Modul AjarPertemuan 8Bab 3Fase BSemester 1

Modul Ajar Pendidikan Agama Katolik dan Budi Pekerti Kelas 3: Asesmen Sumatif Bab 3: Yesus Tampil di Depan Umum

Modul Ajar ini disusun untuk satu pertemuan tatap muka mata pelajaran Pendidikan Agama Katolik dan Budi Pekerti kelas 3 dengan topik "Asesmen Sumatif Bab 3: Yesus Tampil di Depan Umum". Dokumen mengikuti Alur Tujuan Pembelajaran (ATP) Kurikulum Merdeka, lengkap dengan tujuan, langkah kegiatan, dan asesmen ringkas.

MEJAGURU.ID - DOKUMEN MODUL AJAR

Modul Ajar Pendidikan Agama Katolik dan Budi Pekerti Kelas 3: Asesmen Sumatif Bab 3: Yesus Tampil di Depan Umum

Pendidikan Agama Katolik dan Budi Pekerti - Kelas 3

Bab 3 - Pertemuan 8

MODUL AJAR

Pendidikan Agama Katolik dan Budi Pekerti — Kelas 3 (Fase B)

Topik: Asesmen Sumatif Bab 3: Yesus Tampil di Depan Umum

INFORMASI UMUM

Mata PelajaranPendidikan Agama Katolik dan Budi Pekerti
Fase / KelasFase B / Kelas 3
TopikAsesmen Sumatif Bab 3: Yesus Tampil di Depan Umum
Alokasi Waktu2x35 menit
Jumlah Pertemuan1

TUJUAN PEMBELAJARAN

  1. Melalui asesmen sumatif tertulis dan lisan, murid mampu menunjukkan pemahaman tentang karya keselamatan Allah melalui peristiwa Yesus dibaptis, Yesus memberi makan lima ribu orang, dan Yesus mengampuni.
  2. Melalui asesmen sumatif, murid mampu menunjukkan sikap dan perilaku yang mencerminkan peneladanan terhadap Yesus dalam kehidupan sehari-hari sebagai wujud iman yang nyata.

PROFIL LULUSAN

DimensiDisasar
Keimanan dan Ketakwaan terhadap Tuhan Yang Maha Esa
Kewargaan
Penalaran Kritis
Kreativitas
Kolaborasi
Kemandirian
Kesehatan
Komunikasi

PERTANYAAN PEMANTIK

  1. Dari ketiga peristiwa yang kita pelajari — Yesus dibaptis, Yesus memberi makan lima ribu orang, dan Yesus mengampuni — mana yang paling membekas di hatimu dan mengapa?
  2. Bagaimana caramu menunjukkan bahwa kamu sudah meneladan Yesus dalam kehidupan sehari-hari?
  3. Jika Yesus ada di sebelahmu sekarang, hal baik apa yang ingin kamu ceritakan kepada-Nya tentang yang sudah kamu lakukan selama belajar di Bab 3 ini?

KEGIATAN PEMBELAJARAN

Pertemuan 1

Pendahuluan:

  • Guru mengucapkan salam dan mengajak murid berdoa bersama (doa pembuka sebelum belajar).
  • Guru melakukan presensi dan memastikan semua murid siap mengikuti asesmen.
  • Guru menyampaikan tujuan pertemuan: hari ini adalah waktu bagi murid untuk menunjukkan semua yang telah dipelajari tentang Yesus Tampil di Depan Umum.
  • Guru mengajukan pertanyaan pemantik secara lisan kepada dua atau tiga murid untuk membangkitkan ingatan dan rasa percaya diri sebelum asesmen dimulai (asesmen awal/diagnostik singkat).
  • Guru memberikan motivasi: 'Kerjakan dengan jujur dan penuh percaya diri, karena asesmen ini bukan untuk menghakimi tetapi untuk menunjukkan seberapa jauh kalian sudah bertumbuh.'
  • Guru menjelaskan tata tertib asesmen: kerjakan sendiri, tidak boleh mencontek, boleh bertanya jika ada soal yang kurang jelas dibaca.
  • Guru membagikan lembar soal asesmen sumatif tertulis.

