MODUL AJAR Pendidikan Agama Katolik dan Budi Pekerti — Kelas 3 (Fase B) Topik: Refleksi dan Sintesis: Meneladani Tokoh-Tokoh Perjanjian Lama dalam Kehidupan Sehari-hari INFORMASI UMUM| Mata Pelajaran | Pendidikan Agama Katolik dan Budi Pekerti |
|---|
| Fase / Kelas | Fase B / Kelas 3 |
|---|
| Topik | Refleksi dan Sintesis: Meneladani Tokoh-Tokoh Perjanjian Lama dalam Kehidupan Sehari-hari |
|---|
| Alokasi Waktu | 2x35 menit |
|---|
| Jumlah Pertemuan | 1 |
|---|
TUJUAN PEMBELAJARAN- Murid mampu membandingkan keteladanan Yusuf, Musa, dan Yosua sebagai sarana karya keselamatan Allah, serta merumuskan nilai-nilai yang dapat diterapkan dalam kehidupannya.
- Murid mampu mengungkapkan rasa syukur kepada Allah yang senantiasa menyertai dan menolong manusia melalui doa pribadi yang diungkapkan secara lisan maupun tulisan.
PROFIL LULUSAN| Dimensi | Disasar |
|---|
| Keimanan dan Ketakwaan terhadap Tuhan Yang Maha Esa | ✓ | | Kewargaan | | | Penalaran Kritis | ✓ | | Kreativitas | ✓ | | Kolaborasi | | | Kemandirian | ✓ | | Kesehatan | | | Komunikasi | ✓ |
PERTANYAAN PEMANTIK- Dari kisah Yusuf, Musa, dan Yosua yang sudah kita pelajari, menurutmu siapakah yang paling berani? Mengapa?
- Pernahkah kamu menghadapi kesulitan dan merasa Tuhan menolong kamu? Ceritakan!
- Kalau kamu bisa meniru satu sifat dari Yusuf, Musa, atau Yosua, sifat apa yang ingin kamu tiru dan mengapa?
KEGIATAN PEMBELAJARANPertemuan 1Pendahuluan:- Guru mengucapkan salam dan mengajak murid berdoa bersama sebelum memulai pelajaran.
- Guru mengecek kehadiran murid dan mengkondisikan kelas agar siap belajar.
- Asesmen awal (diagnostik): Guru menampilkan tiga gambar sederhana yang mewakili Yusuf (penjara/istana Mesir), Musa (tongkat dan laut), dan Yosua (pedang dan tembok Yerikho), lalu bertanya kepada murid: 'Siapa tokoh yang ada di gambar ini? Apa yang kamu ingat tentang dia?' Guru mencatat respons singkat untuk mengetahui sejauh mana pemahaman murid sebelum pembelajaran.
- Guru menyampaikan tujuan pembelajaran hari ini: murid akan membandingkan keteladanan tiga tokoh Perjanjian Lama dan mengungkapkan rasa syukur kepada Allah melalui doa.
- Guru memotivasi murid dengan menyampaikan bahwa setiap orang, termasuk mereka, dapat meneladani tokoh-tokoh hebat ini dalam kehidupan sehari-hari.
- Guru mengajukan pertanyaan pemantik untuk membangkitkan rasa ingin tahu murid.
Kegiatan Inti:Memahami (Berkesadaran, Bermakna):- Guru membagikan 'Kartu Tokoh' kepada murid. Setiap kartu berisi nama tokoh (Yusuf / Musa / Yosua), satu ilustrasi sederhana, dan tiga poin kunci kisahnya yang ditulis dalam kalimat pendek dan mudah dipahami. (Prinsip: Berkesadaran)
- Murid diminta membaca kartu masing-masing secara mandiri selama 3 menit, lalu guru mengajak seluruh kelas mendiskusikan satu per satu tokoh secara ringkas: 'Apa yang Tuhan lakukan untuk tokoh ini? Apa yang membuat tokoh ini setia kepada Tuhan?'
