Modul AjarPertemuan 2Bab 1Fase BSemester 1

Modul Ajar Pendidikan Agama Katolik dan Budi Pekerti Kelas 4: Aku Pribadi yang Unik: Bersyukur atas Keunikan Diri

Modul Ajar ini disusun untuk satu pertemuan tatap muka mata pelajaran Pendidikan Agama Katolik dan Budi Pekerti kelas 4 dengan topik "Aku Pribadi yang Unik: Bersyukur atas Keunikan Diri". Dokumen mengikuti Alur Tujuan Pembelajaran (ATP) Kurikulum Merdeka, lengkap dengan tujuan, langkah kegiatan, dan asesmen ringkas.

MEJAGURU.ID - DOKUMEN MODUL AJAR

Modul Ajar Pendidikan Agama Katolik dan Budi Pekerti Kelas 4: Aku Pribadi yang Unik: Bersyukur atas Keunikan Diri

Pendidikan Agama Katolik dan Budi Pekerti - Kelas 4

Bab 1 - Pertemuan 2

MODUL AJAR

Pendidikan Agama Katolik dan Budi Pekerti — Kelas 4 (Fase B)

Topik: Aku Pribadi yang Unik: Bersyukur atas Keunikan Diri

INFORMASI UMUM

Mata PelajaranPendidikan Agama Katolik dan Budi Pekerti
Fase / KelasFase B / Kelas 4
TopikAku Pribadi yang Unik: Bersyukur atas Keunikan Diri
Alokasi Waktu2x35 menit
Jumlah Pertemuan1

TUJUAN PEMBELAJARAN

  1. Murid dapat menjelaskan makna bersyukur atas keunikan diri sebagai citra Allah berdasarkan pengalaman hidup sehari-hari.
  2. Murid dapat mengungkapkan rasa syukur atas keunikan diri melalui doa pribadi secara lisan maupun tulisan.

PROFIL LULUSAN

DimensiDisasar
Keimanan dan Ketakwaan terhadap Tuhan Yang Maha Esa
Kewargaan
Penalaran Kritis
Kreativitas
Kolaborasi
Kemandirian
Kesehatan
Komunikasi

PERTANYAAN PEMANTIK

  1. Apakah ada dua orang di dunia ini yang benar-benar sama persis — wajah, bakat, sifat, dan pengalamannya? Mengapa begitu?
  2. Menurutmu, mengapa Tuhan menciptakan setiap orang secara berbeda dan unik?
  3. Bagaimana caramu mengucapkan terima kasih kepada Tuhan atas keunikan yang ada dalam dirimu?

KEGIATAN PEMBELAJARAN

Pertemuan 1

Pendahuluan:

  • Guru mengucapkan salam dan menyapa murid dengan hangat.
  • Guru mengajak murid berdoa pembuka: 'Allah Bapa Yang Mahakasih dan Maha Penyayang, kami menghaturkan puji dan syukur kepada-Mu atas karunia kehidupan bagi kami. Engkau menganugerahi kami talenta dan bakat secara unik. Bimbinglah kami agar semakin mengenal keunikan diri kami dan mengembangkannya demi kemuliaan-Mu. Amin.'
  • Guru melakukan asesmen awal diagnostik: mengajukan pertanyaan lisan singkat — 'Siapa di sini yang punya bakat atau kemampuan yang berbeda dari teman-temannya? Ceritakan satu hal unik tentang dirimu!'
  • Guru menyampaikan pertanyaan pemantik untuk membangkitkan rasa ingin tahu: 'Apakah ada dua orang yang benar-benar sama persis di dunia ini? Mengapa Tuhan menciptakan kita berbeda-beda?'
  • Guru menyampaikan tujuan pembelajaran pertemuan hari ini secara singkat dan ramah: 'Hari ini kita akan belajar mengenal keunikan diri kita sendiri dan belajar mengucapkan syukur kepada Tuhan atas keunikan itu.'

