Modul AjarBab 1Fase BSemester 1

Modul Ajar Pendidikan Agama Katolik dan Budi Pekerti Kelas 4 Bab 1: Aku Dipanggil untuk Berkembang

Modul Ajar ini memuat seluruh rangkaian Pendidikan Agama Katolik dan Budi Pekerti kelas 4 untuk Bab 1 "Aku Dipanggil untuk Berkembang", lengkap per pertemuan dalam satu dokumen.

MEJAGURU.ID - DOKUMEN MODUL AJAR

Modul Ajar Pendidikan Agama Katolik dan Budi Pekerti Kelas 4 Bab 1: Aku Dipanggil untuk Berkembang

Pendidikan Agama Katolik dan Budi Pekerti - Kelas 4

Bab 1

MODUL AJAR

Pendidikan Agama Katolik dan Budi Pekerti — Kelas 4 (Fase B)

Topik: Bab 1 — Aku Dipanggil untuk Berkembang

INFORMASI UMUM

Mata PelajaranPendidikan Agama Katolik dan Budi Pekerti
Fase / KelasFase B / Kelas 4
TopikBab 1 — Aku Dipanggil untuk Berkembang
Alokasi Waktu16 JP (16 x 35 menit = 560 menit)
Jumlah Pertemuan6
Tahun Ajaran2026/2027
Semester1

TUJUAN PEMBELAJARAN

  1. TP 4.1.1 Mengidentifikasi diri sebagai pribadi yang unik
  2. TP 4.1.2 Menunjukkan rasa syukur atas keunikan diri
  3. TP 4.1.3 Menunjukkan kemauan mengembangkan keunikan diri bersama lingkungan sekitar
  4. TP 4.1.4 Menunjukkan kemauan mengembangkan keunikan diri bersama orang lain

PROFIL LULUSAN

DimensiDisasar
Keimanan dan Ketakwaan terhadap Tuhan Yang Maha Esa✓
Kewargaan
Penalaran Kritis✓
Kreativitas
Kolaborasi✓
Kemandirian✓
Kesehatan
Komunikasi✓

PERTANYAAN PEMANTIK

  1. Apa ciri fisik pada dirimu yang membedakanmu secara khas dari teman-teman sekelasmu?
  2. Kemampuan atau bakat apa saja yang ada di dalam dirimu sebagai anugerah istimewa dari Tuhan?
  3. Mengapa kita perlu berterima kasih kepada Tuhan atas rupa jasmani dan bakat khas yang telah diberikan kepada kita?
  4. Bagaimana caramu mengungkapkan rasa syukur kepada Tuhan atas keunikan dirimu dalam sebuah doa pribadi?
  5. Bagaimana lingkungan alam dan sosial di sekitarmu membantumu mengembangkan kemampuan atau bakatmu?
  6. Apa bentuk tindakan nyata yang ingin kamu lakukan untuk melatih keunikan dirimu dengan memanfaatkan lingkungan sekitar?
  7. Bagaimana caramu mengembangkan bakat atau kemampuan unikmu saat berada di rumah bersama orang tua?
  8. Mengapa bimbingan bapak dan ibu guru sangat kita perlukan untuk melatih kemampuan yang kita miliki di sekolah?
  9. Kemampuan atau bakat apa yang paling senang kamu latih bersama teman sebaya di sekolah?
  10. Bagaimana sikapmu bila ada teman yang mengajak berlatih atau belajar bersama untuk mengasah kemampuan diri?
  11. Apa saja keunikan jasmani dan bakat yang telah Tuhan anugerahkan kepadamu?
  12. Bagaimana caramu bersyukur dan bekerja sama dengan teman untuk mengembangkan talenta tersebut?

KEGIATAN PEMBELAJARAN

Pertemuan 1 — Mengidentifikasi Ciri Fisik dan Bakat Diri sebagai Pribadi yang Unik — 3 JP (3 x 35 menit = 105 menit)

Tujuan Pertemuan:

  • TP 4.1.1 Mengidentifikasi diri sebagai pribadi yang unik

Pendahuluan:

  • Guru mengajak murid mengawali kegiatan dengan doa pembuka Katolik mohon bimbingan Tuhan dalam mengenali keunikan diri (5 menit).
  • Guru mengondisikan kelas dan melakukan asesmen awal diagnostik dengan meminta murid menyebutkan ciri fisik anggota tubuh yang khas pada manusia (mata, rambut, bentuk wajah, jari) dan contoh bakat/kemampuan (menyanyi, menggambar, berhitung, berlari) (10 menit).

Kegiatan Inti:

Memahami (Berkesadaran, Bermakna):

  • Murid menyimak penjelasan guru dan mencermati teks materi tentang keunikan fisik jasmani (bentuk wajah, warna/jenis rambut, bentuk mata, hidung) dan keunikan bakat/talenta (olah tubuh/olahraga, seni suara, seni gambar, daya pikir nalar) yang diciptakan Tuhan tidak ada yang persis sama bahkan pada anak kembar sekalipun (15 menit).
  • Murid mengamati 4 kartu ilustrasi contoh keunikan diri yang dibagikan guru: Kartu A (ciri fisik rambut ikal dan wajah lonjong), Kartu B (ciri fisik rambut lurus dan kulit sawo matang), Kartu C (bakat menyanyi lagu dan bermain musik), Kartu D (bakat berhitung cepat dan menggambar pemandangan) untuk membedakan antara kategori ciri fisik dan kategori bakat diri (15 menit).

Mengaplikasi (Menggembirakan, Bermakna):

  • Murid melakukan permainan edukatif 'Tebak Jejak Diri': murid secara berpasangan saling mengamati dan mencocokkan ciri fisik tampak (bentuk rambut, bentuk mata, bentuk dagu) secara santun dan ceria di tempat duduknya masing-masing (15 menit).
  • Murid secara mandiri mengisi Lembar Kerja 'Identifikasi Keunikan Diriku' yang memuat: (1) 3 ciri fisik diri (pilihan: bentuk rambut ikal/lurus/bergelombang, bentuk wajah bulat/lonjong/kotak, bentuk mata bulat/sipit, warna kulit sawo matang/kuning langsat/cerah), dan (2) 3 bakat/kemampuan diri (pilihan: olahraga sepak bola/lari/senam, seni menggambar/mewarnai/menari/menyanyi, kemampuan kognitif berhitung/bercerita/menulis) (25 menit).

Merefleksi (Berkesadaran):

  • Murid memeriksa kembali daftar identifikasi ciri fisik dan bakat diri yang telah ditulis pada lembar kerja untuk menyadari bahwa setiap detail diri adalah unik dan tidak identik dengan orang lain (10 menit).

Penutup:

  • Guru bersama murid menyimpulkan bahwa setiap pribadi diciptakan Tuhan secara unik melalui ciri fisik jasmani dan bakat kemampuan yang khas (5 menit).
  • Guru memberikan umpan balik penguatan terhadap hasil identifikasi murid dan menutup pertemuan dengan doa syukur singkat atas anugerah keunikan diri (5 menit).

