Modul AjarBab 2Fase BSemester 1

Modul Ajar Pendidikan Agama Katolik dan Budi Pekerti Kelas 3 Bab 2: Allah Menyelamatkan Melalui Tokoh-Tokoh Perjanjian Lama

Modul Ajar ini memuat seluruh rangkaian Pendidikan Agama Katolik dan Budi Pekerti kelas 3 untuk Bab 2 "Allah Menyelamatkan Melalui Tokoh-Tokoh Perjanjian Lama", lengkap per pertemuan dalam satu dokumen.

MEJAGURU.ID - DOKUMEN MODUL AJAR

Modul Ajar Pendidikan Agama Katolik dan Budi Pekerti Kelas 3 Bab 2: Allah Menyelamatkan Melalui Tokoh-Tokoh Perjanjian Lama

Pendidikan Agama Katolik dan Budi Pekerti - Kelas 3

Bab 2

MODUL AJAR

Pendidikan Agama Katolik dan Budi Pekerti — Kelas 3 (Fase B)

Topik: Bab 2 — Allah Menyelamatkan Melalui Tokoh-Tokoh Perjanjian Lama

INFORMASI UMUM

Mata PelajaranPendidikan Agama Katolik dan Budi Pekerti
Fase / KelasFase B / Kelas 3
TopikBab 2 — Allah Menyelamatkan Melalui Tokoh-Tokoh Perjanjian Lama
Alokasi Waktu19 JP (19 x 35 menit = 665 menit)
Jumlah Pertemuan7
Tahun Ajaran2026/2027
Semester1

TUJUAN PEMBELAJARAN

  1. TP 3.2.1 Menceritakan karya keselamatan Allah melalui tokoh Yusuf
  2. TP 3.2.2 Menceritakan karya keselamatan Allah melalui tokoh Musa
  3. TP 3.2.3 Menceritakan karya keselamatan Allah melalui tokoh Yosua
  4. TP 3.2.4 Menunjukkan keteladanan karya keselamatan Allah melalui tokoh-tokoh Yusuf, Musa, dan Yosua dalam perbuatan sehari-hari

PROFIL LULUSAN

DimensiDisasar
Keimanan dan Ketakwaan terhadap Tuhan Yang Maha Esa✓
Kewargaan
Penalaran Kritis✓
Kreativitas
Kolaborasi
Kemandirian✓
Kesehatan
Komunikasi✓

PERTANYAAN PEMANTIK

  1. Apa saja cobaan hidup yang pernah dialami Yusuf sebelum ia menjadi orang penting di Mesir?
  2. Bagaimana Allah menolong dan menyelamatkan Yusuf dalam setiap kesulitan yang dihadapinya?
  3. Bagaimana cara Allah menyelamatkan keluarga Yakub dari bencana kelaparan melalui Yusuf?
  4. Apa yang diceritakan Yusuf saat bertemu kembali dan memaafkan saudara-saudaranya di Mesir?
  5. Mengapa Allah mengutus Musa untuk memimpin bangsa Israel keluar dari tanah Mesir?
  6. Bagaimana cara Allah menyelamatkan bangsa Israel ketika terhalang oleh Laut Teberau?
  7. Siapakah tokoh yang dipilih Allah untuk menggantikan Nabi Musa memimpin bangsa Israel?
  8. Bagaimana cara Allah menyelamatkan bangsa Israel saat harus menyeberangi Sungai Yordan menuju tanah Kanaan bersama Yosua?
  9. Apa sikap baik tokoh Yusuf saat ia dimasukkan ke sumur dan dijual ke Mesir?
  10. Bagaimana caramu meniru ketabahan dan kesetiaan Yusuf saat menghadapi kesulitan di sekolah atau di rumah?
  11. Sikap baik apa yang ditunjukkan Musa saat menolong bangsa Israel dan Yosua saat memimpin bangsa Israel?
  12. Bagaimana kita menunjukkan sikap berani membela teman dan taat pada aturan seperti Musa dan Yosua dalam hidup sehari-hari?
  13. Bagaimana Allah berkarya menyelamatkan umat-Nya melalui tokoh Yusuf, Musa, dan Yosua?
  14. Tindakan nyata apa saja yang dapat kita lakukan setiap hari untuk meneladani kesetiaan Yusuf, keberanian Musa, dan ketaatan Yosua?

KEGIATAN PEMBELAJARAN

Pertemuan 1 — Menceritakan Kisah Cobaan Hidup Yusuf hingga Menjadi Penguasa di Mesir — 2 JP (2 x 35 menit = 70 menit)

Tujuan Pertemuan:

  • TP 3.2.1 Menceritakan karya keselamatan Allah melalui tokoh Yusuf

Pendahuluan:

  • Guru membuka pelajaran dengan menyapa murid, mengajak berdoa pembuka: 'Tuhan Yang Mahabaik, ajarilah kami untuk menggunakan kemampuan yang telah Engkau berikan, agar dapat menghadapi cobaan hidup seperti Yusuf. Amin', dan menyanyikan lagu 'Dalam Suka Duka' bersama-sama (5 menit).
  • Guru melaksanakan asesmen awal diagnostik melalui tanya jawab singkat tentang tokoh Yusuf di Perjanjian Lama menggunakan 2 pertanyaan acuan: (1) 'Siapakah Yusuf?' (acuan: anak Yakub yang dijual saudara-saudaranya ke Mesir), dan (2) 'Cobaan apa yang dialaminya?' (acuan: dimasukkan ke sumur/dijual/dipenjara) untuk memetakan kesiapan murid (5 menit).

