mengeluarkan air dari batu karang, atau mendengarkan doa Musa).
Proses:- Pengamatan unjuk kerja menceritakan secara lisan karya keselamatan Allah melalui Musa di padang gurun dengan acuan 4 peristiwa: (1) Tiang awan dan tiang api sebagai penuntun; (2) Pemberian manna dan burung puyuh saat kelaparan; (3) Mukjizat air memancar dari batu karang saat kehausan; (4) Kepemimpinan Musa yang berdoa memohon keselamatan bangsanya kepada Allah.
Akhir Pertemuan:- Cek pemahaman lisan penutup: Murid menyebutkan kembali karya keselamatan Allah yang paling berkesan baginya melalui perantaraan Musa di padang gurun beserta alasannya (kriteria penerimaan: jawaban menyebutkan salah satu dari mukjizat/pemeliharaan Allah di padang gurun secara tepat sesuai kisah Kitab Suci).
Formatif:- Asesmen diagnostik lisan di awal pembelajaran untuk mengecek pengetahuan dasar tentang tokoh Musa dan perjalanan di padang gurun.
- Unjuk kerja lisan menceritakan karya keselamatan Allah melalui tokoh Musa selama perjalanan di padang gurun pada kegiatan inti.
Rubrik Pertemuan:| Aspek | Belum Berkembang | Mulai | Berkembang | Sangat Berkembang |
|---|
| Menceritakan karya keselamatan Allah melalui tokoh Musa selama perjalanan di padang gurun | Menceritakan kurang dari 2 peristiwa karya keselamatan Allah melalui Musa di padang gurun dengan bimbingan penuh guru (acuan 4 peristiwa: tiang awan/api, manna/puyuh, air dari batu karang, doa permohonan Musa). | Menceritakan 2 dari 4 peristiwa karya keselamatan Allah melalui Musa di padang gurun secara tepat sesuai acuan kisah. | Menceritakan 3 dari 4 peristiwa karya keselamatan Allah melalui Musa di padang gurun secara tepat dan mandiri sesuai acuan kisah. | Menceritakan seluruh 4 peristiwa karya keselamatan Allah melalui Musa di padang gurun secara lengkap, tepat, dan runtut secara mandiri sesuai acuan kisah. |
Refleksi Pertemuan:Guru:- Apakah seluruh murid mendapatkan kesempatan untuk menceritakan kembali karya keselamatan Allah melalui Musa di padang gurun secara aktif?
- Bagian manakah dari aktivitas menceritakan kisah yang paling efektif membangun penghayatan iman murid akan pemeliharaan Allah?
Murid:- Apa yang kamu rasakan setelah mengetahui bagaimana Allah memelihara dan menolong bangsa Israel melalui Musa di padang gurun?
- Peristiwa pertolongan Allah yang mana yang paling kamu ingat dan ingin kamu ceritakan kembali kepada orang tuamu di rumah?
Pertemuan 3 — Menunjukkan Sepuluh Perintah Allah sebagai Pedoman Hidup dalam Hubungan dengan Allah (Perintah 1–3) — 3 JP (3 x 35 menit = 105 menit)Tujuan Pertemuan:- TP 4.2.2 Menunjukkan Sepuluh Perintah Allah sebagai pedoman hidup dalam hubungan dengan Allah dan sesama
Pendahuluan:- Guru membuka pembelajaran dengan tanda salib, menyapa murid, mengajak berdoa pembuka bersama, dan memeriksa kehadiran murid (5 menit).
- Guru melakukan asesmen awal diagnostik melalui tanya-jawab lisan singkat untuk mengecek kesiapan murid mengenai Sepuluh Perintah Allah: 'Di manakah Nabi Musa menerima Sepuluh Perintah Allah dan ada berapa loh batu yang diterimanya?' (acuan jawaban: Gunung Sinai, 2 loh batu) serta 'Berapa perintah yang secara khusus mengatur hubungan manusia dengan Allah?' (acuan jawaban: 3 perintah pertama) (5 menit).
- Guru menyampaikan tujuan pembelajaran, materi pokok (tiga perintah pertama Sepuluh Perintah Allah sebagai pedoman hidup dengan Allah), dan alur kegiatan hari ini (5 menit).
Kegiatan Inti:Memahami (Berkesadaran, Menggembirakan):- Murid dengan hening dan berkesadaran menyimak teks Kitab Suci Keluaran 20:1-8 yang dibacakan guru tentang penyampaian Sepuluh Perintah Allah di Gunung Sinai, serta mencermati rumusan tradisi Katolik untuk Perintah 1 ('Akulah Tuhan Allahmu: Jangan menyembah berhala, berbaktilah kepada-Ku saja, dan cintailah Aku lebih dari segala sesuatu'), Perintah 2 ('Jangan menyebut Nama Tuhan Allahmu dengan tidak hormat'), dan Perintah 3 ('Kuduskanlah hari Tuhan') (15 menit).
- Murid secara mandiri mencocokkan kartu rumusan perintah dengan maknanya melalui kuis cepat 'Pasangan Tepat' di papan tulis: Kartu A (Perintah 1) dipasangkan ke makna 'Menomorsatukan Allah dan tidak percaya takhayul'; Kartu B (Perintah 2) dipasangkan ke makna 'Mengucapkan nama Allah dengan hormat dan tidak untuk sumpah palsu'; Kartu C (Perintah 3) dipasangkan ke makna 'Beribadah/merayakan Ekaristi pada hari Minggu dan menguduskannya' (15 menit).
Mengaplikasi (Bermakna):- Murid menerima lembar kerja yang memuat 6 kartu situasi tindakan konkret sehari-hari: Situasi 1 ('Berdoa secara khusyuk setiap pagi dan malam serta menomorsatukan Allah'), Situasi 2 ('Menyebut nama Tuhan untuk bercanda kosong atau mengumpat'), Situasi 3 ('Mengikuti Perayaan Ekaristi di Gereja pada hari Minggu bersama keluarga'), Situasi 4 ('Memakai jimat dan percaya ramalan bintang'), Situasi 5 ('Memuji dan memuliakan nama Allah saat memulai kegiatan'), Situasi 6 ('Membolos sekolah minggu/misa demi bermain gawai sepanjang hari Minggu'). Murid menunjukkan kesesuaian tindakan tersebut dengan perintah ke-1, ke-2, atau ke-3 (acuan: Situasi 1 = Taat Perintah 1; Situasi 2 = Pelanggaran Perintah 2; Situasi 3 = Taat Perintah 3; Situasi 4 = Pelanggaran Perintah 1; Situasi 5 = Taat Perintah 2; Situasi 6 = Pelanggaran Perintah 3) (20 menit).
