MODUL AJAR Pendidikan Agama Katolik dan Budi Pekerti — Kelas 3 (Fase B) Topik: Bab 4 — Tanda Dan Sarana Keselamatan Allah INFORMASI UMUM| Mata Pelajaran | Pendidikan Agama Katolik dan Budi Pekerti |
|---|
| Fase / Kelas | Fase B / Kelas 3 |
|---|
| Topik | Bab 4 — Tanda Dan Sarana Keselamatan Allah |
|---|
| Alokasi Waktu | 29 JP (29 x 35 menit = 1015 menit) |
|---|
| Jumlah Pertemuan | 10 |
|---|
| Tahun Ajaran | 2026/2027 |
|---|
| Semester | 2 |
|---|
TUJUAN PEMBELAJARAN- TP 3.4.1 Mengidentifikasi sarana dan makna dalam Sakramen Baptis sebagai tanda penerimaan rahmat keselamatan Allah
- TP 3.4.2 Menceritakan urutan tata perayaan Sakramen Baptis dalam Gereja Katolik
- TP 3.4.3 Mengidentifikasi makna roti dan anggur dalam perayaan Sakramen Ekaristi sebagai kenangan perjamuan Tuhan
- TP 3.4.4 Menyebutkan langkah-langkah dalam menerima Sakramen Tobat sebagai sarana pengampunan dosa dari Allah
PROFIL LULUSAN| Dimensi | Disasar |
|---|
| Keimanan dan Ketakwaan terhadap Tuhan Yang Maha Esa | ✓ | | Kewargaan | | | Penalaran Kritis | ✓ | | Kreativitas | | | Kolaborasi | ✓ | | Kemandirian | ✓ | | Kesehatan | | | Komunikasi | ✓ |
PERTANYAAN PEMANTIK- Benda apa yang selalu dicurahkan oleh pastor saat membaptis seseorang?
- Mengapa air suci dan minyak krisma dipakai dalam perayaan Sakramen Baptis?
- Mengapa saat seseorang dibaptis diberi sebatang lilin yang bernyala dan mengenakan kain putih?
- Apa arti nyala lilin dan warna putih bersih itu bagi kehidupan anak-anak Allah?
- Apa yang pertama kali dilakukan imam saat menyambut calon baptis di pintu gereja?
- Mengapa dalam perayaan Sakramen Baptis kita mendengarkan bacaan Kitab Suci terlebih dahulu?
- Apa yang diucapkan dan dilakukan oleh imam saat menuangkan air baptis?
- Bagaimanakah urutan upacara baptis setelah air dituangkan hingga perayaan selesai?
- Apa yang dibagikan oleh Tuhan Yesus kepada para murid pada saat Perjamuan Malam Terakhir?
- Mengapa roti dalam perayaan Ekaristi disebut sebagai Tubuh Kristus?
- Apa yang diucapkan Yesus tentang cawan berisi anggur pada waktu Perjamuan Terakhir?
- Dalam perayaan Ekaristi di Gereja, sarana anggur melambangkan apa bagi orang Katolik?
- Apa yang biasanya kita lakukan dalam hati ketika menyadari bahwa kita telah berbuat salah kepada teman atau orang tua?
- Mengapa kita perlu memeriksa batin dan menyesali dosa sebelum memohon pengampunan kepada Tuhan dalam Sakramen Tobat?
- Apa yang kita sampaikan saat berlutut di hadapan imam di kamar pengakuan?
- Mengapa kita perlu memiliki niat bertobat yang sungguh-sungguh saat mengaku dosa di hadapan imam?
- Apa kata-kata yang diucapkan oleh bapa pengakuan (pastor) saat memberikan pengampunan dosa dari Tuhan?
- Setelah pastor memberikan pengampunan dosa, apa tugas perbuatan baik atau doa (penitensi) yang harus kita laksanakan?
- Apa arti roti dan anggur yang diberkati dalam Perayaan Ekaristi bagi umat Katolik?
- Bagaimana urutan langkah yang benar saat kita ingin menerima Sakramen Tobat?
- Apa makna sarana air suci, minyak krisma, lilin bernyala, dan kain putih dalam Sakramen Baptis?
KEGIATAN PEMBELAJARANPertemuan 1 — Mengidentifikasi Sarana Air Suci dan Minyak Krisma serta Maknanya dalam Sakramen Baptis — 2 JP (2 x 35 menit = 70 menit)Tujuan Pertemuan:- TP 3.4.1 Mengidentifikasi sarana dan makna dalam Sakramen Baptis sebagai tanda penerimaan rahmat keselamatan Allah
Pendahuluan:- Guru membuka pembelajaran dengan tanda salib, salam, dan mengajak murid berdoa pembuka bersama (3 menit).
- Guru menyampaikan tujuan pembelajaran pertemuan ini, yakni mengidentifikasi sarana air suci dan minyak krisma beserta maknanya dalam Sakramen Baptis (2 menit).
- Guru melaksanakan asesmen awal diagnostik lisan dengan mengajukan 2 pertanyaan: (1) 'Benda cair apa yang dituangkan ke dahi saat orang dibaptis?' (acuan jawaban: air/air suci); (2) 'Selain air, minyak wangi apa yang dioleskan pada dahi baptisan baru?' (acuan jawaban: minyak krisma/minyak suci) (5 menit).
Kegiatan Inti:Memahami (Berkesadaran, Bermakna):- Murid mengamati gambar wadah bejana air baptis dan botol wadah minyak krisma yang ditunjukkan guru di depan kelas (5 menit).
- Murid menyimak penjelasan kateketis guru mengenai 2 sarana Sakramen Baptis dan maknanya: (1) Air Suci bermakna membersihkan dan menyucikan dari dosa serta memberikan hidup baru; (2) Minyak Krisma bermakna pengurapan Roh Kudus dan tanda pengudusan menjadi milik Kristus (10 menit).
Mengaplikasi (Menggembirakan, Bermakna):- Murid memainkan permainan kuis tantangan berpasangan 'Tebak Kartu Rahmat' dengan memilih dan menjodohkan kartu sarana dengan kartu maknanya secara gembira. Kartu yang dipasangkan: Kartu 1 'Air Suci' dipasangkan dengan 'Membersihkan jiwa dari dosa dan memberi hidup baru'; Kartu 2 'Minyak Krisma' dipasangkan dengan 'Tanda pengurapan Roh Kudus dan menjadi milik Kristus' (10 menit).
- Murid secara mandiri mengerjakan lembar kerja klasifikasi dengan memasangkan 2 sarana Baptis (Air Suci dan Minyak Krisma) ke kotak makna yang tepat pada lembar kerja (acuan: Air Suci -> membersihkan dosa/hidup baru; Minyak Krisma -> pengurapan Roh Kudus/milik Kristus) (15 menit).
Merefleksi (Berkesadaran):- Murid duduk hening dengan penuh kesadaran (mindful) menyadari bahwa dirinya yang telah dibaptis telah disucikan oleh air suci dan dikuduskan oleh Roh Kudus melalui minyak krisma (5 menit).
- Murid bersama guru merumuskan penegasan batin: 'Aku bersyukur telah dibersihkan oleh air baptis dan diurapi menjadi milik Kristus' (5 menit).
Penutup:- Murid dan guru menyimpulkan inti pembelajaran mengenai fungsi dan makna air suci serta minyak krisma dalam Sakramen Baptis (5 menit).
- Guru memberikan penguatan materi untuk pertemuan berikutnya mengenai sarana lilin bernyala dan kain putih, lalu menutup pertemuan dengan doa penutup dan tanda salib (5 menit).
Diferensiasi:- Konten: Menyediakan kartu bergambar konkret bejana air baptis dan botol minyak krisma bagi murid yang membutuhkan bantuan visual.
- Proses: Memberikan bimbingan terarah bagi murid yang belum membedakan makna kedua sarana, serta memberikan tantangan mandiri tanpa bantuan gambar bagi murid yang sudah cepat memahami.
- Produk: Murid dapat mengidentifikasi makna sarana melalui pilihan menjodohkan garis kartu atau menuliskan kata kunci makna secara langsung.
Asesmen Pertemuan:Awal:- Guru mengajukan 2 pertanyaan lisan diagnostik: (1) Benda cair apa yang dituangkan pada kepala orang yang dibaptis? (acuan jawaban: air/air suci); (2) Minyak wangi apa yang dioleskan pastor saat baptisan? (acuan jawaban: minyak krisma/minyak suci).
Proses:- Pengamatan saat permainan tebak kartu berpasangan dan pemeriksaan lembar kerja memasangkan sarana dan makna: Murid memasangkan kartu sarana (1. Air Suci, 2. Minyak Krisma) dengan kartu makna yang tepat (acuan: Air Suci -> membersihkan dari segala dosa dan memberi hidup baru; Minyak Krisma -> tanda pengurapan Roh Kudus dan meterai milik Kristus).
Akhir Pertemuan:- Cek pemahaman lisan penutup: Guru menunjuk 2 sarana dan meminta murid mengidentifikasi maknanya. Butir: (1) Makna air suci (acuan: menyucikan/membersihkan dari dosa); (2) Makna minyak krisma (acuan: tanda karunia Roh Kudus/pengudusan).
Formatif:- Tanya jawab diagnostik awal kesiapan materi sarana Sakramen Baptis
- Lembar kerja memasangkan kartu sarana air suci dan minyak krisma beserta maknanya
Rubrik Pertemuan:| Aspek | Belum Berkembang | Mulai | Berkembang | Sangat Berkembang |
|---|
| Mengidentifikasi Sarana Air Suci dan Minyak Krisma serta Maknanya dalam Sakramen Baptis | Belum mampu mengidentifikasi sarana air suci maupun minyak krisma serta keliru memasangkan maknanya walaupun diberi bimbingan. | Mampu mengidentifikasi 1 sarana (air suci atau minyak krisma) beserta maknanya dengan tepat sesuai acuan, namun sarana lainnya masih keliru. | Mampu mengidentifikasi kedua sarana (air suci dan minyak krisma) beserta maknanya dengan tepat sesuai acuan (Air suci = membersihkan dosa/hidup baru; Minyak krisma = pengurapan Roh Kudus/milik Kristus) dengan sedikit arahan. | Mampu mengidentifikasi kedua sarana (air suci dan minyak krisma) beserta maknanya secara lengkap, tepat sesuai acuan, dan mandiri tanpa keraguan. |
Refleksi Pertemuan:Guru:- Apakah langkah permainan tebak kartu sarana dan makna efektif membantu murid kelas 3 mengidentifikasi sarana baptis dengan gembira?
- Apakah alokasi waktu 70 menit mencukupi bagi seluruh murid untuk memahami makna air suci dan minyak krisma?
Murid:- Apakah aku sudah tahu apa arti air suci yang dicurahkan saat baptis?
- Apakah aku mengingat arti minyak krisma yang dioleskan pada dahi orang yang dibaptis?
Pertemuan 2 — Mengidentifikasi Sarana Lilin Bernyala dan Kain Putih serta Maknanya dalam Sakramen Baptis — 3 JP (3 x 35 menit = 105 menit)Tujuan Pertemuan:- TP 3.4.1 Mengidentifikasi sarana dan makna dalam Sakramen Baptis sebagai tanda penerimaan rahmat keselamatan Allah
Pendahuluan:- Guru menyapa murid, mengajak berdoa pembuka bersama, dan memeriksa kehadiran murid (5 menit).
