MODUL AJAR Pendidikan Agama Katolik dan Budi Pekerti — Kelas 3 (Fase B) Topik: Bab 5 — Mewujudkan Iman Dalam Masyarakat INFORMASI UMUM| Mata Pelajaran | Pendidikan Agama Katolik dan Budi Pekerti |
|---|
| Fase / Kelas | Fase B / Kelas 3 |
|---|
| Topik | Bab 5 — Mewujudkan Iman Dalam Masyarakat |
|---|
| Alokasi Waktu | 25 JP (25 x 35 menit = 875 menit) |
|---|
| Jumlah Pertemuan | 9 |
|---|
| Tahun Ajaran | 2026/2027 |
|---|
| Semester | 2 |
|---|
TUJUAN PEMBELAJARAN- TP 3.5.1 Menceritakan contoh kebiasaan menghormati pemimpin masyarakat di lingkungan sekitar sebagai wujud penghayatan iman
- TP 3.5.2 Menunjukkan kebiasaan menghormati pemimpin masyarakat melalui sikap santun dalam kehidupan sehari-hari
- TP 3.5.3 Menunjukkan sikap menghargai tradisi masyarakat di lingkungan sekitar sebagai wujud perwujudan iman
- TP 3.5.4 Mempraktikkan tindakan melestarikan lingkungan alam di sekitar tempat tinggal sebagai wujud rasa syukur atas ciptaan Allah
PROFIL LULUSAN| Dimensi | Disasar |
|---|
| Keimanan dan Ketakwaan terhadap Tuhan Yang Maha Esa | ✓ | | Kewargaan | ✓ | | Penalaran Kritis | | | Kreativitas | | | Kolaborasi | ✓ | | Kemandirian | ✓ | | Kesehatan | | | Komunikasi | ✓ |
PERTANYAAN PEMANTIK- Siapakah pemimpin yang ada di lingkungan RT atau tempat tinggalmu?
- Apa saja perbuatan baik yang dilakukan oleh pemimpin lingkungan tersebut untuk warga?
- Bagaimana caramu menceritakan kebiasaan menghormati pemimpin masyarakat tersebut sebagai wujud rasa syukur kepada Tuhan?
- Bagaimana caramu bersikap ketika berpapasan atau bertemu dengan Pak RT di sekitar rumahmu?
- Mengapa menghormati pemimpin di lingkungan kita merupakan salah satu wujud melaksanakan ajaran iman kita?
- Bagaimana tutur kata yang kita sampaikan saat berpapasan dengan Ketua RT atau Pak Lurah?
- Mengapa kita perlu bertutur kata santun kepada pemimpin di lingkungan masyarakat kita?
- Bagaimana sikap tubuh kita ketika berpapasan atau bertemu dengan Ketua RT di jalan?
- Mengapa kita perlu bersikap santun dan tertib saat ada kegiatan bersama pemimpin masyarakat di lingkungan kita?
- Tradisi adat atau perayaan apa saja yang ada di daerah tempat tinggalmu?
- Bagaimana teladan Yesus dan keluarga-Nya dalam menghormati tradisi masyarakat Yahudi?
- Bagaimana caramu menunjukkan sikap menghargai teman yang sedang menjalankan tradisi sukunya?
- Apa contoh tradisi perayaan yang biasa dirayakan oleh warga di lingkungan tempat tinggalmu?
- Bagaimana caramu bersikap santun dan menghargai saat tetangga sedang mengadakan tradisi perayaan tersebut?
- Bagaimana keadaan lingkungan alam ciptaan Tuhan di sekitar kita jika banyak sampah berserakan?
- Apa tindakan nyata yang dapat kita lakukan bersama untuk menjaga kebersihan lingkungan alam sebagai rasa syukur kepada Tuhan?
- Mengapa tanaman dan lingkungan di sekitar kita perlu disiram dan dirawat dengan baik?
- Bagaimana cara kita mempraktikkan rasa syukur kepada Allah Sang Pencipta melalui tindakan merawat tanaman di sekitar kita?
- Bagaimana cara kita menghormati pemimpin rukun tetangga dan menghargai tradisi yang ada di masyarakat sebagai wujud iman kita?
- Mengapa menjaga kebersihan halaman dan merawat tanaman di lingkungan sekitar menjadi bentuk rasa syukur kita kepada Allah Sang Pencipta?
KEGIATAN PEMBELAJARANPertemuan 1 — Menceritakan Contoh Peran dan Pengabdian Pemimpin Masyarakat di Lingkungan Sekitar sebagai Wujud Penghayatan Iman — 3 JP (3 x 35 menit = 105 menit)Tujuan Pertemuan:- TP 3.5.1 Menceritakan contoh kebiasaan menghormati pemimpin masyarakat di lingkungan sekitar sebagai wujud penghayatan iman
Pendahuluan:- Guru membuka pembelajaran dengan menyapa murid, memeriksa kehadiran, dan mengajak berdoa pembuka: 'Allah yang Mahakasih, bimbinglah kami hari ini agar mampu mengenal dan menceritakan teladan pemimpin masyarakat kami demi kemuliaan-Mu. Amin.' (5 menit).
- Guru menyampaikan tujuan pembelajaran pertemuan ini, yaitu menceritakan contoh kebiasaan menghormati pemimpin masyarakat di lingkungan sekitar sebagai wujud penghayatan iman (5 menit).
- Asesmen awal diagnostik lisan: Guru membacakan 2 situasi singkat tentang pemimpin RT dan meminta murid menjawab (10 menit). Situasi 1: 'Pak RT mengumpulkan warga untuk membersihkan selokan yang tersumbat.' Pertanyaan: Siapa pemimpin dalam cerita ini dan apa peran pengabdiannya? (Acuan jawaban: Tokoh: Ketua RT / Pak RT; Peran/pengabdian: Memimpin/mengajak kerja bakti membersihkan selokan). Situasi 2: 'Ketika Pak RW lewat di depan anak-anak yang sedang bermain sepeda, Budi berhenti sejenak dan tersenyum menyapa Pak RW.' Pertanyaan: Apa contoh kebiasaan menghormati pemimpin yang dilakukan Budi? (Acuan jawaban: Berhenti bermain sejenak dan menyapa dengan ramah).
Kegiatan Inti:Memahami (Berkesadaran, Bermakna):- Murid menyimak kisah 'Ibu Maria, Pemimpin yang Melayani' (kisah ketua RT yang sigap menolong warga saat tertimpa musibah kebakaran dan mengayomi warga dengan tulus) serta mendengarkan peneguhan Sabda Yesus: 'Anak Manusia datang bukan untuk dilayani, melainkan untuk melayani' (Matius 20:28) (15 menit).
- Murid bersama guru mengidentifikasi 3 contoh peran dan pengabdian pemimpin masyarakat di lingkungan sekitar serta 3 contoh tindakan menghormatinya berdasarkan bacaan dan kenyataan hidup sehari-hari (Acuan peran pemimpin: menggerakkan kerja bakti, menyelesaikan perselisihan warga, mengurus administrasi warga; Acuan tindakan menghormati: menyapa saat berpapasan, mendengarkan imbauan dalam musyawarah RT, mematuhi jadwal ronda malam/aturan lingkungan) (15 menit).
Mengaplikasi (Menggembirakan, Bermakna):- Permainan menggembirakan 'Estafet Kotak Teladan Pemimpin': Murid bernyanyi lagu rohani anak 'Ajarilah Kami' sambil mengoper kotak bergambar teladan. Saat lagu berhenti, murid yang memegang kotak mengambil 1 dari 4 kartu peran pemimpin masyarakat, membacanya nyaring, lalu langsung menceritakan 1 contoh kebiasaan warga/anak dalam menghormati peran pemimpin tersebut (Kartu 1: 'Ketua RT mengumumkan imbauan memilah sampah' -> contoh menghormati: mematuhi imbauan dengan membuang sampah sesuai tempatnya; Kartu 2: 'Ketua RW berkunjung memeriksa keamanan pos ronda' -> contoh menghormati: memberi salam santun dan menyambut kehadirannya; Kartu 3: 'Lurah memimpin apel kesiapsiagaan banjir' -> contoh menghormati: mendengarkan arahan dengan tertib tanpa membuat gaduh; Kartu 4: 'Ketua RT membantu warga yang sedang sakit mengurus rujukan' -> contoh menghormati: mengucapkan terima kasih dan mendoakan kesehatannya) (15 menit).
- Murid secara berpasangan saling menceritakan contoh nyata kebiasaan menghormati pemimpin masyarakat di lingkungan tempat tinggal masing-masing (misalnya ketua RT/RW) sebagai wujud penghayatan iman kepada Tuhan (15 menit).
Merefleksi (Berkesadaran):- Murid mengheningkan cipta sejenak dan merenungkan perwujudan imannya: apakah selama ini sudah memiliki kebiasaan menyapa dan menghormati pemimpin masyarakat yang melayani di lingkungannya (10 menit).
- Dua orang perwakilan murid menceritakan secara lisan di depan kelas hasil refleksinya mengenai contoh kebiasaan menghormati ketua RT/RW di lingkungannya dengan acuan mencakup nama figur pemimpin, tindakan pengabdian yang dilakukan, serta wujud rasa hormat yang ditunjukkan (5 menit).
Penutup:- Guru bersama murid menyimpulkan bahwa menghormati pemimpin masyarakat yang melayani dengan tulus merupakan wujud nyata pelaksanaan iman kita kepada Allah yang menghendaki ketertiban dan kasih di tengah masyarakat (5 menit).
- Guru memberikan umpan balik atas kegiatan menceritakan contoh kebiasaan menghormati pemimpin masyarakat, serta menutup pertemuan dengan doa syukur bersama (5 menit).
Diferensiasi:- Konten: Murid yang membutuhkan bimbingan diberikan kartu panduan bergambar peran Ketua RT/RW dan kata bantu cerita (misal: 'Pak RT berjasa...', 'Saya menghormatinya dengan cara...'), sedangkan murid yang sudah mahir menceritakan contoh pengabdian pemimpin masyarakat yang lebih luas hingga tingkat kelurahan.
- Proses: Murid yang lancar menceritakan secara mandiri dengan alur yang lengkap, sementara murid yang masih ragu didampingi dengan pertanyaan pancingan terstruktur oleh guru saat latihan berpasangan.
- Produk: Semua murid mencapai target menceritakan contoh kebiasaan menghormati pemimpin masyarakat, baik melalui penuturan 2 kalimat terpandu maupun penuturan narasi utuh 4 kalimat.
