Modul AjarPertemuan 7Bab 1Fase BSemester 1

Modul Ajar Pendidikan Agama Katolik dan Budi Pekerti Kelas 4: Ajaran Kitab Suci tentang Kebersamaan dalam Mengembangkan Diri (Markus 3:31-35)

Modul Ajar ini disusun untuk satu pertemuan tatap muka mata pelajaran Pendidikan Agama Katolik dan Budi Pekerti kelas 4 dengan topik "Ajaran Kitab Suci tentang Kebersamaan dalam Mengembangkan Diri (Markus 3:31-35)". Dokumen mengikuti Alur Tujuan Pembelajaran (ATP) Kurikulum Merdeka, lengkap dengan tujuan, langkah kegiatan, dan asesmen ringkas.

MEJAGURU.ID - DOKUMEN MODUL AJAR

Modul Ajar Pendidikan Agama Katolik dan Budi Pekerti Kelas 4: Ajaran Kitab Suci tentang Kebersamaan dalam Mengembangkan Diri (Markus 3:31-35)

Pendidikan Agama Katolik dan Budi Pekerti - Kelas 4

Bab 1 - Pertemuan 7

MODUL AJAR

Pendidikan Agama Katolik dan Budi Pekerti — Kelas 4 (Fase B)

Topik: Ajaran Kitab Suci tentang Kebersamaan dalam Mengembangkan Diri (Markus 3:31-35)

INFORMASI UMUM

Mata PelajaranPendidikan Agama Katolik dan Budi Pekerti
Fase / KelasFase B / Kelas 4
TopikAjaran Kitab Suci tentang Kebersamaan dalam Mengembangkan Diri (Markus 3:31-35)
Alokasi Waktu2x35 menit
Jumlah Pertemuan1

TUJUAN PEMBELAJARAN

  1. Murid dapat menjelaskan pesan Kitab Suci Markus 3:31-35 tentang persaudaraan sejati sebagai dasar kebersamaan dalam mengembangkan diri.
  2. Murid dapat mewujudkan semangat persaudaraan dan saling mendukung dalam mengembangkan diri bersama orang lain sesuai kehendak Allah.

PROFIL LULUSAN

DimensiDisasar
Keimanan dan Ketakwaan terhadap Tuhan Yang Maha Esa
Kewargaan
Penalaran Kritis
Kreativitas
Kolaborasi
Kemandirian
Kesehatan
Komunikasi

PERTANYAAN PEMANTIK

  1. Menurutmu, siapa saja orang-orang yang selama ini telah membantumu berkembang dan belajar? Mengapa mereka mau membantumu?
  2. Bayangkan kamu harus belajar dan tumbuh seorang diri tanpa bantuan siapa pun — kira-kira apa yang akan terjadi?
  3. Menurut Yesus, siapakah yang bisa disebut sebagai saudara-Nya? Apa artinya bagi kehidupan kita sehari-hari?

KEGIATAN PEMBELAJARAN

Pertemuan 1

Pendahuluan:

  • Guru mengucapkan salam dan mengajak murid berdoa bersama (doa pembuka pelajaran).
  • Guru melakukan presensi dan menanyakan kabar murid.
  • Asesmen Awal — Guru meminta murid menuliskan atau menyebutkan satu nama orang yang pernah membantunya berkembang dan alasan singkatnya (3 menit). Guru mencatat respon untuk mendeteksi pemahaman awal tentang kebersamaan.
  • Guru menyampaikan pertanyaan pemantik satu per satu, memberi waktu murid berpikir sejenak sebelum menjawab secara lisan.
  • Guru menyampaikan tujuan pembelajaran hari ini: memahami pesan Markus 3:31-35 tentang persaudaraan sejati dan mewujudkan semangat saling mendukung dalam mengembangkan diri.
  • Guru menyampaikan alur kegiatan secara singkat agar murid tahu apa yang akan dilakukan.

