Modul AjarPertemuan 6Bab 5Fase BSemester 2

Modul Ajar Pendidikan Agama Katolik dan Budi Pekerti Kelas 3: Melestarikan Lingkungan Alam sebagai Ciptaan Allah

Modul Ajar ini disusun untuk satu pertemuan tatap muka mata pelajaran Pendidikan Agama Katolik dan Budi Pekerti kelas 3 dengan topik "Melestarikan Lingkungan Alam sebagai Ciptaan Allah". Dokumen mengikuti Alur Tujuan Pembelajaran (ATP) Kurikulum Merdeka, lengkap dengan tujuan, langkah kegiatan, dan asesmen ringkas.

MEJAGURU.ID - DOKUMEN MODUL AJAR

Modul Ajar Pendidikan Agama Katolik dan Budi Pekerti Kelas 3: Melestarikan Lingkungan Alam sebagai Ciptaan Allah

Pendidikan Agama Katolik dan Budi Pekerti - Kelas 3

Bab 5 - Pertemuan 6

MODUL AJAR

Pendidikan Agama Katolik dan Budi Pekerti — Kelas 3 (Fase B)

Topik: Melestarikan Lingkungan Alam sebagai Ciptaan Allah

INFORMASI UMUM

Mata PelajaranPendidikan Agama Katolik dan Budi Pekerti
Fase / KelasFase B / Kelas 3
TopikMelestarikan Lingkungan Alam sebagai Ciptaan Allah
Alokasi Waktu2x35 menit
Jumlah Pertemuan1

TUJUAN PEMBELAJARAN

  1. Melalui pengamatan gambar dan cerita, murid mampu menjelaskan bahwa alam ciptaan Allah perlu dijaga dan dilestarikan sebagai tanggung jawab iman orang Katolik di tengah masyarakat.
  2. Melalui penelusuran teks Kitab Suci (Kejadian 1), murid mampu mengaitkan pesan Kitab Suci tentang menjaga ciptaan dengan tindakan nyata melestarikan lingkungan di sekitar tempat tinggal.

PROFIL LULUSAN

DimensiDisasar
Keimanan dan Ketakwaan terhadap Tuhan Yang Maha Esa
Kewargaan
Penalaran Kritis
Kreativitas
Kolaborasi
Kemandirian
Kesehatan
Komunikasi

PERTANYAAN PEMANTIK

  1. Pernahkah kalian melihat sungai yang kotor atau pohon yang ditebang sembarangan? Apa perasaan kalian melihatnya?
  2. Siapa yang menciptakan alam yang indah ini — hutan, sungai, gunung, dan hewan — dan mengapa Tuhan memberikannya kepada kita?
  3. Apa yang bisa kalian lakukan setiap hari untuk menjaga alam ciptaan Allah di sekitar rumah atau sekolah kalian?

KEGIATAN PEMBELAJARAN

Pertemuan 1

Pendahuluan:

  • Guru membuka pelajaran dengan salam dan doa pembuka bersama: 'Allah Yang Mahabaik, Engkau telah memberikan alam yang indah ini kepada kami untuk dijaga dan dikembangkan. Terima kasih Tuhan atas karunia-Mu ini. Semoga kami dapat memeliharanya sepenuh hati. Amin.'
  • Guru mengajak murid menyanyikan lagu rohani bertema alam ciptaan (misalnya 'Tuhan Berkatilah Negriku') untuk menciptakan suasana gembira dan siap belajar.
  • Guru melakukan asesmen awal/diagnostik: menampilkan dua gambar berdampingan (alam yang indah dan terawat vs. alam yang rusak/tercemar), lalu bertanya, 'Gambar mana yang lebih kalian sukai? Mengapa?' Guru mencatat respons singkat murid sebagai pijakan kegiatan inti.
  • Guru menyampaikan tujuan pembelajaran dengan bahasa sederhana: 'Hari ini kita akan belajar mengapa kita harus menjaga alam ciptaan Allah dan apa yang bisa kita lakukan untuk itu.'
  • Guru mengajukan pertanyaan pemantik untuk membangkitkan rasa ingin tahu murid sebelum masuk ke kegiatan inti.