- Guru menuliskan jawaban murid di papan tulis dalam format tabel sederhana tiga kolom: Yusuf | Musa | Yosua, dengan baris: Tantangan yang Dihadapi — Nilai Keteladanan — Cara Allah Menolong. (Prinsip: Bermakna)
- Guru memberikan peneguhan singkat: ketiga tokoh ini adalah sarana karya keselamatan Allah; melalui mereka, Allah menunjukkan bahwa Ia selalu menyertai dan menolong umat-Nya yang setia.
- Murid diminta mengamati tabel di papan tulis dan menyebutkan minimal satu persamaan antara ketiga tokoh tersebut. Guru menampung semua jawaban tanpa menghakimi.
Mengaplikasi (Bermakna, Menggembirakan):- Guru membagikan 'Lembar Refleksi Tokoh Idolaku' kepada setiap murid. Lembar ini berisi dua bagian: (1) Pilih satu tokoh dan tuliskan dua nilai keteladanan tokoh tersebut. (2) Tuliskan satu situasi nyata dalam hidupmu di mana kamu bisa menerapkan nilai itu, serta bagaimana caramu melakukannya. (Prinsip: Bermakna)
- Murid mengerjakan lembar secara mandiri selama ± 8 menit. Guru berkeliling kelas, memberi dorongan dan umpan balik lisan kepada murid yang kesulitan, misalnya dengan bertanya: 'Situasi apa yang pernah kamu hadapi di rumah atau di sekolah yang mirip dengan tantangan tokoh ini?'
- Setelah selesai, murid diminta berbagi jawaban secara sukarela (3–4 orang). Guru memberikan apresiasi atas setiap respons dan menguatkan kaitan antara nilai tokoh dan kehidupan nyata murid. (Prinsip: Menggembirakan)
- Asesmen proses: Guru mengamati dan mencatat lembar refleksi murid untuk melihat kemampuan mereka mengidentifikasi nilai keteladanan dan mengaitkannya dengan kehidupan sehari-hari. Guru juga menyimak presentasi lisan singkat untuk menilai kemampuan komunikasi.
- Guru memberikan umpan balik kelas: 'Ternyata kita semua bisa menjadi seperti Yusuf, Musa, dan Yosua di lingkungan kita sendiri, bukan?'
Merefleksi (Berkesadaran, Bermakna, Menggembirakan):- Guru mengajak murid hening sejenak (1–2 menit) sambil memejamkan mata dan merenungkan pertanyaan berikut yang dibacakan guru perlahan: 'Bayangkan hidupmu dalam satu tahun ke depan. Sifat apa dari tokoh Perjanjian Lama yang ingin paling kamu miliki? Mengapa?' (Prinsip: Berkesadaran)
- Setelah hening, murid diminta membuka mata dan menuliskan sebuah doa pribadi di bagian belakang Lembar Refleksi Tokoh Idolaku. Doa tersebut berisi: (1) rasa syukur kepada Allah yang selalu menyertai dan menolong, dan (2) permohonan agar Allah membantu mereka meneladani nilai-nilai tokoh Perjanjian Lama dalam kehidupan sehari-hari. (Prinsip: Berkesadaran, Bermakna)
- Guru memberi waktu ± 7 menit untuk menulis doa. Murid boleh menulis dalam bahasa sendiri, dengan kata-kata mereka sendiri, tidak harus panjang.
- Beberapa murid diundang (secara sukarela) untuk membacakan doanya dengan lantang. Guru menyimak dengan hormat dan mengakhiri dengan tepuk tangan kecil sebagai bentuk apresiasi. (Prinsip: Menggembirakan)
- Guru menutup tahap ini dengan peneguhan: 'Doa yang tulus dari hatimu adalah cara nyata kamu mengungkapkan syukur kepada Allah, seperti yang dilakukan Yusuf, Musa, dan Yosua sepanjang hidup mereka.'
Penutup:- Guru mengajak murid menyimpulkan pembelajaran bersama-sama dengan menjawab pertanyaan: 'Apa tiga hal paling penting yang kamu pelajari hari ini?'
- Guru memberikan penguatan akhir: Allah selalu menyertai dan menolong umat-Nya, dan kita dipanggil untuk meneladani keberanian, kesetiaan, dan ketaatan Yusuf, Musa, serta Yosua dalam kehidupan kita sehari-hari.
