Modul AjarPertemuan 10Bab 2Fase BSemester 1

Modul Ajar Pendidikan Agama Katolik dan Budi Pekerti Kelas 3: Asesmen Sumatif Bab 2: Allah Menyelamatkan Melalui Tokoh-Tokoh Perjanjian Lama

Modul Ajar ini disusun untuk satu pertemuan tatap muka mata pelajaran Pendidikan Agama Katolik dan Budi Pekerti kelas 3 dengan topik "Asesmen Sumatif Bab 2: Allah Menyelamatkan Melalui Tokoh-Tokoh Perjanjian Lama". Dokumen mengikuti Alur Tujuan Pembelajaran (ATP) Kurikulum Merdeka, lengkap dengan tujuan, langkah kegiatan, dan asesmen ringkas.

MEJAGURU.ID - DOKUMEN MODUL AJAR

Modul Ajar Pendidikan Agama Katolik dan Budi Pekerti Kelas 3: Asesmen Sumatif Bab 2: Allah Menyelamatkan Melalui Tokoh-Tokoh Perjanjian Lama

Pendidikan Agama Katolik dan Budi Pekerti - Kelas 3

Bab 2 - Pertemuan 10

MODUL AJAR

Pendidikan Agama Katolik dan Budi Pekerti — Kelas 3 (Fase B)

Topik: Asesmen Sumatif Bab 2: Allah Menyelamatkan Melalui Tokoh-Tokoh Perjanjian Lama

INFORMASI UMUM

Mata PelajaranPendidikan Agama Katolik dan Budi Pekerti
Fase / KelasFase B / Kelas 3
TopikAsesmen Sumatif Bab 2: Allah Menyelamatkan Melalui Tokoh-Tokoh Perjanjian Lama
Alokasi Waktu2x35 menit
Jumlah Pertemuan1

TUJUAN PEMBELAJARAN

  1. Murid mampu menunjukkan pemahaman tentang karya keselamatan Allah yang tercermin pada kisah Yusuf, Musa, dan Yosua melalui asesmen sumatif tertulis (pilihan ganda dan uraian singkat).
  2. Murid mampu mendemonstrasikan kemampuan menerapkan keteladanan tokoh-tokoh Perjanjian Lama melalui asesmen keterampilan berupa penugasan praktik (menuliskan atau menceritakan kembali salah satu kisah tokoh dan nilai yang diteladaninya).

PROFIL LULUSAN

DimensiDisasar
Keimanan dan Ketakwaan terhadap Tuhan Yang Maha Esa
Kewargaan
Penalaran Kritis
Kreativitas
Kolaborasi
Kemandirian
Kesehatan
Komunikasi

PERTANYAAN PEMANTIK

  1. Dari kisah Yusuf, Musa, dan Yosua yang sudah kita pelajari, menurutmu siapa yang paling berani dan mengapa?
  2. Apa yang membuat ketiga tokoh itu bisa berhasil menghadapi kesulitan yang sangat berat?
  3. Kalau kamu ada di posisi salah satu tokoh itu, apa yang akan kamu lakukan?

KEGIATAN PEMBELAJARAN

Pertemuan 1

Pendahuluan:

  • Guru mengucapkan salam dan mengajak murid berdoa bersama: 'Tuhan Yang Baik, ajarilah kami menggunakan kemampuan yang telah Engkau berikan agar dapat mengatasi setiap kesulitan. Amin.'
  • Guru memeriksa kehadiran dan memastikan kondisi murid siap mengikuti kegiatan asesmen.
  • Guru melakukan asesmen awal/diagnostik singkat secara lisan: mengajukan satu pertanyaan cepat kepada seluruh kelas tentang tokoh Perjanjian Lama untuk mengecek kesiapan belajar.
  • Guru menyampaikan pertanyaan pemantik untuk membangkitkan ingatan murid: 'Dari kisah Yusuf, Musa, dan Yosua yang sudah kita pelajari, siapa yang paling berkesan bagimu dan mengapa?'
  • Guru menjelaskan tujuan kegiatan hari ini: murid akan mengerjakan asesmen sumatif tertulis dan penugasan praktik sebagai bukti pemahaman mereka tentang Bab 2.
  • Guru menjelaskan alur kegiatan secara singkat: pertama me-review bersama, kemudian mengerjakan soal tertulis, lalu menyelesaikan penugasan praktik.
  • Guru memberi motivasi: 'Kerjakan dengan tenang dan jujur. Ini kesempatan kalian menunjukkan semua yang sudah kalian pelajari. Tuhan pasti membantu kalian seperti Ia membantu Yusuf, Musa, dan Yosua.'