Kegiatan Inti:

Memahami (Bermakna):

  • Murid mendengarkan penuturan guru dan mencermati teks kisah Kitab Suci (Kejadian 41:1-57) tentang perjalanan hidup Yusuf: dibenci saudara-saudaranya, dijual menjadi budak, difitnah hingga dipenjara, tetapi tetap setia kepada Allah hingga diberi kemampuan mengartikan mimpi Firaun (7 sapi gemuk dan 7 sapi kurus; 7 bulir gandum bernas dan 7 bulir hampa) yang meramalkan 7 tahun kelimpahan dan 7 tahun kelaparan (15 menit).
  • Murid menjawab 3 pertanyaan pemahaman isi kisah: (1) 'Penderitaan apa yang dialami Yusuf?' (acuan: dijual saudaranya, jadi budak, dipenjara), (2) 'Kemampuan apa yang diberikan Allah kepada Yusuf?' (acuan: menafsirkan mimpi Raja Firaun), dan (3) 'Jabatan apa yang akhirnya diberikan Firaun kepada Yusuf?' (acuan: penguasa/pemimpin lumbung pangan di Mesir) (10 menit).

Mengaplikasi (Menggembirakan):

  • Murid memainkan permainan kartu runtutan 'Jejak Langkah Yusuf' secara berpasangan dengan mengurutkan 4 kartu alur peristiwa: Kartu 1: 'Yusuf dimasukkan ke sumur lalu dijual oleh saudara-saudaranya ke Mesir'; Kartu 2: 'Yusuf difitnah dan dimasukkan ke dalam penjara'; Kartu 3: 'Allah memberi kemampuan kepada Yusuf untuk mengartikan mimpi Firaun tentang masa kelaparan'; Kartu 4: 'Yusuf diangkat menjadi penguasa di Mesir untuk mengelola cadangan makanan' (acuan urutan benar: 1 - 2 - 3 - 4) (10 menit).
  • Murid secara lisan menceritakan kembali kisah cobaan hidup Yusuf hingga menjadi penguasa di Mesir secara runtut berdasarkan 4 tahapan peristiwa pada kartu tersebut di hadapan guru atau pasangannya (10 menit).

Merefleksi (Berkesadaran):

  • Murid dengan bimbingan guru merenungkan bagaimana penyertaan Allah bekerja di balik penderitaan Yusuf yang tetap tabah, setia, dan mengandalkan Allah, sehingga rancangan Allah menyelamatkan banyak orang dari kelaparan terwujud (5 menit).

Penutup:

  • Guru memberikan umpan balik langsung terhadap penceritaan murid, menegaskan bahwa Allah senantiasa menyertai orang yang setia dalam cobaan seperti Yusuf (5 menit).
  • Guru memandu doa penutup syukur atas teladan kesetiaan Yusuf dan mengakhiri pembelajaran tanpa merangkum atau menutup seluruh bab (5 menit).

Diferensiasi:

  • Konten: Murid yang membutuhkan bimbingan diberikan kartu peristiwa yang disertai gambar ilustrasi, sedangkan murid yang cepat diberikan teks narasi ringkas tanpa bantuan gambar.
  • Proses: Murid yang memerlukan pendampingan menceritakan kembali alur dengan panduan kata tanya pembimbing per kartu, sedangkan murid mahir menceritakan alur secara mandiri dan utuh.
  • Produk: Semua murid menceritakan secara lisan 4 alur kisah Yusuf; murid dengan hambatan artikulasi dapat menceritakan dengan bantuan menyusun urutan kartu terlebih dahulu lalu menyebutkan inti pokok tiap kartu.

Asesmen Pertemuan:

Awal:

  • Tanya jawab lisan diagnostik: (1) 'Siapakah Yusuf?' (acuan: anak Yakub/tokoh Perjanjian Lama yang dibawa ke Mesir); (2) 'Cobaan apa yang dialami Yusuf sebelum berhasil?' (acuan: dijual saudara-saudaranya atau dipenjarakan di Mesir).

Proses:

  • Pengamatan unjuk kerja berpasangan mengurutkan 4 kartu kisah Yusuf (acuan kunci urutan: Kartu 1 [dijual] -> Kartu 2 [dipenjara] -> Kartu 3 [arti mimpi Firaun] -> Kartu 4 [penguasa Mesir]).
  • Pemeriksaan kemampuan menceritakan kembali 4 bagian alur karya keselamatan Allah dalam hidup Yusuf secara lisan.

Akhir Pertemuan:

  • Cek pemahaman lisan di akhir pertemuan: murid menyebutkan satu bukti penyertaan Allah saat Yusuf berada di penjara hingga diangkat Firaun (acuan: Allah memberi hikmat mengartikan mimpi Firaun sehingga Yusuf dibebaskan dan diangkat menjadi penguasa cadangan makanan Mesir).

Formatif:

  • Penilaian lisan menceritakan kembali runtutan 4 peristiwa cobaan hidup Yusuf hingga menjadi penguasa di Mesir menggunakan rubrik.

Rubrik Pertemuan:

AspekBelum BerkembangMulaiBerkembangSangat Berkembang
Menceritakan alur cobaan hidup Yusuf hingga menjadi penguasa di MesirMenceritakan kurang dari 2 dari 4 peristiwa cobaan hidup Yusuf hingga menjadi penguasa di Mesir (acuan 4 peristiwa: 1. Dijual ke Mesir, 2. Dipenjara, 3. Menafsirkan mimpi Firaun, 4. Diangkat menjadi penguasa).Menceritakan 2 dari 4 peristiwa cobaan hidup Yusuf secara tepat dengan bimbingan penuh guru.Menceritakan 3 dari 4 peristiwa cobaan hidup Yusuf secara runtut dan tepat dengan sedikit arahan guru.Menceritakan seluruh 4 peristiwa cobaan hidup Yusuf (dijual saudara, dipenjara, menafsirkan mimpi Firaun, diangkat menjadi penguasa) secara runtut, tepat, dan mandiri.

Refleksi Pertemuan:

Guru:

  • Apakah media kartu alur 'Jejak Langkah Yusuf' efektif memandu murid memahami dan menceritakan kembali peristiwa penderitaan hingga kejayaan Yusuf?
  • Bagaimana keterlibatan murid yang pemalu dalam menceritakan kembali kisah secara lisan?

Murid:

  • Bagian kisah Yusuf mana yang paling aku ingat ketika ia menghadapi kesulitan hidup?
  • Apakah aku sudah dapat menceritakan bagaimana Allah menolong Yusuf menjadi penguasa di Mesir?