Kegiatan Inti:

Memahami (Berkesadaran):

  • Murid membaca seluruh soal asesmen tertulis dengan cermat sebelum menjawab (memberi waktu 3 menit untuk membaca semua soal).
  • Guru mempersilakan murid bertanya jika ada kata atau kalimat soal yang sulit dipahami, guru menjelaskan soalnya — bukan jawabannya.
  • Murid mengerjakan soal Bagian A: Pilihan Ganda (10 soal) yang mencakup fakta-fakta pokok tentang peristiwa Yesus dibaptis, Yesus memberi makan lima ribu orang, dan Yesus mengampuni.
  • Guru berkeliling memantau proses pengerjaan, memastikan suasana tertib dan tenang, serta mencatat murid yang tampak kesulitan sebagai bahan umpan balik setelah asesmen.
  • Setelah 10 menit, guru mengingatkan sisa waktu untuk Bagian A.

Mengaplikasi (Bermakna):

  • Murid mengerjakan soal Bagian B: Isian Singkat (5 soal) yang meminta mereka menerapkan pemahaman — misalnya menuliskan makna pembaptisan Yesus, alasan Yesus memberi makan orang banyak, dan pesan pengampunan dari perumpamaan anak yang hilang.
  • Murid mengerjakan soal Bagian C: Uraian (2 soal) yang meminta mereka menghubungkan ajaran Yesus dengan tindakan nyata dalam kehidupan sehari-hari. Contoh: 'Tuliskan satu contoh perbuatan nyata yang dapat kamu lakukan sebagai wujud meneladani Yesus yang rela berbagi.'
  • Guru berkeliling secara perlahan, sesekali memberikan senyum penyemangat kepada murid tanpa mengganggu konsentrasi mereka.
  • Setelah seluruh soal tertulis selesai (sekitar 30 menit dari awal pengerjaan), guru meminta murid mengumpulkan lembar jawaban.
  • Guru memberikan jeda singkat (2 menit) — murid boleh meregangkan tubuh — sebelum asesmen lisan dimulai.

Merefleksi (Berkesadaran, Menggembirakan):

  • Guru melakukan asesmen lisan secara bergiliran: memanggil 4–6 murid (dipilih secara acak atau berdasarkan catatan guru) untuk menjawab 1–2 pertanyaan lisan tentang sikap meneladani Yesus. Contoh pertanyaan lisan: 'Ceritakan satu hal yang sudah kamu lakukan minggu ini yang menunjukkan kamu meneladani Yesus yang mengampuni.'
  • Sementara asesmen lisan berlangsung, murid lain menuliskan refleksi diri pada lembar refleksi: 'Hal apa dari Bab 3 yang paling berkesan bagimu? Mengapa?' dan 'Satu hal baik apa yang akan kamu lakukan mulai hari ini sebagai wujud meneladani Yesus?'
  • Setelah asesmen lisan selesai, guru mengajak seluruh kelas berbagi refleksi secara singkat: 2–3 sukarelawan membacakan refleksinya di depan kelas.
  • Guru memberikan apresiasi verbal atas keberanian dan kejujuran murid dalam menyelesaikan asesmen: 'Kalian sudah menunjukkan iman kalian hari ini, bukan hanya dengan kata-kata tetapi juga dengan hati yang jujur.'

Penutup:

  • Guru mengajak murid berdoa penutup bersama sebagai ungkapan syukur atas pertemuan hari ini.
  • Guru menyampaikan bahwa hasil asesmen akan diinformasikan pada pertemuan berikutnya beserta umpan balik tertulis.
  • Guru mengingatkan murid untuk terus mempraktikkan sikap meneladani Yesus di rumah dan lingkungan sekitar.
  • Guru menutup kelas dengan salam.