- Guru menyampaikan tujuan pembelajaran pertemuan ini, yaitu mengidentifikasi sarana lilin bernyala dan kain putih beserta maknanya dalam Sakramen Baptis (5 menit).
- Guru melakukan asesmen awal diagnostik singkat dengan menunjukkan 4 gambar sarana liturgis: (1) Lilin bernyala, (2) Kain putih, (3) Lonceng gereja [pengalih], (4) Bunga altar [pengalih], lalu meminta murid memilih 2 gambar yang merupakan sarana khusus penerimaan Sakramen Baptis (acuan kunci: nomor 1 Lilin bernyala dan nomor 2 Kain putih) (5 menit).
Kegiatan Inti:Memahami (Berkesadaran, Bermakna):- Murid mengamati lilin yang dinyalakan dan sehelai kain putih bersih yang diperlihatkan guru di depan kelas sambil menyimak penjelasan singkat mengenai sarana pembaptisan (10 menit).
- Murid membaca teks materi Buku Siswa mengenai lambang lilin bernyala sebagai terang Kristus/semangat baru dan kain putih sebagai lambang kesucian/hidup baru yang bersih dari dosa (10 menit).
- Guru memberikan 4 pernyataan tertulis di papan tulis: (1) 'Lilin bernyala melambangkan terang Kristus dan semangat hidup baru yang harus dijaga tetap menyala', (2) 'Kain putih melambangkan kesucian dan hidup baru yang bersih dari dosa', (3) 'Lilin bernyala melambangkan air yang menyucikan raga' [pernyataan salah], (4) 'Kain putih melambangkan minyak pengurapan' [pernyataan salah]; murid secara bersama membedakan pernyataan yang tepat mengenai makna lilin dan kain putih (acuan kunci: pernyataan tepat adalah nomor 1 dan 2) (10 menit).
Mengaplikasi (Menggembirakan, Bermakna):- Dalam suasana menggembirakan, murid berpasangan memainkan permainan kartu jodoh 'Terang & Suci' dengan mencocokkan 4 kartu sarana/makna: Kartu A 'Lilin Bernyala' dipasangkan dengan Kartu 1 'Terang Kristus dan semangat hidup baru'; Kartu B 'Kain Putih' dipasangkan dengan Kartu 2 'Kesucian dan hidup baru bersih dari dosa' (tersedia 2 kartu pengalih: Kartu C 'Lonceng' dan Kartu D 'Bunga') (acuan pasangan benar: A-1 dan B-2, C dan D diabaikan) (10 menit).
- Murid mengerjakan Lembar Kerja Identifikasi Mandiri yang memuat 4 butir soal centang benar/salah mengenai sarana dan makna Sakramen Baptis: Butir 1: Lilin bernyala adalah lambang terang Kristus (Benar); Butir 2: Kain putih adalah lambang kesucian hidup baru yang bebas dari noda dosa (Benar); Butir 3: Lilin bernyala melambangkan penghapus rasa lapar (Salah); Butir 4: Kain putih melambangkan pakaian perang (Salah) (15 menit).
Merefleksi (Berkesadaran, Bermakna):- Murid duduk tenang dalam suasana hening berkesadaran, merenungkan bagaimana menjaga diri tetap suci (seperti kain putih) dan membawa kebaikan bagi teman (seperti lilin yang menerangi kegelapan) (10 menit).
- Murid menuliskan satu kalimat komitmen sederhana pada selembar kertas memo: 'Sebagai anak terang, hari ini aku mau ...' (kriteria penerimaan: berisi satu tindakan konkrit berbuat baik atau berkata jujur) (10 menit).
Penutup:- Guru bersama murid membuat kesimpulan bersama mengenai makna lilin bernyala (terang Kristus) dan kain putih (kesucian/hidup baru) dalam Sakramen Baptis (5 menit).
- Guru memberikan umpan balik atas ketercapaian kegiatan identifikasi murid hari ini dan mengingatkan topik pertemuan berikutnya tentang Urutan Ritus Pembuka dan Liturgi Sabda (5 menit).
- Guru mengajak salah satu murid memimpin doa penutup dan memberi salam (5 menit).
Diferensiasi:- Konten: Murid yang membutuhkan bimbingan diberikan kartu bergambar konkret dengan simbol warna kontras; murid yang cepat diberikan teks pengayaan singkat dari kisah Santo Paulus menerima terang Kristus.
- Proses: Murid yang masih kesulitan mengidentifikasi makna dibimbing guru dalam kelompok kecil dengan peragaan visual langsung; murid yang mahir mengidentifikasi mandiri dan menjadi mitra cek silang pasangannya.
- Produk: Tingkat pemahaman dituangkan melalui centang pilihan kartu bergambar (bagi yang membutuhkan scaffolding) atau melengkapi kalimat makna secara tertulis mandiri.
Asesmen Pertemuan:Awal:- Diagnostik visual di awal pelajaran: Murid diminta menunjuk 2 sarana Sakramen Baptis dari 4 pilihan gambar: (1) Lilin bernyala, (2) Kain putih, (3) Lonceng gereja [pengalih], (4) Bunga altar [pengalih]. Acuan benar: nomor 1 dan 2.
Proses:- Observasi ketepatan kerja berpasangan menjodohkan kartu sarana dan makna lilin bernyala serta kain putih
- Penilaian lembar kerja 4 butir pernyataan benar/salah sarana dan makna lilin bernyala serta kain putih
Akhir Pertemuan:- Cek pemahaman lisan di akhir sesi: Guru menanyakan makna dari lilin bernyala (acuan: terang Kristus/semangat hidup baru) dan makna kain putih (acuan: kesucian/hidup baru bersih dari dosa).
Formatif:- Pemeriksaan ketepatan menjodohkan kartu sarana dan makna dalam permainan 'Terang & Suci'
- Pemeriksaan Lembar Kerja Identifikasi Mandiri (4 butir benar/salah sarana lilin dan kain putih)
Rubrik Pertemuan:| Aspek | Belum Berkembang | Mulai | Berkembang | Sangat Berkembang |
|---|
| Mengidentifikasi sarana lilin bernyala dan kain putih beserta maknanya dalam Sakramen Baptis | Belum mampu mengidentifikasi sarana lilin bernyala dan kain putih serta maknanya (menjawab benar 0-1 dari 4 butir lembar kerja). | Mampu mengidentifikasi sarana lilin bernyala dan kain putih namun masih keliru dalam memasangkan maknanya (menjawab benar 2 dari 4 butir lembar kerja). | Mampu mengidentifikasi sarana lilin bernyala dan kain putih serta maknanya dengan tepat sebagian besar (menjawab benar 3 dari 4 butir lembar kerja). | Mampu mengidentifikasi sarana lilin bernyala dan kain putih serta seluruh maknanya secara tepat, lengkap, dan mandiri tanpa keraguan (menjawab benar seluruh 4 butir lembar kerja: butir 1 Benar, butir 2 Benar, butir 3 Salah, butir 4 Salah). |
Refleksi Pertemuan:Guru:- Apakah penggunaan media lilin bernyala dan kain putih secara langsung membantu pemahaman murid mengenai simbol sakramen?
- Bagaimana keterlibatan murid selama permainan menjodohkan kartu 'Terang & Suci'?
Murid:- Apa arti lilin bernyala dan kain putih yang paling kamu ingat hari ini?
- Bagaimana perasaanmu saat memegang atau melihat lilin bernyala dan kain putih tadi?
Pertemuan 3 — Menceritakan Urutan Ritus Pembuka dan Liturgi Sabda dalam Tata Perayaan Sakramen Baptis — 3 JP (3 x 35 menit = 105 menit)Tujuan Pertemuan:- TP 3.4.2 Menceritakan urutan tata perayaan Sakramen Baptis dalam Gereja Katolik
Pendahuluan:- Guru menyapa murid, mengajak berdoa pembuka bersama memohon bimbingan Roh Kudus, dan mengecek kehadiran murid (5 menit).
- Guru melakukan diagnostik awal melalui tanya jawab lisan untuk mengecek kesiapan murid mengenai urutan awal perayaan Baptis: menanyakan bagian mana yang terjadi paling awal antara imam menyambut di depan pintu gereja atau mendengarkan bacaan Kitab Suci (acuan jawaban: imam menyambut di depan pintu gereja terjadi lebih dahulu) (5 menit).
- Guru menyampaikan tujuan pembelajaran hari ini, yaitu menceritakan urutan tata perayaan Sakramen Baptis khususnya bagian Ritus Pembuka dan Liturgi Sabda (5 menit).
Kegiatan Inti:Memahami (Berkesadaran, Bermakna):- Murid mengamati bagan alur urutan 4 tahap perayaan Baptis yang disajikan guru di papan tulis: (1) Penerimaan Calon di Pintu Gereja, (2) Penandaan Salib di Dahi Calon Baptis, (3) Pembacaan Sabda Allah/Kitab Suci, dan (4) Homili/Khotbah Imam (15 menit).
- Murid menyimak penjelasan guru secara saksama mengenai arti dan urutan dari keempat tahap tersebut dalam Ritus Pembuka dan Liturgi Sabda dengan penuh kesadaran (15 menit).
Mengaplikasi (Menggembirakan):- Murid berpartisipasi dalam permainan menyusun kartu alur bergambar secara berpasangan, mengurutkan 4 kartu acak: Kartu A (Homili imam), Kartu B (Imam menyambut calon di pintu gereja), Kartu C (Pembacaan Kitab Suci), Kartu D (Imam membuat tanda salib di dahi calon) menjadi urutan yang benar (kunci urutan benar: B - D - C - A) (15 menit).
- Secara bergiliran dengan teman sebangku, setiap murid menceritakan kembali secara lisan urutan Ritus Pembuka dan Liturgi Sabda tersebut berdasarkan 4 kartu alur yang telah disusun benar (kunci cerita runtut: Pertama, Imam menyambut calon di pintu gereja; Kedua, Imam memberi tanda salib di dahi calon; Ketiga, Pembacaan Kitab Suci; Keempat, Homili imam) (20 menit).
Merefleksi (Berkesadaran, Bermakna):- Murid merenungkan makna dari urutan Ritus Pembuka dan Liturgi Sabda bahwa sebelum dibaptis, calon baptis diterima dengan sukacita ke dalam keluarga Allah dan dibimbing oleh Sabda Tuhan melalui doa hening sejenak (10 menit).
Penutup:- Guru bersama murid menyimpulkan kembali 4 urutan tahap dalam Ritus Pembuka dan Liturgi Sabda Sakramen Baptis (acuan urutan: Penerimaan di pintu, Penandaan salib di dahi, Pembacaan Sabda Allah, Homili) (5 menit).
- Guru memberikan penguatan terhadap cerita lisan murid serta mengajak murid menutup pertemuan dengan doa syukur bersama (10 menit).
Diferensiasi:- Konten: Menyediakan kartu gambar alur peristiwa berpola warna bagi murid yang membutuhkan panduan visual konkret.
- Proses: Bagi murid yang masih memerlukan bimbingan, guru memberikan bantuan kata kunci urutan ('Pertama...', 'Kedua...'), sedangkan murid yang sudah mahir menceritakan urutan secara mandiri tanpa melihat kartu.
