MODUL AJAR Pendidikan Agama Katolik dan Budi Pekerti — Kelas 3 (Fase B) Topik: Bab 3 — Yesus Tampil Di Depan Umum INFORMASI UMUM| Mata Pelajaran | Pendidikan Agama Katolik dan Budi Pekerti |
|---|
| Fase / Kelas | Fase B / Kelas 3 |
|---|
| Topik | Bab 3 — Yesus Tampil Di Depan Umum |
|---|
| Alokasi Waktu | 19 JP (19 x 35 menit = 665 menit) |
|---|
| Jumlah Pertemuan | 7 |
|---|
| Tahun Ajaran | 2026/2027 |
|---|
| Semester | 1 |
|---|
TUJUAN PEMBELAJARAN- TP 3.3.1 Menceritakan peristiwa Yesus sebagai pemenuhan janji Allah saat dibaptis
- TP 3.3.2 Mengidentifikasi pewartaan Kerajaan Allah melalui perbuatan Yesus yang mengampuni
- TP 3.3.3 Menunjukkan pewartaan Kerajaan Allah melalui perkataan Yesus tentang sikap saling mengampuni
- TP 3.3.4 Menunjukkan pewartaan Kerajaan Allah melalui mukjizat Yesus memberi makan lima ribu orang
PROFIL LULUSAN| Dimensi | Disasar |
|---|
| Keimanan dan Ketakwaan terhadap Tuhan Yang Maha Esa | ✓ | | Kewargaan | ✓ | | Penalaran Kritis | ✓ | | Kreativitas | | | Kolaborasi | ✓ | | Kemandirian | ✓ | | Kesehatan | | | Komunikasi | ✓ |
PERTANYAAN PEMANTIK- Siapakah tokoh yang membaptis Yesus di Sungai Yordan?
- Peristiwa luar biasa apa saja yang terjadi sesaat setelah Yesus dibaptis dan keluar dari air?
- Mengapa Yesus yang tidak berdosa mau datang dan dibaptis oleh Yohanes di Sungai Yordan?
- Bagaimana peristiwa baptis membuktikan bahwa Yesus memenuhi janji Allah untuk menyelamatkan manusia dan memulai karya-Nya di depan umum?
- Apa yang dilakukan Yesus ketika ada orang berdosa yang datang dan memohon belas kasihan?
- Bagaimana tindakan Yesus mengampuni orang berdosa menunjukkan hadirnya Kerajaan Allah?
- Apa yang diajarkan Yesus ketika ada teman yang berbuat salah kepada kita?
- Berapa kali Yesus meminta kita mengampuni orang yang bersalah?
- Berapa banyak roti dan ikan yang dibawa para murid sebelum Yesus membuat mukjizat?
- Bagaimana cara Yesus menunjukkan kehadiran Kerajaan Allah ketika melihat orang banyak yang kelaparan?
- Mengapa Yesus tergerak hati-Nya untuk memberi makan orang banyak yang lapar?
- Bagaimana kita menunjukkan kepedulian berbagi makanan seperti yang diajarkan Yesus dalam peristiwa lima roti dan dua ikan?
- Bagaimana tindakan dan perkataan Yesus menunjukkan pengampunan Allah kepada orang yang berdosa?
- Bagaimana peristiwa Yesus dibaptis dan mukjizat penggandaan lima roti serta dua ikan menyatakan karya pemenuhan janji Allah?
KEGIATAN PEMBELAJARANPertemuan 1 — Menceritakan Kisah Peristiwa Yesus Dibaptis oleh Yohanes di Sungai Yordan sebagai Pemenuhan Janji Allah — 2 JP (2 x 35 menit = 70 menit)Tujuan Pertemuan:- TP 3.3.1 Menceritakan peristiwa Yesus sebagai pemenuhan janji Allah saat dibaptis
Pendahuluan:- Guru membuka kelas dengan salam, menyapa murid, dan mengajak berdoa pembuka bersama memohon bimbingan Roh Kudus (3 menit).
- Guru menyampaikan tujuan pembelajaran pertemuan hari ini, yaitu menceritakan peristiwa Yesus dibaptis oleh Yohanes di Sungai Yordan sebagai pemenuhan janji Allah (2 menit).
- Guru melaksanakan asesmen awal diagnostik lisan dengan mengajukan 2 pertanyaan: (1) 'Siapakah nama tokoh yang membaptis orang-orang di Sungai Yordan?' (acuan: Yohanes Pembaptis / Yohanes); (2) 'Siapakah yang datang kepada Yohanes untuk minta dibaptis agar kehendak Allah terjadi?' (acuan: Yesus) (5 menit).
Kegiatan Inti:Memahami (Berkesadaran, Bermakna):- Murid secara hening mendengarkan pembacaan teks Kitab Suci Matius 3:13-17 oleh guru yang mengisahkan kedatangan Yesus dari Galilea ke Sungai Yordan untuk dibaptis oleh Yohanes guna menggenapkan seluruh kehendak Allah (8 menit).
- Guru memandu tanya jawab terarah untuk membedah 4 fakta peristiwa baptis berdasarkan Matius 3:13-17: (1) Lokasi baptis: Sungai Yordan; (2) Tokoh yang membaptis: Yohanes Pembaptis; (3) Tanda Roh Allah: Roh Allah turun seperti burung merpati ke atas Yesus; (4) Suara dari surga: 'Inilah Anak-Ku yang Kukasihi, kepada-Nyalah Aku berkenan' (7 menit).
Mengaplikasi (Menggembirakan, Bermakna):- Dalam aktivitas menggembirakan 'Tantangan Kartu Runtut Peristiwa Baptis', murid berpasangan mengurutkan 4 kartu alur kisah: Kartu A: 'Yesus datang dari Galilea ke Sungai Yordan menemui Yohanes untuk dibaptis'; Kartu B: 'Yohanes sempat menolak namun Yesus meminta agar seluruh kehendak Allah digenapi'; Kartu C: 'Yesus dibaptis oleh Yohanes di Sungai Yordan lalu segera keluar dari air'; Kartu D: 'Langit terbuka, Roh Allah turun seperti burung merpati, dan terdengar suara dari surga bahwa Yesus adalah Anak yang dikasihi Allah' (urutan acuan: A - B - C - D) (10 menit).
- Secara berpasangan, murid bergantian berlatih menceritakan peristiwa Yesus dibaptis sebagai pemenuhan janji Allah kepada teman sebangkunya menggunakan panduan 4 kartu urutan alur tersebut (10 menit).
- Guru memanggil beberapa perwakilan murid untuk menceritakan kembali peristiwa Yesus dibaptis di depan kelas dengan menyebutkan 4 unsur inti: tokoh pembaptis (Yohanes), tempat (Sungai Yordan), alasan Yesus dibaptis (memenuhi kehendak/janji Allah), dan tanda setelah dibaptis (Roh seperti merpati serta suara dari surga) (10 menit).
Merefleksi (Berkesadaran, Bermakna):- Guru memfasilitasi murid merenungkan bahwa peristiwa baptis Yesus adalah tanda nyata pemenuhan janji Allah yang berkenan mengutus Anak-Nya ke dunia (5 menit).
Penutup:- Guru dan murid bersama-sama merangkum kembali pokok kisah peristiwa Yesus dibaptis oleh Yohanes di Sungai Yordan sebagai pemenuhan janji Allah (5 menit).
- Guru memberikan umpan balik dan penguatan belajar atas kelengkapan unsur penuturan kisah murid hari ini (3 menit).
- Pembelajaran diakhiri dengan doa penutup dan salam (2 menit).
Diferensiasi:- Konten: Menyediakan lembar teks kisah bergambar bagi murid yang membutuhkan bantuan visual alur, serta teks ayat Matius 3:13-17 utuh bagi murid yang membaca cepat.
- Proses: Bagi murid yang masih ragu, guru memberikan kartu bantuan kata kunci bertahap (Sungai Yordan - Yohanes - Roh Kudus - Suara Allah); murid yang mahir langsung menceritakan kisah secara utuh dan mandiri tanpa melihat teks.
- Produk: Penceritaan peristiwa dapat disampaikan dengan bantuan visual kartu alur (bagi yang membutuhkan scaffolding) atau secara lisan langsung tanpa media panduan (bagi yang mahir).
Asesmen Pertemuan:Awal:- Tanya jawab lisan diagnostik di awal pembelajaran tentang tokoh dan peristiwa baptis: Pertanyaan 1: 'Siapakah nama tokoh yang membaptis orang-orang di Sungai Yordan?' (acuan: Yohanes Pembaptis / Yohanes); Pertanyaan 2: 'Siapakah yang datang kepada Yohanes untuk minta dibaptis agar kehendak Allah terjadi?' (acuan: Yesus).
