Modul AjarPertemuan 5Bab 1Fase BSemester 1

Modul Ajar Pendidikan Agama Katolik dan Budi Pekerti Kelas 4: Lingkungan Turut Mengembangkan Diriku

Modul Ajar ini disusun untuk satu pertemuan tatap muka mata pelajaran Pendidikan Agama Katolik dan Budi Pekerti kelas 4 dengan topik "Lingkungan Turut Mengembangkan Diriku". Dokumen mengikuti Alur Tujuan Pembelajaran (ATP) Kurikulum Merdeka, lengkap dengan tujuan, langkah kegiatan, dan asesmen ringkas.

MEJAGURU.ID - DOKUMEN MODUL AJAR

Modul Ajar Pendidikan Agama Katolik dan Budi Pekerti Kelas 4: Lingkungan Turut Mengembangkan Diriku

Pendidikan Agama Katolik dan Budi Pekerti - Kelas 4

Bab 1 - Pertemuan 5

MODUL AJAR

Pendidikan Agama Katolik dan Budi Pekerti — Kelas 4 (Fase B)

Topik: Lingkungan Turut Mengembangkan Diriku

INFORMASI UMUM

Mata PelajaranPendidikan Agama Katolik dan Budi Pekerti
Fase / KelasFase B / Kelas 4
TopikLingkungan Turut Mengembangkan Diriku
Alokasi Waktu2x35 menit
Jumlah Pertemuan1

TUJUAN PEMBELAJARAN

  1. Murid dapat menjelaskan pengaruh lingkungan sosial (keluarga, sekolah, desa/kota) terhadap pertumbuhan dan perkembangan dirinya.
  2. Murid dapat meneladani cara Yesus tumbuh dan berkembang dalam lingkungan keluarga dan masyarakat Nazaret sebagaimana dikisahkan dalam Kitab Suci.

PROFIL LULUSAN

DimensiDisasar
Keimanan dan Ketakwaan terhadap Tuhan Yang Maha Esa
Kewargaan
Penalaran Kritis
Kreativitas
Kolaborasi
Kemandirian
Kesehatan
Komunikasi

PERTANYAAN PEMANTIK

  1. Siapa saja orang-orang di sekitarmu yang menurutmu paling berpengaruh dalam membentuk dirimu seperti sekarang? Mengapa mereka penting?
  2. Apa perbedaan yang kamu rasakan jika kamu tumbuh di lingkungan yang penuh kasih sayang dibandingkan lingkungan yang kurang mendukung?
  3. Bagaimana menurutmu Yesus bisa tumbuh menjadi pribadi yang bijak dan penuh kasih — apa peran keluarga dan kampung halaman-Nya di Nazaret?

KEGIATAN PEMBELAJARAN

Pertemuan 1

Pendahuluan:

  • Guru mengucapkan salam dan mengajak murid berdoa pembuka bersama: 'Dalam nama Bapa, Putra, dan Roh Kudus, amin. Allah Yang Maha Kasih, kami bersyukur atas rahmat yang telah Engkau anugerahkan kepada kami. Hari ini kami boleh belajar dari Yesus yang tumbuh dan berkembang di lingkungan bersama kedua orang tua-Nya. Semoga kami pun dapat berkembang dengan baik sesuai kehendak-Mu di lingkungan, di mana kami hidup setiap hari. Terpujilah Engkau, kini dan sepanjang masa. Amin.'
  • Guru mengecek kehadiran dan kesiapan belajar murid.
  • Asesmen awal (diagnostik): Guru menampilkan dua gambar sederhana — satu gambar anak yang sedang dibantu belajar oleh orang tua, satu gambar anak bermain bersama teman di kampung. Guru bertanya: 'Dari dua gambar ini, manakah yang pernah kamu alami? Ceritakan singkat kepada teman di sampingmu.' (2–3 menit, lisan berpasangan). Guru mendengarkan dan mencatat gambaran awal pemahaman murid.
  • Guru menyampaikan tujuan pembelajaran hari ini secara singkat dan ramah: 'Hari ini kita akan belajar bagaimana lingkungan di sekitar kita — keluarga, sekolah, dan tempat tinggal — ikut membantu kita bertumbuh. Kita juga akan belajar dari cara Yesus bertumbuh bersama keluarga-Nya di Nazaret.'
  • Guru melontarkan pertanyaan pemantik secara lisan untuk membangkitkan rasa ingin tahu murid sebelum masuk ke kegiatan inti.