Kegiatan Inti:

Memahami (Berkesadaran, Bermakna):

  • Guru menampilkan tiga gambar tokoh (Yusuf, Musa, Yosua) di papan tulis atau layar, dan mengajak murid menyebut satu kata kunci yang mereka ingat dari masing-masing tokoh (misalnya: Yusuf = sabar/pemaaf, Musa = berani/pembebas, Yosua = taat/pemimpin).
  • Guru memandu review singkat selama 7 menit: murid secara bergantian menyebutkan satu hal penting dari setiap kisah tokoh — guru mencatat kata kunci di papan tulis sebagai 'peta ingatan' bersama.
  • Guru mengklarifikasi dan menegaskan poin-poin utama: bagaimana Allah bekerja melalui Yusuf (rencana Allah melewati cobaan), Musa (Allah membebaskan dari penindasan), dan Yosua (Allah menyertai dalam kepemimpinan).
  • Murid diberi waktu 2 menit membaca kembali catatan atau ringkasan mereka sebelum mengerjakan soal.
  • Guru membagikan lembar soal asesmen sumatif tertulis (pilihan ganda dan uraian singkat) dan menjelaskan petunjuk pengerjaan dengan jelas.

Mengaplikasi (Bermakna, Menggembirakan):

  • Murid mengerjakan soal asesmen sumatif tertulis secara mandiri selama 25 menit. Soal terdiri atas: (a) 10 soal pilihan ganda tentang kisah Yusuf, Musa, dan Yosua serta nilai karya keselamatan Allah; (b) 3–4 soal uraian singkat tentang peristiwa penting dalam setiap kisah dan makna karya keselamatan Allah.
  • Selama murid mengerjakan, guru berkeliling memantau dengan tenang, memastikan suasana kondusif, dan mencatat observasi terhadap kesiapan dan kemandirian murid sebagai data asesmen proses.
  • Setelah soal tertulis selesai, guru mengumpulkan lembar jawaban dan membagikan lembar penugasan praktik.
  • Murid mengerjakan penugasan praktik selama 15 menit: memilih SATU tokoh (Yusuf, Musa, atau Yosua), lalu menuliskan kembali kisah tokoh tersebut dalam 3–5 kalimat dengan kata-kata sendiri, dan menyebutkan minimal satu nilai keteladanan yang ingin mereka terapkan dalam kehidupan sehari-hari.
  • Diferensiasi penugasan praktik: murid yang lebih cepat dapat melanjutkan dengan menggambar ilustrasi sederhana dari kisah tokoh yang dipilih di bagian bawah lembar penugasan. Murid yang membutuhkan dukungan lebih boleh menggunakan kata-kata kunci yang tersedia di papan tulis sebagai bantuan.
  • Guru memantau proses penulisan dan memberikan dorongan positif kepada murid yang tampak ragu atau kesulitan memulai.

Merefleksi (Berkesadaran, Bermakna):

  • Setelah semua lembar dikumpulkan, guru mengajak murid duduk nyaman dan melakukan refleksi bersama secara lisan selama 5 menit.
  • Guru mengajukan pertanyaan refleksi: 'Dari ketiga tokoh, nilai apa yang paling kamu ingat hari ini? Mengapa nilai itu penting bagimu?' — dua atau tiga murid berbagi secara sukarela.
  • Guru memandu murid melakukan penilaian diri singkat (assessment as learning): 'Acungkan jempol jika kamu merasa sudah memahami semua kisah, jempol mendatar jika masih ada yang membingungkan, jempol ke bawah jika masih banyak yang belum jelas.' Guru mencatat hasil sebagai data tindak lanjut.
  • Guru menegaskan pesan inti: 'Yusuf, Musa, dan Yosua menunjukkan bahwa Allah selalu hadir bagi orang yang setia dan percaya kepada-Nya. Kita pun bisa meneladan mereka dalam kehidupan sehari-hari.'
  • Guru memberikan apresiasi tulus atas usaha dan keberanian murid dalam menyelesaikan asesmen hari ini.