Proses:- Penilaian formatif saat latihan berpasangan dan penuturan kisah di depan kelas berdasarkan ketepatan memuat 4 unsur peristiwa: (1) Yohanes Pembaptis sebagai pembaptis, (2) Sungai Yordan sebagai tempat baptis, (3) Pemenuhan janji/kehendak Allah sebagai alasan Yesus dibaptis, (4) Tanda Roh Kudus seperti merpati dan suara dari surga.
Akhir Pertemuan:- Cek pemahaman lisan penutup: Guru menunjuk murid secara acak untuk menyebutkan 2 tanda yang terjadi sesaat setelah Yesus keluar dari air Sungai Yordan (acuan: Roh Allah turun seperti burung merpati ke atas-Nya; terdengar suara dari surga 'Inilah Anak-Ku yang Kukasihi, kepada-Nyalah Aku berkenan').
Formatif:- Observasi unjuk kerja menceritakan peristiwa Yesus dibaptis saat latihan berpasangan dan penampilan di depan kelas menggunakan lembar amatan 4 unsur inti kisah.
Rubrik Pertemuan:| Aspek | Belum Berkembang | Mulai | Berkembang | Sangat Berkembang |
|---|
| Menceritakan Peristiwa Yesus Dibaptis sebagai Pemenuhan Janji Allah | Menceritakan peristiwa baptis dengan memuat paling banyak 1 dari 4 unsur inti (acuan unsur: Yohanes Pembaptis, Sungai Yordan, pemenuhan janji/kehendak Allah, tanda Roh seperti merpati dan suara surga) dengan bimbingan penuh guru. | Menceritakan peristiwa baptis dengan memuat tepat 2 dari 4 unsur inti (acuan unsur: Yohanes Pembaptis, Sungai Yordan, pemenuhan janji/kehendak Allah, tanda Roh seperti merpati dan suara surga) dengan sesekali diarahkan petunjuk guru. | Menceritakan peristiwa baptis dengan memuat tepat 3 dari 4 unsur inti (acuan unsur: Yohanes Pembaptis, Sungai Yordan, pemenuhan janji/kehendak Allah, tanda Roh seperti merpati dan suara surga) secara runtut dan mandiri. | Menceritakan peristiwa baptis secara lengkap memuat seluruh 4 unsur inti (acuan unsur: Yohanes Pembaptis, Sungai Yordan, pemenuhan janji/kehendak Allah, tanda Roh seperti merpati dan suara surga) secara runtut, tepat, dan mandiri tanpa ragu. |
Refleksi Pertemuan:Guru:- Apakah seluruh murid telah mampu mengidentifikasi dan menceritakan 4 unsur inti peristiwa Yesus dibaptis?
- Bagaimana efektivitas media kartu urutan peristiwa dalam membantu murid mengingat alur kisah baptis Yesus?
Murid:- Bagian manakah dari kisah Yesus dibaptis yang paling membuatmu kagum?
- Apakah kamu dapat menceritakan kembali peristiwa Yesus dibaptis kepada teman atau keluargamu di rumah?
Pertemuan 2 — Menceritakan Makna Peristiwa Yesus Dibaptis sebagai Pemenuhan Janji Allah yang Mengawali Karya Tampil di Depan Umum — 3 JP (3 x 35 menit = 105 menit)Tujuan Pertemuan:- TP 3.3.1 Menceritakan peristiwa Yesus sebagai pemenuhan janji Allah saat dibaptis
Pendahuluan:- Guru menyapa murid, mengajak berdoa bersama pembuka pelajaran dengan sikap hening dan khidmat, lalu memeriksa kehadiran (5 menit).
- Guru melakukan asesmen diagnostik awal lisan dengan menanyakan 2 pertanyaan pemetaan kesiapan: (1) 'Siapa yang membaptis Yesus di Sungai Yordan?' (acuan jawaban: Yohanes Pembaptis) dan (2) 'Tanda apa yang tampak saat Yesus keluar dari air Sungai Yordan?' (acuan jawaban: langit terbuka, Roh Allah turun seperti burung merpati, dan terdengar suara Allah dari surga) (5 menit).
- Guru menyampaikan tujuan pembelajaran hari ini, yaitu menceritakan makna peristiwa Yesus dibaptis sebagai pemenuhan janji Allah yang mengawali karya-Nya tampil di depan umum untuk menyelamatkan manusia (5 menit).
Kegiatan Inti:Memahami (Berkesadaran, Bermakna):- Murid menyimak kembali pembacaan perikop Kitab Suci Matius 3:13-17 mengenai Yesus yang meminta dibaptis kepada Yohanes demi menggenapkan kehendak Allah (10 menit).
- Guru memandu murid mendalami 3 makna utama peristiwa Yesus dibaptis: (1) Yesus tidak berdosa tetapi rela dibaptis untuk solider dan bersahabat dengan manusia berdosa; (2) Baptisan Yesus menggenapkan kehendak dan pemenuhan janji keselamatan Allah; (3) Suara dari surga 'Inilah Anak-Ku yang Kukasihi' menegaskan perutusan resmi Yesus mengawali karya-Nya tampil di depan umum (15 menit).
Mengaplikasi (Menggembirakan, Bermakna):- Murid mengikuti permainan berpasangan 'Tantangan Tongkat Cerita' (Talking Stick): murid secara bergantian mengambil satu kartu panduan alur dan menceritakan bagian peristiwanya kepada pasangannya secara lisan (15 menit).
- Murid secara bergiliran mandiri atau berpasangan menceritakan peristiwa Yesus dibaptis beserta maknanya berdasarkan 4 kartu panduan berurutan: Kartu 1 (Yesus datang dari Galilea ke Sungai Yordan menemui Yohanes), Kartu 2 (Yohanes sempat menolak karena Yesus tidak berdosa, namun Yesus menegaskan ini untuk menggenapkan seluruh kehendak Allah), Kartu 3 (Roh Allah turun seperti merpati dan terdengar suara Allah Bapa yang berkenan kepada Anak-Nya), Kartu 4 (Peristiwa ini menjadi tanda pemenuhan janji Allah dan mengawali karya Yesus tampil di depan umum untuk menyelamatkan manusia) (acuan: mencakup urutan 4 kartu secara tepat) (25 menit).
Merefleksi (Berkesadaran):- Murid mengheningkan diri sejenak merenungkan kerendahan hati Yesus yang rela dibaptis demi memenuhi janji Allah menyelamatkan manusia berdosa (10 menit).
- Dua orang perwakilan murid menceritakan kembali inti makna baptisan Yesus bagi perutusan-Nya di hadapan kelas secara terbimbing (5 menit).
Penutup:- Guru bersama murid menyimpulkan bahwa peristiwa baptis di Sungai Yordan merupakan penggenapan kehendak Allah yang menandai dimulainya karya Yesus tampil di depan umum untuk membawa keselamatan (5 menit).
- Guru memberikan umpan balik langsung atas ketepatan penceritaan murid, kemudian menutup kegiatan belajar dengan doa penutup dan salam (5 menit).
Diferensiasi:- Konten: Murid yang membutuhkan bimbingan diberikan kartu bergambar berseri dengan kata kunci panduan penceritaan, sedangkan murid yang sudah mahir bercerita langsung tanpa melihat teks.
- Proses: Pada tahap Mengaplikasi, murid yang masih ragu bercerita secara berpasangan dengan saling melengkapi, sedangkan murid mandiri menceritakan alur secara runtut dan utuh.
- Produk: Penceritaan lisan oleh murid dapat dilakukan dalam 4 kalimat runtut bertahap atau narasi lisan lengkap yang menggabungkan seluruh unsur peristiwa dan maknanya.
Asesmen Pertemuan:Awal:- Tanya jawab lisan pada pendahuluan: (1) Siapa yang membaptis Yesus di Sungai Yordan? (acuan jawaban benar: Yohanes Pembaptis); (2) Tanda apa yang tampak saat Yesus keluar dari air Sungai Yordan? (acuan jawaban benar: langit terbuka, Roh Allah turun seperti burung merpati, terdengar suara Allah dari surga).
Proses:- Pengamatan unjuk kerja penuturan lisan murid saat menceritakan peristiwa Yesus dibaptis dan maknanya sesuai 4 kartu alur: (1) Yesus datang ke Sungai Yordan kepada Yohanes, (2) Dialog kerendahan hati Yesus menggenapkan kehendak Allah, (3) Turunnya Roh Kudus dan suara Allah Bapa, (4) Makna baptis sebagai pemenuhan janji Allah yang mengawali karya-Nya tampil di depan umum.
Akhir Pertemuan:- Cek pemahaman lisan penutup: Murid menyebutkan alasan mengapa Yesus yang suci mau dibaptis di Sungai Yordan (acuan jawaban: untuk menggenapkan seluruh kehendak/janji Allah dan mengawali karya penyelamatan manusia di depan umum).