Pertemuan 2 — Menceritakan Penyertaan dan Karya Keselamatan Allah Melalui Tokoh Yusuf bagi Keluarganya — 3 JP (3 x 35 menit = 105 menit)

Tujuan Pertemuan:

  • TP 3.2.1 Menceritakan karya keselamatan Allah melalui tokoh Yusuf

Pendahuluan:

  • Guru membuka pembelajaran dengan tanda salib, salam, dan mengajak murid menyanyikan lagu pengantar 'Dalam Suka Duka' serta memanjatkan doa pembuka memohon bimbingan Roh Kudus (5 menit).
  • Guru melakukan asesmen awal lisan mengenai tokoh Yusuf dan peranannya menyelamatkan orang banyak dari kelaparan berdasarkan pembelajaran sebelumnya (5 menit).
  • Guru menyampaikan tujuan pembelajaran hari ini, yaitu menceritakan penyertaan dan karya keselamatan Allah melalui tokoh Yusuf ketika menolong serta menyelamatkan keluarganya dari bencana kelaparan (5 menit).

Kegiatan Inti:

Memahami (Bermakna):

  • Murid menyimak penuturan kisah Kitab Suci berdasarkan Kejadian 42-45 tentang bencana kelaparan yang melanda Kanaan, kedatangan saudara-saudara Yusuf ke Mesir untuk membeli gandum, hingga pengakuan Yusuf bahwa Allah-lah yang mendahului mengutusnya ke Mesir demi menyelamatkan kelangsungan hidup keluarganya (15 menit).
  • Murid berpasangan menjawab 3 pertanyaan panduan alur cerita keselamatan keluarga Yusuf: (1) Mengapa saudara-saudara Yusuf pergi ke Mesir? (2) Bagaimana perlakuan Yusuf kepada saudara-saudaranya yang dahulu menjualnya? (3) Apa yang dikatakan Yusuf tentang rencana Allah dalam peristiwa ia berada di Mesir? (acuan: 1. Karena terjadi bencana kelaparan hebat di Kanaan dan di Mesir ada persediaan gandum; 2. Yusuf mengampuni, menyambut dengan penuh kasih, dan memberi makanan; 3. Yusuf mengatakan Allah mengutusnya mendahului mereka untuk menyelamatkan kehidupan keluarga) (15 menit).

Mengaplikasi (Menggembirakan):

  • Secara bergembira melalui permainan berpasangan 'Estafet Cerita Yusuf', murid menerima 4 kartu alur bergambar peristiwa: Kartu A (Kelaparan melanda tanah Kanaan dan keluarga Yakub kehabisan bahan makanan), Kartu B (Saudara-saudara Yusuf datang ke Mesir bersujud memohon membeli gandum), Kartu C (Yusuf memperkenalkan diri sambil menangis terharu dan mengampuni saudara-saudaranya), Kartu D (Yusuf membawa ayah dan seluruh keluarganya tinggal aman serta tercukupi di tanah Gosyen atas pemeliharaan Allah) (20 menit).
  • Setiap pasangan murid berlatih menceritakan kembali karya keselamatan Allah melalui tokoh Yusuf bagi keluarganya secara berurutan mulai dari Kartu A, B, C, hingga D kepada pasangan lain di kelompok kecilnya (20 menit).

Merefleksi (Berkesadaran):

  • Murid menghubungkan cerita keselamatan tersebut dengan kesadaran iman pribadi bahwa Allah menyertai dan memelihara hidup keluarga melalui tindakan saling memaafkan dan tolong-menolong (10 menit).

Penutup:

  • Guru bersama murid menyimpulkan bahwa melalui Yusuf yang berhati pengampun, Allah berkarya menyelamatkan keluarga Yakub dari bahaya kelaparan (5 menit).
  • Guru melakukan asesmen akhir berupa pengecekan pemahaman lisan singkat kepada perwakilan murid untuk menceritakan 1 bagian inti karya keselamatan Allah bagi keluarga Yusuf (3 menit).
  • Pembelajaran ditutup dengan doa syukur atas penyelenggaraan dan keselamatan Allah bagi keluarga serta berkat penutup (2 menit).

Diferensiasi:

  • Konten: Murid yang membutuhkan bimbingan diberikan kartu peristiwa dengan teks narasi pendek pembantu, sedangkan murid yang lebih mahir menerima kartu peristiwa murni visual untuk diceritakan.
  • Proses: Pada tahap latihan menceritakan, murid yang masih ragu didampingi guru secara terbimbing, sedangkan murid yang mahir langsung menceritakan secara mandiri kepada pasangannya.
  • Produk: Semua murid menceritakan 4 alur peristiwa yang sama, dengan variasi tingkat bantuan kalimat pemantik.

Asesmen Pertemuan:

Awal:

  • Tanya jawab diagnostik lisan: 'Siapa yang menyelamatkan rakyat Mesir dari bencana kelaparan dengan menyimpan gandum?' (acuan: Yusuf, yang dituntun dan disertai Allah).

Proses:

  • Pengamatan langsung saat murid menceritakan secara lisan 4 alur penyelamatan keluarga Yusuf: (1) terjadinya bencana kelaparan di Kanaan, (2) kedatangan saudara Yusuf membeli bahan makanan ke Mesir, (3) Yusuf memaafkan saudara-saudaranya dan menyatakan rencana keselamatan Allah, (4) pemindahan dan pemeliharaan keluarga Yakub di Mesir.

Akhir Pertemuan:

  • Cek pemahaman lisan akhir: 'Sebutkan alasan mengapa Yusuf mau menolong dan menyelamatkan saudara-saudaranya yang pernah berbuat jahat kepadanya?' (acuan kriteria: menyebutkan bahwa Yusuf percaya Allah merencanakan kebaikan untuk memelihara hidup keluarganya dan memilih memaafkan mereka).

Formatif:

  • Tes lisan diagnostik di awal pembelajaran mengenai karya Yusuf.
  • Pengamatan unjuk kerja menceritakan 4 alur peristiwa karya keselamatan Allah melalui tokoh Yusuf bagi keluarganya dengan lembar observasi/rubrik.