- Asesmen akhir: Guru mengumpulkan Lembar Refleksi Tokoh Idolaku (termasuk doa pribadi yang ditulis) sebagai bukti capaian TP 3.2.9.1 dan TP 3.2.9.2.
- Guru memberi tindak lanjut: murid yang sudah sangat memahami diminta mencari satu contoh tokoh pemimpin masa kini yang meneladani nilai-nilai Perjanjian Lama (pengayaan). Murid yang masih perlu penguatan diminta menggambar salah satu tokoh dan menulis satu kalimat tentang sifat tokoh tersebut (remedial).
- Guru mengajak murid menutup pelajaran dengan doa bersama sebagai ungkapan syukur atas waktu belajar hari ini.
- Guru mengucapkan salam penutup.
Diferensiasi:- Konten: Untuk murid yang belum lancar membaca, guru dapat menyediakan Kartu Tokoh versi bergambar lebih dominan dengan kalimat yang lebih singkat (3–5 kata per poin). Untuk murid yang sudah mahir, kartu dapat dilengkapi ayat Kitab Suci pendek sebagai referensi tambahan.
- Proses: Murid yang memerlukan dukungan lebih dapat mengisi Lembar Refleksi dengan bantuan teman sebangku atau panduan pertanyaan scaffold dari guru ('Tokoh yang kupilih adalah... Nilai yang kutiru adalah... Contohnya saat...'). Murid yang lebih cepat selesai dapat diminta membandingkan dua tokoh secara tertulis dalam 3–5 kalimat sebelum giliran berbagi.
- Produk: Murid dapat memilih cara mengungkapkan rasa syukur: menulis doa dalam bentuk prosa, membuat doa dalam bentuk puisi pendek (3–5 baris), atau menggambar simbol syukur disertai satu kalimat doa. Semua bentuk diterima selama mengandung unsur syukur dan permohonan.
ASESMENAwal:- Guru menampilkan tiga gambar tokoh (Yusuf, Musa, Yosua) dan bertanya secara lisan: 'Siapa tokoh ini? Apa yang kamu ingat tentang kisahnya?' Guru mencatat respons murid untuk memetakan pemahaman awal sebelum kegiatan inti dimulai.
Proses:- Observasi guru selama diskusi kelas: apakah murid mampu menyebutkan nilai keteladanan dan kaitan karya Allah dalam kisah masing-masing tokoh.
- Pengisian Lembar Refleksi Tokoh Idolaku bagian 1 dan 2: guru berkeliling dan memberi umpan balik langsung kepada murid yang mengalami kesulitan.
- Presentasi lisan singkat (sukarela): guru menilai kemampuan komunikasi dan kedalaman pemahaman murid.
Akhir:- Pengumpulan Lembar Refleksi Tokoh Idolaku lengkap (bagian nilai keteladanan + situasi nyata + doa pribadi) sebagai produk akhir pembelajaran.
- Rubrik 4 level digunakan untuk menilai dua aspek: kemampuan membandingkan nilai keteladanan tokoh (TP 3.2.9.1) dan kemampuan mengungkapkan doa syukur pribadi secara lisan atau tulisan (TP 3.2.9.2).
Formatif:- Observasi lisan selama diskusi kelas tentang tabel perbandingan tiga tokoh (kemampuan menyebutkan nilai keteladanan dan cara Allah menolong).
- Lembar Refleksi Tokoh Idolaku bagian 1 dan 2: menilai kemampuan murid memilih tokoh, mengidentifikasi nilai keteladanan, dan mengaitkannya dengan situasi nyata.
- Presentasi lisan sukarela: menilai kemampuan murid mengkomunikasikan pilihan dan alasannya.
Sumatif:- Lembar Refleksi Tokoh Idolaku (bagian doa pribadi): menilai kemampuan murid mengungkapkan rasa syukur dan permohonan kepada Allah secara tertulis maupun lisan.
- Rubrik penilaian 4 level diterapkan pada dua aspek: (1) kemampuan membandingkan dan merumuskan nilai keteladanan tokoh, dan (2) kemampuan mengungkapkan doa syukur secara pribadi.
