Modul AjarPertemuan 1Bab 5Fase BSemester 2

Modul Ajar Pendidikan Agama Katolik dan Budi Pekerti Kelas 3: Mengenal Pemimpin Masyarakat di Sekitar Kita

Modul Ajar ini disusun untuk satu pertemuan tatap muka mata pelajaran Pendidikan Agama Katolik dan Budi Pekerti kelas 3 dengan topik "Mengenal Pemimpin Masyarakat di Sekitar Kita". Dokumen mengikuti Alur Tujuan Pembelajaran (ATP) Kurikulum Merdeka, lengkap dengan tujuan, langkah kegiatan, dan asesmen ringkas.

MEJAGURU.ID - DOKUMEN MODUL AJAR

Modul Ajar Pendidikan Agama Katolik dan Budi Pekerti Kelas 3: Mengenal Pemimpin Masyarakat di Sekitar Kita

Pendidikan Agama Katolik dan Budi Pekerti - Kelas 3

Bab 5 - Pertemuan 1

MODUL AJAR

Pendidikan Agama Katolik dan Budi Pekerti — Kelas 3 (Fase B)

Topik: Mengenal Pemimpin Masyarakat di Sekitar Kita

INFORMASI UMUM

Mata PelajaranPendidikan Agama Katolik dan Budi Pekerti
Fase / KelasFase B / Kelas 3
TopikMengenal Pemimpin Masyarakat di Sekitar Kita
Alokasi Waktu2x35 menit
Jumlah Pertemuan1

TUJUAN PEMBELAJARAN

  1. Melalui pengamatan gambar dan tanya jawab, murid mampu menyebutkan minimal tiga pemimpin masyarakat (RT, RW, lurah, dst.) beserta tugas pokoknya sebagai pelayan masyarakat.
  2. Melalui cerita dan refleksi, murid mampu menjelaskan bahwa pemimpin masyarakat yang baik adalah wujud karya keselamatan Allah di tengah kehidupan bersama.

PROFIL LULUSAN

DimensiDisasar
Keimanan dan Ketakwaan terhadap Tuhan Yang Maha Esa
Kewargaan
Penalaran Kritis
Kreativitas
Kolaborasi
Kemandirian
Kesehatan
Komunikasi

PERTANYAAN PEMANTIK

  1. Siapa orang yang memimpin di lingkungan tempat tinggalmu? Apa yang biasa mereka lakukan?
  2. Menurutmu, mengapa sebuah kelompok masyarakat membutuhkan seorang pemimpin?
  3. Apakah kamu pernah melihat seorang pemimpin membantu warganya? Ceritakan pengalamanmu!

KEGIATAN PEMBELAJARAN

Pertemuan 1

Pendahuluan:

  • Guru mengucapkan salam dan mengajak murid berdoa bersama: 'Allah yang Mahakasih, hari ini kami mau belajar menjadi pemimpin yang baik. Dampingilah pemimpin masyarakat di lingkungan kami agar mereka dapat melaksanakan tugasnya dengan semangat cinta kasih. Amin.'
  • Guru mengajak murid menyanyikan lagu 'Ajarilah Kami' (Ayo Puji Tuhan no. 30) bersama-sama untuk membangun suasana gembira dan fokus.
  • Guru melakukan asesmen awal diagnostik dengan pertanyaan lisan singkat: 'Siapa yang tahu nama ketua RT atau lurah di tempat tinggal kalian?' — guru mencatat seberapa banyak murid yang sudah mengenal pemimpin masyarakat di sekitarnya.
  • Guru menyampaikan tujuan pembelajaran hari ini secara sederhana: 'Hari ini kita akan mengenal siapa saja pemimpin masyarakat di sekitar kita, apa tugas mereka, dan mengapa pemimpin yang baik adalah berkat dari Tuhan bagi kita semua.'