Kegiatan Inti:

Memahami (Berkesadaran, Bermakna):

  • Guru membacakan teks pengantar dari Buku Siswa halaman 19 tentang 'Lingkungan Turut Mengembangkan Diriku' dengan suara ekspresif sambil murid menyimak dan membuka buku masing-masing. (Berkesadaran)
  • Murid diajak berdiskusi singkat dalam kelompok kecil (3–4 orang): 'Sebutkan satu hal yang kamu pelajari dari keluargamu di rumah, satu hal dari sekolah, dan satu hal dari lingkungan tempat tinggalmu.' Tiap kelompok mencatat hasil diskusi di selembar kertas. (Bermakna)
  • Perwakilan tiap kelompok menyampaikan hasil diskusi secara lisan. Guru merangkum di papan tulis: tiga lingkaran besar berlabel 'Keluarga', 'Sekolah', 'Desa/Kota', lalu mengisi dengan jawaban murid. (Berkesadaran)
  • Guru menjelaskan materi pokok: (1) Lingkungan sosial sangat mempengaruhi perkembangan diri seseorang. (2) Keluarga adalah lingkungan pertama dan utama. (3) Sekolah dan desa/kota juga membentuk kepribadian kita. Penjelasan dilakukan sambil menunjuk bagan di papan tulis.
  • Guru mengajak murid membaca bersama kutipan Kitab Suci tentang Yesus di Nazaret (Lukas 2:51–52): 'Lalu Ia pulang bersama-sama mereka ke Nazaret; dan Ia tetap hidup dalam asuhan mereka. Ibu-Nya menyimpan semua perkara itu di dalam hatinya. Dan Yesus makin bertambah besar dan bertambah hikmat-Nya dan besar-Nya, dan makin dikasihi oleh Allah dan manusia.' Guru meminta murid membaca ulang dalam hati satu kali. (Berkesadaran)
  • Guru menjelaskan secara singkat bagaimana Yesus bertumbuh dalam asuhan Bunda Maria dan Bapa Yosef, hidup dalam tradisi keagamaan Yahudi, belajar pekerjaan tangan dari Yosef, dan semakin bertambah hikmat karena menghormati orang tua. Guru menekankan: menghormati orang tua adalah jalan yang dipilih Yesus untuk bertumbuh. (Bermakna)

Mengaplikasi (Bermakna, Menggembirakan):

  • Guru membagikan lembar kerja 'Pohon Pertumbuhanku'. Lembar kerja berupa gambar pohon dengan tiga bagian akar berlabel 'Keluarga', 'Sekolah', 'Desa/Kota'. Murid mengisi tiap akar dengan minimal satu contoh nyata pengaruh positif lingkungan tersebut terhadap diri mereka (contoh: 'Dari keluarga: Mama mengajarku berdoa sebelum tidur'). (Bermakna)
  • Setelah mengisi, murid diminta menggambar di bagian batang pohon satu kebiasaan baik yang sudah tumbuh dalam diri mereka berkat salah satu lingkungan tersebut. Di bagian daun/puncak pohon, murid menuliskan: 'Aku ingin tumbuh menjadi pribadi yang...' (Menggembirakan)
  • Murid membandingkan isian 'Pohon Pertumbuhanku' milik mereka dengan isian teman sebangku. Guru memandu diskusi singkat: 'Apakah ada kesamaan? Apa yang berbeda? Apa yang bisa kamu pelajari dari lingkungan temanmu?' (Kolaborasi — Bermakna)
  • Guru mengaitkan kegiatan ini dengan teladan Yesus: 'Yesus juga punya pohon pertumbuhan-Nya sendiri. Dari keluarga, Ia belajar berdoa dan bekerja keras. Dari masyarakat Nazaret, Ia belajar tradisi dan nilai-nilai keagamaan. Hasilnya: Yesus bertambah hikmat dan semakin dikasihi Allah dan manusia.' (Bermakna)
  • Asesmen proses: Guru berkeliling mengamati lembar kerja murid, memberi umpan balik lisan singkat dan afirmatif ('Bagus, kamu sudah menyebutkan pengaruh nyata dari lingkunganmu. Coba pikirkan satu lagi dari sekolah.'). Guru mencatat murid yang belum mampu mengidentifikasi pengaruh lingkungan untuk diberi bimbingan tambahan.