Diferensiasi:

  • Konten: Menyediakan lembar kerja dengan petunjuk visual bergambar ikon ciri fisik dan bakat untuk murid yang membutuhkan penguatan membaca, serta format tabel isian mandiri untuk murid yang sudah mahir.
  • Proses: Memberikan bimbingan terarah bagi murid yang kesulitan mengidentifikasi bakat dirinya melalui pertanyaan penuntun, serta memberikan keleluasaan bagi murid cepat untuk mendata lebih banyak variasi bakat diri (misalnya bakat bahasa atau seni kerajinan).
  • Produk: Murid dapat melengkapi identifikasi keunikan diri dengan memilih/menceklis pilihan ciri dan bakat pada daftar yang disediakan atau menuliskannya secara mandiri.

Asesmen Pertemuan:

Awal:

  • Tanya jawab diagnostik di awal pembelajaran untuk memetakan kesiapan murid dalam mengenali konsep ciri fisik dan bakat. Pertanyaan: (1) Sebutkan 2 contoh bagian tubuh yang membedakan ciri fisik seseorang! (Acuan jawaban yang diterima: rambut, mata, hidung, warna kulit, bentuk wajah). (2) Sebutkan 2 contoh bakat atau kemampuan yang bisa dimiliki anak! (Acuan jawaban yang diterima: menyanyi, menari, menggambar, bermain bola, berhitung, membaca puisi).

Proses:

  • Observasi formatif saat pengerjaan Lembar Kerja 'Identifikasi Keunikan Diriku'. Kriteria acuan: (1) Murid mampu mengidentifikasi minimal 3 ciri fisik dirinya sendiri secara tepat (pilihan yang valid: jenis rambut, bentuk mata, bentuk wajah, warna kulit, bentuk hidung); (2) Murid mampu mengidentifikasi minimal 3 bakat/kemampuan yang ada pada dirinya secara tepat (pilihan yang valid: bakat bidang seni suara/musik, seni rupa/gambar, olahraga/gerak fisik, atau kognitif/hitung/tulis).

Akhir Pertemuan:

  • Cek pemahaman singkat di akhir sesi: murid menyebutkan secara lisan atau menunjukkan 1 ciri fisik paling khas dan 1 bakat utama yang dimilikinya pada lembar kerja (Kriteria penerimaan operasional: ciri fisik yang disebutkan merujuk pada anggota tubuh konkret diri sendiri dan bakat yang disebutkan merujuk pada bidang keterampilan/kemampuan yang nyata dimiliki).

Formatif:

  • Penilaian kinerja pengisian Lembar Kerja Identifikasi Keunikan Diriku (mengidentifikasi ciri fisik jasmani dan bakat kemampuan diri) menggunakan rubrik penilaian.

Rubrik Pertemuan:

AspekBelum BerkembangMulaiBerkembangSangat Berkembang
Mengidentifikasi Ciri Fisik DiriMampu mengidentifikasi 1 ciri fisik diri secara tepat dengan bimbingan penuh guru.Mampu mengidentifikasi 2 ciri fisik diri secara tepat dengan sedikit arahan guru.Mampu mengidentifikasi minimal 3 ciri fisik diri (rambut, wajah, mata/kulit) secara tepat dan mandiri.Mampu mengidentifikasi lebih dari 3 ciri fisik diri secara lengkap, rinci, tepat, dan mandiri tanpa keraguan.
Mengidentifikasi Bakat/Kemampuan DiriMampu mengidentifikasi 1 bakat/kemampuan diri dengan bantuan dan contoh dari guru.Mampu mengidentifikasi 2 bakat/kemampuan diri secara tepat dengan sedikit bantuan guru.Mampu mengidentifikasi minimal 3 bakat/kemampuan diri secara tepat dan mandiri.Mampu mengidentifikasi lebih dari 3 bakat/kemampuan diri secara tepat, mencakup berbagai bidang (seni, olahraga, atau nalar) secara mandiri.

Refleksi Pertemuan:

Guru:

  • Apakah seluruh murid telah mampu mengidentifikasi ciri fisik dan bakat dirinya sebagai anugerah Tuhan yang unik?
  • Bagian langkah pembelajaran mana yang paling memfasilitasi murid dalam menyadari kekhasan dirinya secara mendalam dan menggembirakan?

Murid:

  • Ciri fisik apa yang membuat diriku merasa istimewa dan berbeda dari orang lain?
  • Bakat atau kemampuan apa yang paling aku sukai di dalam diriku?

Pertemuan 2 — Menunjukkan Rasa Syukur atas Keunikan Diri melalui Doa Pribadi — 3 JP (3 x 35 menit = 105 menit)

Tujuan Pertemuan:

  • TP 4.1.2 Menunjukkan rasa syukur atas keunikan diri

Pendahuluan:

  • Guru mengajak murid memulai pembelajaran dengan tanda salib dan berdoa bersama memohon bimbingan Roh Kudus agar dapat mensyukuri anugerah diri (5 menit).
  • Guru melakukan apersepsi dengan mengaitkan hasil pengenalan ciri fisik dan bakat unik dari pertemuan sebelumnya, lalu mengajukan pertanyaan pemantik mengenai cara berterima kasih kepada Tuhan atas keunikan tersebut (5 menit).
  • Guru melaksanakan asesmen awal singkat untuk memetakan kesiapan murid menunjukkan rasa syukur: murid diberikan lembar berisi 3 pernyataan sikap dan diminta memberi tanda centang pada pernyataan yang menunjukkan ungkapan rasa syukur atas keunikan diri: (1) Mengeluh karena warna kulit berbeda dengan orang lain; (2) Berterima kasih kepada Tuhan karena diberi bakat bernyanyi; (3) Berdoa memuji kebaikan Tuhan atas rupa jasmani yang istimewa (acuan kunci: butir 2 dan 3 adalah ungkapan syukur, butir 1 bukan) (5 menit).

Kegiatan Inti:

Memahami (Bermakna):

  • Murid mendengarkan dan menyimak pembacaan teks Kitab Suci dari Injil Matius 6:6 mengenai nasihat Yesus untuk berdoa di tempat yang tersembunyi secara pribadi kepada Allah Bapa (10 menit).
  • Murid bersama guru mencermati 3 unsur pokok dalam menyusun ungkapan doa syukur pribadi atas keunikan diri: (1) Sapaan kepada Tuhan/Bapa, (2) Ucapan terima kasih atas keunikan diri yang konkret (ciri fisik atau bakat tertentu yang dimiliki), dan (3) Permohonan rahmat agar mampu merawat keunikan tersebut (15 menit).

Mengaplikasi (Menggembirakan, Berkesadaran):

  • Murid mengikuti permainan menggembirakan 'Estafet Kata Syukur': setiap deret bangku secara bergiliran dan ceria melengkapi kalimat 'Tuhan, aku bersyukur atas keunikan diriku yaitu ...' dengan menyebutkan satu keunikan dirinya (misalnya: senyumku yang manis, rambutku yang keriting, kemampuanku menggambar, bakatku bermain bola) sebelum menulis doa (15 menit).
  • Murid secara mandiri menuliskan teks doa syukur pribadi di lembar kerja dengan memuat minimal 2 unsur ucapan terima kasih nyata atas keunikan diri (misalnya terima kasih atas bentuk fisik tertentu dan bakat/kemampuan yang dianugerahkan Tuhan) sesuai struktur doa Katolik yang telah dipahami (25 menit).