Penutup:

  • Guru mengajak murid merumuskan bersama satu kalimat kesimpulan dari Bab 2 secara lisan: 'Allah menyelamatkan kita melalui tokoh-tokoh setia seperti Yusuf, Musa, dan Yosua, dan kita diajak meneladani mereka.'
  • Guru menyampaikan rencana tindak lanjut: murid yang nilainya belum mencapai KBM akan mendapat remedial berupa diskusi dan pengerjaan tugas ulang; murid yang sudah tuntas mendapat pengayaan berupa mencari satu contoh pemimpin zaman sekarang yang berani melindungi masyarakat.
  • Guru mengingatkan murid untuk terus menghayati nilai-nilai dari tokoh Perjanjian Lama dalam kehidupan mereka sehari-hari.
  • Pembelajaran ditutup dengan doa bersama: 'Ya Tuhan Yang Mahakuasa, berilah kami keberanian untuk membela orang-orang yang dianiaya dan diperlakukan tidak adil. Amin.'
  • Guru mengucapkan salam penutup.

Diferensiasi:

  • Konten: Murid yang membutuhkan dukungan dapat menggunakan lembar ringkasan kisah (berisi poin-poin kunci Yusuf, Musa, Yosua) sebagai scaffolding saat mengerjakan penugasan praktik. Murid yang sudah mahir tidak mendapat lembar scaffolding dan langsung berkarya mandiri.
  • Proses: Selama asesmen tertulis, murid yang memerlukan dukungan ekstra dapat menerima bantuan pembacaan soal oleh guru (tanpa memberikan jawaban). Murid cepat yang selesai lebih awal langsung beralih ke penugasan praktik dan boleh menambahkan ilustrasi gambar.
  • Produk: Penugasan praktik bersifat fleksibel: murid dapat memilih menuliskan kisah tokoh dalam bentuk paragraf narasi singkat, atau dalam bentuk poin-poin sederhana (bagi yang kesulitan menulis panjang), atau menggabungkan tulisan dengan gambar ilustrasi (bagi murid yang lebih ekspresif secara visual).

ASESMEN

Awal:

  • Guru mengajukan satu pertanyaan lisan cepat sebelum review dimulai: 'Siapa yang bisa menyebutkan satu hal yang dilakukan Allah untuk menolong Yusuf (atau Musa/Yosua)?' — jawaban spontan murid digunakan guru untuk mengukur kesiapan awal dan menentukan perlu tidaknya peneguhan tambahan sebelum asesmen.
  • Guru memperhatikan respons umum kelas: jika banyak yang diam atau salah, guru menambah waktu review; jika respons baik, guru langsung mempersilakan murid bersiap mengerjakan soal.

Proses:

  • Observasi partisipasi lisan saat kegiatan review kata kunci tiga tokoh di tahap Memahami — guru mencatat nama murid yang aktif dan yang pasif.
  • Pemantauan kemandirian dan fokus murid selama mengerjakan asesmen tertulis — guru mencatat murid yang membutuhkan scaffolding tambahan.
  • Pemantauan proses penulisan penugasan praktik — guru memberikan umpan balik dorongan (bukan jawaban) kepada murid yang tampak bingung memulai tulisan.
  • Penilaian diri gestur jempol di akhir tahap Merefleksi sebagai data formatif untuk perencanaan remedial dan pengayaan.

