MODUL AJAR Pendidikan Agama Katolik dan Budi Pekerti — Kelas 3 (Fase B) Topik: Kisah Yosua: Dipilih Allah sebagai Pemimpin Bangsa Israel INFORMASI UMUM| Mata Pelajaran | Pendidikan Agama Katolik dan Budi Pekerti |
|---|
| Fase / Kelas | Fase B / Kelas 3 |
|---|
| Topik | Kisah Yosua: Dipilih Allah sebagai Pemimpin Bangsa Israel |
|---|
| Alokasi Waktu | 2x35 menit |
|---|
| Jumlah Pertemuan | 1 |
|---|
TUJUAN PEMBELAJARAN- Murid mampu menceritakan kisah Yosua yang dipilih Allah sebagai pemimpin bangsa Israel untuk menggantikan Musa dan memimpin umat memasuki tanah Kanaan.
- Murid mampu menjelaskan ciri-ciri kepemimpinan Yosua yang tegas, berani, bersemangat, dan taat pada perintah Allah sebagai tanda penyertaan Tuhan.
PROFIL LULUSAN| Dimensi | Disasar |
|---|
| Keimanan dan Ketakwaan terhadap Tuhan Yang Maha Esa | ✓ | | Kewargaan | ✓ | | Penalaran Kritis | ✓ | | Kreativitas | ✓ | | Kolaborasi | | | Kemandirian | ✓ | | Kesehatan | | | Komunikasi | ✓ |
PERTANYAAN PEMANTIK- Pernahkah kamu menjadi ketua kelompok atau ketua kelas? Bagaimana perasaanmu saat itu?
- Apa yang membuat seseorang pantas dipilih menjadi pemimpin menurut kamu?
- Kalau Tuhan memintamu melakukan tugas yang terasa berat, apa yang akan kamu lakukan?
KEGIATAN PEMBELAJARANPertemuan 1Pendahuluan:- Guru mengucapkan salam dan mengajak murid berdoa pembuka: 'Ya Tuhan, bimbinglah kami hari ini agar kami belajar dengan hati yang terbuka dan penuh semangat. Amin.'
- Guru melakukan asesmen awal diagnostik dengan mengajukan 2 pertanyaan lisan: (1) 'Siapa yang masih ingat siapa Musa?' (2) 'Menurut kalian, apa yang terjadi setelah Musa meninggal?' — guru mencatat respons untuk mengetahui pengetahuan awal murid.
- Guru menampilkan gambar seorang anak yang sedang memimpin teman-temannya (misal: memimpin doa kelas atau memimpin permainan) dan mengajukan pertanyaan pemantik: 'Pernahkah kamu menjadi ketua kelompok? Bagaimana rasanya?'
- Guru menyampaikan tujuan pembelajaran hari ini secara singkat: 'Hari ini kita akan belajar tentang Yosua, seorang yang dipilih Tuhan menjadi pemimpin bangsa Israel. Kita akan mencari tahu mengapa Tuhan memilih Yosua dan apa yang bisa kita teladani dari beliau.'
- Guru menuliskan kata kunci di papan tulis: YOSUA — PEMIMPIN — BERANI — TAAT — TUHAN MENYERTAI.
Kegiatan Inti:Memahami (Berkesadaran, Bermakna):- Guru membacakan kisah Yosua secara naratif dan ekspresif berdasarkan teks Buku Siswa (Yos 1:1-9 dan konteks Yos 1:10-11): Tuhan memanggil Yosua setelah Musa wafat, memerintahkannya memimpin bangsa Israel menyeberangi Sungai Yordan menuju tanah Kanaan, dan berjanji untuk selalu menyertainya.
- Guru menempelkan atau menampilkan gambar ilustrasi Yosua berdiri di tepi Sungai Yordan sambil memegang tongkat, dengan bangsa Israel di belakangnya. Murid diminta mengamati gambar dengan saksama selama 1 menit.
- Guru mengajukan pertanyaan pemahaman secara lisan (tanya jawab klasikal): (a) 'Tugas apa yang Tuhan berikan kepada Yosua?' (b) 'Apa janji Tuhan kepada Yosua?' (c) 'Apa yang Yosua lakukan setelah menerima tugasnya?' — guru menampung jawaban murid dan memberikan klarifikasi.
- Guru menulis ringkasan kisah di papan tulis bersama murid: YOSUA dipilih Tuhan → tugasnya memimpin Israel → menyeberangi Sungai Yordan → menuju tanah Kanaan → Tuhan berjanji menyertai.