Kegiatan Inti:

Memahami (Berkesadaran, Bermakna):

  • Guru menampilkan 4–5 gambar keindahan alam Indonesia (hutan, sungai bersih, pantai, gunung) dan 2–3 gambar kerusakan alam (penebangan liar, sungai tercemar, tanah longsor akibat gundul). Murid mengamati secara saksama.
  • Guru membacakan cerita singkat tentang Santo Fransiskus dari Assisi — tokoh yang hidup sederhana dan sangat mencintai alam ciptaan Allah, baik tumbuh-tumbuhan maupun hewan. Murid menyimak dengan tenang.
  • Guru mengajukan pertanyaan pemahaman: 'Apa yang dilakukan Santo Fransiskus terhadap alam? Mengapa beliau mencintai alam?' Murid diberi kesempatan menjawab secara lisan.
  • Guru membimbing murid membaca bersama teks Kitab Suci Kejadian 1:1, 10, 12, 18, 21, 25, 31 (potongan ayat pilihan yang menyebutkan 'Allah melihat bahwa semuanya itu baik'). Guru menjelaskan bahwa Allah menciptakan segala sesuatu dengan baik dan mempercayakan alam kepada manusia untuk dirawat, bukan dirusak.
  • Guru menjelaskan secara singkat dengan bahasa anak-anak: manusia sering merusak ciptaan Allah karena keserakahan (menebang pohon sembarangan, membuang sampah di sungai), dan itu bertentangan dengan tugas yang Tuhan berikan kepada kita.

Mengaplikasi (Bermakna, Menggembirakan, Berkesadaran):

  • Murid dibagi menjadi kelompok kecil (3–4 orang). Setiap kelompok mendapat Lembar Kerja berisi tabel dua kolom: 'Kerusakan Alam yang Sering Terjadi di Sekitarku' dan 'Tindakan Nyata yang Bisa Aku Lakukan untuk Mencegahnya'.
  • Setiap kelompok berdiskusi dan menuliskan minimal 3 pasang isian berdasarkan pengalaman nyata di lingkungan sekitar tempat tinggal atau sekolah mereka (contoh: membuang sampah sembarangan → membuang sampah pada tempatnya; memetik bunga sembarangan → merawat tanaman di pot).
  • Setiap kelompok menghubungkan tindakan nyata tersebut dengan pesan Kitab Suci Kejadian 1 yang sudah dibaca: 'Tindakan kami ini sesuai dengan firman Tuhan karena...' dan menuliskan satu kalimat alasannya.
  • Perwakilan setiap kelompok mempresentasikan hasil diskusinya di depan kelas secara singkat (±1 menit per kelompok). Kelompok lain diajak menyimak dan boleh memberikan tepuk tangan atau komentar positif.
  • Guru memberikan umpan balik afirmatif dan melengkapi bila ada poin penting yang belum muncul dari diskusi kelompok.

Merefleksi (Berkesadaran, Bermakna):

  • Guru memandu refleksi personal dengan mengajak murid duduk tenang, memejamkan mata sejenak, dan membayangkan lingkungan di sekitar rumah mereka. Guru bertanya pelan: 'Apakah ada bagian alam di sekitarmu yang perlu kamu jaga lebih baik?'
  • Setiap murid mengisi 'Kartu Janji Cinta Alam' (selembar kertas kecil berbentuk daun atau pohon yang disiapkan guru) dengan menuliskan SATU tindakan nyata yang akan mereka lakukan minggu ini untuk menjaga lingkungan di sekitar tempat tinggal mereka.
  • Beberapa murid (3–4 orang sukarela) membacakan kartu janjinya di depan kelas. Kelas memberikan respons positif.
  • Guru mengaitkan refleksi dengan dimensi iman: 'Ketika kita menjaga alam, kita sedang menunjukkan iman kita kepada Allah dan tanggung jawab kita sebagai orang Katolik di tengah masyarakat.' Guru merujuk kembali pada pesan Kejadian 1.
  • Kartu Janji Cinta Alam dikumpulkan dan ditempel di papan kelas sebagai pengingat bersama.