Asesmen Pertemuan:Awal:- Guru mengajukan 2 pertanyaan lisan diagnostik: (1) 'Pak RT memimpin warganya membersihkan selokan yang tersumbat, apa peran pemimpin tersebut?' (Kriteria penerimaan/acuan: Menjawab perannya memimpin/menggerakkan kerja bakti warga demi kebersihan lingkungan); (2) 'Bagaimana caramu bersikap sopan jika berpapasan dengan ketua RT di jalan?' (Kriteria penerimaan/acuan: Menjawab memberi salam, tersenyum, atau menyapa dengan sopan sebagai contoh kebiasaan menghormati pemimpin).
Proses:- Pengamatan unjuk kerja murid saat menceritakan contoh kebiasaan menghormati pemimpin masyarakat berdasarkan kartu skenario (Daftar kartu: 1. Imbauan pilah sampah -> patuh memilah sampah; 2. RW tinjau pos ronda -> menyapa dengan santun; 3. Lurah pimpin arahan -> mendengarkan tertib; 4. RT bantu warga sakit -> berterima kasih dan mendoakan) dan saat sesi berbagi cerita berpasangan.
Akhir Pertemuan:- Cek pemahaman lisan penutup: Guru meminta murid menyebutkan 1 contoh figur pemimpin lingkungan (RT/RW), 1 tugas pengabdiannya, dan 1 contoh kebiasaan menghormatinya sebagai ungkapan syukur kepada Tuhan (Kriteria penerimaan: Jawaban memuat figur pemimpin masyarakat yang nyata, menyebut pengabdian yang melayani warga, dan menyebut minimal 1 tindakan hormat yang konkret seperti menyapa, mematuhi imbauan, atau mendoakannya).
Formatif:- Tanya jawab lisan diagnostik di awal pembelajaran
- Observasi unjuk kerja menceritakan contoh kebiasaan menghormati pemimpin masyarakat pada kegiatan estafet kartu dan cerita berpasangan
Rubrik Pertemuan:| Aspek | Belum Berkembang | Mulai | Berkembang | Sangat Berkembang |
|---|
| Menceritakan contoh kebiasaan menghormati pemimpin masyarakat sebagai wujud penghayatan iman | Belum mampu menceritakan contoh kebiasaan menghormati pemimpin masyarakat meskipun telah diberikan pertanyaan pemantik dan bantuan kartu cerita. | Mampu menceritakan 1 contoh kebiasaan menghormati pemimpin masyarakat di lingkungan sekitar tetapi masih memerlukan bimbingan penuh/pertanyaan pancingan guru. | Mampu menceritakan minimal 1-2 contoh kebiasaan menghormati pemimpin masyarakat di lingkungan sekitar secara jelas dan tepat sesuai konteks pengabdian pemimpin. | Mampu menceritakan lebih dari 2 contoh kebiasaan menghormati pemimpin masyarakat di lingkungan sekitar secara runtut, tepat, mandiri, dan mengaitkannya dengan wujud penghayatan iman. |
Refleksi Pertemuan:Guru:- Apakah seluruh murid telah aktif menceritakan contoh kebiasaan menghormati pemimpin masyarakat melalui permainan estafet dan cerita berpasangan?
- Bagian mana dari langkah pembelajaran yang paling membantu murid memahami nilai pelayanan seorang pemimpin masyarakat?
Murid:- Apa hal baru yang kamu pelajari tentang tugas dan pengabdian para pemimpin masyarakat di sekitarmu?
- Sikap hormat apa yang akan kamu ceritakan dan biasakan kepada ketua RT atau RW di lingkunganmu mulai hari ini?
Pertemuan 2 — Menceritakan Contoh Kebiasaan Menghormati Pemimpin Masyarakat di Lingkungan Sekitar sebagai Wujud Penghayatan Iman — 3 JP (3 x 35 menit = 105 menit)Tujuan Pertemuan:- TP 3.5.1 Menceritakan contoh kebiasaan menghormati pemimpin masyarakat di lingkungan sekitar sebagai wujud penghayatan iman
Pendahuluan:- Guru membuka pembelajaran dengan menyapa murid, mengajak berdoa bersama memohon bimbingan Roh Kudus, dan mengecek kehadiran murid (5 menit).
- Guru menyampaikan tujuan pembelajaran pertemuan hari ini, yaitu menceritakan contoh-contoh kebiasaan menghormati pemimpin masyarakat di lingkungan sekitar sebagai wujud penghayatan iman (5 menit).
- Guru melaksanakan asesmen awal diagnostik singkat melalui pertanyaan lisan: 'Sebutkan 1 contoh tindakan sederhana ketika kamu bertemu Pak RT/Pak RW di jalan!' untuk memetakan kesiapan awal murid (acuan jawaban: menyapa, tersenyum, memberi salam dengan sopan) (5 menit).
Kegiatan Inti:Memahami (Bermakna, Berkesadaran):- Murid menyimak ulasan teks narasi sederhana tentang pengalaman keluarga mengundang Pak RT dalam pertemuan warga serta keteladanan ajaran Yesus yang melayani sesama, kemudian mengidentifikasi 3 wujud kebiasaan menghormati pemimpin: (1) Menyapa dengan sopan saat berpapasan, (2) Mendengarkan dan mematuhi imbauan/arahan kegiatan warga seperti kerja bakti, (3) Mendoakan para pemimpin masyarakat agar bijaksana dalam memimpin (15 menit).
- Guru mengadakan permainan kartu ceria 'Tebak Sikap Menghormati Pemimpin' di mana guru membacakan 4 pernyataan situasi: (1) Menyapa Pak RW dengan ramah saat lewat di depan rumahnya, (2) Berpura-pura tidak melihat ketika Pak RT lewat, (3) Ikut hadir mendengarkan arahan ketua RT saat kerja bakti bersama orang tua, (4) Mengabaikan pengumuman kerja bakti dari Pak RT; lalu murid bersama-sama mengangkat tanda jempol ke atas jika merupakan kebiasaan menghormati atau jempol ke bawah jika bukan (acuan: pernyataan 1 dan 3 adalah menghormati; pernyataan 2 dan 4 bukan menghormati) (15 menit).
Mengaplikasi (Menggembirakan, Bermakna):- Murid duduk berpasangan dan melakukan kegiatan saling menceritakan contoh kebiasaan menghormati pemimpin masyarakat yang pernah dilakukan atau disaksikan di lingkungan tempat tinggal masing-masing dengan panduan alur cerita: siapa pemimpin yang dihormati (Pak RT/Pak RW/Kepala Desa), apa tindakan hormat yang dilakukan, dan alasan melakukannya sebagai perwujudan iman Katolik (20 menit).
- Secara mandiri, murid menceritakan secara lisan ke depan kelas atau secara bergantian dalam lingkaran kecil mengenai 2 contoh nyata kebiasaan menghormati pemimpin masyarakat di sekitarnya sebagai wujud iman (acuan cerita yang dapat diterima: memuat identitas pemimpin seperti ketua RT/RW/Lurah/Kepala Dusun, bentuk tindakan hormat konkret seperti memberi salam/mendengarkan imbauan/mendoakan tugasnya, serta alasan iman seperti menjalankan perintah Tuhan untuk saling mengasihi dan menghormati sesama) (20 menit).
Merefleksi (Berkesadaran):- Murid diajak hening sejenak untuk merenungkan kebiasaan diri sendiri selama ini terhadap para pemimpin masyarakat di lingkungan tempat tinggalnya (5 menit).
- Murid mengucapkan satu komitmen lisan sederhana di hadapan guru dan teman, misalnya: 'Saya berjanji akan selalu menyapa Pak RT dengan sopan sebagai tanda hormat dan wujud imanku' (5 menit).
Penutup:- Guru bersama murid menyimpulkan bahwa menghormati pemimpin masyarakat (seperti Pak RT dan RW) lewat sapaan santun, mematuhi nasihat baik, dan mendoakan tugas mereka adalah wujud nyata iman yang hidup di tengah masyarakat (5 menit).
- Guru memberikan umpan balik atas cerita yang telah disampaikan murid, memotivasi pembiasaan sikap hormat dalam kehidupan sehari-hari, lalu menutup pertemuan dengan doa bersama bersyukur atas para pemimpin masyarakat (5 menit).
Diferensiasi:- Konten: Menyediakan kartu panduan bergambar situasi menghormati pemimpin bagi murid yang membutuhkan bantuan visual concretization.
- Proses: Murid yang membutuhkan bimbingan diberikan pertanyaan pemandu bertahap saat menceritakan contoh kebiasaan, sedangkan murid yang lebih cepat diberikan kesempatan menceritakan variasi contoh kebiasaan menghormati pemimpin di tingkat yang lebih luas (misalnya ketua RW atau Kepala Desa).
- Produk: Murid dapat menceritakan contoh kebiasaan secara lisan langsung kepada guru secara perorangan atau di depan kelompok belajarnya.
Asesmen Pertemuan:Awal:- Tanya jawab lisan diagnostik di awal pembelajaran: 'Sebutkan 1 contoh tindakan sederhana ketika kamu berpapasan dengan ketua RT di lingkungan tempat tinggalmu!' (Kriteria penerimaan: jawaban menyebutkan tindakan menghormati nyata seperti mengucapkan salam, membungkukkan badan tanda hormat, menyapa dengan ramah, atau tersenyum sopan).
Proses:- Penilaian performa lisan murid saat menceritakan contoh kebiasaan menghormati pemimpin masyarakat berdasarkan rubrik (memuat tindakan menghormati konkret dan keterkaitannya dengan penghayatan iman).
Akhir Pertemuan:- Cek pemahaman lisan penutup: Guru menunjuk 2-3 murid untuk menyebutkan kembali 2 contoh kebiasaan menghormati pemimpin masyarakat di lingkungan sekitar yang telah dipelajari (acuan jawaban: 1. Menyapa atau memberi salam saat bertemu; 2. Mendengarkan dan menaati aturan/arahan kebersihan atau keamanan lingkungan dari pemimpin; 3. Mendoakan keselamatan dan kelancaran tugas pemimpin masyarakat).
Formatif:- Observasi unjuk kerja menceritakan contoh kebiasaan menghormati pemimpin masyarakat di lingkungan sekitar sebagai wujud penghayatan iman.
Rubrik Pertemuan:| Aspek | Belum Berkembang | Mulai | Berkembang | Sangat Berkembang |
|---|
| Menceritakan contoh kebiasaan menghormati pemimpin masyarakat sebagai wujud penghayatan iman | Belum mampu menceritakan contoh kebiasaan menghormati pemimpin masyarakat di lingkungan sekitar meskipun telah diberikan bimbingan. | Menceritakan 1 contoh kebiasaan menghormati pemimpin masyarakat di lingkungan sekitar dengan bantuan pertanyaan pemandu guru, namun belum mengaitkannya dengan wujud penghayatan iman. | Menceritakan secara mandiri 2 contoh kebiasaan menghormati pemimpin masyarakat di lingkungan sekitar (seperti menyapa sopan, mematuhi imbauan/kerja bakti, atau mendoakan) disertai alasan sederhana sebagai wujud penghayatan iman. | Menceritakan secara mandiri dan lengkap lebih dari 2 contoh kebiasaan menghormati pemimpin masyarakat di berbagai situasi (sehari-hari dan kegiatan warga) dengan penjelasan yang jelas mengenai kaitannya dengan wujud penghayatan iman. |
Refleksi Pertemuan:Guru:- Apakah seluruh murid sudah percaya diri dan mampu menceritakan contoh konkret kebiasaan menghormati pemimpin masyarakat?