Rubrik Pertemuan:

AspekBelum BerkembangMulaiBerkembangSangat Berkembang
Menceritakan karya keselamatan Allah melalui tokoh Yusuf bagi keluarganyaMenceritakan kurang dari 2 dari 4 alur peristiwa penyelamatan (kelaparan di Kanaan, kedatangan saudara ke Mesir, pengampunan oleh Yusuf, pemeliharaan keluarga di Mesir) walau dengan bimbingan penuh guru.Menceritakan 2 dari 4 alur peristiwa penyelamatan (kelaparan di Kanaan, kedatangan saudara ke Mesir, pengampunan oleh Yusuf, pemeliharaan keluarga di Mesir) dengan bantuan panduan guru.Menceritakan 3 dari 4 alur peristiwa penyelamatan (kelaparan di Kanaan, kedatangan saudara ke Mesir, pengampunan oleh Yusuf, pemeliharaan keluarga di Mesir) secara runtut dan mandiri.Menceritakan seluruh 4 alur peristiwa penyelamatan (kelaparan di Kanaan, kedatangan saudara ke Mesir, pengampunan oleh Yusuf, pemeliharaan keluarga di Mesir) secara lengkap, runtut, dan mandiri.

Refleksi Pertemuan:

Guru:

  • Apakah penggunaan media kartu alur bergambar efektif membantu seluruh murid menceritakan karya keselamatan Allah melalui Yusuf secara runtut?
  • Bagaimana keterlibatan aktif murid saat melakukan aktivitas estafet cerita berpasangan?

Murid:

  • Bagian cerita mana dari kisah Yusuf dan saudara-saudaranya yang paling berkesan bagiku?
  • Apakah aku sudah mampu menceritakan kembali bagaimana Allah menyelamatkan keluarga Yusuf dari bencana kelaparan?

Pertemuan 3 — Menceritakan Karya Keselamatan Allah Melalui Tokoh Musa Membebaskan Bangsa Israel dari Mesir — 3 JP (3 x 35 menit = 105 menit)

Tujuan Pertemuan:

  • TP 3.2.2 Menceritakan karya keselamatan Allah melalui tokoh Musa

Pendahuluan:

  • Guru membuka pelajaran dengan menyapa murid, mengajak berdoa bersama, dan mengecek kehadiran murid (5 menit).
  • Guru menyampaikan tujuan pembelajaran hari ini, yaitu menceritakan karya keselamatan Allah melalui tokoh Musa yang membebaskan bangsa Israel dari perbudakan di Mesir (5 menit).
  • Guru melakukan asesmen awal diagnostik melalui 2 pertanyaan lisan kepada murid: (1) Siapa nama tokoh yang dipilih Allah membebaskan bangsa Israel dari Mesir? (acuan: Musa); (2) Bencana atau kesulitan apa yang dialami bangsa Israel di Mesir sebelum dibebaskan? (acuan: dijadikan budak/mengalami perbudakan dan penindasan oleh Firaun) (5 menit).

Kegiatan Inti:

Memahami (Berkesadaran, Bermakna):

  • Guru membacakan dan menayangkan kisah Kitab Suci Keluaran mengenai pembebasan bangsa Israel: perbudakan di Mesir, panggilan Musa, pengejaran oleh tentara Firaun, dan mukjizat penyeberangan Laut Teberau dengan kuasa Allah (15 menit).
  • Guru memandu tanya jawab pemahaman kisah keselamatan Allah melalui Musa berdasarkan 3 pertanyaan kunci: (1) Mengapa bangsa Israel harus keluar dari Mesir? (acuan: karena diperbudak dan ditindas oleh Raja Firaun); (2) Apa perintah Allah kepada Musa saat bangsa Israel terjepit di tepi Laut Teberau? (acuan: mengacungkan atau mengangkat tongkatnya ke atas laut); (3) Apa mukjizat karya keselamatan yang Allah lakukan di Laut Teberau? (acuan: air laut terbelah menjadi jalan kering sehingga bangsa Israel selamat, sedangkan tentara Mesir ditenggelamkan) (15 menit).

Mengaplikasi (Menggembirakan, Bermakna):

  • Guru mengenalkan permainan urutan bergambar 'Jejak Keselamatan Musa' yang menggembirakan: murid secara berpasangan menerima 4 kartu gambar berseri kisah Musa beserta deskripsinya, yaitu Kartu 1: 'Bangsa Israel menjadi budak di Mesir', Kartu 2: 'Allah memanggil Musa memimpin bangsa Israel keluar dari Mesir', Kartu 3: 'Musa mengacungkan tongkat atas perintah Allah dan Laut Teberau terbelah', Kartu 4: 'Bangsa Israel berjalan di tanah kering dan selamat menyeberangi laut'. Pasangan murid berlomba menyusun urutan kartu secara tepat (15 menit).
  • Setiap murid berlatih menceritakan kembali karya keselamatan Allah melalui tokoh Musa secara lisan kepada teman pasangannya berdasarkan urutan 4 kartu gambar tersebut (acuan runtutan: Kartu 1 -> Kartu 2 -> Kartu 3 -> Kartu 4) (15 menit).
  • Guru memanggil beberapa perwakilan murid secara mandiri untuk menceritakan karya keselamatan Allah melalui tokoh Musa di depan kelas sesuai 4 alur peristiwa kunci (15 menit).

Merefleksi (Berkesadaran):

  • Guru membimbing murid merenungkan betapa besar kuasa Allah yang menyertai dan menyelamatkan bangsa Israel melalui tokoh Musa ketika menghadapi rintangan besar (5 menit).

Penutup:

  • Guru bersama murid membuat rangkuman poin-poin utama kisah karya keselamatan Allah melalui Musa: Allah membebaskan bangsa Israel dari perbudakan Mesir melalui kepemimpinan Musa dan mukjizat terbelahnya Laut Teberau (5 menit).
  • Guru melakukan cek pemahaman akhir secara lisan dengan meminta murid menyebutkan kembali karya keselamatan Allah saat bangsa Israel terhalang Laut Teberau (acuan: Allah membelah air laut menjadi jalan kering melalui tongkat Musa sehingga bangsa Israel selamat) dan menutup pertemuan dengan doa syukur bersama (5 menit).

