Modul AjarPertemuan 3Bab 2Fase BSemester 1

Modul Ajar Pendidikan Agama Katolik dan Budi Pekerti Kelas 3: Kisah Yusuf: Pertolongan Allah dan Yusuf Menjadi Penguasa di Mesir

Modul Ajar ini disusun untuk satu pertemuan tatap muka mata pelajaran Pendidikan Agama Katolik dan Budi Pekerti kelas 3 dengan topik "Kisah Yusuf: Pertolongan Allah dan Yusuf Menjadi Penguasa di Mesir". Dokumen mengikuti Alur Tujuan Pembelajaran (ATP) Kurikulum Merdeka, lengkap dengan tujuan, langkah kegiatan, dan asesmen ringkas.

MEJAGURU.ID - DOKUMEN MODUL AJAR

Modul Ajar Pendidikan Agama Katolik dan Budi Pekerti Kelas 3: Kisah Yusuf: Pertolongan Allah dan Yusuf Menjadi Penguasa di Mesir

Pendidikan Agama Katolik dan Budi Pekerti - Kelas 3

Bab 2 - Pertemuan 3

MODUL AJAR

Pendidikan Agama Katolik dan Budi Pekerti — Kelas 3 (Fase B)

Topik: Kisah Yusuf: Pertolongan Allah dan Yusuf Menjadi Penguasa di Mesir

INFORMASI UMUM

Mata PelajaranPendidikan Agama Katolik dan Budi Pekerti
Fase / KelasFase B / Kelas 3
TopikKisah Yusuf: Pertolongan Allah dan Yusuf Menjadi Penguasa di Mesir
Alokasi Waktu2x35 menit
Jumlah Pertemuan1

TUJUAN PEMBELAJARAN

  1. Murid mampu menjelaskan bagaimana pertolongan Allah menyertai Yusuf sehingga ia berhasil menjadi penguasa di Mesir dan menyelamatkan keluarganya.
  2. Murid mampu menunjukkan sikap meneladani Yusuf dengan berusaha meraih prestasi melalui kerja keras, ketabahan, dan senantiasa mengandalkan pertolongan Tuhan dalam kehidupan sehari-hari.

PROFIL LULUSAN

DimensiDisasar
Keimanan dan Ketakwaan terhadap Tuhan Yang Maha Esa
Kewargaan
Penalaran Kritis
Kreativitas
Kolaborasi
Kemandirian
Kesehatan
Komunikasi

PERTANYAAN PEMANTIK

  1. Pernahkah kamu menghadapi kesulitan atau cobaan saat berjuang meraih sesuatu yang kamu inginkan? Apa yang kamu lakukan?
  2. Menurut kamu, apa yang membuat seseorang bisa berhasil ketika menghadapi banyak rintangan?
  3. Jika Tuhan punya rencana baik untuk hidupmu, apa yang harus kamu lakukan untuk mewujudkannya?

KEGIATAN PEMBELAJARAN

Pertemuan 1

Pendahuluan:

  • Guru mengucapkan salam dan mengajak murid berdoa bersama: 'Tuhan Yang Baik, ajarilah kami untuk menggunakan kemampuan yang telah Engkau berikan pada kami, agar dapat mengatasi setiap kesulitan dan cobaan yang kami hadapi di dalam hidup ini. Amin.'
  • Guru memeriksa kehadiran dan mengkondisikan murid agar siap belajar.
  • Asesmen awal diagnostik: Guru menampilkan gambar seseorang yang sedang menghadapi rintangan (misalnya lomba memanjat jaring) dan bertanya, 'Siapa yang pernah merasa ingin menyerah saat menghadapi kesulitan? Angkat tangan!' Guru mencatat respons untuk memahami pengalaman awal murid.
  • Guru mengajak murid menyanyikan lagu yang berkaitan dengan semangat juang dan mengandalkan Tuhan (merujuk lagu dari Buku Siswa: Special Songs For Kids, No. 284).
  • Guru menyampaikan tujuan pembelajaran hari ini: memahami kisah Yusuf dan belajar meneladaninya dalam kehidupan sehari-hari.
  • Guru mengajukan pertanyaan pemantik untuk membangkitkan rasa ingin tahu murid.