Diferensiasi:

  • Konten: Bagi murid yang memerlukan dukungan tambahan, guru membolehkan mereka menggunakan kartu kata kunci yang berisi istilah-istilah penting (baptis, pengampunan, mukjizat, tobat) sebagai pengingat saat mengerjakan soal isian dan uraian.
  • Proses: Bagi murid yang lebih cepat selesai, mereka diminta menyelesaikan soal pengayaan berupa 1 soal uraian tambahan: 'Tuliskan sebuah doa pendek yang kamu buat sendiri, berterima kasih kepada Yesus atas salah satu karya keselamatan-Nya yang paling menyentuh hatimu.' Bagi murid yang lambat, guru memberikan perpanjangan waktu 5 menit dan soal uraian dapat dijawab secara lisan kepada guru.
  • Produk: Murid yang kesulitan menulis dapat menyampaikan jawaban soal uraian secara lisan kepada guru atau melalui gambar berseri sederhana yang dilengkapi keterangan singkat.

ASESMEN

Awal:

  • Guru mengajukan 2–3 pertanyaan lisan pemantik kepada beberapa murid secara acak untuk mengecek apakah mereka masih mengingat isi pembelajaran Bab 3 sebelum asesmen dimulai.
  • Pertanyaan diagnostik contoh: 'Siapa yang bisa menyebutkan tiga peristiwa besar yang sudah kita pelajari di Bab 3?' — jawaban murid menjadi indikator kesiapan awal.
  • Guru mencatat murid yang tampak ragu-ragu atau tidak dapat menjawab sebagai bahan pertimbangan diferensiasi selama asesmen berlangsung.

Proses:

  • Observasi guru selama pengerjaan soal tertulis: guru berkeliling dan mencatat murid yang kesulitan, terutama pada soal uraian (Bagian C), sebagai dasar umpan balik personal.
  • Pemantauan kemandirian: guru menilai apakah murid mengerjakan secara jujur dan mandiri tanpa mencontek.
  • Asesmen lisan bergiliran di tahap Merefleksi: guru menilai kelancaran, ketepatan isi, dan keberanian murid menyampaikan jawaban lisan tentang sikap meneladani Yesus.
  • Lembar refleksi diri: guru membaca lembar refleksi murid sebagai data formatif tentang kedalaman internalisasi nilai iman.

Akhir:

  • Nilai asesmen tertulis dihitung dengan rumus: (Skor Pilihan Ganda + Skor Isian + Skor Uraian) / Skor Maksimal x 100. Skor maksimal: PG 10 + Isian 10 + Uraian 10 = 30, dikonversi ke skala 100.
  • Nilai asesmen lisan dinilai menggunakan rubrik 4 level (Belum Berkembang hingga Sangat Berkembang) berdasarkan aspek ketepatan isi jawaban dan kemampuan mengungkapkan sikap meneladani Yesus.
  • Guru memberikan umpan balik tertulis pada lembar jawaban murid yang dikembalikan di pertemuan berikutnya, mencakup apresiasi atas jawaban baik dan saran perbaikan yang spesifik.
  • Hasil asesmen digunakan guru untuk memetakan pencapaian TP 3.3.8.1 dan 3.3.8.2, serta menentukan tindak lanjut (pengayaan atau remedial) untuk masing-masing murid.

Formatif:

  • Tanya jawab lisan saat pendahuluan (pertanyaan pemantik) untuk mengecek kesiapan dan ingatan awal murid.
  • Observasi guru selama pengerjaan: mencatat murid yang tampak kesulitan, tidak percaya diri, atau selesai lebih cepat sebagai bahan umpan balik.
  • Asesmen lisan bergiliran di tahap Merefleksi: guru menilai kemampuan murid mengungkapkan sikap teladan Yesus secara verbal.
  • Lembar refleksi diri murid: menunjukkan kesadaran dan internalisasi nilai dari pembelajaran Bab 3.

