Modul AjarPertemuan 3Bab 1Fase BSemester 1

Modul Ajar Pendidikan Agama Katolik dan Budi Pekerti Kelas 4: Aku Mengembangkan Kemampuan Diriku

Modul Ajar ini disusun untuk satu pertemuan tatap muka mata pelajaran Pendidikan Agama Katolik dan Budi Pekerti kelas 4 dengan topik "Aku Mengembangkan Kemampuan Diriku". Dokumen mengikuti Alur Tujuan Pembelajaran (ATP) Kurikulum Merdeka, lengkap dengan tujuan, langkah kegiatan, dan asesmen ringkas.

MEJAGURU.ID - DOKUMEN MODUL AJAR

Modul Ajar Pendidikan Agama Katolik dan Budi Pekerti Kelas 4: Aku Mengembangkan Kemampuan Diriku

Pendidikan Agama Katolik dan Budi Pekerti - Kelas 4

Bab 1 - Pertemuan 3

MODUL AJAR

Pendidikan Agama Katolik dan Budi Pekerti — Kelas 4 (Fase B)

Topik: Aku Mengembangkan Kemampuan Diriku

INFORMASI UMUM

Mata PelajaranPendidikan Agama Katolik dan Budi Pekerti
Fase / KelasFase B / Kelas 4
TopikAku Mengembangkan Kemampuan Diriku
Alokasi Waktu2x35 menit
Jumlah Pertemuan1

TUJUAN PEMBELAJARAN

  1. Murid dapat mengidentifikasi kemampuan, bakat, dan talenta yang dimilikinya sebagai anugerah Allah yang perlu dikembangkan.
  2. Murid dapat menyebutkan usaha-usaha konkret yang dapat dilakukan untuk mengembangkan kemampuan diri sesuai kehendak Allah.

PROFIL LULUSAN

DimensiDisasar
Keimanan dan Ketakwaan terhadap Tuhan Yang Maha Esa
Kewargaan
Penalaran Kritis
Kreativitas
Kolaborasi
Kemandirian
Kesehatan
Komunikasi

PERTANYAAN PEMANTIK

  1. Apa hal yang paling kamu sukai dan bisa kamu lakukan dengan baik? Menurutmu, dari mana kemampuan itu berasal?
  2. Kalau Tuhan menitipkan talenta khusus padamu, kira-kira apa talenta itu dan sudah kamu apakan selama ini?
  3. Menurutmu, apa bedanya orang yang mengembangkan kemampuannya dengan orang yang membiarkan kemampuannya terpendam?

KEGIATAN PEMBELAJARAN

Pertemuan 1

Pendahuluan:

  • Guru mengucapkan salam dan mengajak murid berdoa pembuka: 'Bapa Yang Mahakasih, kami memuji dan bersyukur atas kesempatan yang Engkau berikan kepada kami untuk terus belajar. Pada kesempatan ini kami akan belajar tentang bagaimana mengembangkan kemampuan yang Engkau anugerahkan kepada kami. Berkatilah ya Bapa, agar kami dapat memahami apa yang disampaikan guru kami, sehingga dapat mengembangkan diri kami sesuai kehendak-Mu. Amin.'
  • Guru memeriksa kehadiran dan menyapa murid dengan hangat.
  • Guru melakukan asesmen awal (diagnostik) dengan mengajukan pertanyaan lisan singkat: 'Siapa di antara kalian yang tahu apa itu talenta? Coba sebutkan satu kemampuan yang kamu miliki!' Guru mencatat variasi jawaban sebagai peta awal pemahaman murid.
  • Guru menyampaikan apersepsi: mengingatkan kembali bahwa pada pertemuan sebelumnya murid belajar tentang diri mereka sebagai pribadi yang unik. Sekarang kita akan melanjutkan: bagaimana keunikan itu dikembangkan.
  • Guru menyampaikan tujuan pembelajaran secara singkat dan menyenangkan: 'Hari ini kita akan menemukan talenta kita sendiri dan belajar cara mengembangkannya — karena Tuhan sudah menitipkan sesuatu yang istimewa pada setiap kita!'