- Bagaimana keterlibatan murid selama permainan tebak sikap dan latihan menceritakan secara berpasangan?
Murid:- Apa hal baru yang kamu pelajari tentang cara menghormati bapak/ibu ketua RT atau RW di lingkungan rumahmu?
- Apakah kamu merasa senang dan bersyukur dapat menceritakan kebiasaan baik menghormati pemimpin masyarakat?
Pertemuan 3 — Menunjukkan Kebiasaan Menghormati Pemimpin Masyarakat Melalui Sikap Santun saat Bertutur Kata — 2 JP (2 x 35 menit = 70 menit)Tujuan Pertemuan:- TP 3.5.2 Menunjukkan kebiasaan menghormati pemimpin masyarakat melalui sikap santun dalam kehidupan sehari-hari
Pendahuluan:- Guru membuka pelajaran dengan menyapa murid, mengajak berdoa bersama mengucap syukur atas para pemimpin masyarakat, dan memeriksa presensi (4 menit).
- Guru menyampaikan tujuan pembelajaran pertemuan ini, yaitu menunjukkan kebiasaan menghormati pemimpin masyarakat melalui sikap santun saat bertutur kata (3 menit).
- Guru melakukan asesmen diagnostik singkat dengan menunjukkan 2 contoh kalimat sapaan: (1) 'Hei Pak RT, minta tanda tangan dong!' dan (2) 'Selamat siang Pak RT, mohon maaf mengganggu waktunya, bolehkah saya meminta tanda tangan?'. Murid diminta menunjukkan kalimat mana yang mencerminkan tutur kata santun (acuan benar: kalimat 2) (3 menit).
Kegiatan Inti:Memahami (Berkesadaran, Bermakna):- Murid menyimak penjelasan guru tentang bentuk-bentuk tutur kata santun kepada pemimpin masyarakat (menyapa dengan sebutan hormat, mengucapkan salam, menggunakan kata 'tolong', 'maaf', dan 'terima kasih') (10 menit).
- Murid secara berpasangan mencermati 4 kartu ucapan yang dibagikan guru: Kartu A ('Selamat sore Pak Dukuh, terima kasih sudah membantu desa kami'), Kartu B ('Pak RW, urusin lampu jalan yang mati cepat!'), Kartu C ('Permisi Bu RT, apakah saya boleh bertanya?'), dan Kartu D ('Hei Lurah, ke mana saja baru kelihatan?'). Murid memilah kartu mana yang termasuk tutur kata santun dan mana yang tidak santun (acuan: Santun = Kartu A dan Kartu C; Tidak Santun = Kartu B dan Kartu D) (10 menit).
Mengaplikasi (Menggembirakan, Bermakna):- Guru mengadakan permainan tantangan berpasangan 'Kata Santun untuk Pemimpin'. Setiap pasangan menerima 3 lembar skenario situasi: Skenario 1 (Bertemu Ketua RT saat berjalan di jalan desa di pagi hari), Skenario 2 (Menyampaikan pesan titipan orang tua kepada Ibu RW), dan Skenario 3 (Menerima bantuan/pelayanan dari Kepala Desa). Setiap murid menunjukkan tutur kata santun yang tepat untuk ketiga skenario tersebut secara lisan kepada pasangannya secara bergantian (acuan kriteria santun: memuat sapaan/salam hormat dan kata santun seperti 'selamat pagi/siang', 'permisi/mohon maaf', dan 'terima kasih') (15 menit).
- Guru berkeliling mengamati setiap murid saat menunjukkan tutur kata santun dalam ketiga skenario tersebut menggunakan lembar ceklis observasi formatif (10 menit).
Merefleksi (Berkesadaran):- Murid merenungkan perasaannya saat membiasakan tutur kata santun kepada pemimpin masyarakat sebagai wujud iman katolik yang menghargai sesama dan pemimpin (5 menit).
Penutup:- Guru bersama murid menyimpulkan kembali contoh-contoh kebiasaan bertutur kata santun kepada pemimpin masyarakat (selamat pagi/siang, permisi, tolong, terima kasih, mohon maaf) (5 menit).
- Guru memberikan umpan balik atas latihan tutur kata santun yang telah dilakukan dan menutup pertemuan dengan doa penutup (5 menit).
Diferensiasi:- Konten: Menyediakan kartu contoh kata santun dengan teks sederhana berpola jelas untuk murid yang memerlukan bimbingan membaca.
- Proses: Murid yang membutuhkan bimbingan berlatih menunjukkan tutur kata santun dengan kalimat rintisan terbimbing (misal: 'Selamat pagi, Pak...'), sedangkan murid yang sudah mahir langsung merangkai kalimat santun lengkap secara mandiri pada ketiga skenario.
- Produk: Murid menunjukkan tutur kata santun secara lisan langsung kepada teman atau guru.
Asesmen Pertemuan:Awal:- Pengecekan kesiapan lisan membedakan tutur kata santun dan tidak santun dari 2 contoh kalimat: (1) 'Hei Pak RT, minta tanda tangan dong!' dan (2) 'Selamat siang Pak RT, mohon maaf mengganggu waktunya, bolehkah saya meminta tanda tangan?' (acuan: kalimat 2 adalah kalimat santun, kalimat 1 tidak santun).
Proses:- Ceklis unjuk kerja menunjukkan tutur kata santun pada 3 skenario situasi: Skenario 1 (menyapa Ketua RT di pagi hari), Skenario 2 (menyampaikan pesan ke Ibu RW), dan Skenario 3 (menerima bantuan/pelayanan dari Kepala Desa). Acuan ketercapaian: menyebut sapaan hormat ('Pak/Bu'), salam ('Selamat pagi/siang/sore'), atau kata kesantunan ('permisi/maaf/terima kasih') pada setiap skenario.
Akhir Pertemuan:- Cek pemahaman lisan di akhir pertemuan: murid diminta menunjukkan 1 kalimat santun saat berpapasan dengan Ketua RT di jalan (acuan kriteria: memuat salam 'selamat pagi/siang/sore' dan sapaan hormat 'Pak RT').
Formatif:- Observasi unjuk kerja saat permainan berpasangan menunjukkan tutur kata santun dalam 3 skenario situasi menghadapi pemimpin masyarakat.
Rubrik Pertemuan:| Aspek | Belum Berkembang | Mulai | Berkembang | Sangat Berkembang |
|---|
| Menunjukkan kebiasaan santun saat bertutur kata kepada pemimpin masyarakat | Belum mampu menunjukkan tutur kata santun pada ketiga skenario situasi (0 dari 3 skenario tepat sesuai acuan kriteria kesantunan). | Menunjukkan tutur kata santun secara tepat hanya pada 1 dari 3 skenario situasi sesuai acuan kriteria kesantunan dengan bantuan arahan guru. | Menunjukkan tutur kata santun secara tepat pada 2 dari 3 skenario situasi sesuai acuan kriteria kesantunan secara mandiri. | Menunjukkan tutur kata santun secara tepat pada seluruh 3 skenario situasi sesuai acuan kriteria kesantunan secara mandiri dan konsisten. |
Refleksi Pertemuan:Guru:- Apakah seluruh murid aktif terlibat dalam permainan pasangan menunjukkan tutur kata santun?
- Apakah skenario situasi yang disediakan cukup kontekstual dan mudah dipahami oleh murid kelas 3?
Murid:- Apakah aku sudah bisa bertutur kata santun saat bertemu atau berbicara dengan pemimpin di sekitarku?
- Bagian mana dari latihan bertutur kata santun tadi yang paling menyenangkan bagiku?
Pertemuan 4 — Menunjukkan Kebiasaan Menghormati Pemimpin Masyarakat Melalui Sikap Santun saat Berperilaku Sehari-hari — 2 JP (2 x 35 menit = 70 menit)Tujuan Pertemuan:- TP 3.5.2 Menunjukkan kebiasaan menghormati pemimpin masyarakat melalui sikap santun dalam kehidupan sehari-hari
Pendahuluan:- Guru menyapa murid, mengajak berdoa pembuka bersama memohon rahmat kerendahan hati, dan menyanyikan lagu 'Ajarilah Kami' (5 menit).
- Guru melakukan asesmen awal diagnostik singkat dengan menunjukkan 2 gambar perilaku saat berpapasan dengan Ketua RT: Gambar A (berjalan menundukkan badan sedikit dan tersenyum) dan Gambar B (berlari kencang memotong jalan sambil berteriak), lalu murid diminta memilih gambar mana yang menunjukkan sikap santun berperilaku (acuan: Gambar A menunjukkan perilaku santun, Gambar B perilaku tidak santun) (5 menit).
Kegiatan Inti:Memahami (Bermakna):- Murid mengamati lembar panduan bergambar tentang contoh sikap santun dalam berperilaku sehari-hari terhadap pemimpin masyarakat (misalnya Ketua RT/RW): (1) Menundukkan badan sedikit saat berjalan di depan Ketua RT yang sedang duduk/berbincang; (2) Duduk dengan tertib dan tidak membuat kegaduhan saat menghadiri pertemuan warga di balai RT; (3) Menerima surat undangan warga dari Ketua RT dengan menggunakan tangan kanan (10 menit).
- Guru membimbing peneguhan bahwa menghormati pemimpin masyarakat melalui perilaku santun merupakan wujud nyata pengamalan iman katolik, meneladani Yesus yang mengajarkan kerendahan hati dan saling menghormati sesama (5 menit).
Mengaplikasi (Menggembirakan):- Murid memainkan simulasi/permainan peran tantangan 'Langkah Santun Warga Beriman': murid secara bergiliran mempraktikkan langsung sikap santun berperilaku pada 3 stasiun situasi nyata: Stasiun 1 (berjalan santun melewati guru yang berperan sebagai Ketua RT), Stasiun 2 (menerima lembar pengumuman dari Ketua RT dengan tangan kanan dan sikap tubuh tegak santun), dan Stasiun 3 (sikap duduk tertib tenang saat Ketua RT memberikan arahan) (acuan perilaku benar: Stasiun 1 menundukkan badan sedikit saat melintas; Stasiun 2 menerima menggunakan tangan kanan; Stasiun 3 duduk tenang tanpa membuat kegaduhan) (15 menit).