- Murid memilih 3 contoh perbuatan hidup nyata yang menunjukkan ketaatan terhadap Perintah 1, Perintah 2, dan Perintah 3 dalam lembar kerja pribadi (acuan: Perintah 1 = rajin berdoa/tidak percaya takhayul; Perintah 2 = menyebut nama Tuhan dengan sopan/hormat; Perintah 3 = beribadah hari Minggu/ikut misa) (15 menit).
Merefleksi (Berkesadaran, Bermakna):- Murid duduk hening dengan penuh kesadaran memeriksa batin, merenungkan bagaimana penghayatan pribadi terhadap 3 Perintah Allah selama ini, lalu menuliskan satu niat perbuatan konkret untuk memuliakan Allah dalam hidup sehari-hari (15 menit).
Penutup:- Guru dan murid bersama-sama merangkum ketiga perintah Allah yang mengatur relasi dengan Allah (Perintah 1: Mengasihi Allah lebih dari segalanya; Perintah 2: Menghormati Nama Kudus Allah; Perintah 3: Menguduskan hari Minggu) (5 menit).
- Guru memberikan umpan balik atas lembar kerja murid, memberikan penegasan nilai moral, dan menutup pertemuan dengan doa penutup serta berkat tanda salib (5 menit).
Diferensiasi:- Konten: Murid yang membutuhkan bimbingan diberikan kartu rumusan teks Perintah 1-3 sebagai rujukan visual, sedangkan murid yang mandiri langsung menganalisis pernyataan situasi tanpa kartu bantu.
- Proses: Bagi murid yang memerlukan bantuan, guru memberikan pendampingan terarah dalam mengaitkan situasi tindakan dengan nomor perintah.
- Produk: Murid menuliskan tindakan konkret ketaatan pada lembar kerja berformat panduan terstruktur (pilihan ganda/isian singkat) atau narasi singkat sesuai kesiapan belajarnya.
Asesmen Pertemuan:Awal:- Tanya jawab lisan diagnostik: (1) Di manakah Nabi Musa menerima Sepuluh Perintah Allah dan ada berapa loh batu? (Acuan: Gunung Sinai; 2 loh batu); (2) Berapa perintah pertama yang mengatur hubungan manusia dengan Allah? (Acuan: 3 perintah, yaitu perintah 1 sampai 3).
Proses:- Formatif klasifikasi 6 situasi tindakan pada lembar kerja inti: Situasi 1 ('Berdoa secara khusyuk setiap pagi dan malam serta menomorsatukan Allah'), Situasi 2 ('Menyebut nama Tuhan untuk bercanda kosong atau mengumpat'), Situasi 3 ('Mengikuti Perayaan Ekaristi di Gereja pada hari Minggu bersama keluarga'), Situasi 4 ('Memakai jimat dan percaya ramalan bintang'), Situasi 5 ('Memuji dan memuliakan nama Allah saat memulai kegiatan'), Situasi 6 ('Membolos sekolah minggu/misa demi bermain gawai sepanjang hari Minggu'). Acuan: Situasi 1 = Taat Perintah 1; Situasi 2 = Pelanggaran Perintah 2; Situasi 3 = Taat Perintah 3; Situasi 4 = Pelanggaran Perintah 1; Situasi 5 = Taat Perintah 2; Situasi 6 = Pelanggaran Perintah 3.
Akhir Pertemuan:- Cek pemahaman lisan/tertulis singkat penutup: Murid menunjukkan nomor perintah yang sesuai untuk 3 pernyataan tindakan: (1) Mengikuti Misa kudus hari Minggu di gereja (acuan: Perintah 3); (2) Berbicara sopan dan tidak mengutuk demi nama Allah (acuan: Perintah 2); (3) Menyembah Allah saja dan tidak menyembah patung/benda berhala (acuan: Perintah 1).
Formatif:- Penilaian unjuk kerja klasifikasi tindakan pada lembar kerja 6 situasi perintah 1-3
- Tanya-jawab lisan diagnostik awal pembelajaran
Rubrik Pertemuan:| Aspek | Belum Berkembang | Mulai | Berkembang | Sangat Berkembang |
|---|
| Ketepatan menunjukkan Sepuluh Perintah Allah dalam hubungan dengan Allah (Perintah 1–3) | Menunjukkan 0 hingga 2 dari 6 situasi tindakan yang sesuai dengan Perintah 1–3 pada lembar kerja secara tepat. | Menunjukkan 3 hingga 4 dari 6 situasi tindakan yang sesuai dengan Perintah 1–3 pada lembar kerja secara tepat. | Menunjukkan 5 dari 6 situasi tindakan yang sesuai dengan Perintah 1–3 pada lembar kerja secara tepat. | Menunjukkan seluruh 6 situasi tindakan yang sesuai dengan Perintah 1–3 pada lembar kerja secara tepat dan mandiri. |
Refleksi Pertemuan:Guru:- Apakah langkah pembelajaran kontekstual membantu murid memahami esensi Perintah Allah 1-3 sebagai pedoman kasih dan bukan sekadar beban larangan?
- Apakah alokasi waktu dan aktivitas klasifikasi situasi berjalan efektif dan menggembirakan bagi seluruh murid?
Murid:- Perintah manakah di antara perintah 1 sampai 3 yang paling sering aku praktikkan di rumah atau di gereja?
- Apa hal baik baru yang ingin aku lakukan mulai hari Minggu besok untuk memuliakan nama Tuhan?
Pertemuan 4 — Menunjukkan Sepuluh Perintah Allah sebagai Pedoman Hidup dalam Hubungan dengan Sesama (Perintah 4–10) — 3 JP (3 x 35 menit = 105 menit)Tujuan Pertemuan:- TP 4.2.2 Menunjukkan Sepuluh Perintah Allah sebagai pedoman hidup dalam hubungan dengan Allah dan sesama
Pendahuluan:- Guru membuka pertemuan dengan tanda salib, salam, dan mengajak murid berdoa pembuka bersama bersyukur atas bimbingan Allah (5 menit).
- Guru memeriksa kehadiran murid dan mengondisikan kesiapan ruang kelas agar tertib dan hening (5 menit).
- Guru melaksanakan asesmen awal diagnostik melalui 2 pertanyaan lisan: (1) Menyebutkan nomor perintah yang mengatur hubungan dengan sesama (acuan: perintah ke-4 sampai ke-10); (2) Menyebutkan bunyi perintah ke-4 (acuan: Hormatilah ibu bapamu) (5 menit).