Kegiatan Inti:

Memahami (Berkesadaran, Bermakna):

  • Guru menampilkan gambar-gambar pemimpin masyarakat (ketua RT, ketua RW, lurah/kepala desa, camat) di papan tulis atau layar. Murid diminta mengamati gambar dengan saksama selama 2 menit. (Berkesadaran: murid hadir penuh dan fokus pada gambar)
  • Guru mengajukan pertanyaan tanya jawab terarah: 'Siapa yang ada di gambar ini? Di mana biasanya kita melihat mereka? Apa yang mereka lakukan untuk warga?' Murid menjawab secara bergiliran.
  • Guru menjelaskan secara singkat dan jelas tugas pokok setiap pemimpin: Ketua RT (menjaga kerukunan antarwarga dalam satu RT, membantu administrasi warga), Ketua RW (mengkoordinasi beberapa RT, menggerakkan kegiatan warga), Lurah/Kepala Desa (memimpin kelurahan/desa, memberikan pelayanan publik), Camat (memimpin kecamatan, mengkoordinasi kelurahan/desa). (Bermakna: dikaitkan langsung dengan kehidupan nyata murid)
  • Murid diajak menyebutkan kembali minimal tiga nama pemimpin masyarakat dan satu tugas pokoknya masing-masing secara lisan bersama-sama, seperti kuis cepat yang menyenangkan.

Mengaplikasi (Bermakna, Menggembirakan):

  • Guru membacakan atau meminta murid membaca teks cerita 'Bu Maria' (Buku Siswa hlm. 126) tentang seorang pemimpin masyarakat yang melayani dengan tulus. Guru membacakan dengan ekspresif agar cerita hidup. (Menggembirakan: penyampaian cerita yang menarik)
  • Guru mengaitkan cerita dengan sabda Yesus: 'Aku datang untuk melayani, bukan untuk dilayani' — guru menjelaskan secara sederhana bahwa pemimpin yang baik meniru teladan Yesus yang mau melayani. (Bermakna: menghubungkan nilai iman dengan kehidupan nyata)
  • Murid bekerja berpasangan. Setiap pasangan mendapat selembar kertas berisi kolom nama pemimpin dan kolom tugasnya (tabel sederhana). Mereka mengisi bersama berdasarkan apa yang sudah dipelajari. Guru berkeliling memberi bimbingan. (Menggembirakan: kerja bersama teman)
  • Beberapa pasangan diminta mempresentasikan hasil tabel mereka di depan kelas secara lisan. Guru memberikan umpan balik positif dan melengkapi jika ada yang kurang tepat.

Merefleksi (Berkesadaran, Bermakna):

  • Guru mengajak murid duduk tenang dan menutup mata sejenak (30 detik). Guru membimbing: 'Bayangkan pemimpin masyarakat di sekitar rumahmu. Apa yang pernah mereka lakukan untukmu atau keluargamu?' (Berkesadaran: menghadirkan pengalaman nyata ke dalam kesadaran)
  • Guru mengajukan pertanyaan refleksi lisan: 'Mengapa Tuhan memberikan pemimpin masyarakat di sekitar kita? Apakah pemimpin yang baik adalah tanda kasih Tuhan kepada kita?' Murid bebas menjawab dengan kata-kata sendiri.
  • Setiap murid menuliskan satu kalimat di buku catatannya: 'Pemimpin masyarakat yang baik adalah berkat Tuhan karena...' (dilengkapi sendiri). Ini menjadi bukti pemahaman personal. (Bermakna: menginternalisasi nilai iman ke dalam ekspresi pribadi)
  • Guru mengajak murid untuk berkomitmen: 'Bagaimana cara kita menunjukkan rasa hormat kepada pemimpin masyarakat di sekitar kita?' — murid berbagi satu contoh tindakan nyata yang bisa mereka lakukan.

Penutup:

  • Guru bersama murid membuat rangkuman lisan bersama: menyebutkan kembali tiga pemimpin masyarakat dan tugas pokoknya, serta satu alasan mengapa pemimpin yang baik adalah karya keselamatan Allah.
  • Guru memberikan asesmen akhir lisan singkat: memanggil 3–4 murid secara acak untuk menjawab pertanyaan penutup (lihat bagian Asesmen Akhir).
  • Guru memberikan pesan moral singkat: 'Kita bersyukur kepada Tuhan atas para pemimpin masyarakat yang baik. Kita bisa menunjukkan rasa syukur itu dengan menghormati mereka.'
  • Guru menyampaikan tindak lanjut: 'Di rumah, tanyakan kepada orang tua nama ketua RT dan lurah di lingkungan kalian. Ceritakan satu hal yang sudah mereka lakukan untuk warga.'
  • Guru menutup pelajaran dengan doa syukur singkat bersama murid.