Kegiatan Inti:

Memahami (Berkesadaran, Bermakna):

  • Guru menampilkan gambar-gambar yang menggambarkan perjalanan hidup Yusuf: dijual oleh saudara-saudaranya, dipenjara, menafsirkan mimpi Firaun, dan akhirnya menjadi penguasa di Mesir. Murid diminta mengamati gambar dengan saksama.
  • Guru bercerita secara naratif berdasarkan Kejadian 41:1-57 dengan bahasa yang sederhana dan ekspresif, menekankan momen-momen kunci: penderitaan Yusuf, ketabahannya, kepercayaannya kepada Tuhan, dan pertolongan Allah yang nyata.
  • Guru membagikan kutipan singkat Kitab Suci (Kej. 41:39-41) dan membacakannya bersama murid: 'Lalu berkatalah Firaun kepada Yusuf: Karena Allah telah memberitahukan semuanya ini kepadamu, tidaklah ada orang yang demikian berakal budi dan bijaksana seperti engkau... Engkaulah menjadi kuasa atas istanaku...'
  • Tanya jawab terpandu: Guru mengajukan pertanyaan pemahaman — (1) Apa saja penderitaan yang dialami Yusuf? (2) Bagaimana sikap Yusuf menghadapi setiap cobaan? (3) Apa yang membuat nasib Yusuf berubah menjadi penguasa? (4) Bagaimana Tuhan menunjukkan pertolongan-Nya kepada Yusuf?
  • Guru menegaskan gagasan pokok: pertolongan Allah nyata bagi orang yang tabah, kerja keras, dan setia mengandalkan Tuhan, seperti yang dialami Yusuf.

Mengaplikasi (Bermakna, Menggembirakan):

  • Guru mengajak murid menghubungkan kisah Yusuf dengan pengalaman nyata mereka. Guru berkata: 'Sekarang kita lihat, apakah ada persamaan antara cobaan yang dialami Yusuf dengan tantangan yang kamu hadapi di sekolah atau di rumah?'
  • Murid mengerjakan lembar aksi individual: menuliskan minimal 2 kesulitan atau tantangan yang mereka hadapi dalam meraih prestasi di sekolah, kemudian menuliskan satu langkah nyata yang hendak mereka lakukan untuk mengatasinya (mengikuti format tabel dari Buku Guru: Kolom 'Kesulitan dan Tantangan' — Kolom 'Hendak Kulakukan').
  • Guru berkeliling memantau dan memberikan umpan balik langsung kepada murid yang tampak kesulitan, dengan kata-kata penyemangat yang membangun kepercayaan diri.
  • Beberapa murid (2-3 orang secara sukarela) membacakan hasil tulisannya di depan kelas. Kelas memberikan tepuk tangan sebagai bentuk apresiasi.
  • Guru menghubungkan hasil refleksi murid dengan teladan Yusuf: 'Seperti Yusuf yang tidak menyerah dan mengandalkan Tuhan, kalian juga bisa melakukan hal yang sama dalam kesulitan kalian.'

Merefleksi (Berkesadaran, Bermakna):

  • Guru mengajak murid untuk hening sejenak (2 menit) dan merenungkan pertanyaan refleksi personal: 'Tabahkah saya saat menghadapi kesulitan? Apakah saya sudah mengandalkan pertolongan Tuhan dalam hidupku?'
  • Guru membacakan teks peneguhan dari Buku Siswa: 'Tuhan mempunyai rencana untuk setiap orang. Karena Yusuf tabah dan tetap setia pada jalan Tuhan, maka ia berhasil menjadi penguasa. Aku pun dapat mengalami cobaan dan rintangan di sekolah atau di mana pun aku berada. Aku percaya Tuhan menyertaiku.'
  • Murid menuliskan satu kalimat komitmen pribadi di selembar kertas kecil (bisa berbentuk daun atau bintang yang sudah disiapkan guru): 'Aku akan... untuk meraih prestasiiku dengan mengandalkan Tuhan.' Kertas ditempel di papan 'Pohon Tekad' di kelas sebagai pengingat bersama.
  • Guru mengajak murid mendoakan komitmen mereka bersama-sama dengan doa spontan sederhana yang dipimpin guru, lalu diakhiri dengan doa 'Tuhan Yang Baik' dari Buku Siswa.

Penutup:

  • Guru memberikan rangkuman: 'Hari ini kita belajar bahwa pertolongan Allah nyata bagi Yusuf. Tuhan mempunyai rencana baik untuk setiap orang. Untuk mencapai rencana-Nya, kita perlu tabah, kerja keras, jujur, dan selalu mengandalkan Tuhan.'
  • Asesmen akhir: Guru memberikan 3 pertanyaan lisan atau tertulis singkat yang dikerjakan murid secara mandiri (lihat bagian Asesmen Akhir).
  • Guru memberikan tindak lanjut: murid diminta mewujudkan satu langkah nyata yang sudah mereka tuliskan dalam lembar aksi selama minggu ini dan melaporkannya pada pertemuan berikutnya.
  • Guru menyampaikan pesan penutup yang menyemangati: 'Ingat, Tuhan selalu menyertai kalian. Teruslah berjuang dengan tekun dan berdoa!'
  • Berdoa bersama dan salam penutup.