Penutup:

  • Guru mengajak murid merangkum pelajaran bersama dengan pertanyaan: 'Siapa yang menciptakan alam ini? Apa tugas kita terhadap alam ciptaan Allah? Apa satu hal yang akan kalian lakukan?' Murid menjawab secara bergantian.
  • Guru memberikan asesmen akhir berupa 3 soal lisan/tertulis singkat (lihat bagian Asesmen Akhir).
  • Guru menyampaikan pesan penutup: 'Menjaga alam bukan sekadar kewajiban, tetapi bukti cinta kita kepada Allah yang telah menciptakannya dengan penuh kasih.'
  • Pembelajaran ditutup dengan doa bersama: 'Allah Yang Mahabaik, terima kasih atas pelajaran hari ini. Kami berjanji akan menjaga alam ciptaan-Mu dengan sepenuh hati sebagai wujud iman kami. Amin.'
  • Guru mengingatkan murid untuk melaksanakan janji yang sudah ditulis di Kartu Janji Cinta Alam dan akan ditindaklanjuti pada pertemuan berikutnya.

Diferensiasi:

  • Konten: Untuk murid yang membutuhkan dukungan lebih: guru menyediakan gambar-gambar berlabel (nama tindakan pelestarian sudah tertulis) sebagai panduan mengisi lembar kerja. Untuk murid yang sudah cepat memahami: guru memberikan teks Kejadian 1:26-28 lengkap dan meminta mereka menemukan sendiri kata kunci 'kuasai' dan 'pelihara' serta mendiskusikan maknanya.
  • Proses: Untuk murid yang membutuhkan dukungan lebih: guru mendampingi langsung saat diskusi kelompok dan memberikan pertanyaan scaffold ('Di sekitar rumahmu ada apa? Apakah sungainya bersih?'). Untuk murid yang cepat: diminta menjadi 'juru bicara kelompok' dan menambahkan kaitan dengan kisah Santo Fransiskus.
  • Produk: Untuk murid yang membutuhkan dukungan lebih: Kartu Janji Cinta Alam cukup diisi dengan satu kata atau satu kalimat pendek, boleh dilengkapi dengan gambar. Untuk murid yang cepat: diminta menuliskan dua tindakan nyata beserta alasan kaitannya dengan Kitab Suci dalam kalimat lengkap.

ASESMEN

Awal:

  • Guru menampilkan dua gambar berdampingan (alam terawat vs. alam rusak) dan bertanya: 'Gambar mana yang lebih kamu sukai? Mengapa?' untuk mengukur kepekaan awal murid terhadap kondisi lingkungan.
  • Guru bertanya lisan: 'Siapa yang pernah melakukan sesuatu untuk menjaga kebersihan atau keindahan alam di sekitar rumah kalian?' — tangan angkat sederhana untuk memetakan pengalaman awal murid.
  • Guru bertanya: 'Apa yang kalian ketahui tentang tugas manusia terhadap alam menurut Tuhan?' untuk mengukur pengetahuan awal tentang Kitab Suci.

Proses:

  • Observasi diskusi kelompok menggunakan lembar ceklis: apakah murid mampu menyebutkan contoh kerusakan alam nyata (TP 3.5.6.1) dan apakah mampu menghubungkan tindakan dengan pesan Kitab Suci (TP 3.5.6.2).
  • Umpan balik lisan dari guru selama presentasi kelompok: guru merespons dan mengklarifikasi bila ada pemahaman yang perlu diperbaiki.
  • Pengamatan pengisian Kartu Janji Cinta Alam: apakah tindakan yang dituliskan konkret, realistis, dan berkaitan dengan konteks lingkungan murid.

