Modul AjarPertemuan 2Bab 4Fase BSemester 2

Modul Ajar Pendidikan Agama Katolik dan Budi Pekerti Kelas 3: Makna dan Tata Perayaan Sakramen Baptis

Modul Ajar ini disusun untuk satu pertemuan tatap muka mata pelajaran Pendidikan Agama Katolik dan Budi Pekerti kelas 3 dengan topik "Makna dan Tata Perayaan Sakramen Baptis". Dokumen mengikuti Alur Tujuan Pembelajaran (ATP) Kurikulum Merdeka, lengkap dengan tujuan, langkah kegiatan, dan asesmen ringkas.

MEJAGURU.ID - DOKUMEN MODUL AJAR

Modul Ajar Pendidikan Agama Katolik dan Budi Pekerti Kelas 3: Makna dan Tata Perayaan Sakramen Baptis

Pendidikan Agama Katolik dan Budi Pekerti - Kelas 3

Bab 4 - Pertemuan 2

MODUL AJAR

Pendidikan Agama Katolik dan Budi Pekerti — Kelas 3 (Fase B)

Topik: Makna dan Tata Perayaan Sakramen Baptis

INFORMASI UMUM

Mata PelajaranPendidikan Agama Katolik dan Budi Pekerti
Fase / KelasFase B / Kelas 3
TopikMakna dan Tata Perayaan Sakramen Baptis
Alokasi Waktu2x35 menit
Jumlah Pertemuan1

TUJUAN PEMBELAJARAN

  1. Melalui cerita dan pengamatan gambar, murid mampu menjelaskan makna Sakramen Baptis sebagai tanda penerimaan seseorang menjadi anggota Gereja Katolik.
  2. Melalui teks Kitab Suci (Kisah Para Rasul 8:26-38), murid mampu menyebutkan syarat utama untuk menerima Sakramen Baptis, yaitu percaya bahwa Yesus Kristus adalah Anak Allah.

PROFIL LULUSAN

DimensiDisasar
Keimanan dan Ketakwaan terhadap Tuhan Yang Maha Esa
Kewargaan
Penalaran Kritis
Kreativitas
Kolaborasi
Kemandirian
Kesehatan
Komunikasi

PERTANYAAN PEMANTIK

  1. Pernahkah kalian melihat upacara pembaptisan? Apa yang kalian lihat pada saat itu?
  2. Mengapa seseorang perlu dibaptis untuk menjadi anggota Gereja Katolik?
  3. Apa yang harus diyakini seseorang sebelum ia bisa menerima Sakramen Baptis?

KEGIATAN PEMBELAJARAN

Pertemuan 1

Pendahuluan:

  • Guru mengucapkan salam dan mengajak murid berdoa bersama menggunakan doa pembuka dari Buku Siswa: 'Tuhan Yesus Yang Baik, hari ini kami siap belajar tentang Sakramen Baptis…'
  • Guru melakukan asesmen awal: mengajukan 2 pertanyaan lisan diagnostik untuk mengetahui pengetahuan awal murid tentang baptis (lihat bagian asesmenAwal).
  • Guru menyampaikan tujuan pembelajaran secara singkat: 'Hari ini kita akan belajar apa artinya Sakramen Baptis dan apa syarat utama untuk menerimanya.'
  • Guru memperlihatkan dua gambar dari Buku Siswa (pembaptisan bayi dan pembaptisan dewasa) dan mengajukan pertanyaan pemantik untuk membangkitkan rasa ingin tahu murid.
  • Guru mengajak murid menyanyikan lagu bertema baptis atau lagu rohani anak yang sesuai sebagai pengondisian suasana belajar yang menggembirakan.

Kegiatan Inti:

Memahami (Berkesadaran, Bermakna):

  • Guru meminta murid mengamati dua gambar pembaptisan (bayi dan dewasa) di papan tulis atau buku siswa secara seksama selama 2 menit. Murid diminta menuliskan satu kata yang terlintas di pikiran mereka ketika melihat gambar tersebut (aktivitas berkesadaran).
  • Guru menyampaikan cerita singkat dan menarik tentang makna Sakramen Baptis: bahwa baptis berarti memulai hidup baru sebagai anggota Gereja Katolik, menjadi murid Kristus, dan dapat menerima rahmat sakramen lainnya.
  • Guru menjelaskan simbol-simbol dalam Sakramen Baptis (air suci, lilin bernyala, minyak Krisma, kain putih, nama baptis) menggunakan gambar atau benda nyata sederhana agar murid dapat mengaitkan dengan pengalaman konkret mereka.
  • Guru membacakan teks Kitab Suci Kisah Para Rasul 8:26-38 dengan suara jelas dan ekspresif. Murid menyimak sambil mengikuti teks di Buku Siswa.
  • Guru mengajukan pertanyaan pemahaman secara lisan dan murid menjawab bergantian: (a) Ke mana tujuan sida-sida itu? (b) Apa yang ia lakukan di kereta? (c) Mengapa ia tidak mengerti bacaannya? (d) Apa yang terjadi saat mereka menemukan air? (e) Apa syarat agar seseorang dapat dibaptis?
  • Guru memberikan peneguhan: 'Syarat utama dalam pembaptisan adalah iman akan Yesus Kristus sebagai Anak Allah, seperti yang diucapkan sida-sida dari Etiopia.' Guru menuliskan ayat kunci di papan: 'Aku percaya, bahwa Yesus adalah Anak Allah (Kis 8:37)'.