Kegiatan Inti:

Memahami (Berkesadaran, Bermakna):

  • Guru membacakan atau menampilkan ringkasan kisah Perumpamaan Talenta (Mat 25:14-30) secara sederhana dan komunikatif, disesuaikan dengan bahasa anak kelas 4.
  • Guru mengajukan pertanyaan pemahaman bertahap: (1) 'Apa yang dilakukan hamba pertama dan kedua dengan talenta mereka?' (2) 'Apa yang dilakukan hamba ketiga?' (3) 'Apa reaksi tuan mereka?' Murid menjawab secara bergantian.
  • Guru menjelaskan bahwa 'talenta' dalam konteks kehidupan kita bukan hanya uang, tetapi juga kemampuan, bakat, dan kelebihan yang Tuhan anugerahkan kepada setiap orang — misalnya pandai menggambar, bernyanyi, berhitung, menolong teman, atau berbicara di depan umum.
  • Guru memperlihatkan kartu bergambar atau contoh visual (bisa digambar di papan tulis) yang menampilkan berbagai jenis bakat: seni, olahraga, akademik, sosial, dan lain-lain, sambil bertanya: 'Adakah di antara ini yang mirip dengan kemampuanmu?'

Mengaplikasi (Bermakna, Menggembirakan):

  • Guru membagikan lembar kerja 'Pohon Talenaku': selembar kertas bergambar pohon dengan beberapa ranting kosong. Murid diminta menuliskan atau menggambarkan kemampuan/bakat yang mereka miliki pada setiap ranting.
  • Setelah mengisi ranting (kemampuan), murid menuliskan pada daun-daun pohon: usaha konkret apa yang bisa mereka lakukan untuk mengembangkan kemampuan tersebut (contoh: 'rajin berlatih setiap hari', 'ikut les menggambar', 'berdoa minta bimbingan Tuhan', 'minta bantuan guru atau orang tua').
  • Murid yang selesai lebih cepat (diferensiasi murid cepat) diminta menambahkan satu kolom: 'Bagaimana kemampuan ini bisa berguna bagi orang lain dan bagi kemuliaan Tuhan?'
  • Murid yang membutuhkan bantuan lebih (diferensiasi murid lambat) diberikan lembar dengan pilihan kemampuan yang sudah disiapkan guru, sehingga mereka cukup memilih dan mencocokkan dengan usaha pengembangan yang tersedia.
  • Beberapa murid (2-3 orang sukarela) mempresentasikan 'Pohon Talenaku' mereka di depan kelas secara singkat. Kelas memberikan tepuk semangat sebagai apresiasi.

Merefleksi (Berkesadaran, Bermakna):

  • Guru mengajak murid duduk dengan tenang sejenak (1-2 menit hening singkat) sambil menatap kembali 'Pohon Talenaku' yang sudah mereka buat.
  • Guru mengajukan pertanyaan refleksi lisan: (1) 'Apa perasaanmu setelah menyadari bahwa kamu punya kemampuan yang dianugerahkan Tuhan?' (2) 'Satu hal nyata apa yang akan kamu lakukan mulai minggu ini untuk mengembangkan kemampuanmu?'
  • Murid menuliskan jawaban refleksi singkat di bagian bawah lembar kerjanya: satu kalimat perasaan dan satu janji usaha konkret.
  • Guru menutup kegiatan inti dengan penegasan: bahwa mengembangkan talenta bukan hanya untuk diri sendiri, tetapi juga untuk kebaikan sesama dan kemuliaan Tuhan — sesuai pesan Injil Matius.