- Murid menjawab 5 pertanyaan tertulis singkat dari Buku Siswa halaman 51 ('Mari Mendalami Kitab Suci') secara individual di buku tulis masing-masing.
Mengaplikasi (Bermakna, Menggembirakan):- Guru membagikan Lembar Kerja Murid (LKPD) bergambar dengan dua kolom: kolom kiri berisi 'Ciri Kepemimpinan Yosua' dan kolom kanan 'Contoh dalam Hidupku'. Murid diminta mengisi kolom kanan berdasarkan pengalaman nyata mereka sehari-hari (misal: berani → berani menjawab pertanyaan guru; taat → menuruti nasihat orang tua).
- Setelah mengisi LKPD, murid membentuk pasangan (berpasangan dengan teman sebangku) dan saling menceritakan apa yang mereka tulis. Masing-masing diberi waktu 2 menit untuk bercerita.
- Guru memilih 3–4 pasang murid secara acak untuk mempresentasikan hasil diskusi mereka di depan kelas. Guru memberikan apresiasi verbal setelah setiap presentasi.
- Guru mengajak murid membuat 'Slogan Pemimpin' di selembar kertas warna (atau bagian bawah LKPD): tuliskan satu kalimat ajakan menjadi pemimpin yang baik, contoh: 'Jadilah Pemimpin yang Berani, Taat, dan Bersemangat!' — murid boleh menghias tulisan mereka dengan gambar sederhana.
- Guru berkeliling mengamati hasil kerja murid dan memberikan umpan balik formatif secara langsung (lisan maupun gestur persetujuan).
Merefleksi (Berkesadaran, Bermakna):- Guru mengajak murid membaca bersama teks peneguhan dari Buku Siswa ('Mari Meneguhkan Hati') secara serempak dengan suara lantang dan penuh semangat.
- Guru mengajak murid untuk hening sejenak (1 menit) dan merenungkan pertanyaan refleksi: 'Beranikah saya bila diberi tugas sebagai pemimpin? Apa yang akan saya lakukan agar Tuhan menyertai saya seperti Yosua?'
- Murid menuliskan jawaban refleksi pribadi di buku tulis dalam 2–3 kalimat: 'Satu hal yang ingin aku terapkan dari teladan Yosua dalam hidupku adalah...'
- Guru mengajak murid berdiri dan mengucapkan bersama-sama ikrar singkat: 'Aku mau menjadi pemimpin yang berani, bersemangat, dan taat pada perintah Tuhan!' — diulangi 2 kali dengan suara lantang.
- Guru memberikan peneguhan penutup: mengingatkan bahwa Tuhan selalu menyertai siapa pun yang taat dan berani seperti Yosua, dan hal itu bisa dimulai dari hal-hal kecil dalam kehidupan sehari-hari.
Penutup:- Guru mengajak murid merangkum pelajaran bersama-sama dengan bertanya: 'Apa tiga hal yang kita pelajari hari ini tentang Yosua?' — guru mencatat jawaban murid di papan tulis sebagai rangkuman bersama.
- Guru memberikan tugas rumah (aksi nyata): dengan bantuan orang tua, murid menuliskan slogan berisi ajakan menjadi pemimpin yang baik pada selembar kertas tebal dan menghiasnya untuk dibawa kembali ke sekolah pada pertemuan berikutnya.
- Guru menyampaikan pesan penutup: 'Seperti Yosua yang selalu mengandalkan Tuhan, kita juga diajak untuk selalu berdoa dan taat agar Tuhan menyertai langkah kita.'
- Murid diajak menutup pembelajaran dengan doa penutup bersama: 'Ya Tuhan, terima kasih atas pelajaran hari ini. Berilah kami keberanian seperti Yosua untuk melaksanakan tugas kami dengan setia. Amin.'
- Guru mengucapkan salam penutup.
Diferensiasi:- Konten: Untuk murid yang belum lancar membaca, guru menyediakan versi kisah Yosua bergambar (komik strip sederhana 4 panel) sebagai alternatif teks. Untuk murid yang sudah mampu, disediakan kutipan langsung Yosua 1:1-9 dari Alkitab untuk dibaca dan digarisbawahi bagian penting.
- Proses: Murid yang membutuhkan bantuan tambahan mengerjakan LKPD secara berpasangan bersama teman sebaya yang lebih mampu (peer learning). Murid yang cepat selesai diminta membuat peta pikiran sederhana tentang ciri-ciri kepemimpinan Yosua beserta contoh konkretnya dalam kehidupan sehari-hari.