Diferensiasi:

  • Konten: Untuk murid yang belum mengenal pemimpin masyarakat di sekitarnya: guru menyediakan gambar berlabel lengkap (nama jabatan + gambar ikon tugas) sebagai referensi visual selama kegiatan. Untuk murid yang sudah sangat familiar: guru menantang mereka untuk menyebutkan pemimpin di tingkat yang lebih tinggi (bupati, gubernur) dan menghubungkannya dengan tema pelayanan.
  • Proses: Murid yang membutuhkan dukungan lebih: dibimbing guru atau teman sebaya saat mengisi tabel, dan cukup menyebutkan dua pemimpin dengan satu tugas masing-masing. Murid yang cepat memahami: diminta menjelaskan kaitan antara tugas pemimpin masyarakat dengan sabda Yesus 'melayani bukan dilayani' dalam satu paragraf pendek.
  • Produk: Murid yang membutuhkan dukungan: mengisi tabel sederhana (nama pemimpin — tugas) secara lisan atau tulisan singkat. Murid yang sudah berkembang: membuat mini-poster atau gambar sederhana yang menampilkan seorang pemimpin masyarakat dan satu tindakan pelayanannya, dilengkapi keterangan tertulis.

ASESMEN

Awal:

  • Pertanyaan lisan di awal pembelajaran: 'Siapa yang tahu nama ketua RT atau lurah di tempat tinggal kalian?' — untuk mengidentifikasi sejauh mana murid sudah mengenal pemimpin masyarakat di sekitarnya sebelum pembelajaran dimulai.
  • Pertanyaan lisan singkat: 'Apa yang biasanya dilakukan pemimpin masyarakat menurutmu?' — untuk menggali pengetahuan awal dan pengalaman nyata murid.

Proses:

  • Observasi oleh guru selama tanya jawab pengamatan gambar: apakah murid mampu menyebut nama dan tugas pemimpin masyarakat dengan benar.
  • Pengecekan hasil tabel berpasangan: guru berkeliling memeriksa apakah pasangan murid mengisi minimal tiga pemimpin masyarakat beserta tugas pokoknya dengan tepat.
  • Umpan balik saat presentasi: guru menilai kemampuan murid menjelaskan tugas pemimpin secara lisan dan memberikan koreksi atau penguatan langsung.

Akhir:

  • Pertanyaan lisan kepada 3–4 murid terpilih secara acak: 'Sebutkan tiga pemimpin masyarakat di sekitar kita dan satu tugas pokok mereka masing-masing!' — menilai TP 3.5.1.1.
  • Pertanyaan lisan: 'Mengapa pemimpin masyarakat yang baik bisa kita sebut sebagai wujud karya keselamatan Allah?' — menilai TP 3.5.1.2.
  • Kalimat refleksi tertulis di buku catatan: 'Pemimpin masyarakat yang baik adalah berkat Tuhan karena ...' — dinilai kelengkapan dan kesesuaian dengan materi.

Formatif:

  • Observasi partisipasi aktif murid selama tanya jawab pengamatan gambar
  • Hasil kerja berpasangan: tabel nama pemimpin masyarakat dan tugas pokoknya
  • Kalimat refleksi personal: 'Pemimpin masyarakat yang baik adalah berkat Tuhan karena ...'

Sumatif:

  • Pertanyaan lisan penutup: murid menyebutkan minimal tiga pemimpin masyarakat beserta satu tugas pokoknya
  • Pertanyaan lisan penutup: murid menjelaskan dengan kata-kata sendiri mengapa pemimpin masyarakat yang baik adalah wujud karya keselamatan Allah