Kegiatan Inti:

Memahami (Berkesadaran, Bermakna):

  • Guru meminta murid membuka Buku Siswa pada bagian teks Markus 3:31-35. Guru membaca teks dengan ekspresif, lalu murid membaca ulang secara bergantian per ayat (membaca nyaring berpasangan). [Berkesadaran — murid hadir dan fokus pada teks]
  • Guru mengajak murid berhenti sejenak setelah membaca dan menanyakan: 'Apa yang kamu rasakan atau bayangkan ketika mendengar kata-kata Yesus ini?' Beri waktu murid diam dan berpikir selama 1 menit sebelum menjawab. [Berkesadaran — mindful reading]
  • Guru memimpin dialog pendalaman dengan tiga pertanyaan: (1) Apa yang dikisahkan dalam teks Markus 3:31-35? (2) Menurut Yesus, siapakah ibu dan saudara-saudara-Nya? (3) Apa yang harus kita lakukan supaya layak disebut saudara-saudara Yesus?
  • Guru menampung jawaban murid, lalu memberikan penjelasan peneguhan: Yesus memperluas makna persaudaraan — bukan hanya ikatan darah, melainkan siapa pun yang melakukan kehendak Allah. Persaudaraan sejati berarti saling mengasihi, memperhatikan, dan mendukung tanpa pamrih. [Bermakna — menghubungkan teks dengan pengalaman nyata]
  • Guru menuliskan kata kunci di papan tulis: 'Persaudaraan Sejati', 'Kehendak Allah', 'Saling Mendukung', dan meminta murid menyalin ke buku catatan mereka sebagai penanda pemahaman.

Mengaplikasi (Bermakna, Menggembirakan):

  • Guru membagi murid menjadi kelompok kecil (3–4 orang). Setiap kelompok mendapat satu kartu skenario situasi nyata, misalnya: (a) Teman sekelas kesulitan memahami pelajaran matematika; (b) Teman di lingkungan rumah tidak punya teman bermain; (c) Seorang anggota keluarga sedang sakit dan butuh dukungan. [Menggembirakan — belajar lewat permainan peran yang konkret]
  • Setiap kelompok berdiskusi selama 7 menit: Bagaimana cara mereka mewujudkan persaudaraan sejati sesuai pesan Yesus dalam situasi tersebut? Apa tindakan nyata yang bisa dilakukan?
  • Setiap kelompok menuliskan minimal 2 tindakan nyata pada lembar kerja kelompok, lalu mempresentasikan hasilnya secara singkat (1–2 menit per kelompok). [Bermakna — mengaitkan ajaran Kitab Suci dengan kehidupan nyata]
  • Guru merespons setiap presentasi dengan pertanyaan lanjutan singkat: 'Mengapa tindakan itu mencerminkan kehendak Allah?' untuk memperdalam pemahaman.
  • Murid secara individu mengisi 'Kartu Komitmensaudaraku': menuliskan satu tindakan nyata yang akan mereka lakukan minggu ini sebagai wujud persaudaraan sejati. [Bermakna — aksi nyata berbasis nilai]

Merefleksi (Berkesadaran, Bermakna):

  • Guru mengajak murid duduk tenang sejenak (hening 1 menit) sambil menutup mata dan membayangkan wajah orang-orang yang selama ini telah mendukung perkembangan mereka. [Berkesadaran — refleksi personal yang mendalam]
  • Guru memandu refleksi lisan dengan pertanyaan: 'Hari ini kamu belajar bahwa persaudaraan sejati bukan hanya soal keluarga kandung, melainkan siapa pun yang melakukan kehendak Allah. Apa satu hal baru yang kamu pahami hari ini?'
  • Murid menuliskan refleksi singkat di buku catatan (3–4 kalimat): (1) Apa yang aku pelajari hari ini? (2) Bagaimana aku bisa menjadi saudara yang baik bagi orang lain? [Bermakna — menghubungkan pembelajaran dengan diri sendiri]
  • Beberapa murid (sukarela) berbagi refleksi mereka di depan kelas. Guru menanggapi dengan apresiasi yang hangat dan memperkuat pesan utama.
  • Guru meminta murid menyimpan 'Kartu Komitmen Saudaraku' dan mengingatkan untuk melaksanakannya di rumah atau lingkungan sekitar.

Penutup:

  • Guru bersama murid membuat rangkuman pembelajaran: Yesus mengajarkan bahwa persaudaraan sejati adalah siapa pun yang melakukan kehendak Allah — yaitu saling mengasihi dan mendukung tanpa pamrih. Bersama orang lain, kita dapat berkembang sebagai citra Allah.
  • Asesmen Akhir — Guru memberikan 2–3 pertanyaan lisan atau tertulis singkat: (1) Apa pesan utama Markus 3:31-35? (2) Sebutkan satu contoh tindakan persaudaraan sejati yang bisa kamu lakukan. (3) Mengapa saling mendukung itu penting dalam mengembangkan diri?
  • Guru memberikan tindak lanjut: murid diminta mengamati dan mencatat satu contoh nyata persaudaraan sejati yang mereka lihat atau alami sebelum pertemuan berikutnya.
  • Guru menyampaikan pesan penutup yang menguatkan: 'Jadilah saudara sejati bagi semua orang dengan melakukan kehendak Allah — mengasihi dan mendukung tanpa pamrih.'
  • Pembelajaran ditutup dengan doa bersama (doa penutup pelajaran) dan salam.

