Modul AjarPertemuan 2Bab 3Fase BSemester 1

Modul Ajar Pendidikan Agama Katolik dan Budi Pekerti Kelas 3: Yesus Dibaptis: Peristiwa Pembaptisan Yesus di Sungai Yordan

Modul Ajar ini disusun untuk satu pertemuan tatap muka mata pelajaran Pendidikan Agama Katolik dan Budi Pekerti kelas 3 dengan topik "Yesus Dibaptis: Peristiwa Pembaptisan Yesus di Sungai Yordan". Dokumen mengikuti Alur Tujuan Pembelajaran (ATP) Kurikulum Merdeka, lengkap dengan tujuan, langkah kegiatan, dan asesmen ringkas.

MEJAGURU.ID - DOKUMEN MODUL AJAR

Modul Ajar Pendidikan Agama Katolik dan Budi Pekerti Kelas 3: Yesus Dibaptis: Peristiwa Pembaptisan Yesus di Sungai Yordan

Pendidikan Agama Katolik dan Budi Pekerti - Kelas 3

Bab 3 - Pertemuan 2

MODUL AJAR

Pendidikan Agama Katolik dan Budi Pekerti — Kelas 3 (Fase B)

Topik: Yesus Dibaptis: Peristiwa Pembaptisan Yesus di Sungai Yordan

INFORMASI UMUM

Mata PelajaranPendidikan Agama Katolik dan Budi Pekerti
Fase / KelasFase B / Kelas 3
TopikYesus Dibaptis: Peristiwa Pembaptisan Yesus di Sungai Yordan
Alokasi Waktu2x35 menit
Jumlah Pertemuan1

TUJUAN PEMBELAJARAN

  1. Melalui pembacaan Kitab Suci (Markus 1:9-11) dan bercerita, murid mampu menjelaskan peristiwa pembaptisan Yesus di Sungai Yordan sebagai awal penampilan-Nya di depan umum.
  2. Melalui refleksi, murid mampu menghubungkan peristiwa baptis Yesus dengan sakramen baptis yang mereka terima sebagai tanda menjadi anak Allah.

PROFIL LULUSAN

DimensiDisasar
Keimanan dan Ketakwaan terhadap Tuhan Yang Maha Esa
Kewargaan
Penalaran Kritis
Kreativitas
Kolaborasi
Kemandirian
Kesehatan
Komunikasi

PERTANYAAN PEMANTIK

  1. Pernahkah kalian melihat upacara pembaptisan di gereja? Apa yang kalian ingat dari peristiwa itu?
  2. Mengapa ya, Yesus yang tidak berdosa mau dibaptis bersama orang-orang yang berdosa?
  3. Apa hubungannya pembaptisan Yesus dulu dengan baptis yang kita terima sekarang?

KEGIATAN PEMBELAJARAN

Pertemuan 1

Pendahuluan:

  • Guru mengucapkan salam dan mengajak murid berdoa pembuka: 'Ya Yesus Yang Baik, terima kasih atas penebusan-Mu. Engkau telah membebaskan kami dari dosa. Semoga kami selalu setia pada ajaran-Mu. Amin.'
  • Guru melakukan asesmen awal dengan pertanyaan lisan singkat: 'Siapa di antara kalian yang masih ingat kapan dan di mana kalian dibaptis?' dan 'Apa yang kalian ketahui tentang Yohanes Pembaptis?' Guru mencatat respons murid sebagai peta pengetahuan awal.
  • Guru menyampaikan pertanyaan pemantik satu per satu, memberi jeda agar murid sempat berpikir sebelum menjawab.
  • Guru menyampaikan tujuan pembelajaran hari ini secara singkat dan ramah: 'Hari ini kita akan membaca bersama kisah Yesus dibaptis di Sungai Yordan, lalu kita pikirkan apa maknanya bagi kita yang sudah dibaptis.'

