Modul AjarPertemuan 7Bab 4Fase BSemester 2

Modul Ajar Pendidikan Agama Katolik dan Budi Pekerti Kelas 3: Peragaan Tata Perayaan Sakramen Ekaristi

Modul Ajar ini disusun untuk satu pertemuan tatap muka mata pelajaran Pendidikan Agama Katolik dan Budi Pekerti kelas 3 dengan topik "Peragaan Tata Perayaan Sakramen Ekaristi". Dokumen mengikuti Alur Tujuan Pembelajaran (ATP) Kurikulum Merdeka, lengkap dengan tujuan, langkah kegiatan, dan asesmen ringkas.

MEJAGURU.ID - DOKUMEN MODUL AJAR

Modul Ajar Pendidikan Agama Katolik dan Budi Pekerti Kelas 3: Peragaan Tata Perayaan Sakramen Ekaristi

Pendidikan Agama Katolik dan Budi Pekerti - Kelas 3

Bab 4 - Pertemuan 7

MODUL AJAR

Pendidikan Agama Katolik dan Budi Pekerti — Kelas 3 (Fase B)

Topik: Peragaan Tata Perayaan Sakramen Ekaristi

INFORMASI UMUM

Mata PelajaranPendidikan Agama Katolik dan Budi Pekerti
Fase / KelasFase B / Kelas 3
TopikPeragaan Tata Perayaan Sakramen Ekaristi
Alokasi Waktu2x35 menit
Jumlah Pertemuan1

TUJUAN PEMBELAJARAN

  1. Melalui dramatisasi sederhana, murid mampu memperagakan tata perayaan Sakramen Ekaristi secara berurutan dengan sikap yang khidmat.
  2. Melalui diskusi, murid mampu menjelaskan bahwa menerima komuni berarti menerima Tubuh Kristus sebagai tanda persatuan dengan Yesus dan sesama umat beriman.

PROFIL LULUSAN

DimensiDisasar
Keimanan dan Ketakwaan terhadap Tuhan Yang Maha Esa
Kewargaan
Penalaran Kritis
Kreativitas
Kolaborasi
Kemandirian
Kesehatan
Komunikasi

PERTANYAAN PEMANTIK

  1. Pernahkah kamu mengikuti Perayaan Ekaristi bersama keluarga? Apa yang kamu rasakan saat itu?
  2. Menurutmu, mengapa kita perlu bersikap khidmat dan sopan saat mengikuti Perayaan Ekaristi?
  3. Apa yang terjadi saat kita menerima komuni? Mengapa momen itu dianggap sangat istimewa bagi orang Katolik?

KEGIATAN PEMBELAJARAN

Pertemuan 1

Pendahuluan:

  • Guru mengucapkan salam dan mengajak murid berdoa bersama: 'Tuhan Yesus, bimbinglah kami agar semakin mengenal dan mencintai Sakramen Ekaristi. Amin.'
  • Guru mengecek kehadiran murid.
  • Guru melakukan asesmen awal dengan bertanya secara lisan: 'Siapa yang sudah pernah ikut Misa? Coba sebutkan satu bagian dalam Misa yang kalian ingat!' — guru mencatat respons sebagai pemetaan pengetahuan awal.
  • Guru menyampaikan tujuan pembelajaran hari ini: murid akan belajar urutan tata perayaan Ekaristi dan makna komuni, lalu memperagakannya melalui dramatisasi sederhana.
  • Guru memancing rasa ingin tahu dengan pertanyaan pemantik: 'Mengapa setiap kali kita pergi ke Gereja, urutannya selalu sama? Kira-kira ada maksud apa di balik setiap bagian Misa?'

Kegiatan Inti:

Memahami (Berkesadaran, Bermakna):

