Modul AjarPertemuan 5Bab 4Fase BSemester 2

Modul Ajar Pendidikan Agama Katolik dan Budi Pekerti Kelas 3: Asal-Usul Sakramen Ekaristi: Perjamuan Malam Terakhir

Modul Ajar ini disusun untuk satu pertemuan tatap muka mata pelajaran Pendidikan Agama Katolik dan Budi Pekerti kelas 3 dengan topik "Asal-Usul Sakramen Ekaristi: Perjamuan Malam Terakhir". Dokumen mengikuti Alur Tujuan Pembelajaran (ATP) Kurikulum Merdeka, lengkap dengan tujuan, langkah kegiatan, dan asesmen ringkas.

MEJAGURU.ID - DOKUMEN MODUL AJAR

Modul Ajar Pendidikan Agama Katolik dan Budi Pekerti Kelas 3: Asal-Usul Sakramen Ekaristi: Perjamuan Malam Terakhir

Pendidikan Agama Katolik dan Budi Pekerti - Kelas 3

Bab 4 - Pertemuan 5

MODUL AJAR

Pendidikan Agama Katolik dan Budi Pekerti — Kelas 3 (Fase B)

Topik: Asal-Usul Sakramen Ekaristi: Perjamuan Malam Terakhir

INFORMASI UMUM

Mata PelajaranPendidikan Agama Katolik dan Budi Pekerti
Fase / KelasFase B / Kelas 3
TopikAsal-Usul Sakramen Ekaristi: Perjamuan Malam Terakhir
Alokasi Waktu2x35 menit
Jumlah Pertemuan1

TUJUAN PEMBELAJARAN

  1. Melalui cerita dan teks Kitab Suci tentang Perjamuan Malam Terakhir, murid mampu menjelaskan bahwa Sakramen Ekaristi berasal dari pesan Yesus kepada para rasul untuk mengenangkan-Nya.
  2. Melalui tanya jawab, murid mampu menjelaskan makna roti dan anggur dalam Perjamuan Malam Terakhir sebagai lambang tubuh dan darah Kristus.

PROFIL LULUSAN

DimensiDisasar
Keimanan dan Ketakwaan terhadap Tuhan Yang Maha Esa
Kewargaan
Penalaran Kritis
Kreativitas
Kolaborasi
Kemandirian
Kesehatan
Komunikasi

PERTANYAAN PEMANTIK

  1. Pernahkah kamu ikut Misa? Apakah kamu tahu dari mana asalnya Perayaan Ekaristi yang kita rayakan setiap Minggu?
  2. Mengapa pada saat Misa, roti dan anggur digunakan? Apa artinya bagi kita?
  3. Bayangkan kamu makan malam terakhir bersama orang yang sangat kamu cintai — pesan apa yang paling penting ingin kamu sampaikan?

KEGIATAN PEMBELAJARAN

Pertemuan 1

Pendahuluan:

  • Guru mengucapkan salam dan mengajak murid berdoa pembuka bersama.
  • Guru memeriksa kehadiran dan kesiapan belajar murid.
  • Asesmen awal (diagnostik): Guru menampilkan gambar roti dan piala anggur, lalu bertanya singkat: 'Pernahkah kalian melihat benda ini di gereja? Apa yang kalian ketahui tentang benda-benda ini?' Guru mencatat respons murid untuk memetakan pengetahuan awal.
  • Guru menyampaikan pertanyaan pemantik untuk membangkitkan rasa ingin tahu murid tentang asal-usul Sakramen Ekaristi.
  • Guru menyampaikan tujuan pembelajaran yang akan dicapai pada pertemuan ini secara singkat dan ramah.
  • Guru memberikan gambaran singkat alur kegiatan hari ini: mendengarkan cerita, membaca Kitab Suci, tanya jawab, dan berbagi perasaan.