Formatif:- Tanya jawab lisan diagnostik di awal pembelajaran tentang tokoh dan peristiwa Yesus dibaptis
- Unjuk kerja lisan menceritakan peristiwa Yesus dibaptis sebagai pemenuhan janji Allah berdasarkan 4 kartu alur
Rubrik Pertemuan:| Aspek | Belum Berkembang | Mulai | Berkembang | Sangat Berkembang |
|---|
| Menceritakan peristiwa Yesus dibaptis sebagai pemenuhan janji Allah | Menceritakan 1 dari 4 unsur alur peristiwa Yesus dibaptis dan maknanya (acuan unsur: (1) kedatangan Yesus ke Sungai Yordan kepada Yohanes, (2) kerendahan hati Yesus menggenapkan kehendak Allah, (3) tanda Roh Kudus dan suara Bapa, (4) pemenuhan janji Allah mengawali karya Yesus di depan umum) dengan bantuan penuh guru. | Menceritakan 2 dari 4 unsur alur peristiwa Yesus dibaptis dan maknanya secara tepat dengan sedikit arahan guru. | Menceritakan 3 dari 4 unsur alur peristiwa Yesus dibaptis dan maknanya secara tepat dan runtut secara mandiri. | Menceritakan seluruh 4 unsur alur peristiwa Yesus dibaptis dan maknanya secara lengkap, runtut, dan tepat secara mandiri. |
Refleksi Pertemuan:Guru:- Apakah permainan Tantangan Tongkat Cerita efektif membantu murid menceritakan makna pembaptisan Yesus secara runtut?
- Apakah alokasi waktu untuk latihan penceritaan berpasangan dan mandiri sudah mencukupi kebutuhan seluruh murid?
Murid:- Apa hal paling mengesankan yang kamu pahami dari kerendahan hati Yesus saat dibaptis oleh Yohanes?
- Bagian mana dari cerita peristiwa Yesus dibaptis yang paling mudah kamu ceritakan kembali kepada temanmu?
Pertemuan 3 — Mengidentifikasi Pewartaan Kerajaan Allah melalui Tindakan dan Perbuatan Yesus yang Mengampuni Orang Berdosa — 3 JP (3 x 35 menit = 105 menit)Tujuan Pertemuan:- TP 3.3.2 Mengidentifikasi pewartaan Kerajaan Allah melalui perbuatan Yesus yang mengampuni
Pendahuluan:- Guru mengondisikan kelas dengan menyapa murid, mengajak berdoa pembuka mohon terang Roh Kudus, dan menyanyikan lagu 'Kasihanilah Kami' (Madah Bakti no. 370) (5 menit).
- Guru melaksanakan asesmen awal diagnostik singkat dengan menunjukkan 2 kartu situasi perbuatan: Kartu A ('Yesus menyuruh orang banyak melempar batu sampai perempuan berdosa mati') dan Kartu B ('Yesus tidak menghukum perempuan berdosa melainkan mengampuni dan menyuruhnya tidak berbuat dosa lagi'), lalu meminta murid memilih kartu yang tepat menggambarkan perbuatan Yesus (acuan: Kartu B) (5 menit).
- Guru menyampaikan tujuan pembelajaran pertemuan ini, yaitu mengidentifikasi pewartaan Kerajaan Allah melalui perbuatan Yesus yang mengampuni orang berdosa (5 menit).
Kegiatan Inti:Memahami (Berkesadaran, Bermakna):- Murid menyimak pembacaan kisah Kitab Suci tentang tindakan Yesus terhadap perempuan yang berbuat dosa (Yohanes 8:1-11) dan kisah Bapa yang mengampuni anak bungsu yang bertobat (Lukas 15:11-32) yang dibacakan oleh guru secara khidmat (10 menit).
- Murid mencermati pemaparan guru mengenai perbuatan Yesus yang nyata dalam mengampuni: Yesus tidak menghukum, membela dari amukan orang banyak, memulihkan martabat orang berdosa, dan memberi kesempatan untuk bertobat (15 menit).
Mengaplikasi (Menggembirakan, Bermakna):- Murid berpartisipasi dalam permainan interaktif 'Pilah Kartu Tindakan Yesus': murid menerima 4 kartu pernyataan tindakan dan memilah mana yang merupakan perbuatan Yesus mengampuni dan mana yang bukan perbuatan Yesus mengampuni. Butir kartu: (1) 'Yesus tidak menghukum perempuan yang berbuat dosa dan menyuruhnya bertobat' [Perbuatan Yesus mengampuni]; (2) 'Yesus membalas kejahatan orang berdosa dengan hukuman setimpal' [Bukan perbuatan Yesus mengampuni]; (3) 'Yesus menerima orang berdosa yang bertobat dengan penuh kasih' [Perbuatan Yesus mengampuni]; (4) 'Yesus mengusir orang berdosa dan menolak mendengarkannya' [Bukan perbuatan Yesus mengampuni] (acuan: kartu 1 dan 3 benar; kartu 2 dan 4 salah) (20 menit).
- Secara mandiri, murid mengerjakan Lembar Kerja 'Identifikasi Warta Kerajaan Allah' yang memuat 4 butir soal pilihan ganda mengenai perbuatan Yesus yang mewartakan Kerajaan Allah lewat pengampunan: Butir 1: 'Sikap Yesus saat orang banyak hendak melempari batu kepada perempuan berdosa adalah ...' (Opsi: a. Ikut melempar batu, b. Melindungi dan tidak menghukumnya; Kunci: b); Butir 2: 'Perbuatan Yesus menerima orang berdosa menunjukkan bahwa Kerajaan Allah membawa ...' (Opsi: a. Kerahiman dan pengampunan, b. Kemarahan dan dendam; Kunci: a); Butir 3: 'Dalam kisah anak yang hilang, tindakan bapa yang menggambarkan perbuatan Allah adalah ...' (Opsi: a. Memeluk dan memaafkan anak yang bertobat, b. Menghukum anak menjadi budak; Kunci: a); Butir 4: 'Tindakan Yesus mengampuni orang berdosa bertujuan agar orang berdosa ...' (Opsi: a. Bertobat dan tidak berbuat dosa lagi, b. Tetap berbuat jahat; Kunci: a) (20 menit).
Merefleksi (Berkesadaran, Bermakna):- Murid dengan bimbingan guru merefleksikan bagaimana perbuatan Yesus yang mengampuni menghadirkan suasana damai dan sukacita Kerajaan Allah dalam kehidupan sehari-hari (10 menit).
Penutup:- Murid dan guru menyimpulkan bersama bahwa pewartaan Kerajaan Allah nyata dalam perbuatan Yesus yang mengampuni, menerima orang berdosa yang bertobat, dan tidak menghukum melainkan menyelamatkan (10 menit).
- Guru memberikan penguatan serta menginformasikan pokok materi untuk pertemuan berikutnya tentang perkataan Yesus mengenai sikap saling mengampuni, lalu menutup pertemuan dengan doa penutup mohon hati yang terbuka terhadap kerahiman Allah (5 menit).
Diferensiasi:- Konten: Bagi murid yang membutuhkan bimbingan diberikan teks bacaan yang dilengkapi gambar ilustrasi peristiwa Yesus mengampuni; bagi murid yang berpencapaian cepat disediakan teks perikop Kitab Suci lengkap (Yohanes 8:1-11).
- Proses: Murid yang membutuhkan bimbingan didampingi guru membaca dan mencocokkan kartu pernyataan perbuatan; murid yang mahir mengidentifikasi kartu pernyataan secara mandiri tanpa pendampingan.
- Produk: Semua murid menyelesaikan lembar kerja identifikasi perbuatan mengampuni; murid cepat menyelesaikan lembar kerja secara mandiri dalam waktu lebih singkat.
Asesmen Pertemuan:Awal:- Diagnostik kesiapan: Murid memilih 1 kartu yang tepat dari 2 kartu situasi perbuatan: Kartu A ('Yesus menyuruh orang banyak melempar batu sampai perempuan berdosa mati') dan Kartu B ('Yesus tidak menghukum perempuan berdosa melainkan mengampuni dan menyuruhnya tidak berbuat dosa lagi'). Acuan jawaban benar: Kartu B.
Proses:- Formatif proses melalui permainan 'Pilah Kartu Tindakan Yesus': Murid mengelompokkan 4 kartu: (1) 'Yesus tidak menghukum perempuan yang berbuat dosa dan menyuruhnya bertobat' [Perbuatan Yesus mengampuni]; (2) 'Yesus membalas kejahatan orang berdosa dengan hukuman setimpal' [Bukan perbuatan Yesus mengampuni]; (3) 'Yesus menerima orang berdosa yang bertobat dengan penuh kasih' [Perbuatan Yesus mengampuni]; (4) 'Yesus mengusir orang berdosa dan menolak mendengarkannya' [Bukan perbuatan Yesus mengampuni]. Target ketepatan: minimal 3 dari 4 kartu dipilah dengan benar sesuai acuan.
