Modul AjarPertemuan 4Bab 1Fase BSemester 1

Modul Ajar Pendidikan Agama Katolik dan Budi Pekerti Kelas 4: Ajaran Kitab Suci tentang Mengembangkan Kemampuan Diri

Modul Ajar ini disusun untuk satu pertemuan tatap muka mata pelajaran Pendidikan Agama Katolik dan Budi Pekerti kelas 4 dengan topik "Ajaran Kitab Suci tentang Mengembangkan Kemampuan Diri". Dokumen mengikuti Alur Tujuan Pembelajaran (ATP) Kurikulum Merdeka, lengkap dengan tujuan, langkah kegiatan, dan asesmen ringkas.

MEJAGURU.ID - DOKUMEN MODUL AJAR

Modul Ajar Pendidikan Agama Katolik dan Budi Pekerti Kelas 4: Ajaran Kitab Suci tentang Mengembangkan Kemampuan Diri

Pendidikan Agama Katolik dan Budi Pekerti - Kelas 4

Bab 1 - Pertemuan 4

MODUL AJAR

Pendidikan Agama Katolik dan Budi Pekerti — Kelas 4 (Fase B)

Topik: Ajaran Kitab Suci tentang Mengembangkan Kemampuan Diri

INFORMASI UMUM

Mata PelajaranPendidikan Agama Katolik dan Budi Pekerti
Fase / KelasFase B / Kelas 4
TopikAjaran Kitab Suci tentang Mengembangkan Kemampuan Diri
Alokasi Waktu2x35 menit
Jumlah Pertemuan1

TUJUAN PEMBELAJARAN

  1. Murid dapat menjelaskan pesan Kitab Suci yang berkaitan dengan pengembangan kemampuan diri sebagai wujud iman kepada Allah.
  2. Murid dapat menunjukkan perbuatan baik sebagai bentuk pengembangan diri yang sesuai dengan ajaran Kitab Suci dalam kehidupan sehari-hari.

PROFIL LULUSAN

DimensiDisasar
Keimanan dan Ketakwaan terhadap Tuhan Yang Maha Esa
Kewargaan
Penalaran Kritis
Kreativitas
Kolaborasi
Kemandirian
Kesehatan
Komunikasi

PERTANYAAN PEMANTIK

  1. Pernahkah kamu merasa punya kemampuan yang belum kamu kembangkan secara maksimal? Ceritakan!
  2. Menurutmu, mengapa Allah memberikan kemampuan yang berbeda-beda kepada setiap orang?
  3. Apa yang bisa kamu lakukan sehari-hari agar kemampuanmu semakin berkembang dan berguna bagi orang lain?

KEGIATAN PEMBELAJARAN

Pertemuan 1

Pendahuluan:

  • Guru mengucapkan salam dan mengajak murid berdoa bersama: 'Allah Bapa Yang Mahakasih, Engkau menganugerahi kami talenta dan bakat secara unik. Bimbinglah kami dalam pelajaran ini agar semakin mengenal kemampuan diri kami dan dapat mengembangkannya demi kemuliaan-Mu. Amin.'
  • Guru memeriksa kehadiran dan kesiapan belajar murid.
  • Asesmen awal (diagnostik): Guru meminta murid menuliskan secara singkat di selembar kertas kecil satu kemampuan yang mereka miliki dan satu ayat atau cerita Kitab Suci yang mereka ingat berkaitan dengan talenta atau kemampuan. Kertas dikumpulkan sekilas oleh guru sebagai data awal.
  • Guru menyampaikan pertanyaan pemantik secara lisan dan memberi ruang 2-3 murid untuk merespons secara singkat.
  • Guru menyampaikan tujuan pembelajaran pertemuan ini: menjelaskan pesan Kitab Suci tentang pengembangan kemampuan diri dan menunjukkan perbuatan baik sebagai bentuk pengembangan diri.