- Guru menyampaikan tujuan pembelajaran hari ini, yaitu menunjukkan Sepuluh Perintah Allah sebagai pedoman hidup dalam hubungan dengan sesama (Perintah 4–10) (5 menit).
Kegiatan Inti:Memahami (Bermakna, Menggembirakan):- Murid menyimak penjelasan guru dan membaca kutipan Sepuluh Perintah Allah dalam tradisi Katolik yang mengatur hubungan manusia dengan sesama (Perintah 4: Hormatilah ibu bapamu; Perintah 5: Jangan membunuh; Perintah 6: Jangan berzina; Perintah 7: Jangan mencuri; Perintah 8: Jangan bersaksi dusta tentang sesamamu; Perintah 9: Jangan mengingini istri sesamamu; Perintah 10: Jangan mengingini milik sesamamu secara tidak adil) (5 menit).
- Murid berpartisipasi dalam permainan 'Tebak Nomor Pedoman', di mana guru membacakan 4 situasi nyata dan murid secara gembira mengangkat kartu angka (4 s.d. 10) yang tepat: (1) Situasi: Membantu mencuci piring dan patuh pada nasihat ayah ibu -> kartu 4; (2) Situasi: Mengembalikan pensil teman yang tertinggal dan tidak mengambilnya -> kartu 7; (3) Situasi: Berkata jujur tidak menuduh kawan berbuat salah -> kartu 8; (4) Situasi: Tidak merasa iri hati melihat sepeda baru kawan -> kartu 10 (15 menit).
Mengaplikasi (Bermakna):- Murid menerima Lembar Kerja Pasangan Sikap yang memuat 7 nomor perintah Allah (Perintah 4 sampai 10) untuk dipasangkan dengan 7 contoh sikap pedoman hidup yang tepat (15 menit).
- Murid secara mandiri menyelesaikan pemasangan 7 butir pernyataan sikap pada LKPD dengan acuan pasangan: (1) Hormatilah ibu bapamu -> Mendengarkan nasihat orang tua di rumah; (2) Jangan membunuh -> Menjaga keselamatan teman dan tidak memukul; (3) Jangan berzina -> Menjaga kesopanan perkataan dan perilaku; (4) Jangan mencuri -> Meminta izin sebelum meminjam barang milik teman; (5) Jangan bersaksi dusta tentang sesamamu -> Berbicara jujur dan tidak menyebarkan fitnah; (6) Jangan mengingini istri sesamamu -> Menghormati keutuhan keluarga orang lain; (7) Jangan mengingini milik sesamamu secara tidak adil -> Bersyukur atas barang kepunyaan sendiri dan tidak serakah (15 menit).
Merefleksi (Berkesadaran):- Murid mengambil sikap hening untuk memeriksa batin pribadi, merenungkan tindakan yang sudah dilakukan kepada sesama (teman dan orang tua) yang sesuai atau belum sesuai dengan Sepuluh Perintah Allah (15 menit).
- Murid menuliskan satu niat pribadi sederhana untuk menunjukkan ketaatan pada pedoman hidup bersama sesama minggu ini (misalnya: 'Saya akan langsung merapikan kamar saat diminta ibu' atau 'Saya tidak akan menyontek dan selalu berkata jujur') (10 menit).
Penutup:- Guru dan murid bersama-sama merangkum bahwa Perintah 4 sampai 10 mengajarkan cinta kasih dan hormat kepada sesama manusia sebagai wujud kasih Allah (5 menit).
- Guru menyampaikan asesmen akhir lisan dan menutup pembelajaran dengan doa penutup serta berkat (5 menit).
Diferensiasi:- Konten: Murid yang membutuhkan bimbingan diberikan kartu panduan berisi tabel rumusan Perintah ke-4 sampai 10 secara utuh, sedangkan murid cepat diberikan lembar skenario kehidupan sosial tanpa teks pembantu.
- Proses: Murid yang memerlukan pendampingan dibimbing langsung guru dalam mencocokkan situasi konkret dengan nomor perintah, sedangkan murid yang mandiri langsung menganalisis pasangan sikap secara individual.
- Produk: Murid bebas menunjukkan pemahaman melalui penulisan nomor secara langsung pada kolom pasangan atau menandai dengan garis hubung berwarna.
Asesmen Pertemuan:Awal:- Pertanyaan diagnostik lisan pembuka: (1) 'Sebutkan perintah ke berapa saja dalam Sepuluh Perintah Allah yang mengatur hubungan kita dengan sesama manusia?' (Acuan: Perintah ke-4 sampai ke-10); (2) 'Apakah bunyi dari perintah ke-4?' (Acuan: Hormatilah ibu bapamu).
Proses:- Pemeriksaan ketepatan pengerjaan LKPD menjodohkan 7 pasangan perintah (Perintah 4–10) dan contoh sikap pedoman hidup dengan acuan: Perintah 4 -> Mendengarkan nasihat orang tua di rumah; Perintah 5 -> Menjaga keselamatan teman dan tidak memukul; Perintah 6 -> Menjaga kesopanan perkataan dan perilaku; Perintah 7 -> Meminta izin sebelum meminjam barang milik teman; Perintah 8 -> Berbicara jujur dan tidak menyebarkan fitnah; Perintah 9 -> Menghormati keutuhan keluarga orang lain; Perintah 10 -> Bersyukur atas barang kepunyaan sendiri dan tidak serakah.
Akhir Pertemuan:- Cek pemahaman lisan penutup: Guru menyebutkan 1 situasi: 'Andi tidak mengambil penggaris temannya tanpa izin'. Murid diminta menunjukkan nomor perintah yang mendasarinya (Acuan: Perintah ke-7, Jangan mencuri).
Formatif:- Penilaian tes tertulis menjodohkan 7 butir rumusan Perintah Allah (Perintah 4–10) dengan contoh sikap pedoman hidup dalam hubungan dengan sesama pada LKPD.
- Observasi diagnostik lisan pada awal pembelajaran mengenai cakupan nomor dan rumusan perintah Allah terkait sesama.