- Produk: Semua murid menceritakan 4 urutan secara lisan, dengan variasi penggunaan kartu bantu visual bagi yang membutuhkan.
Asesmen Pertemuan:Awal:- Pertanyaan diagnostik lisan: 'Saat perayaan Sakramen Baptis dimulai, peristiwa manakah yang terjadi paling awal: apakah imam menyambut calon baptis di pintu gereja, atau pembacaan Kitab Suci?' (Acuan jawaban benar: Imam menyambut calon baptis di pintu gereja).
Proses:- Pengamatan ketercapaian saat murid menyusun dan menceritakan secara lisan 4 urutan Ritus Pembuka dan Liturgi Sabda: (1) Imam menyambut di pintu gereja, (2) Imam menandai dahi dengan tanda salib, (3) Pembacaan Kitab Suci, (4) Homili imam (Acuan kunci: urutan 1-2-3-4 secara tepat).
Akhir Pertemuan:- Cek pemahaman lisan penutup: Guru meminta murid secara acak menyebutkan kembali secara urut 4 tahapan dalam Ritus Pembuka dan Liturgi Sabda Sakramen Baptis (Acuan: 1. Penerimaan di pintu gereja, 2. Tanda salib di dahi, 3. Pembacaan Sabda Allah/Kitab Suci, 4. Homili).
Formatif:- Penilaian unjuk kerja lisan menceritakan 4 urutan Ritus Pembuka dan Liturgi Sabda dalam tata perayaan Sakramen Baptis menggunakan daftar cek.
Rubrik Pertemuan:| Aspek | Belum Berkembang | Mulai | Berkembang | Sangat Berkembang |
|---|
| Menceritakan urutan Ritus Pembuka dan Liturgi Sabda dalam tata perayaan Sakramen Baptis (Daftar acuan 4 tahap: [1] Penyambutan calon di pintu gereja, [2] Penandaan salib di dahi calon, [3] Pembacaan Kitab Suci, [4] Homili imam) | Menceritakan urutan tata perayaan Sakramen Baptis dengan benar maksimal 1 dari 4 tahap sesuai daftar acuan, walau telah diberikan bimbingan penuh oleh guru. | Menceritakan urutan tata perayaan Sakramen Baptis dengan benar sebanyak 2 dari 4 tahap sesuai daftar acuan dengan bantuan arahan urutan dari guru. | Menceritakan urutan tata perayaan Sakramen Baptis dengan benar sebanyak 3 dari 4 tahap sesuai daftar acuan secara runtut. | Menceritakan urutan tata perayaan Sakramen Baptis secara lengkap dan runtut mencakup seluruh 4 tahap sesuai daftar acuan secara mandiri. |
Refleksi Pertemuan:Guru:- Apakah penggunaan kartu alur bergambar efektif membantu seluruh murid memahami dan menceritakan urutan Ritus Pembuka dan Liturgi Sabda?
- Bagaimana keterlibatan murid yang masih ragu dalam menceritakan urutan secara lisan di depan pasangan belajarnya?
Murid:- Bagian mana dari urutan Ritus Pembuka dan Liturgi Sabda yang paling mudah kamu ingat dan ceritakan?
- Bagaimana perasaanmu setelah berhasil menyusun dan menceritakan urutan perayaan baptis bersama temanmu?
Pertemuan 4 — Menceritakan Urutan Ritus Pembaptisan Inti dan Penutup dalam Tata Perayaan Sakramen Baptis — 3 JP (3 x 35 menit = 105 menit)Tujuan Pertemuan:- TP 3.4.2 Menceritakan urutan tata perayaan Sakramen Baptis dalam Gereja Katolik
Pendahuluan:- Guru menyapa murid, mengajak berdoa pembuka bersama, dan memeriksa kehadiran murid (5 menit).
- Guru melakukan asesmen awal diagnostik melalui tanya jawab lisan singkat untuk mengecek pengetahuan awal urutan ritus inti baptis: 'Setelah Liturgi Sabda selesai, apakah anak langsung pulang atau dituangi air baptis terlebih dahulu?' (acuan jawaban: dituangi air baptis terlebih dahulu) (5 menit).
- Guru menyampaikan tujuan pembelajaran pertemuan ini, yaitu menceritakan urutan ritus pembaptisan inti dan ritus penutup dalam Sakramen Baptis (5 menit).
Kegiatan Inti:Memahami (Bermakna):- Murid mengamati bagan alur 6 langkah perayaan pembaptisan inti dan penutup yang ditampilkan guru di papan tulis, yaitu: (1) Pemberkatan Air Baptis dan Janji Baptis, (2) Penuangan Air Baptis dengan rumus trinitaris ('Aku membaptis engkau dalam nama Bapa dan Putra dan Roh Kudus'), (3) Pengurapan Minyak Krisma, (4) Penyerahan Kain Putih, (5) Penyerahan Lilin Bernyala, dan (6) Bapa Kami serta Berkat Penutup (15 menit).
- Murid menyimak penjelasan guru mengenai urutan runtut dari keenam peristiwa liturgis tersebut dan mencermati teks rumus baptis yang dibacakan guru (10 menit).
Mengaplikasi (Menggembirakan):- Secara berpasangan, murid memainkan aktivitas menyenangkan 'Tantangan Kartu Urutan Baptis': setiap pasangan menerima 6 kartu peristiwa liturgi acak, yaitu Kartu A: Pemberkatan Air Baptis & Janji Baptis, Kartu B: Penuangan Air Baptis (Rumus Trinitaris), Kartu C: Pengurapan Minyak Krisma, Kartu D: Penyerahan Kain Putih, Kartu E: Penyerahan Lilin Bernyala, Kartu F: Doa Bapa Kami & Berkat Penutup; murid menyusun kartu tersebut secara tepat dari urutan 1 sampai 6 (15 menit).
- Secara bergantian dalam pasangan, murid menceritakan urutan ritus pembaptisan inti dan penutup kepada teman pasangannya secara lisan berdasarkan susunan 6 kartu yang telah dirangkai (15 menit).
- Perwakilan beberapa murid menceritakan kembali urutan 6 ritus tersebut di depan kelas secara runtut tanpa tertukar (15 menit).
Merefleksi (Berkesadaran):- Murid merenungkan kesakralan setiap langkah pembaptisan yang mempersatukan orang beriman dengan Kristus dan Gereja (5 menit).
- Murid menuliskan satu kalimat refleksi singkat pada buku catatan mengenai rasa syukur atas urutan baptisan suci yang telah mereka pelajari (5 menit).
Penutup:- Guru bersama murid menyimpulkan kembali urutan 6 langkah dalam ritus pembaptisan inti dan penutup (acuan: Pemberkatan air/janji baptis -> Penuangan air baptis -> Pengurapan minyak Krisma -> Penyerahan kain putih -> Penyerahan lilin bernyala -> Bapa Kami dan berkat penutup) (5 menit).
- Guru menutup pertemuan dengan doa penutup dan salam (5 menit).
Diferensiasi:- Konten: Murid yang membutuhkan bimbingan diberikan bagan urutan dengan petunjuk visual nomor 1-6; murid yang mandiri menggunakan kartu peristiwa tanpa petunjuk nomor.
- Proses: Murid yang memerlukan bantuan berlatih menceritakan urutan ritus bersama pasangan tutor sebaya, sedangkan murid yang mahir langsung menceritakan urutan ritus secara mandiri.
- Produk: Murid menceritakan urutan ritus pembaptisan inti dan penutup secara lisan baik dengan bantuan runtunan kartu maupun secara langsung tanpa melihat kartu.
Asesmen Pertemuan:Awal:- Tanya jawab lisan diagnostik: 'Setelah Liturgi Sabda selesai, apakah anak langsung pulang atau dituangi air baptis terlebih dahulu?' (acuan jawaban: dituangi air baptis terlebih dahulu; bukan langsung pulang).
Proses:- Pemeriksaan ketepatan susunan 6 kartu urutan baptis berpasangan (acuan kunci urutan: 1. Pemberkatan Air & Janji Baptis, 2. Penuangan Air Baptis, 3. Pengurapan Minyak Krisma, 4. Penyerahan Kain Putih, 5. Penyerahan Lilin Bernyala, 6. Doa Bapa Kami & Berkat Penutup).
- Pengamatan lisan saat murid menceritakan urutan ritus pembaptisan inti dan penutup kepada pasangan atau di depan kelas (acuan: kelengkapan dan keruntutan 6 tahap liturgis).
Akhir Pertemuan:- Cek pemahaman lisan penutup: meminta murid menyebutkan 2 tahap yang terjadi tepat setelah penuangan air baptis (acuan jawaban: Pengurapan Minyak Krisma dan Penyerahan Kain Putih).
Formatif:- Unjuk kerja menceritakan urutan ritus pembaptisan inti dan penutup berdasarkan susunan kartu urutan.
- Observasi ketepatan urutan saat kerja berpasangan.
Rubrik Pertemuan:| Aspek | Belum Berkembang | Mulai | Berkembang | Sangat Berkembang |
|---|
| Menceritakan urutan ritus pembaptisan inti dan penutup (Acuan 6 ritus: 1. Pemberkatan Air & Janji Baptis, 2. Penuangan Air Baptis, 3. Pengurapan Minyak Krisma, 4. Penyerahan Kain Putih, 5. Penyerahan Lilin Bernyala, 6. Doa Bapa Kami & Berkat Penutup) | Menceritakan kurang dari 3 urutan ritus pembaptisan inti dan penutup dengan urutan yang masih tertukar dan membutuhkan bimbingan penuh guru. | Menceritakan 3 sampai 4 urutan ritus pembaptisan inti dan penutup secara runtut sesuai acuan dengan sedikit bantuan arahan guru. | Menceritakan 5 urutan ritus pembaptisan inti dan penutup secara runtut sesuai acuan dengan mandiri. | Menceritakan seluruh 6 urutan ritus pembaptisan inti dan penutup secara lengkap, tepat, dan runtut sesuai acuan secara mandiri. |
Refleksi Pertemuan:Guru:- Apakah penggunaan media kartu urutan peristiwa liturgi membantu murid memahami dan menceritakan tata perayaan secara runtut?
- Bagian urutan mana dari ritus inti dan penutup yang paling sering tertukar oleh murid saat bercerita?
Murid:- Urutan ritus baptis manakah yang paling mudah dan paling menarik untuk aku ceritakan?
- Apakah aku sudah dapat menceritakan urutan pembaptisan dari awal penumpahan air hingga berkat penutup secara berurutan?
Pertemuan 5 — Mengidentifikasi Makna Roti dalam Sakramen Ekaristi sebagai Kenangan Perjamuan Terakhir — 3 JP (3 x 35 menit = 105 menit)Tujuan Pertemuan:- TP 3.4.3 Mengidentifikasi makna roti dan anggur dalam perayaan Sakramen Ekaristi sebagai kenangan perjamuan Tuhan
Pendahuluan:- Guru membuka pelajaran dengan tanda salib, salam, dan mengajak murid menyanyikan lagu rohani bertema syukur perjamuan serta berdoa bersama (5 menit).
- Guru menyampaikan tujuan pembelajaran pertemuan ke-5, yaitu mengidentifikasi makna roti dalam Sakramen Ekaristi sebagai kenangan Perjamuan Terakhir (5 menit).