RUBRIK PENILAIAN| Aspek | Belum Berkembang | Mulai | Berkembang | Sangat Berkembang |
|---|
| Membandingkan nilai keteladanan Yusuf, Musa, dan Yosua (TP 3.2.9.1) | Murid belum dapat menyebutkan nilai keteladanan tokoh, atau menyebutkan tokoh yang tidak relevan tanpa alasan. | Murid mampu menyebutkan satu nilai keteladanan dari salah satu tokoh, namun belum mengaitkannya dengan karya keselamatan Allah atau kehidupan nyata. | Murid mampu menyebutkan nilai keteladanan dari dua atau tiga tokoh dan mengaitkannya dengan karya keselamatan Allah, serta memberikan satu contoh penerapan dalam kehidupan nyata. | Murid mampu membandingkan nilai keteladanan ketiga tokoh secara jelas, menjelaskan peran masing-masing sebagai sarana karya keselamatan Allah, dan merumuskan dua atau lebih nilai yang konkret untuk diterapkan dalam kehidupannya. | | Mengungkapkan rasa syukur melalui doa pribadi lisan atau tulisan (TP 3.2.9.2) | Murid belum dapat menuliskan atau mengucapkan doa, atau doa yang disampaikan tidak berkaitan dengan rasa syukur kepada Allah. | Murid mampu mengucapkan atau menuliskan doa singkat yang mengandung unsur syukur, namun belum menghubungkannya dengan penyertaan Allah dalam kisah tokoh Perjanjian Lama. | Murid mampu mengucapkan atau menuliskan doa yang mengandung ungkapan syukur kepada Allah atas penyertaan-Nya, disertai permohonan agar dapat meneladani tokoh Perjanjian Lama. | Murid mampu mengucapkan atau menuliskan doa yang tulus, personal, dan runtut; mencakup ungkapan syukur atas penyertaan Allah, kaitan dengan kisah tokoh Perjanjian Lama, dan permohonan konkret untuk menerapkan nilai keteladanan dalam kehidupan sehari-hari. |
REFLEKSIRefleksi Guru:- Apakah seluruh murid mampu mengidentifikasi dan membandingkan nilai keteladanan minimal satu tokoh Perjanjian Lama? Jika tidak, bagian mana yang perlu diperkuat?
- Apakah metode Kartu Tokoh dan Lembar Refleksi efektif membantu murid menghubungkan nilai tokoh dengan kehidupan mereka? Apa yang perlu diperbaiki?
- Apakah murid yang memerlukan dukungan tambahan mendapatkan bantuan yang cukup selama proses pembelajaran berlangsung?
- Apakah waktu 2x35 menit cukup untuk menyelesaikan ketiga tahap (Memahami, Mengaplikasi, Merefleksi)? Bagian mana yang memerlukan penyesuaian waktu?
Refleksi Murid:- Dari ketiga tokoh Perjanjian Lama, nilai apa yang paling ingin kamu terapkan dalam hidupmu? Mengapa nilai itu penting bagimu?
- Adakah bagian dari pembelajaran hari ini yang membuatmu semakin percaya bahwa Allah selalu menyertai dan menolong kamu? Ceritakan!
- Bagaimana perasaanmu saat menuliskan atau mengucapkan doa syukur tadi? Apakah kamu merasa lebih dekat dengan Allah?
SUMBER BELAJAR- Buku Siswa Pendidikan Agama Katolik dan Budi Pekerti Kelas III (Kemdikbudristek, 2022) — Bab 2: Allah Menyelamatkan Melalui Tokoh-Tokoh Perjanjian Lama
- Buku Panduan Guru Pendidikan Agama Katolik dan Budi Pekerti Kelas III (Kemdikbudristek, 2022) — Bab 2
- Kartu Tokoh (media buatan guru: 3 kartu bergambar Yusuf, Musa, Yosua dengan poin kunci kisah)
- Lembar Refleksi Tokoh Idolaku (LKPD buatan guru: berisi kolom pilihan tokoh, nilai keteladanan, situasi nyata, dan kolom doa pribadi)
- Papan tulis dan spidol atau media tayangan untuk tabel perbandingan tiga tokoh
- Alat tulis (pensil/pulpen, krayon opsional untuk murid yang memilih produk gambar)
|