- Murid mengerjakan lembar kerja klasifikasi 4 kartu perilaku berikut: Kartu 1 'Menundukkan badan sedikit saat lewat di depan Pak RT yang sedang bercakap-cakap', Kartu 2 'Menerima edaran surat RT dengan tangan kiri sambil membuang muka', Kartu 3 'Duduk tertib mendengarkan sambutan Ketua RW di balai warga', Kartu 4 'Berlari-lari dan berteriak gaduh saat rapat warga berlangsung' (acuan kunci: Kartu 1 dan 3 masuk kolom 'Perilaku Santun Menghormati Pemimpin'; Kartu 2 dan 4 masuk kolom 'Perilaku Tidak Santun') (15 menit).
Merefleksi (Berkesadaran):- Murid mengheningkan cipta sejenak dan merenungkan apakah selama ini dirinya sudah membiasakan perilaku santun saat bertemu pengurus RT/RW di lingkungan rumahnya (5 menit).
Penutup:- Murid bersama guru menyimpulkan pentingnya membiasakan perilaku santun kepada pemimpin masyarakat dalam kehidupan sehari-hari sebagai cerminan iman yang hidup (5 menit).
- Guru memberikan umpan balik penguatan terhadap unjuk kerja simulasi dan lembar klasifikasi murid, kemudian menutup sesi pembelajaran dengan doa syukur singkat (5 menit).
Diferensiasi:- Konten: Menyediakan lembar klasifikasi dengan ilustrasi visual pendukung bagi murid yang membutuhkan bantuan membaca teks.
- Proses: Bagi murid yang masih ragu, guru memberikan bimbingan dan contoh peragaan langsung pada stasiun simulasi; bagi murid yang sudah mandiri, murid langsung menyelesaikan ketiga stasiun simulasi secara mandiri.
- Produk: Murid dapat menunjukkan pemahaman perilaku santun melalui peragaan langsung di stasiun simulasi maupun melalui ketepatan mengelompokkan kartu perilaku.
Asesmen Pertemuan:Awal:- Diagnostik visual memilih gambar perilaku santun saat berpapasan dengan Ketua RT dari 2 opsi gambar: Gambar A (berjalan menundukkan badan sedikit dan tersenyum) dan Gambar B (berlari kencang memotong jalan sambil berteriak) (acuan: Gambar A = perilaku santun, Gambar B = perilaku tidak santun)
Proses:- Formatif unjuk kerja simulasi: Murid mempraktikkan sikap santun pada 3 stasiun situasi (Stasiun 1: melintas dengan menundukkan badan sedikit; Stasiun 2: menerima pengumuman dengan tangan kanan; Stasiun 3: duduk tertib mendengarkan). Acuan: tepat mempraktikkan perilaku santun di ketiga stasiun.
- Formatif klasifikasi kartu: Murid mengelompokkan 4 kartu perilaku ke kolom 'Perilaku Santun Menghormati Pemimpin' atau 'Perilaku Tidak Santun'. Acuan: Kartu 1 (menundukkan badan saat lewat) = Santun; Kartu 2 (menerima surat dengan tangan kiri sambil membuang muka) = Tidak Santun; Kartu 3 (duduk tertib mendengarkan sambutan) = Santun; Kartu 4 (berlari dan berteriak gaduh saat rapat) = Tidak Santun.
Akhir Pertemuan:- Cek pemahaman lisan di akhir kegiatan: Murid diminta menyebutkan 1 contoh tindakan nyata sikap santun yang akan dilakukannya bila sore ini berpapasan dengan Ketua RT di jalan (kriteria penerimaan: menyebutkan perilaku tubuh santun yang relevan, seperti menundukkan badan sedikit, menyapa dengan membungkuk sopan, atau tersenyum sambil mengangguk hormat).
Formatif:- Pengamatan unjuk kerja simulasi sikap santun berperilaku di 3 stasiun situasi nyata
- Pemeriksaan ketepatan pengelompokan 4 kartu perilaku santun pada lembar kerja
Rubrik Pertemuan:| Aspek | Belum Berkembang | Mulai | Berkembang | Sangat Berkembang |
|---|
| Menunjukkan kebiasaan menghormati pemimpin masyarakat melalui sikap santun saat berperilaku sehari-hari | Belum mampu mempraktikkan perilaku santun pada stasiun simulasi (0 dari 3 stasiun tepat) dan hanya tepat mengelompokkan paling banyak 1 dari 4 kartu perilaku sesuai acuan. | Mampu mempraktikkan perilaku santun pada 1-2 stasiun simulasi dengan arahan berulang dari guru, serta tepat mengelompokkan 2 dari 4 kartu perilaku sesuai acuan. | Mampu mempraktikkan perilaku santun pada seluruh 3 stasiun simulasi (menundukkan badan, menerima dengan tangan kanan, duduk tertib) secara tepat dengan sedikit bimbingan, serta tepat mengelompokkan minimal 3 dari 4 kartu perilaku sesuai acuan. | Mampu mempraktikkan perilaku santun pada seluruh 3 stasiun simulasi secara tepat dan mandiri tanpa bimbingan, serta tepat mengelompokkan seluruh 4 kartu perilaku (Kartu 1 dan 3 di kolom santun; Kartu 2 dan 4 di kolom tidak santun) tanpa kekeliruan. |
Refleksi Pertemuan:Guru:- Apakah seluruh murid telah mampu menunjukkan sikap santun secara ragawi/perilaku dalam situasi simulasi berhadapan dengan figur pemimpin masyarakat?
- Bagaimana keterlibatan murid dalam aktivitas simulasi stasiun peran, apakah sudah menciptakan suasana belajar yang bermakna dan menggembirakan?
Murid:- Perilaku santun apa yang paling mudah aku lakukan ketika bertemu dengan Ketua RT atau RW di sekitar rumahku?
- Apakah aku sudah bisa duduk tenang dan tertib saat ada orang tua atau pemimpin masyarakat berbicara di depanku?
Pertemuan 5 — Menunjukkan Sikap Menghargai Keragaman Tradisi Masyarakat di Lingkungan Sekitar sebagai Perwujudan Iman — 3 JP (3 x 35 menit = 105 menit)Tujuan Pertemuan:- TP 3.5.3 Menunjukkan sikap menghargai tradisi masyarakat di lingkungan sekitar sebagai wujud perwujudan iman
Pendahuluan:- Guru menyapa murid, mengajak membuat tanda salib dan berdoa bersama: 'Allah Yang Mahabaik, hari ini kami mau belajar mengenal keragaman tradisi masyarakat kami. Berkatilah agar kami mampu menunjukkan rasa hormat kepada sesama ciptaan-Mu. Amin.' (5 menit)
- Guru melakukan diagnostik awal lisan dengan memperlihatkan 3 kartu nama tradisi: (1) Naik Dango/Gawai Dayak di Kalimantan, (2) Sekaten/Grebeg di Jawa, dan (3) Tari Kecak di Bali, lalu meminta murid menyebutkan apakah tradisi-tradisi tersebut adalah kekayaan ciptaan Tuhan yang patut dihargai atau dijauhi (acuan jawaban: ketiganya merupakan tradisi luhur anugerah Tuhan yang wajib dihargai) (10 menit)
Kegiatan Inti:Memahami (Berkesadaran, Bermakna):- Murid mendengarkan kisah tradisi Naik Dango dari Suku Dayak Kanayant sebagai wujud syukur atas panen padi kepada Jubata (Tuhan), serta menyimak teks Lukas 2:21-24 dan Lukas 2:41-42 tentang Yesus yang sejak kecil diajak Yusuf dan Maria menghormati tradisi Yahudi (disunat pada hari ke-8 dan berziarah ke Yerusalem saat Paskah) (15 menit)
- Murid secara berpasangan mengamati 4 kartu situasi dan memilih sikap yang menunjukkan penghormatan terhadap tradisi: (1) Menonton festival budaya setempat dengan tertib (sikap menghargai); (2) Mengejek pakaian adat teman yang berbeda suku (bukan menghargai); (3) Memberi ucapan selamat dan tidak mengganggu saat warga melaksanakan upacara panen (sikap menghargai); (4) Menertawakan upacara adat warga lain karena dianggap aneh (bukan menghargai) (acuan pilihan sikap tepat: nomor 1 dan 3) (15 menit)
Mengaplikasi (Menggembirakan, Bermakna):- Murid memainkan permainan kartu cepat 'Pohon Keragaman Budaya', di mana setiap murid mengambil 1 dari 4 kartu perilaku berikut dan menempelkannya ke dahan 'Pohon Menghargai' atau dahan 'Pohon Menolak': Kartu A: 'Menonton pawai budaya dengan tenang tanpa membuat kegaduhan'; Kartu B: 'Menutup telinga dan mencela tarian daerah teman'; Kartu C: 'Menghormati teman yang izin mengikuti upacara adat di kampungnya'; Kartu D: 'Melarang teman memakai pakaian adat saat hari karnaval sekolah' (acuan penempatan: Kartu A dan C ke Pohon Menghargai; Kartu B dan D ke Pohon Menolak) (20 menit)
- Murid secara mandiri menyelesaikan Lembar Unjuk Sikap berisi 4 pernyataan pilihan tindakan untuk menunjukkan sikap menghargai tradisi sekitar: (1) Ketika tetangga merayakan tradisi syukuran panen, sikapku adalah ... (Pilihan: A. Menjaga ketertiban dan ikut berbahagia; B. Menyetel musik kencang-kencang; acuan: A); (2) Ketika melihat teman mengenakan pakaian adat sukunya ke sekolah, sikapku adalah ... (Pilihan: A. Mengagumi keragaman ciptaan Tuhan; B. Mengolok-olok; acuan: A); (3) Yesus dan keluarga-Nya menghormati tradisi Paskah di Bait Allah, teladan yang kuikuti adalah ... (Pilihan: A. Mengabaikan tradisi baik di sekitar; B. Menghormati tradisi yang baik dalam masyarakat; acuan: B); (4) Keragaman tradisi di Indonesia menurut iman Katolik adalah ... (Pilihan: A. Perpecahan; B. Anugerah Tuhan yang harus dirawat; acuan: B) (20 menit)
Merefleksi (Berkesadaran):- Murid mengheningkan cipta sejenak dan memeriksa batin pribadi dengan panduan guru: 'Sudahkah aku menghormati teman yang berbeda suku dan tradisi? Maukah aku meneladani Yesus yang menghargai adat tradisi yang baik?' (10 menit)
Penutup:- Murid bersama guru merangkum bahwa menghargai keragaman tradisi masyarakat adalah wujud perwujudan iman seperti teladan Yesus yang taat pada tradisi yang baik (5 menit)
- Guru memberikan penguatan dan menutup pertemuan dengan doa syukur bersama serta tanda salib (5 menit)
Diferensiasi:- Konten: Murid yang membutuhkan bimbingan diberikan kartu situasi bergambar konkret mengenai tradisi lokal, sedangkan murid yang lebih cepat diberikan kartu situasi teks mengenai ragam tradisi nusantara
- Proses: Murid yang membutuhkan pendampingan dibimbing guru membacakan opsi tindakan pada lembar kerja, sementara murid yang mahir memilih dan mencocokkan tindakan secara mandiri
- Produk: Murid menuangkan sikap menghargai melalui tanda centang pada lembar pilihan tindakan atau menempelkan kartu pilihan langsung pada bagan sikap
Asesmen Pertemuan:Awal:- Tanya jawab diagnostik dengan menunjukkan 3 kartu tradisi (Naik Dango/Gawai Dayak, Sekaten/Grebeg, Tari Kecak) untuk mengecek apakah murid mengenali tradisi tersebut sebagai anugerah Tuhan yang patut dihargai (acuan: murid menunjukkan bahwa seluruh 3 tradisi tersebut baik dan patut dihormati)
Proses:- Pengamatan saat murid memilah 4 kartu perilaku pada pohon keragaman (acuan: Kartu A 'menonton dengan tenang' dan Kartu C 'menghormati teman izin upacara' ditempel pada kolom menghargai; Kartu B 'mencela tarian' dan Kartu D 'melarang pakaian adat' ditempel pada kolom menolak)
- Pemeriksaan ketepatan pengisian Lembar Unjuk Sikap 4 butir (acuan kunci: butir 1 = A, butir 2 = A, butir 3 = B, butir 4 = B)
Akhir Pertemuan:- Cek pemahaman lisan akhir sesi: meminta murid menunjukkan 1 tindakan nyata menghargai tradisi teman saat berada di lingkungan sekolah (kriteria penerimaan: menyebut tindakan konkret tidak mengejek tradisi teman, menjaga ketenangan saat tradisi berlangsung, atau mengagumi pakaian/kesenian daerah teman)
Formatif:- Penilaian proses unjuk sikap melalui lembar kerja pilihan tindakan menghargai tradisi masyarakat
- Observasi partisipasi murid saat memilih dan memilah kartu sikap menghargai dalam permainan 'Pohon Keragaman Budaya'
Rubrik Pertemuan:| Aspek | Belum Berkembang | Mulai | Berkembang | Sangat Berkembang |
|---|
| Menunjukkan Sikap Menghargai Keragaman Tradisi Masyarakat | Belum mampu menentukan sikap menghargai keragaman tradisi masyarakat (benar 0-1 dari 4 butir tindakan) | Mulai mampu menentukan sikap menghargai keragaman tradisi masyarakat dengan bantuan guru (benar 2 dari 4 butir tindakan) | Mampu menentukan sikap menghargai keragaman tradisi masyarakat secara mandiri (benar 3 dari 4 butir tindakan) | Sangat konsisten dan tepat dalam menunjukkan seluruh 4 sikap menghargai keragaman tradisi masyarakat secara mandiri tanpa keraguan (benar 4 dari 4 butir tindakan) |
Refleksi Pertemuan:Guru:- Apakah aktivitas permainan kartu pohon keragaman berhasil membantu murid menunjukkan sikap menghargai tradisi?