Rubrik Pertemuan:| Aspek | Belum Berkembang | Mulai | Berkembang | Sangat Berkembang |
|---|
| Menunjukkan Sepuluh Perintah Allah sebagai pedoman hidup dalam hubungan dengan sesama (Perintah 4–10) | Menunjukkan dengan tepat 1–2 dari 7 pasangan perintah Allah (Perintah 4–10) dengan contoh sikap pedoman hidup terhadap sesama sesuai acuan kunci. | Menunjukkan dengan tepat 3–4 dari 7 pasangan perintah Allah (Perintah 4–10) dengan contoh sikap pedoman hidup terhadap sesama sesuai acuan kunci. | Menunjukkan dengan tepat 5–6 dari 7 pasangan perintah Allah (Perintah 4–10) dengan contoh sikap pedoman hidup terhadap sesama sesuai acuan kunci secara mandiri. | Menunjukkan dengan tepat seluruh 7 pasangan perintah Allah (Perintah 4–10) dengan contoh sikap pedoman hidup terhadap sesama sesuai acuan kunci secara mandiri. |
Refleksi Pertemuan:Guru:- Apakah alur kegiatan pembelajaran berhasil membantu murid menghubungkan perintah ke-4 sampai ke-10 dengan tindakan konkret terhadap sesama?
- Bagaimana keterlibatan murid saat permainan tebak perintah dan pengerjaan LKPD menjodohkan?
Murid:- Perintah manakah di antara perintah 4 sampai 10 yang paling sering aku laksanakan di rumah atau di sekolah?
- Perintah manakah yang masih terasa sulit untuk aku taati ketika bersama teman atau keluarga?
Pertemuan 5 — Menceritakan Peristiwa Bangsa Israel Memasuki Tanah Terjanji Melalui Kepemimpinan Tokoh Yosua — 3 JP (3 x 35 menit = 105 menit)Tujuan Pertemuan:- TP 4.2.3 Menceritakan peristiwa bangsa Israel memasuki tanah terjanji melalui kepemimpinan tokoh Yosua
Pendahuluan:- Guru membuka pembelajaran dengan tanda salib, salam, dan mengajak murid menyanyikan bersama lagu 'Waktu Tuhan' serta berdoa memohon bimbingan Roh Kudus (5 menit).
- Guru menyampaikan tujuan pembelajaran pertemuan ini, yaitu menceritakan peristiwa bangsa Israel memasuki tanah terjanji melalui kepemimpinan tokoh Yosua (3 menit).
- Guru melakukan asesmen awal diagnostik dengan mengajukan 2 pertanyaan lisan: (1) 'Siapa tokoh yang ditunjuk Tuhan menggantikan Musa?' (acuan: Yosua); (2) 'Ke tanah manakah bangsa Israel dipimpin Yosua untuk masuk?' (acuan: Kanaan/Tanah Terjanji) (7 menit).
Kegiatan Inti:Memahami (Berkesadaran, Bermakna):- Murid menyimak guru membacakan narasi Kitab Suci berdasarkan Ulangan 3:28 dan Yosua 1-6 mengenai penetapan Yosua sebagai pengganti Musa, mukjizat penyeberangan Sungai Yordan bersama Tabut Perjanjian, dan runtuhnya tembok Yerikho hingga bangsa Israel menempati Tanah Terjanji Kanaan (15 menit).
- Guru membagikan lembar panduan 4 alur pokok peristiwa: (1) Pengangkatan Yosua menggantikan Musa; (2) Perjalanan menyeberangi Sungai Yordan membawa Tabut Perjanjian; (3) Runtuhnya tembok Yerikho setelah dikelilingi bangsa Israel atas perintah Allah; (4) Bangsa Israel resmi memasuki dan menempati Tanah Terjanji Kanaan (10 menit).
Mengaplikasi (Menggembirakan, Bermakna):- Permainan Berantai 'Tongkat Estafet Yosua': Secara berpasangan secara bergembira murid memainkan tantangan estafet kartu alur, di mana murid A menyebutkan peristiwa 1 dan 2, lalu murid B menyambung menceritakan peristiwa 3 dan 4 secara runtut menggunakan kartu bergambar (15 menit).
- Setiap murid berlatih menceritakan secara mandiri atau bergiliran di depan teman sebangku seluruh rangkaian peristiwa bangsa Israel memasuki tanah terjanji melalui kepemimpinan Yosua berdasarkan 4 alur pokok peristiwa (15 menit).
- Guru memanggil murid secara acak dan bergantian untuk menceritakan secara lisan di depan kelas peristiwa bangsa Israel memasuki tanah terjanji melalui tokoh Yosua dengan mencakup keempat alur pokok (15 menit).
Merefleksi (Berkesadaran):- Murid diajak merenungkan nilai kesetiaan Allah yang selalu menepati janji-Nya menyertai Yosua dan bangsa Israel hingga berhasil masuk ke Kanaan (10 menit).
Penutup:- Guru bersama murid membuat rangkuman pokok bahwa Allah memilih Yosua untuk mengantar bangsa Israel menyeberangi Sungai Yordan, meruntuhkan tembok Yerikho, dan menduduki Tanah Kanaan (5 menit).
- Guru memberikan cek pemahaman akhir dan apresiasi atas usaha murid menceritakan kisah, kemudian menutup pembelajaran dengan doa penutup Katolik (5 menit).
Diferensiasi:- Konten: Menyediakan lembar bantu berupa 4 kartu gambar berseri bagi murid yang memerlukan dukungan visual alur cerita.
- Proses: Murid yang membutuhkan bimbingan berlatih menceritakan dibantu kata kunci pada tiap kartu, sedangkan murid mahir menceritakan alur secara mandiri tanpa melihat kartu bantuan.
- Produk: Menceritakan secara lisan dengan bantuan kartu alur atau menceritakan secara lisan langsung secara mandiri.
Asesmen Pertemuan:Awal:- Tanya jawab diagnostik lisan di awal pembelajaran: (1) 'Siapakah pemimpin pengganti Nabi Musa yang dipilih Allah memimpin bangsa Israel?' (acuan: Yosua); (2) 'Negeri/tanah apakah yang dijanjikan Allah kepada bangsa Israel yang dimasuki bersama Yosua?' (acuan: Tanah Terjanji / Kanaan).
Proses:- Pengamatan unjuk kerja menceritakan lisan peristiwa bangsa Israel memasuki tanah terjanji melalui tokoh Yosua dengan acuan 4 alur pokok: (1) Pengangkatan Yosua menggantikan Musa; (2) Menyeberangi Sungai Yordan bersama Tabut Perjanjian; (3) Runtuhnya tembok kota Yerikho; (4) Menempati Tanah Terjanji (Kanaan).