Akhir Pertemuan:- Cek pemahaman formatif di akhir inti: Murid menjawab 4 butir lembar kerja: (1) Perlakuan Yesus pada perempuan berdosa (kunci: b. Melindungi dan tidak menghukumnya); (2) Makna perbuatan Yesus bagi warta Kerajaan Allah (kunci: a. Kerahiman dan pengampunan); (3) Tindakan bapa pada anak yang hilang (kunci: a. Memeluk dan memaafkan anak yang bertobat); (4) Tujuan perbuatan Yesus mengampuni (kunci: a. Bertobat dan tidak berbuat dosa lagi). Kriteria tuntas: minimal 3 dari 4 butir dijawab tepat.
Formatif:- Asesmen diagnostik awal menggunakan 2 kartu situasi perbuatan Yesus
- Observasi unjuk kerja permainan 'Pilah Kartu Tindakan Yesus' (4 kartu)
- Tes tertulis formatif identifikasi perbuatan Yesus mengampuni melalui 4 butir soal pilihan ganda
Rubrik Pertemuan:| Aspek | Belum Berkembang | Mulai | Berkembang | Sangat Berkembang |
|---|
| Mengidentifikasi pewartaan Kerajaan Allah melalui perbuatan Yesus yang mengampuni | Hanya mampu mengidentifikasi 1 dari 4 butir perbuatan Yesus yang mengampuni dengan tepat pada lembar kerja (butir 1-4). | Mampu mengidentifikasi 2 dari 4 butir perbuatan Yesus yang mengampuni dengan tepat pada lembar kerja (butir 1-4). | Mampu mengidentifikasi 3 dari 4 butir perbuatan Yesus yang mengampuni dengan tepat pada lembar kerja (butir 1-4). | Mampu mengidentifikasi seluruh 4 butir perbuatan Yesus yang mengampuni dengan tepat pada lembar kerja (butir 1-4) secara mandiri. |
Refleksi Pertemuan:Guru:- Apakah langkah pembelajaran aktif dan permainan kartu efektif membantu murid mengidentifikasi perbuatan Yesus yang mengampuni?
- Bagaimana keterlibatan murid selama proses memahami tindakan kerahiman Allah dalam diri Yesus?
Murid:- Apa tindakan Yesus kepada orang berdosa yang paling berkesan bagi saya hari ini?
- Apakah saya sudah mengerti bahwa Yesus mewartakan Kerajaan Allah dengan mengampuni dan tidak menghukum?
Pertemuan 4 — Menunjukkan Pewartaan Kerajaan Allah melalui Ajaran dan Perkataan Yesus tentang Sikap Saling Mengampuni — 3 JP (3 x 35 menit = 105 menit)Tujuan Pertemuan:- TP 3.3.3 Menunjukkan pewartaan Kerajaan Allah melalui perkataan Yesus tentang sikap saling mengampuni
Pendahuluan:- Guru membuka pelajaran dengan menyapa murid, mengajak berdoa bersama, dan mengecek kehadiran (5 menit).
- Guru menyampaikan tujuan pembelajaran hari ini, yaitu menunjukkan pewartaan Kerajaan Allah melalui ajaran dan perkataan Yesus tentang sikap saling mengampuni (5 menit).
- Guru melaksanakan asesmen awal singkat: guru membacakan kutipan perkataan dan meminta murid mengangkat kartu hijau (jika perkataan Yesus tentang mengampuni) atau merah (bukan): (1) 'Bukan sampai tujuh kali, melainkan sampai tujuh puluh kali tujuh kali', (2) 'Mata ganti mata, gigi ganti gigi', (3) 'Ampunilah mereka, sebab mereka tidak tahu apa yang mereka perbuat' [Acuan kunci: 1 = hijau/benar, 2 = merah/bukan ajaran pengampunan Yesus, 3 = hijau/benar] (5 menit).
Kegiatan Inti:Memahami (Bermakna):- Murid menyimak guru membacakan teks Injil Matius 18:21-22 tentang pertanyaan Petrus dan perkataan Yesus mengenai berapa kali harus mengampuni orang yang bersalah (10 menit).
- Murid mengidentifikasi perkataan Yesus tentang mengampuni melalui tanya jawab terpandu untuk menemukan makna perkataan 'tujuh puluh kali tujuh kali' sebagai ajaran mengampuni tanpa batas (15 menit).
Mengaplikasi (Menggembirakan, Bermakna):- Murid mengikuti permainan menggembirakan 'Pohon Pengampunan Yesus': murid berpasangan menerima 4 kartu kutipan dan memilih kartu mana yang berisi perkataan Yesus tentang saling mengampuni untuk ditempelkan pada dahan pohon kebaikan di papan tulis (15 menit).
- Daftar 4 kartu kutipan: (1) 'Ampunilah, maka kamu akan diampuni' (Lukas 6:37); (2) 'Janganlah berbuat baik bila tidak dipuji orang'; (3) 'Bukan sampai tujuh kali, melainkan sampai tujuh puluh kali tujuh kali' (Matius 18:22); (4) 'Balaslah perbuatan jahat dengan kejahatan yang lebih besar'. [Kunci kartu ajaran Yesus tentang mengampuni: Kartu (1) dan (3); Kartu (2) dan (4) adalah pengalih] (15 menit).
- Secara mandiri pada lembar kerja, murid mengerjakan tugas menunjukkan perkataan Yesus tentang sikap saling mengampuni dengan memberi tanda centang (V) pada 3 pernyataan perkataan Yesus yang tepat di antara 5 pilihan pernyataan yang tersedia (15 menit).
Merefleksi (Berkesadaran):- Murid hening sejenak menyadari pentingnya meneladani perkataan Yesus untuk tidak mendendam dan mau memaafkan teman yang bersalah di kelas maupun di rumah (10 menit).
Penutup:- Murid bersama guru menyimpulkan inti ajaran perkataan Yesus tentang sikap saling mengampuni tanpa batas (5 menit).
- Guru memberikan umpan balik dan menutup pertemuan dengan doa penutup mohon hati yang pengampun (5 menit).
Diferensiasi:- Konten: Murid yang membutuhkan bimbingan diberikan kartu teks perkataan Yesus dengan penanda warna pada kata kunci pengampunan, sedangkan murid yang cepat diberikan kutipan sabda Yesus yang lengkap.
- Proses: Murid yang memerlukan pendampingan dibimbing guru dalam membaca dan mencocokkan kartu sabda, sedangkan murid yang mandiri langsung menganalisis kartu secara mandiri.
- Produk: Murid menunjukkan pilihan perkataan Yesus secara lisan dengan menunjuk kartu atau secara tertulis dengan memberi tanda centang pada lembar kerja.
Asesmen Pertemuan:Awal:- Diagnostik respon kartu hijau-merah terhadap 3 butir pernyataan: (1) 'Bukan sampai tujuh kali, melainkan sampai tujuh puluh kali tujuh kali', (2) 'Mata ganti mata, gigi ganti gigi', (3) 'Ampunilah mereka, sebab mereka tidak tahu apa yang mereka perbuat'. [Kunci acuan: Butir 1 = perkataan Yesus tentang mengampuni (kartu hijau); Butir 2 = bukan ajaran pengampunan Yesus (kartu merah); Butir 3 = perkataan Yesus tentang mengampuni (kartu hijau)].
Proses:- Formatif proses selama tahap Mengaplikasi menggunakan lembar kerja memilih 3 perkataan Yesus tentang saling mengampuni dari 5 opsi:
- Pilihan opsi: A. 'Bukan sampai tujuh kali, melainkan sampai tujuh puluh kali tujuh kali' (Matius 18:22); B. 'Jika kamu mengampuni orang yang bersalah kepadamu, Bapamu di surga akan mengampuni kamu juga' (Matius 6:14); C. 'Biarkanlah musuhmu menanggung hukumannya sendiri'; D. 'Ampunilah dan kamu akan diampuni' (Lukas 6:37); E. 'Jangan pernah berteman lagi dengan orang yang bersalah kepadamu'.
- Acuan kunci jawaban tepat: Opsi A, B, dan D (benar); Opsi C dan E (pengalih/salah).
Akhir Pertemuan:- Cek pemahaman singkat di akhir pembelajaran: Murid secara lisan atau isyarat memilih intisari perkataan Yesus tentang jumlah pengampunan kepada sesama: A. Hanya satu kali, B. Tujuh puluh kali tujuh kali (tanpa batas). [Acuan jawaban benar: B].