- Bagaimana keterlibatan murid saat diajak meneladani sikap Yesus yang menghormati tradisi masyarakat-Nya?
Murid:- Apa hal baru yang kupelajari tentang teladan Yesus dalam menghargai tradisi?
- Sikap menghargai apa yang ingin kulakukan bila melihat tradisi teman yang berbeda dengan tradisiku?
Pertemuan 6 — Menunjukkan Sikap Santun dalam Menghargai Tradisi Perayaan Masyarakat Setempat sebagai Perwujudan Iman — 3 JP (3 x 35 menit = 105 menit)Tujuan Pertemuan:- TP 3.5.3 Menunjukkan sikap menghargai tradisi masyarakat di lingkungan sekitar sebagai wujud perwujudan iman
Pendahuluan:- Guru membuka pembelajaran dengan tanda salib, salam, dan mengajak murid berdoa bersama memohon keterbukaan hati untuk belajar menghormati sesama (5 menit).
- Guru melakukan presensi kehadiran dan memeriksa kesiapan belajar murid (5 menit).
- Guru melaksanakan asesmen awal diagnostik singkat dengan meminta murid memilih tanda centang pada 2 pernyataan sikap santun dari 4 kartu situasi tradisi perayaan (10 menit).
Kegiatan Inti:Memahami (Berkesadaran, Bermakna):- Murid menyimak ulasan guru mengenai tradisi yang dijalankan Yesus dan keluarga-Nya saat Yesus berusia 12 tahun pergi ke Yerusalem untuk merayakan Paskah Yahudi (bdk. Luk 2:41-52), serta tradisi perayaan di masyarakat Indonesia seperti syukuran panen Naik Dango dan perayaan hari besar keagamaan atau adat (15 menit).
- Murid mencermati pemodelan contoh konkret sikap santun dalam menghargai tradisi perayaan warga setempat, seperti: tidak membuat kegaduhan saat upacara berlangsung, mengucapkan selamat atau menyapa dengan ramah, dan tidak mencela perlengkapan tradisi orang lain (10 menit).
Mengaplikasi (Menggembirakan, Bermakna):- Murid secara berpasangan mengikuti permainan kartu tantangan cepat bertajuk 'Pilih Sikap Santun' dengan membaca 4 kartu skenario situasi perayaan tradisi dan langsung mengangkat kartu hijau (Sikap Santun Menghargai) atau kartu merah (Bukan Sikap Santun). Rincian 4 kartu: (1) 'Tetangga sedang mengadakan arak-arakan syukuran panen; Doni menonton dengan tertib di tepi jalan tanpa mengejek' (Kunci: Hijau); (2) 'Warga sedang berdoa bersama dalam tradisi bersih desa; Riko sengaja membunyikan klakson sepeda dengan keras' (Kunci: Merah); (3) 'Keluarga teman merayakan hari raya tradisi; Maria menyapa dengan ramah dan mengucapkan selamat' (Kunci: Hijau); (4) 'Ada teman mengenakan pakaian adat untuk pawai; Budi menertawakan topi adat yang dipakainya' (Kunci: Merah) (15 menit).
- Murid secara mandiri mengerjakan lembar kerja unjuk pemahaman 'Menunjukkan Sikap Santun terhadap Tradisi Perayaan', yaitu memberi tanda centang (V) untuk tindakan santun menghargai tradisi atau tanda silang (X) untuk tindakan tidak santun pada 4 butir pernyataan tertulis: (1) Memberi jalan dengan tertib saat warga mengarak hasil panen tradisi; (2) Mengganggu teman yang sedang khidmat mengikuti upacara adat; (3) Berbicara sopan dan tidak mencemooh hidangan khas perayaan tradisi warga; (4) Menjaga ketenangan saat tetangga melaksanakan doa tradisi bersama (Kunci: 1=V, 2=X, 3=V, 4=V) (15 menit).
Merefleksi (Berkesadaran):- Murid duduk hening dengan berkesadaran, diajak merenungkan sikap diri melalui panduan refleksi batin: 'Apakah aku sudah bersikap santun saat melihat tetangga atau warga merayakan tradisi mereka sebagai wujud imanku kepada Tuhan?' (10 menit).
- Murid menuliskan satu komitmen singkat perwujudan iman untuk bersikap santun saat ada tradisi perayaan di lingkungan sekitar pada buku catatan masing-masing (10 menit).
Penutup:- Guru bersama murid menyimpulkan intisari pelajaran bahwa menghargai tradisi perayaan masyarakat dengan santun adalah bukti nyata perwujudan iman kristiani yang diajarkan oleh Yesus (5 menit).
- Guru menyampaikan tindak lanjut untuk senantiasa mempraktikkan sikap santun di lingkungan rumah dan menutup pelajaran dengan doa syukur bersama serta berkat penutup (5 menit).
Diferensiasi:- Konten: Menyediakan kartu skenario berseri gambar visual pendukung bagi murid yang membutuhkan bantuan membaca narasi teks.
- Proses: Memberikan bimbingan terfokus secara bergantian bagi murid yang memerlukan penegasan pada pemilahan sikap santun vs tidak santun, serta memberikan waktu mandiri penuh bagi murid yang sudah cepat memahami.
- Produk: Pada lembar kerja, murid dapat memilih bentuk penunjukan respon dengan memberi tanda centang/silang langsung atau melingkari simbol jempol santun.
Asesmen Pertemuan:Awal:- Diagnostik pemetaan kesiapan: Murid diminta memilih 2 dari 4 pernyataan situasi berikut yang menunjukkan sikap santun menghargai tradisi: (1) Menyapa dengan ramah tetangga yang sedang menyiapkan perayaan adat; (2) Berteriak-teriak mengganggu upacara tradisi warga; (3) Menonton pertunjukan seni tradisi warga dengan tenang dan tertib; (4) Merusak hiasan janur atau umbul-umbul perayaan warga (Acuan jawaban benar: pernyataan 1 dan 3; pengalih: pernyataan 2 dan 4).
Proses:- Penilaian formatif pada lembar kerja 4 butir pernyataan penunjukan sikap santun dalam menghargai tradisi perayaan masyarakat setempat (Acuan kunci: Butir 1 = Sikap Santun [V]; Butir 2 = Bukan Sikap Santun [X]; Butir 3 = Sikap Santun [V]; Butir 4 = Sikap Santun [V]). Kriteria ketercapaian: tepat menentukan minimal 3 dari 4 butir pernyataan.
Akhir Pertemuan:- Cek pemahaman penutup: Murid menyebutkan secara lisan atau menuliskan satu contoh tindakan santun yang dapat ia lakukan ketika ada warga sekitar mengadakan tradisi perayaan (Kriteria penerimaan: menyebutkan tindakan konkret menjaga ketenangan, menyapa ramah, memberi ucapan selamat, atau tidak mengganggu jalannya tradisi).
Formatif:- Asesmen diagnostik awal: mengidentifikasi sikap santun pada 4 kartu pilihan situasi tradisi.
- Asesmen proses: observasi respons ketepatan pada permainan kartu tantangan dan lembar kerja unjuk pemahaman 4 butir pernyataan sikap santun.
Rubrik Pertemuan:| Aspek | Belum Berkembang | Mulai | Berkembang | Sangat Berkembang |
|---|
| Menunjukkan sikap santun dalam menghargai tradisi perayaan masyarakat | Tepat menunjukkan sikap santun pada 1 butir atau belum tepat sama sekali dari 4 butir pernyataan yang disediakan, serta masih memerlukan bimbingan penuh guru. | Tepat menunjukkan sikap santun pada 2 dari 4 butir pernyataan sikap santun terhadap tradisi perayaan dengan arahan guru. | Tepat menunjukkan sikap santun pada 3 dari 4 butir pernyataan sikap santun terhadap tradisi perayaan secara mandiri. | Tepat menunjukkan sikap santun pada seluruh (4 dari 4) butir pernyataan sikap santun terhadap tradisi perayaan masyarakat setempat secara mandiri dan konsisten. |
Refleksi Pertemuan:Guru:- Apakah seluruh murid aktif terlibat dalam memilah contoh sikap santun saat permainan kartu tantangan?