Kegiatan Inti:

Memahami (Berkesadaran, Bermakna):

  • Guru meminta setiap murid mengambil selembar kertas dan menuliskan atau menggambar secara singkat tiga hal unik tentang dirinya: (1) ciri jasmani/wajah, (2) satu bakat atau kemampuan, dan (3) satu sifat atau karakter khasnya. (Berkesadaran — murid berhenti sejenak dan memperhatikan diri sendiri.)
  • Beberapa murid diminta berbagi hasil tulisannya kepada kelas. Guru menanggapi setiap sharing dengan kalimat afirmatif, misalnya: 'Wah, hanya kamu yang punya kemampuan itu di kelas ini!'
  • Guru menjelaskan empat jenis keunikan manusia dari buku: keunikan jasmani, keunikan kemampuan/bakat, keunikan sifat/karakter, dan keunikan pengalaman hidup. Penjelasan disertai contoh konkret yang dekat dengan kehidupan murid kelas 4. (Bermakna — konsep dikaitkan langsung dengan pengalaman nyata murid.)
  • Guru mengajukan pertanyaan lisan: 'Dari empat keunikan itu, mana yang paling kamu syukuri? Mengapa?' Beberapa murid menjawab secara sukarela.
  • Guru menegaskan bahwa semua keunikan itu adalah anugerah dan rancangan Allah — kita adalah citra Allah (Imago Dei) yang diciptakan dengan penuh kasih dan tujuan.

Mengaplikasi (Menggembirakan, Bermakna):

  • Guru membagikan 'Kartu Syukurku' (selembar kertas berwarna atau kertas HVS yang sudah dihias sederhana). Murid diminta menuliskan: nama diri di bagian atas, lalu mengisi kalimat — 'Aku bersyukur kepada Tuhan karena aku unik: aku (bakat/kemampuan), aku (sifat khas), dan aku (ciri jasmani).' (Menggembirakan — media berwarna membuat aktivitas terasa menyenangkan.)
  • Setelah mengisi Kartu Syukur, murid diminta menulis sebuah doa syukur pendek (3–5 kalimat) secara pribadi di bagian bawah kartu, mengungkapkan rasa terima kasih kepada Tuhan atas keunikan dirinya. Contoh pembuka yang bisa dipakai: 'Ya Tuhan, terima kasih karena Engkau menciptakanku dengan...'
  • Guru berkeliling memantau dan memberikan umpan balik singkat kepada setiap murid selama menulis. Bagi murid yang kesulitan, guru memberikan contoh kalimat tambahan sebagai panduan. (Bermakna — doa bersumber dari pengalaman dan pengenalan diri sendiri.)
  • Setelah selesai menulis, 3–4 murid secara sukarela membacakan doa syukurnya di depan kelas. Kelas merespons dengan tepuk tangan apresiasi setelah setiap pembacaan. (Menggembirakan — suasana saling mendukung dan merayakan keunikan satu sama lain.)

Merefleksi (Berkesadaran, Bermakna):

  • Guru meminta murid menutup mata sejenak selama 30 detik dan membayangkan satu keunikan diri yang paling mereka syukuri hari ini. (Berkesadaran — jeda hening untuk memaknai pembelajaran.)
  • Guru membacakan pertanyaan refleksi satu per satu, dan murid menjawab secara tertulis di lembar refleksi singkat atau di balik Kartu Syukur mereka: (1) 'Apa satu hal baru yang kamu pelajari tentang dirimu hari ini?' (2) 'Bagaimana perasaanmu setelah menyadari bahwa kamu adalah ciptaan Tuhan yang unik?' (3) 'Apa yang akan kamu lakukan ke depan sebagai bentuk syukur atas keunikanmu?'
  • Guru mengajak murid berbagi jawaban refleksi secara lisan dalam kelompok kecil (2–3 orang) selama 2 menit. (Bermakna — refleksi dibagikan agar saling memperkuat pemahaman.)
  • Guru menutup sesi inti dengan penegasan: 'Kita tidak perlu menjadi orang lain. Tuhan sudah merancang kita dengan indah dan sempurna. Bersyukur berarti merawat dan mengembangkan keunikan itu sebaik-baiknya.'