Formatif:- Asesmen awal diagnostik melalui respon kartu hijau-merah atas kutipan pernyataan perkataan pengampunan
- Observasi unjuk kerja saat permainan memilah kartu 'Pohon Pengampunan Yesus'
- Tes tertulis formatif berupa lembar kerja mencentang perkataan Yesus tentang sikap saling mengampuni
Rubrik Pertemuan:| Aspek | Belum Berkembang | Mulai | Berkembang | Sangat Berkembang |
|---|
| Menunjukkan perkataan Yesus tentang sikap saling mengampuni pada lembar kerja (Acuan: Opsi A 'Matius 18:22', Opsi B 'Matius 6:14', Opsi D 'Lukas 6:37'; Pengalih: Opsi C dan E) | Belum mampu menunjukkan perkataan Yesus tentang sikap saling mengampuni (tidak ada opsi benar yang dipilih atau hanya memilih opsi pengalih C dan E). | Mampu menunjukkan 1 dari 3 perkataan Yesus tentang sikap saling mengampuni dengan tepat (misal hanya memilih opsi A atau B atau D, masih memilih 1-2 opsi pengalih). | Mampu menunjukkan 2 dari 3 perkataan Yesus tentang sikap saling mengampuni dengan tepat dan memilih maksimal 1 opsi pengalih. | Mampu menunjukkan seluruh 3 perkataan Yesus tentang sikap saling mengampuni secara lengkap dan tepat (memilih A, B, dan D) tanpa memilih opsi pengalih C maupun E secara mandiri. |
Refleksi Pertemuan:Guru:- Apakah aktivitas permainan memilah kartu perkataan Yesus efektif memfasilitasi murid memahami ajaran saling mengampuni?
- Bagaimana keterlibatan murid selama proses pembelajaran berlangsung, terutama dalam memaknai perkataan Yesus tentang mengampuni tanpa batas?
Murid:- Apakah aku sudah tahu perkataan Yesus tentang memaafkan orang yang bersalah?
- Bagian mana dari kegiatan hari ini yang paling menyenangkan bagiku?
Pertemuan 5 — Menunjukkan Pewartaan Kerajaan Allah melalui Mukjizat Yesus Menggandakan Lima Roti dan Dua Ikan Memberi Makan Lima Ribu Orang — 3 JP (3 x 35 menit = 105 menit)Tujuan Pertemuan:- TP 3.3.4 Menunjukkan pewartaan Kerajaan Allah melalui mukjizat Yesus memberi makan lima ribu orang
Pendahuluan:- Guru membuka pembelajaran dengan salam, mengajak murid berdoa bersama, menyanyikan lagu pujian, dan memeriksa kehadiran murid (5 menit).
- Guru melakukan asesmen awal diagnostik singkat dengan menunjukkan 2 gambar (Gambar A: bakul berisi 5 roti dan 2 ikan; Gambar B: kerumunan orang banyak lapar di padang) lalu mengajukan 2 pertanyaan lisan: (1) 'Berapa bekal roti dan ikan yang ada pada para murid?' (acuan: 5 roti dan 2 ikan); (2) 'Berapa orang yang diberi makan oleh Yesus sampai kenyang?' (acuan: lima ribu orang) (5 menit).
- Guru menyampaikan tujuan pembelajaran hari ini, yaitu menunjukkan pewartaan Kerajaan Allah melalui mukjizat Yesus menggandakan lima roti dan dua ikan untuk memberi makan lima ribu orang (5 menit).
Kegiatan Inti:Memahami (Berkesadaran, Bermakna):- Murid menyimak pembacaan perikop Injil Markus tentang mukjizat Yesus memberi makan lima ribu orang yang dibacakan oleh guru dengan khidmat (10 menit).
- Murid menjawab secara bergiliran 3 pertanyaan telaah teks dari guru: (1) Apa yang dilakukan Yesus sebelum membagikan makanan? (acuan: menengadah ke langit, mengucap syukur/terima kasih kepada Allah, lalu membelah roti); (2) Bagaimana suasana pembagian makanan? (acuan: orang-orang duduk teratur berkelompok lima puluh dan seratus orang di rumput); (3) Berapa bakul sisa makanan yang dikumpulkan? (acuan: dua belas bakul penuh) (10 menit).
Mengaplikasi (Menggembirakan, Bermakna):- Guru mengadakan permainan kelompok menggembirakan 'Estafet Bakul Berkat': tiap kelompok beranggotakan 4-5 murid menyusun 4 kartu urutan peristiwa mukjizat secara cepat dan tepat di papan tempel kelompok masing-masing (15 menit).
- Murid secara mandiri mengerjakan Lembar Kerja 'Menunjukkan Fakta Mukjizat Roti' yang berisi 4 butir pilihan peristiwa mukjizat: (1) Bekal awal yang diserahkan kepada Yesus (acuan: 5 roti dan 2 ikan; pengalih: 7 roti dan 3 ikan); (2) Tindakan Yesus atas bekal itu (acuan: mengucap syukur dan memecah-mecahkannya; pengalih: menjualnya kepada orang banyak); (3) Jumlah orang yang makan sampai kenyang (acuan: kira-kira 5.000 orang; pengalih: 500 orang); (4) Sisa makanan yang dikumpulkan para rasul (acuan: 12 bakul penuh; pengalih: 2 bakul kosong) (15 menit).
- Murid bersama pasangannya saling memeriksa ketepatan jawaban lembar kerja berdasarkan kartu kunci yang dipasang guru di depan kelas (15 menit).
Merefleksi (Berkesadaran):- Murid dengan bimbingan guru merenungkan bagaimana mukjizat penggandaan roti menunjukkan bahwa dalam Kerajaan Allah yang diwartakan Yesus, Allah memelihara dan mencukupi kebutuhan hidup manusia (10 menit).
- Murid menunjukkan satu wujud tindakan Yesus yang paling menyentuh hati melalui penandaan centang pada lembar refleksi: kepedulian Yesus pada orang lapar atau rasa syukur Yesus kepada Bapa (5 menit).
Penutup:- Guru bersama murid menyimpulkan inti peristiwa mukjizat: Yesus mewartakan Kerajaan Allah dengan penuh kuasa dan belas kasih melalui penggandaan lima roti dan dua ikan hingga mencukupi lima ribu orang dengan sisa dua belas bakul (5 menit).
- Guru memberikan apresiasi atas partisipasi murid, mengingatkan persiapan pertemuan berikutnya tentang makna kepedulian berbagi, dan menutup pembelajaran dengan doa syukur (5 menit).
Diferensiasi:- Konten: Murid yang membutuhkan bimbingan diberikan kartu bergambar bantuan bertuliskan angka '5 roti & 2 ikan' dan '12 bakul', sedangkan murid yang cepat menerima kartu peristiwa tanpa gambar.
- Proses: Murid yang memerlukan pendampingan dibimbing guru secara langsung dalam membaca butir soal lembar kerja, sedangkan murid yang mahir bekerja mandiri penuh.
- Produk: Seluruh murid menunjukkan bukti pemahaman fakta mukjizat yang sama pada 4 butir lembar kerja.
Asesmen Pertemuan:Awal:- Tanya jawab diagnostik kesiapan materi: (1) Menyebutkan bekal yang dibawa rasul (acuan: 5 roti dan 2 ikan); (2) Menyebutkan jumlah orang yang diberi makan Yesus (acuan: 5.000 orang).
Proses:- Pengamatan keterlibatan dan ketepatan murid menyusun urutan peristiwa mukjizat dalam permainan kelompok.
- Pemeriksaan lembar kerja mandiri 4 butir: (1) bekal 5 roti dan 2 ikan; (2) mengucap syukur dan memecahkan roti; (3) 5.000 orang makan kenyang; (4) sisa 12 bakul penuh.
Akhir Pertemuan:- Cek pemahaman lisan penutup: meminta 2 orang perwakilan murid menyebutkan kembali jumlah awal roti/ikan, jumlah orang yang makan, dan jumlah bakul sisa (acuan: 5 roti & 2 ikan, 5.000 orang, 12 bakul sisa).
Formatif:- Tanya jawab lisan diagnostik di awal pembelajaran
- Unjuk kerja penyusunan kartu alur pada permainan 'Estafet Bakul Berkat'
- Tes tertulis objektif 4 butir pada lembar kerja mandiri
Rubrik Pertemuan:| Aspek | Belum Berkembang | Mulai | Berkembang | Sangat Berkembang |
|---|
| Ketepatan Menunjukkan Fakta Mukjizat Penggandaan Roti dan Ikan (4 Butir: 5 roti & 2 ikan, doa syukur Yesus, 5.000 orang kenyang, 12 bakul sisa) | Menunjukkan dengan tepat 1 dari 4 butir fakta mukjizat dengan bantuan penuh guru. | Menunjukkan dengan tepat 2 dari 4 butir fakta mukjizat dengan sesekali diarahkan guru. | Menunjukkan dengan tepat 3 dari 4 butir fakta mukjizat secara mandiri. | Menunjukkan dengan tepat seluruh 4 butir fakta mukjizat secara mandiri tanpa kekeliruan. |
Refleksi Pertemuan:Guru:- Apakah langkah permainan 'Estafet Bakul Berkat' berhasil membantu murid memahami urutan fakta mukjizat penggandaan roti?