Akhir:

  • Asesmen sumatif tertulis (pilihan ganda dan uraian singkat): mengukur pemahaman murid tentang karya keselamatan Allah melalui kisah Yusuf, Musa, dan Yosua sesuai TP 3.2.10.1. Skor dihitung dari total jawaban benar.
  • Penugasan praktik tertulis: menilai kemampuan murid menuliskan kembali satu kisah tokoh dan mengidentifikasi nilai keteladanannya sesuai TP 3.2.10.2. Penilaian menggunakan rubrik 4 level (Belum Berkembang, Mulai, Berkembang, Sangat Berkembang) pada aspek kelengkapan kisah, ketepatan nilai keteladanan, dan kejelasan bahasa.

Formatif:

  • Observasi guru selama review awal: memantau partisipasi dan ketepatan respons lisan murid ketika menyebutkan kata kunci dari setiap tokoh.
  • Pemantauan berkeliling (walk-around) saat murid mengerjakan soal tertulis: guru mencatat siapa yang tampak kesulitan sebagai bahan tindak lanjut.
  • Penilaian diri (self-assessment) melalui gestur jempol di tahap Merefleksi untuk mengukur persepsi pemahaman diri murid.

Sumatif:

  • Asesmen tertulis: 10 soal pilihan ganda dan 3–4 soal uraian singkat tentang kisah Yusuf, Musa, Yosua, dan karya keselamatan Allah (TP 3.2.10.1).
  • Penugasan praktik keterampilan: murid menuliskan kembali salah satu kisah tokoh dengan kata-kata sendiri (3–5 kalimat) dan menyebutkan minimal satu nilai keteladanan yang akan diterapkan (TP 3.2.10.2).

RUBRIK PENILAIAN

AspekBelum BerkembangMulaiBerkembangSangat Berkembang
Pemahaman Karya Keselamatan Allah (TP 3.2.10.1 — Soal Tertulis)Murid menjawab kurang dari 40% soal dengan benar; belum dapat mengidentifikasi peristiwa penting dari kisah Yusuf, Musa, dan Yosua.Murid menjawab 40–59% soal dengan benar; dapat mengidentifikasi sebagian peristiwa penting dari satu atau dua tokoh, namun masih bercampur dengan informasi yang keliru.Murid menjawab 60–79% soal dengan benar; dapat mengidentifikasi peristiwa penting dari ketiga tokoh dan mengenali karya keselamatan Allah dalam kisah-kisah tersebut dengan cukup tepat.Murid menjawab 80–100% soal dengan benar; mampu menjelaskan secara tepat bagaimana Allah bekerja melalui Yusuf, Musa, dan Yosua serta memahami makna karya keselamatan Allah dalam setiap kisah.
Kelengkapan dan Ketepatan Isi Kisah (TP 3.2.10.2 — Penugasan Praktik)Tulisan tidak memuat cerita yang dapat dikenali sebagai kisah tokoh yang dipilih; informasi sangat minim atau tidak relevan.Tulisan menyebutkan nama tokoh dan satu atau dua peristiwa, tetapi alur kisah tidak lengkap dan ada informasi yang keliru.Tulisan memuat kisah tokoh yang dipilih dengan alur yang cukup lengkap (awal–tengah–akhir) dalam 3–5 kalimat, meskipun masih ada sedikit kekurangan detail.Tulisan memuat kisah tokoh yang dipilih secara lengkap dan runtut dalam 3–5 kalimat dengan bahasa sendiri yang jelas, mencakup tantangan yang dihadapi tokoh dan bagaimana Allah menyertainya.
Identifikasi Nilai Keteladanan Tokoh (TP 3.2.10.2 — Penugasan Praktik)Murid tidak menuliskan nilai keteladanan, atau nilai yang ditulis tidak berkaitan dengan tokoh yang dipilih.Murid menuliskan nilai keteladanan tetapi hanya menyalin istilah dari papan tulis/buku tanpa menjelaskan maksudnya atau keterkaitannya dengan kisah tokoh.Murid menuliskan minimal satu nilai keteladanan yang tepat dari tokoh yang dipilih (misalnya: sabar, berani, taat) dengan sedikit penjelasan keterkaitannya.Murid menuliskan minimal satu nilai keteladanan yang tepat beserta penjelasan singkat yang menghubungkan nilai tersebut dengan kisah tokoh dan menyebutkan cara konkret menerapkannya dalam kehidupan sehari-hari.
Kemandirian dan Ketertiban Selama AsesmenMurid tidak dapat mengerjakan asesmen secara mandiri; sangat bergantung pada guru atau teman, dan sulit mengikuti petunjuk.Murid mulai mengerjakan secara mandiri tetapi sering terganggu, memerlukan dorongan berulang dari guru untuk melanjutkan pekerjaan.Murid mengerjakan asesmen secara mandiri dan tertib dengan sesekali memerlukan konfirmasi petunjuk dari guru.Murid mengerjakan seluruh asesmen secara mandiri, tertib, dan tuntas sesuai waktu yang ditetapkan tanpa perlu dorongan dari guru.