Sumatif:

  • Asesmen tertulis Bagian A — Pilihan Ganda (10 soal, skor 1 per soal): menguji pemahaman fakta dan konsep tentang Yesus dibaptis, Yesus memberi makan lima ribu orang, dan Yesus mengampuni.
  • Asesmen tertulis Bagian B — Isian Singkat (5 soal, skor 2 per soal): menguji kemampuan murid mengingat dan menjelaskan pokok-pokok penting dari ketiga peristiwa.
  • Asesmen tertulis Bagian C — Uraian (2 soal, skor 5 per soal): menguji kemampuan murid menghubungkan ajaran Yesus dengan sikap dan perilaku nyata dalam kehidupan sehari-hari.
  • Asesmen lisan (1–2 pertanyaan per murid yang dipanggil): menilai kemampuan komunikasi dan internalisasi nilai iman secara langsung.

RUBRIK PENILAIAN

AspekBelum BerkembangMulaiBerkembangSangat Berkembang
Pemahaman tentang karya keselamatan Allah (TP 3.3.8.1) — Soal TertulisMurid tidak dapat menjawab atau jawaban sangat tidak tepat untuk sebagian besar soal tentang peristiwa Yesus dibaptis, memberi makan lima ribu orang, dan mengampuni. Skor < 40.Murid dapat menjawab sebagian kecil soal dengan benar, namun masih banyak kekeliruan dalam memahami fakta dan makna peristiwa. Skor 40–59.Murid dapat menjawab sebagian besar soal dengan benar dan menunjukkan pemahaman yang cukup tentang makna ketiga peristiwa karya keselamatan Allah. Skor 60–79.Murid menjawab hampir semua soal dengan benar dan mampu menjelaskan makna ketiga peristiwa karya keselamatan Allah dengan tepat dan lengkap. Skor ≥ 80.
Kemampuan menghubungkan ajaran Yesus dengan sikap hidup nyata (TP 3.3.8.1 & 3.3.8.2) — Soal UraianJawaban tidak menunjukkan kaitan antara ajaran Yesus dengan tindakan nyata, atau hanya menyalin ulang kalimat soal tanpa penjelasan bermakna.Jawaban menunjukkan kaitan yang samar antara ajaran Yesus dengan tindakan nyata, dengan contoh yang terlalu umum atau kurang relevan dengan kehidupan sehari-hari.Jawaban menunjukkan kaitan yang jelas antara ajaran Yesus dengan contoh tindakan nyata yang relevan, meskipun penjelasannya belum mendalam.Jawaban menunjukkan kaitan yang kuat dan mendalam antara ajaran Yesus dengan contoh tindakan nyata yang spesifik, relevan, dan mencerminkan internalisasi nilai iman yang sesungguhnya.
Sikap meneladani Yesus dalam kehidupan sehari-hari (TP 3.3.8.2) — Asesmen Lisan & RefleksiMurid tidak dapat menyebutkan contoh sikap meneladani Yesus atau jawaban tidak berkaitan dengan tema yang dipelajari.Murid dapat menyebutkan contoh sikap meneladani Yesus namun masih sangat sederhana dan belum menunjukkan pemahaman tentang alasannya.Murid dapat menyebutkan dan menjelaskan contoh sikap meneladani Yesus dalam kehidupan sehari-hari dengan alasan yang cukup jelas.Murid dapat menyebutkan, menjelaskan, dan mengungkapkan dengan penuh keyakinan contoh konkret sikap meneladani Yesus, disertai alasan yang mencerminkan penghayatan iman yang nyata dan personal.
Kemandirian dan kejujuran dalam mengerjakan asesmenMurid tidak berusaha mengerjakan secara mandiri dan/atau menunjukkan perilaku tidak jujur (mencontek) selama asesmen berlangsung.Murid berusaha mandiri namun sesekali tampak ingin melihat pekerjaan teman; perlu diingatkan guru.Murid mengerjakan asesmen secara mandiri dan jujur tanpa perlu diingatkan, meskipun tampak kurang percaya diri.Murid mengerjakan asesmen dengan penuh kemandirian, kejujuran, dan kepercayaan diri; tidak terpengaruh oleh situasi sekitar.