Penutup:

  • Guru bersama murid membuat rangkuman singkat pelajaran hari ini: Tuhan menganugerahkan talenta kepada setiap orang; talenta harus dikembangkan, bukan dipendam; usaha konkret seperti belajar rajin, berlatih, dan berdoa adalah cara kita merespons anugerah Tuhan.
  • Guru memberikan asesmen akhir berupa 2 pertanyaan tertulis singkat pada secarik kertas: (1) Sebutkan 2 kemampuan/bakat yang kamu miliki sebagai anugerah Tuhan! (2) Tuliskan 2 usaha konkret yang akan kamu lakukan untuk mengembangkannya! Dikumpulkan sebelum keluar kelas.
  • Guru memberikan pesan motivasi singkat: 'Kalian semua punya hadiah istimewa dari Tuhan. Jangan biarkan hadiah itu tersimpan — buka, latih, dan gunakanlah!'
  • Guru mengajak murid menutup pelajaran dengan doa: 'Kami memuji dan bersyukur kepada-Mu ya Tuhan atas rahmat-Mu hari ini. Mohon bimbingan-Mu agar kami dapat memahami keunikan yang Engkau berikan kepada kami. Semoga kami selalu mensyukurinya dengan cara mengembangkannya dalam hidup sehari-hari. Amin.'
  • Guru menyampaikan topik pertemuan berikutnya secara singkat agar murid dapat mempersiapkan diri.

Diferensiasi:

  • Konten: Murid yang belum mengenal konsep talenta diberikan contoh-contoh kemampuan sederhana sehari-hari (misal: membantu ibu, bermain bola, mewarnai) agar lebih mudah mengidentifikasi kemampuan dirinya.
  • Proses: Murid cepat mengerjakan lembar kerja Pohon Talenta lengkap dengan kolom tambahan 'Manfaat bagi orang lain dan Tuhan'. Murid yang membutuhkan dukungan lebih diberikan lembar kerja terstruktur dengan pilihan kemampuan dan usaha yang tinggal dipilih/dilingkari.
  • Produk: Murid cepat dapat mengekspresikan 'Pohon Talenaku' dalam bentuk lebih kreatif (dihias, diberi warna, ditambah gambar). Murid yang membutuhkan dukungan cukup mengisi kolom utama saja dengan tulisan atau gambar sederhana.

ASESMEN

Awal:

  • Pertanyaan lisan diagnostik di pendahuluan: 'Siapa yang tahu apa itu talenta? Sebutkan satu kemampuan yang kamu miliki!' Guru mencatat peta pemahaman awal murid untuk menyesuaikan penekanan materi.

Proses:

  • Observasi aktif guru selama murid mengisi lembar kerja 'Pohon Talenaku': guru berkeliling, mencatat murid yang kesulitan mengidentifikasi kemampuan diri, dan memberikan scaffolding pertanyaan ('Kegiatan apa yang membuatmu senang? Apa yang sering dipuji gurumu atau orang tuamu?').
  • Tanya jawab lisan saat tahap Memahami untuk memastikan murid memahami pesan Injil Matius tentang talenta.
  • Penilaian diri singkat di akhir tahap Merefleksi: murid menuliskan satu perasaan dan satu janji usaha konkret pada lembar kerjanya.

Akhir:

  • 2 pertanyaan tertulis singkat pada secarik kertas yang dikumpulkan di akhir kegiatan penutup: (1) Sebutkan 2 kemampuan/bakat yang kamu miliki sebagai anugerah Tuhan! (2) Tuliskan 2 usaha konkret yang akan kamu lakukan untuk mengembangkan kemampuanmu!
  • Hasil lembar kerja 'Pohon Talenaku' dinilai menggunakan rubrik 4 level berdasarkan kemampuan mengidentifikasi bakat diri dan menyebutkan usaha pengembangan.

Formatif:

  • Tanya jawab lisan saat apersepsi dan diskusi memahami teks Perumpamaan Talenta untuk mengukur pemahaman awal dan proses.
  • Observasi guru saat murid mengerjakan lembar kerja 'Pohon Talenaku': apakah murid mampu menyebutkan kemampuan diri dan usaha pengembangannya.
  • Presentasi singkat 'Pohon Talenaku' oleh beberapa murid sebagai bukti aplikasi pemahaman.

Sumatif:

  • Lembar jawaban singkat 2 pertanyaan tertulis di akhir pertemuan: (1) menyebutkan 2 kemampuan/bakat sebagai anugerah Tuhan, (2) menuliskan 2 usaha konkret untuk mengembangkannya.
  • Hasil lembar kerja 'Pohon Talenaku' sebagai portofolio produk pembelajaran yang dikumpulkan.