Diferensiasi:

  • Konten: Untuk murid yang belum lancar membaca, guru menyediakan versi cerita Yusuf bergambar (komik sederhana) sehingga mereka bisa memahami alur kisah melalui gambar. Untuk murid yang sudah cepat memahami, guru menyediakan kutipan Kitab Suci tambahan (Kej. 39:2-3 tentang Tuhan menyertai Yusuf di rumah Potifar) untuk dibaca dan direnungkan.
  • Proses: Saat mengerjakan lembar aksi, murid yang membutuhkan bantuan dapat bekerja berdampingan dengan teman sebangku atau mendapat panduan pertanyaan pendukung dari guru: 'Apa yang paling sulit kamu lakukan di sekolah? Apa satu hal kecil yang bisa kamu coba untuk mengatasinya?' Murid yang sudah selesai lebih cepat dapat menggambar ilustrasi dari kisah Yusuf yang paling berkesan bagi mereka.
  • Produk: Murid dapat memilih bentuk ekspresi komitmen mereka: menulis kalimat komitmen, menggambar simbol tekad, atau menceritakan secara lisan kepada guru. Semua bentuk diterima selama mengungkapkan tekad nyata untuk meneladani Yusuf.

ASESMEN

Awal:

  • Guru menampilkan gambar seseorang menghadapi rintangan dan bertanya secara lisan: 'Siapa yang pernah merasa ingin menyerah saat menghadapi kesulitan? Apa yang kalian lakukan?' — untuk memetakan pengalaman awal dan kesiapan belajar murid.
  • Guru bertanya singkat: 'Siapa yang sudah pernah mendengar kisah Yusuf? Ceritakan sedikit yang kamu tahu!' — untuk mengetahui pengetahuan awal tentang tokoh Yusuf.

Proses:

  • Observasi dan catatan guru selama tanya jawab terpandu tentang kisah Yusuf: apakah murid mampu mengidentifikasi penderitaan Yusuf dan sikap ketebalannya.
  • Pemantauan lembar aksi: guru berkeliling dan memberikan umpan balik langsung, mencatat murid yang mampu menghubungkan pengalaman pribadi dengan teladan Yusuf secara relevan.
  • Penilaian diri singkat (assessment as learning): setelah kegiatan refleksi, murid memberi tanda centang pada pernyataan — 'Saya sudah memahami kisah Yusuf' / 'Saya sudah menuliskan rencana nyata saya' — sebagai bentuk pemantauan diri.

Akhir:

  • Pertanyaan tertulis singkat (3 soal isian pendek): (1) Sebutkan dua penderitaan yang dialami Yusuf! (2) Bagaimana sikap Yusuf sehingga Allah menolongnya menjadi penguasa di Mesir? (3) Tuliskan satu hal yang akan kamu lakukan saat menghadapi kesulitan, mengikuti teladan Yusuf!
  • Penilaian produk lembar aksi dan kertas komitmen: dinilai berdasarkan rubrik ketepatan, kedalaman refleksi, dan kesesuaian dengan nilai-nilai yang dipelajari.

Formatif:

  • Observasi partisipasi aktif murid selama tanya jawab tentang kisah Yusuf.
  • Pemantauan lembar aksi individual (tabel kesulitan dan rencana tindak lanjut) selama kegiatan mengaplikasi.
  • Pengamatan kualitas kalimat komitmen yang dituliskan murid pada kertas pohon tekad.

Sumatif:

  • Penilaian lisan atau tertulis singkat di akhir pertemuan dengan 3 pertanyaan: (1) Sebutkan dua penderitaan yang dialami Yusuf! (2) Bagaimana sikap Yusuf sehingga ia berhasil menjadi penguasa di Mesir? (3) Apa yang akan kamu lakukan saat menghadapi kesulitan, mengikuti teladan Yusuf?
  • Penilaian produk lembar aksi: kesesuaian rencana tindak lanjut murid dengan nilai ketabahan dan mengandalkan Tuhan.