Kegiatan Inti:

Memahami (Berkesadaran, Bermakna):

  • Guru membacakan atau menampilkan teks Matius 25:14-30 (Perumpamaan tentang Talenta) dengan suara jelas. Murid menyimak sambil memegang Alkitab atau lembar teks yang dibagikan.
  • Guru mengajukan pertanyaan pemahaman teks secara bertahap: (1) Siapa saja tokoh dalam cerita ini? (2) Apa yang dilakukan hamba yang menerima lima talenta dan dua talenta? (3) Mengapa hamba yang menerima satu talenta mendapat teguran? Murid merespons secara lisan.
  • Guru memberikan peneguhan singkat: Allah mempercayakan kemampuan kepada setiap orang dan mengharapkan kemampuan itu dikembangkan — bukan disimpan atau diabaikan. Mengembangkan kemampuan adalah bentuk iman dan rasa syukur kepada Allah.
  • Guru menampilkan atau menuliskan di papan tulis satu ayat kunci tambahan: Filipi 4:13 ('Segala perkara dapat kutanggung di dalam Dia yang memberi kekuatan kepadaku') sebagai penguat.
  • Murid mencatat pesan utama Kitab Suci dalam buku catatan mereka dengan kalimat sendiri (minimal 2 kalimat).

Mengaplikasi (Bermakna, Menggembirakan):

  • Guru membagikan lembar kerja 'Talentaku untuk Tuhan dan Sesama'. Lembar berisi dua kolom: (1) Kemampuan yang aku miliki, (2) Perbuatan baik yang bisa aku lakukan dengan kemampuan itu sesuai ajaran Kitab Suci.
  • Murid mengisi lembar kerja secara mandiri selama ±7 menit. Guru berkeliling, memberi sapaan dan dorongan individual — terutama kepada murid yang tampak kesulitan.
  • Dua atau tiga murid berbagi hasil lembar kerjanya kepada kelas secara lisan. Peserta lain mendengarkan dan boleh memberikan tepuk tangan atau komentar positif singkat.
  • Guru memberikan umpan balik lisan berdasarkan hasil berbagi: mengonfirmasi koneksi antara kemampuan yang disebutkan dengan nilai ajaran Kitab Suci, dan mengoreksi dengan lembut bila ada pemahaman yang kurang tepat.

Merefleksi (Berkesadaran, Bermakna):

  • Guru mengajak murid untuk hening sejenak (±1 menit) dan memejamkan mata. Guru membacakan pertanyaan refleksi secara perlahan: 'Kemampuan apa yang sudah Tuhan berikan kepadamu? Sudahkah kamu berusaha mengembangkannya? Perbuatan baik apa yang ingin kamu lakukan mulai hari ini?'
  • Murid membuka mata dan menuliskan satu 'Niat Aksi' di bagian bawah lembar kerja mereka: satu perbuatan baik konkret yang akan mereka lakukan dalam minggu ini sebagai wujud mengembangkan kemampuan diri sesuai ajaran Kitab Suci.
  • Guru mengajak murid membacakan niat aksi mereka dalam hati, lalu menawarkan satu atau dua murid untuk membacakannya dengan sukarela di depan kelas.
  • Guru menutup tahap refleksi dengan peneguhan: 'Mengembangkan kemampuan yang Tuhan berikan adalah cara kita menunjukkan iman dan rasa syukur. Setiap perbuatan baik, sekecil apapun, berarti di mata Allah.'

Penutup:

  • Guru bersama murid menyimpulkan pembelajaran: Kitab Suci (Matius 25:14-30) mengajarkan bahwa kemampuan adalah anugerah Allah yang wajib dikembangkan dan digunakan untuk perbuatan baik.
  • Guru melaksanakan asesmen akhir singkat: murid menjawab dua pertanyaan tertulis di kertas selembar — (1) Tuliskan satu pesan Kitab Suci tentang pengembangan kemampuan diri! (2) Tuliskan satu contoh perbuatan baik sebagai bentuk pengembangan diri yang sesuai ajaran Kitab Suci!
  • Guru memberikan pesan motivasi singkat dan mengingatkan murid untuk melaksanakan 'Niat Aksi' yang telah mereka tuliskan.
  • Guru mengajak murid berdoa penutup bersama: 'Tuhan Yesus, terima kasih atas kemampuan yang Kau berikan kepada kami. Tolong bantu kami untuk selalu berusaha mengembangkannya dan menggunakannya untuk berbuat baik. Amin.'
  • Guru menutup pelajaran dengan salam.