Akhir Pertemuan:- Cek pemahaman lisan penutup: meminta 2 murid menyebutkan kembali secara ringkas peristiwa utama Yosua memimpin bangsa Israel menyeberangi Sungai Yordan dan meruntuhkan tembok Yerikho untuk memasuki Kanaan (acuan: Yosua memimpin penyeberangan Sungai Yordan dan meruntuhkan tembok Yerikho hingga menempati Tanah Terjanji/Kanaan).
Formatif:- Unjuk kerja lisan menceritakan peristiwa bangsa Israel memasuki tanah terjanji melalui kepemimpinan tokoh Yosua
- Observasi diagnostik lisan tanya jawab awal
Rubrik Pertemuan:| Aspek | Belum Berkembang | Mulai | Berkembang | Sangat Berkembang |
|---|
| Kelengkapan Menceritakan Peristiwa Bangsa Israel Memasuki Tanah Terjanji Melalui Tokoh Yosua (Acuan 4 alur: 1. Pengangkatan Yosua pengganti Musa, 2. Penyeberangan Sungai Yordan, 3. Runtuhnya tembok Yerikho, 4. Menempati Tanah Terjanji Kanaan) | Menceritakan 1 alur peristiwa dengan benar dari 4 alur acuan, masih memerlukan bimbingan penuh guru. | Menceritakan 2 alur peristiwa dengan benar dari 4 alur acuan secara runtut. | Menceritakan 3 alur peristiwa dengan benar dari 4 alur acuan secara runtut. | Menceritakan seluruh 4 alur peristiwa dengan lengkap dan benar sesuai acuan secara runtut dan mandiri. |
Refleksi Pertemuan:Guru:- Apakah seluruh murid mampu menceritakan peristiwa bangsa Israel memasuki tanah terjanji di bawah kepemimpinan Yosua sesuai alur yang tepat?
- Apakah kegiatan permainan tongkat estafet efektif membantu murid mengingat dan menceritakan kembali peristiwa tersebut dengan gembira?
Murid:- Bagian cerita mana dari kisah Yosua memimpin bangsa Israel yang paling kamu sukai?
- Apakah kamu dapat menceritakan kembali bagaimana Yosua membawa bangsa Israel menyeberangi Sungai Yordan dan memasuki Tanah Kanaan?
Pertemuan 6 — Mengidentifikasi Kisah Penyertaan Allah Memberkati Pemimpin Israel yaitu Samuel, Saul, dan Daud — 2 JP (2 x 35 menit = 70 menit)Tujuan Pertemuan:- TP 4.2.4 Mengidentifikasi kisah penyertaan Allah memberkati pemimpin Israel yaitu Samuel, Saul, dan Daud
Pendahuluan:- Guru bersama murid membuka pelajaran dengan doa pembuka: 'Ya Yesus Sang Raja, bimbinglah kami mengenal para pemimpin Israel yang Engkau berkati: Samuel, Saul, dan Daud. Amin' (3 menit).
- Guru melakukan presensi kehadiran dan menyampaikan topik serta tujuan pembelajaran pertemuan hari ini (2 menit).
- Guru melakukan asesmen awal diagnostik lisan dengan menanyakan 2 pertanyaan pemetaan kesiapan: (1) 'Sebutkan 3 nama pemimpin bangsa Israel yang diberkati Allah dalam kisah Alkitab!' (acuan: Samuel, Saul, Daud); (2) 'Siapa tokoh gembala cilik yang dipilih Allah menggantikan Saul karena kesucian hatinya?' (acuan: Daud) (5 menit).
Kegiatan Inti:Memahami (Bermakna):- Murid menyimak penjelasan guru dan membaca ringkasan kisah penyertaan Allah memberkati Samuel (anak Hana yang taat dan tekun berdoa memimpin bangsa Israel), Saul (raja pertama Israel yang diurapi Samuel tetapi jatuh karena sombong), dan Daud (anak Isai yang berhati suci, mengalahkan Goliat dengan penyertaan Allah, dan diurapi menjadi raja) (13 menit).
- Murid bersama guru melakukan tanya jawab untuk mengidentifikasi ciri khas kisah penyertaan Allah pada masing-masing ketiga tokoh pemimpin tersebut (5 menit).
Mengaplikasi (Menggembirakan, Bermakna):- Murid dalam kelompok berpasangan memainkan permainan kartu edukatif menggembirakan 'Mencocokkan Berkat Pemimpin': setiap pasangan menerima 6 kartu kisah dan memasangkannya pada bagan 3 nama tokoh (Samuel, Saul, Daud). Rincian 6 kartu: Kartu 1 'Dipanggil Allah sejak kecil di bait Silo dan memimpin Israel dengan kekuatan doa' -> Samuel; Kartu 2 'Diurapi Samuel menjadi raja pertama Israel namun ditinggalkan Roh Allah karena tidak taat' -> Saul; Kartu 3 'Pemuda gembala berhati suci yang mengalahkan Goliat atas pertolongan Allah' -> Daud; Kartu 4 'Hakim yang taat dan memimpin bangsa Israel membuang berhala kembali kepada Allah' -> Samuel; Kartu 5 'Raja yang bertubuh tinggi elok yang awalnya dipilih Allah tetapi kemudian menjadi sombong' -> Saul; Kartu 6 'Putra bungsu Isai dari Betlehem yang pandai bermain kecapi dan diurapi menjadi raja besar Israel' -> Daud (15 menit).
- Murid secara mandiri mengerjakan lembar kerja pengidentifikasian berupa 6 pernyataan benar/salah mengenai kisah penyertaan Allah kepada Samuel, Saul, dan Daud: (1) Samuel adalah nabi dan hakim yang taat berdoa [Benar]; (2) Saul tetap setia kepada Allah sampai akhir hidupnya [Salah, Saul sombong dan tidak taat]; (3) Daud dipilih Allah karena paras tubuh yang gagah perkasa [Salah, Tuhan melihat hati yang suci]; (4) Daud mengalahkan Goliat karena mengandalkan pertolongan dan kuasa Allah [Benar]; (5) Saul adalah raja pertama yang diurapi atas perintah Allah [Benar]; (6) Samuel menolak berdoa ketika bangsa Israel menghadapi musuh [Salah, Samuel selalu mengandalkan doa] (12 menit).
Merefleksi (Berkesadaran):- Murid dengan bimbingan guru merefleksikan bahwa Allah menyertai dan memberkati pemimpin yang memiliki hati rendah hati dan setia mendengarkan perintah-Nya seperti Samuel dan Daud (8 menit).
Penutup:- Murid bersama guru menyimpulkan butir-butir identifikasi kisah Samuel, Saul, dan Daud (3 menit).