- Apakah langkah pembelajaran berhasil menanamkan pemahaman bahwa menghargai tradisi masyarakat merupakan wujud nyata penghayatan iman?
Murid:- Apa hal paling menarik yang kupelajari hari ini tentang tradisi perayaan masyarakat?
- Sikap santun apa yang akan kupraktikkan saat ada tetangga yang mengadakan perayaan adat atau tradisi?
Pertemuan 7 — Mempraktikkan Tindakan Menjaga Kebersihan Lingkungan Alam di Sekitar Tempat Tinggal sebagai Rasa Syukur — 3 JP (3 x 35 menit = 105 menit)Tujuan Pertemuan:- TP 3.5.4 Mempraktikkan tindakan melestarikan lingkungan alam di sekitar tempat tinggal sebagai wujud rasa syukur atas ciptaan Allah
Pendahuluan:- Guru membuka pembelajaran dengan salam, mengajak seorang murid memimpin doa syukur atas alam ciptaan Allah yang indah, dan mengecek kehadiran murid (5 menit).
- Guru menyampaikan tujuan pembelajaran pertemuan ini, yaitu mempraktikkan tindakan menjaga kebersihan lingkungan alam di sekitar tempat tinggal/sekolah sebagai wujud rasa syukur kepada Tuhan (5 menit).
- Guru melaksanakan asesmen awal dengan menunjukkan 3 gambar kondisi lingkungan alam (Gambar A: taman penuh sampah plastik berserakan; Gambar B: halaman taman bersih dan asri; Gambar C: parit/selokan tersumbat sampah) dan mengajukan pertanyaan diagnostik kesiapan praktik kebersihan (5 menit).
Kegiatan Inti:Memahami (Bermakna, Menggembirakan):- Murid menyimak penjelasan guru dan kisah teladan Santo Fransiskus Assisi yang mencintai serta merawat seluruh alam ciptaan Allah sebagai wujud syukur dan iman (10 menit).
- Murid mengamati 4 kartu gambar contoh tindakan terhadap lingkungan alam: Kartu 1 (Memungut sampah plastik di taman dan membuang ke tempat sampah), Kartu 2 (Membuang bungkus makanan ke selokan/parit), Kartu 3 (Menyapu dedaunan kering dan menaruh di tempat kompos), Kartu 4 (Mencoret-coret dan merusak tanaman) (10 menit).
- Dalam permainan cepat 'Tanda Syukur', murid secara serentak mengacungkan jempol ke atas jika kartu menunjukkan tindakan menjaga kebersihan lingkungan alam sebagai rasa syukur kepada Tuhan, atau jempol ke bawah jika bukan (acuan: Kartu 1 dan Kartu 3 = jempol ke atas; Kartu 2 dan Kartu 4 = jempol ke bawah) (10 menit).
Mengaplikasi (Bermakna, Berkesadaran):- Guru membagi murid ke dalam kelompok kecil dan membekali setiap kelompok dengan sarung tangan dan kantong pemilah sampah, lalu menjelaskan rute area praktik kebersihan di taman/halaman sekolah (5 menit).
- Murid secara berkolaborasi mempraktikkan tindakan menjaga kebersihan lingkungan alam nyata di area terbuka sekitar: memungut sampah anorganik (plastik, kertas bekas jajanan) dan menyapu sampah daun kering di area tanaman sebagai wujud nyata rasa syukur atas ciptaan Allah (20 menit).
- Murid memilah dan memasukkan sampah hasil praktik kebersihan ke tempat pembuangan yang tepat (tempat sampah anorganik untuk plastik/kertas dan tempat sampah organik/kompos untuk dedaunan kering) (10 menit).
Merefleksi (Berkesadaran):- Murid bersama kelompok duduk melingkar dalam suasana tenang, mengamati lingkungan yang kini telah bersih, lalu menyadari perasaan damai dan bersyukur atas keterlibatan mereka merawat alam ciptaan Tuhan (10 menit).
- Murid mencatat satu kalimat komitmen pribadi sederhana pada lembar 'Aksiku Merawat Alam' tentang tindakan menjaga kebersihan di lingkungan tempat tinggalnya sendiri (acuan kriteria: menyebutkan tindakan spesifik memungut/membuang sampah pada tempatnya di rumah/lingkungan sekitar) (5 menit).
Penutup:- Guru memberikan penguatan atas praktik nyata murid yang telah merawat kebersihan alam ciptaan Allah dengan penuh tanggung jawab (5 menit).
- Guru dan murid menutup kegiatan belajar dengan doa penutup mohon rahmat Tuhan agar dimampukan terus menjaga kebersihan alam sekitar tempat tinggal (5 menit).
Diferensiasi:- Konten: Menyediakan panduan visual bergambar jenis sampah organik dan anorganik untuk murid yang memerlukan dukungan identifikasi sampah.
- Proses: Murid yang membutuhkan bimbingan didampingi guru atau berpasangan dengan teman sebaya saat memungut dan memilah sampah; murid yang mandiri mempraktikkan kebersihan di area taman yang lebih luas.
- Produk: Tindakan kebersihan dilakukan langsung melalui praktik nyata di lingkungan alam sekitar sekolah/tempat tinggal.
Asesmen Pertemuan:Awal:- Diagnostik kesiapan kompetensi: Murid mengamati 3 gambar kondisi lingkungan (Gambar A: taman penuh sampah plastik berserakan; Gambar B: halaman taman bersih dan asri; Gambar C: parit/selokan tersumbat sampah) dan menjawab 2 pertanyaan: (1) Manakah gambar lingkungan alam yang terawat sebagai wujud rasa syukur atas ciptaan Tuhan? (acuan kunci: Gambar B); (2) Tindakan apa yang harus dilakukan pada gambar A dan C agar bersih? (acuan kunci: memungut sampah, membersihkan selokan, dan membuang sampah pada tempatnya).
Proses:- Lembar observasi unjuk kerja praktik menjaga kebersihan lingkungan alam (Kriteria: 1. Keaktifan memungut dan membersihkan sampah di area taman/tanaman; 2. Ketepatan membuang sampah pada tempat yang benar; 3. Sikap sungguh-sungguh merawat lingkungan alam ciptaan Allah).
Akhir Pertemuan:- Cek pemahaman komitmen: Murid menuliskan komitmen pada lembar 'Aksiku Merawat Alam' (acuan penerimaan: memuat 1 tindakan konkret menjaga kebersihan lingkungan tempat tinggal, misalnya: 'Saya berjanji selalu membuang bungkus makanan ke tempat sampah di rumah dan tidak membuang sampah ke parit sebagai tanda syukur kepada Tuhan').
Formatif:- Asesmen awal berupa diagnostik pemilahan gambar lingkungan bersih vs kotor.
- Asesmen kinerja praktik langsung tindakan menjaga kebersihan lingkungan alam (memungut, membersihkan, dan menaruh sampah pada tempatnya).
Rubrik Pertemuan:| Aspek | Belum Berkembang | Mulai | Berkembang | Sangat Berkembang |
|---|
| Praktik Melestarikan Lingkungan Alam melalui Tindakan Menjaga Kebersihan | Murid belum melakukan tindakan memungut sampah di area lingkungan alam sekitar meskipun telah diarahkan guru. | Murid memungut sampah dan membersihkan area lingkungan alam sekitar hanya jika terus diingatkan dan dibimbing secara intensif oleh guru/teman. | Murid mempraktikkan tindakan memungut sampah dan membersihkan area lingkungan alam sekitar serta membuangnya ke tempat sampah dengan bimbingan minimal. | Murid mempraktikkan tindakan memungut sampah, membersihkan lingkungan alam, dan memilah sampah ke tempatnya secara mandiri, tuntas, serta konsisten sebagai wujud rasa syukur. |
Refleksi Pertemuan:Guru:- Apakah alokasi waktu 105 menit memadai bagi seluruh murid untuk melakukan praktik langsung menjaga kebersihan lingkungan alam?
- Bagaimana keterlibatan dan kolaborasi murid saat mempraktikkan pembersihan lingkungan secara nyata?
Murid:- Bagaimana perasaanmu setelah melihat lingkungan alam di sekitarmu menjadi bersih dan asri?
- Apa tindakan menjaga kebersihan lingkungan yang akan kamu biasakan di sekitar rumahmu sebagai rasa syukur kepada Tuhan?
Pertemuan 8 — Mempraktikkan Tindakan Merawat Tanaman dan Lingkungan Alam Sekitar sebagai Rasa Syukur atas Ciptaan Allah — 3 JP (3 x 35 menit = 105 menit)Tujuan Pertemuan:- TP 3.5.4 Mempraktikkan tindakan melestarikan lingkungan alam di sekitar tempat tinggal sebagai wujud rasa syukur atas ciptaan Allah
Pendahuluan:- Guru membuka pembelajaran dengan tanda salib, salam, dan mengajak murid menyanyikan lagu pujian syukur atas alam ciptaan serta berdoa bersama memohon bimbingan Roh Kudus (5 menit).
- Guru mengecek kehadiran murid, memeriksa kesiapan fisik, serta mengondisikan perlengkapan berkebun sederhana seperti gayung kecil, botol semprotan air, sekop mini, dan sarung tangan kain (5 menit).
- Guru menyampaikan tujuan kegiatan pertemuan 8, yaitu mempraktikkan tindakan nyata merawat tanaman dan lingkungan alam sekitar sekolah/tempat tinggal sebagai ungkapan syukur atas ciptaan Allah (5 menit).
- Guru melaksanakan asesmen awal diagnostik melalui kuis lisan interaktif memilih 3 tindakan benar dalam merawat tanaman (5 menit).
Kegiatan Inti:Memahami (Bermakna, Berkesadaran):- Murid menyimak penjelasan guru tentang teladan Santo Fransiskus Assisi yang mencintai semua ciptaan Allah sebagai saudara dan saudari, serta pentingnya merawat tanaman agar tetap subur dan asri (10 menit).
- Guru mendemonstrasikan secara langsung 3 langkah praktis merawat tanaman pot di taman sekolah: (1) membersihkan gulma/rumput liar dan daun kering di sekitar batang, (2) menggemburkan permukaan tanah menggunakan sekop mini secara hati-hati tanpa merusak akar, dan (3) menyiramkan air secukupnya pada pangkal batang tanaman (10 menit).