Merefleksi (Berkesadaran, Bermakna, Menggembirakan):

  • Guru mengajak murid duduk tenang selama 1–2 menit dan menutup mata. Guru membacakan panduan refleksi dengan suara pelan: 'Bayangkan rumahmu... bayangkan wajah orang-orang yang menyayangimu di sana... bayangkan sekolahmu... bayangkan teman-teman dan gurumu... Betapa banyak orang yang ikut membantu kamu bertumbuh menjadi kamu yang sekarang. Berterima kasihlah dalam hatimu kepada mereka.' (Berkesadaran)
  • Murid membuka mata dan menuliskan ungkapan syukur pada bagian bawah lembar kerja 'Pohon Pertumbuhanku'. Ungkapan syukur boleh dalam bentuk doa pendek, kalimat, atau puisi singkat 2–3 baris. Guru memberikan contoh: 'Tuhan, terima kasih atas keluargaku yang mengajarku mencintai-Mu.' (Berkesadaran — Bermakna)
  • Beberapa murid (sukarela) diundang membacakan ungkapan syukurnya di depan kelas. Guru merespons dengan hangat dan menghargai setiap ungkapan. (Menggembirakan)
  • Guru memandu murid menghubungkan refleksi pribadi dengan teladan Yesus: 'Yesus pun bersyukur atas lingkungan-Nya. Ia tidak meninggalkan keluarga-Nya meski tahu tentang misi-Nya. Ia memilih tumbuh dengan sabar di bawah asuhan orang tua-Nya. Bagaimana kita bisa meneladani sikap Yesus itu dalam hidupmu sehari-hari?' (Bermakna)
  • Murid menuliskan satu komitmen tindakan nyata di balik lembar kerja: 'Minggu ini, aku akan... sebagai wujud syukurku atas lingkunganku.' (Berkesadaran)

Penutup:

  • Guru bersama murid merangkum pelajaran: (1) Lingkungan sosial — keluarga, sekolah, dan desa/kota — sangat mempengaruhi pertumbuhan dan perkembangan diri kita. (2) Yesus sendiri tumbuh dalam bimbingan Bunda Maria dan Bapa Yosef serta lingkungan Nazaret, dan hasilnya Ia bertambah hikmat dan semakin dikasihi Allah dan manusia.
  • Guru menyampaikan pesan penutup: 'Lingkunganmu adalah anugerah Tuhan. Syukurilah, dan jadilah bagian yang baik dari lingkunganmu, seperti Yesus menjadi berkat bagi Nazaret.'
  • Asesmen akhir (sumatif lisan singkat): Guru mengajukan dua pertanyaan lisan secara acak kepada 2–3 murid: (1) 'Sebutkan dua pengaruh positif lingkungan terhadap perkembanganmu!' (2) 'Apa satu hal yang bisa kamu teladani dari cara Yesus bertumbuh di Nazaret?' Guru mencatat jawaban sebagai data sumatif.
  • Guru memberikan tindak lanjut: Murid diminta membacakan doa syukur yang telah ditulis bersama keluarga di rumah malam ini. (Catatan untuk orang tua: Dukung anak membacakan doanya dan tanyakan apa yang ia pelajari hari ini tentang lingkungan yang membantu ia bertumbuh.)
  • Guru menutup pembelajaran dengan doa bersama, dipimpin oleh salah satu murid yang membacakan doa yang telah ditulisnya, atau dengan doa berikut: 'Dalam nama Bapa, Putra, dan Roh Kudus, amin. Allah Yang Maha Kasih, kami bersyukur atas rahmat yang telah Engkau anugerahkan kepada kami. Hari ini kami boleh belajar dari Yesus yang tumbuh dan berkembang di lingkungan bersama kedua orang tua-Nya. Semoga kami pun dapat berkembang dengan baik sesuai kehendak-Mu di lingkungan, di mana kami hidup setiap hari. Terpujilah Engkau, kini dan sepanjang masa. Amin.'