Kegiatan Inti:

Memahami (Berkesadaran, Bermakna):

  • Guru menceritakan kisah Perjamuan Malam Terakhir secara naratif dengan bahasa yang sederhana dan ekspresif, menggunakan gambar atau ilustrasi adegan perjamuan Yesus bersama para rasul untuk membantu visualisasi murid.
  • Guru meminta murid membuka Buku Siswa dan membaca bersama teks Kitab Suci Lukas 22:14-20. Guru membacakan terlebih dahulu, lalu murid mengikuti dengan suara pelan.
  • Guru menjelaskan secara singkat dan jelas: (a) Yesus mengadakan perjamuan terakhir bersama para rasul-Nya; (b) Yesus mengambil roti dan berkata 'Inilah tubuh-Ku' serta mengambil cawan anggur dan berkata 'Inilah darah-Ku'; (c) Yesus berpesan kepada para rasul 'Buatlah ini selalu sebagai peringatan akan Daku' — dari sinilah Sakramen Ekaristi berasal.
  • Guru menjelaskan makna simbolis: roti melambangkan tubuh Kristus dan anggur melambangkan darah Kristus, yang diserahkan Yesus demi pengampunan dosa manusia.
  • Murid diberi kesempatan bertanya tentang hal-hal yang belum dipahami dari cerita dan penjelasan guru.

Mengaplikasi (Bermakna, Menggembirakan):

  • Guru membagi murid ke dalam kelompok kecil (3-4 orang). Setiap kelompok mendapatkan lembar kerja berisi 4 pertanyaan dari Buku Siswa: (a) Apa pesan Yesus kepada para rasul pada Perjamuan Malam Terakhir? (b) Apa yang dikatakan Yesus kepada para rasul ketika mereka sedang makan? (c) Apa lambang dari tubuh dan darah Kristus? (d) Apa pesan Yesus pada akhir perjamuan?
  • Murid berdiskusi dalam kelompok untuk menjawab pertanyaan-pertanyaan tersebut berdasarkan teks Kitab Suci dan penjelasan guru yang sudah mereka terima.
  • Setelah berdiskusi (±7 menit), setiap kelompok menyampaikan salah satu jawaban secara bergantian di depan kelas. Guru memandu tanya jawab kelas untuk melengkapi dan mengonfirmasi jawaban yang benar.
  • Guru memberikan penguatan: 'Kita semua merayakan Ekaristi setiap Minggu karena Yesus sendiri yang meminta para rasul-Nya — dan kita sekarang — untuk selalu mengenangkan Dia melalui roti dan anggur.'

Merefleksi (Berkesadaran, Bermakna):

  • Guru mengajak murid kembali duduk tenang sejenak (berkesadaran). Guru meminta mereka memejamkan mata sebentar dan membayangkan diri mereka hadir di meja perjamuan bersama Yesus dan para rasul.
  • Guru menyampaikan panduan refleksi dengan suara lembut: 'Bayangkan Yesus memberikan roti kepadamu dan berkata, Inilah tubuh-Ku yang Kuserahkan untukmu. Apa yang kamu rasakan? Apa yang ingin kamu katakan kepada Yesus?'
  • Murid membuka mata dan menulis atau menggambar perasaan/respons mereka di selembar kertas kecil (sticky note atau kertas warna). Tidak perlu panjang — satu kalimat atau gambar sudah cukup.
  • Beberapa murid yang mau berbagi dipersilakan membacakan atau memperlihatkan tulisan/gambar mereka. Guru merespons dengan hangat dan menghargai setiap ungkapan.
  • Guru menutup tahap refleksi dengan menegaskan: 'Setiap kali kita mengikuti Misa dan menerima komuni, kita sungguh mengenangkan Yesus — seperti yang Dia minta kepada kita.'

Penutup:

  • Guru mengajak murid menyimpulkan bersama isi pembelajaran: (1) Sakramen Ekaristi berasal dari Perjamuan Malam Terakhir Yesus bersama para rasul; (2) Yesus berpesan agar perjamuan ini selalu dilakukan untuk mengenangkan Dia; (3) Roti adalah lambang tubuh Kristus dan anggur adalah lambang darah Kristus.
  • Asesmen akhir: Guru memberikan 3 pertanyaan lisan/tertulis singkat secara individu — (a) Dari mana asal Sakramen Ekaristi? (b) Apa pesan Yesus kepada para rasul pada akhir perjamuan? (c) Apa yang dilambangkan oleh roti dan anggur? Guru menilai jawaban murid berdasarkan rubrik.
  • Guru memberikan umpan balik singkat dan positif atas partisipasi murid selama pembelajaran.
  • Guru menyampaikan pesan penutup: 'Minggu depan, ketika kalian ikut Misa, ingatlah bahwa Yesus sendiri yang meminta kita untuk berkumpul dan mengenangkan Dia.'
  • Murid dan guru menutup pembelajaran dengan doa penutup bersama.