Merefleksi (Berkesadaran, Bermakna):

  • Dalam suasana hening dan tenang di kelas, murid secara hening membatin atau membaca dalam hati doa syukur pribadi yang telah disusunnya di hadapan Tuhan dengan penuh kesadaran (10 menit).
  • Murid menandai daftar periksa mandiri (self-assessment) pada lembar kerja untuk memastikan doanya telah memuat ucapan terima kasih atas keunikan fisik dan kemampuan diri yang nyata (5 menit).

Penutup:

  • Guru memberikan umpan balik menyeluruh terhadap teks doa syukur yang telah ditulis murid, menegaskan bahwa mensyukuri keunikan diri adalah tanda iman sejati sebagai citra Allah (5 menit).
  • Guru dan murid menutup pembelajaran dengan mendoakan salah satu doa syukur yang telah ditulis oleh murid secara khidmat bersama-sama (5 menit).

Diferensiasi:

  • Konten: Murid yang membutuhkan bimbingan disediakan panduan kalimat rumpang sederhana untuk menyusun doa syukur, sedangkan murid yang mandiri langsung menulis doa dengan kalimat sendiri.
  • Proses: Guru memberikan pendampingan intensif bagi murid yang kesulitan merangkai ungkapan terima kasih atas keunikan diri, sementara murid yang cepat dibimbing merinci ungkapan syukurnya secara lebih mendalam.
  • Produk: Murid menuangkan doa syukur secara tertulis; bagi yang selesai lebih cepat dapat menambahkan ornamen bingkai doa bertema syukur secara mandiri tanpa menambah kompetensi lain.

Asesmen Pertemuan:

Awal:

  • Diagnostik pemilahan sikap syukur: Murid mencentang pernyataan yang tepat menunjukkan rasa syukur atas keunikan diri dari 3 opsi berikut: (1) Mengeluh karena warna kulit berbeda dengan orang lain; (2) Berterima kasih kepada Tuhan karena diberi bakat bernyanyi; (3) Berdoa memuji kebaikan Tuhan atas rupa jasmani yang istimewa. (Kriteria keberhasilan: murid tepat memilih opsi 2 dan 3 sebagai sikap syukur, serta tidak memilih opsi 1).

Proses:

  • Penilaian produk penulisan doa syukur pribadi atas keunikan diri: Guru memeriksa teks doa murid berdasarkan keterpenuhan kriteria: (a) Memuat sapaan kepada Tuhan, (b) Memuat ungkapan terima kasih atas rupa jasmani/fisik konkret, (c) Memuat ungkapan terima kasih atas kemampuan/bakat diri konkret, dan (d) Memuat penutup doa/permohonan berkat.

Akhir Pertemuan:

  • Cek pemahaman dan refleksi diri: Murid mengisi lembar periksa mandiri doa syukur dengan mencentang 2 kriteria ketercapaian: (1) Saya telah menyebutkan terima kasih atas keadaan fisik/bakat khusus saya dalam doa; (2) Saya berdoa dengan sungguh-sungguh mensyukuri anugerah Tuhan tersebut. (Kriteria penerimaan: kedua indikator tercentang dan sesuai dengan isi doa yang dibuat murid).

Formatif:

  • Asesmen diagnostik di awal pembelajaran melalui pemilahan pernyataan sikap syukur atas keunikan diri
  • Asesmen unjuk kerja/produk penulisan teks doa pribadi yang menunjukkan rasa syukur atas keunikan fisik dan bakat diri

Rubrik Pertemuan:

AspekBelum BerkembangMulaiBerkembangSangat Berkembang
Menunjukkan rasa syukur atas keunikan diri dalam doa pribadiBelum mampu menunjukkan rasa syukur atas keunikan diri dalam doa pribadi (doa belum memuat ucapan terima kasih atas keunikan fisik maupun bakat diri, masih membutuhkan bimbingan penuh guru).Mulai menunjukkan rasa syukur atas keunikan diri dalam doa pribadi dengan menyebutkan 1 wujud keunikan diri secara konkret (hanya menyebut keunikan fisik saja atau bakat saja) dengan bantuan guru.Menunjukkan rasa syukur atas keunikan diri dalam doa pribadi secara mandiri dengan memuat minimal 2 wujud keunikan diri yang konkret (ucapan syukur atas ciri fisik dan bakat/kemampuan diri).Menunjukkan rasa syukur atas keunikan diri dalam doa pribadi secara mandiri dan utuh dengan memuat seluruh wujud keunikan diri (ciri fisik, bakat/kemampuan, dan sifat khas diri) secara konsisten dan mendalam.

Refleksi Pertemuan:

Guru:

  • Apakah langkah pembelajaran doa pribadi mampu memfasilitasi murid menyadari dan mensyukuri keunikan dirinya di hadapan Tuhan?
  • Bagaimana respons dan keterlibatan murid dalam mengekspresikan rasa syukur saat menulis teks doa pribadi?

Murid:

  • Bagian mana dari keunikan diriku yang paling membuatku merasa bersyukur kepada Tuhan hari ini?
  • Apakah aku merasa gembira dan tenang saat menyampaikan rasa terima kasih kepada Tuhan melalui doa pribadiku?

Pertemuan 3 — Menunjukkan Kemauan Mengembangkan Keunikan Diri Bersama Lingkungan Sekitar — 3 JP (3 x 35 menit = 105 menit)

Tujuan Pertemuan:

  • TP 4.1.3 Menunjukkan kemauan mengembangkan keunikan diri bersama lingkungan sekitar

Pendahuluan:

  • Guru membuka pelajaran dengan tanda salib dan mengajak murid mendoakan doa pembuka mohon bimbingan Tuhan agar mampu mengembangkan keunikan diri bersama lingkungan (5 menit).
  • Guru mengondisikan kesiapan belajar dan melakukan asesmen awal diagnostik melalui kuis lisan cepat tentang lingkungan yang mendukung bakat (10 menit).

Kegiatan Inti:

Memahami (Bermakna, Menggembirakan):

  • Murid menyimak ulasan teks materi tentang bagaimana lingkungan alam dan tempat tinggal (desa/kota seperti tempat Yesus bertumbuh di Nazaret) mendukung seseorang berkreasi dan melatih bakatnya (15 menit).
  • Murid berpasangan memainkan kuis kartu bergambar ceria 'Cocokkan Lingkungan dan Bakat': menjodohkan 4 kartu sarana/lingkungan dengan bakat yang dapat dikembangkan: (1) Halaman sekolah berumput -> melatih sepak bola/lari; (2) Kebun sekolah/tanaman toga -> melatih berkebun/menanam; (3) Ruang perpustakaan/baca -> melatih mendongeng/menulis cerita; (4) Aula/teras bersih -> melatih menari/bernyanyi bersama (20 menit).