Mengaplikasi (Bermakna, Menggembirakan):

  • Guru membagi murid ke dalam kelompok kecil (3-4 orang). Setiap kelompok mendapat lembar kerja berisi dua bagian: (1) kolom 'Makna Baptis' dan (2) kolom 'Syarat Baptis'.
  • Setiap kelompok berdiskusi dan menuliskan: (1) minimal 2 kalimat tentang makna Sakramen Baptis dengan kata-kata mereka sendiri, dan (2) satu kalimat syarat utama baptis berdasarkan kisah sida-sida dari Etiopia.
  • Setiap kelompok mempresentasikan hasil diskusinya di depan kelas. Peserta lain diminta memberikan tanggapan atau tambahan (aktivitas komunikasi dan kolaborasi).
  • Guru memberikan umpan balik singkat setelah setiap kelompok presentasi, meluruskan miskonsepsi jika ada, dan memperkuat pemahaman kunci.
  • Murid secara individu menuliskan dengan indah di buku tulis kalimat: 'Aku percaya, bahwa Yesus adalah Anak Allah (Kis 8:37)' sebagai ekspresi iman pribadi mereka.

Merefleksi (Berkesadaran, Bermakna):

  • Guru mengajak murid duduk dengan tenang dan menutup mata sejenak (1 menit). Guru membimbing refleksi dengan suara lembut: 'Bayangkan kamu hadir saat sida-sida itu dibaptis oleh Filipus. Apa yang kamu rasakan?'
  • Murid membuka mata dan menjawab secara lisan atau menuliskan satu kalimat refleksi di buku tulis: 'Aku bersyukur atas Sakramen Baptis karena…'
  • Guru mengajak murid berdoa bersama menggunakan doa dari Buku Siswa: 'Allah, aku percaya kepada-Mu. Aku percaya Engkau bersabda kepadaku melalui Putera-Mu…' sebagai ungkapan iman setelah belajar.
  • Guru menghubungkan pembelajaran hari ini dengan kehidupan sehari-hari murid: 'Karena sudah dibaptis, tugas kita adalah hidup sebagai orang Katolik yang baik dan turut membangun masyarakat bersama Gereja.'

Penutup:

  • Guru bersama murid membuat rangkuman pembelajaran hari ini: (1) Sakramen Baptis adalah tanda penerimaan resmi menjadi anggota Gereja Katolik; (2) Syarat utama baptis adalah percaya bahwa Yesus Kristus adalah Anak Allah.
  • Guru melakukan asesmen akhir singkat: murid menjawab 2 soal tertulis di lembar kecil (exit ticket) — lihat bagian asesmenAkhir.
  • Guru memberikan apresiasi kepada seluruh murid atas partisipasi aktif hari ini.
  • Guru menyampaikan pesan moral singkat: 'Baptisan kita adalah anugerah yang berharga. Mari kita jaga iman kita kepada Yesus Kristus setiap hari.'
  • Pembelajaran ditutup dengan doa penutup bersama.

Diferensiasi:

  • Konten: Murid yang memerlukan dukungan lebih dapat menggunakan lembar bergambar dengan keterangan singkat tentang simbol-simbol baptis sebagai panduan belajar. Murid yang sudah cepat memahami dapat membaca langsung teks Kisah Para Rasul 8:26-38 dari Alkitab secara mandiri.
  • Proses: Murid yang memerlukan dukungan lebih mendapat bimbingan langsung dari guru saat diskusi kelompok dan boleh menjawab secara lisan. Murid cepat dapat diminta menemukan sendiri simbol-simbol baptis dari teks Buku Siswa sebelum guru menjelaskan.
  • Produk: Murid yang memerlukan dukungan lebih cukup menuliskan 1 kalimat makna baptis dan 1 kalimat syarat baptis. Murid cepat dapat membuat mini-poster sederhana yang menggambarkan makna Sakramen Baptis dan syaratnya, dilengkapi ayat Kitab Suci.