RUBRIK PENILAIAN

AspekBelum BerkembangMulaiBerkembangSangat Berkembang
Pemahaman Kisah Yusuf dan Pertolongan Allah (TP 3.2.3.1)Murid tidak dapat menyebutkan penderitaan Yusuf atau menjelaskan peran Allah dalam kisah Yusuf, meski dengan bantuan.Murid dapat menyebutkan satu penderitaan Yusuf dan mengenali bahwa Allah menolong Yusuf, namun penjelasannya sangat singkat dan belum menunjukkan pemahaman hubungan sebab-akibat.Murid dapat menjelaskan beberapa penderitaan Yusuf dan mendeskripsikan bagaimana pertolongan Allah menyertai Yusuf (misalnya melalui kemampuan menafsirkan mimpi) sehingga ia menjadi penguasa dan menyelamatkan keluarganya.Murid mampu menjelaskan secara runtut perjalanan Yusuf dari penderitaan hingga menjadi penguasa, menguraikan peran pertolongan Allah dengan jelas, dan mengaitkannya dengan makna bahwa Tuhan mempunyai rencana baik bagi setiap orang.
Sikap Meneladani Yusuf dalam Kehidupan Sehari-hari (TP 3.2.3.2)Murid tidak dapat menuliskan atau mengungkapkan rencana nyata yang meneladani nilai kerja keras, ketabahan, dan mengandalkan Tuhan dari kisah Yusuf.Murid dapat menuliskan satu kesulitan yang dihadapi, namun rencana tindak lanjutnya belum secara jelas menunjukkan keterkaitan dengan nilai ketabahan atau mengandalkan Tuhan.Murid dapat menuliskan kesulitan yang dihadapi dan rencana nyata yang mencerminkan nilai kerja keras atau ketabahan, serta menyebutkan bahwa ia akan mengandalkan Tuhan.Murid dapat menuliskan kesulitan yang dihadapi beserta rencana nyata yang secara eksplisit mencerminkan nilai kerja keras, ketabahan, dan mengandalkan pertolongan Tuhan, disertai alasan mengapa ia percaya Tuhan akan menyertai usahanya.
Partisipasi dan Komunikasi dalam PembelajaranMurid tidak terlibat aktif dalam tanya jawab dan tidak mengungkapkan pendapat atau pengalamannya, bahkan dengan dorongan guru.Murid terlibat dalam kegiatan dengan dorongan guru, dapat menjawab pertanyaan sederhana namun jawaban sangat terbatas.Murid aktif mengikuti tanya jawab, dapat mengungkapkan pendapat atau pengalaman pribadi yang relevan dengan materi, dan mau berbagi di depan kelas.Murid sangat aktif dalam diskusi, mengungkapkan pendapat dengan jelas dan percaya diri, menghubungkan kisah Yusuf dengan pengalaman pribadinya secara spontan, dan mendorong teman untuk turut berbagi.

REFLEKSI

Refleksi Guru:

  • Apakah seluruh murid berhasil memahami bagaimana pertolongan Allah menyertai Yusuf? Langkah apa yang perlu diperkuat pada pertemuan berikutnya?
  • Apakah kegiatan mengaplikasi (lembar aksi) cukup membantu murid menghubungkan kisah Yusuf dengan pengalaman nyata mereka? Bagaimana cara meningkatkannya?
  • Murid mana yang tampak kesulitan, dan bagaimana saya akan memberikan pendampingan lanjutan?
  • Apakah suasana pembelajaran cukup menyenangkan dan bermakna bagi anak-anak kelas 3? Apa yang bisa diperbaiki dalam teknik bercerita dan tanya jawab?

Refleksi Murid:

  • Apa yang paling berkesan dari kisah Yusuf yang kamu dengar hari ini?
  • Apakah kamu sudah tabah saat menghadapi kesulitan di sekolah atau di rumah? Apa yang biasanya membuatmu kuat?
  • Satu hal apa yang akan kamu lakukan minggu ini untuk meneladani Yusuf dalam kehidupanmu sehari-hari?

SUMBER BELAJAR

  1. Kitab Suci: Kejadian 41:1-57 (kisah Yusuf menafsirkan mimpi Firaun dan menjadi penguasa di Mesir)
  2. Buku Siswa Pendidikan Agama Katolik dan Budi Pekerti untuk SD Kelas III (halaman 21-30)
  3. Buku Panduan Guru Pendidikan Agama Katolik dan Budi Pekerti untuk SD Kelas III (halaman 42 dst.)
  4. Gambar-gambar ilustrasi perjalanan hidup Yusuf (dijual saudara, dipenjara, menafsirkan mimpi, menjadi penguasa)
  5. Lagu: Special Songs For Kids, Penyusun: Yusak I. Suryana, YIS Production, No. 284
  6. Lembar kerja aksi individual (tabel: Kesulitan dan Tantangan — Hendak Kulakukan)
  7. Kertas berbentuk daun/bintang dan papan 'Pohon Tekad' untuk kegiatan komitmen
  8. Komik bergambar kisah Yusuf (untuk diferensiasi murid yang belum lancar membaca)

Lihat & unduh lengkap

Masuk pakai Google untuk membuka modul ajar pertemuan ini secara penuh.

Apa isi pertemuan ini?

Dokumen mencakup tujuan pembelajaran terpilih, urutan kegiatan inti yang sudah disesuaikan dengan alokasi JP, serta pertanyaan pemantik dan asesmen formatif singkat. Cocok dipakai sebagai bahan persiapan tatap muka maupun lampiran supervisi.

Cara pakai pertemuan ini

Unduh DOCX, lalu sesuaikan nama sekolah, kepala sekolah, dan NIP. Bagian kegiatan inti bisa Bapak/Ibu kurangi atau tambah sesuai karakter siswa di kelas; tujuan pembelajaran sebaiknya tetap selaras dengan ATP induk.