Mengaplikasi (Berkesadaran, Bermakna):

  • Murid secara mandiri memilih dan menandai 3 pernyataan kemauan konkret mengembangkan bakatnya di lembar aksi keunikan diri berdasarkan 4 pilihan tindakan nyata berikut: (A) Menggunakan halaman sekolah untuk berlatih ketangkasan jasmani saat jam istirahat; (B) Merawat sudut tanaman kelas untuk melatih ketelatenan mengamati alam; (C) Membaca buku dongeng di pojok baca untuk melatih kemampuan bertutur kata; (D) Ikut membersihkan dan menata ruang kesenian/kelas agar nyaman untuk belajar bernyanyi bersama (25 menit).

Merefleksi (Berkesadaran):

  • Murid dalam suasana hening dan penuh kesadaran diri merenungkan komitmen tindakan yang telah dipilihnya, lalu menuliskan satu kalimat niat pribadi: 'Aku mau mengembangkan bakatku dengan memanfaatkan lingkungan sekolah/rumah secara baik' (15 menit).

Penutup:

  • Guru memberikan penguatan dan apresiasi atas kemauan murid untuk terus berkembang bersama lingkungan sekitar (10 menit).
  • Murid bersama guru berdoa penutup memuji karya ciptaan Tuhan dan mengakhiri kegiatan dengan tanda salib (5 menit).

Diferensiasi:

  • Konten: Murid yang membutuhkan bimbingan diberikan kartu gambar situasi lingkungan yang jelas dan konkret, sedangkan murid yang lebih cepat diberikan kartu narasi deskripsi lingkungan sekitar.
  • Proses: Murid yang membutuhkan bimbingan didampingi dengan pembacaan kartu berulang, sedangkan murid yang lebih mandiri dapat langsung memilih dan menuliskan niat aksi kemauannya.
  • Produk: Kemauan mengembangkan keunikan diri dapat ditunjukkan melalui centang pilihan tindakan tertulis atau menuliskan kalimat niat secara mandiri.

Asesmen Pertemuan:

Awal:

  • Pertanyaan diagnostik lisan: 'Sebutkan 1 contoh tempat/lingkungan di sekitar sekolah atau rumahmu dan bakat apa yang bisa kamu latih di situ!' (Kriteria penerimaan: murid menyebutkan satu sarana/lingkungan nyata dan satu aktivitas latihan yang selaras, mis. halaman luas untuk bermain bola/lari, kebun untuk menanam bunga/sayur, ruang musik/kelas untuk bernyanyi/menari, atau meja baca/perpustakaan untuk membaca/menulis).

Proses:

  • Observasi keterlibatan murid dalam aktivitas permainan kartu menjodohkan sarana lingkungan dengan pengembangan keunikan bakat.
  • Pemeriksaan ketepatan pengisian lembar aksi kemauan mengembangkan keunikan diri bersama lingkungan: murid menandai minimal 3 dari 4 pilihan komitmen tindakan nyata (A/B/C/D) yang disediakan.

Akhir Pertemuan:

  • Cek pemahaman/refleksi akhir: Murid menunjukkan lembar aksi yang telah terisi dan membacakan satu kalimat niat pribadi untuk mengembangkan bakatnya di lingkungan sekitar (Kriteria penerimaan: kalimat niat memuat kemauan melatih diri dan menyebutkan tempat/lingkungan yang digunakan secara relevan).

Formatif:

  • Penilaian unjuk kerja mencocokkan sarana lingkungan dengan pengembangan bakat
  • Penilaian lembar aksi kemauan mengembangkan keunikan diri bersama lingkungan sekitar

Rubrik Pertemuan:

AspekBelum BerkembangMulaiBerkembangSangat Berkembang
Kemauan mengembangkan keunikan diri bersama lingkungan sekitarBelum menunjukkan kemauan mengembangkan keunikan diri bersama lingkungan (hanya memilih 0-1 tindakan atau tidak sesuai acuan pilihan A/B/C/D).Mulai menunjukkan kemauan mengembangkan keunikan diri bersama lingkungan dengan memilih 2 tindakan yang tepat dari pilihan A/B/C/D dengan bimbingan.Menunjukkan kemauan mengembangkan keunikan diri bersama lingkungan dengan memilih secara tepat minimal 3 tindakan dari pilihan A/B/C/D secara mandiri.Sangat konsisten menunjukkan kemauan mengembangkan keunikan diri bersama lingkungan dengan memilih seluruh 4 tindakan dari pilihan A/B/C/D dan menuliskan niat pribadi yang konkret.

Refleksi Pertemuan:

Guru:

  • Apakah aktivitas permainan kartu lingkungan dan bakat membantu murid memahami peran lingkungan dalam mengembangkan keunikan dirinya?
  • Bagaimana keterlibatan aktif murid dalam menetapkan pilihan tindakan nyata untuk melatih bakat bersama lingkungan sekitar?

Murid:

  • Bagian mana dari lingkungan sekolah atau rumah yang paling ingin kamu gunakan untuk melatih bakatmu?
  • Apakah kamu merasa bersemangat untuk mulai melatih kemampuanmu di lingkungan sekitarmu?

Pertemuan 4 — Menunjukkan Kemauan Mengembangkan Keunikan Diri Bersama Keluarga dan Guru — 2 JP (2 x 35 menit = 70 menit)

Tujuan Pertemuan:

  • TP 4.1.4 Menunjukkan kemauan mengembangkan keunikan diri bersama orang lain

Pendahuluan:

  • Guru membuka pelajaran dengan menyapa murid, mengajak berdoa pembuka, dan memeriksa kehadiran murid (4 menit).
  • Guru melaksanakan asesmen awal singkat: menanyakan kepada murid bentuk kemauan mengembangkan kemampuan/bakat bersama orang tua dan guru melalui pertanyaan lisan: 'Sebutkan 1 contoh tindakan yang menunjukkan kemauanmu berlatih bersama keluarga di rumah dan 1 contoh bersama guru di sekolah!' (acuan jawaban: bersama keluarga seperti berlatih menggambar dibimbing ayah/ibu, membantu memasak, membaca buku cerita bersama orang tua; bersama guru seperti mendengarkan arahan guru saat latihan bernyanyi/olahraga, bertanya cara menyelesaikan hitungan matematika) (6 menit).

Kegiatan Inti:

Memahami (Bermakna, Berkesadaran):

  • Murid menyimak penjelasan guru tentang pentingnya kemauan mengembangkan keunikan diri (bakat dan kemampuan) dengan bantuan orang lain, khususnya keluarga (orang tua, kakak) di rumah dan guru di sekolah (8 menit).
  • Murid mencermati dan menanggapi 4 kartu skenario tindakan yang dibacakan guru di papan tulis: (1) Skenario A: Edo rajin berlatih bermain gitar bersama ayah setiap sore; (2) Skenario B: Maria menolak diajari ibu membuat kue; (3) Skenario C: Lukas mendengarkan dan mengikuti petunjuk guru saat latihan paduan suara; (4) Skenario D: Doni bermalas-malasan saat guru olahraga mengajarkan teknik melompat. Murid menandai tindakan mana yang menunjukkan kemauan mengembangkan keunikan diri bersama keluarga dan guru (acuan: Skenario A dan Skenario C menunjukkan kemauan; Skenario B dan Skenario D tidak menunjukkan kemauan) (10 menit).