- Bagaimana keterlibatan murid yang pasif saat menjawab pertanyaan telaah teks Kitab Suci?
Murid:- Apa bagian peristiwa mukjizat Yesus yang paling membuatmu kagum?
- Apakah kamu dapat mengingat dengan mudah jumlah roti, ikan, orang yang makan, dan bakul sisa dalam mukjizat Yesus?
Pertemuan 6 — Menunjukkan Makna Pewartaan Kerajaan Allah dan Kepedulian Berbagi dalam Mukjizat Yesus Memberi Makan Lima Ribu Orang — 2 JP (2 x 35 menit = 70 menit)Tujuan Pertemuan:- TP 3.3.4 Menunjukkan pewartaan Kerajaan Allah melalui mukjizat Yesus memberi makan lima ribu orang
Pendahuluan:- Guru menyapa murid dengan salam, mengajak bernyanyi bersama lagu syukur, dan memimpin doa pembuka memohon bimbingan Roh Kudus agar mampu meneladan kerelaan Yesus berbagi (5 menit).
- Guru melakukan asesmen diagnostik lisan dengan menanyakan 2 hal terkait peristiwa mukjizat: (1) Apa yang dirasakan Yesus saat melihat orang banyak lapar? (Acuan: Yesus merasa kasihan / tergerak hati-Nya oleh belas kasihan); (2) Berapa bakul sisa makanan yang dikumpulkan para murid? (Acuan: 12 bakul). Guru mencatat kesiapan awal murid (5 menit).
Kegiatan Inti:Memahami (Bermakna, Berkesadaran):- Murid menyimak pendalaman kisah Markus 6:34-44 yang dibacakan guru, memfokuskan pada makna Kerajaan Allah di mana Allah mencukupi kebutuhan jasmani manusia dan menghendaki manusia saling peduli (10 menit).
- Secara berpasangan, murid menunjukkan 3 butir makna pewartaan Kerajaan Allah dalam mukjizat tersebut dari daftar pilihan yang diberikan guru: Butir A 'Yesus peduli pada kebutuhan jasmani dan keselamatan manusia'; Butir B 'Yesus menyuruh orang banyak pulang kelaparan'; Butir C 'Allah melipatgandakan rezeki melalui kerelaan berbagi'; Butir D 'Yesus mengajar para murid untuk rela berbagi rezeki kepada sesama yang membutuhkan'; Butir E 'Mukjizat dilakukan agar Yesus disembah sebagai raja dunia'. (Kunci pilihan benar: Butir A, C, dan D; Pengalih: Butir B dan E) (10 menit).
Mengaplikasi (Menggembirakan, Bermakna):- Murid memainkan permainan kartu cepat 'Keranjang Berbagi' secara berkelompok kecil: setiap kelompok memilih dan menunjukkan kartu tindakan kepedulian berbagi yang mencerminkan teladan mukjizat Yesus dari 4 kartu situasi: Kartu 1 'Menyisihkan bekal makan siang untuk teman yang tidak membawa makanan' (Benar); Kartu 2 'Menghabiskan makanan sendirian di pojok kelas tanpa peduli teman lapar' (Pengalih); Kartu 3 'Mengumpulkan beras/bahan makanan pokok bersama teman untuk disumbangkan ke panti asuhan' (Benar); Kartu 4 'Mengejek teman yang bekalnya sedikit' (Pengalih). Kelompok menempelkan 2 kartu yang benar pada papan keranjang (15 menit).
- Setiap murid secara mandiri mengerjakan lembar tugas 'Menunjukkan Kepedulian Berbagi' dengan menandai centang (V) pada 3 pernyataan sikap yang menunjukkan kepedulian berbagi seturut teladan Yesus dan silang (X) pada 2 pernyataan pengalih: (1) Berdoa mengucap syukur sebelum dan sesudah menyantap makanan [Acuan: V]; (2) Rela membagikan kelebihan rezeki kepada anak yatim atau orang miskin [Acuan: V]; (3) Membuang sisa makanan yang masih layak ke tempat sampah [Acuan: X]; (4) Menghargai jerih payah petani dan orang tua yang menyiapkan makanan [Acuan: V]; (5) Menyimpan semua bekal sendiri meski melihat kawan di sebelah kelaparan [Acuan: X] (10 menit).
Merefleksi (Berkesadaran):- Murid duduk hening berkesadaran, merenungkan pengalaman diri apakah selama ini sudah bersyukur atas makanan yang diterima setiap hari dan rela membagi bekal kepada teman yang membutuhkan (5 menit).
- Murid menuliskan satu kalimat niat pribadi konkret tentang kepedulian berbagi makanan pada selembar kertas berbentuk roti (Kriteria: mencantumkan tindakan nyata berbagi atau tidak menyia-nyiakan makanan) (5 menit).
Penutup:- Guru bersama murid menyimpulkan bahwa melalui mukjizat lima roti dan dua ikan, Yesus mewartakan Kerajaan Allah yang nyata lewat kepedulian terhadap kebutuhan hidup manusia serta mengajak kita rela berbagi rezeki (3 menit).
- Guru memberikan umpan balik atas lembar tugas murid, menyampaikan rencana pertemuan berikutnya untuk asesmen sumatif bab, dan menutup pembelajaran dengan doa syukur atas rezeki makanan (2 menit).
Diferensiasi:- Konten: Murid yang membutuhkan bimbingan diberikan teks bacaan dengan penanda warna pada kalimat belas kasihan Yesus dan kerelaan anak yang memberikan rotinya; murid yang cepat membaca teks Kitab Suci Markus 6:34-44 secara utuh.
- Proses: Murid dengan kesiapan belajar awal rendah didampingi guru secara intensif dalam mengenali 3 makna Kerajaan Allah; murid yang sudah mahir menunjukkan makna kepedulian secara mandiri.
- Produk: Pada lembar tugas kepedulian berbagi, murid pemula menunjukkan dengan tanda centang/silang pada gambar situasi, sedangkan murid mahir menuliskan tambahan 1 contoh konkret tindakan berbagi di lingkungan rumah.
Asesmen Pertemuan:Awal:- Guru menanyakan 2 butir diagnostik lisan: (1) Apa yang dirasakan Yesus saat melihat orang banyak kelaparan? (Acuan: Yesus merasa kasihan / tergerak hati-Nya oleh belas kasihan); (2) Berapa jumlah bakul sisa makanan yang dikumpulkan setelah lima ribu orang makan sampai kenyang? (Acuan: 12 bakul).
Proses:- Pengamatan keaktifan murid saat menunjukkan kartu pada permainan 'Keranjang Berbagi'. Pilihan kartu benar: Kartu 1 (Menyisihkan bekal untuk teman) dan Kartu 3 (Mengumpulkan beras/bahan makanan untuk panti asuhan). Pengalih: Kartu 2 (Menghabiskan makanan sendirian) dan Kartu 4 (Mengejek teman yang bekalnya sedikit).
- Pemeriksaan lembar kerja mandiri 5 pernyataan sikap: (1) Berdoa syukur sebelum makan [V]; (2) Rela berbagi rezeki kepada anak yatim [V]; (3) Membuang sisa makanan layak [X]; (4) Menghargai jerih payah petani dan orang tua [V]; (5) Menyimpan semua bekal sendiri saat teman lapar [X].
Akhir Pertemuan:- Cek pemahaman penutup: Murid menunjukkan 1 kalimat niat konkret berbagi makanan pada kartu bentuk roti (Kriteria penerimaan: kalimat memuat tindakan nyata rela berbagi makanan atau bersyukur tidak membuang makanan).
Formatif:- Tanya jawab diagnostik awal terkait belas kasihan Yesus dan sisa bakul roti.
- Observasi unjuk kerja pemilihan kartu tindakan 'Keranjang Berbagi' kelompok.
- Pemeriksaan lembar kerja mandiri menandai 3 tindakan kepedulian berbagi seturut teladan Yesus.