Diferensiasi:

  • Konten: Murid yang kesulitan membaca teks Kitab Suci secara mandiri dapat menggunakan versi teks yang telah disederhanakan dalam lembar kerja. Murid yang sudah sangat memahami dapat diarahkan membaca teks pendukung tambahan seperti Amsal 22:29 atau Keluaran 31:1-5 tentang keahlian yang diberikan Allah.
  • Proses: Murid yang membutuhkan bantuan lebih dapat mengisi lembar kerja dengan panduan pertanyaan terstruktur (scaffold). Murid yang cepat memahami dapat diminta membuat koneksi antara teks Matius 25 dengan pengalaman nyata mereka secara lebih mendalam dan menuliskan lebih dari dua contoh perbuatan baik.
  • Produk: Murid yang lebih ekspresif secara visual dapat menggambarkan 'Niat Aksi' mereka dalam bentuk gambar sederhana di samping tulisan. Murid yang lebih verbal dapat menyampaikan niat aksi mereka secara lisan kepada guru atau teman sebaya sebagai variasi dari tulisan.

ASESMEN

Awal:

  • Murid menuliskan di kertas kecil: satu kemampuan yang mereka miliki dan satu ayat atau cerita Kitab Suci yang mereka ingat berkaitan dengan talenta atau kemampuan. Digunakan guru untuk mengetahui pengetahuan awal dan menentukan titik berangkat pembelajaran.

Proses:

  • Observasi partisipasi lisan saat tanya jawab pemahaman teks Kitab Suci (tahap Memahami).
  • Pemeriksaan lembar kerja 'Talentaku untuk Tuhan dan Sesama' saat murid mengerjakan dan saat berbagi (tahap Mengaplikasi). Guru memberi umpan balik langsung.
  • Kualitas tulisan 'Niat Aksi' pada tahap Merefleksi: apakah murid mampu menghubungkan kemampuan diri dengan perbuatan baik yang konkret.

Akhir:

  • Asesmen tertulis dua soal di kertas selembar pada kegiatan Penutup. Soal 1: Tuliskan satu pesan Kitab Suci tentang pengembangan kemampuan diri! Soal 2: Tuliskan satu contoh perbuatan baik sebagai bentuk pengembangan diri yang sesuai ajaran Kitab Suci! Dinilai berdasarkan rubrik dua aspek: ketepatan pemahaman pesan Kitab Suci dan kesesuaian contoh perbuatan baik.

Formatif:

  • Observasi guru saat murid menjawab pertanyaan pemahaman teks Matius 25:14-30 secara lisan.
  • Pengamatan lembar kerja 'Talentaku untuk Tuhan dan Sesama' yang dikerjakan murid selama tahap Mengaplikasi.
  • Kualitas 'Niat Aksi' yang dituliskan murid: apakah konkret, realistis, dan berkaitan dengan nilai ajaran Kitab Suci.

Sumatif:

  • Jawaban tertulis dua pertanyaan di kertas asesmen akhir: (1) satu pesan Kitab Suci tentang pengembangan kemampuan diri, dan (2) satu contoh perbuatan baik sebagai bentuk pengembangan diri sesuai ajaran Kitab Suci.