Mengaplikasi (Menggembirakan, Bermakna):

  • Murid melakukan permainan berpasangan 'Tebak Mitra Belajar': satu murid menyebutkan 1 bakat/kemampuan yang ingin dikembangkan, lalu pasangannya memilih dan menyebutkan tindakan konkret untuk mengembangkannya bersama orang tua di rumah atau bersama guru di sekolah secara bergantian (12 menit).
  • Murid secara mandiri mengisi 'Lembar Rencana Kemauan Berkembang' dengan menuliskan minimal 2 tindakan nyata kemauan mengembangkan keunikan diri bersama keluarga dan minimal 2 tindakan nyata bersama guru (acuan kriteria: menyebutkan subjek orang lain yaitu orang tua/keluarga dan guru, serta tindakan konkret latihan/pembelajaran untuk mengasah bakat atau kemampuan) (15 menit).

Merefleksi (Berkesadaran):

  • Murid mengheningkan cipta sejenak dan merenungkan apakah selama ini mereka sudah sungguh-sungguh mau mendengarkan bimbingan orang tua dan guru dalam mengembangkan talenta/kemampuan diri (5 menit).

Penutup:

  • Guru memberikan penguatan atas rencana tindakan murid dan mengajak murid memeriksa kembali komitmen yang telah ditulis (5 menit).
  • Guru menutup pertemuan pembelajaran dengan doa syukur singkat atas pendampingan keluarga dan bapak/ibu guru dalam mengembangkan anugerah Tuhan, lalu memberi salam penutup (5 menit).

Diferensiasi:

  • Konten: Murid yang membutuhkan bimbingan diberikan kartu gambar aktivitas keluarga dan guru saat berlatih sebagai pemantik ide, sedangkan murid yang lebih cepat diberikan ragam situasi yang lebih kompleks di rumah dan sekolah.
  • Proses: Murid yang memerlukan pendampingan dibantu guru merumuskan kata kerja tindakan nyata bersama orang tua/guru, sementara murid yang mahir menuliskan rencana tindakan secara mandiri.
  • Produk: Murid dapat menuliskan rencana kemauan mengembangkan keunikan diri dalam bentuk daftar butir kalimat sederhana atau dalam bentuk bagan pohon komitmen.

Asesmen Pertemuan:

Awal:

  • Tanya jawab lisan diagnostik: 'Sebutkan 1 contoh tindakan yang menunjukkan kemauanmu berlatih bersama keluarga di rumah dan 1 contoh bersama guru di sekolah!' (acuan jawaban benar: bersama keluarga misalnya berlatih musik/menggambar dengan bimbingan orang tua, belajar membaca bersama kakak; bersama guru misalnya menyimak petunjuk guru saat les tari/olahraga, meminta masukan guru untuk perbaikan karya).

Proses:

  • Penilaian lembar kerja 'Lembar Rencana Kemauan Berkembang': memeriksa apakah murid dapat menuliskan minimal 2 tindakan konkret bersama keluarga dan minimal 2 tindakan konkret bersama guru yang menunjukkan kemauan mengembangkan keunikan diri (acuan kriteria: tindakan operasional, melibatkan keluarga/guru sebagai pembimbing, dan ditujukan untuk mengasah kemampuan/bakat).

Akhir Pertemuan:

  • Cek pemahaman singkat lisan di penutup: Murid menyebutkan 1 komitmen utama yang akan segera dipraktikkan bersama orang tua di rumah untuk melatih bakat mereka (acuan kriteria penerimaan: menyebutkan bakat yang dimiliki dan kesediaan berlatih bersama anggota keluarga).

Formatif:

  • Tanya jawab diagnostik di awal pembelajaran mengenai contoh kemauan belajar bersama orang tua dan guru.
  • Observasi unjuk kerja dan penilaian Lembar Rencana Kemauan Berkembang (menuliskan tindakan nyata kemauan mengembangkan diri bersama keluarga dan guru).

Rubrik Pertemuan:

AspekBelum BerkembangMulaiBerkembangSangat Berkembang
Menunjukkan kemauan mengembangkan keunikan diri bersama keluarga dan guruBelum mampu menunjukkan tindakan kemauan mengembangkan keunikan diri bersama keluarga maupun guru pada lembar rencana kerja.Mampu menunjukkan 1 tindakan kemauan mengembangkan keunikan diri bersama keluarga dan 1 tindakan bersama guru dengan bantuan panduan guru.Mampu menunjukkan masing-masing minimal 2 tindakan konkret kemauan mengembangkan keunikan diri bersama keluarga dan bersama guru secara tepat dan mandiri.Mampu menunjukkan lebih dari 2 tindakan konkret kemauan mengembangkan keunikan diri bersama keluarga dan bersama guru secara sangat lengkap, rinci, dan konsisten mandiri.

Refleksi Pertemuan:

Guru:

  • Apakah seluruh murid aktif dan mampu menunjukkan kemauan konkret mengembangkan keunikan diri bersama orang tua dan guru?
  • Bagaimana efektivitas permainan tebak mitra belajar dalam memotivasi keterlibatan murid selama pembelajaran?

Murid:

  • Apa tindakan nyata yang paling ingin kamu lakukan bersama orang tua di rumah untuk melatih bakatmu?
  • Apakah kamu merasa senang dan terbantu ketika belajar mengembangkan kemampuan bersama bapak/ibu guru di sekolah?

Pertemuan 5 — Menunjukkan Kemauan Mengembangkan Keunikan Diri Bersama Teman Sebaya — 2 JP (2 x 35 menit = 70 menit)

Tujuan Pertemuan:

  • TP 4.1.4 Menunjukkan kemauan mengembangkan keunikan diri bersama orang lain

Pendahuluan:

  • Guru menyapa murid, mengajak berdoa pembuka: 'Allah Yang Mahakasih, kami bersyukur atas rahmat yang Engkau anugerahkan kepada kami. Hari ini kami belajar mengembangkan diri bersama sesama, khususnya teman sebaya. Bimbinglah kami agar mau saling mendukung mengembangkan keunikan diri seturut teladan-Mu. Amin.' lalu memeriksa kehadiran murid (5 menit).
  • Guru melakukan asesmen awal diagnostik dengan meminta murid memilih respons kemauan (Mau / Menolak) terhadap ajakan berlatih bersama teman sebaya melalui 2 situasi tertulis yang dibacakan guru: (1) Teman mengajak berlatih menyanyi bersama untuk persiapan koor sekolah, (2) Teman mengajak menggambar bersama saat jam istirahat; murid merespons dengan mengangkat kartu jempol atau simbol yang ditentukan (acuan respon tepat: keduanya memilih 'Mau' karena mencerminkan kemauan mengembangkan diri bersama teman) (5 menit).