Diferensiasi:

  • Konten: Untuk murid yang membutuhkan dukungan ekstra: guru menyediakan teks Markus 3:31-35 yang sudah diringkas dalam bahasa yang lebih sederhana dan dilengkapi ilustrasi gambar. Untuk murid yang sudah cepat memahami: guru menyediakan teks tambahan dari Buku Siswa tentang peran berbagai orang (guru, dokter, orang tua) dalam mendukung perkembangan diri sebagai perluasan konteks.
  • Proses: Saat diskusi kelompok, murid yang membutuhkan dukungan ditempatkan bersama teman yang lebih percaya diri dengan peran yang sesuai kemampuannya (misalnya sebagai pencatat). Murid yang cepat dapat diberikan pertanyaan tantangan tambahan: 'Bagaimana cara Yesus sendiri mewujudkan persaudaraan sejati dalam hidupnya?'
  • Produk: Murid yang membutuhkan dukungan dapat mengisi 'Kartu Komitmen Saudaraku' dengan menggambar tindakan yang akan mereka lakukan. Murid yang sudah berkembang dapat menuliskan komitmen dalam bentuk paragraf singkat beserta alasan teologisnya berdasarkan Markus 3:35.

ASESMEN

Awal:

  • Guru meminta murid menyebutkan atau menuliskan satu nama orang yang pernah membantunya berkembang beserta alasan singkat (3 menit). Kegiatan ini digunakan untuk mendeteksi pemahaman awal murid tentang kebersamaan dan siapa yang dianggap 'saudara' dalam kehidupan mereka, sebelum masuk ke perspektif Kitab Suci.

Proses:

  • Observasi dan catatan guru selama dialog pendalaman: apakah murid dapat menjawab tiga pertanyaan kunci tentang Markus 3:31-35 dengan kata-kata sendiri.
  • Pemantauan diskusi kelompok: guru berkeliling dan mencatat apakah setiap kelompok mampu mengidentifikasi tindakan persaudaraan sejati yang relevan dan sesuai nilai Injil.
  • Penilaian presentasi kelompok menggunakan lembar observasi singkat (skala: belum tepat — cukup tepat — tepat — sangat tepat) berdasarkan kesesuaian tindakan dengan pesan Yesus dalam Markus 3:35.

Akhir:

  • Pertanyaan lisan atau tertulis (2–3 pertanyaan) di akhir pembelajaran: (1) Apa pesan utama Yesus dalam Markus 3:31-35? (2) Sebutkan satu contoh tindakan nyata persaudaraan sejati yang bisa kamu lakukan. (3) Mengapa melakukan kehendak Allah menjadi dasar persaudaraan sejati?
  • Penilaian 'Kartu Komitmen Saudaraku': apakah tindakan yang ditulis murid konkret, realistis, dan mencerminkan semangat saling mendukung sesuai ajaran Yesus.

Formatif:

  • Observasi partisipasi aktif murid selama dialog pendalaman teks Kitab Suci.
  • Penilaian lembar kerja kelompok: ketepatan identifikasi tindakan persaudaraan sejati sesuai pesan Markus 3:31-35.
  • Penilaian presentasi kelompok: kemampuan menghubungkan ajaran Kitab Suci dengan situasi kehidupan nyata.

Sumatif:

  • Jawaban lisan atau tertulis atas 2–3 pertanyaan penutup tentang pesan Markus 3:31-35 dan contoh tindakan persaudaraan sejati.
  • Penilaian 'Kartu Komitmen Saudaraku': relevansi dan kekonkretan tindakan nyata yang direncanakan sebagai wujud persaudaraan.