Diferensiasi:

  • Konten: Menyediakan kartu gambar berseri dengan teks penjelasan ringkas untuk murid yang membutuhkan visual konkret, serta teks narasi Kitab Suci untuk murid yang sudah lancar membaca.
  • Proses: Bagi murid yang masih membutuhkan bimbingan, guru mendampingi penyusunan 4 kartu panduan alur sebelum menceritakan. Bagi murid yang cepat, diberi tantangan menceritakan kembali secara mandiri tanpa melihat teks pada kartu gambar.
  • Produk: Murid dapat menceritakan kembali kisah keselamatan Allah melalui Musa secara lisan langsung di depan kelas atau secara berpasangan dengan pemantauan guru.

Asesmen Pertemuan:

Awal:

  • Tanya jawab lisan diagnostik pada awal pembelajaran: (1) Siapa nama tokoh yang dipilih Allah membebaskan bangsa Israel dari Mesir? (acuan: Musa); (2) Bencana atau kesulitan apa yang dialami bangsa Israel di Mesir sebelum dibebaskan? (acuan: dijadikan budak/mengalami perbudakan dan penindasan oleh Firaun).

Proses:

  • Observasi unjuk kerja berpasangan dan individu saat murid menceritakan kembali 4 peristiwa kunci karya keselamatan Allah melalui Musa berdasarkan kartu bergambar: (1) Perbudakan Israel di Mesir, (2) Panggilan Musa oleh Allah, (3) Mukjizat tongkat Musa dan terbelahnya Laut Teberau, (4) Keselamatan bangsa Israel menyeberangi laut ke tempat aman.

Akhir Pertemuan:

  • Cek pemahaman lisan penutup: Menjawab secara lisan cara Allah menyelamatkan bangsa Israel di tepi Laut Teberau melalui tokoh Musa (acuan jawaban: Allah menyuruh Musa mengangkat/mengacungkan tongkat ke arah laut, lalu laut terbelah menjadi tanah kering sehingga bangsa Israel menyeberang dengan selamat).

Formatif:

  • Penilaian kinerja lisan menceritakan karya keselamatan Allah melalui tokoh Musa menggunakan rubrik observasi saat kegiatan inti.

Rubrik Pertemuan:

AspekBelum BerkembangMulaiBerkembangSangat Berkembang
Kelengkapan Alur Peristiwa Kisah MusaMenceritakan 1 dari 4 peristiwa kunci karya keselamatan Allah melalui Musa (daftar 4 peristiwa: 1. Perbudakan bangsa Israel di Mesir; 2. Panggilan Allah kepada Musa; 3. Peristiwa tongkat Musa membelah Laut Teberau; 4. Penyelamatan bangsa Israel menyeberangi laut di tanah kering).Menceritakan 2 dari 4 peristiwa kunci karya keselamatan Allah melalui Musa sesuai daftar acuan di atas.Menceritakan 3 dari 4 peristiwa kunci karya keselamatan Allah melalui Musa sesuai daftar acuan di atas secara berurutan.Menceritakan seluruh 4 peristiwa kunci karya keselamatan Allah melalui Musa secara runtut dan lengkap sesuai daftar acuan di atas tanpa bantuan guru.
Ketepatan Karya Keselamatan Allah Melalui MusaBelum tepat menceritakan karya keselamatan Allah melalui Musa (tidak menyebut peran Allah maupun mukjizat pembelahan Laut Teberau melalui tongkat Musa).Menyebutkan peran Allah tetapi keliru dalam menceritakan mukjizat penyeberangan Laut Teberau.Menceritakan dengan tepat bahwa Allah menyelamatkan bangsa Israel melalui mukjizat Laut Teberau yang terbelah saat Musa mengacungkan tongkatnya.Menceritakan secara sangat tepat dan jelas bahwa Allah adalah sumber keselamatan yang membebaskan bangsa Israel dari perbudakan Mesir dan menyelamatkan mereka di Laut Teberau melalui perantaraan Musa.

Refleksi Pertemuan:

Guru:

  • Apakah penggunaan kartu bergambar berseri 'Jejak Keselamatan Musa' efektif membantu murid menceritakan karya keselamatan Allah secara runtut?
  • Bagaimana keterlibatan dan antusiasme murid saat menceritakan kisah Musa secara berpasangan?

Murid:

  • Bagian mana dari kisah pembebasan bangsa Israel oleh Allah melalui Musa yang paling membuatmu kagum?
  • Apakah kamu merasa mudah menceritakan kembali peristiwa terbelahnya Laut Teberau kepada temanmu?

Pertemuan 4 — Menceritakan Karya Keselamatan Allah Melalui Tokoh Yosua Menyeberangi Sungai Yordan Menuju Kanaan — 3 JP (3 x 35 menit = 105 menit)

Tujuan Pertemuan:

  • TP 3.2.3 Menceritakan karya keselamatan Allah melalui tokoh Yosua

Pendahuluan:

  • Guru membuka pembelajaran dengan tanda salib, salam, dan mengajak seorang murid memimpin doa pembuka (5 menit).
  • Guru mengecek kehadiran murid dan mengondisikan kesiapan belajar di dalam kelas (5 menit).
  • Guru melaksanakan asesmen awal diagnostik melalui 2 pertanyaan lisan mengenai tokoh Yosua: (1) 'Siapakah pemimpin pengganti Musa yang membawa bangsa Israel menyeberangi Sungai Yordan?' (acuan jawaban benar: Yosua); (2) 'Ke negeri manakah Yosua memimpin bangsa Israel sesuai janji Allah?' (acuan jawaban benar: Kanaan/tanah terjanji) (5 menit).