- Produk: Murid yang memiliki kemampuan lebih dapat membuat cerita pendek 5–7 kalimat tentang Yosua dengan kata-kata mereka sendiri. Murid yang membutuhkan dukungan cukup melengkapi kalimat rumpang yang sudah disediakan guru: 'Yosua dipilih Tuhan untuk... Yosua adalah pemimpin yang... Aku ingin mencontoh Yosua dengan cara...'
ASESMENAwal:- Guru mengajukan 2 pertanyaan lisan sebelum masuk materi: (1) 'Siapa yang kalian ingat sebagai pemimpin bangsa Israel sebelum Yosua?' (2) 'Apakah kalian pernah mendengar nama Yosua sebelumnya?' — guru menggunakan respons ini untuk menentukan titik awal pengetahuan murid dan menyesuaikan kedalaman penjelasan.
- Guru meminta murid mengacungkan tangan untuk menjawab: 'Siapa yang pernah menjadi pemimpin di sekolah atau di rumah?' — untuk mengaktifkan pengalaman personal sebagai jembatan menuju materi.
Proses:- Saat tahap Memahami: guru berkeliling mengamati jawaban tertulis murid pada 5 pertanyaan Buku Siswa dan memberikan umpan balik langsung secara lisan.
- Saat tahap Mengaplikasi: guru mengamati LKPD yang diisi murid — fokus pada kolom 'Contoh dalam Hidupku' untuk melihat apakah murid mampu mengaitkan nilai kepemimpinan Yosua dengan pengalaman pribadi.
- Guru menggunakan teknik 'Jempol-Jempol' (thumbs up/sideways/down) setelah presentasi untuk mengetahui sejauh mana kelas memahami materi secara cepat dan menyenangkan.
Akhir:- Murid mengumpulkan tulisan refleksi pribadi dan slogan pemimpin sebagai produk akhir pembelajaran — dinilai menggunakan rubrik 4 level.
- Guru menilai jawaban 5 pertanyaan 'Mari Mendalami Kitab Suci' berdasarkan kelengkapan dan ketepatan isi.
- Tugas rumah (slogan pada kertas tebal bersama orang tua) dikumpulkan pada pertemuan berikutnya sebagai bukti tindak lanjut aksi nyata.
Formatif:- Tanya jawab lisan pada saat pendalaman kisah Yosua untuk mengecek pemahaman awal dan proses.
- Observasi guru saat murid mengisi LKPD dan berdiskusi berpasangan — guru mencatat partisipasi dan ketepatan jawaban.
- Presentasi lisan oleh 3–4 pasang murid tentang ciri kepemimpinan Yosua dan contohnya dalam kehidupan nyata.
Sumatif:- Tulisan refleksi pribadi murid (2–3 kalimat) tentang satu hal yang ingin diteladani dari Yosua.
- Slogan pemimpin yang dibuat murid — dinilai berdasarkan kesesuaian isi dengan ciri kepemimpinan Yosua.
- Jawaban tertulis 5 pertanyaan 'Mari Mendalami Kitab Suci' dari Buku Siswa sebagai bukti pemahaman faktual.