RUBRIK PENILAIAN

AspekBelum BerkembangMulaiBerkembangSangat Berkembang
Menjelaskan pesan Kitab Suci tentang pengembangan kemampuan diri (TP 4.1.4.1)Murid tidak dapat menyebutkan pesan Kitab Suci yang berkaitan dengan pengembangan kemampuan diri, atau jawaban tidak ada kaitannya dengan materi.Murid menyebutkan tokoh atau cerita dari Kitab Suci (misal: hamba dan talenta) tetapi belum mampu menjelaskan pesannya secara tepat.Murid dapat menjelaskan pesan Kitab Suci tentang pengembangan kemampuan diri dengan cukup tepat, meskipun penjelasannya masih sederhana atau kurang lengkap.Murid dapat menjelaskan pesan Kitab Suci tentang pengembangan kemampuan diri secara tepat, jelas, dan mengaitkannya dengan iman kepada Allah serta kehidupan sehari-hari.
Menunjukkan perbuatan baik sebagai bentuk pengembangan diri sesuai ajaran Kitab Suci (TP 4.1.4.2)Murid tidak dapat memberikan contoh perbuatan baik, atau contoh yang diberikan tidak berkaitan dengan ajaran Kitab Suci maupun pengembangan diri.Murid menyebutkan perbuatan baik secara umum tetapi belum mengaitkannya dengan ajaran Kitab Suci atau pengembangan kemampuan diri.Murid memberikan contoh perbuatan baik yang cukup relevan sebagai bentuk pengembangan diri dan ada kaitan dengan ajaran Kitab Suci, meskipun belum dijelaskan secara mendalam.Murid memberikan contoh perbuatan baik yang konkret, relevan dengan kehidupan sehari-hari, jelas dikaitkan dengan ajaran Kitab Suci, dan menunjukkan kesadaran bahwa perbuatan itu merupakan wujud iman kepada Allah.

REFLEKSI

Refleksi Guru:

  • Apakah seluruh murid memahami pesan utama teks Matius 25:14-30 tentang pengembangan kemampuan diri? Bagian mana yang perlu dijelaskan lebih baik di pertemuan berikutnya?
  • Apakah kegiatan lembar kerja 'Talentaku untuk Tuhan dan Sesama' berhasil membantu murid menghubungkan ajaran Kitab Suci dengan kehidupan nyata mereka?
  • Apakah ada murid yang tampak kesulitan atau kurang terlibat? Apa langkah tindak lanjut yang perlu dilakukan?

Refleksi Murid:

  • Apa pesan Kitab Suci yang paling membekas bagimu dari pelajaran hari ini? Mengapa pesan itu penting untukmu?
  • Kemampuan apa yang kamu sadari sudah Tuhan berikan kepadamu, dan perbuatan baik apa yang ingin kamu lakukan dengan kemampuan itu?
  • Apakah kamu sudah berusaha mengembangkan kemampuanmu setiap hari? Apa yang bisa kamu lakukan lebih baik mulai besok?

SUMBER BELAJAR

  1. Alkitab (LAI) — Matius 25:14-30 (Perumpamaan tentang Talenta) dan Filipi 4:13
  2. Buku Siswa Pendidikan Agama Katolik dan Budi Pekerti Kelas IV — Kemendikbudristek 2021 (Bab I: Aku Dipanggil untuk Berkembang, Subbab B: Aku Mengembangkan Kemampuan Diriku)
  3. Buku Guru Pendidikan Agama Katolik dan Budi Pekerti Kelas IV — Kemendikbudristek 2021
  4. Lembar kerja 'Talentaku untuk Tuhan dan Sesama' (dibuat guru)
  5. Papan tulis dan spidol
  6. Kertas kecil untuk asesmen awal dan asesmen akhir

Lihat & unduh lengkap

Masuk pakai Google untuk membuka modul ajar pertemuan ini secara penuh.

Apa isi pertemuan ini?

Dokumen mencakup tujuan pembelajaran terpilih, urutan kegiatan inti yang sudah disesuaikan dengan alokasi JP, serta pertanyaan pemantik dan asesmen formatif singkat. Cocok dipakai sebagai bahan persiapan tatap muka maupun lampiran supervisi.

Cara pakai pertemuan ini

Unduh DOCX, lalu sesuaikan nama sekolah, kepala sekolah, dan NIP. Bagian kegiatan inti bisa Bapak/Ibu kurangi atau tambah sesuai karakter siswa di kelas; tujuan pembelajaran sebaiknya tetap selaras dengan ATP induk.