Kegiatan Inti:

Memahami (Berkesadaran, Menggembirakan):

  • Guru meminta murid membuka Buku Siswa pada halaman kisah 'Yesus Dibaptis' dan mengamati gambar ilustrasi pembaptisan Yesus di Sungai Yordan selama ±1 menit secara saksama. (Berkesadaran)
  • Guru memutarkan video pendek atau membacakan dengan ekspresi kisah Markus 1:9-11 (merujuk juga Matius 3:13-17 dalam buku siswa). Murid menyimak dengan tenang. (Berkesadaran)
  • Guru mengajukan pertanyaan pendalaman secara lisan untuk membangun pemahaman bersama: (a) Di manakah Yesus dibaptis? (b) Siapa yang membaptis Yesus, dan bagaimana reaksinya? (c) Apa yang terjadi setelah Yesus keluar dari air? (d) Apa yang dikatakan suara dari surga? Murid menjawab secara bergantian. (Menggembirakan)
  • Guru memberikan penjelasan singkat bahwa Yesus dibaptis bukan karena berdosa, melainkan sebagai tanda kerelaan-Nya menebus dosa manusia dan sebagai awal penampilan-Nya di depan umum. Guru menekankan tiga tanda ajaib: langit terbuka, Roh Allah turun seperti merpati, dan suara Allah Bapa. (Berkesadaran)

Mengaplikasi (Bermakna, Menggembirakan):

  • Guru mengajak murid bekerja secara individual mengisi lembar kerja sederhana berisi tabel dua kolom: kolom pertama 'Apa yang terjadi saat Yesus dibaptis?' dan kolom kedua 'Apa yang terjadi saat aku dibaptis?' Murid menuliskan atau menggambar jawabannya. (Bermakna)
  • Setelah selesai, beberapa murid (3-4 orang sukarela) diminta membacakan atau menceritakan isian mereka di depan kelas. Guru merespons dengan hangat dan menguatkan setiap jawaban. (Menggembirakan)
  • Guru memandu diskusi singkat: 'Yesus mendengar suara Allah Bapa berkata, Inilah Anak-Ku yang Kukasihi. Saat kita dibaptis, kita juga menjadi anak Allah. Apa artinya menjadi anak Allah bagimu?' Murid berbagi pendapat secara bebas. (Bermakna)
  • Guru menegaskan benang merah: pembaptisan Yesus adalah tanda awal karya keselamatan-Nya, dan sakramen baptis yang kita terima adalah tanda bahwa kita pun diterima sebagai anak Allah dan diutus untuk hidup seperti Yesus.

Merefleksi (Berkesadaran, Bermakna):

  • Guru mengajak murid duduk tenang sejenak, mata dipejamkan, sambil guru membacakan narasi refleksi pelan-pelan: 'Bayangkan kamu berdiri di tepi Sungai Yordan. Kamu menyaksikan Yesus berjalan ke dalam air. Langit terbuka. Kamu mendengar suara, Inilah Anak-Ku yang Kukasihi. Kini bayangkan hari baptismu sendiri. Allah berkata kepadamu juga: Inilah anak-Ku yang Kukasihi.' (Berkesadaran)
  • Murid membuka mata dan secara mandiri menuliskan satu kalimat atau menggambar di buku tulis mereka sebagai jawaban atas pertanyaan: 'Karena aku sudah menjadi anak Allah lewat baptis, satu hal baik yang ingin aku lakukan adalah...' (Bermakna)
  • Guru mempersilakan 2-3 murid berbagi tulisan atau gambarnya secara sukarela. Guru merespons dengan apreasiasi dan memperkuat makna baptis sebagai panggilan untuk hidup baik seperti Yesus. (Bermakna)

Penutup:

  • Guru bersama murid merumuskan kesimpulan pelajaran: 'Yesus dibaptis oleh Yohanes di Sungai Yordan sebagai tanda kerelaan-Nya menebus dosa manusia. Saat dibaptis, Roh Allah turun atas-Nya dan Allah Bapa menyatakan kasih-Nya. Kita pun sudah dibaptis dan menjadi anak Allah yang dipanggil untuk hidup seperti Yesus.'
  • Guru memberikan asesmen akhir lisan: meminta 2-3 murid menjawab pertanyaan penutup, 'Coba ceritakan kembali dengan kata-katamu sendiri: apa yang terjadi saat Yesus dibaptis?' dan 'Apa hubungannya baptis Yesus dengan baptismu?'
  • Guru menyampaikan pesan moral singkat: mengajak murid untuk bersyukur atas sakramen baptis yang telah mereka terima dan berusaha meneladan Yesus yang rela berkorban untuk menolong sesama.
  • Guru mengajak murid berdoa penutup bersama menggunakan doa dari Buku Siswa: 'Ya Yesus Yang Baik, terima kasih atas penebusan-Mu. Engkau telah membebaskan kami dari dosa. Semoga kami selalu setia pada ajaran-Mu. Amin.'
  • Guru menutup pelajaran dengan salam.