- Guru menyampaikan asesmen akhir/cek pemahaman singkat lisan dan menutup pertemuan dengan doa syukur bersama (4 menit).
Diferensiasi:- Konten: Menyediakan kartu kisah bergambar simbol tokoh (alat kecapi untuk Daud, mahkota retak untuk Saul, mezbah doa untuk Samuel) bagi murid yang membutuhkan dukungan visual.
- Proses: Murid yang telah mahir mengidentifikasi kisah dapat diberikan tantangan mandiri mengelompokkan 6 kartu tanpa petunjuk kata kunci nama, sedangkan murid yang membutuhkan bimbingan didampingi guru membaca kata kunci pada kartu kisah.
- Produk: Murid dapat menunjukkan identifikasi kisah penyertaan Allah melalui lembar kerja tertulis atau memasangkan kartu identifikasi secara langsung di papan tempel.
Asesmen Pertemuan:Awal:- Diagnostik tanya jawab lisan awal pembelajaran: (1) Sebutkan 3 pemimpin bangsa Israel yang dipilih dan diberkati Allah! (Acuan: Samuel, Saul, dan Daud); (2) Siapakah tokoh gembala yang mengalahkan Goliat dengan mengandalkan Allah? (Acuan: Daud).
Proses:- Pengamatan saat aktivitas mencocokkan 6 kartu kisah tokoh pemimpin Israel: Kunci pasangan kartu: (1) Dipanggil Allah sejak kecil di bait Silo dan memimpin dengan doa -> Samuel; (2) Diurapi menjadi raja pertama namun tidak taat -> Saul; (3) Pemuda gembala berhati suci yang mengalahkan Goliat -> Daud; (4) Hakim yang memimpin Israel membuang berhala -> Samuel; (5) Raja bertubuh tinggi elok yang kemudian sombong -> Saul; (6) Putra Isai pemain kecapi yang diurapi menjadi raja besar -> Daud.
- Pemeriksaan lembar kerja 6 butir identifikasi kisah: Kunci jawaban: (1) Benar; (2) Salah; (3) Salah; (4) Benar; (5) Benar; (6) Salah.
Akhir Pertemuan:- Cek pemahaman lisan penutup: Guru menunjuk 3 murid menyebutkan masing-masing 1 bukti penyertaan Allah pada Samuel, Saul, dan Daud. Acuan jawaban: Samuel disertai Allah melalui doa dan ketaatannya; Saul diberkati menjadi raja pertama namun ditinggalkan karena tidak taat; Daud diberkati dan disertai Allah mengalahkan Goliat serta menjadi raja karena kesucian hatinya.
Formatif:- Penilaian kinerja aktivitas mencocokkan 6 kartu kisah pemimpin Israel (Samuel, Saul, Daud)
- Tes tertulis cek identifikasi 6 butir pernyataan kisah penyertaan Allah pada lembar kerja murid
Rubrik Pertemuan:| Aspek | Belum Berkembang | Mulai | Berkembang | Sangat Berkembang |
|---|
| Mengidentifikasi kisah penyertaan Allah memberkati Samuel, Saul, dan Daud pada tugas 6 butir identifikasi | Mengidentifikasi dengan tepat maksimal 2 dari 6 butir kisah penyertaan Allah pada Samuel, Saul, dan Daud. | Mengidentifikasi dengan tepat 3 sampai 4 dari 6 butir kisah penyertaan Allah pada Samuel, Saul, dan Daud. | Mengidentifikasi dengan tepat 5 dari 6 butir kisah penyertaan Allah pada Samuel, Saul, dan Daud. | Mengidentifikasi dengan tepat seluruh 6 dari 6 butir kisah penyertaan Allah pada Samuel, Saul, dan Daud secara mandiri. |
Refleksi Pertemuan:Guru:- Apakah permainan kartu kisah efektif membantu murid membedakan perjalanan iman dan penyertaan Allah pada Samuel, Saul, dan Daud?
- Apakah alokasi waktu 70 menit memadai bagi seluruh murid untuk menyelesaikan identifikasi kisah ketiga tokoh pemimpin tersebut?
Murid:- Apa yang kamu pelajari hari ini tentang alasan Allah memilih Daud yang bertubuh mungil daripada orang yang bertubuh besar?
- Sikap teladan apa dari Nabi Samuel dan Raja Daud yang ingin kamu tiru dalam hidup sehari-hari?
Pertemuan 7 — Asesmen Sumatif Bab — 3 JP (3 x 35 menit = 105 menit)Tujuan Pertemuan:- TP 4.2.1 Menceritakan karya keselamatan Allah melalui tokoh Musa dalam peristiwa pembebasan bangsa Israel dan perjalanan di padang gurun
- TP 4.2.2 Menunjukkan Sepuluh Perintah Allah sebagai pedoman hidup dalam hubungan dengan Allah dan sesama
- TP 4.2.3 Menceritakan peristiwa bangsa Israel memasuki tanah terjanji melalui kepemimpinan tokoh Yosua
- TP 4.2.4 Mengidentifikasi kisah penyertaan Allah memberkati pemimpin Israel yaitu Samuel, Saul, dan Daud
Pendahuluan:- Guru membuka sesi dengan salam, mengajak murid berdoa singkat memohon bimbingan Roh Kudus, dan memeriksa kehadiran murid (3 menit).
- Guru menyampaikan tujuan pertemuan ke-7 sebagai sesi asesmen sumatif bab untuk mengukur pemahaman seluruh topik Bab 2 melalui tes tertulis dan unjuk kerja penuturan lisan (2 menit).
Kegiatan Inti:Memahami (Berkesadaran):- Guru membagikan Lembar Kerja Asesmen Tertulis dan menjelaskan petunjuk pengerjaan Bagian I (pemasangan Sepuluh Perintah Allah dengan pedoman hubungan kepada Allah atau sesama) serta Bagian II (identifikasi kisah penyertaan Allah kepada Samuel, Saul, dan Daud) secara mandiri (5 menit).
