MODUL AJAR Pendidikan Agama Katolik dan Budi Pekerti — Kelas 3 (Fase B) Topik: Asesmen Sumatif Bab 3: Yesus Tampil di Depan Umum INFORMASI UMUM| Mata Pelajaran | Pendidikan Agama Katolik dan Budi Pekerti |
|---|
| Fase / Kelas | Fase B / Kelas 3 |
|---|
| Topik | Asesmen Sumatif Bab 3: Yesus Tampil di Depan Umum |
|---|
| Alokasi Waktu | 2x35 menit |
|---|
| Jumlah Pertemuan | 1 |
|---|
TUJUAN PEMBELAJARAN- Melalui asesmen sumatif tertulis dan lisan, murid mampu menunjukkan pemahaman tentang karya keselamatan Allah melalui peristiwa Yesus dibaptis, Yesus memberi makan lima ribu orang, dan Yesus mengampuni.
- Melalui asesmen sumatif, murid mampu menunjukkan sikap dan perilaku yang mencerminkan peneladanan terhadap Yesus dalam kehidupan sehari-hari sebagai wujud iman yang nyata.
PROFIL LULUSAN| Dimensi | Disasar |
|---|
| Keimanan dan Ketakwaan terhadap Tuhan Yang Maha Esa | ✓ | | Kewargaan | | | Penalaran Kritis | ✓ | | Kreativitas | | | Kolaborasi | | | Kemandirian | ✓ | | Kesehatan | | | Komunikasi | ✓ |
PERTANYAAN PEMANTIK- Dari ketiga peristiwa yang kita pelajari — Yesus dibaptis, Yesus memberi makan lima ribu orang, dan Yesus mengampuni — mana yang paling membekas di hatimu dan mengapa?
- Bagaimana caramu menunjukkan bahwa kamu sudah meneladan Yesus dalam kehidupan sehari-hari?
- Jika Yesus ada di sebelahmu sekarang, hal baik apa yang ingin kamu ceritakan kepada-Nya tentang yang sudah kamu lakukan selama belajar di Bab 3 ini?
KEGIATAN PEMBELAJARANPertemuan 1Pendahuluan:- Guru mengucapkan salam dan mengajak murid berdoa bersama (doa pembuka sebelum belajar).
- Guru melakukan presensi dan memastikan semua murid siap mengikuti asesmen.
- Guru menyampaikan tujuan pertemuan: hari ini adalah waktu bagi murid untuk menunjukkan semua yang telah dipelajari tentang Yesus Tampil di Depan Umum.
- Guru mengajukan pertanyaan pemantik secara lisan kepada dua atau tiga murid untuk membangkitkan ingatan dan rasa percaya diri sebelum asesmen dimulai (asesmen awal/diagnostik singkat).
- Guru memberikan motivasi: 'Kerjakan dengan jujur dan penuh percaya diri, karena asesmen ini bukan untuk menghakimi tetapi untuk menunjukkan seberapa jauh kalian sudah bertumbuh.'
- Guru menjelaskan tata tertib asesmen: kerjakan sendiri, tidak boleh mencontek, boleh bertanya jika ada soal yang kurang jelas dibaca.
- Guru membagikan lembar soal asesmen sumatif tertulis.
Kegiatan Inti:Memahami (Berkesadaran):- Murid membaca seluruh soal asesmen tertulis dengan cermat sebelum menjawab (memberi waktu 3 menit untuk membaca semua soal).
- Guru mempersilakan murid bertanya jika ada kata atau kalimat soal yang sulit dipahami, guru menjelaskan soalnya — bukan jawabannya.
- Murid mengerjakan soal Bagian A: Pilihan Ganda (10 soal) yang mencakup fakta-fakta pokok tentang peristiwa Yesus dibaptis, Yesus memberi makan lima ribu orang, dan Yesus mengampuni.
- Guru berkeliling memantau proses pengerjaan, memastikan suasana tertib dan tenang, serta mencatat murid yang tampak kesulitan sebagai bahan umpan balik setelah asesmen.
- Setelah 10 menit, guru mengingatkan sisa waktu untuk Bagian A.
Mengaplikasi (Bermakna):- Murid mengerjakan soal Bagian B: Isian Singkat (5 soal) yang meminta mereka menerapkan pemahaman — misalnya menuliskan makna pembaptisan Yesus, alasan Yesus memberi makan orang banyak, dan pesan pengampunan dari perumpamaan anak yang hilang.