Akhir:

  • Soal 1 (TP 3.5.6.1): 'Jelaskan dengan kalimatmu sendiri, mengapa kita sebagai orang Katolik harus menjaga dan melestarikan alam ciptaan Allah?' (jawaban lisan atau tertulis, minimal 2 kalimat).
  • Soal 2 (TP 3.5.6.2): 'Dalam Kitab Kejadian 1, Allah melihat bahwa ciptaan-Nya adalah baik. Apa hubungannya dengan tindakanmu sehari-hari dalam menjaga lingkungan?' (jawaban lisan atau tertulis, minimal 2 kalimat).
  • Soal 3 (integrasi): 'Sebutkan 2 tindakan nyata yang bisa kamu lakukan di sekitar tempat tinggalmu untuk melestarikan alam sebagai wujud imanmu kepada Allah.'

Formatif:

  • Pengamatan guru saat diskusi kelompok: keterlibatan aktif, kemampuan menghubungkan pengalaman nyata dengan pesan Kitab Suci, dan kualitas argumen yang dikemukakan.
  • Penilaian presentasi kelompok: kejelasan penyampaian, relevansi tindakan nyata dengan topik pelestarian lingkungan.
  • Kartu Janji Cinta Alam sebagai bukti refleksi personal dan komitmen tindakan nyata.

Sumatif:

  • Tes lisan/tertulis 3 soal di akhir pembelajaran untuk mengukur pencapaian TP 3.5.6.1 dan 3.5.6.2.
  • Penilaian rubrik atas kemampuan menjelaskan tanggung jawab melestarikan alam sebagai wujud iman dan kemampuan mengaitkan pesan Kejadian 1 dengan tindakan nyata.

RUBRIK PENILAIAN

AspekBelum BerkembangMulaiBerkembangSangat Berkembang
Menjelaskan tanggung jawab melestarikan alam sebagai wujud iman (TP 3.5.6.1)Murid belum mampu menjelaskan alasan menjaga alam, atau jawaban tidak berkaitan dengan iman Katolik sama sekali.Murid mampu menyebutkan bahwa alam harus dijaga, tetapi belum mengaitkannya dengan iman atau tanggung jawab orang Katolik.Murid mampu menjelaskan bahwa alam ciptaan Allah perlu dijaga sebagai tanggung jawab iman orang Katolik, dengan bahasa sendiri dan satu alasan yang relevan.Murid mampu menjelaskan secara runtut bahwa menjaga alam adalah tanggung jawab iman orang Katolik di tengah masyarakat, disertai contoh nyata dan kaitan dengan kasih kepada Allah.
Mengaitkan pesan Kitab Suci Kejadian 1 dengan tindakan nyata pelestarian lingkungan (TP 3.5.6.2)Murid belum mampu menyebutkan isi Kitab Suci Kejadian 1 atau tidak dapat menghubungkannya dengan tindakan melestarikan lingkungan.Murid mampu menyebutkan bahwa Allah menciptakan alam dengan baik, tetapi belum dapat mengaitkannya dengan tindakan nyata melestarikan lingkungan.Murid mampu mengaitkan pesan Kejadian 1 (Allah menciptakan dan manusia diberi tugas merawat) dengan minimal satu tindakan nyata pelestarian lingkungan di sekitar tempat tinggal.Murid mampu menjelaskan pesan Kejadian 1 dengan kata-katanya sendiri dan mengaitkannya dengan minimal dua tindakan nyata konkret di sekitar tempat tinggal, serta menunjukkan pemahaman bahwa tindakan itu merupakan respons iman.
Partisipasi dan kolaborasi dalam diskusi kelompokMurid tidak terlibat dalam diskusi kelompok atau tidak memberikan kontribusi apapun.Murid hadir dalam diskusi kelompok tetapi kontribusinya sangat terbatas, hanya mengikuti pendapat teman tanpa menambahkan ide sendiri.Murid aktif berdiskusi, menyampaikan minimal satu ide sendiri, dan mendengarkan pendapat teman dengan baik.Murid sangat aktif, memberikan beberapa ide relevan, membantu teman yang kesulitan, dan mampu menyampaikan hasil diskusi dengan jelas saat presentasi.
Refleksi dan komitmen tindakan nyata (Kartu Janji Cinta Alam)Kartu Janji kosong atau isian tidak berkaitan dengan pelestarian lingkungan.Kartu Janji diisi dengan tindakan yang sangat umum dan tidak spesifik (misalnya hanya menulis 'jaga alam').Kartu Janji berisi satu tindakan nyata yang konkret, spesifik, dan realistis untuk dilakukan di lingkungan sekitar murid.Kartu Janji berisi satu atau lebih tindakan nyata yang konkret, spesifik, realistis, disertai penjelasan singkat mengapa tindakan itu merupakan wujud iman kepada Allah.