ASESMEN

Awal:

  • Guru mengajukan 2 pertanyaan lisan di awal pendahuluan: (1) 'Siapa di antara kalian yang pernah melihat atau tahu tentang pembaptisan?' (2) 'Menurut kalian, apa yang terjadi saat seseorang dibaptis?' — Guru mencatat respons murid sebagai peta pengetahuan awal untuk menyesuaikan kedalaman penjelasan.
  • Guru meminta murid mengacungkan tangan untuk pertanyaan: 'Siapa yang sudah pernah mendengar nama Filipus atau sida-sida dari Etiopia dalam Kitab Suci?' — untuk mengetahui familiaritas murid dengan teks yang akan digunakan.

Proses:

  • Selama tahap Memahami: guru mengajukan 5 pertanyaan lisan tentang isi Kisah Para Rasul 8:26-38 dan mencatat murid yang dapat menjawab dengan tepat.
  • Selama tahap Mengaplikasi: guru berkeliling mengamati dan menilai lembar kerja kelompok menggunakan catatan anekdotal — apakah murid mampu menuliskan makna baptis dan syarat baptis dengan kata-kata yang tepat.
  • Selama presentasi kelompok: guru menilai kemampuan komunikasi dan kedalaman pemahaman murid berdasarkan rubrik komunikasi (DPL-8).

Akhir:

  • Exit ticket tertulis (5 menit): Soal 1 — 'Tuliskan 1 kalimat yang menjelaskan makna Sakramen Baptis.' Soal 2 — 'Apa syarat utama untuk menerima Sakramen Baptis menurut Kisah Para Rasul 8:26-38? Tuliskan juga ayat Kitab Suci yang mendukung jawabanmu.'
  • Guru mengumpulkan exit ticket dan menilai ketercapaian TP 3.4.2.1 (dari Soal 1) dan TP 3.4.2.2 (dari Soal 2) menggunakan rubrik 4 level.

Formatif:

  • Observasi keaktifan murid saat tanya jawab lisan tentang kisah sida-sida dari Etiopia (Kisah Para Rasul 8:26-38).
  • Penilaian hasil diskusi kelompok: ketepatan menuliskan makna Sakramen Baptis dan syarat utama baptis pada lembar kerja kelompok.
  • Penilaian presentasi kelompok: kemampuan menyampaikan hasil diskusi dengan jelas dan percaya diri.

Sumatif:

  • Exit ticket tertulis: 2 soal singkat di akhir pembelajaran untuk mengukur ketercapaian kedua tujuan pembelajaran.
  • Rubrik penilaian berdasarkan 4 aspek: pemahaman makna baptis, pengetahuan syarat baptis, kemampuan menjelaskan berdasarkan Kitab Suci, dan sikap reflektif.

RUBRIK PENILAIAN

AspekBelum BerkembangMulaiBerkembangSangat Berkembang
Pemahaman Makna Sakramen Baptis (TP 3.4.2.1)Murid tidak dapat menjelaskan makna Sakramen Baptis atau penjelasannya tidak berkaitan dengan keanggotaan Gereja.Murid dapat menyebutkan bahwa baptis berhubungan dengan Gereja, tetapi penjelasannya masih sangat umum dan kurang tepat.Murid dapat menjelaskan bahwa Sakramen Baptis adalah tanda penerimaan seseorang menjadi anggota Gereja Katolik dengan kalimat yang cukup jelas.Murid dapat menjelaskan secara lengkap makna Sakramen Baptis sebagai tanda penerimaan menjadi anggota Gereja Katolik sekaligus menjadi murid Kristus, dengan bahasa yang jelas dan runtut.
Pengetahuan Syarat Baptis Berdasarkan Kitab Suci (TP 3.4.2.2)Murid tidak dapat menyebutkan syarat utama baptis atau menyebutkan syarat yang tidak berkaitan dengan teks Kisah Para Rasul 8:26-38.Murid dapat menyebutkan bahwa syarat baptis berhubungan dengan iman, tetapi tidak dapat menyebutkannya secara spesifik sesuai teks Kitab Suci.Murid dapat menyebutkan syarat utama baptis dengan tepat (percaya bahwa Yesus Kristus adalah Anak Allah) berdasarkan kisah sida-sida dari Etiopia.Murid dapat menyebutkan syarat utama baptis dengan tepat, mengaitkannya langsung dengan kisah sida-sida dari Etiopia, dan menyertakan kutipan ayat Kitab Suci Kisah Para Rasul 8:37.
Kemampuan Menyampaikan Pemahaman (Komunikasi — DPL-8)Murid tidak dapat menyampaikan hasil diskusi atau hanya diam saat diminta berbicara.Murid dapat menyampaikan satu poin pemahaman dengan bantuan teman atau guru.Murid dapat menyampaikan hasil diskusi kelompok dengan cukup jelas dan percaya diri di depan kelas.Murid dapat menyampaikan hasil diskusi kelompok secara jelas, runtut, dan percaya diri, serta mampu merespons pertanyaan atau tanggapan dari teman dengan tepat.
Sikap Reflektif dan Beriman (Keimanan dan Ketakwaan — DPL-1)Murid tidak menunjukkan keterlibatan dalam kegiatan refleksi dan doa.Murid mengikuti kegiatan refleksi dan doa tetapi belum mampu mengungkapkan kaitan pembelajaran dengan imannya secara personal.Murid mengikuti refleksi dan doa dengan sungguh-sungguh, dan dapat menuliskan satu kalimat ungkapan syukur atas Sakramen Baptis.Murid terlibat aktif dalam refleksi dan doa, menuliskan ungkapan syukur yang bermakna, dan dapat menghubungkan nilai baptis dengan komitmen hidupnya sebagai orang Katolik.