Diferensiasi:

  • Konten: Bagi murid yang belum lancar membaca, guru menyediakan versi cerita bergambar sederhana tentang Perjamuan Malam Terakhir sebagai alternatif teks Kitab Suci. Bagi murid yang sudah mahir, guru menyediakan teks tambahan dari Buku Siswa halaman 101-102 untuk dibaca mandiri.
  • Proses: Bagi murid yang membutuhkan pendampingan lebih, guru mendampingi kelompok tersebut secara langsung saat diskusi dan memberikan pertanyaan scaffolding (misalnya: 'Coba lihat kalimat ini — apa yang Yesus pegang?'). Bagi murid yang cepat selesai, mereka diminta menuliskan satu pesan yang ingin mereka sampaikan kepada Yesus sebagai bentuk doa pribadi.
  • Produk: Murid dapat memilih cara mengungkapkan refleksi mereka: menulis kalimat pendek, menggambar ekspresi/adegan perjamuan, atau menyampaikan secara lisan kepada guru. Semua bentuk dihargai setara.

ASESMEN

Awal:

  • Guru menampilkan gambar roti dan piala anggur (Buku Siswa atau gambar cetak), lalu bertanya: 'Pernahkah kalian melihat benda ini di gereja? Apa yang kalian tahu tentang benda ini?' Guru mencatat respons di papan tulis untuk memetakan pengetahuan awal murid — mana yang sudah tahu, mana yang belum, dan mana yang memiliki miskonsepsi. Hasil ini digunakan untuk menentukan seberapa dalam pengantar materi perlu dijelaskan.

Proses:

  • Selama tahap Memahami: guru mengajukan pertanyaan lisan spontan ('Siapa yang bisa menceritakan kembali apa yang dilakukan Yesus dengan roti?') untuk mengecek pemahaman awal setelah cerita disampaikan.
  • Selama tahap Mengaplikasi: guru berkeliling mengamati jawaban diskusi kelompok dan memberikan pertanyaan scaffolding kepada kelompok yang kesulitan. Guru menilai kemampuan murid menjawab 4 pertanyaan lembar kerja.
  • Selama tahap Merefleksi: guru membaca tulisan/gambar murid pada sticky note untuk melihat kedalaman pemahaman dan respons iman personal sebagai bukti bahwa materi telah benar-benar diserap secara bermakna.

Akhir:

  • Murid menjawab secara individual 3 pertanyaan penutup (lisan atau tertulis): (1) Dari mana asal Sakramen Ekaristi? (2) Apa pesan Yesus kepada para rasul pada akhir perjamuan? (3) Apa yang dilambangkan oleh roti dan anggur?
  • Guru menilai jawaban menggunakan rubrik 4 level (Belum Berkembang, Mulai, Berkembang, Sangat Berkembang) untuk dua aspek: kemampuan menjelaskan asal-usul Ekaristi dari pesan Yesus (TP 3.4.5.1) dan kemampuan menjelaskan makna roti-anggur sebagai lambang tubuh dan darah Kristus (TP 3.4.5.2).

Formatif:

  • Observasi keaktifan dan keterlibatan murid selama mendengarkan cerita dan diskusi kelompok.
  • Tanya jawab lisan selama tahap Mengaplikasi — guru mencatat siapa yang dapat menjawab dengan benar dan siapa yang memerlukan bimbingan.
  • Pengamatan hasil tulisan/gambar refleksi murid pada tahap Merefleksi untuk melihat pemahaman dan respons personal terhadap materi.

Sumatif:

  • Tiga pertanyaan tertulis/lisan di akhir pembelajaran: (1) Dari mana asal Sakramen Ekaristi? (2) Apa pesan Yesus kepada para rasul pada akhir Perjamuan Malam Terakhir? (3) Apa yang dilambangkan oleh roti dan anggur dalam Perjamuan Malam Terakhir?
  • Penilaian menggunakan rubrik 4 level untuk dua aspek: (a) kemampuan menjelaskan asal-usul Sakramen Ekaristi dari pesan Yesus, dan (b) kemampuan menjelaskan makna roti dan anggur sebagai lambang tubuh dan darah Kristus.