RUBRIK PENILAIAN| Aspek | Belum Berkembang | Mulai | Berkembang | Sangat Berkembang |
|---|
| Menceritakan Kisah Yosua (TP 3.2.7.1) | Murid belum mampu menyebutkan tokoh Yosua atau tugasnya, meskipun sudah dibimbing guru. | Murid mampu menyebutkan nama Yosua dan salah satu tugasnya (memimpin bangsa Israel) dengan bantuan guru atau teman. | Murid mampu menceritakan kisah Yosua secara urut (dipilih Tuhan menggantikan Musa, memimpin Israel menyeberangi Sungai Yordan, menuju tanah Kanaan) dengan kalimat sendiri, meskipun masih ada bagian yang kurang lengkap. | Murid mampu menceritakan kisah Yosua secara lengkap, runtut, dan jelas — mencakup konteks penggantian Musa, perintah Tuhan, janji penyertaan Tuhan, dan tindakan Yosua mempersiapkan bangsanya — menggunakan kalimat sendiri tanpa bantuan. | | Menjelaskan Ciri Kepemimpinan Yosua (TP 3.2.7.2) | Murid belum mampu menyebutkan satu pun ciri kepemimpinan Yosua, meskipun sudah diberikan petunjuk. | Murid mampu menyebutkan 1–2 ciri kepemimpinan Yosua (misal: berani dan taat) dengan bantuan guru atau melihat catatan. | Murid mampu menjelaskan 3–4 ciri kepemimpinan Yosua (tegas, berani, bersemangat, taat) dan mengaitkan minimal satu ciri dengan contoh dalam kehidupan sehari-hari. | Murid mampu menjelaskan 4 ciri kepemimpinan Yosua secara lengkap, mengaitkannya dengan tanda penyertaan Tuhan, dan memberikan contoh konkret penerapannya dalam kehidupan sehari-hari dengan tepat dan mandiri. | | Refleksi dan Penghayatan Nilai (Keteladanan) | Murid tidak menuliskan refleksi atau menuliskan hal yang tidak berkaitan dengan materi. | Murid menuliskan refleksi singkat namun hanya menyalin kalimat dari buku atau papan tulis tanpa menunjukkan penghayatan pribadi. | Murid menuliskan refleksi dengan kalimat sendiri dan menyebutkan satu nilai dari Yosua yang ingin diteladaninya dalam kehidupan sehari-hari. | Murid menuliskan refleksi yang mendalam dengan kalimat sendiri, menyebutkan nilai dari Yosua yang ingin diteladani, memberikan contoh tindakan nyata yang akan dilakukan, dan mengungkapkan keyakinan bahwa Tuhan akan menyertai mereka. | | Produk Slogan Pemimpin | Slogan tidak ditulis atau isinya tidak berkaitan dengan kepemimpinan maupun nilai-nilai dari kisah Yosua. | Slogan ditulis tetapi hanya menyalin contoh dari guru tanpa modifikasi apa pun. | Slogan ditulis dengan kata-kata sendiri, memuat ajakan yang berkaitan dengan minimal satu ciri kepemimpinan Yosua, dan dilengkapi dengan hiasan sederhana. | Slogan ditulis dengan kata-kata sendiri, kreatif, memuat ajakan yang mencerminkan minimal dua ciri kepemimpinan Yosua, disampaikan dengan kalimat yang menarik, dan dilengkapi hiasan yang sesuai tema. |
REFLEKSIRefleksi Guru:- Apakah seluruh murid dapat menceritakan kembali kisah Yosua dengan kata-kata mereka sendiri setelah pembelajaran hari ini?
- Strategi mana yang paling efektif dalam membantu murid memahami ciri-ciri kepemimpinan Yosua — narasi kisah, gambar, diskusi berpasangan, atau slogan?
- Apakah diferensiasi yang saya lakukan sudah membantu murid yang membutuhkan dukungan tambahan? Apa yang perlu disesuaikan untuk pertemuan berikutnya?
- Sejauh mana murid mampu mengaitkan nilai kepemimpinan Yosua dengan kehidupan nyata mereka? Apakah pertanyaan pemantik yang saya gunakan cukup memantik keterlibatan?
Refleksi Murid:- Beranikah saya bila suatu hari diberi tugas sebagai pemimpin? Mengapa?
- Ciri kepemimpinan Yosua mana yang paling ingin aku terapkan dalam hidupku — tegas, berani, bersemangat, atau taat pada perintah Tuhan? Mengapa?
- Apa satu hal baru yang aku pelajari hari ini tentang Yosua yang belum aku ketahui sebelumnya?
SUMBER BELAJAR- Buku Siswa: Pendidikan Agama Katolik dan Budi Pekerti untuk SD Kelas III — Bab II, bagian C (Kisah Yosua), halaman 44–52.
- Buku Panduan Guru: Pendidikan Agama Katolik dan Budi Pekerti untuk SD Kelas III — Bab II, bagian C, halaman 56–61.
- Alkitab: Yosua 1:1-11 (sebagai sumber primer kisah pemanggilan dan penugasan Yosua).
- Gambar ilustrasi Yosua di tepi Sungai Yordan (dapat dicetak atau ditampilkan melalui proyektor/layar).
- Lembar Kerja Murid (LKPD) bergambar dengan dua kolom: 'Ciri Kepemimpinan Yosua' dan 'Contoh dalam Hidupku' — disiapkan guru.
- Kertas warna atau kertas tebal untuk pembuatan slogan pemimpin.
- Spidol warna dan alat gambar sederhana untuk menghias slogan.
- Papan tulis dan spidol/kapur untuk menulis kata kunci dan rangkuman bersama.
|