RUBRIK PENILAIAN

AspekBelum BerkembangMulaiBerkembangSangat Berkembang
Mengidentifikasi kemampuan, bakat, dan talenta diri sebagai anugerah Allah [TP 4.1.3.1]Murid belum mampu menyebutkan kemampuan atau bakat yang dimilikinya, atau jawabannya tidak relevan.Murid menyebutkan 1 kemampuan/bakat dirinya dengan bantuan guru atau contoh yang diberikan.Murid menyebutkan 2 kemampuan/bakat dirinya secara mandiri dan mengaitkannya sebagai anugerah Allah.Murid menyebutkan 3 atau lebih kemampuan/bakat dirinya secara mandiri, mengaitkannya sebagai anugerah Allah, dan menjelaskan keunikannya.
Menyebutkan usaha konkret untuk mengembangkan kemampuan diri sesuai kehendak Allah [TP 4.1.3.2]Murid belum mampu menyebutkan usaha konkret pengembangan diri, atau jawabannya sangat umum dan tidak relevan.Murid menyebutkan 1 usaha konkret dengan bantuan guru atau contoh dari lembar kerja.Murid menyebutkan 2 usaha konkret secara mandiri yang logis dan sesuai dengan kemampuan yang ingin dikembangkan.Murid menyebutkan 2 atau lebih usaha konkret yang spesifik, realistis, dan dikaitkan dengan tujuan memuliakan Tuhan dan berbuat baik bagi sesama.

REFLEKSI

Refleksi Guru:

  • Apakah semua murid berhasil mengidentifikasi minimal 1 kemampuan atau bakat mereka sendiri? Siapa yang masih kesulitan dan membutuhkan pendampingan lebih lanjut?
  • Apakah pertanyaan pemantik dan kisah Perumpamaan Talenta berhasil membangkitkan rasa ingin tahu dan keterlibatan murid secara aktif?
  • Apakah alokasi waktu untuk setiap tahap (Memahami, Mengaplikasi, Merefleksi) sudah seimbang? Tahap mana yang perlu disesuaikan di pertemuan berikutnya?
  • Apakah strategi diferensiasi yang diterapkan sudah membantu murid dengan kebutuhan belajar yang berbeda?

Refleksi Murid:

  • Apa kemampuan atau bakat barumu yang kamu sadari hari ini dan belum pernah kamu pikirkan sebelumnya?
  • Apa satu hal yang akan kamu lakukan mulai minggu ini untuk mengembangkan kemampuanmu?
  • Bagaimana perasaanmu mengetahui bahwa kemampuanmu adalah anugerah spesial dari Tuhan?

SUMBER BELAJAR

  1. Kitab Suci — Injil Matius 25:14-30 (Perumpamaan Talenta)
  2. Buku Siswa Pendidikan Agama Katolik dan Budi Pekerti Kelas IV (Kemendikbud)
  3. Buku Panduan Guru Pendidikan Agama Katolik dan Budi Pekerti Kelas IV (Kemendikbud)
  4. Lembar kerja 'Pohon Talenaku' (dibuat guru, dicetak atau digambar di kertas HVS)
  5. Kartu bergambar atau gambar di papan tulis yang menampilkan berbagai jenis bakat dan kemampuan
  6. Alat tulis dan alat mewarnai (pensil warna/spidol) untuk murid

Lihat & unduh lengkap

Masuk pakai Google untuk membuka modul ajar pertemuan ini secara penuh.

Apa isi pertemuan ini?

Dokumen mencakup tujuan pembelajaran terpilih, urutan kegiatan inti yang sudah disesuaikan dengan alokasi JP, serta pertanyaan pemantik dan asesmen formatif singkat. Cocok dipakai sebagai bahan persiapan tatap muka maupun lampiran supervisi.

Cara pakai pertemuan ini

Unduh DOCX, lalu sesuaikan nama sekolah, kepala sekolah, dan NIP. Bagian kegiatan inti bisa Bapak/Ibu kurangi atau tambah sesuai karakter siswa di kelas; tujuan pembelajaran sebaiknya tetap selaras dengan ATP induk.