Kegiatan Inti:

Memahami (Bermakna):

  • Murid menyimak penjelasan guru dan mencermati teks singkat tentang persahabatan sejati menurut ajaran Kristiani (Gaudium et Spes art. 25 dan teladan Yesus yang bersahabat serta saling mendukung), bahwa keunikan diri dan bakat berkembang secara subur saat kita bergaul, berdialog, dan bekerja sama dengan teman sebaya (10 menit).
  • Murid dalam kelompok kecil (3-4 orang) berdiskusi untuk mengidentifikasi 3 bentuk tindakan nyata yang menunjukkan kemauan mengembangkan keunikan/kemampuan diri bersama teman sebaya di sekolah (acuan 3 tindakan: (1) mau diajak berlatih bakat bersama, (2) mau berbagi tips atau cara saat berlatih kemampuan, (3) tidak mengejek kekurangan teman saat berlatih bersama) (10 menit).

Mengaplikasi (Menggembirakan):

  • Murid berpartisipasi dalam permainan interaktif 'Kartu Sahabat Talenta': setiap meja menerima 4 kartu situasi interaksi bersama teman sebaya, yaitu: Kartu 1: 'Teman mengajak berlatih lari bersama di lapangan', Kartu 2: 'Teman mengajak bermain musik angklung bersama', Kartu 3: 'Menolak diajak teman belajar menggambar karena malas', Kartu 4: 'Menerima ajakan teman membaca cerita bergambar bersama di perpustakaan'; murid secara berpasangan mengelompokkan kartu mana yang menunjukkan kemauan mengembangkan diri bersama teman sebaya dan mana yang bukan (kunci: Kartu 1, 2, dan 4 adalah bentuk kemauan mengembangkan diri bersama teman sebaya; Kartu 3 adalah penolakan/bukan) (15 menit).
  • Setiap murid secara mandiri mengisi 'Lembar Komitmen Bersama Teman Sebaya' dengan menuliskan minimal 2 nama teman sebaya dan 1 rencana kegiatan konkret untuk berlatih mengembangkan kemampuan/bakat bersama teman tersebut (kriteria penerimaan: mencantumkan nama teman nyata dan jenis kegiatan latihan bersama yang realistis di sekolah, misal: berlatih menyanyi lagu rohani bersama Maria, berlatih sepak bola bersama Yohanes) (10 menit).

Merefleksi (Berkesadaran):

  • Murid hening sejenak dalam suasana doa untuk merenungkan: 'Apakah selama ini aku sudah bersedia membuka diri dan berlatih bersama teman-teman sebaya demi mengembangkan talenta pemberian Tuhan?' (5 menit).
  • Perwakilan murid membacakan komitmen latihan bersama teman sebaya yang telah ditulisnya di depan kelas dalam suasana saling menghargai (5 menit).

Penutup:

  • Guru dan murid menyimpulkan pembelajaran bahwa mengembangkan keunikan diri bersama teman sebaya merupakan wujud syukur atas talenta Tuhan dan bentuk persahabatan sejati seturut teladan Yesus (3 menit).
  • Guru memberikan umpan balik dan menginformasikan bahwa pada pertemuan berikutnya akan dilaksanakan asesmen sumatif bab yang merangkum seluruh perjalanan pengenalan keunikan diri, rasa syukur, dan kemauan mengembangkannya bersama lingkungan dan sesama; pertemuan diakhiri dengan doa penutup dan berkat (2 menit).

Diferensiasi:

  • Konten: Menyediakan kartu situasi dengan teks sederhana dan disertai simbol visual bagi murid yang memerlukan dukungan membaca.
  • Proses: Memberikan bimbingan terarah bagi murid yang kesulitan menentukan rencana latihan bersama teman, sedangkan murid yang mandiri dipersilakan merancang 3 rencana kemauan kolaborasi bakat.
  • Produk: Murid boleh menyampaikan komitmen kemauan mengembangkan keunikan bersama teman dalam bentuk tulisan kalimat sederhana atau daftar butir kegiatan.

Asesmen Pertemuan:

Awal:

  • Diagnostik lisan/simbolis: Menanggapi 2 situasi ajakan teman sebaya: (1) Teman mengajak latihan menyanyi bersama untuk persiapan koor, (2) Teman mengajak menggambar bersama saat istirahat. Acuan respons tepat: Murid memilih 'Mau' pada kedua situasi tersebut sebagai tanda kesiapan sikap kemauan mengembangkan diri bersama orang lain/teman sebaya.

Proses:

  • Formatif pemilahan kartu pada tahap Mengaplikasi: Murid memilah 4 kartu situasi: Kartu 1 (berlatih lari bersama teman), Kartu 2 (bermain angklung bersama teman), Kartu 3 (menolak belajar menggambar bersama karena malas), Kartu 4 (membaca cerita bergambar bersama teman di perpustakaan). Acuan jawaban benar: Kartu 1, 2, dan 4 dikelompokkan ke 'Menunjukkan Kemauan', Kartu 3 dikelompokkan ke 'Bukan/Menolak'.

Akhir Pertemuan:

  • Cek pemahaman pada Lembar Komitmen: Menilai kesesuaian pengisian lembar komitmen. Kriteria penerimaan operasional: Menyebutkan minimal 2 nama teman sebaya dan minimal 1 rencana aktivitas konkret latihan bersama untuk mengembangkan kemampuan/bakat (contoh: berlatih futsal, berlatih vokal, menggambar bersama, membaca bersama).

Formatif:

  • Observasi diagnostik kesiapan memilih respons kemauan mengembangkan diri bersama teman sebaya saat pendahuluan.
  • Penilaian unjuk kerja pemilahan 4 kartu situasi interaksi teman sebaya dalam permainan 'Kartu Sahabat Talenta'.
  • Pemeriksaan Lembar Komitmen Bersama Teman Sebaya (menuliskan minimal 2 nama teman dan 1 rencana kegiatan nyata mengembangkan kemampuan).

Rubrik Pertemuan:

AspekBelum BerkembangMulaiBerkembangSangat Berkembang
Menunjukkan kemauan mengembangkan keunikan diri bersama teman sebayaBelum mampu memilah kartu situasi dengan tepat (hanya 0-1 kartu tepat dari 4 kartu) dan belum mampu menuliskan rencana kegiatan mengembangkan diri bersama teman sebaya.Mampu memilah 2 dari 4 kartu situasi dengan tepat, serta menuliskan 1 nama teman namun rencana kegiatan mengembangkan keunikan bersama teman belum konkret dengan bimbingan guru.Mampu memilah 3-4 kartu situasi interaksi teman sebaya dengan tepat sesuai kunci, serta menuliskan minimal 2 nama teman sebaya dan 1 rencana kegiatan mengembangkan keunikan diri bersama teman secara konkret.Mampu memilah seluruh 4 kartu situasi interaksi teman sebaya dengan tepat tanpa kekeliruan, serta menuliskan lebih dari 2 nama teman dan lebih dari 1 rencana kegiatan mengembangkan keunikan diri bersama teman secara mandiri dan terperinci.

Refleksi Pertemuan:

Guru:

  • Apakah aktivitas permainan Kartu Sahabat Talenta berhasil menumbuhkan kemauan murid untuk bekerja sama mengembangkan bakat dengan teman sebaya?
  • Bagaimana keterlibatan murid yang cenderung pemalu saat diajak merencanakan latihan bersama teman sebaya?