- Murid mengerjakan soal Bagian C: Uraian (2 soal) yang meminta mereka menghubungkan ajaran Yesus dengan tindakan nyata dalam kehidupan sehari-hari. Contoh: 'Tuliskan satu contoh perbuatan nyata yang dapat kamu lakukan sebagai wujud meneladani Yesus yang rela berbagi.'
- Guru berkeliling secara perlahan, sesekali memberikan senyum penyemangat kepada murid tanpa mengganggu konsentrasi mereka.
- Setelah seluruh soal tertulis selesai (sekitar 30 menit dari awal pengerjaan), guru meminta murid mengumpulkan lembar jawaban.
- Guru memberikan jeda singkat (2 menit) — murid boleh meregangkan tubuh — sebelum asesmen lisan dimulai.
Merefleksi (Berkesadaran, Menggembirakan):- Guru melakukan asesmen lisan secara bergiliran: memanggil 4–6 murid (dipilih secara acak atau berdasarkan catatan guru) untuk menjawab 1–2 pertanyaan lisan tentang sikap meneladani Yesus. Contoh pertanyaan lisan: 'Ceritakan satu hal yang sudah kamu lakukan minggu ini yang menunjukkan kamu meneladani Yesus yang mengampuni.'
- Sementara asesmen lisan berlangsung, murid lain menuliskan refleksi diri pada lembar refleksi: 'Hal apa dari Bab 3 yang paling berkesan bagimu? Mengapa?' dan 'Satu hal baik apa yang akan kamu lakukan mulai hari ini sebagai wujud meneladani Yesus?'
- Setelah asesmen lisan selesai, guru mengajak seluruh kelas berbagi refleksi secara singkat: 2–3 sukarelawan membacakan refleksinya di depan kelas.
- Guru memberikan apresiasi verbal atas keberanian dan kejujuran murid dalam menyelesaikan asesmen: 'Kalian sudah menunjukkan iman kalian hari ini, bukan hanya dengan kata-kata tetapi juga dengan hati yang jujur.'
Penutup:- Guru mengajak murid berdoa penutup bersama sebagai ungkapan syukur atas pertemuan hari ini.
- Guru menyampaikan bahwa hasil asesmen akan diinformasikan pada pertemuan berikutnya beserta umpan balik tertulis.
- Guru mengingatkan murid untuk terus mempraktikkan sikap meneladani Yesus di rumah dan lingkungan sekitar.
- Guru menutup kelas dengan salam.
Diferensiasi:- Konten: Bagi murid yang memerlukan dukungan tambahan, guru membolehkan mereka menggunakan kartu kata kunci yang berisi istilah-istilah penting (baptis, pengampunan, mukjizat, tobat) sebagai pengingat saat mengerjakan soal isian dan uraian.
- Proses: Bagi murid yang lebih cepat selesai, mereka diminta menyelesaikan soal pengayaan berupa 1 soal uraian tambahan: 'Tuliskan sebuah doa pendek yang kamu buat sendiri, berterima kasih kepada Yesus atas salah satu karya keselamatan-Nya yang paling menyentuh hatimu.' Bagi murid yang lambat, guru memberikan perpanjangan waktu 5 menit dan soal uraian dapat dijawab secara lisan kepada guru.
- Produk: Murid yang kesulitan menulis dapat menyampaikan jawaban soal uraian secara lisan kepada guru atau melalui gambar berseri sederhana yang dilengkapi keterangan singkat.
ASESMENAwal:- Guru mengajukan 2–3 pertanyaan lisan pemantik kepada beberapa murid secara acak untuk mengecek apakah mereka masih mengingat isi pembelajaran Bab 3 sebelum asesmen dimulai.
- Pertanyaan diagnostik contoh: 'Siapa yang bisa menyebutkan tiga peristiwa besar yang sudah kita pelajari di Bab 3?' — jawaban murid menjadi indikator kesiapan awal.
- Guru mencatat murid yang tampak ragu-ragu atau tidak dapat menjawab sebagai bahan pertimbangan diferensiasi selama asesmen berlangsung.
Proses:- Observasi guru selama pengerjaan soal tertulis: guru berkeliling dan mencatat murid yang kesulitan, terutama pada soal uraian (Bagian C), sebagai dasar umpan balik personal.
- Pemantauan kemandirian: guru menilai apakah murid mengerjakan secara jujur dan mandiri tanpa mencontek.
- Asesmen lisan bergiliran di tahap Merefleksi: guru menilai kelancaran, ketepatan isi, dan keberanian murid menyampaikan jawaban lisan tentang sikap meneladani Yesus.