Mengaplikasi (Menggembirakan, Berkesadaran):- Murid dibagi ke dalam kelompok kecil (3-4 anak) dan melakukan permainan tantangan berpasangan 'Misi Sahabat Tanaman' di area taman sekolah, di mana setiap kelompok mengambil giliran memilih 2 pot tanaman bunga atau tanaman peneduh untuk dirawat bersama (10 menit).
- Murid mempraktikkan tindakan nyata merawat tanaman terpilih sesuai 3 langkah: mencabuti rumput liar dan daun layu, menggemburkan tanah pangkal secara perlahan, serta menyiramkan takaran air yang pas menggunakan botol semprot/gayung kecil sebagai ungkapan rasa syukur kepada Allah Sang Pencipta (20 menit).
- Guru berkeliling mengobservasi praktik kerja murid, memberikan bimbingan langsung bagi kelompok yang menyiram berlebihan atau kesulitan mencabut gulma, serta mencatat capaian kinerja pada lembar observasi praktik (15 menit).
Merefleksi (Berkesadaran, Bermakna):- Murid bersama kelompok berdiri di samping tanaman yang baru saja dirawat, mengamati perubahan kesegaran tanaman, dan mengungkapkan perasaan batin mereka saat merawat ciptaan Allah dalam keheningan doa syukur singkat (10 menit).
Penutup:- Guru bersama murid merapikan kembali alat-alat berkebun, mencuci tangan bersama, dan menyimpulkan bersama bahwa merawat tanaman adalah wujud nyata melestarikan lingkungan ciptaan Tuhan (5 menit).
- Guru memberikan asesmen akhir berupa cek pemahaman lisan singkat mengenai urutan tindakan merawat tanaman yang telah dilakukan dan memberi apresiasi atas ketekunan seluruh murid (3 menit).
- Pembelajaran ditutup dengan doa syukur bersama atas keindahan alam ciptaan dan berkat penutup (2 menit).
Diferensiasi:- Konten: Menyediakan panduan bergambar urutan 3 langkah merawat tanaman untuk murid yang membutuhkan bantuan visual konkrit.
- Proses: Murid yang membutuhkan bimbingan didampingi guru dalam menakar volume air dan memegang sekop mini saat menggemburkan tanah, sedangkan murid yang mandiri merawat area tanaman yang lebih lebar secara mandiri.
- Produk: Semua murid menghasilkan bukti unjuk kerja yang sama berupa tanaman pot yang bersih dari gulma/daun kering, tanah tergembur, dan tersiram air dengan baik.
Asesmen Pertemuan:Awal:- Diagnostik kesiapan praktik melalui tanya jawab 3 pilihan tindakan merawat tanaman: 'Di antara pilihan berikut, manakah 3 tindakan yang benar dalam merawat tanaman agar tetap subur? (Pilihan: 1. Menyiram air secara teratur; 2. Mencabuti daun segar sampai habis; 3. Membersihkan gulma/rumput liar; 4. Menggemburkan tanah secara hati-hati; 5. Menutup tanaman dengan kantong plastik gelap)'. (Kriteria tepat: murid memilih tindakan nomor 1, 3, dan 4; bukan nomor 2 dan 5).
Proses:- Pengamatan langsung saat praktik 'Misi Sahabat Tanaman' di taman sekolah pada 3 indikator tindakan: (1) ketepatan membersihkan gulma/daun kering, (2) ketepatan menggemburkan tanah di sekitar batang tanpa merusak akar, dan (3) ketepatan menyiram air dengan takaran secukupnya pada media tanam.
Akhir Pertemuan:- Cek pemahaman dan refleksi tindakan di penutup: Murid secara acak menjawab pertanyaan guru: 'Sebutkan 3 tindakan nyata yang baru saja kalian lakukan untuk merawat tanaman pot di taman sebagai wujud syukur kepada Tuhan!' (Acuan jawaban benar: membersihkan gulma/daun kering, menggemburkan tanah, dan menyiram tanaman dengan takaran air yang cukup).
Formatif:- Observasi unjuk kerja praktik merawat tanaman dan lingkungan alam sekitar menggunakan lembar ceklis kinerja tindakan.
Rubrik Pertemuan:| Aspek | Belum Berkembang | Mulai | Berkembang | Sangat Berkembang |
|---|
| Praktik Melestarikan Lingkungan Alam Melalui Tindakan Merawat Tanaman | Mempraktikkan kurang dari 2 tindakan dari 3 tindakan merawat tanaman (membersihkan gulma, menggemburkan tanah, menyiram air) dan memerlukan bantuan penuh guru dalam setiap langkah. | Mempraktikkan 2 dari 3 tindakan merawat tanaman (membersihkan gulma, menggemburkan tanah, menyiram air) dengan takaran/cara yang benar, namun masih perlu diarahkan guru. | Mempraktikkan seluruh 3 tindakan merawat tanaman (membersihkan gulma/daun kering, menggemburkan tanah secara aman, dan menyiram air secukupnya) secara tepat dan runtut dengan arahan minimal. | Mempraktikkan seluruh 3 tindakan merawat tanaman (membersihkan gulma/daun kering, menggemburkan tanah secara aman, dan menyiram air secukupnya) secara tepat, runtut, rapi, dan mandiri tanpa perlu diingatkan kembali. |
Refleksi Pertemuan:Guru:- Apakah alokasi waktu praktik merawat tanaman di taman sekolah berjalan secara efektif dan tertib?
- Bagaimana keterlibatan setiap murid dalam mempraktikkan tindakan merawat tanaman sebagai ungkapan syukur atas ciptaan Allah?
Murid:- Apa tindakan merawat tanaman yang paling kamu sukai saat praktik di taman sekolah tadi?
- Mengapa merawat tanaman dan lingkungan alam merupakan wujud rasa terima kasih kita kepada Allah Sang Pencipta?
Pertemuan 9 — Asesmen Sumatif Bab — 3 JP (3 x 35 menit = 105 menit)Tujuan Pertemuan:- TP 3.5.1 Menceritakan contoh kebiasaan menghormati pemimpin masyarakat di lingkungan sekitar sebagai wujud penghayatan iman
- TP 3.5.2 Menunjukkan kebiasaan menghormati pemimpin masyarakat melalui sikap santun dalam kehidupan sehari-hari
- TP 3.5.3 Menunjukkan sikap menghargai tradisi masyarakat di lingkungan sekitar sebagai wujud perwujudan iman
- TP 3.5.4 Mempraktikkan tindakan melestarikan lingkungan alam di sekitar tempat tinggal sebagai wujud rasa syukur atas ciptaan Allah
Pendahuluan:- Guru membuka sesi dengan salam, menyapa murid, dan memimpin doa pembuka memohon bimbingan Roh Kudus agar kegiatan unjuk kerja dan praktik berjalan tertib (3 menit).
- Guru menyampaikan tujuan pertemuan ke-9 yaitu pelaksanaan asesmen sumatif bab melalui penilaian unjuk kerja terpadu di dalam kelas dan penilaian kinerja langsung di taman/halaman sekolah (2 menit).
Kegiatan Inti:Memahami (Berkesadaran):- Guru menjelaskan alur dan rubrik asesmen sumatif tugas 1 (pemaparan unjuk kerja kelompok tentang contoh menghormati pemimpin, tutur kata/perilaku santun, serta demonstrasi sikap menghargai tradisi selama 10 menit per kelompok) dan tugas 2 (praktik kinerja langsung merawat lingkungan alam sekolah) (5 menit).
Mengaplikasi (Bermakna):- Pelaksanaan Tugas 1: Sebanyak 6 kelompok secara bergiliran tampil di depan kelas (masing-masing 10 menit) memaparkan lisan contoh kebiasaan menghormati pemimpin masyarakat (RT/RW/Lurah), menunjukkan tutur kata dan perilaku santun saat berhadapan dengan pemimpin, serta mendemonstrasikan sikap menghargai tradisi masyarakat setempat (seperti tradisi gotong royong warga, perayaan kenduri/syukuran tetangga, atau sambutan tamu daerah); guru menilai menggunakan rubrik unjuk kerja (60 menit).
- Pelaksanaan Tugas 2: Seluruh murid bersama kelompok menuju area taman/halaman sekolah untuk mempraktikkan serentak tindakan pelestarian lingkungan alam yang mencakup 3 tindakan wajib: (1) memungut dan memilah sampah ke tempat sampah, (2) menyiram tanaman di taman sekolah dengan tertib, dan (3) membersihkan gulma/daun kering di sekitar pot/tanaman; guru mengamati dan mencatat keterlibatan murid pada lembar observasi kinerja (30 menit).
Merefleksi (Berkesadaran):- Setelah kembali ke kelas dan mencuci tangan, murid secara mandiri merefleksikan pengalaman pelaksanaan unjuk kerja sikap hormat pada pemimpin dan tradisi, serta perasaan bersyukur saat merawat lingkungan ciptaan Allah melalui 2 pertanyaan panduan guru (3 menit).
Penutup:- Guru memberikan umpan balik menyeluruh atas keterlibatan dan sikap santun seluruh kelompok dalam unjuk kerja serta kesungguhan aksi pelestarian lingkungan (1 menit).
- Guru merangkum pesan iman Bab 5 bahwa mewujudkan iman Katolik di masyarakat nyata melalui hormat kepada pemimpin, penghargaan atas tradisi, dan pelestarian alam ciptaan Allah, lalu menutup pertemuan dengan doa syukur bersama (1 menit).
Diferensiasi:- Konten: Akomodasi akses: teks panduan peran unjuk kerja dicetak dengan huruf lebih besar bagi murid yang membutuhkan.
- Proses: Akomodasi proses: murid yang memerlukan dukungan kepercayaan diri diposisikan berbagi peran bertutur kata santun yang berpasangan dengan teman kelompoknya.
- Produk: Akomodasi produk tidak mengubah standar unjuk kerja: seluruh kelompok tetap dinilai berdasarkan pemaparan lisan sikap hormat, demonstrasi tradisi, dan praktik nyata pelestarian alam.
Asesmen Pertemuan:Awal:- Pengecekan kesiapan teknis unjuk kerja tiap kelompok oleh guru sebelum tampil (memastikan tiap anggota mengetahui giliran memaparkan contoh pemimpin, memperagakan sikap santun, dan demonstrasi tradisi).
Proses:- Pencatatan observasi proses keikutsertaan aktif tiap anggota selama persiapan pemaparan unjuk kerja dan koordinasi alat praktik berkebun/kebersihan.