Kegiatan Inti:

Memahami (Berkesadaran, Bermakna):

  • Murid mengamati gambar Yosua memimpin bangsa Israel di tepi Sungai Yordan dan menyimak pembacaan teks Kitab Suci Yosua 1:1-11 tentang perintah Allah kepada Yosua untuk merebut tanah Kanaan (15 menit).
  • Guru memandu tanya jawab terstruktur untuk membedah peristiwa karya keselamatan Allah dalam kisah Yosua dengan 4 fokus: (1) tugas dari Allah kepada Yosua (memimpin bangsa Israel menyeberangi Sungai Yordan menuju Kanaan); (2) janji pertolongan Allah (Allah selalu menyertai dan memberi kemenangan); (3) perintah Yosua kepada umat (menyiapkan bekal dalam tiga hari untuk menyeberang); (4) tindakan penyelamatan Allah (membuka jalan menyeberangi Sungai Yordan hingga tiba di tanah Kanaan) (15 menit).

Mengaplikasi (Menggembirakan, Bermakna):

  • Guru mengadakan permainan edukatif menggembirakan 'Estafet Tongkat Kisah Yosua': murid bernyanyi riang bersama lagu rohani sambil menggilirkan tongkat kecil; saat musik berhenti, murid yang memegang tongkat mengambil 1 dari 4 kartu alur dan menceritakan bagian peristiwanya secara lisan (15 menit).
  • Murid secara berpasangan saling menceritakan kembali karya keselamatan Allah melalui tokoh Yosua menyeberangi Sungai Yordan menuju Kanaan menggunakan panduan 4 bagian alur peristiwa: Bagian 1 (Allah memanggil Yosua menggantikan Musa), Bagian 2 (Janji penyertaan Allah kepada Yosua), Bagian 3 (Yosua memerintahkan bangsa Israel bersiap menyeberangi Sungai Yordan), Bagian 4 (Karya keselamatan Allah yang menyertai bangsa Israel menyeberang dan memasuki Kanaan) (20 menit).

Merefleksi (Berkesadaran, Bermakna):

  • Murid bersama bimbingan guru menyimpulkan inti peristiwa karya keselamatan Allah yang senantiasa menepati janji-Nya dengan menyertai Yosua dan membebaskan serta menghantar umat-Nya ke tanah terjanji (10 menit).
  • Murid mengungkapkan refleksi batin terbimbing dalam keheningan sejenak tentang keyakinan bahwa Allah juga menyertai hidup mereka dalam situasi sulit sebagaimana Allah menyertai Yosua (5 menit).

Penutup:

  • Murid menjawab 1 pertanyaan cek pemahaman akhir secara lisan untuk mengecek kelengkapan penceritaan karya keselamatan Allah melalui tokoh Yosua (5 menit).
  • Guru memberikan umpan balik penguatan terhadap kegiatan penceritaan lisan yang telah dilakukan murid, lalu menutup pertemuan dengan doa penutup dan berkat (5 menit).

Diferensiasi:

  • Konten: Murid yang membutuhkan bimbingan diberikan kartu bergambar berseri 4 tahapan kisah Yosua sebagai stimulus urutan cerita; murid yang sudah mahir menyimak teks Kitab Suci Yosua 1:1-11 secara langsung tanpa bantuan kartu visual.
  • Proses: Pada sesi bercerita berpasangan, murid yang membutuhkan bimbingan bercerita dengan bantuan pertanyaan pancingan guru/teman; murid yang mahir menceritakan 4 alur kisah secara mandiri dan utuh.
  • Produk: Penceritaan lisan: murid yang memerlukan bimbingan menceritakan minimal 2 bagian alur dengan benar; murid yang mahir menceritakan seluruh 4 bagian alur karya keselamatan Allah melalui Yosua secara lengkap dan tepat.

Asesmen Pertemuan:

Awal:

  • Tanya jawab lisan diagnostik di awal pembelajaran dengan 2 butir pertanyaan: (1) 'Siapakah pemimpin pengganti Musa yang membawa bangsa Israel menyeberangi Sungai Yordan?' (acuan: Yosua); (2) 'Ke negeri manakah Yosua memimpin bangsa Israel sesuai janji Allah?' (acuan: Kanaan / tanah terjanji).

Proses:

  • Penilaian formatif unjuk kerja menceritakan secara lisan karya keselamatan Allah melalui tokoh Yosua berdasarkan 4 bagian peristiwa: (1) Allah memanggil Yosua menggantikan Musa untuk memimpin Israel; (2) Allah berjanji menyertai Yosua dan memberi kemenangan; (3) Yosua memerintahkan umat bersiap dalam tiga hari menyeberangi Sungai Yordan; (4) Karya Allah menyertai bangsa Israel menyeberangi Sungai Yordan hingga memasuki tanah Kanaan. Guru mengamati ketepatan isi cerita yang disampaikan murid kepada pasangannya.

Akhir Pertemuan:

  • Cek pemahaman lisan penutup: Guru meminta murid menyebutkan peristiwa penyelamatan Allah yang dialami bangsa Israel bersama Yosua di Sungai Yordan (acuan: Allah menyertai Yosua dan bangsa Israel menyeberangi Sungai Yordan dengan selamat untuk menduduki tanah Kanaan sesuai janji Allah).

Formatif:

  • Asesmen awal lisan (diagnostik kesiapan pengetahuan tokoh Yosua)
  • Unjuk kerja bercerita lisan secara berpasangan mengenai karya keselamatan Allah melalui tokoh Yosua berdasarkan 4 alur peristiwa
  • Catatan observasi guru selama kegiatan permainan dan penceritaan lisan

Rubrik Pertemuan:

AspekBelum BerkembangMulaiBerkembangSangat Berkembang
Menceritakan karya keselamatan Allah melalui tokoh Yosua menyeberangi Sungai Yordan menuju Kanaan (Daftar 4 bagian peristiwa acuan: 1. Panggilan Allah kepada Yosua menggantikan Musa; 2. Janji penyertaan Allah kepada Yosua; 3. Perintah Yosua menyiapkan bekal menyeberangi Sungai Yordan; 4. Karya penyelamatan Allah menyertai penyeberangan Sungai Yordan memasuki tanah Kanaan)Menceritakan kembali 1 dari 4 bagian peristiwa acuan kisah Yosua dengan tepat dengan bimbingan penuh guru.Menceritakan kembali 2 dari 4 bagian peristiwa acuan kisah Yosua dengan tepat dengan sedikit bimbingan guru.Menceritakan kembali 3 dari 4 bagian peristiwa acuan kisah Yosua dengan tepat secara mandiri.Menceritakan kembali seluruh 4 bagian peristiwa acuan kisah Yosua dengan lengkap dan tepat secara mandiri.