RUBRIK PENILAIAN

AspekBelum BerkembangMulaiBerkembangSangat Berkembang
Memahami Pesan Kitab Suci Markus 3:31-35Murid belum dapat menjelaskan isi atau pesan teks Markus 3:31-35 meskipun sudah dibimbing.Murid dapat menyebutkan isi teks secara umum tetapi belum dapat menjelaskan makna persaudaraan sejati menurut Yesus.Murid dapat menjelaskan pesan Markus 3:31-35 tentang persaudaraan sejati dengan kalimat sendiri, termasuk siapa yang disebut saudara Yesus.Murid dapat menjelaskan pesan Markus 3:31-35 secara lengkap, mengaitkan makna persaudaraan sejati dengan kehendak Allah, dan menghubungkannya dengan pengalaman nyata.
Mewujudkan Semangat Persaudaraan dan Saling MendukungMurid belum dapat menyebutkan tindakan nyata yang mencerminkan semangat persaudaraan.Murid dapat menyebutkan satu tindakan persaudaraan tetapi masih bersifat umum dan belum dihubungkan dengan ajaran Yesus.Murid dapat merumuskan tindakan nyata yang konkret sebagai wujud persaudaraan sejati dan menjelaskan kaitannya dengan kehendak Allah.Murid dapat merumuskan beberapa tindakan nyata yang konkret, menjelaskan alasan teologisnya berdasarkan Markus 3:35, dan menunjukkan komitmen yang sungguh-sungguh untuk melaksanakannya.
Kolaborasi dan Partisipasi dalam Diskusi KelompokMurid tidak aktif dan tidak berkontribusi dalam diskusi kelompok.Murid berpartisipasi jika diminta tetapi belum aktif berbagi gagasan secara sukarela.Murid aktif berkontribusi dalam diskusi kelompok, mendengarkan teman, dan membantu kelompok merumuskan tindakan persaudaraan.Murid sangat aktif, menginisiasi diskusi, mendorong teman untuk berbagi, dan membantu merangkum gagasan kelompok dengan baik.

REFLEKSI

Refleksi Guru:

  • Apakah pertanyaan pemantik berhasil memancing rasa ingin tahu dan keterlibatan aktif murid sejak awal pembelajaran?
  • Apakah langkah dialog pendalaman teks Kitab Suci sudah cukup memberi ruang bagi semua murid untuk berpikir dan merespons, bukan hanya murid tertentu?
  • Apakah diferensiasi yang diterapkan (konten, proses, dan produk) sudah efektif menjangkau murid dengan kebutuhan belajar yang berbeda?
  • Sejauh mana murid berhasil menghubungkan pesan Markus 3:31-35 dengan tindakan nyata dalam kehidupan mereka sehari-hari?
  • Apa yang perlu diperbaiki atau diperkuat pada pertemuan berikutnya berdasarkan hasil asesmen proses dan akhir hari ini?

Refleksi Murid:

  • Satu hal baru apa yang kamu pelajari hari ini tentang makna persaudaraan sejati menurut Yesus?
  • Siapa orang-orang di sekitarmu yang sudah mendukung perkembanganmu selama ini? Bagaimana perasaanmu terhadap mereka?
  • Tindakan nyata apa yang akan kamu lakukan minggu ini untuk menjadi saudara sejati bagi orang lain, sesuai kehendak Allah?
  • Apakah hari ini kamu merasa belajar dengan sungguh-sungguh dan menyenangkan? Apa yang membuatmu paling bersemangat?

SUMBER BELAJAR

  1. Buku Siswa Pendidikan Agama Katolik dan Budi Pekerti Kelas IV SD (Kemdikbud, 2021)
  2. Buku Panduan Guru Pendidikan Agama Katolik dan Budi Pekerti Kelas IV SD — penulis: Daniel Boli Kotan, Marianus Didi Kasmudi (ISBN: 978-602-244-407-7)
  3. Alkitab / Kitab Suci: teks Injil Markus 3:31-35
  4. Kartu skenario situasi nyata (dibuat guru, dicetak atau ditulis tangan)
  5. Lembar kerja kelompok (format isian tindakan persaudaraan sejati)
  6. Kartu Komitmen Saudaraku (kartu kecil untuk refleksi dan komitmen personal murid)
  7. Papan tulis dan spidol / kapur untuk menuliskan kata kunci pembelajaran
  8. Lembar observasi guru untuk penilaian proses diskusi kelompok dan presentasi

Lihat & unduh lengkap

Masuk pakai Google untuk membuka modul ajar pertemuan ini secara penuh.

Apa isi pertemuan ini?

Dokumen mencakup tujuan pembelajaran terpilih, urutan kegiatan inti yang sudah disesuaikan dengan alokasi JP, serta pertanyaan pemantik dan asesmen formatif singkat. Cocok dipakai sebagai bahan persiapan tatap muka maupun lampiran supervisi.

Cara pakai pertemuan ini

Unduh DOCX, lalu sesuaikan nama sekolah, kepala sekolah, dan NIP. Bagian kegiatan inti bisa Bapak/Ibu kurangi atau tambah sesuai karakter siswa di kelas; tujuan pembelajaran sebaiknya tetap selaras dengan ATP induk.