Mengaplikasi (Bermakna):- Murid mengerjakan tes tertulis serentak selama 40 menit secara hening dan mandiri yang memuat: Bagian I (10 butir pengelompokan perintah: Perintah 1 'Jangan ada padamu allah lain', 2 'Jangan menyebut nama TUHAN Allahmu dengan sembarangan', 3 'Kuduskanlah hari Tuhan' -> kelompok 'Hubungan dengan Allah'; Perintah 4 'Hormatilah ayah dan ibumu', 5 'Jangan membunuh', 6 'Jangan berzinah', 7 'Jangan mencuri', 8 'Jangan bersaksi dusta', 9 'Jangan mengingini istri sesamamu', 10 'Jangan mengingini milik sesamamu' -> kelompok 'Hubungan dengan Sesama') dan Bagian II (5 butir pilihan ganda/isian singkat identifikasi pemimpin: 1. Jawaban Samuel saat dipanggil Tuhan keempat kali -> 'Berbicaralah, TUHAN, sebab hamba-Mu ini mendengar'; 2. Pekerjaan awal Daud saat dipilih -> 'Gembala domba'; 3. Alasan Saul ditolak Allah -> 'Tidak taat/melanggar perintah Allah'; 4. Tokoh yang mengurapi Saul dan Daud -> 'Samuel'; 5. Senjata yang digunakan Daud mengalahkan Goliat -> 'Ketapel/umban dan batu') (40 menit).
- Pelaksanaan unjuk kerja lisan bergiliran di meja guru (maksimal 2 menit per murid, rotasi maju satu per satu) mengenai penuturan karya keselamatan Allah melalui Musa (pembebasan dari Mesir, Laut Merah, padang gurun) dan Yosua (menyeberang Sungai Yordan, memimpin masuk tanah terjanji), sementara murid lain di tempat duduk menyelesaikan lembar refleksi penguatan materi Bab 2 tanpa saling mengganggu (45 menit).
Merefleksi (Berkesadaran):- Guru mengumpulkan seluruh lembar kerja tertulis dan lembar refleksi murid, kemudian memfasilitasi refleksi bersama secara hening mengenai pengalaman belajar dan penghayatan penyertaan Allah sepanjang Bab 2 (5 menit).
Penutup:- Guru memberikan apresiasi atas kejujuran, ketertiban, dan kemandirian seluruh murid dalam menyelesaikan asesmen sumatif bab (3 menit).
- Guru memimpin doa penutup syukur atas penyertaan Allah yang setia membimbing langkah hidup murid seperti membimbing umat Israel, lalu menutup pembelajaran dengan berkat (2 menit).
Diferensiasi:- Konten: Bahan tes tertulis dan format unjuk kerja lisan disajikan dengan instruksi tertulis yang jelas dan huruf yang terbaca lugas bagi seluruh murid.
- Proses: Akomodasi akses berupa pembacaan ulang petunjuk secara perlahan bagi murid yang membutuhkan tanpa mengubah isi butir soal dan kriteria penilaian.
- Produk: Penuturan lisan dapat disampaikan murid secara langsung di meja guru dalam suasana tatap muka individual yang nyaman.
Asesmen Pertemuan:Awal:- Cek kesiapan dan pemahaman petunjuk teknis pelaksanaan asesmen tertulis serta rotasi unjuk kerja lisan (memastikan seluruh murid memahami tata tertib pengerjaan mandiri tanpa melihat buku).
Proses:- Observasi keteraturan, kemandirian, dan ketenangan kelas selama tes tertulis berlangsung serentak dan rotasi unjuk kerja lisan di meja guru.
Sumatif Bab:- kombinasi tes tertulis serentak dan unjuk kerja lisan bergiliran: lembar kerja tertulis identifikasi Sepuluh Perintah Allah serta kisah pemimpin Israel (Samuel, Saul, Daud), dan penuturan lisan ringkas karya keselamatan Allah melalui Musa serta peristiwa memasuki tanah terjanji bersama Yosua
- tes tertulis serentak: lembar kerja tertulis yang berisi pemasangan butir Sepuluh Perintah Allah dengan pedoman hubungan kepada Allah dan sesama, serta identifikasi tertulis kisah penyertaan Allah kepada Samuel, Saul, dan Daud (45 menit; kelompok; instrumen: kunci jawaban dan rubrik penskoran tertulis)
- penilaian unjuk kerja lisan: cerita lisan ringkas (maksimal 2 menit per murid) mengenai penyertaan Allah melalui Musa membebaskan bangsa Israel di padang gurun dan kepemimpinan Yosua menyeberang ke tanah terjanji secara rotasi maju ke meja guru sementara kelas menyelesaikan aktivitas penguatan materi (60 menit / 2 menit = 30 murid, mencukupi 28 murid) (60 menit; individual; instrumen: rubrik penilaian unjuk kerja lisan (keruntutan cerita dan ketepatan tokoh))
Sumatif:- kombinasi tes tertulis serentak dan unjuk kerja lisan bergiliran: lembar kerja tertulis identifikasi Sepuluh Perintah Allah serta kisah pemimpin Israel (Samuel, Saul, Daud), dan penuturan lisan ringkas karya keselamatan Allah melalui Musa serta peristiwa memasuki tanah terjanji bersama Yosua
- tes tertulis serentak: lembar kerja tertulis yang berisi pemasangan butir Sepuluh Perintah Allah dengan pedoman hubungan kepada Allah dan sesama, serta identifikasi tertulis kisah penyertaan Allah kepada Samuel, Saul, dan Daud (45 menit; kelompok; instrumen: kunci jawaban dan rubrik penskoran tertulis)
- penilaian unjuk kerja lisan: cerita lisan ringkas (maksimal 2 menit per murid) mengenai penyertaan Allah melalui Musa membebaskan bangsa Israel di padang gurun dan kepemimpinan Yosua menyeberang ke tanah terjanji secara rotasi maju ke meja guru sementara kelas menyelesaikan aktivitas penguatan materi (60 menit / 2 menit = 30 murid, mencukupi 28 murid) (60 menit; individual; instrumen: rubrik penilaian unjuk kerja lisan (keruntutan cerita dan ketepatan tokoh))
Rubrik Pertemuan:| Aspek | Belum Berkembang | Mulai | Berkembang | Sangat Berkembang |
|---|