Refleksi Pertemuan:

Guru:

  • Apakah penggunaan permainan 'Estafet Tongkat Kisah Yosua' dan kartu alur efektif membantu murid menceritakan karya keselamatan Allah melalui Yosua?
  • Bagian alur cerita mana dari kisah Yosua menyeberangi Sungai Yordan yang masih sering terlewat oleh murid saat bercerita lisan?

Murid:

  • Bagian cerita mana dari kisah Yosua menyeberangi Sungai Yordan yang paling kamu sukai saat bercerita tadi?
  • Bagaimana perasaanmu setelah mengetahui bahwa Allah selalu setia menyertai Yosua dan bangsa Israel?

Pertemuan 5 — Menunjukkan Keteladanan Tokoh Yusuf dalam Menghadapi Kesulitan Hidup Sehari-hari — 3 JP (3 x 35 menit = 105 menit)

Tujuan Pertemuan:

  • TP 3.2.4 Menunjukkan keteladanan karya keselamatan Allah melalui tokoh-tokoh Yusuf, Musa, dan Yosua dalam perbuatan sehari-hari

Pendahuluan:

  • Guru membuka pembelajaran dengan tanda salib, salam, dan mengajak murid berdoa memohon ketabahan meneladan tokoh Kitab Suci (5 menit).
  • Guru menyampaikan tujuan pembelajaran, yaitu menunjukkan tindakan meneladan tokoh Yusuf dalam menghadapi kesulitan sehari-hari (5 menit).
  • Guru melaksanakan asesmen awal diagnostik melalui tanya jawab singkat tentang sikap teladan Yusuf saat menghadapi cobaan (acuan: tabah/sabar, rajin/bekerja keras, berdoa/mengandalkan Tuhan, mengampuni/tidak mendendam) (5 menit).

Kegiatan Inti:

Memahami (Berkesadaran, Bermakna):

  • Murid mengamati kartu gambar kisah Yusuf yang tabah bekerja di rumah Potifar dan setia berdoa di penjara, lalu murid menyimak penjelasan guru tentang nilai keteladanan Yusuf: tabah menghadapi kesulitan, tidak putus asa, tetap berdoa, dan memaafkan kesalahan sesama (15 menit).
  • Murid secara berpasangan mencocokkan kartu 4 nilai keteladanan Yusuf dengan arti tindakannya: (1) Nilai 'Tabah' -> 'Tidak mudah menangis atau marah saat tugas sulit'; (2) Nilai 'Bekerja Keras' -> 'Terus mencoba mengerjakan soal hingga tuntas'; (3) Nilai 'Setia Berdoa' -> 'Memohon pertolongan Tuhan sebelum mulai belajar'; (4) Nilai 'Pemaaf' -> 'Memaafkan teman yang merusakkan pensil tanpa membalas' (acuan kunci pasangan: 1-tidak mudah marah, 2-terus mencoba, 3-memohon pertolongan Tuhan, 4-memaafkan teman) (15 menit).

Mengaplikasi (Menggembirakan, Bermakna):

  • Murid memainkan permainan kartu tantangan 'Langkah Teladan Yusuf' secara bergantian dan menggembirakan: murid mengambil kartu situasi dan menunjukkan tindakan keteladanan yang tepat dengan memilih tanda centang pada lembar pilihan tindakan (15 menit).
  • Murid secara mandiri menyelesaikan Lembar Kerja 'Tindakan Nyata Teladan Yusuf' berisi 4 skenario kesulitan hidup sehari-hari dengan menandai/menunjukkan tindakan yang meneladan Yusuf: Skenario 1 'Mendapat nilai ulangan kurang memuaskan' (Pilihan A: Menangis dan merobek kertas; Pilihan B: Belajar lebih giat dan berdoa; Kunci: B); Skenario 2 'Bermain bola lalu diejek teman' (Pilihan A: Memaafkan dan mengajak damai; Pilihan B: Membalas mengejek; Kunci: A); Skenario 3 'Mendapat tugas piket membersihkan kelas saat teman lain pulang' (Pilihan A: Tetap menyapu dengan tekun dan setia; Pilihan B: Langsung kabur pulang; Kunci: A); Skenario 4 'Merasa takut saat menghadapi ujian' (Pilihan A: Berdoa mohon penyertaan Tuhan dan berusaha tenang; Pilihan B: Mencontek teman; Kunci: A) (20 menit).

Merefleksi (Berkesadaran):

  • Murid mengheningkan cipta sejenak dan merenungkan satu kesulitan pribadi yang dihadapi minggu ini, lalu memilih satu kartu komitmen tindakan teladan Yusuf yang ingin diterapkan di rumah atau di sekolah (15 menit).

Penutup:

  • Murid bersama guru menyimpulkan bahwa seperti Yusuf yang selalu ditolong Tuhan karena tabah dan setia, kita pun dapat mengatasi kesulitan sehari-hari dengan berusaha keras, tabah, dan berdoa (5 menit).
  • Guru memberikan umpan balik atas penyelesaian lembar kerja dan menutup pembelajaran dengan doa syukur serta berkat penutup (5 menit).

Diferensiasi:

  • Konten: Menyediakan kartu situasi bergambar bagi murid yang membutuhkan bantuan visual dan teks tertulis untuk murid yang sudah lancar membaca.
  • Proses: Memberikan pendampingan terbimbing bagi murid yang membutuhkan bantuan dalam memahami pilihan situasi, serta memberikan 2 skenario tambahan kesulitan sehari-hari bagi murid yang cepat.
  • Produk: Murid menunjukkan tindakan keteladanan dengan cara memberi tanda centang pada opsi yang disediakan atau menuliskan tindakan pilihannya sendiri secara mandiri.

Asesmen Pertemuan:

Awal:

  • Tanya jawab diagnostik lisan: 'Sebutkan 2 sikap baik Yusuf saat ia mengalami penderitaan dan kesulitan hidup!' (Kriteria/Acuan jawaban benar: menyebutkan minimal 2 dari sikap berikut: tabah/sabar, tekun/bekerja keras, mengandalkan Tuhan/berdoa, pemaaf/tidak mendendam).