RUBRIK PENILAIAN

AspekBelum BerkembangMulaiBerkembangSangat Berkembang
Menjelaskan asal-usul Sakramen Ekaristi dari pesan Yesus (TP 3.4.5.1)Murid belum dapat menjelaskan bahwa Sakramen Ekaristi berasal dari Perjamuan Malam Terakhir, atau memberikan jawaban yang tidak berkaitan.Murid dapat menyebutkan bahwa Sakramen Ekaristi berhubungan dengan Yesus, tetapi belum dapat menjelaskan pesan Yesus kepada para rasul secara tepat.Murid dapat menjelaskan bahwa Sakramen Ekaristi berasal dari Perjamuan Malam Terakhir dan Yesus berpesan kepada para rasul untuk mengenangkan Dia, meskipun penjelasannya masih sederhana.Murid dapat menjelaskan dengan jelas dan lengkap bahwa Sakramen Ekaristi berasal dari Perjamuan Malam Terakhir, Yesus berpesan 'Buatlah ini selalu sebagai peringatan akan Daku' kepada para rasul, dan para rasul meneruskan pesan itu kepada kita hingga kini.
Menjelaskan makna roti dan anggur sebagai lambang tubuh dan darah Kristus (TP 3.4.5.2)Murid belum dapat menyebutkan makna roti dan anggur dalam Perjamuan Malam Terakhir, atau jawabannya tidak relevan.Murid dapat menyebutkan bahwa roti dan anggur berkaitan dengan Yesus, tetapi belum dapat menjelaskan dengan tepat bahwa roti adalah lambang tubuh dan anggur adalah lambang darah Kristus.Murid dapat menjelaskan bahwa roti adalah lambang tubuh Kristus dan anggur adalah lambang darah Kristus, meskipun penjelasannya masih singkat.Murid dapat menjelaskan dengan tepat bahwa roti adalah lambang tubuh Kristus dan anggur adalah lambang darah Kristus, serta menghubungkan maknanya dengan perayaan Ekaristi yang kita lakukan sekarang sebagai kenangan akan Yesus.

REFLEKSI

Refleksi Guru:

  • Apakah semua murid memahami bahwa Sakramen Ekaristi berasal dari pesan Yesus kepada para rasul? Siapa yang masih perlu pendampingan lanjutan?
  • Apakah metode cerita dan tanya jawab yang saya gunakan cukup efektif untuk usia kelas 3? Apa yang bisa saya perbaiki pada pertemuan berikutnya?
  • Apakah semua murid — termasuk yang lambat belajar — mendapat kesempatan untuk berpartisipasi aktif? Bagaimana saya bisa lebih inklusif?
  • Apakah pertanyaan pemantik berhasil memancing rasa ingin tahu murid? Pertanyaan mana yang paling efektif?

Refleksi Murid:

  • Apa hal baru yang kamu pelajari hari ini tentang Perjamuan Malam Terakhir?
  • Mengapa Yesus meminta para rasul untuk selalu mengenangkan Dia? Apa artinya bagimu?
  • Ketika kamu mengikuti Misa dan melihat roti dan anggur, apa yang sekarang kamu pikirkan dan rasakan?

SUMBER BELAJAR

  1. Buku Panduan Guru Pendidikan Agama Katolik dan Budi Pekerti untuk SD Kelas III (Susi Bonardy & Yenny Suria, Kemendikbudristek 2022) — halaman 121-126
  2. Buku Siswa Pendidikan Agama Katolik dan Budi Pekerti untuk SD Kelas III — halaman 101-103
  3. Teks Kitab Suci: Lukas 22:14-20 (Perjamuan Malam Terakhir)
  4. Gambar/ilustrasi adegan Perjamuan Malam Terakhir (dapat dicetak dari buku siswa atau sumber gambar gerejawi yang sesuai)
  5. Gambar roti dan piala anggur untuk asesmen awal (dicetak atau ditampilkan di papan)
  6. Lembar kerja kelompok berisi 4 pertanyaan tentang Perjamuan Malam Terakhir
  7. Sticky note atau kertas warna untuk kegiatan refleksi murid
  8. Spidol dan papan tulis untuk mencatat respons murid

Lihat & unduh lengkap

Masuk pakai Google untuk membuka modul ajar pertemuan ini secara penuh.

Apa isi pertemuan ini?

Dokumen mencakup tujuan pembelajaran terpilih, urutan kegiatan inti yang sudah disesuaikan dengan alokasi JP, serta pertanyaan pemantik dan asesmen formatif singkat. Cocok dipakai sebagai bahan persiapan tatap muka maupun lampiran supervisi.

Cara pakai pertemuan ini

Unduh DOCX, lalu sesuaikan nama sekolah, kepala sekolah, dan NIP. Bagian kegiatan inti bisa Bapak/Ibu kurangi atau tambah sesuai karakter siswa di kelas; tujuan pembelajaran sebaiknya tetap selaras dengan ATP induk.