- Guru melaksanakan asesmen awal diagnostik lisan dengan mengajukan dua pertanyaan: (1) Peristiwa apa yang dikenang saat kita merayakan Ekaristi? (acuan: Perjamuan Malam Terakhir Yesus bersama para rasul); (2) Dalam perjamuan itu, Yesus mengambil roti lalu menyebut roti itu sebagai apa? (acuan: Tubuh Kristus / Tubuh-Ku) (5 menit).
Kegiatan Inti:Memahami (Berkesadaran, Bermakna, Menggembirakan):- Murid mendengarkan dan menyimak pembacaan teks Kitab Suci Lukas 22:19 yang dibacakan guru: 'Lalu Ia mengambil roti, mengucap syukur, memecah-mecahkannya dan memberikannya kepada mereka, kata-Nya: Inilah tubuh-Ku yang diserahkan bagi kamu; perbuatlah ini menjadi peringatan akan Aku' (10 menit).
- Guru membimbing murid mengidentifikasi 3 fakta pokok dari teks Kitab Suci mengenai sarana roti: (1) Roti dipecah-pecahkan dan dibagikan oleh Yesus; (2) Roti dimaknai sebagai Tubuh Kristus yang diserahkan; (3) Tindakan pemecahan roti dilakukan untuk mengenangkan perjamuan Yesus (10 menit).
- Murid bermain kuis sambung kata cepat 'Roti Ekaristi' untuk mencocokkan potongan kalimat sabda Yesus: potongan A 'Ambillah, makanlah' disambung ke potongan B 'Inilah tubuh-Ku' dan potongan C 'Perbuatlah ini menjadi peringatan akan Daku' (10 menit).
Mengaplikasi (Bermakna):- Guru membagikan Lembar Kerja 'Identifikasi Makna Roti Ekaristi' yang berisi 4 butir pernyataan untuk dipilih apakah TEPAT atau KELIRU mengenai sarana roti Ekaristi: (1) Roti dalam Ekaristi melambangkan Tubuh Kristus yang diserahkan bagi kita; (2) Yesus memecahkan roti pada peristiwa Perjamuan Malam Terakhir; (3) Roti dalam Ekaristi hanya sekadar makanan biasa untuk mengenyangkan perut tanpa makna peringatan akan Yesus; (4) Pesan Yesus saat membagikan roti adalah 'perbuatlah ini menjadi peringatan akan Aku' (5 menit).
- Murid secara mandiri memberi tanda centang pada kolom Benar atau Salah untuk ke-4 butir lembar kerja tersebut (acuan kunci: Butir 1 = Benar, Butir 2 = Benar, Butir 3 = Salah, Butir 4 = Benar) (15 menit).
- Guru berkeliling mengamati pekerjaan murid, memberikan bimbingan bagi murid yang membutuhkan klarifikasi pada makna roti sebagai kenangan penyerahan diri Kristus (15 menit).
Merefleksi (Berkesadaran, Bermakna):- Guru bersama murid memeriksa hasil pengerjaan lembar kerja dan mengonfirmasi jawaban yang benar sesuai acuan sabda Yesus dalam Lukas 22:19 (10 menit).
- Murid merenungkan dalam hening sejenak bagaimana sikap hormat dan syukur saat melihat roti Ekaristi di altar yang mengingatkan cinta pengorbanan Yesus (5 menit).
Penutup:- Guru bersama murid membuat rangkuman pembelajaran bahwa roti dalam Sakramen Ekaristi adalah Tubuh Kristus yang diserahkan bagi manusia dan dirayakan untuk mengenangkan Perjamuan Terakhir Yesus (5 menit).
- Guru memberikan asesmen akhir berupa 2 pertanyaan cek pemahaman lisan kepada perwakilan murid: (1) Roti dalam perayaan Ekaristi melambangkan apa? (acuan: Tubuh Kristus); (2) Untuk mengenangkan peristiwa apakah perjamuan roti Ekaristi dirayakan? (acuan: Perjamuan Malam Terakhir / penyerahan diri Yesus) (3 menit).
- Guru memberikan apresiasi atas partisipasi murid, mengingatkan materi pertemuan berikutnya tentang makna anggur dalam Ekaristi, dan menutup dengan doa syukur singkat (2 menit).
Diferensiasi:- Konten: Murid yang membutuhkan bimbingan diberikan kartu kutipan Lukas 22:19 berukuran besar dengan kata kunci 'Tubuh-Ku' dan 'Peringatan akan Aku' yang diberi warna berbeda.
- Proses: Murid yang sudah mahir mengerjakan identifikasi lembar kerja secara mandiri dan diminta menambahkan 1 alasan mengapa roti harus dipecah-pecahkan seperti teladan Yesus, sedangkan murid yang berkembang dibimbing menelusuri kalimat pada teks Kitab Suci.
- Produk: Semua murid menyelesaikan 4 butir lembar kerja identifikasi makna roti Ekaristi dengan acuan penskoran yang sama.
Asesmen Pertemuan:Awal:- Pertanyaan lisan diagnostik: (1) Peristiwa apa yang dikenang saat kita merayakan Ekaristi? (acuan: Perjamuan Malam Terakhir Yesus bersama para rasul); (2) Dalam perjamuan itu, Yesus mengambil roti lalu menyebut roti itu sebagai apa? (acuan: Tubuh Kristus / Tubuh-Ku).
Proses:- Pemeriksaan ketepatan pengisian Lembar Kerja Identifikasi Makna Roti Ekaristi (4 butir Benar/Salah). Butir 1: Roti melambangkan Tubuh Kristus (Kunci: Benar); Butir 2: Yesus memecah roti pada Perjamuan Terakhir (Kunci: Benar); Butir 3: Roti Ekaristi sekadar makanan biasa (Kunci: Salah); Butir 4: Pesan Yesus 'perbuatlah ini menjadi peringatan akan Aku' (Kunci: Benar).
Akhir Pertemuan:- Cek pemahaman lisan penutup: (1) Roti dalam Sakramen Ekaristi melambangkan apa? (acuan: Tubuh Kristus / Tubuh Yesus); (2) Apa makna perayaan pemecahan roti dalam Ekaristi bagi umat Katolik? (acuan: Kenangan akan Perjamuan Terakhir Yesus / peringatan akan Yesus).
Formatif:- Asesmen diagnostik lisan di pendahuluan mengenai peristiwa Perjamuan Terakhir dan roti sebagai Tubuh Kristus
- Lembar Kerja Format Identifikasi Makna Roti Ekaristi (4 pernyataan Benar/Salah) pada tahap aplikasi
Rubrik Pertemuan:| Aspek | Belum Berkembang | Mulai | Berkembang | Sangat Berkembang |
|---|
| Mengidentifikasi makna roti dalam Sakramen Ekaristi sebagai kenangan Perjamuan Terakhir | Mengidentifikasi dengan tepat 1 dari 4 pernyataan pada lembar kerja makna roti Ekaristi (acuan kunci butir 1: Benar, butir 2: Benar, butir 3: Salah, butir 4: Benar). | Mengidentifikasi dengan tepat 2 dari 4 pernyataan pada lembar kerja makna roti Ekaristi (acuan kunci butir 1: Benar, butir 2: Benar, butir 3: Salah, butir 4: Benar). | Mengidentifikasi dengan tepat 3 dari 4 pernyataan pada lembar kerja makna roti Ekaristi (acuan kunci butir 1: Benar, butir 2: Benar, butir 3: Salah, butir 4: Benar). | Mengidentifikasi dengan tepat seluruh 4 pernyataan pada lembar kerja makna roti Ekaristi secara tepat dan mandiri (acuan kunci butir 1: Benar, butir 2: Benar, butir 3: Salah, butir 4: Benar). |
Refleksi Pertemuan:Guru:- Apakah penggunaan teks Lukas 22:19 dan kuis sambung kata berhasil memfasilitasi murid memahami makna roti sebagai Tubuh Kristus?
- Bagian mana dari langkah pembelajaran yang paling membantu murid memahami makna kenangan Perjamuan Terakhir?
Murid:- Apa yang kamu ingat saat melihat roti dalam perayaan Ekaristi di gereja?
- Perkataan apa dari Tuhan Yesus tentang roti yang paling berkesan bagimu hari ini?
Pertemuan 6 — Mengidentifikasi Makna Anggur dalam Sakramen Ekaristi sebagai Kurban Darah Kristus — 3 JP (3 x 35 menit = 105 menit)Tujuan Pertemuan:- TP 3.4.3 Mengidentifikasi makna roti dan anggur dalam perayaan Sakramen Ekaristi sebagai kenangan perjamuan Tuhan
Pendahuluan:- Guru menyapa murid, mengajak membuat tanda salib, dan memimpin doa pembuka syukur atas kurban kasih Yesus Kristus (5 menit).
- Guru melakukan asesmen awal diagnostik melalui tanya jawab singkat mengenai peristiwa Perjamuan Terakhir dengan 2 pertanyaan lisan: (1) 'Selain roti, sarana apa yang dipegang Yesus dalam cawan saat Perjamuan Terakhir?' (acuan jawaban: anggur/air anggur); (2) 'Yesus bersabda bahwa anggur dalam cawan itu adalah apa-Nya?' (acuan jawaban: darah-Nya/darah Kristus) (10 menit).
Kegiatan Inti:Memahami (Bermakna, Berkesadaran):- Murid mendengarkan pembacaan teks Kitab Suci Lukas 22:17-20 tentang penetapan Perjamuan Kudus yang dibacakan oleh guru (10 menit).
- Guru memberikan penjelasan mendalam yang berfokus pada makna sarana anggur dalam piala/cawan pada Sakramen Ekaristi sebagai lambang kurban Darah Kristus yang ditumpahkan demi pengampunan dosa dan perjanjian baru Allah dengan manusia (15 menit).
Mengaplikasi (Menggembirakan, Bermakna):- Murid berpartisipasi dalam permainan kuis berpasangan 'Tebak Kartu Makna Sakramen Ekaristi' secara menggembirakan; setiap pasangan menerima 4 kartu pernyataan untuk diidentifikasi apakah kartu tersebut merupakan makna dari sarana 'Anggur' atau 'Bukan Makna Anggur' (15 menit).
- Murid secara mandiri mengerjakan Lembar Kerja Identifikasi Makna Sarana Ekaristi berisi 4 butir pernyataan untuk menentukan makna anggur: (1) 'Menjadi lambang penyerahan Darah Kristus di kayu salib', (2) 'Merupakan tanda kurban perjanjian baru yang ditumpahkan bagi pengampunan dosa', (3) 'Melambangkan Tubuh Kristus yang diserahkan dan dipecah-pecahkan', (4) 'Diberikan Yesus dalam cawan seraya berpesan minumlah kamu semua dari cawan ini' (acuan: butir 1 = Benar Makna Anggur; butir 2 = Benar Makna Anggur; butir 3 = Salah/Bukan Makna Anggur karena merupakan makna Roti; butir 4 = Benar Makna Anggur) (20 menit).
Merefleksi (Berkesadaran):- Murid dalam suasana hening dan berkesadaran merenungkan pesan sabda Yesus 'Inilah darah-Ku, darah perjanjian, yang ditumpahkan bagi banyak orang' serta menyadari betapa besarnya pengurbanan kasih Kristus bagi keselamatan manusia (15 menit).