Sumatif Bab:- penilaian unjuk kerja terpadu dan penilaian kinerja langsung: paparan lisan interaktif dan demonstrasi sikap menghormati tradisi serta pemimpin masyarakat, dilanjutkan praktik bersama pelestarian lingkungan alam sekolah
- penilaian unjuk kerja kelompok: tiap kelompok (terdiri dari 4-5 murid, total 6 kelompok) memaparkan contoh kebiasaan menghormati pemimpin masyarakat dan cara bersikap santun kepadanya, serta mendemonstrasikan sikap menghargai tradisi masyarakat setempat selama 10 menit per kelompok (6 kelompok x 10 menit = 60 menit) (65 menit; kelompok; instrumen: rubrik unjuk kerja pemaparan lisan dan sikap santun terhadap tradisi/pemimpin)
- penilaian kinerja langsung: praktik serentak seluruh murid di taman/halaman sekolah dalam membersihkan sampah, menyiram, dan merawat tanaman sebagai wujud syukur atas ciptaan Allah yang diamati guru (40 menit; kelompok; instrumen: lembar cek observasi keterlibatan praktik pelestarian lingkungan alam)
Sumatif:- penilaian unjuk kerja terpadu dan penilaian kinerja langsung: paparan lisan interaktif dan demonstrasi sikap menghormati tradisi serta pemimpin masyarakat, dilanjutkan praktik bersama pelestarian lingkungan alam sekolah
- penilaian unjuk kerja kelompok: tiap kelompok (terdiri dari 4-5 murid, total 6 kelompok) memaparkan contoh kebiasaan menghormati pemimpin masyarakat dan cara bersikap santun kepadanya, serta mendemonstrasikan sikap menghargai tradisi masyarakat setempat selama 10 menit per kelompok (6 kelompok x 10 menit = 60 menit) (65 menit; kelompok; instrumen: rubrik unjuk kerja pemaparan lisan dan sikap santun terhadap tradisi/pemimpin)
- penilaian kinerja langsung: praktik serentak seluruh murid di taman/halaman sekolah dalam membersihkan sampah, menyiram, dan merawat tanaman sebagai wujud syukur atas ciptaan Allah yang diamati guru (40 menit; kelompok; instrumen: lembar cek observasi keterlibatan praktik pelestarian lingkungan alam)
Rubrik Pertemuan:| Aspek | Belum Berkembang | Mulai | Berkembang | Sangat Berkembang |
|---|
| Menceritakan Contoh Kebiasaan Menghormati Pemimpin Masyarakat (TP 3.5.1) [Acuan contoh: 3 butir: (1) menyapa pemimpin RT/RW saat berpapasan, (2) mendengarkan imbauan kerja bakti dari ketua RT, (3) hadir/patuh pada aturan tata tertib lingkungan warga] | Menyebutkan 0 contoh kebiasaan menghormati pemimpin masyarakat dari 3 daftar acuan. | Menceritakan 1 dari 3 contoh kebiasaan menghormati pemimpin masyarakat sesuai daftar acuan. | Menceritakan 2 dari 3 contoh kebiasaan menghormati pemimpin masyarakat sesuai daftar acuan. | Menceritakan seluruh 3 contoh kebiasaan menghormati pemimpin masyarakat sesuai daftar acuan secara lengkap. | | Menunjukkan Kebiasaan Menghormati Pemimpin Melalui Sikap Santun (TP 3.5.2) [Acuan peragaan: 2 bentuk santun: (1) tutur kata santun (mengucapkan 'Selamat pagi/sore Pak/Bu RT', 'permisi', atau 'terima kasih'), (2) perilaku santun (membungkukkan badan saat lewat atau menyalami dengan sopan)] | Belum menunjukkan kedua bentuk sikap santun bertutur kata maupun berperilaku kepada pemimpin masyarakat. | Menunjukkan 1 dari 2 bentuk sikap santun (hanya tutur kata atau hanya perilaku santun) sesuai daftar acuan. | Menunjukkan kedua bentuk sikap santun (tutur kata dan perilaku) sesuai daftar acuan namun masih memerlukan arahan guru. | Menunjukkan kedua bentuk sikap santun (tutur kata dan perilaku santun) sesuai daftar acuan secara mandiri dan wajar. | | Menunjukkan Sikap Menghargai Tradisi Masyarakat (TP 3.5.3) [Acuan demonstrasi: 2 sikap: (1) tidak mengganggu/mengejek upacara atau kebiasaan tradisi warga setempat (kenduri, syukuran panen, sedekah bumi, dsb.), (2) menunjukkan penerimaan ramah atau kerelaan berbagi dalam kegiatan tradisi] | Belum menunjukkan sikap menghargai tradisi masyarakat setempat sesuai daftar acuan. | Menunjukkan 1 dari 2 sikap menghargai tradisi masyarakat sesuai daftar acuan. | Menunjukkan kedua sikap menghargai tradisi masyarakat sesuai daftar acuan. | Menunjukkan kedua sikap menghargai tradisi masyarakat sesuai daftar acuan dengan penghayatan nilai kerukunan yang konsisten. | | Mempraktikkan Tindakan Melestarikan Lingkungan Alam (TP 3.5.4) [Acuan 3 tindakan wajib: (1) memungut dan membuang sampah halaman ke tempat sampah, (2) menyiram tanaman secara merata, (3) membersihkan rumput liar/daun kering di sekitar tanaman] | Mempraktikkan 0 dari 3 tindakan pelestarian lingkungan alam di sekolah sesuai daftar acuan. | Mempraktikkan 1 dari 3 tindakan pelestarian lingkungan alam di sekolah sesuai daftar acuan. | Mempraktikkan 2 dari 3 tindakan pelestarian lingkungan alam di sekolah sesuai daftar acuan. | Mempraktikkan seluruh 3 tindakan pelestarian lingkungan alam di sekolah sesuai daftar acuan secara sungguh-sungguh. |
Refleksi Pertemuan:Guru:- Apakah seluruh kelompok dapat memaparkan materi unjuk kerja dan menyelesaikan praktik pelestarian lingkungan secara tepat waktu sesuai alokasi?
- Bagaimana keterlibatan autentik setiap murid dalam menunjukkan sikap santun dan kepedulian terhadap alam selama asesmen berlangsung?
Murid:- Bagaimana perasaan saya saat mendemonstrasikan sikap santun kepada pemimpin dan menghargai tradisi bersama teman-teman?
- Apa tindakan nyata merawat ciptaan Allah yang paling membahagiakan yang telah saya lakukan hari ini di taman sekolah?
SUMBER BELAJAR- Buku Panduan Guru Pendidikan Agama Katolik dan Budi Pekerti untuk SD Kelas III (Kemendikbudristek 2022), Bab 5
- Buku Siswa Pendidikan Agama Katolik dan Budi Pekerti untuk SD Kelas III (Kemendikbudristek 2022), Bab 5 Halaman 124-133
- Teks Kitab Suci Matius 20:28
- Kartu Skenario Peran dan Pengabdian Pemimpin Masyarakat
- Lagu rohani anak: 'Ajarilah Kami'
- Buku Panduan Guru Pendidikan Agama Katolik dan Budi Pekerti untuk SD Kelas III, Kemendikbudristek 2022, Bab 5
- Buku Siswa Pendidikan Agama Katolik dan Budi Pekerti untuk SD Kelas III, Kemendikbudristek 2022, Bab 5
- Teks narasi contoh peran dan keteladanan pemimpin masyarakat
- Kartu situasi permainan tebak sikap menghormati pemimpin
- Buku Guru Pendidikan Agama Katolik dan Budi Pekerti SD Kelas III (Kemendikbudristek, 2022)
- Buku Siswa Pendidikan Agama Katolik dan Budi Pekerti SD Kelas III (Kemendikbudristek, 2022)
- Kartu teks skenario situasi dan kartu kalimat santun
- Buku Siswa Pendidikan Agama Katolik dan Budi Pekerti untuk SD Kelas III, Kemendikbudristek RI, 2022, Bab V Mewujudkan Iman Dalam Masyarakat
- Buku Panduan Guru Pendidikan Agama Katolik dan Budi Pekerti untuk SD Kelas III, Kemendikbudristek RI, 2022
- Gambar peraga sikap santun (menundukkan badan, menerima dengan tangan kanan, duduk tertib)
- Set kartu skenario perilaku santun dan tidak santun
- Buku Nyanyian Rohani Anak 'Ayo Puji Tuhan'
- Buku Panduan Guru Pendidikan Agama Katolik dan Budi Pekerti SD Kelas III (Kemendikbudristek 2022), Bab 5 Subbab Menghargai Tradisi Masyarakat hlm. 170-175
- Buku Siswa Pendidikan Agama Katolik dan Budi Pekerti SD Kelas III (Kemendikbudristek 2022) hlm. 134-143
- Kitab Suci (Injil Lukas 2:21-24; Lukas 2:41-42)
- Kartu situasi tradisi budaya dan bagan Pohon Keragaman Budaya
- Buku Guru Pendidikan Agama Katolik dan Budi Pekerti untuk SD Kelas III, Kemendikbudristek RI, 2022 (Bab 5: Mewujudkan Iman Dalam Masyarakat)
- Buku Siswa Pendidikan Agama Katolik dan Budi Pekerti untuk SD Kelas III, Kemendikbudristek RI, 2022
- Alkitab (Kisah Yesus berumur 12 tahun dirayakan dalam tradisi Paskah di Bait Allah Yerusalem, Lukas 2:41-52)
- Set kartu skenario situasi perayaan tradisi dan lembar kerja murid
- Buku Guru Pendidikan Agama Katolik dan Budi Pekerti SD Kelas III (Kemendikbudristek 2021, Bab 5 C: Melestarikan Lingkungan Alam)
- Buku Siswa Pendidikan Agama Katolik dan Budi Pekerti SD Kelas III (Kemendikbudristek 2021)
- Lingkungan alam taman/halaman sekitar sekolah
- Kantong sampah, sarung tangan plastik, dan sapu lidi
- Buku Panduan Guru Pendidikan Agama Katolik dan Budi Pekerti untuk SD Kelas III (Kemendikbudristek RI 2021, Bab V Subbab C: Melestarikan Lingkungan Alam)
- Buku Siswa Pendidikan Agama Katolik dan Budi Pekerti untuk SD Kelas III (Kemendikbudristek RI 2021, Hal 145-157)
- Taman sekolah, tanaman dalam pot, peralatan berkebun (sekop mini, botol semprotan/gayung kecil, sarung tangan kain, air)
- Buku Panduan Guru Pendidikan Agama Katolik dan Budi Pekerti untuk SD Kelas III, Puskurbuk Kemendikbudristek RI 2022 (Bab 5: Mewujudkan Iman Dalam Masyarakat)
- Buku Siswa Pendidikan Agama Katolik dan Budi Pekerti untuk SD Kelas III, Puskurbuk Kemendikbudristek RI 2022
- Teks Kitab Suci Matius 20:20-28 dan Kejadian 1:1-30
- Area taman dan halaman sekolah, alat penyiram tanaman, tempat sampah pemilah, sarung tangan kebersihan
|