  • Guru menampilkan kartu urutan atau poster bergambar 4 bagian pokok Perayaan Ekaristi: Ritus Pembuka, Liturgi Sabda, Liturgi Ekaristi, dan Ritus Penutup.
  • Guru menjelaskan secara singkat setiap bagian menggunakan bahasa yang akrab dengan anak: misalnya, Ritus Pembuka adalah 'sambutan kita kepada Tuhan', Liturgi Sabda adalah 'waktu kita mendengar cerita Tuhan', Liturgi Ekaristi adalah 'saat paling suci ketika roti dan anggur menjadi Tubuh dan Darah Kristus', Ritus Penutup adalah 'saatnya kita pergi melayani sesama'.
  • Guru membacakan kutipan Kitab Suci Lukas 22:19: 'Perbuatlah ini menjadi peringatan akan Daku', lalu mengajak murid mengulang bersama-sama dengan suara pelan dan khidmat.
  • Guru menjelaskan makna komuni: menerima komuni berarti menerima Tubuh Kristus — ini adalah saat paling istimewa di mana kita bersatu dengan Yesus dan seluruh umat beriman.
  • Murid diminta mengamati gambar atau kartu bergambar urutan Misa dan menjawab pertanyaan lisan: 'Gambar ini menunjukkan bagian mana dari Misa? Apa yang dilakukan umat di sana?'

Mengaplikasi (Menggembirakan, Bermakna, Berkesadaran):

  • Guru membagi murid menjadi kelompok kecil (4–5 orang) dan membagikan 'Kartu Peran' yang berisi nama peran dalam Misa: Imam, Lektor, Misdinar, dan Umat.
  • Setiap kelompok mendapat lembar panduan urutan singkat tata perayaan Ekaristi (Ritus Pembuka → Liturgi Sabda → Liturgi Ekaristi → Ritus Penutup) beserta teks contoh sederhana untuk dipraktikkan.
  • Kelompok berlatih dramatisasi sederhana selama ±10 menit: memperagakan urutan Misa dari perarakan masuk hingga pengutusan, dengan sikap tubuh yang khidmat (membungkuk saat doa, tangan terlipat saat komuni, berdiri tegak saat lagu pembuka).
  • Setiap kelompok tampil bergantian di depan kelas memperagakan minimal 3 bagian dari urutan Misa; kelompok lain menyimak dan siap memberikan masukan singkat.
  • Setelah dramatisasi, guru mengajak satu sesi diskusi kelompok: 'Mengapa saat komuni kita harus bersikap tenang dan khidmat? Apa artinya kita menerima Tubuh Kristus saat itu?'
  • Perwakilan kelompok menyampaikan hasil diskusi tentang makna komuni di depan kelas; guru merangkum dan meneguhkan jawaban.

Merefleksi (Berkesadaran, Bermakna):

  • Guru mengajak murid duduk tenang, menutup mata sejenak, dan membayangkan mereka sedang mengikuti Misa bersama keluarga — iringi dengan musik instrumental tenang selama 1 menit.
  • Guru membacakan dengan pelan: 'Bayangkan kamu berjalan maju untuk menerima komuni. Kamu menerima Tubuh Kristus. Apa yang kamu rasakan? Apa yang ingin kamu katakan kepada Yesus saat itu?'
  • Murid membuka mata dan menuliskan 1–2 kalimat pada 'Kartu Refleksi' yang disediakan guru: 'Setelah belajar hari ini, satu hal yang ingin aku lakukan ketika mengikuti Misa adalah...'
  • Beberapa murid (sukarela) diajak berbagi isi kartu refleksinya kepada kelas.
  • Guru memberikan peneguhan akhir: Perayaan Ekaristi adalah anugerah terbesar Allah bagi kita. Setiap kali kita hadir dengan sungguh-sungguh dan menerima komuni dengan hati yang bersih, kita semakin bersatu dengan Yesus dan semakin erat dengan seluruh saudara seiman.

Penutup:

  • Guru bersama murid membuat rangkuman lisan: menyebutkan 4 bagian pokok Perayaan Ekaristi secara berurutan dan makna komuni.
  • Guru memberikan asesmen akhir singkat: murid mengisi lembar check-list urutan Misa (mengurutkan kartu yang dikocok) dan menjawab 1 pertanyaan tertulis: 'Apa yang dimaksud dengan komuni?'
  • Guru menyampaikan pesan moral: 'Setiap kali kalian pergi ke Misa, hadirlah dengan hati yang siap dan bersih, karena di sana Yesus sendiri menunggumu.'
  • Guru mengajak murid menutup pelajaran dengan doa bersama dari Buku Siswa: 'Tuhan Yesus Yang Mahabaik, terima kasih kami boleh mengenal-Mu melalui pelajaran tentang Sakramen Ekaristi... Amin.'
  • Guru menyampaikan tindak lanjut: murid diajak mengikuti Perayaan Ekaristi bersama keluarga pada hari Minggu dan menuliskan satu hal yang mereka ingat dari Misa tersebut untuk diceritakan pada pertemuan berikutnya.