Rubrik Pertemuan:| Aspek | Belum Berkembang | Mulai | Berkembang | Sangat Berkembang |
|---|
| Menunjukkan Makna Pewartaan Kerajaan Allah dalam Mukjizat Memberi Makan Lima Ribu Orang | Menunjukkan 1 dari 3 butir makna Kerajaan Allah dengan benar, atau masih memilih 2 butir pengalih (Acuan benar: Butir A, C, D; Pengalih: Butir B, E) dengan bimbingan penuh guru. | Menunjukkan 2 dari 3 butir makna Kerajaan Allah dengan benar dan memilih 1 butir pengalih (Acuan benar: Butir A, C, D; Pengalih: Butir B, E) dengan bimbingan guru. | Menunjukkan seluruh 3 butir makna Kerajaan Allah dengan benar (Butir A: Yesus peduli kebutuhan jasmani dan keselamatan; Butir C: Allah melipatgandakan rezeki melalui kerelaan berbagi; Butir D: Yesus mengajar para murid rela berbagi rezeki) serta tidak memilih 2 butir pengalih (Butir B, E) secara mandiri. | Menunjukkan seluruh 3 butir makna Kerajaan Allah dengan benar (Butir A, C, D), menolak seluruh pengalih (Butir B, E) secara mandiri, serta mampu menunjukkan contoh nyata tindakan Kerajaan Allah tersebut dalam kehidupan sehari-hari secara tepat. | | Menunjukkan Tindakan Kepedulian Berbagi Seturut Teladan Mukjizat Yesus | Tepat menandai 1-2 dari 5 butir pernyataan sikap kepedulian berbagi pada lembar tugas (Acuan benar: butir 1 [V], 2 [V], 3 [X], 4 [V], 5 [X]) dengan bimbingan penuh guru. | Tepat menandai 3 dari 5 butir pernyataan sikap kepedulian berbagi pada lembar tugas (Acuan benar: butir 1 [V], 2 [V], 3 [X], 4 [V], 5 [X]) dengan sedikit bantuan guru. | Tepat menandai 4 dari 5 butir pernyataan sikap kepedulian berbagi pada lembar tugas (Acuan benar: butir 1 [V], 2 [V], 3 [X], 4 [V], 5 [X]) secara mandiri. | Tepat menandai seluruh 5 butir pernyataan sikap kepedulian berbagi pada lembar tugas secara benar dan mandiri (butir 1 [V], 2 [V], 3 [X], 4 [V], 5 [X]). |
Refleksi Pertemuan:Guru:- Apakah langkah pembelajaran berkesadaran dan menggembirakan berhasil menumbuhkan penghayatan murid akan makna mukjizat Yesus?
- Bagaimana ketercapaian murid dalam menunjukkan tindakan nyata kepedulian berbagi makanan dalam kehidupan sehari-hari?
Murid:- Apakah aku sudah membiasakan diri berdoa mengucap syukur sebelum dan sesudah makan?
- Apa yang akan aku lakukan jika melihat teman di sekolah tidak membawa bekal makanan?
Pertemuan 7 — Asesmen Sumatif Bab — 3 JP (3 x 35 menit = 105 menit)Tujuan Pertemuan:- TP 3.3.1 Menceritakan peristiwa Yesus sebagai pemenuhan janji Allah saat dibaptis
- TP 3.3.2 Mengidentifikasi pewartaan Kerajaan Allah melalui perbuatan Yesus yang mengampuni
- TP 3.3.3 Menunjukkan pewartaan Kerajaan Allah melalui perkataan Yesus tentang sikap saling mengampuni
- TP 3.3.4 Menunjukkan pewartaan Kerajaan Allah melalui mukjizat Yesus memberi makan lima ribu orang
Pendahuluan:- Guru membuka pertemuan dengan tanda salib, menyapa murid, dan mengajak berdoa bersama memohon penyertaan Roh Kudus dalam pelaksanaan Asesmen Sumatif Bab 3 (3 menit).
- Guru menyampaikan tujuan asesmen sumatif bab yang mencakup dua bentuk tugas: tes tertulis individual lembar kerja pengampunan serta unjuk kerja penuturan lisan bergantian di meja guru mengenai peristiwa Yesus dibaptis atau mukjizat lima ribu orang (2 menit).
Kegiatan Inti:Memahami (Berkesadaran):- Guru membagikan Lembar Kerja Asesmen Tertulis kepada seluruh murid secara serentak dan menjelaskan petunjuk pengerjaan 4 butir soal mengenai perbuatan serta perkataan Yesus tentang pengampunan (5 menit).
- Guru menjelaskan alur rotasi unjuk kerja lisan di meja guru: setiap murid akan dipanggil bergiliran selama 2 menit untuk menuturkan secara lisan kisah Kitab Suci sesuai undian topik (topik A: peristiwa Yesus dibaptis di Sungai Yordan; atau topik B: peristiwa mukjizat Yesus memberi makan lima ribu orang) sementara murid lainnya tetap tenang mengerjakan atau meneliti kembali lembar kerja tertulis di meja masing-masing (5 menit).
Mengaplikasi (Bermakna):- Seluruh murid secara serentak dan mandiri mengerjakan Lembar Kerja Asesmen Tertulis yang memuat 4 butir soal berikut: (1) Mengidentifikasi alasan Yesus dibaptis di Sungai Yordan meskipun Ia tidak berdosa [Kunci: Yesus dibaptis bukan karena berdosa, melainkan untuk menyatakan diri solider/bersatu dengan orang berdosa dan mengawali karya keselamatan sebagai pemenuhan janji Allah]; (2) Mengidentifikasi perbuatan Bapa dalam perumpamaan anak yang hilang yang mencerminkan perbuatan Yesus mengampuni orang berdosa [Kunci: Bapa menyambut anak bungsu dengan berlari, merangkul, menciumnya, memakaikan jubah terbaik, cincin, sepatu, serta mengadakan perjamuan pesta penyambutan]; (3) Menunjukkan 1 contoh perkataan Yesus di kayu salib tentang mengampuni orang yang menyalibkan-Nya [Kunci: "Ya Bapa, ampunilah mereka, sebab mereka tidak tahu apa yang mereka perbuat" (Luk 23:34)]; (4) Menunjukkan perkataan Yesus kepada Petrus tentang batas kewajiban saling mengampuni sesama [Kunci: Yesus berkata mengampuni bukan sampai tujuh kali, melainkan sampai tujuh puluh kali tujuh kali (Mat 18:22)] (40 menit).
- Secara simultan dengan pengerjaan tertulis, guru memanggil murid satu per satu ke meja guru (rotasi 2 menit per murid untuk 28 murid) untuk melaksanakan unjuk kerja penuturan lisan: Murid mengambil 1 kartu undian topik lalu menuturkan secara lisan peristiwa Kitab Suci yang diperoleh dengan acuan isi: [Topik A - Yesus Dibaptis: (a) Yesus datang dari Nazaret ke Sungai Yordan menemui Yohanes Pembaptis; (b) Yohanes membaptis Yesus di air Sungai Yordan; (c) Saat Yesus keluar dari air, langit terbuka dan Roh Kudus turun seperti burung merpati; (d) Terdengar suara dari surga: "Engkaulah Anak-Ku yang Kukasihi, kepada-Mulah Aku berkenan"]; atau [Topik B - Mukjizat Lima Roti dan Dua Ikan: (a) Orang banyak mengikuti Yesus hingga hari mulai malam di tempat sunyi dan mereka lapar; (b) Para murid hanya menemukan seorang anak yang membawa lima roti jelai dan dua ikan kecil; (c) Yesus mengucap syukur/berkat atas roti dan ikan itu lalu memecah-mecahkannya dan membagikannya kepada lima ribu orang hingga kenyang; (d) Sisa pecahan roti dan ikan dikumpulkan murid-murid sebanyak dua belas bakul penuh] (40 menit).
Merefleksi (Berkesadaran):- Guru menginstruksikan seluruh murid mengumpulkan lembar jawaban tertulis ke meja guru dengan tertib dan memeriksa kelengkapan identitas diri (5 menit).
- Guru memfasilitasi hening sejenak agar murid memeriksa kesadaran batinnya mengenai pengalaman melaksanakan penilaian sumatif secara jujur dan mandiri (2 menit).
Penutup:- Guru memberikan umpan balik umum apresiatif atas ketertiban, kemandirian, dan kejujuran seluruh murid selama pelaksanaan asesmen tertulis serentak dan penuturan lisan bergantian (2 menit).
- Guru menutup pertemuan dan rangkaian pembelajaran Bab 3 dengan doa syukur bersama serta berkat penutup (1 menit).
Diferensiasi:- Proses: Akomodasi akses: bagi murid yang mengalami hambatan motorik halus dalam menulis, guru memperkenankan pembacaan ulang soal tertulis secara perlahan tanpa mengubah isi pertanyaan, kunci jawaban, durasi, maupun kriteria penilaian.
Asesmen Pertemuan:Awal:- Cek kesiapan teknis asesmen: guru memverifikasi kesiapan alat tulis setiap murid dan memastikan lembar kerja tes tertulis telah diterima dengan nomor urut yang jelas.