Penutup:- Guru bersama murid menyimpulkan bahwa dalam Sakramen Ekaristi, anggur dalam cawan melambangkan kurban Darah Kristus yang ditumpahkan demi keselamatan dan pengampunan dosa manusia (5 menit).
- Guru memberikan umpan balik atas hasil identifikasi murid pada lembar kerja dan mengakhiri kegiatan dengan doa penutup serta berkat tanda salib (10 menit).
Diferensiasi:- Konten: Murid yang membutuhkan bimbingan diberikan teks kutipan Lukas 22:20 dengan penanda kata kunci 'cawan' dan 'darah-Ku', sedangkan murid yang lebih cepat diberikan teks perikop lengkap Lukas 22:14-20.
- Proses: Murid yang memerlukan pendampingan dibimbing guru menunjuk kata kunci pada butir soal secara langsung, sementara murid yang telah mandiri mengidentifikasi keempat pernyataan tanpa bantuan.
- Produk: Semua murid memenuhi kompetensi mengidentifikasi makna sarana anggur pada lembar kerja yang sama.
Asesmen Pertemuan:Awal:- Pertanyaan lisan diagnostik: (1) 'Selain roti, sarana apa yang dipegang Yesus dalam cawan saat Perjamuan Terakhir?' (acuan: anggur/air anggur); (2) 'Yesus bersabda bahwa anggur dalam cawan itu adalah apa-Nya?' (acuan: darah-Nya/darah Kristus)
Proses:- Pemeriksaan ketepatan lembar kerja identifikasi 4 pernyataan sarana anggur Ekaristi: Butir (1) 'Menjadi lambang penyerahan Darah Kristus di kayu salib' [Makna Anggur]; Butir (2) 'Merupakan tanda kurban perjanjian baru yang ditumpahkan bagi pengampunan dosa' [Makna Anggur]; Butir (3) 'Melambangkan Tubuh Kristus yang diserahkan dan dipecah-pecahkan' [Bukan Makna Anggur/Makna Roti]; Butir (4) 'Diberikan Yesus dalam cawan seraya berpesan minumlah kamu semua dari cawan ini' [Makna Anggur].
Akhir Pertemuan:- Cek pemahaman lisan penutup: Guru menanyakan satu makna utama anggur yang dikurbankan Yesus dalam perayaan Ekaristi (acuan jawaban: kurban Darah Kristus yang ditumpahkan untuk pengampunan dosa/perjanjian baru Allah).
Formatif:- Tanya jawab diagnostik lisan di awal pembelajaran mengenai sarana anggur dalam Perjamuan Terakhir
- Observasi unjuk kerja permainan berpasangan kartu identifikasi
- Pemeriksaan lembar kerja tertulis identifikasi 4 pernyataan makna sarana anggur dalam Ekaristi
Rubrik Pertemuan:| Aspek | Belum Berkembang | Mulai | Berkembang | Sangat Berkembang |
|---|
| Mengidentifikasi makna sarana anggur dalam Sakramen Ekaristi | Tepat mengidentifikasi 0 hingga 1 dari 4 butir pernyataan makna anggur pada lembar kerja sesuai acuan. | Tepat mengidentifikasi 2 dari 4 butir pernyataan makna anggur pada lembar kerja sesuai acuan. | Tepat mengidentifikasi 3 dari 4 butir pernyataan makna anggur pada lembar kerja sesuai acuan. | Tepat mengidentifikasi seluruh 4 butir pernyataan makna anggur pada lembar kerja secara tepat dan mandiri sesuai acuan. |
Refleksi Pertemuan:Guru:- Apakah aktivitas permainan kartu dan lembar kerja efektif membantu murid mengidentifikasi makna anggur sebagai kurban Darah Kristus?
- Bagaimana keterlibatan murid dalam suasana refleksi berkesadaran saat merenungkan kurban kasih Yesus?
Murid:- Apa arti sarana anggur dalam perayaan Sakramen Ekaristi yang sudah saya pelajari hari ini?
- Bagaimana perasaan saya setelah mengetahui bahwa Yesus mengurbankan darah-Nya untuk menyelamatkan kita?
Pertemuan 7 — Menyebutkan Langkah Pemeriksaan Batin dan Penyesalan Dosa dalam Sakramen Tobat — 3 JP (3 x 35 menit = 105 menit)Tujuan Pertemuan:- TP 3.4.4 Menyebutkan langkah-langkah dalam menerima Sakramen Tobat sebagai sarana pengampunan dosa dari Allah
Pendahuluan:- Guru membuka pembelajaran dengan tanda salib, salam, dan mengajak murid menyanyikan lagu rohani 'Domba yang Hilang' (buku Ayo Puji Tuhan no. 34) (5 menit).
- Guru memimpin doa pembuka: 'Allah Yang Maha Pengampun, ampunilah kesalahan kami terhadap sesama dan bimbinglah hati kami agar mampu menyesali dosa-dosa kami. Amin.' (5 menit).
- Guru melakukan asesmen awal lisan untuk memetakan kesiapan murid mengenai dua langkah awal Sakramen Tobat: (1) 'Langkah apa saat kita dalam hati mengingat-ingat kesalahan yang pernah kita perbuat?' (acuan: pemeriksaan batin); (2) 'Langkah apa saat kita merasa sedih dan berduka atas kesalahan itu?' (acuan: penyesalan dosa/menyesali dosa) (5 menit).
Kegiatan Inti:Memahami (Bermakna, Berkesadaran):- Guru membimbing murid membaca ringkasan materi langkah penerimaan Sakramen Tobat, lalu menegaskan makna langkah pemeriksaan batin (mengingat kembali kesalahan terhadap Allah dan sesama) serta penyesalan dosa (sungguh-sungguh menyesali kesalahan dalam hati) (15 menit).
- Murid secara mandiri mencermati lembar panduan yang memuat definisi kedua langkah tersebut dan menyebutkan kembali pengertian serta nama kedua langkah itu di depan teman sebangku (10 menit).
Mengaplikasi (Menggembirakan):- Guru mengadakan permainan kartu ceria 'Tebak Langkah Hati': guru membagikan 4 kartu situasi konkret: Kartu 1: 'Mengingat kembali perbuatan memukul adik kemarin sore', Kartu 2: 'Menangis dan merasa sedih di dalam hati karena telah berbohong kepada ibu', Kartu 3: 'Mengingat sikap menyontek saat ulangan matematika', Kartu 4: 'Merasa sangat berduka dan menyesal telah mengejek nama teman'. Murid secara bergantian dan menggembirakan mengelompokkan dan menyebutkan langkah Sakramen Tobat yang tepat untuk setiap kartu (acuan: Kartu 1 = Pemeriksaan Batin, Kartu 2 = Penyesalan Dosa, Kartu 3 = Pemeriksaan Batin, Kartu 4 = Penyesalan Dosa) (20 menit).
- Murid mengerjakan Lembar Latihan Menyebutkan Langkah Sakramen Tobat yang berisi 4 butir soal mencocokkan tindakan dengan nama langkahnya: Butir 1: Mengingat perkataan kasar kepada guru (acuan: pemeriksaan batin); Butir 2: Hati merasa bersalah dan berjanji menyesali kebohongan (acuan: penyesalan dosa); Butir 3: Memeriksa diri apakah pernah malas berdoa (acuan: pemeriksaan batin); Butir 4: Bersedih karena menyakiti hati teman (acuan: penyesalan dosa) (20 menit).
Merefleksi (Berkesadaran, Bermakna):- Guru mengajak murid hening sejenak dalam doa pribadi untuk menyadari betapa pentingnya memeriksa batin dan menyesali dosa dengan sungguh-sungguh sebelum menerima pengampunan Allah (10 menit).
- Murid merenungkan dan mengungkapkan satu kalimat singkat tentang komitmen memeriksa kesalahan diri sebelum beristirahat malam (5 menit).
Penutup:- Guru bersama murid menyimpulkan materi pembelajaran dengan menyebutkan bersama 2 langkah awal Sakramen Tobat: (1) Pemeriksaan Batin dan (2) Penyesalan Dosa (5 menit).
- Guru memberikan umpan balik atas latihan murid, menyampaikan rencana materi pertemuan berikutnya (langkah pengakuan dosa dan niat bertobat), serta menutup pelajaran dengan doa dan tanda salib (5 menit).
Diferensiasi:- Konten: Menyediakan kartu situasi dengan ilustrasi visual bagi murid yang membutuhkan scaffolding membaca.
- Proses: Murid yang membutuhkan bimbingan diberikan panduan kata kunci ('mengingat salah' = pemeriksaan batin, 'sedih/sesal' = penyesalan dosa), sedangkan murid yang cepat diberikan 2 situasi tambahan untuk langsung disebutkan langkahnya secara lisan.
- Produk: Jawaban latihan dapat disampaikan melalui tulisan singkat mencentang/menjodohkan pada lembar kerja atau menyebutkan langsung secara lisan kepada guru.
Asesmen Pertemuan:Awal:- Pertanyaan diagnostik lisan: 'Sebutkan nama langkah saat kita mengingat-ingat kesalahan sebelum mengaku dosa!' (acuan jawaban benar: pemeriksaan batin).
- Pertanyaan diagnostik lisan: 'Sebutkan nama langkah saat kita merasa sedih dan menyesal atas dosa yang kita lakukan!' (acuan jawaban benar: penyesalan dosa).
Proses:- Pengamatan keterlibatan murid dalam menyebutkan langkah yang sesuai pada 4 kartu situasi permainan 'Tebak Langkah Hati': Kartu 1: Mengingat memukul adik (Pemeriksaan Batin), Kartu 2: Menangis dan merasa sedih karena berbohong (Penyesalan Dosa), Kartu 3: Mengingat menyontek ulangan (Pemeriksaan Batin), Kartu 4: Menyesal telah mengejek teman (Penyesalan Dosa).
- Penilaian lembar latihan 4 butir menyebutkan langkah Sakramen Tobat: Butir 1 acuan: Pemeriksaan Batin; Butir 2 acuan: Penyesalan Dosa; Butir 3 acuan: Pemeriksaan Batin; Butir 4 acuan: Penyesalan Dosa.
Akhir Pertemuan:- Cek pemahaman lisan penutup: Guru meminta murid menyebutkan 2 langkah awal dalam menerima Sakramen Tobat yang dipelajari hari ini (acuan jawaban: 1. Pemeriksaan batin; 2. Penyesalan dosa).