Penutup:

  • Guru bersama murid merangkum pembelajaran: keunikan diri adalah anugerah Allah, dan bersyukur berarti menyadari, menerima, dan mengembangkan keunikan itu.
  • Guru melakukan asesmen akhir: meminta setiap murid menyerahkan Kartu Syukur yang berisi doa pribadi sebagai bukti hasil belajar tertulis.
  • Guru memberikan tindak lanjut: murid diminta membacakan doa syukur yang sudah ditulis pada Kartu Syukur saat doa bersama keluarga di rumah malam ini, dan menceritakan satu keunikan diri kepada orang tua.
  • Guru mengajak kelas berdoa penutup bersama: 'Dalam nama Bapa, Putera, dan Roh Kudus. Amin. Kami memuji dan bersyukur kepada-Mu ya Tuhan atas rahmat-Mu hari ini. Semoga kami selalu mensyukuri keunikan yang Engkau berikan dengan cara mengembangkannya dalam hidup sehari-hari. Amin.'
  • Guru menyampaikan salam penutup dan memuji semangat belajar murid hari ini.

Diferensiasi:

  • Konten: Bagi murid yang belum lancar membaca/menulis, guru menyediakan panduan bergambar berisi ikon empat jenis keunikan (wajah, bintang bakat, hati sifat, kalender pengalaman) sehingga mereka dapat menunjuk atau mewarnai gambar yang mewakili keunikan dirinya.
  • Proses: Murid yang sudah cepat memahami dapat langsung menulis doa syukur yang lebih panjang (5–7 kalimat) dan menambahkan ilustrasi pada Kartu Syukur. Murid yang membutuhkan pendampingan lebih dapat bekerja bersama guru atau teman sebangku menggunakan kalimat pemandu yang sudah disiapkan.
  • Produk: Murid boleh memilih cara mengungkapkan doa syukur: menulis di Kartu Syukur, menggambar disertai kalimat singkat, atau menyampaikan secara lisan kepada guru jika belum mampu menulis dengan lancar.

ASESMEN

Awal:

  • Pertanyaan lisan di pendahuluan: 'Siapa yang punya bakat atau kemampuan yang berbeda dari teman-temannya? Ceritakan satu hal unik tentang dirimu!' — guru mencatat siapa yang sudah memiliki kesadaran tentang keunikan diri dan siapa yang belum, untuk menyesuaikan pendampingan selama pembelajaran.

Proses:

  • Observasi aktif selama tahap Memahami: guru memperhatikan apakah murid dapat menyebutkan minimal satu contoh keunikan diri dari empat jenis keunikan yang dijelaskan.
  • Pemantauan penulisan Kartu Syukur selama tahap Mengaplikasi: guru mengecek apakah murid dapat mengidentifikasi keunikan diri dan merumuskannya dalam kalimat syukur.
  • Penilaian sebaya informal saat murid mendengarkan pembacaan doa teman: kelas diberi kesempatan menyampaikan satu kata apresiasi setelah setiap pembacaan.

Akhir:

  • Pengumpulan Kartu Syukur: guru menilai hasil tulisan doa pribadi murid menggunakan rubrik empat level — menilai kesesuaian isi doa dengan tema syukur atas keunikan diri sebagai citra Allah, serta kejelasan dan kelengkapan ungkapan syukur.

Formatif:

  • Observasi lisan saat murid berbagi tiga hal unik tentang dirinya di awal kegiatan Memahami.
  • Pemantauan guru berkeliling saat murid mengisi Kartu Syukur dan menulis doa — guru memberikan umpan balik langsung.
  • Penilaian diri singkat melalui lembar refleksi tertulis (3 pertanyaan refleksi di tahap Merefleksi).

Sumatif:

  • Kartu Syukur yang dikumpulkan di akhir pembelajaran dinilai menggunakan rubrik empat level berdasarkan dua aspek: (1) kemampuan menjelaskan makna bersyukur atas keunikan diri sebagai citra Allah, dan (2) kemampuan mengungkapkan rasa syukur melalui doa pribadi secara tertulis.