Diferensiasi:

  • Konten: Murid yang sudah cepat memahami dapat membaca teks tambahan Lukas 2:41–52 (Yesus ditemukan di Bait Allah) secara mandiri dan mengidentifikasi pengaruh lingkungan keagamaan dalam kisah tersebut. Murid yang membutuhkan dukungan lebih dapat diberikan lembar 'Pohon Pertumbuhanku' yang sudah tersedia contoh isiannya pada satu akar sebagai panduan.
  • Proses: Murid yang cepat dapat langsung bekerja mandiri pada lembar kerja tanpa diskusi berpasangan lebih dulu, lalu diminta membantu teman yang kesulitan (peer tutoring). Murid yang membutuhkan lebih banyak waktu dapat mengisi lembar kerja dengan gambar atau kata kunci saja tanpa harus menulis kalimat lengkap. Guru memberi bimbingan langsung kepada murid yang teridentifikasi belum memahami saat asesmen proses.
  • Produk: Murid yang sudah cepat dapat menyajikan ungkapan syukurnya dalam bentuk puisi pendek 4 baris atau gambar ilustrasi disertai kalimat penjelasan. Murid yang membutuhkan dukungan lebih dapat menyampaikan ungkapan syukurnya secara lisan kepada guru atau teman, tidak harus tertulis.

ASESMEN

Awal:

  • Guru menampilkan dua gambar (anak belajar bersama orang tua; anak bermain bersama teman di kampung) dan meminta murid menceritakan singkat pengalaman serupa kepada teman sebangku selama 2–3 menit.
  • Guru mendengarkan percakapan berpasangan dan mencatat gambaran awal pemahaman murid tentang pengaruh lingkungan sosial terhadap dirinya — sebagai dasar penyesuaian penjelasan di kegiatan inti.

Proses:

  • Observasi guru saat diskusi kelompok kecil tahap Memahami: apakah murid dapat menyebutkan contoh nyata pengaruh keluarga, sekolah, dan desa/kota terhadap dirinya.
  • Pemantauan lembar kerja 'Pohon Pertumbuhanku' saat tahap Mengaplikasi: guru memberikan umpan balik afirmatif dan korektif secara langsung kepada murid.
  • Guru mencatat murid yang masih kesulitan membedakan pengaruh tiap lingkungan untuk mendapat bimbingan tambahan atau diferensiasi proses.

Akhir:

  • Tanya jawab lisan acak kepada 2–3 murid: menyebutkan dua pengaruh positif lingkungan sosial terhadap perkembangan diri.
  • Tanya jawab lisan acak: menyebutkan satu keteladanan dari cara Yesus tumbuh di Nazaret berdasarkan Lukas 2:51–52.
  • Penilaian lembar kerja 'Pohon Pertumbuhanku' yang diserahkan di akhir pembelajaran menggunakan rubrik 4 level.

Formatif:

  • Observasi langsung saat diskusi kelompok kecil: guru memantau keaktifan dan ketepatan murid mengidentifikasi pengaruh lingkungan sosial terhadap dirinya.
  • Umpan balik lisan guru saat murid mengisi lembar kerja 'Pohon Pertumbuhanku' selama tahap Mengaplikasi.
  • Penilaian diri singkat melalui satu kalimat komitmen tindakan yang ditulis murid di akhir tahap Merefleksi.

Sumatif:

  • Tanya jawab lisan di akhir pembelajaran: murid menjelaskan dua pengaruh positif lingkungan terhadap perkembangannya.
  • Tanya jawab lisan: murid menyebutkan satu hal yang dapat diteladani dari cara Yesus tumbuh dan berkembang di Nazaret.
  • Lembar kerja 'Pohon Pertumbuhanku' yang telah diisi lengkap dinilai menggunakan rubrik.