REFLEKSI

Refleksi Guru:

  • Apakah semua murid mampu memahami makna Sakramen Baptis sesuai TP 3.4.2.1? Mana yang masih perlu pendampingan lebih lanjut?
  • Apakah penggunaan teks Kisah Para Rasul 8:26-38 efektif dalam membantu murid memahami syarat utama baptis? Apa yang perlu disempurnakan?
  • Apakah kegiatan diskusi kelompok berjalan efektif dan melibatkan semua murid secara aktif?
  • Apakah alokasi waktu 2x35 menit cukup untuk menyelesaikan semua tahap pembelajaran (Memahami, Mengaplikasi, Merefleksi)?
  • Bagaimana saya bisa lebih baik menyesuaikan pembelajaran untuk murid yang memerlukan dukungan tambahan?

Refleksi Murid:

  • Apa yang kamu pelajari hari ini tentang Sakramen Baptis?
  • Apa syarat utama yang harus dipenuhi seseorang untuk menerima Sakramen Baptis?
  • Apa yang kamu rasakan setelah mendengar kisah sida-sida dari Etiopia yang dibaptis oleh Filipus?
  • Bagaimana kamu akan menunjukkan imanmu kepada Yesus Kristus dalam kehidupan sehari-hari?

SUMBER BELAJAR

  1. Buku Siswa Pendidikan Agama Katolik dan Budi Pekerti Kelas 3 SD (Kemdikbud) — Bab IV: Tanda dan Sarana Keselamatan Allah, Subbab A: Sakramen Baptis (hal. 86-95)
  2. Buku Guru Pendidikan Agama Katolik dan Budi Pekerti Kelas 3 SD (Kemdikbud) — Bab 4, Subbab A: Sakramen Baptis (hal. 105-113)
  3. Alkitab / Kitab Suci: Kisah Para Rasul 8:26-38
  4. Gambar pembaptisan bayi dan pembaptisan dewasa (dari Buku Siswa atau dicetak/ditampilkan di papan)
  5. Lembar kerja kelompok (disiapkan guru): kolom 'Makna Baptis' dan 'Syarat Baptis'
  6. Lembar exit ticket (disiapkan guru): 2 soal tertulis
  7. Benda simbolis Sakramen Baptis (opsional): lilin kecil, kain putih, botol air sebagai alat peraga konkret
  8. Lagu rohani anak bertema baptis atau iman (misalnya dari Madah Bakti, Pusat Musik Liturgi Yogyakarta)
  9. Papan tulis dan spidol untuk menuliskan ayat kunci dan poin rangkuman

Lihat & unduh lengkap

Masuk pakai Google untuk membuka modul ajar pertemuan ini secara penuh.

Apa isi pertemuan ini?

Dokumen mencakup tujuan pembelajaran terpilih, urutan kegiatan inti yang sudah disesuaikan dengan alokasi JP, serta pertanyaan pemantik dan asesmen formatif singkat. Cocok dipakai sebagai bahan persiapan tatap muka maupun lampiran supervisi.

Cara pakai pertemuan ini

Unduh DOCX, lalu sesuaikan nama sekolah, kepala sekolah, dan NIP. Bagian kegiatan inti bisa Bapak/Ibu kurangi atau tambah sesuai karakter siswa di kelas; tujuan pembelajaran sebaiknya tetap selaras dengan ATP induk.