Diferensiasi:

  • Konten: Murid yang membutuhkan dukungan tambahan diberikan kartu urutan Misa bergambar dan berlabel warna sehingga lebih mudah mengikuti. Murid yang sudah memahami lebih cepat diberikan teks tata perayaan yang lebih lengkap dan detail untuk dipelajari.
  • Proses: Saat dramatisasi, murid yang masih kesulitan diperbolehkan memegang kartu panduan urutan. Murid yang lebih cepat memahami diberi peran sebagai 'imam' atau 'lektor' yang menuntun kelompok, serta diminta menjelaskan makna bagian-bagian Misa kepada teman sekelompok.
  • Produk: Murid yang sudah sangat berkembang dapat membuat urutan tata Misa dalam bentuk komik mini atau bagan sederhana bergambar sebagai bentuk pengayaan. Murid yang masih berkembang cukup melengkapi lembar urutan bergambar dengan menuliskan nama setiap bagian.

ASESMEN

Awal:

  • Pertanyaan lisan di pendahuluan: 'Siapa yang sudah pernah ikut Misa? Coba sebutkan satu bagian dalam Misa yang kalian ingat!'
  • Guru mencatat respons murid untuk memetakan siapa yang sudah familiar dengan tata Misa dan siapa yang belum, sebagai dasar diferensiasi.

Proses:

  • Observasi langsung selama dramatisasi kelompok: guru menggunakan lembar ceklis untuk menilai urutan tata perayaan yang diperagakan dan sikap khidmat murid.
  • Diskusi kelompok tentang makna komuni: guru mencatat kualitas argumen dan pemahaman murid saat berbicara.
  • Guru memberikan umpan balik langsung (afirmatif dan korektif) kepada kelompok selama dramatisasi berlangsung.

Akhir:

  • Murid mengurutkan 4 kartu bagian pokok Misa secara mandiri (penilaian keterampilan urutan).
  • Murid menjawab pertanyaan tertulis: 'Apa yang dimaksud dengan komuni? Apa artinya bagi kita?' (penilaian pemahaman konsep).
  • Skor gabungan dari penilaian praktik dramatisasi (isi dan sikap) dan jawaban tertulis digunakan sebagai nilai akhir pertemuan ini.

Formatif:

  • Tanya jawab lisan di awal pembelajaran untuk memetakan pengetahuan awal murid tentang bagian-bagian Misa.
  • Observasi guru selama dramatisasi: kesesuaian urutan, sikap tubuh, dan kekhidmatan.
  • Diskusi kelompok tentang makna komuni: guru mencatat kualitas penjelasan murid menggunakan lembar observasi.
  • Kartu Refleksi: guru membaca isian murid untuk mengetahui pemahaman bermakna yang telah terbentuk.

Sumatif:

  • Check-list urutan: murid mengurutkan kartu 4 bagian pokok Misa yang dikocok secara mandiri.
  • Pertanyaan tertulis singkat: 'Apa yang dimaksud dengan komuni, dan apa maknanya bagi kita sebagai umat Katolik?'
  • Penilaian praktik dramatisasi: dinilai berdasarkan rubrik dengan aspek kesesuaian urutan, sikap/kekhidmatan, dan isi penjelasan makna komuni.