RUBRIK PENILAIAN

AspekBelum BerkembangMulaiBerkembangSangat Berkembang
Menjelaskan pengaruh lingkungan sosial terhadap perkembangan diri (TP 4.1.5.1)Murid belum dapat menyebutkan pengaruh lingkungan sosial mana pun terhadap perkembangan dirinya, atau jawaban tidak relevan dengan topik.Murid dapat menyebutkan satu contoh pengaruh lingkungan sosial (hanya dari satu lingkungan: keluarga saja, atau sekolah saja) dengan bantuan guru.Murid dapat menjelaskan pengaruh dua lingkungan sosial (misalnya keluarga dan sekolah) terhadap perkembangan dirinya dengan kalimat yang cukup jelas.Murid dapat menjelaskan pengaruh tiga lingkungan sosial (keluarga, sekolah, dan desa/kota) dengan contoh nyata dari pengalaman pribadinya secara runtut dan jelas.
Meneladani cara Yesus tumbuh dan berkembang di Nazaret (TP 4.1.5.2)Murid belum dapat menyebutkan hal apa pun tentang cara Yesus tumbuh dan berkembang di Nazaret, atau jawabannya tidak sesuai.Murid dapat menyebutkan satu fakta tentang kehidupan Yesus di Nazaret (misalnya 'Yesus tinggal bersama Maria dan Yosef') dengan bantuan guru, tetapi belum menunjukkan keteladanan.Murid dapat menjelaskan cara Yesus tumbuh di Nazaret dan menyebutkan satu nilai yang dapat diteladani (misalnya menghormati orang tua) dengan kalimat sendiri.Murid dapat menjelaskan cara Yesus tumbuh di Nazaret, menyebutkan minimal dua nilai keteladanan (misalnya menghormati orang tua dan hidup dalam tradisi keagamaan), dan mengaitkannya dengan kehidupan pribadinya secara konkret.
Ungkapan syukur atas lingkungan sosial (sikap iman)Murid tidak menuliskan ungkapan syukur, atau ungkapan yang ditulis tidak berkaitan dengan tema lingkungan sosial.Murid menuliskan ungkapan syukur yang singkat dan masih sangat umum, belum menunjukkan kesadaran tentang peran lingkungan sosialnya.Murid menuliskan ungkapan syukur yang jelas dan menyebutkan salah satu lingkungan sosial (keluarga, sekolah, atau desa/kota) yang bersyukurinya.Murid menuliskan ungkapan syukur yang tulus, menyebutkan lingkungan sosial secara spesifik, dan menyertakan satu komitmen nyata sebagai wujud tindak lanjutnya.

REFLEKSI

Refleksi Guru:

  • Apakah seluruh murid dapat terlibat aktif dalam diskusi kelompok dan pengisian lembar kerja? Siapa yang terlihat pasif dan perlu perhatian lebih?
  • Apakah pertanyaan pemantik yang saya gunakan berhasil membangkitkan rasa ingin tahu murid? Apa yang perlu diubah untuk pertemuan berikutnya?
  • Apakah alokasi waktu tiap tahap (Memahami, Mengaplikasi, Merefleksi) sudah proporsional? Tahap mana yang perlu diperpanjang atau diperpendek?
  • Apakah diferensiasi yang saya terapkan sudah menjangkau murid yang membutuhkan dukungan lebih dan yang sudah cepat memahami?
  • Apakah kaitan antara kisah Yesus di Nazaret dan kehidupan nyata murid tersampaikan dengan cukup kuat dan relevan?

Refleksi Murid:

  • Dari keluarga, sekolah, dan tempat tinggalmu, mana yang paling besar pengaruhnya terhadap dirimu saat ini? Mengapa?
  • Satu hal apa yang kamu pelajari hari ini tentang cara Yesus bertumbuh yang ingin kamu terapkan dalam hidupmu?
  • Apakah kamu sudah bersyukur atas lingkungan sosial yang Tuhan berikan kepadamu? Bagaimana cara kamu bersyukur itu?

SUMBER BELAJAR

  1. Buku Siswa Pendidikan Agama Katolik dan Budi Pekerti Kelas IV SD (halaman 19–26)
  2. Buku Panduan Guru Pendidikan Agama Katolik dan Budi Pekerti Kelas IV SD (halaman 38–44)
  3. Alkitab/Kitab Suci: Lukas 2:41–52 (Yesus di Bait Allah dan kembali ke Nazaret)
  4. Lembar kerja 'Pohon Pertumbuhanku' (dibuat guru, dicetak atau digambar tangan)
  5. Gambar ilustrasi dua situasi untuk asesmen awal (dicetak atau ditampilkan di papan tulis)
  6. Papan tulis dan spidol/kapur untuk bagan tiga lingkaran lingkungan sosial
  7. Alat tulis murid (pensil, pulpen, crayon/spidol warna untuk menggambar pohon)

Lihat & unduh lengkap

Masuk pakai Google untuk membuka modul ajar pertemuan ini secara penuh.

Apa isi pertemuan ini?

Dokumen mencakup tujuan pembelajaran terpilih, urutan kegiatan inti yang sudah disesuaikan dengan alokasi JP, serta pertanyaan pemantik dan asesmen formatif singkat. Cocok dipakai sebagai bahan persiapan tatap muka maupun lampiran supervisi.

Cara pakai pertemuan ini

Unduh DOCX, lalu sesuaikan nama sekolah, kepala sekolah, dan NIP. Bagian kegiatan inti bisa Bapak/Ibu kurangi atau tambah sesuai karakter siswa di kelas; tujuan pembelajaran sebaiknya tetap selaras dengan ATP induk.