REFLEKSI

Refleksi Guru:

  • Apakah seluruh murid memahami instruksi asesmen dengan baik? Adakah soal yang perlu diperjelas redaksinya untuk asesmen berikutnya?
  • Apakah alokasi waktu 2x35 menit cukup untuk menyelesaikan asesmen tertulis dan lisan? Bagian mana yang perlu disesuaikan?
  • Murid mana yang tampak kesulitan, dan apa kemungkinan penyebabnya — apakah materi belum dipahami, kesulitan membaca soal, atau faktor lain?
  • Apakah diferensiasi yang disiapkan (kartu kata kunci, soal pengayaan, jawaban lisan) benar-benar membantu murid dengan kebutuhan berbeda?
  • Dari hasil asesmen ini, apakah TP 3.3.8.1 dan 3.3.8.2 sudah tercapai oleh sebagian besar murid? Tindak lanjut apa yang perlu dilakukan?

Refleksi Murid:

  • Dari tiga peristiwa yang kita pelajari di Bab 3 — Yesus dibaptis, Yesus memberi makan lima ribu orang, Yesus mengampuni — mana yang paling mudah dan mana yang paling sulit untuk dikerjakan soalnya? Mengapa?
  • Apakah kamu sudah mengerjakan asesmen dengan jujur dan sepenuh hati? Bagaimana perasaanmu setelah menyelesaikannya?
  • Satu hal penting apa yang kamu pelajari dari Bab 3 tentang Yesus yang akan selalu kamu ingat dan terapkan dalam hidupmu?

SUMBER BELAJAR

  1. Buku Siswa: Pendidikan Agama Katolik dan Budi Pekerti untuk SD Kelas III — Susi Bonardy & Yenny Suria, Kemendikbudristek 2022 (ISBN: 978-602-244-596-8), Bab III hlm. 55–80.
  2. Buku Panduan Guru: Pendidikan Agama Katolik dan Budi Pekerti untuk SD Kelas III — Susi Bonardy & Yenny Suria, Kemendikbudristek 2022 (ISBN: 978-602-244-567-8), Bab 3 hlm. 68–80.
  3. Lembar soal asesmen sumatif tertulis (Bagian A: Pilihan Ganda, Bagian B: Isian Singkat, Bagian C: Uraian) — disiapkan oleh guru.
  4. Lembar refleksi diri murid — disiapkan oleh guru.
  5. Kartu kata kunci Bab 3 (baptis, pengampunan, mukjizat, tobat, keselamatan) — untuk diferensiasi murid yang memerlukan dukungan.
  6. Alkitab / Kitab Suci: Lukas 3:21-22 (Yesus dibaptis), Yohanes 6:1-14 (Yesus memberi makan lima ribu orang), Lukas 15:11-32 (Perumpamaan anak yang hilang).
  7. Panduan Pembelajaran dan Asesmen (PPA) Kurikulum Merdeka edisi revisi 2025 — sebagai acuan prinsip asesmen sumatif.

Lihat & unduh lengkap

Masuk pakai Google untuk membuka modul ajar pertemuan ini secara penuh.

Apa isi pertemuan ini?

Dokumen mencakup tujuan pembelajaran terpilih, urutan kegiatan inti yang sudah disesuaikan dengan alokasi JP, serta pertanyaan pemantik dan asesmen formatif singkat. Cocok dipakai sebagai bahan persiapan tatap muka maupun lampiran supervisi.

Cara pakai pertemuan ini

Unduh DOCX, lalu sesuaikan nama sekolah, kepala sekolah, dan NIP. Bagian kegiatan inti bisa Bapak/Ibu kurangi atau tambah sesuai karakter siswa di kelas; tujuan pembelajaran sebaiknya tetap selaras dengan ATP induk.