RUBRIK PENILAIAN

AspekBelum BerkembangMulaiBerkembangSangat Berkembang
Menjelaskan makna bersyukur atas keunikan diri sebagai citra Allah (TP 4.1.2.1)Murid belum dapat menyebutkan keunikan dirinya dan belum menghubungkannya dengan citra Allah atau rasa syukur.Murid dapat menyebutkan satu keunikan diri tetapi belum dapat menjelaskan hubungannya dengan makna bersyukur sebagai citra Allah.Murid dapat menyebutkan dua atau lebih keunikan diri dan menjelaskan bahwa keunikan tersebut adalah anugerah Allah yang perlu disyukuri.Murid dapat menjelaskan secara runtut makna bersyukur atas keunikan diri sebagai citra Allah dan mengaitkannya dengan pengalaman hidup sehari-hari secara konkret.
Mengungkapkan rasa syukur melalui doa pribadi secara tulisan (TP 4.1.2.2)Murid belum dapat menulis doa pribadi, atau doa yang ditulis tidak berkaitan dengan rasa syukur atas keunikan diri.Murid menulis doa singkat yang menyebut rasa syukur secara umum, namun belum menyebutkan keunikan diri secara spesifik.Murid menulis doa yang jelas menyebutkan minimal satu keunikan diri secara spesifik dan mengungkapkan rasa syukur kepada Tuhan atas keunikan tersebut.Murid menulis doa yang personal, runtut, dan menyebutkan beberapa keunikan diri secara spesifik disertai ungkapan syukur yang tulus dan niat untuk mengembangkan keunikan tersebut demi kemuliaan Tuhan.

REFLEKSI

Refleksi Guru:

  • Apakah semua murid berhasil mengidentifikasi minimal satu keunikan diri selama pembelajaran hari ini?
  • Apakah tahap Memahami, Mengaplikasi, dan Merefleksi berjalan sesuai alokasi waktu? Bagian mana yang perlu disesuaikan?
  • Murid mana yang tampak kesulitan dan membutuhkan pendekatan berbeda pada pertemuan berikutnya?
  • Apakah suasana kelas terasa aman dan nyaman sehingga murid berani berbagi keunikan dirinya?

Refleksi Murid:

  • Satu hal unik tentang dirimu yang baru kamu sadari hari ini adalah...
  • Bagaimana perasaanmu setelah tahu bahwa keunikanmu adalah rancangan dan anugerah Tuhan?
  • Doa syukur apa yang ingin kamu sampaikan kepada Tuhan malam ini atas keunikan dirimu?

SUMBER BELAJAR

  1. Buku Panduan Guru Pendidikan Agama Katolik dan Budi Pekerti SD Kelas IV (Kemdikbud)
  2. Buku Siswa Pendidikan Agama Katolik dan Budi Pekerti SD Kelas IV (Kemdikbud)
  3. Kartu Syukur (kertas berwarna/HVS yang disiapkan guru, satu lembar per murid)
  4. Lembar refleksi singkat (disiapkan guru, berisi 3 pertanyaan refleksi)
  5. Panduan bergambar empat jenis keunikan (untuk diferensiasi murid yang membutuhkan)
  6. Spidol/alat tulis berwarna untuk menghias Kartu Syukur (opsional)

Lihat & unduh lengkap

Masuk pakai Google untuk membuka modul ajar pertemuan ini secara penuh.

Apa isi pertemuan ini?

Dokumen mencakup tujuan pembelajaran terpilih, urutan kegiatan inti yang sudah disesuaikan dengan alokasi JP, serta pertanyaan pemantik dan asesmen formatif singkat. Cocok dipakai sebagai bahan persiapan tatap muka maupun lampiran supervisi.

Cara pakai pertemuan ini

Unduh DOCX, lalu sesuaikan nama sekolah, kepala sekolah, dan NIP. Bagian kegiatan inti bisa Bapak/Ibu kurangi atau tambah sesuai karakter siswa di kelas; tujuan pembelajaran sebaiknya tetap selaras dengan ATP induk.