- Lembar refleksi diri: guru membaca lembar refleksi murid sebagai data formatif tentang kedalaman internalisasi nilai iman.
Akhir:- Nilai asesmen tertulis dihitung dengan rumus: (Skor Pilihan Ganda + Skor Isian + Skor Uraian) / Skor Maksimal x 100. Skor maksimal: PG 10 + Isian 10 + Uraian 10 = 30, dikonversi ke skala 100.
- Nilai asesmen lisan dinilai menggunakan rubrik 4 level (Belum Berkembang hingga Sangat Berkembang) berdasarkan aspek ketepatan isi jawaban dan kemampuan mengungkapkan sikap meneladani Yesus.
- Guru memberikan umpan balik tertulis pada lembar jawaban murid yang dikembalikan di pertemuan berikutnya, mencakup apresiasi atas jawaban baik dan saran perbaikan yang spesifik.
- Hasil asesmen digunakan guru untuk memetakan pencapaian TP 3.3.8.1 dan 3.3.8.2, serta menentukan tindak lanjut (pengayaan atau remedial) untuk masing-masing murid.
Formatif:- Tanya jawab lisan saat pendahuluan (pertanyaan pemantik) untuk mengecek kesiapan dan ingatan awal murid.
- Observasi guru selama pengerjaan: mencatat murid yang tampak kesulitan, tidak percaya diri, atau selesai lebih cepat sebagai bahan umpan balik.
- Asesmen lisan bergiliran di tahap Merefleksi: guru menilai kemampuan murid mengungkapkan sikap teladan Yesus secara verbal.
- Lembar refleksi diri murid: menunjukkan kesadaran dan internalisasi nilai dari pembelajaran Bab 3.
Sumatif:- Asesmen tertulis Bagian A — Pilihan Ganda (10 soal, skor 1 per soal): menguji pemahaman fakta dan konsep tentang Yesus dibaptis, Yesus memberi makan lima ribu orang, dan Yesus mengampuni.
- Asesmen tertulis Bagian B — Isian Singkat (5 soal, skor 2 per soal): menguji kemampuan murid mengingat dan menjelaskan pokok-pokok penting dari ketiga peristiwa.
- Asesmen tertulis Bagian C — Uraian (2 soal, skor 5 per soal): menguji kemampuan murid menghubungkan ajaran Yesus dengan sikap dan perilaku nyata dalam kehidupan sehari-hari.
- Asesmen lisan (1–2 pertanyaan per murid yang dipanggil): menilai kemampuan komunikasi dan internalisasi nilai iman secara langsung.
RUBRIK PENILAIAN| Aspek | Belum Berkembang | Mulai | Berkembang | Sangat Berkembang |
|---|
| Pemahaman tentang karya keselamatan Allah (TP 3.3.8.1) — Soal Tertulis | Murid tidak dapat menjawab atau jawaban sangat tidak tepat untuk sebagian besar soal tentang peristiwa Yesus dibaptis, memberi makan lima ribu orang, dan mengampuni. Skor < 40. | Murid dapat menjawab sebagian kecil soal dengan benar, namun masih banyak kekeliruan dalam memahami fakta dan makna peristiwa. Skor 40–59. | Murid dapat menjawab sebagian besar soal dengan benar dan menunjukkan pemahaman yang cukup tentang makna ketiga peristiwa karya keselamatan Allah. Skor 60–79. | Murid menjawab hampir semua soal dengan benar dan mampu menjelaskan makna ketiga peristiwa karya keselamatan Allah dengan tepat dan lengkap. Skor ≥ 80. | | Kemampuan menghubungkan ajaran Yesus dengan sikap hidup nyata (TP 3.3.8.1 & 3.3.8.2) — Soal Uraian | Jawaban tidak menunjukkan kaitan antara ajaran Yesus dengan tindakan nyata, atau hanya menyalin ulang kalimat soal tanpa penjelasan bermakna. | Jawaban menunjukkan kaitan yang samar antara ajaran Yesus dengan tindakan nyata, dengan contoh yang terlalu umum atau kurang relevan dengan kehidupan sehari-hari. | Jawaban menunjukkan kaitan yang jelas antara ajaran Yesus dengan contoh tindakan nyata yang relevan, meskipun penjelasannya belum mendalam. | Jawaban menunjukkan kaitan yang kuat dan mendalam antara ajaran Yesus