Formatif:- Tanya jawab diagnostik di awal pembelajaran
- Observasi unjuk kerja permainan kartu 'Tebak Langkah Hati'
- Pemeriksaan lembar latihan menyebutkan langkah pemeriksaan batin dan penyesalan dosa
Rubrik Pertemuan:| Aspek | Belum Berkembang | Mulai | Berkembang | Sangat Berkembang |
|---|
| Menyebutkan langkah pemeriksaan batin dan penyesalan dosa dalam Sakramen Tobat | Belum mampu menyebutkan langkah pemeriksaan batin dan penyesalan dosa meskipun diberikan kartu situasi panduan (0 dari 4 butir tepat). | Menyebutkan 1 sampai 2 dari 4 butir langkah pemeriksaan batin dan penyesalan dosa dengan tepat sesuai acuan (Butir 1: Pemeriksaan Batin, Butir 2: Penyesalan Dosa, Butir 3: Pemeriksaan Batin, Butir 4: Penyesalan Dosa) dengan bantuan guru. | Menyebutkan 3 dari 4 butir langkah pemeriksaan batin dan penyesalan dosa dengan tepat sesuai acuan (Butir 1: Pemeriksaan Batin, Butir 2: Penyesalan Dosa, Butir 3: Pemeriksaan Batin, Butir 4: Penyesalan Dosa) secara mandiri. | Menyebutkan seluruh 4 dari 4 butir langkah pemeriksaan batin dan penyesalan dosa dengan tepat sesuai acuan (Butir 1: Pemeriksaan Batin, Butir 2: Penyesalan Dosa, Butir 3: Pemeriksaan Batin, Butir 4: Penyesalan Dosa) secara mandiri dan konsisten. |
Refleksi Pertemuan:Guru:- Apakah aktivitas permainan kartu konkret membantu murid kelas 3 membedakan dan menyebutkan langkah pemeriksaan batin serta penyesalan dosa dengan jelas?
- Bagian mana dari langkah pembelajaran yang membutuhkan waktu bimbingan lebih intensif bagi murid?
Murid:- Apakah aku sudah bisa menyebutkan perbedaan antara memeriksa batin dan menyesali dosa?
- Perasaan apa yang muncul di hatiku saat belajar tentang penyesalan dosa di hadapan Tuhan?
Pertemuan 8 — Menyebutkan Langkah Pengakuan Dosa dan Niat Pertobatan di Hadapan Imam dalam Sakramen Tobat — 3 JP (3 x 35 menit = 105 menit)Tujuan Pertemuan:- TP 3.4.4 Menyebutkan langkah-langkah dalam menerima Sakramen Tobat sebagai sarana pengampunan dosa dari Allah
Pendahuluan:- Guru membuka pembelajaran dengan tanda salib, salam, dan doa bersama memohon kejujuran hati (5 menit).
- Guru bersama murid menyanyikan lagu bertema tobat seperti 'Domba yang Hilang' untuk mencairkan suasana dan membangun kesiapan belajar (5 menit).
- Guru melaksanakan asesmen awal diagnostik lisan dengan meminta murid menyebutkan 2 langkah awal Sakramen Tobat yang telah dipelajari pada pertemuan sebelumnya (acuan: 1. Pemeriksaan batin, 2. Penyesalan dosa/membangkitkan niat tobat) serta mengaitkannya dengan topik hari ini yaitu langkah pengakuan dosa dan niat tobat di hadapan imam (5 menit).
Kegiatan Inti:Memahami (Berkesadaran, Bermakna):- Murid menyimak penjelasan guru dan mencermati teks Buku Guru/Buku Siswa tentang tata cara di bilik pengakuan, yang memuat 3 hal pokok: (1) Masuk ke kamar pengakuan dan membuat Tanda Salib bersama imam, (2) Mengaku dosa secara jujur kepada imam ('Bapa, pengakuan saya yang terakhir adalah... Dosa-dosa saya adalah...'), dan (3) Mengungkapkan niat pertobatan serta penyesalan di hadapan imam ('Saya menyesal atas semua dosa saya, dan berjanji tidak berbuat dosa lagi serta mohon pengampunan') (15 menit).
- Guru memberikan tanya jawab terbimbing untuk menegaskan kembali 2 langkah inti penerimaan tobat sesi ini: langkah pengakuan dosa secara jujur di hadapan imam dan langkah menyatakan niat pertobatan (10 menit).
Mengaplikasi (Menggembirakan):- Murid memainkan permainan kartu tantangan berpasangan 'Tebak Langkah Pengakuan': setiap pasangan menerima 4 kartu pernyataan situasi di bilik pengakuan berikut: Kartu 1: 'Menyebutkan kesalahan secara jujur kepada imam', Kartu 2: 'Menyatakan janji untuk memperbaiki diri dan tidak mengulangi kesalahan di hadapan imam', Kartu 3: 'Memeriksa batin sebelum masuk ruang pengakuan', Kartu 4: 'Mendengarkan doa absolusi imam'. Murid mengelompokkan dan menyebutkan 2 kartu yang merupakan tindakan saat berhadapan langsung dengan imam untuk mengaku dosa dan menyatakan niat tobat (kunci: Kartu 1 = Langkah Pengakuan Dosa; Kartu 2 = Langkah Niat Pertobatan; sedangkan Kartu 3 dan Kartu 4 adalah kartu pengalih) (20 menit).
- Secara mandiri pada lembar tugas, murid menyebutkan 2 langkah utama saat berhadapan dengan imam dalam Sakramen Tobat beserta rumusan singkatnya berdasarkan 2 kotak panduan: Kotak A untuk langkah pengakuan dosa ('Bapa, pengakuan saya yang terakhir... Dosa saya adalah...'), Kotak B untuk langkah niat pertobatan ('Saya menyesal dan berniat untuk...') (20 menit).
Merefleksi (Berkesadaran, Bermakna):- Murid secara berkesadaran merenungkan pentingnya sikap jujur dan kerendahan hati ketika mengakui dosa serta keteguhan niat untuk tidak berbuat dosa lagi di hadapan Tuhan melalui perantaraan imam (10 menit).
- Dua perwakilan murid menyebutkan kembali secara lisan intisari langkah pengakuan dosa dan niat pertobatan yang telah dipelajari dengan penuh ketulusan (5 menit).
Penutup:- Guru memberikan umpan balik penegasan atas lembar tugas dan pelaksanaan permainan kartu langkah pengakuan dosa dan niat tobat (5 menit).
- Pembelajaran ditutup dengan doa penutup mohon rahmat pertobatan dan berkat penutup dengan tanda salib (5 menit).
Diferensiasi:- Konten: Murid yang membutuhkan bimbingan diberikan kartu panduan rumpang dengan pilihan kata kunci, sedangkan murid cepat diberikan lembar penyebutan langkah mandiri tanpa petunjuk kata kunci.
- Proses: Murid yang membutuhkan pendampingan dibimbing guru secara berpasangan dalam mengidentifikasi kartu langkah pengakuan dan niat tobat, sedangkan murid mahir langsung menyelesaikan tantangan secara mandiri.
- Produk: Murid dapat menyebutkan 2 langkah tersebut secara tertulis di lembar tugas atau menyampaikannya secara lisan langsung kepada guru.
Asesmen Pertemuan:Awal:- Tanya jawab lisan diagnostik: 'Sebutkan 2 langkah awal persiapan sebelum masuk kamar pengakuan yang telah kita pelajari!' (Acuan jawaban: 1. Pemeriksaan batin; 2. Menyesali dosa/membangkitkan niat tobat).
Proses:- Observasi aktivitas permainan kartu berpasangan: ketepatan murid memilih dan menyebutkan 2 kartu tindakan di hadapan imam (Kartu 1: Menyebutkan kesalahan secara jujur kepada imam = pengakuan dosa; Kartu 2: Menyatakan janji memperbaiki diri = niat pertobatan; dari 4 kartu yang disediakan termasuk Kartu 3 dan Kartu 4 sebagai pengalih).
- Pemeriksaan lembar kerja mandiri: ketepatan murid menyebutkan 2 langkah saat berhadapan dengan imam (1. Pengakuan dosa secara jujur, 2. Niat pertobatan/janji tidak berbuat dosa lagi).
Akhir Pertemuan:- Cek pemahaman akhir lisan/tulis singkat: Murid menyebutkan 2 langkah pokok yang dilakukan seorang petobat saat berhadapan dengan imam di kamar pengakuan (Acuan jawaban benar: 1. Mengaku dosa secara jujur, 2. Menyatakan niat tobat/penyesalan).
Formatif:- Penilaian kinerja berpasangan memilah kartu langkah pengakuan dosa dan niat tobat di hadapan imam
- Tes tertulis singkat menyebutkan 2 langkah di hadapan imam beserta rumusannya
Rubrik Pertemuan:| Aspek | Belum Berkembang | Mulai | Berkembang | Sangat Berkembang |
|---|
| Menyebutkan langkah pengakuan dosa di hadapan imam | Belum mampu menyebutkan langkah pengakuan dosa di hadapan imam secara tepat walaupun dibimbing (acuan: pengakuan dosa secara jujur di hadapan imam). | Mampu menyebutkan langkah pengakuan dosa di hadapan imam dengan bantuan dan bimbingan guru (acuan: pengakuan dosa secara jujur di hadapan imam). | Mampu menyebutkan langkah pengakuan dosa di hadapan imam secara tepat dan mandiri (acuan: pengakuan dosa secara jujur di hadapan imam). | Mampu menyebutkan langkah pengakuan dosa di hadapan imam secara lengkap, runtut, dan mandiri disertai rumusan pengakuan dasarnya ('Bapa, pengakuan saya yang terakhir... dosa saya...'). | | Menyebutkan langkah niat pertobatan di hadapan imam | Belum mampu menyebutkan langkah niat pertobatan di hadapan imam secara tepat (acuan: membangkitkan dan menyatakan niat untuk bertobat/tidak mengulangi dosa). | Mampu menyebutkan langkah niat pertobatan di hadapan imam dengan bantuan arahan kartu panduan (acuan: menyatakan niat tobat/tidak berbuat dosa lagi). | Mampu menyebutkan langkah niat pertobatan di hadapan imam secara tepat dan mandiri (acuan: menyatakan niat tobat/tidak berbuat dosa lagi). | Mampu menyebutkan langkah niat pertobatan di hadapan imam secara tepat, mandiri, dan lengkap beserta ungkapan penyesalan dan permohonan penitensi. |
Refleksi Pertemuan:Guru:- Apakah murid dapat membedakan dengan jelas antara langkah pengakuan dosa dan langkah menyatakan niat pertobatan di hadapan imam?
- Bagaimana keterlibatan murid dalam aktivitas permainan kartu berpasangan 'Tebak Langkah Pengakuan'?
Murid:- Apa yang harus aku katakan kepada pastor saat mengakukan kesalahan di kamar pengakuan?
- Mengapa aku harus sungguh-sungguh berniat untuk tidak mengulangi dosaku lagi?
Pertemuan 9 — Menyebutkan Langkah Penerimaan Absolusi dan Pelaksanaan Penitensi dalam Sakramen Tobat — 3 JP (3 x 35 menit = 105 menit)Tujuan Pertemuan:- TP 3.4.4 Menyebutkan langkah-langkah dalam menerima Sakramen Tobat sebagai sarana pengampunan dosa dari Allah
Pendahuluan:- Guru membuka pembelajaran dengan tanda salib, salam, dan mengajak murid menyanyikan lagu rohani anak serta berdoa memohon bimbingan Roh Kudus (5 menit).
- Guru menyampaikan tujuan pembelajaran pertemuan ke-9, yaitu menyebutkan langkah penerimaan absolusi (doa pengampunan) dan pelaksanaan penitensi (denda/tugas pemulihan dosa) dalam Sakramen Tobat (5 menit).
- Guru melakukan asesmen awal diagnostik lisan dengan mengajukan 2 pertanyaan: (1) 'Siapa yang memberikan pengampunan dosa dalam Sakramen Tobat?' (acuan: imam/pastor atas nama Tuhan Yesus); (2) 'Apa yang diberikan imam sebagai tanda denda atau tugas sesudah mengaku dosa?' (acuan: penitensi berupa doa atau perbuatan baik) (5 menit).