RUBRIK PENILAIAN

AspekBelum BerkembangMulaiBerkembangSangat Berkembang
Urutan Tata Perayaan EkaristiMurid tidak dapat menyebutkan atau memperagakan urutan tata perayaan Ekaristi dengan benar (0–1 bagian tepat).Murid dapat menyebutkan atau memperagakan 2 dari 4 bagian tata perayaan Ekaristi dengan urutan yang masih keliru.Murid dapat memperagakan 3–4 bagian tata perayaan Ekaristi secara berurutan dengan benar, meski ada sedikit kesalahan urutan sub-bagian.Murid mampu memperagakan seluruh tata perayaan Ekaristi (Ritus Pembuka, Liturgi Sabda, Liturgi Ekaristi, Ritus Penutup) secara berurutan dan lengkap tanpa panduan.
Sikap Khidmat dalam DramatisasiMurid bersikap tidak serius, banyak bergerak atau berbicara sendiri selama dramatisasi, tidak menunjukkan sikap hormat.Murid sesekali menunjukkan sikap khidmat (tangan terlipat, posisi duduk/berdiri yang benar) namun belum konsisten.Murid menunjukkan sikap khidmat yang cukup konsisten selama dramatisasi berlangsung.Murid secara konsisten menunjukkan sikap tubuh yang khidmat, penuh perhatian, dan menghormati sepanjang dramatisasi; menjadi teladan bagi teman sekelompok.
Pemahaman Makna KomuniMurid tidak dapat menjelaskan apa itu komuni atau menyampaikan penjelasan yang tidak relevan.Murid dapat menyebutkan bahwa komuni adalah penerimaan tubuh Kristus, namun belum dapat menjelaskan maknanya bagi persatuan dengan Yesus dan sesama.Murid dapat menjelaskan bahwa komuni adalah menerima Tubuh Kristus sebagai tanda persatuan dengan Yesus, namun belum mengaitkan dengan persatuan bersama sesama umat beriman.Murid mampu menjelaskan dengan kalimat sendiri bahwa menerima komuni berarti menerima Tubuh Kristus sebagai tanda persatuan dengan Yesus dan seluruh sesama umat beriman, disertai contoh atau refleksi pribadi.

REFLEKSI

Refleksi Guru:

  • Apakah semua murid dapat mengikuti dan memperagakan urutan tata perayaan Ekaristi dengan benar? Kelompok mana yang masih perlu pendampingan?
  • Apakah dramatisasi berjalan dengan suasana yang khidmat dan bermakna, bukan sekadar permainan? Apa yang perlu diperbaiki pada pertemuan berikutnya?
  • Apakah pertanyaan pemantik dan diskusi berhasil membantu murid memahami makna komuni secara mendalam, bukan hanya hafalan?
  • Apakah diferensiasi yang diterapkan sudah menjangkau murid dengan kebutuhan belajar yang berbeda?

Refleksi Murid:

  • Bagian mana dari tata perayaan Ekaristi yang paling berkesan bagimu? Mengapa?
  • Setelah belajar hari ini, apa yang kamu pahami tentang makna menerima komuni?
  • Apa satu hal yang ingin kamu lakukan secara berbeda saat mengikuti Misa berikutnya?

SUMBER BELAJAR

  1. Buku Siswa Pendidikan Agama Katolik dan Budi Pekerti untuk SD Kelas III (Kemdikbud)
  2. Buku Panduan Guru Pendidikan Agama Katolik dan Budi Pekerti untuk SD Kelas III (Kemdikbud)
  3. Kitab Suci: Lukas 22:19
  4. Kartu bergambar urutan 4 bagian pokok Perayaan Ekaristi (dibuat guru atau dicetak)
  5. Kartu Peran untuk dramatisasi (Imam, Lektor, Misdinar, Umat)
  6. Lembar panduan urutan tata perayaan Ekaristi sederhana untuk kelompok
  7. Kartu Refleksi (lembar kertas kecil untuk murid menulis refleksi)
  8. Musik instrumental tenang untuk sesi refleksi (opsional, diputar melalui speaker kelas)
  9. Video singkat Perayaan Ekaristi (opsional, jika tersedia fasilitas proyektor di kelas)
  10. Lagu 'Perjamuan Surgawi' dari Ayo Puji Tuhan: Nyanyian Liturgi dan Rohani Anak, Komisi Liturgi Keuskupan Agung Semarang

Lihat & unduh lengkap

Masuk pakai Google untuk membuka modul ajar pertemuan ini secara penuh.

Apa isi pertemuan ini?

Dokumen mencakup tujuan pembelajaran terpilih, urutan kegiatan inti yang sudah disesuaikan dengan alokasi JP, serta pertanyaan pemantik dan asesmen formatif singkat. Cocok dipakai sebagai bahan persiapan tatap muka maupun lampiran supervisi.

Cara pakai pertemuan ini

Unduh DOCX, lalu sesuaikan nama sekolah, kepala sekolah, dan NIP. Bagian kegiatan inti bisa Bapak/Ibu kurangi atau tambah sesuai karakter siswa di kelas; tujuan pembelajaran sebaiknya tetap selaras dengan ATP induk.