REFLEKSI

Refleksi Guru:

  • Apakah seluruh murid dapat memahami hubungan antara iman Katolik dan tanggung jawab menjaga alam? Kelompok mana yang masih perlu penguatan?
  • Apakah metode pengamatan gambar dan cerita Santo Fransiskus efektif membangkitkan kepekaan dan rasa ingin tahu murid terhadap topik ini?
  • Apakah penggunaan teks Kitab Suci Kejadian 1 sudah disesuaikan dengan kemampuan membaca dan pemahaman murid kelas 3?
  • Apakah alokasi waktu 2x35 menit mencukupi untuk ketiga tahap (Memahami, Mengaplikasi, Merefleksi)? Bagian mana yang perlu disesuaikan?
  • Apakah diferensiasi yang diterapkan sudah menjawab kebutuhan murid yang beragam di kelas ini?

Refleksi Murid:

  • Satu hal baru yang aku pelajari hari ini tentang alam ciptaan Allah adalah...
  • Bagian yang paling berkesan dari pelajaran hari ini adalah... karena...
  • Satu tindakan nyata yang akan aku lakukan minggu ini untuk menjaga alam di sekitar rumahku adalah...
  • Aku merasa (senang / biasa saja / bingung) saat belajar hari ini karena...

SUMBER BELAJAR

  1. Buku Siswa Pendidikan Agama Katolik dan Budi Pekerti untuk SD Kelas III, Bab V bagian C: Melestarikan Lingkungan Alam (halaman 145–158)
  2. Buku Panduan Guru Pendidikan Agama Katolik dan Budi Pekerti untuk SD Kelas III, Bab 5: Mewujudkan Iman Dalam Masyarakat (halaman 179–180)
  3. Kitab Suci: Kejadian 1:1–31 (teks Alkitab lengkap atau potongan ayat pilihan yang dicetak guru)
  4. Gambar-gambar keindahan alam Indonesia (hutan, sungai, gunung, pantai) dan gambar kerusakan alam (minimal 6–7 gambar, dapat diunduh dan dicetak atau ditampilkan via proyektor)
  5. Lagu rohani 'Tuhan Berkatilah Negriku' — sumber: Ayo Puji Tuhan: Nyanyian Liturgi dan Rohani Anak, Komisi Liturgi Keuskupan Agung Semarang
  6. Kartu Janji Cinta Alam (kertas berwarna berbentuk daun atau pohon yang disiapkan guru, satu per murid)
  7. Lembar Kerja Kelompok: tabel 'Kerusakan Alam di Sekitarku dan Tindakan Nyataku' (disiapkan dan digandakan guru)
  8. Video/film pendek tentang keindahan alam Indonesia dan dampak kerusakan lingkungan (opsional, bila tersedia proyektor dan koneksi internet)
  9. Papan atau dinding kelas untuk menempel Kartu Janji Cinta Alam bersama

Lihat & unduh lengkap

Masuk pakai Google untuk membuka modul ajar pertemuan ini secara penuh.

Apa isi pertemuan ini?

Dokumen mencakup tujuan pembelajaran terpilih, urutan kegiatan inti yang sudah disesuaikan dengan alokasi JP, serta pertanyaan pemantik dan asesmen formatif singkat. Cocok dipakai sebagai bahan persiapan tatap muka maupun lampiran supervisi.

Cara pakai pertemuan ini

Unduh DOCX, lalu sesuaikan nama sekolah, kepala sekolah, dan NIP. Bagian kegiatan inti bisa Bapak/Ibu kurangi atau tambah sesuai karakter siswa di kelas; tujuan pembelajaran sebaiknya tetap selaras dengan ATP induk.