Diferensiasi:

  • Konten: Untuk murid yang belum lancar membaca, guru menyediakan teks Markus 1:9-11 versi bergambar atau guru membacakan dengan pelahan sambil menunjuk kata per kata. Untuk murid yang sudah cepat memahami, guru menyediakan teks Matius 3:13-17 sebagai perbandingan dan meminta mereka menemukan persamaan dan perbedaannya.
  • Proses: Murid yang membutuhkan dukungan lebih dapat mengisi lembar kerja dengan pilihan gambar yang tinggal dilingkari atau diberi tanda (bukan menulis panjang). Murid yang cepat dapat diminta membuat cerita urutan peristiwa pembaptisan Yesus dalam 4-5 gambar atau panel sederhana.
  • Produk: Murid yang membutuhkan dukungan cukup menuliskan satu kata kunci atau menggambar satu adegan dari kisah baptis Yesus. Murid yang sudah mahir dapat menulis 2-3 kalimat lengkap yang menghubungkan baptis Yesus dengan baptis diri sendiri.

ASESMEN

Awal:

  • Pertanyaan lisan diagnostik di pendahuluan: 'Siapa yang masih ingat kapan dan di mana kalian dibaptis?' untuk mengetahui pengetahuan awal murid tentang sakramen baptis.
  • Pertanyaan lisan: 'Apa yang kalian ketahui tentang Yohanes Pembaptis?' untuk mengetahui sejauh mana murid sudah mengenal tokoh tersebut dari pembelajaran sebelumnya.

Proses:

  • Observasi tanya jawab lisan selama tahap Memahami: guru mencatat murid yang mampu menjawab pertanyaan tentang peristiwa pembaptisan Yesus (lokasi, tokoh, tanda-tanda ajaib, dan suara Allah Bapa).
  • Pemantauan pengisian lembar kerja dua kolom pada tahap Mengaplikasi: guru berkeliling dan memberi umpan balik langsung kepada murid yang kesulitan menghubungkan kedua kolom.
  • Observasi keberanian dan kedalaman berbagi pendapat saat diskusi makna menjadi anak Allah.

Akhir:

  • Cerita lisan singkat: guru meminta 2-3 murid menceritakan kembali peristiwa baptis Yesus di Sungai Yordan (minimal menyebutkan: lokasi, pembaptis, tanda ajaib, dan suara Allah).
  • Kalimat refleksi tertulis: murid menuliskan satu hal baik yang ingin dilakukan sebagai wujud menjadi anak Allah yang sudah dibaptis — dinilai menggunakan rubrik aspek refleksi.

Formatif:

  • Tanya jawab lisan saat tahap Memahami: guru mengamati kemampuan murid menjawab pertanyaan tentang isi perikop Markus 1:9-11.
  • Observasi partisipasi murid selama diskusi tentang makna baptis.
  • Penilaian lembar kerja dua kolom (Mengaplikasi): guru melihat apakah murid dapat menghubungkan peristiwa baptis Yesus dengan baptis diri sendiri.

Sumatif:

  • Cerita lisan singkat di akhir pembelajaran: murid menceritakan kembali peristiwa pembaptisan Yesus dengan kata-katanya sendiri.
  • Kalimat refleksi tertulis: murid menuliskan satu hal baik yang ingin dilakukan sebagai anak Allah yang sudah dibaptis.