Murid:

  • Apa hal paling menyenangkan saat belajar merencanakan latihan kemampuan bersama teman sebaya hari ini?
  • Apakah aku sudah bersedia mengajak atau menerima ajakan teman untuk mengasah kemampuan bersama di sekolah?

Pertemuan 6 — Asesmen Sumatif Bab — 3 JP (3 x 35 menit = 105 menit)

Tujuan Pertemuan:

  • TP 4.1.1 Mengidentifikasi diri sebagai pribadi yang unik
  • TP 4.1.2 Menunjukkan rasa syukur atas keunikan diri
  • TP 4.1.3 Menunjukkan kemauan mengembangkan keunikan diri bersama lingkungan sekitar
  • TP 4.1.4 Menunjukkan kemauan mengembangkan keunikan diri bersama orang lain

Pendahuluan:

  • Guru membuka sesi dengan doa pembuka dan menyampaikan tujuan asesmen sumatif bab untuk merangkum pembelajaran tentang keunikan diri dan pengembangan talenta (5 menit).
  • Guru membagikan lembar kerja portofolio sumatif dan menjelaskan petunjuk pengerjaan Bagian 1 (refleksi tertulis mandiri) serta Bagian 2 (kolaborasi kelompok) secara tertib (5 menit).

Kegiatan Inti:

Memahami (Berkesadaran):

  • Murid mencermati instruksi Bagian 1 lembar kerja portofolio refleksi pribadi yang memuat 3 komponen wajib: (1) Identifikasi keunikan jasmani dan bakat/kemampuan; (2) Teks doa syukur pribadi atas talenta anugerah Tuhan; (3) Tabel rencana aksi pengembangan diri di lingkungan sekitar (rumah/lingkungan tetangga/sekolah) (5 menit).

Mengaplikasi (Bermakna):

  • Murid secara mandiri menyelesaikan Bagian 1 lembar kerja portofolio refleksi pribadi serentak di kelas selama 50 menit dengan rincian acuan tugas: mengisi minimal 2 ciri fisik khas diri dan 2 bakat/kemampuan diri; menulis 1 teks doa syukur pribadi yang memuat ungkapan terima kasih atas talenta dan permohonan rahmat untuk mengembangkannya; serta melengkapi tabel rencana aksi pengembangan talenta di lingkungan sekitar yang memuat minimal 2 aksi nyata beserta tempat dan waktunya (50 menit).
  • Murid bergabung dalam kelompok kecil (4-5 murid) untuk melaksanakan Bagian 2 selama 30 menit: secara bergiliran murid saling menceritakan keunikan/talenta masing-masing dan mencatat 1 rencana kegiatan bersama untuk saling mendukung serta mengapresiasi talenta teman sekelompok (misalnya: berlatih menyanyi bersama, saling mengajari menggambar, atau berlatih olahraga bersama), sementara guru melakukan observasi keterlibatan kerja sama dan sikap saling menghargai menggunakan lembar observasi (30 menit).

Merefleksi (Berkesadaran):

  • Murid memeriksa kembali kelengkapan portofolio mandiri dan lembar kerja kelompok, lalu mengumpulkan seluruh berkas asesmen sumatif kepada guru secara tertib (5 menit).

Penutup:

  • Guru memberikan penguatan atas proses pengerjaan asesmen sumatif Bab 1 dan mengapresiasi kesungguhan seluruh murid dalam mensyukuri serta mengembangkan talenta bersama orang lain (3 menit).
  • Sesi asesmen sumatif diakhiri dengan mendoakan salah satu doa syukur yang telah ditulis murid dan doa penutup bersama (2 menit).

Diferensiasi:

  • Konten: Akomodasi akses: teks petunjuk asesmen dibacakan secara lisan oleh guru bagi murid yang membutuhkan bantuan membaca tanpa mengubah target kompetensi atau kriteria penilaian.
  • Proses: Akomodasi akses: murid yang memerlukan bantuan motorik halus diizinkan menuliskan poin jawaban dengan format kalimat sederhana terpandu tanpa mengubah substansi bukti.
  • Produk: Standar bukti portofolio dan observasi tetap sama untuk seluruh murid sesuai acuan rubrik sumatif.

Asesmen Pertemuan:

Awal:

  • Cek kesiapan perlengkapan alat tulis dan penjelasan pemahaman alur kerja asesmen sumatif oleh guru sebelum pengerjaan dimulai.

Proses:

  • Pemantauan kemandirian murid saat mengerjakan portofolio refleksi pribadi serta pencatatan lembar observasi kerja sama dan sikap saling menghargai saat aktivitas kelompok berlangsung.

Sumatif Bab:

  • Portofolio refleksi pribadi dan observasi kerja sama kelompok: Lembar kerja refleksi pribadi yang memuat identifikasi keunikan jasmani/kemampuan, teks doa syukur, serta tabel rencana aksi di lingkungan; dilengkapi lembar observasi keterlibatan kerja sama saat diskusi saling mengapresiasi keunikan bersama teman.
  • penugasan tertulis dan refleksi diri serentak: Lembar kerja individu lengkap berisi isian identifikasi keunikan diri (jasmani dan bakat), naskah doa syukur pribadi atas talenta, dan tabel rencana kegiatan pengembangan diri di lingkungan sekitar yang dikerjakan serentak seluruh kelas. (60 menit; kelompok; instrumen: rubrik penilaian portofolio refleksi tertulis)
  • observasi aktivitas kolaboratif: Keterlibatan aktif murid dalam kelompok kecil (4-5 murid) saat saling menceritakan talenta dan merencanakan kegiatan bersama untuk saling mendukung keunikan teman. (45 menit; kelompok; instrumen: lembar observasi kerja sama dan penghargaan terhadap orang lain)

Sumatif:

  • Portofolio refleksi pribadi dan observasi kerja sama kelompok: Lembar kerja refleksi pribadi yang memuat identifikasi keunikan jasmani/kemampuan, teks doa syukur, serta tabel rencana aksi di lingkungan; dilengkapi lembar observasi keterlibatan kerja sama saat diskusi saling mengapresiasi keunikan bersama teman.
  • penugasan tertulis dan refleksi diri serentak: Lembar kerja individu lengkap berisi isian identifikasi keunikan diri (jasmani dan bakat), naskah doa syukur pribadi atas talenta, dan tabel rencana kegiatan pengembangan diri di lingkungan sekitar yang dikerjakan serentak seluruh kelas. (60 menit; kelompok; instrumen: rubrik penilaian portofolio refleksi tertulis)
  • observasi aktivitas kolaboratif: Keterlibatan aktif murid dalam kelompok kecil (4-5 murid) saat saling menceritakan talenta dan merencanakan kegiatan bersama untuk saling mendukung keunikan teman. (45 menit; kelompok; instrumen: lembar observasi kerja sama dan penghargaan terhadap orang lain)

Rubrik Pertemuan:

AspekBelum BerkembangMulaiBerkembangSangat Berkembang
Identifikasi Keunikan Diri (Jasmani dan Bakat) [TP 4.1.1]Menuliskan kurang dari 2 ciri fisik atau kurang dari 2 bakat diri, serta belum menunjukkan keunikan khas dirinya secara tepat.Menuliskan tepat 1 ciri fisik khas diri dan 1 bakat/kemampuan diri secara tepat (Acuan: ciri fisik seperti bentuk rambut/bentuk mata/warna kulit; bakat seperti menyanyi/menggambar/berhitung/olahraga).Menuliskan dengan tepat minimal 2 ciri fisik khas diri dan minimal 2 bakat/kemampuan diri sesuai acuan.Menuliskan secara mandiri dan lengkap lebih dari 2 ciri fisik khas diri serta lebih dari 2 bakat/kemampuan diri dengan rincian yang tepat sesuai acuan.
Menunjukkan Rasa Syukur atas Keunikan Diri melalui Doa [TP 4.1.2]Teks doa belum memuat ungkapan terima kasih atas talenta maupun permohonan bimbingan untuk mengembangkannya.Teks doa hanya memuat salah satu unsur: ungkapan terima kasih atas talenta saja ATAU permohonan bimbingan saja.Teks doa memuat lengkap 2 unsur: ungkapan terima kasih kepada Tuhan atas keunikan/talenta diri DAN permohonan bimbingan/rahmat untuk mengembangkannya.Teks doa memuat lengkap 2 unsur (terima kasih atas talenta dan permohonan bimbingan) yang disusun secara mandiri, runtut, dan mendalam.
Rencana Mengembangkan Keunikan Diri Bersama Lingkungan Sekitar [TP 4.1.3]Tabel rencana aksi belum memuat aksi nyata pengembangan diri di lingkungan sekitar.Tabel rencana aksi hanya memuat 1 rencana tindakan nyata pengembangan diri di lingkungan sekitar (rumah, tetangga, atau sekolah).Tabel rencana aksi memuat tepat minimal 2 rencana tindakan nyata pengembangan diri di lingkungan sekitar dilengkapi keterangan tempat dan waktu yang jelas (Acuan tindakan: berlatih mandiri di rumah, membantu kegiatan di sekolah/lingkungan, atau mengikuti kelompok bina bakat di lingkungan sekitar).Tabel rencana aksi memuat lebih dari 2 rencana tindakan nyata pengembangan diri di lingkungan sekitar dilengkapi keterangan tempat, waktu, dan langkah pembiasaan secara mandiri.
Kemauan Mengembangkan Keunikan Diri Bersama Teman/Orang Lain (Observasi) [TP 4.1.4]Pasif, tidak menceritakan talenta diri dan menolak terlibat dalam merencanakan kegiatan bersama teman sekelompok.Menceritakan talenta diri namun hanya jika ditunjuk, serta belum aktif memberikan ide kegiatan bersama dalam kelompok.Terlibat aktif menceritakan talenta diri secara terbuka dan berkolaborasi menyepakati minimal 1 rencana kegiatan bersama untuk saling mendukung bakat teman (Acuan: berlatih bersama, saling menyemangati, atau saling berbagi keterampilan).Sangat aktif berinisiatif menceritakan talenta, menghargai talenta seluruh teman sekelompok, dan memimpin perumusan kegiatan bersama secara kolaboratif.

Refleksi Pertemuan:

Guru:

  • Apakah seluruh instrumen portofolio dan observasi sumatif dapat mengukur ketercapaian keempat Tujuan Pembelajaran Bab 1 secara objektif?
  • Bagaimana tingkat kemandirian dan kemampuan kolaborasi murid saat menyelesaikan tugas refleksi dan kerja sama kelompok?

Murid:

  • Apakah aku sudah mampu mengenali seluruh keunikan jasmani dan bakat yang Tuhan percayakan kepadaku?
  • Bagaimana rencanaku selanjutnya untuk mengembangkan talenta tersebut bersama keluarga, teman, dan lingkungan sekitarku?

SUMBER BELAJAR

  1. Buku Guru Pendidikan Agama Katolik dan Budi Pekerti untuk SD Kelas IV, Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi Republik Indonesia, 2021
  2. Buku Siswa Pendidikan Agama Katolik dan Budi Pekerti untuk SD Kelas IV, Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi Republik Indonesia, 2021
  3. Kartu ilustrasi keunikan fisik dan bakat manusia
  4. Lembar Kerja Siswa 'Identifikasi Keunikan Diriku'
  5. Kitab Suci Perjanjian Baru (Injil Matius 6:6)
  6. Buku Panduan Guru Pendidikan Agama Katolik dan Budi Pekerti untuk SD Kelas IV, Kemendikbudristek 2021
  7. Buku Siswa Pendidikan Agama Katolik dan Budi Pekerti untuk SD Kelas IV, Kemendikbudristek 2021
  8. Lembar kerja penyusunan doa syukur pribadi
  9. Buku Panduan Guru Pendidikan Agama Katolik dan Budi Pekerti untuk SD Kelas IV (Kemendikbudristek 2021)
  10. Buku Siswa Pendidikan Agama Katolik dan Budi Pekerti untuk SD Kelas IV (Kemendikbudristek 2021)
  11. Kartu bergambar lingkungan sekitar dan kartu bakat/keunikan diri
  12. Lembar Aksi Kemauan Diri Murid
  13. Buku Guru Pendidikan Agama Katolik dan Budi Pekerti untuk SD Kelas IV, Kemendikbudristek 2021
  14. Kartu skenario tindakan belajar bersama keluarga dan guru
  15. Lembar Rencana Kemauan Berkembang
  16. Buku Panduan Guru Pendidikan Agama Katolik dan Budi Pekerti untuk SD Kelas IV (Kemendikbudristek RI, 2021, Bab 1)
  17. Buku Siswa Pendidikan Agama Katolik dan Budi Pekerti untuk SD Kelas IV (Kemendikbudristek RI, 2021, Bab 1)
  18. Dokumen Konsili Vatikan II: Gaudium et Spes art. 25 tentang relasi sosial dan pengembangan bakat
  19. Set Kartu Sahabat Talenta (berisi 4 teks situasi ajakan teman) dan Lembar Komitmen Bersama Teman Sebaya
  20. Alkitab (Injil Matius 25:14-30 tentang Perumpamaan Talenta)
  21. Lembar Kerja Asesmen Sumatif Bab 1 (Portofolio Refleksi Pribadi dan Format Observasi Diskusi Kelompok)

Lihat & unduh lengkap

Masuk pakai Google untuk membuka modul ajar bab ini secara penuh.

Apa isi bab ini?

Dokumen memuat seluruh pertemuan bab ini dalam satu berkas: tujuan pembelajaran per pertemuan, urutan kegiatan inti sesuai alokasi JP, pertanyaan pemantik, asesmen formatif, asesmen sumatif bab, rubrik, dan refleksi. Cocok dipakai sebagai persiapan tatap muka sekaligus lampiran supervisi.

Cara pakai bab ini

Unduh DOCX, lalu sesuaikan nama sekolah, kepala sekolah, dan NIP. Bagian kegiatan inti bisa Bapak/Ibu kurangi atau tambah sesuai karakter siswa di kelas; tujuan pembelajaran sebaiknya tetap selaras dengan ATP induk.