Kegiatan Inti:Memahami (Bermakna, Berkesadaran):- Murid menyimak penjelasan guru dan membaca ringkasan materi mengenai dua langkah lanjutan Sakramen Tobat: (1) Penerimaan Absolusi, yaitu doa pengampunan yang diucapkan imam ('Aku mengampuni dosa-dosamu dalam nama Bapa, Putra, dan Roh Kudus') sebagai tanda Allah mengampuni dosa manusia; dan (2) Pelaksanaan Penitensi, yaitu melakukan tugas denda dosa (doa seperti Bapa Kami/Salam Maria atau tindakan perbuatan baik) yang diberikan oleh imam sebagai wujud pertobatan nyata (15 menit).
- Murid secara berpasangan mengamati bagan alur penerimaan Sakramen Tobat di papan tulis yang memuat: Masuk ruang pengakuan -> Tanda Salib & Salam -> Mengakukan dosa & Penyesalan -> Menerima nasihat dan penitensi -> Menerima doa absolusi -> Melaksanakan doa/tindakan penitensi (15 menit).
Mengaplikasi (Menggembirakan):- Murid mengikuti kuis permainan interaktif 'Kartu Langkah Tobat' yang menggembirakan: guru membagikan lembar kerja berisi 4 butir soal menjodohkan istilah langkah penerimaan absolusi dan pelaksanaan penitensi beserta artinya, yaitu: (1) Kata-kata 'Aku mengampuni dosa-dosamu dalam nama Bapa, Putra, dan Roh Kudus' -> Absolusi; (2) Tugas doa atau perbuatan baik pemulihan dosa dari imam -> Penitensi; (3) Pelayan yang bertindak atas nama Kristus memberi absolusi -> Imam / Pastor; (4) Waktu pelaksanaan penitensi -> Dilakukan segera sesudah keluar dari ruang pengakuan dosa (acuan: 4 pasangan kunci di atas) (20 menit).
- Murid secara mandiri menuliskan dan menyebutkan pada lembar kerja: 2 contoh bentuk doa/tindakan penitensi (acuan: berdoa 1x Bapa Kami / 3x Salam Maria, meminta maaf kepada teman/orang tua, atau membantu sesama) dan 1 rumusan kalimat doa absolusi pokok (acuan: 'Aku mengampuni dosa-dosamu dalam nama Bapa, Putra, dan Roh Kudus') (15 menit).
Merefleksi (Berkesadaran, Bermakna):- Murid bersama bimbingan guru merefleksikan makna langkah absolusi dan penitensi, menyadari bahwa pengampunan Allah melahirkan kelegaan hati dan tanggung jawab untuk memperbaiki diri melalui penitensi (10 menit).
Penutup:- Murid dan guru menyimpulkan kembali intisari langkah penerimaan absolusi dan pelaksanaan penitensi dalam Sakramen Tobat (5 menit).
- Guru memberikan penguatan dan melakukan cek pemahaman akhir melalui 2 pertanyaan penutup singkat: 'Apa sebutan doa pengampunan dari imam?' (acuan: doa absolusi) dan 'Kapan penitensi harus dikerjakan?' (acuan: segera sesudah mengaku dosa/menerima sakramen) (5 menit).
- Guru menutup pertemuan dengan doa penutup syukur atas kerahiman Allah dan berkat penutup (5 menit).
Diferensiasi:- Konten: Murid yang membutuhkan bimbingan diberikan kartu panduan kata kunci bertuliskan istilah 'Absolusi' dan 'Penitensi' beserta artinya secara sederhana; murid yang cepat diberikan teks penggalan tata cara liturgi tobat untuk menelaah posisi doa absolusi dan pemberian penitensi.
- Proses: Murid yang memerlukan pendampingan dibimbing guru secara bertahap dalam mencocokkan kata kunci; murid yang mandiri langsung mengerjakan kuis kartu langkah tobat secara mandiri.
- Produk: Murid yang membutuhkan bimbingan cukup menyebutkan secara lisan atau menarik garis pada kuis langkah absolusi dan penitensi; murid yang mahir menuliskan dan menyebutkan langkah serta contoh penitensi secara mandiri.
Asesmen Pertemuan:Awal:- Tanya jawab lisan diagnostik di awal pembelajaran mengenai pemahaman awal pengampunan dosa: (1) 'Siapa yang memberikan pengampunan dosa dalam Sakramen Tobat?' (acuan: imam/pastor atas nama Tuhan Yesus); (2) 'Apa yang diberikan imam sebagai tanda denda atau tugas sesudah mengaku dosa?' (acuan: penitensi berupa doa atau perbuatan baik).
Proses:- Observasi keterlibatan murid dan penilaian lembar kerja 'Kartu Langkah Tobat' yang menilai ketepatan menyebutkan 4 butir acuan: (1) Kata-kata 'Aku mengampuni dosa-dosamu...' = Absolusi; (2) Tugas doa/perbuatan baik perbaikan diri = Penitensi; (3) Pelayan yang berwenang memberikan absolusi = Imam/Pastor; (4) Pelaksanaan penitensi = Dilakukan segera sesudah keluar dari ruang pengakuan.
Akhir Pertemuan:- Cek pemahaman akhir lisan/tulis singkat: (1) 'Sebutkan istilah doa pengampunan yang diberikan imam dalam Sakramen Tobat!' (acuan: doa absolusi); (2) 'Sebutkan 1 contoh tindakan pelaksanaan penitensi yang dapat diberikan oleh imam!' (acuan: berdoa Bapa Kami / Salam Maria, meminta maaf langsung kepada yang dirugikan, atau membantu orang tua/teman).
Formatif:- Kuis lembar kerja menjodohkan istilah dan menyebutkan langkah penerimaan absolusi serta pelaksanaan penitensi dalam Sakramen Tobat
Rubrik Pertemuan:| Aspek | Belum Berkembang | Mulai | Berkembang | Sangat Berkembang |
|---|
| Ketepatan menyebutkan langkah penerimaan absolusi dan pelaksanaan penitensi dalam Sakramen Tobat | Belum mampu menyebutkan langkah absolusi maupun penitensi (0 dari 4 butir acuan tepat). | Mampu menyebutkan 1 hingga 2 dari 4 butir acuan langkah absolusi dan penitensi dengan benar. | Mampu menyebutkan 3 dari 4 butir acuan langkah absolusi dan pelaksanaan penitensi dengan benar. | Mampu menyebutkan seluruh 4 butir acuan langkah penerimaan absolusi dan pelaksanaan penitensi dengan lengkap dan benar (acuan: 1. Kata pengampunan doa = Absolusi; 2. Tugas pemulihan = Penitensi; 3. Pemberi absolusi atas nama Kristus = Imam/Pastor; 4. Waktu penitensi = Segera sesudah mengaku dosa). |
Refleksi Pertemuan:Guru:- Apakah alur kegiatan Memahami, Mengaplikasi, dan Merefleksi efektif membantu murid memahami konsep absolusi dan penitensi?
- Bagaimana keterlibatan aktif murid saat mengikuti kuis 'Kartu Langkah Tobat'?
Murid:- Apa hal baru yang kamu pelajari tentang kata-kata pengampunan (absolusi) yang diucapkan pastor?
- Bagaimana perasaanmu mengetahui bahwa setelah menerima absolusi dan melakukan penitensi, dosa-dosamu diampuni oleh Allah?
Pertemuan 10 — Asesmen Sumatif Bab — 3 JP (3 x 35 menit = 105 menit)Tujuan Pertemuan:- TP 3.4.1 Mengidentifikasi sarana dan makna dalam Sakramen Baptis sebagai tanda penerimaan rahmat keselamatan Allah
- TP 3.4.2 Menceritakan urutan tata perayaan Sakramen Baptis dalam Gereja Katolik
- TP 3.4.3 Mengidentifikasi makna roti dan anggur dalam perayaan Sakramen Ekaristi sebagai kenangan perjamuan Tuhan
- TP 3.4.4 Menyebutkan langkah-langkah dalam menerima Sakramen Tobat sebagai sarana pengampunan dosa dari Allah
Pendahuluan:- Guru membuka sesi dengan salam, menyapa murid, memimpin doa pembuka, dan mengecek kehadiran murid (3 menit).
- Guru menyampaikan tujuan asesmen sumatif bab 4 yang meliputi tes tertulis Sakramen Ekaristi dan unjuk tutur lisan Sakramen Baptis serta Sakramen Tobat (4 menit).
- Guru menjelaskan alur teknis asesmen: 40 menit pertama tes tertulis serentak, dilanjutkan 53 menit unjuk tutur lisan bergiliran di meja guru sementara murid lain membaca senyap materi pengayaan bab 4 di meja masing-masing (3 menit).
Kegiatan Inti:Memahami (Berkesadaran):- Guru membagikan lembar tes tertulis Sakramen Ekaristi kepada seluruh murid dan membacakan petunjuk pengerjaan 4 butir soal isian: (1) Roti dalam Sakramen Ekaristi melambangkan... (kunci: Tubuh Kristus); (2) Anggur dalam Sakramen Ekaristi melambangkan... (kunci: Darah Kristus); (3) Perayaan Ekaristi dirayakan untuk mengenang peristiwa... (kunci: Perjamuan Terakhir Yesus bersama para rasul); (4) Melalui roti dan anggur dalam Ekaristi, Yesus memberikan diri-Nya sebagai tanda... (kunci: kurban keselamatan/cinta kasih Allah) (3 menit).
- Guru memberikan kesempatan kepada murid untuk menanyakan kejelasan teknis penulisan lembar jawaban tanpa membuka diskusi jawaban materi (2 menit).
Mengaplikasi (Bermakna):- Seluruh murid mengerjakan lembar tes tertulis Sakramen Ekaristi secara serentak, mandiri, dan tenang selama 40 menit di mejanya masing-masing; pada akhir waktu, lembar jawaban dikumpulkan kepada guru (40 menit).
- Guru memanggil murid satu per satu ke meja guru (durasi sekitar 1,5 hingga 2 menit per murid) untuk melaksanakan unjuk tutur lisan dengan menjawab 3 pertanyaan terstruktur: (1) Sebutkan 4 sarana Sakramen Baptis beserta maknanya (kunci: Air Suci = pembersihan dosa/hidup baru; Minyak Krisma = pengurapan Roh Kudus/tanda milik Kristus; Lilin Bernyala = terang Kristus; Kain Putih = kesucian/dikenakan Kristus); (2) Ceritakan urutan tata perayaan Sakramen Baptis secara berurutan (kunci: Ritus Pembuka -> Liturgi Sabda -> Ritus Pembaptisan Inti/Penuangan Air & Pengurapan -> Ritus Penutup); (3) Sebutkan 5 langkah runtut menerima Sakramen Tobat (kunci: 1. Pemeriksaan Batin, 2. Menyesali Dosa, 3. Berniat Bertobat/Tidak Berbuat Dosa Lagi, 4. Mengaku Dosa di Hadapan Imam, 5. Menerima Absolusi dan Melaksanakan Penitensi). Sementara itu, murid yang sedang duduk menunggu giliran membaca mandiri rangkuman Bab 4 (42 menit).