REFLEKSI

Refleksi Guru:

  • Apakah alokasi waktu untuk review, asesmen tertulis, dan penugasan praktik sudah proporsional? Bagian mana yang perlu disesuaikan?
  • Murid mana yang menunjukkan tanda-tanda belum siap mengikuti asesmen, dan apa yang akan saya lakukan sebagai tindak lanjut?
  • Apakah scaffolding (lembar ringkasan kisah, kata kunci di papan tulis) cukup membantu tanpa mengurangi nilai asesmen yang sesungguhnya?
  • Seberapa efektif kegiatan review kata kunci tiga tokoh dalam membantu murid mengingat materi sebelum mengerjakan soal?
  • Berdasarkan hasil asesmen hari ini, materi atau kompetensi mana yang perlu diperkuat kembali di pertemuan berikutnya?

Refleksi Murid:

  • Dari kisah Yusuf, Musa, dan Yosua, cerita mana yang paling kamu sukai dan paling kamu ingat? Mengapa?
  • Nilai keteladanan mana dari ketiga tokoh itu yang paling ingin kamu terapkan dalam hidupmu? Bagaimana caramu menerapkannya?
  • Bagian soal atau penugasan mana yang terasa mudah bagimu? Bagian mana yang masih terasa sulit?
  • Apakah kamu sudah mengerjakan asesmen hari ini dengan jujur dan sungguh-sungguh? Apa yang membuatmu bangga dari pekerjaanmu hari ini?

SUMBER BELAJAR

  1. Buku Siswa: Pendidikan Agama Katolik dan Budi Pekerti Kelas III SD, Kemendikbudristek 2022 — Bab 2 (hal. 21–48).
  2. Buku Panduan Guru: Pendidikan Agama Katolik dan Budi Pekerti Kelas III SD, Kemendikbudristek 2022 — Bab 2.
  3. Lembar soal asesmen sumatif tertulis (pilihan ganda dan uraian singkat) yang disiapkan guru.
  4. Lembar penugasan praktik (menuliskan kembali kisah tokoh dan nilai keteladanan) yang disiapkan guru.
  5. Gambar/ilustrasi tokoh Yusuf, Musa, dan Yosua (dapat berupa print-out atau gambar di papan tulis) untuk kegiatan review visual.
  6. Papan tulis dan spidol/kapur untuk mencatat kata kunci bersama selama kegiatan review.
  7. Lembar scaffolding (ringkasan poin-poin kunci kisah tiga tokoh) untuk murid yang membutuhkan dukungan diferensiasi.

Lihat & unduh lengkap

Masuk pakai Google untuk membuka modul ajar pertemuan ini secara penuh.

Apa isi pertemuan ini?

Dokumen mencakup tujuan pembelajaran terpilih, urutan kegiatan inti yang sudah disesuaikan dengan alokasi JP, serta pertanyaan pemantik dan asesmen formatif singkat. Cocok dipakai sebagai bahan persiapan tatap muka maupun lampiran supervisi.

Cara pakai pertemuan ini

Unduh DOCX, lalu sesuaikan nama sekolah, kepala sekolah, dan NIP. Bagian kegiatan inti bisa Bapak/Ibu kurangi atau tambah sesuai karakter siswa di kelas; tujuan pembelajaran sebaiknya tetap selaras dengan ATP induk.