dengan contoh tindakan nyata yang spesifik, relevan, dan mencerminkan internalisasi nilai iman yang sesungguhnya. | | Sikap meneladani Yesus dalam kehidupan sehari-hari (TP 3.3.8.2) — Asesmen Lisan & Refleksi | Murid tidak dapat menyebutkan contoh sikap meneladani Yesus atau jawaban tidak berkaitan dengan tema yang dipelajari. | Murid dapat menyebutkan contoh sikap meneladani Yesus namun masih sangat sederhana dan belum menunjukkan pemahaman tentang alasannya. | Murid dapat menyebutkan dan menjelaskan contoh sikap meneladani Yesus dalam kehidupan sehari-hari dengan alasan yang cukup jelas. | Murid dapat menyebutkan, menjelaskan, dan mengungkapkan dengan penuh keyakinan contoh konkret sikap meneladani Yesus, disertai alasan yang mencerminkan penghayatan iman yang nyata dan personal. | | Kemandirian dan kejujuran dalam mengerjakan asesmen | Murid tidak berusaha mengerjakan secara mandiri dan/atau menunjukkan perilaku tidak jujur (mencontek) selama asesmen berlangsung. | Murid berusaha mandiri namun sesekali tampak ingin melihat pekerjaan teman; perlu diingatkan guru. | Murid mengerjakan asesmen secara mandiri dan jujur tanpa perlu diingatkan, meskipun tampak kurang percaya diri. | Murid mengerjakan asesmen dengan penuh kemandirian, kejujuran, dan kepercayaan diri; tidak terpengaruh oleh situasi sekitar. |
REFLEKSIRefleksi Guru:- Apakah seluruh murid memahami instruksi asesmen dengan baik? Adakah soal yang perlu diperjelas redaksinya untuk asesmen berikutnya?
- Apakah alokasi waktu 2x35 menit cukup untuk menyelesaikan asesmen tertulis dan lisan? Bagian mana yang perlu disesuaikan?
- Murid mana yang tampak kesulitan, dan apa kemungkinan penyebabnya — apakah materi belum dipahami, kesulitan membaca soal, atau faktor lain?
- Apakah diferensiasi yang disiapkan (kartu kata kunci, soal pengayaan, jawaban lisan) benar-benar membantu murid dengan kebutuhan berbeda?
- Dari hasil asesmen ini, apakah TP 3.3.8.1 dan 3.3.8.2 sudah tercapai oleh sebagian besar murid? Tindak lanjut apa yang perlu dilakukan?
Refleksi Murid:- Dari tiga peristiwa yang kita pelajari di Bab 3 — Yesus dibaptis, Yesus memberi makan lima ribu orang, Yesus mengampuni — mana yang paling mudah dan mana yang paling sulit untuk dikerjakan soalnya? Mengapa?
- Apakah kamu sudah mengerjakan asesmen dengan jujur dan sepenuh hati? Bagaimana perasaanmu setelah menyelesaikannya?
- Satu hal penting apa yang kamu pelajari dari Bab 3 tentang Yesus yang akan selalu kamu ingat dan terapkan dalam hidupmu?
SUMBER BELAJAR- Buku Siswa: Pendidikan Agama Katolik dan Budi Pekerti untuk SD Kelas III — Susi Bonardy & Yenny Suria, Kemendikbudristek 2022 (ISBN: 978-602-244-596-8), Bab III hlm. 55–80.
- Buku Panduan Guru: Pendidikan Agama Katolik dan Budi Pekerti untuk SD Kelas III — Susi Bonardy & Yenny Suria, Kemendikbudristek 2022 (ISBN: 978-602-244-567-8), Bab 3 hlm. 68–80.
- Lembar soal asesmen sumatif tertulis (Bagian A: Pilihan Ganda, Bagian B: Isian Singkat, Bagian C: Uraian) — disiapkan oleh guru.
- Lembar refleksi diri murid — disiapkan oleh guru.
- Kartu kata kunci Bab 3 (baptis, pengampunan, mukjizat, tobat, keselamatan) — untuk diferensiasi murid yang memerlukan dukungan.
- Alkitab / Kitab Suci: Lukas 3:21-22 (Yesus dibaptis), Yohanes 6:1-14 (Yesus memberi makan lima ribu orang), Lukas 15:11-32 (Perumpamaan anak yang hilang).
- Panduan Pembelajaran dan Asesmen (PPA) Kurikulum Merdeka edisi revisi 2025 — sebagai acuan prinsip asesmen sumatif.
|