Merefleksi (Berkesadaran):- Guru memfasilitasi murid melakukan refleksi singkat tentang ketenangan, kejujuran, dan kemandirian selama menyelesaikan tes tertulis dan unjuk tutur lisan (3 menit).
Penutup:- Guru memberikan apresiasi kepada seluruh murid atas ketertiban dan kejujuran dalam menyelesaikan asesmen sumatif bab 4 (2 menit).
- Guru merangkum inti Bab 4 bahwa Sakramen Baptis, Ekaristi, dan Tobat adalah tanda dan sarana nyata kasih keselamatan Allah bagi umat-Nya, kemudian menutup pertemuan dengan doa penutup (3 menit).
Diferensiasi:- Konten: Bagi murid dengan hambatan membaca/menulis tulisan tangan, guru membacakan butir soal tes tertulis di mejanya tanpa mengubah kunci atau tingkat kesulitan soal.
- Proses: Penyediaan meja tes tutur lisan yang nyaman dan hening di sudut depan kelas untuk mengurangi kecemasan berbicara.
- Produk: Standar bukti dan kunci jawaban tetap sama untuk seluruh murid sesuai acuan rubrik sumatif.
Asesmen Pertemuan:Sumatif Bab:- kombinasi tes tertulis serentak dan unjuk tutur lisan terstruktur: lembar jawaban tertulis mengenai makna sarana Sakramen Ekaristi serta rekaman lembar observasi atas jawaban dan cerita lisan mengenai sarana/tata perayaan Sakramen Baptis dan langkah Sakramen Tobat
- tes tertulis serentak: lembar jawaban murid mengenai makna roti dan anggur sebagai lambang kurban tubuh dan darah Kristus dalam Sakramen Ekaristi yang dikerjakan seluruh kelas secara bersamaan (45 menit; kelompok; instrumen: kunci jawaban dan rubrik penskoran tertulis)
- unjuk kerja lisan bergiliran: penyampaian lisan terstruktur (jawaban lisan makna sarana baptis, penuturan urutan ritus baptis, serta penyebutan runtut langkah sakramen tobat) berdurasi 2 menit per murid di meja guru sementara murid lain melakukan kegiatan pengayaan mandiri di kelas (60 menit / 2 menit = 30 murid, mencukupi 28 murid) (60 menit; individual; instrumen: lembar observasi ketercapaian indikator lisan dengan rubrik penilaian bertingkat)
Sumatif:- kombinasi tes tertulis serentak dan unjuk tutur lisan terstruktur: lembar jawaban tertulis mengenai makna sarana Sakramen Ekaristi serta rekaman lembar observasi atas jawaban dan cerita lisan mengenai sarana/tata perayaan Sakramen Baptis dan langkah Sakramen Tobat
- tes tertulis serentak: lembar jawaban murid mengenai makna roti dan anggur sebagai lambang kurban tubuh dan darah Kristus dalam Sakramen Ekaristi yang dikerjakan seluruh kelas secara bersamaan (45 menit; kelompok; instrumen: kunci jawaban dan rubrik penskoran tertulis)
- unjuk kerja lisan bergiliran: penyampaian lisan terstruktur (jawaban lisan makna sarana baptis, penuturan urutan ritus baptis, serta penyebutan runtut langkah sakramen tobat) berdurasi 2 menit per murid di meja guru sementara murid lain melakukan kegiatan pengayaan mandiri di kelas (60 menit / 2 menit = 30 murid, mencukupi 28 murid) (60 menit; individual; instrumen: lembar observasi ketercapaian indikator lisan dengan rubrik penilaian bertingkat)
Rubrik Pertemuan:| Aspek | Belum Berkembang | Mulai | Berkembang | Sangat Berkembang |
|---|
| Makna Roti dan Anggur dalam Sakramen Ekaristi (Tes Tertulis - Butir 1-4) | Menjawab benar maksimal 1 dari 4 butir acuan (Kunci: Roti=Tubuh Kristus, Anggur=Darah Kristus, Perjamuan Terakhir, Kurban keselamatan/cinta kasih Allah). | Menjawab benar 2 dari 4 butir acuan yang ditentukan. | Menjawab benar 3 dari 4 butir acuan yang ditentukan. | Menjawab benar seluruh 4 butir acuan yang ditentukan secara tepat. | | Sarana dan Makna Sakramen Baptis (Unjuk Tutur Lisan) | Mengidentifikasi lisan maksimal 1 dari 4 sarana beserta maknanya (Acuan: Air Suci=pembersihan dosa/hidup baru, Minyak Krisma=pengurapan Roh Kudus/milik Kristus, Lilin Bernyala=terang Kristus, Kain Putih=kesucian). | Mengidentifikasi lisan 2 dari 4 sarana beserta maknanya sesuai acuan. | Mengidentifikasi lisan 3 dari 4 sarana beserta maknanya sesuai acuan. | Mengidentifikasi lisan seluruh 4 sarana beserta maknanya secara tepat sesuai acuan. | | Urutan Tata Perayaan Sakramen Baptis (Unjuk Tutur Lisan) | Menceritakan urutan ritus baptis tidak runtut atau hanya menyebut 1 bagian (Acuan runtut: 1. Ritus Pembuka, 2. Liturgi Sabda, 3. Ritus Pembaptisan Inti, 4. Ritus Penutup). | Menceritakan 2 urutan bagian ritus baptis secara runtut sesuai acuan. | Menceritakan 3 urutan bagian ritus baptis secara runtut sesuai acuan. | Menceritakan seluruh 4 bagian ritus baptis secara lengkap dan runtut dari pembuka hingga penutup sesuai acuan. | | Langkah Menerima Sakramen Tobat (Unjuk Tutur Lisan) | Menyebutkan lisan 1-2 langkah sakramen tobat dan tidak runtut (Acuan runtut: 1. Pemeriksaan batin, 2. Menyesali dosa, 3. Berniat bertobat, 4. Mengaku dosa di hadapan imam, 5. Menerima absolusi dan melaksanakan penitensi). | Menyebutkan lisan 3 dari 5 langkah sakramen tobat secara runtut sesuai acuan. | Menyebutkan lisan 4 dari 5 langkah sakramen tobat secara runtut sesuai acuan. | Menyebutkan lisan seluruh 5 langkah sakramen tobat secara lengkap dan runtut sesuai acuan. |
Refleksi Pertemuan:Guru:- Apakah alokasi waktu 40 menit tes tertulis dan 53 menit unjuk tutur lisan berjalan efektif dan tertib bagi seluruh murid?
- Bagaimana capaian murid pada pemahaman makna sarana sakramen dibandingkan dengan pemahaman urutan ritus dan langkah tobat?
Murid:- Bagian mana dari asesmen sumatif tadi yang paling mudah dan paling menantang bagiku?
- Bagaimana perasaanku saat menceritakan kembali sarana baptis dan langkah sakramen tobat kepada guru?
SUMBER BELAJAR- Buku Siswa Pendidikan Agama Katolik dan Budi Pekerti Kelas III SD, Kemendikbudristek 2021 (Bab IV: Tanda dan Sarana Keselamatan Allah, hlm. 86-95)
- Buku Panduan Guru Pendidikan Agama Katolik dan Budi Pekerti Kelas III SD, Kemendikbudristek 2021 (Bab IV, hlm. 107-117)
- Alkitab / Teks Kitab Suci Kisah Para Rasul
- Kartu bergambar sarana baptis (wadah air suci dan botol minyak krisma)
- Buku Siswa Pendidikan Agama Katolik dan Budi Pekerti Kelas III SD, Bab 4
- Buku Panduan Guru Pendidikan Agama Katolik dan Budi Pekerti Kelas III SD, Bab 4
- Benda konkret: Sebatang lilin, korek api, sehelai kain putih bersih
- Set kartu pasangan sarana dan makna Sakramen Baptis (Lilin bernyala, Kain putih, Terang Kristus, Kesucian hidup baru)
- Buku Guru Pendidikan Agama Katolik dan Budi Pekerti SD Kelas III (Kemendikbudristek, 2021).
- Buku Siswa Pendidikan Agama Katolik dan Budi Pekerti SD Kelas III (Kemendikbudristek, 2021).
- Set kartu bergambar alur Ritus Pembuka dan Liturgi Sabda Sakramen Baptis.
- Buku Siswa Pendidikan Agama Katolik dan Budi Pekerti untuk SD Kelas III, Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi.
- Buku Guru Pendidikan Agama Katolik dan Budi Pekerti untuk SD Kelas III, Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi.
- Bagan alur dan set kartu urutan ritus Sakramen Baptis.
- Buku Panduan Guru Pendidikan Agama Katolik dan Budi Pekerti untuk SD Kelas III, Kemendikbudristek 2022
- Buku Siswa Pendidikan Agama Katolik dan Budi Pekerti untuk SD Kelas III, Kemendikbudristek 2022
- Alkitab Perjanjian Baru (Injil Lukas 22:14-20)
- Gambar Perjamuan Terakhir Yesus bersama kedua belas rasul dan gambar hosti/roti perjamuan
- Lembar Kerja Siswa 'Identifikasi Makna Roti Ekaristi'
- Buku Panduan Guru Pendidikan Agama Katolik dan Budi Pekerti untuk SD Kelas III (Kemendikbudristek RI, 2022, Bab IV)
- Buku Siswa Pendidikan Agama Katolik dan Budi Pekerti untuk SD Kelas III (Kemendikbudristek RI, 2022, Bab IV)
- Alkitab Perjanjian Baru: Injil Lukas 22:14-20
- Gambar/foto cawan dan piala Ekaristi serta buah/air anggur
- Buku Panduan Guru Pendidikan Agama Katolik dan Budi Pekerti untuk SD Kelas III (Kemendikbudristek 2021), Bab 4
- Buku Siswa Pendidikan Agama Katolik dan Budi Pekerti untuk SD Kelas III (Kemendikbudristek 2021), Bab 4 Halaman 109-116
- Kartu situasi konkret 'Tebak Langkah Hati'
- Buku Nyanyian Rohani Anak 'Ayo Puji Tuhan'
- Buku Panduan Guru Pendidikan Agama Katolik dan Budi Pekerti SD Kelas III (Kemendikbudristek, 2022)
- Buku Siswa Pendidikan Agama Katolik dan Budi Pekerti SD Kelas III (Kemendikbudristek, 2022)
- Set Kartu Permainan Tantangan Langkah Pengakuan Dosa
- Lembar Kerja Murid (Langkah Pengakuan Dosa dan Niat Pertobatan)
- Buku Panduan Guru Pendidikan Agama Katolik dan Budi Pekerti untuk SD Kelas III (Kemendikbudristek RI, 2022)
- Buku Siswa Pendidikan Agama Katolik dan Budi Pekerti untuk SD Kelas III (Kemendikbudristek RI, 2022)
- Bagan Alur Sakramen Tobat dan Lembar Kerja Kuis Langkah Tobat
- Buku Panduan Guru Pendidikan Agama Katolik dan Budi Pekerti SD Kelas III (Kemendikbudristek RI, 2022)
- Buku Siswa Pendidikan Agama Katolik dan Budi Pekerti SD Kelas III (Kemendikbudristek RI, 2022)
- Lembar Soal dan Kunci Jawaban Tes Tertulis Sakramen Ekaristi
- Lembar Observasi Unjuk Tutur Lisan Sakramen Baptis dan Sakramen Tobat
|