RUBRIK PENILAIAN

AspekBelum BerkembangMulaiBerkembangSangat Berkembang
Menyebutkan pemimpin masyarakat dan tugas pokoknya (TP 3.5.1.1)Murid belum mampu menyebutkan satu pun nama pemimpin masyarakat atau tugas pokoknya meskipun sudah dibantu.Murid mampu menyebutkan satu atau dua pemimpin masyarakat, tetapi tugas pokoknya belum tepat atau tidak lengkap.Murid mampu menyebutkan tiga pemimpin masyarakat (RT, RW, lurah) beserta satu tugas pokok masing-masing dengan tepat.Murid mampu menyebutkan lebih dari tiga pemimpin masyarakat beserta tugas pokoknya secara lengkap dan tepat, serta mampu menjelaskan hubungan antara tugas pemimpin dengan pelayanan kepada warga.
Menjelaskan pemimpin masyarakat sebagai wujud karya keselamatan Allah (TP 3.5.1.2)Murid belum mampu menghubungkan pemimpin masyarakat dengan karya keselamatan Allah, bahkan setelah dibimbing.Murid menyebutkan bahwa pemimpin masyarakat adalah baik, tetapi belum dapat menjelaskan kaitannya dengan karya keselamatan Allah.Murid mampu menjelaskan bahwa pemimpin masyarakat yang baik adalah wujud kasih dan karya Allah dengan menggunakan kalimat sederhana yang sesuai.Murid mampu menjelaskan dengan keyakinan dan contoh konkret bahwa pemimpin masyarakat yang melayani adalah tanda karya keselamatan Allah, dengan mengaitkan teladan Yesus sebagai pemimpin yang melayani.
Partisipasi aktif dan sikap menghormati pemimpin masyarakatMurid tidak terlibat aktif dalam diskusi dan tidak menunjukkan sikap menghormati pemimpin masyarakat.Murid terlibat jika diminta saja dan mulai memahami pentingnya menghormati pemimpin masyarakat.Murid aktif berpartisipasi dalam tanya jawab dan diskusi, serta dapat menyebutkan satu cara nyata menghormati pemimpin masyarakat.Murid aktif dan antusias dalam seluruh kegiatan, dapat memberikan contoh nyata dari pengalaman pribadi, dan mengungkapkan komitmen untuk menghormati pemimpin masyarakat di lingkungannya.

REFLEKSI

Refleksi Guru:

  • Apakah semua murid mampu menyebutkan minimal tiga pemimpin masyarakat beserta tugas pokoknya di akhir pembelajaran? Jika belum, langkah apa yang perlu diperbaiki di pertemuan berikutnya?
  • Apakah metode pengamatan gambar dan tanya jawab cukup efektif untuk membantu murid memahami topik ini? Apakah perlu media tambahan seperti video pendek?
  • Apakah murid terlihat mampu menghubungkan nilai iman (karya keselamatan Allah) dengan kehidupan nyata mereka melalui cerita dan refleksi? Bagaimana kualitas jawaban refleksi mereka?
  • Apakah diferensiasi yang disiapkan sudah cukup menjangkau murid yang membutuhkan dukungan lebih maupun yang sudah sangat berkembang?

Refleksi Murid:

  • Apa nama tiga pemimpin masyarakat yang kamu ingat dari pelajaran hari ini? Apa tugas mereka?
  • Mengapa menurut kamu pemimpin masyarakat yang baik adalah tanda kasih Tuhan kepada kita?
  • Satu hal baru apa yang kamu pelajari hari ini tentang pemimpin masyarakat?
  • Bagaimana cara kamu akan menunjukkan rasa hormat kepada pemimpin masyarakat di sekitar tempat tinggalmu?

SUMBER BELAJAR

  1. Buku Siswa Pendidikan Agama Katolik dan Budi Pekerti untuk SD Kelas III (Susi Bonardy dan Yenny Suria, Kemendikbudristek 2022) — Bab V hlm. 124–132
  2. Buku Panduan Guru Pendidikan Agama Katolik dan Budi Pekerti untuk SD Kelas III — Bab 5 hlm. 158–168
  3. Gambar ilustrasi pemimpin masyarakat: ketua RT, ketua RW, lurah/kepala desa, camat (dicetak atau ditampilkan di layar)
  4. Lagu 'Ajarilah Kami' dari Ayo Puji Tuhan: Nyanyian Liturgi dan Rohani Anak no. 30, Komisi Liturgi Keuskupan Agung Semarang
  5. Lembar kerja berpasangan: tabel sederhana nama pemimpin masyarakat dan tugas pokoknya (disiapkan guru)
  6. Papan tulis atau layar proyektor untuk menampilkan gambar
  7. Alkitab/Kitab Suci (referensi sabda Yesus tentang melayani: Mat. 20:20–28)

Lihat & unduh lengkap

Masuk pakai Google untuk membuka modul ajar pertemuan ini secara penuh.

Apa isi pertemuan ini?

Dokumen mencakup tujuan pembelajaran terpilih, urutan kegiatan inti yang sudah disesuaikan dengan alokasi JP, serta pertanyaan pemantik dan asesmen formatif singkat. Cocok dipakai sebagai bahan persiapan tatap muka maupun lampiran supervisi.

Cara pakai pertemuan ini

Unduh DOCX, lalu sesuaikan nama sekolah, kepala sekolah, dan NIP. Bagian kegiatan inti bisa Bapak/Ibu kurangi atau tambah sesuai karakter siswa di kelas; tujuan pembelajaran sebaiknya tetap selaras dengan ATP induk.