RUBRIK PENILAIAN

AspekBelum BerkembangMulaiBerkembangSangat Berkembang
Menjelaskan peristiwa pembaptisan Yesus (TP 3.3.2.1)Murid belum dapat menyebutkan unsur-unsur peristiwa pembaptisan Yesus meskipun dengan bantuan.Murid dapat menyebutkan 1-2 unsur peristiwa pembaptisan Yesus (misalnya hanya lokasi atau hanya nama pembaptis) dengan atau tanpa bantuan guru.Murid dapat menjelaskan peristiwa pembaptisan Yesus dengan menyebutkan minimal 3 unsur: lokasi (Sungai Yordan), pembaptis (Yohanes), dan salah satu tanda ajaib, meski belum lengkap dan runtut.Murid dapat menjelaskan peristiwa pembaptisan Yesus secara runtut dan lengkap mencakup: lokasi, pembaptis, reaksi Yohanes, ketiga tanda ajaib (langit terbuka, Roh Allah seperti merpati, suara Allah Bapa), dan maknanya sebagai awal penampilan Yesus di depan umum.
Menghubungkan baptis Yesus dengan sakramen baptis diri sendiri (TP 3.3.2.2)Murid belum dapat menunjukkan hubungan antara peristiwa baptis Yesus dengan sakramen baptis yang diterimanya.Murid dapat menyebutkan bahwa ia sudah dibaptis, namun belum dapat menjelaskan kaitannya dengan baptis Yesus.Murid dapat menghubungkan peristiwa baptis Yesus dengan baptisnya sendiri dengan menyebutkan bahwa keduanya sama-sama membuat seseorang menjadi anak Allah, meski penjelasannya masih sederhana.Murid dapat menjelaskan dengan kata-katanya sendiri bahwa baptis Yesus adalah awal karya keselamatan-Nya, dan sakramen baptis yang diterimanya adalah tanda ia pun menjadi anak Allah yang dipanggil untuk hidup seperti Yesus.
Refleksi dan penerapan nilai (sikap sebagai anak Allah)Murid belum dapat menuliskan atau menyebutkan hal baik yang ingin dilakukan sebagai anak Allah.Murid menuliskan satu hal baik yang sangat umum (misalnya 'menjadi baik') tanpa kaitan langsung dengan nilai yang dipelajari.Murid menuliskan satu hal baik yang spesifik dan berkaitan dengan nilai dari kisah baptis Yesus, seperti rela berkorban, menolong teman, atau rendah hati.Murid menuliskan satu hal baik yang spesifik, konkret, dan menunjukkan pemahaman bahwa tindakan tersebut merupakan wujud hidupnya sebagai anak Allah yang meneladan Yesus dalam kehidupan sehari-hari.

REFLEKSI

Refleksi Guru:

  • Apakah semua murid dapat mengikuti pembacaan Kitab Suci dengan baik? Bagian mana yang perlu dijelaskan lebih pelan atau dengan cara lain?
  • Apakah pertanyaan pendalaman yang saya ajukan sudah mendorong murid berpikir, bukan sekadar mengingat?
  • Apakah kegiatan lembar kerja dua kolom efektif membantu murid menghubungkan baptis Yesus dengan baptis diri sendiri? Apa yang perlu diperbaiki?
  • Apakah semua murid mendapat kesempatan yang cukup untuk berbicara dan berbagi? Siapa yang perlu lebih saya perhatikan di pertemuan berikutnya?

Refleksi Murid:

  • Apa yang paling berkesan bagimu dari kisah Yesus dibaptis hari ini?
  • Satu hal baru apa yang kamu pelajari tentang pembaptisanmu sendiri?
  • Sebagai anak Allah yang sudah dibaptis, satu hal baik apa yang ingin kamu lakukan mulai besok?

SUMBER BELAJAR

  1. Kitab Suci: Markus 1:9-11 dan Matius 3:13-17
  2. Buku Siswa Pendidikan Agama Katolik dan Budi Pekerti untuk SD Kelas III (Susi Bonardy dan Yenny Suria, Kemdikbudristek 2022, ISBN 978-602-244-596-8), halaman 55-62
  3. Buku Panduan Guru Pendidikan Agama Katolik dan Budi Pekerti untuk SD Kelas III, halaman 72-75
  4. Video YouTube: Channel Getsemani — 'Yesus dibaptis || Kristen' (kata kunci pencarian: Yesus dibaptis Kristen)
  5. Lembar kerja dua kolom (disiapkan guru): 'Apa yang terjadi saat Yesus dibaptis?' vs 'Apa yang terjadi saat aku dibaptis?'
  6. Papan tulis atau karton untuk menuliskan kata-kata kunci bersama
  7. Buku tulis murid untuk menulis kalimat refleksi

Lihat & unduh lengkap

Masuk pakai Google untuk membuka modul ajar pertemuan ini secara penuh.

Apa isi pertemuan ini?

Dokumen mencakup tujuan pembelajaran terpilih, urutan kegiatan inti yang sudah disesuaikan dengan alokasi JP, serta pertanyaan pemantik dan asesmen formatif singkat. Cocok dipakai sebagai bahan persiapan tatap muka maupun lampiran supervisi.

Cara pakai pertemuan ini

Unduh DOCX, lalu sesuaikan nama sekolah, kepala sekolah, dan NIP. Bagian kegiatan inti bisa Bapak/Ibu kurangi atau tambah sesuai karakter siswa di kelas; tujuan pembelajaran sebaiknya tetap selaras dengan ATP induk.