| Identifikasi Sepuluh Perintah Allah sebagai Pedoman Hidup (TP 4.2.2) | Memasangkan dengan tepat 1–3 butir perintah ke dalam kelompok hubungan dengan Allah (Perintah 1–3) atau hubungan dengan sesama (Perintah 4–10). | Memasangkan dengan tepat 4–6 butir perintah ke dalam kelompok hubungan dengan Allah (Perintah 1–3) atau hubungan dengan sesama (Perintah 4–10). | Memasangkan dengan tepat 7–9 butir perintah ke dalam kelompok hubungan dengan Allah (Perintah 1–3) atau hubungan dengan sesama (Perintah 4–10). | Memasangkan dengan tepat seluruh 10 butir perintah ke dalam kelompok hubungan dengan Allah (Perintah 1–3) dan hubungan dengan sesama (Perintah 4–10) secara tepat dan mandiri. | | Identifikasi Kisah Pemimpin Israel: Samuel, Saul, dan Daud (TP 4.2.4) | Menjawab tepat 1 dari 5 butir soal identifikasi kisah penyertaan Allah kepada Samuel, Saul, dan Daud sesuai kunci acuan. | Menjawab tepat 2–3 dari 5 butir soal identifikasi kisah penyertaan Allah kepada Samuel, Saul, dan Daud sesuai kunci acuan. | Menjawab tepat 4 dari 5 butir soal identifikasi kisah penyertaan Allah kepada Samuel, Saul, dan Daud sesuai kunci acuan. | Menjawab tepat seluruh 5 butir soal identifikasi kisah penyertaan Allah kepada Samuel, Saul, dan Daud sesuai kunci acuan (1. Jawaban Samuel: 'Berbicaralah, TUHAN, sebab hamba-Mu ini mendengar'; 2. Pekerjaan awal Daud: Gembala domba; 3. Kesalahan Saul: Tidak taat/melanggar perintah Allah; 4. Tokoh pengurap: Samuel; 5. Senjata Daud: Ketapel/umban dan batu). | | Menceritakan Karya Keselamatan Allah Melalui Tokoh Musa (TP 4.2.1) | Hanya menyebutkan nama tokoh Musa tanpa menceritakan peristiwa karya keselamatan Allah di Mesir maupun di padang gurun. | Menceritakan secara lisan 1 peristiwa karya keselamatan Allah melalui Musa (pembebasan dari perbudakan Mesir ATAU perjalanan di padang gurun) dengan alur sederhana. | Menceritakan secara lisan 2 peristiwa karya keselamatan Allah melalui Musa (pembebasan dari perbudakan Mesir/Laut Merah DAN pemeliharaan di padang gurun) dengan tepat. | Menceritakan secara lisan karya keselamatan Allah melalui tokoh Musa secara lengkap dan runtut mencakup pembebasan dari perbudakan Mesir, penyeberangan Laut Merah, serta pemeliharaan tiang awan/api dan manna di padang gurun. | | Menceritakan Peristiwa Masuk Tanah Terjanji Melalui Kepemimpinan Yosua (TP 4.2.3) | Belum mampu menceritakan peristiwa bangsa Israel memasuki tanah terjanji bersama tokoh Yosua. | Menceritakan secara lisan tokoh Yosua sebagai pengganti Musa, namun belum menyebutkan peristiwa penyeberangan ke tanah terjanji. | Menceritakan secara lisan peristiwa kepemimpinan Yosua membawa bangsa Israel menyeberangi Sungai Yordan memasuki tanah terjanji Kanaan. | Menceritakan secara lisan peristiwa kepemimpinan Yosua menggantikan Musa, memimpin penyeberangan Sungai Yordan bersama tabut perjanjian, dan membawa bangsa Israel memasuki tanah terjanji dengan runtut dan tepat. |
Refleksi Pertemuan:Guru:- Apakah alokasi waktu 105 menit memadai untuk menyelesaikan tes tertulis serentak sekaligus asesmen lisan individu bagi seluruh murid?
- Bagaimanakah tingkat ketercapaian murid kelas 4 pada keempat TP bab Allah Membimbing Umat Israel berdasarkan hasil asesmen sumatif ini?
Murid:- Bagian mana dari kisah pembimbingan Allah kepada bangsa Israel yang paling membantuku memahami kasih Allah?
- Apakah aku sudah mampu menunjukkan ketaatan pada perintah Allah dan menghormati sesama dalam kehidupan sehari-hari?
SUMBER BELAJAR- Buku Guru Pendidikan Agama Katolik dan Budi Pekerti untuk SD Kelas IV (Kemendikbudristek, 2021)
- Buku Siswa Pendidikan Agama Katolik dan Budi Pekerti untuk SD Kelas IV (Kemendikbudristek, 2021)
- Alkitab Perjanjian Lama (Kitab Keluaran bab 1 s.d. 15)
- Set 4 kartu alur bergambar kisah Musa dan pembebasan dari Mesir
- Teks Madah Musa (ACHM 123 / Kel 15:1-6)
- Alkitab (Kitab Keluaran dan Bilangan)
- Buku Siswa Pendidikan Agama Katolik dan Budi Pekerti untuk SD Kelas IV (Kemendikbudristek RI, 2021)
- Buku Panduan Guru Pendidikan Agama Katolik dan Budi Pekerti untuk SD Kelas IV (Kemendikbudristek RI, 2021)
- Kartu bergambar 4 peristiwa perjalanan di padang gurun
- Alkitab (Kitab Keluaran 20:1-8)
- Kartu teks Sepuluh Perintah Allah (Perintah 1-3) dan lembar kerja klasifikasi situasi
- Buku Panduan Guru Pendidikan Agama Katolik dan Budi Pekerti untuk SD Kelas IV, Kemendikbudristek, 2021.
- Buku Siswa Pendidikan Agama Katolik dan Budi Pekerti untuk SD Kelas IV, Kemendikbudristek, 2021.
- Teks Kitab Suci Keluaran 20:12-17.
- Lembar Kerja Murid (LKPD) menjodohkan 7 butir pedoman hidup sesama.
- Teks Kitab Suci Perjanjian Lama: Kitab Ulangan 3:28 dan Kitab Yosua pasal 1 sampai 6
- Kartu gambar berseri kisah penyeberangan Sungai Yordan dan runtuhnya tembok Yerikho
- Buku Siswa Pendidikan Agama Katolik dan Budi Pekerti SD Kelas IV, Kemendikbudristek
- Buku Panduan Guru Pendidikan Agama Katolik dan Budi Pekerti SD Kelas IV, Kemendikbudristek
- Teks Alkitab (1 Samuel 1-3; 1 Samuel 8-15; 1 Samuel 16-17)
- Set 6 kartu kisah pemimpin Israel (Samuel, Saul, Daud)
- Buku Panduan Guru Pendidikan Agama Katolik dan Budi Pekerti untuk SD Kelas IV (Kemendikbudristek, 2021)
- Alkitab Perjanjian Lama (Kitab Keluaran, Ulangan, Yosua, dan 1 Samuel)
- Lembar Kerja Asesmen Sumatif Tertulis Bab 2
- Lembar Rubrik Observasi Unjuk Kerja Lisan
|