Proses:- Observasi keteraturan dan kemandirian pengerjaan lembar kerja tertulis individual di meja masing-masing saat rotasi lisan berlangsung.
Sumatif Bab:- kombinasi tes tertulis serentak dan unjuk kerja penuturan lisan bergiliran: lembar kerja tertulis yang memuat identifikasi perbuatan dan perkataan Yesus tentang pengampunan, serta rekaman penuturan lisan singkat mengenai peristiwa Yesus dibaptis dan mukjizat lima ribu orang
- tes tertulis lembar kerja serentak: lembar jawaban tertulis murid yang memuat identifikasi wujud perbuatan Yesus yang mengampuni serta contoh perkataan Yesus tentang saling mengampuni sebagai wujud Kerajaan Allah (45 menit; individual; instrumen: kunci jawaban dan pedoman penskoran lembar kerja)
- unjuk kerja penuturan lisan bergiliran: penuturan lisan singkat tiap murid selama 2 menit di meja guru tentang kisah Yesus dibaptis atau mukjizat lima ribu orang dengan rotasi teratur sementara murid lain menuntaskan/membaca lembar kerja (60 menit / 2 menit per murid = 30 murid, mencukupi 28 murid satu kelas) (60 menit; individual; instrumen: rubrik unjuk kerja penuturan lisan kisah Kitab Suci)
Sumatif:- kombinasi tes tertulis serentak dan unjuk kerja penuturan lisan bergiliran: lembar kerja tertulis yang memuat identifikasi perbuatan dan perkataan Yesus tentang pengampunan, serta rekaman penuturan lisan singkat mengenai peristiwa Yesus dibaptis dan mukjizat lima ribu orang
- tes tertulis lembar kerja serentak: lembar jawaban tertulis murid yang memuat identifikasi wujud perbuatan Yesus yang mengampuni serta contoh perkataan Yesus tentang saling mengampuni sebagai wujud Kerajaan Allah (45 menit; individual; instrumen: kunci jawaban dan pedoman penskoran lembar kerja)
- unjuk kerja penuturan lisan bergiliran: penuturan lisan singkat tiap murid selama 2 menit di meja guru tentang kisah Yesus dibaptis atau mukjizat lima ribu orang dengan rotasi teratur sementara murid lain menuntaskan/membaca lembar kerja (60 menit / 2 menit per murid = 30 murid, mencukupi 28 murid satu kelas) (60 menit; individual; instrumen: rubrik unjuk kerja penuturan lisan kisah Kitab Suci)
Rubrik Pertemuan:| Aspek | Belum Berkembang | Mulai | Berkembang | Sangat Berkembang |
|---|
| Tes Tertulis: Mengidentifikasi Perbuatan dan Perkataan Yesus tentang Pengampunan (TP 3.3.2 & TP 3.3.3) | Menjawab dengan tepat 1 dari 4 butir soal tertulis sesuai acuan kunci jawaban. | Menjawab dengan tepat 2 dari 4 butir soal tertulis sesuai acuan kunci jawaban. | Menjawab dengan tepat 3 dari 4 butir soal tertulis sesuai acuan kunci jawaban. | Menjawab dengan tepat seluruh 4 butir soal tertulis sesuai acuan kunci jawaban (alasan Yesus dibaptis, perbuatan Bapa menerima anak hilang, perkataan Yesus di kayu salib, dan perkataan mengampuni 70x7 kali). | | Unjuk Kerja Lisan: Menceritakan Peristiwa Yesus Dibaptis atau Mukjizat Lima Ribu Orang (TP 3.3.1 & TP 3.3.4) | Menuturkan secara lisan 1 dari 4 unsur alur peristiwa Kitab Suci sesuai topik undian yang diperoleh. | Menuturkan secara lisan 2 dari 4 unsur alur peristiwa Kitab Suci sesuai topik undian yang diperoleh. | Menuturkan secara lisan 3 dari 4 unsur alur peristiwa Kitab Suci sesuai topik undian yang diperoleh. | Menuturkan secara lisan seluruh 4 unsur alur peristiwa Kitab Suci secara lengkap dan runtut sesuai topik undian yang diperoleh (Topik A: datang ke Yordan, dibaptis Yohanes, Roh Kudus turun merpati, suara Bapa dari surga; ATAU Topik B: orang lapar di tempat sunyi, 5 roti 2 ikan dari anak, Yesus bersyukur/memecahkan roti, kenyang dan sisa 12 bakul). |
Refleksi Pertemuan:Guru:- Apakah pengelolaan waktu rotasi penuturan lisan 2 menit per murid berjalan tepat waktu tanpa mengganggu konsentrasi murid yang mengerjakan tes tertulis?
- Bagaimana tingkat ketuntasan murid dalam menguasai keempat Tujuan Pembelajaran pada Bab Yesus Tampil di Depan Umum?
Murid:- Bagian mana dari kisah Yesus tampil di depan umum yang paling berkesan dan dapat saya teladani dalam hidup sehari-hari?
- Apakah saya sudah mengerjakan tugas tertulis dan menceritakan kisah Kitab Suci dengan mandiri serta jujur?
SUMBER BELAJAR- Alkitab / Kitab Suci Perjanjian Baru (Injil Matius 3:13-17)
- Buku Panduan Guru Pendidikan Agama Katolik dan Budi Pekerti untuk SD Kelas III, Kemendikbudristek RI, 2022 (Bab 3, hlm. 71-75)
- Buku Siswa Pendidikan Agama Katolik dan Budi Pekerti untuk SD Kelas III, Kemendikbudristek RI, 2022 (Bab 3, hlm. 55-62)
- Set kartu bertuliskan 4 alur kisah pembaptisan Yesus
- Alkitab: Injil Matius 3:13-17
- Buku Panduan Guru Pendidikan Agama Katolik dan Budi Pekerti untuk SD Kelas III, Kemendikbudristek 2022
- Buku Siswa Pendidikan Agama Katolik dan Budi Pekerti untuk SD Kelas III, Kemendikbudristek 2022
- 4 Kartu Alur Penceritaan Peristiwa Baptisan Yesus
- Tongkat kayu kecil bertanda untuk permainan tongkat cerita
- Buku Panduan Guru Pendidikan Agama Katolik dan Budi Pekerti untuk SD Kelas III, Kemendikbudristek RI, 2022
- Buku Siswa Pendidikan Agama Katolik dan Budi Pekerti untuk SD Kelas III, Kemendikbudristek RI, 2022
- Teks Kitab Suci Alkitab Deuterokanonika (Yohanes 8:1-11 dan Lukas 15:11-32)
- Set 4 kartu pernyataan tindakan Yesus dan Lembar Kerja Siswa
- Alkitab (Injil Matius 18:21-22, Matius 6:14, Lukas 6:37)
- Buku Panduan Guru Pendidikan Agama Katolik dan Budi Pekerti untuk SD Kelas III
- Buku Siswa Pendidikan Agama Katolik dan Budi Pekerti untuk SD Kelas III
- Set kartu kutipan ayat 'Pohon Pengampunan Yesus' dan gambar pohon ilustrasi
- Buku Panduan Guru Pendidikan Agama Katolik dan Budi Pekerti untuk SD Kelas III, Kemendikbudristek 2021
- Buku Siswa Pendidikan Agama Katolik dan Budi Pekerti untuk SD Kelas III, Kemendikbudristek 2021
- Teks Kitab Suci Injil Markus 6:30-44 (Kisah Yesus Memberi Makan Lima Ribu Orang)
- Kartu bergambar peristiwa mukjizat dan replika bakul mini
- Buku Panduan Guru Pendidikan Agama Katolik dan Budi Pekerti untuk SD Kelas III, Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi Republik Indonesia, 2021.
- Buku Siswa Pendidikan Agama Katolik dan Budi Pekerti untuk SD Kelas III, Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi Republik Indonesia, 2021, Bab III Subbab B hlm. 63-70.
- Alkitab Perjanjian Baru: Injil Markus 6:34-44 (Kisah Yesus Memberi Makan Lima Ribu Orang).
- Kartu situasi bergambar 'Keranjang Berbagi' dan lembar kerja murid.
- Buku Panduan Guru Pendidikan Agama Katolik dan Budi Pekerti SD Kelas III, Kemendikbudristek 2022
- Buku Siswa Pendidikan Agama Katolik dan Budi Pekerti SD Kelas III, Kemendikbudristek 2022
- Alkitab/Kitab Suci Perjanjian Baru (Injil Markus 1:9-11; Markus 6:30-44; Lukas 15:11-32; Matius 18:21-22; Lukas 23:34)
- Lembar Kerja Soal Asesmen Tertulis dan Kartu Undian Topik Penuturan Lisan
|