Proses:

  • Pemeriksaan Lembar Kerja 'Tindakan Nyata Teladan Yusuf' berisi 4 skenario kesulitan hidup sehari-hari. Kunci jawaban: Skenario 1 (B: Belajar lebih giat dan berdoa); Skenario 2 (A: Memaafkan dan mengajak damai); Skenario 3 (A: Tetap menyapu dengan tekun dan setia); Skenario 4 (A: Berdoa mohon penyertaan Tuhan dan berusaha tenang).

Akhir Pertemuan:

  • Pengecekan kartu komitmen keteladanan Yusuf di penutup: Murid menunjukkan minimal 1 tindakan nyata meneladan Yusuf dalam menghadapi kesulitan sehari-hari (Acuan kriteria: tindakan memuat salah satu nilai teladan Yusuf yaitu ketabahan, ketekunan, kesetiaan berdoa, atau kerelaan memaafkan).

Formatif:

  • Asesmen awal berupa tanya jawab diagnostik mengenai sikap teladan Yusuf dalam menghadapi cobaan.
  • Asesmen proses berupa pengamatan pengerjaan LK 'Tindakan Nyata Teladan Yusuf' yang mencocokkan tindakan teladan pada 4 skenario kesulitan hidup sehari-hari.

Rubrik Pertemuan:

AspekBelum BerkembangMulaiBerkembangSangat Berkembang
Menunjukkan keteladanan tokoh Yusuf dalam menghadapi kesulitan hidup sehari-hariMenunjukkan dengan tepat 1 dari 4 tindakan keteladanan Yusuf pada skenario kesulitan sehari-hari (skenario 1-4) dengan bantuan guru.Menunjukkan dengan tepat 2 dari 4 tindakan keteladanan Yusuf pada skenario kesulitan sehari-hari (skenario 1-4) dengan sedikit arahan.Menunjukkan dengan tepat 3 dari 4 tindakan keteladanan Yusuf pada skenario kesulitan sehari-hari (skenario 1-4) secara mandiri.Menunjukkan dengan tepat seluruh 4 tindakan keteladanan Yusuf pada skenario kesulitan sehari-hari (skenario 1-4) secara mandiri dan tepat sesuai kunci acuan.

Refleksi Pertemuan:

Guru:

  • Apakah aktivitas permainan kartu skenario berhasil memfasilitasi murid memahami keteladanan Yusuf secara menyenangkan?
  • Bagaimana keterlibatan murid dalam menghubungkan kisah penderitaan Yusuf dengan pengalaman kesulitan mereka sendiri?

Murid:

  • Sikap teladan apa dari tokoh Yusuf yang paling ingin aku tiru saat menghadapi kesulitan di sekolah?
  • Apakah aku merasa senang dan terbantu belajar menjadi anak yang tabah melalui teladan Yusuf hari ini?

Pertemuan 6 — Menunjukkan Keteladanan Keberanian Musa dan Ketaatan Yosua dalam Perbuatan Sehari-hari — 2 JP (2 x 35 menit = 70 menit)

Tujuan Pertemuan:

  • TP 3.2.4 Menunjukkan keteladanan karya keselamatan Allah melalui tokoh-tokoh Yusuf, Musa, dan Yosua dalam perbuatan sehari-hari

Pendahuluan:

  • Guru membuka pelajaran dengan tanda salib, salam, dan memimpin doa pembuka memohon bimbingan Roh Kudus (3 menit).
  • Guru menyampaikan tujuan pembelajaran pertemuan ini, yaitu menunjukkan keteladanan keberanian Musa dan ketaatan Yosua dalam perbuatan sehari-hari (2 menit).
  • Guru melaksanakan asesmen awal singkat: menanyakan kepada murid sifat utama Musa (berani menolong/membela yang tertindas) dan sifat utama Yosua (taat/setia melaksanakan perintah Allah) (5 menit).

Kegiatan Inti:

Memahami (Bermakna, Menggembirakan):

  • Murid menyimak ulasan guru tentang keteladanan Nabi Musa (keberanian membela orang yang tertindas dan menolong sesama yang menderita) serta keteladanan Nabi Yosua (ketaatan penuh menjalankan perintah Allah tanpa ragu) (7 menit).
  • Murid bermain kuis cepat interaktif 'Tebak Teladan Tokoh': guru membacakan 4 pernyataan keteladanan dan murid mengacungkan kartu nama tokoh yang sesuai, yaitu (1) Membela orang lemah yang ditindas -> teladan Musa; (2) Berani menghadapi penguasa yang tidak adil demi kebenaran -> teladan Musa; (3) Setia menaati perintah Tuhan menyeberangi Sungai Yordan -> teladan Yosua; (4) Pantang menyerah dan patuh memimpin umat masuk ke tanah terjanji Kanaan -> teladan Yosua (acuan: butir 1 Musa, butir 2 Musa, butir 3 Yosua, butir 4 Yosua) (8 menit).

Mengaplikasi (Bermakna, Berkesadaran):

  • Murid menerima lembar latihan pemilahan 'Keteladanan Musa dan Yosua dalam Keseharian' yang memuat 4 situasi konkret: (1) Menegur atau melaporkan teman yang mengejek/memukul teman lain yang lemah di kelas; (2) Menolong teman yang terjatuh di halaman sekolah meski teman lain meninggalkannya; (3) Masuk kelas tepat waktu dan mematuhi tata tertib sekolah dengan tertib; (4) Langsung berdoa dan merapikan tempat tidur saat orang tua meminta tanpa menunda-nunda (5 menit).
  • Murid secara mandiri memberi tanda centang dan mengelompokkan keempat situasi tersebut ke dalam kolom 'Keteladanan Keberanian Musa' atau 'Keteladanan Ketaatan Yosua' (acuan kunci: situasi 1 dan 2 masuk 'Keteladanan Keberanian Musa'; situasi 3 dan 4 masuk 'Keteladanan Ketaatan Yosua'; opsi pengalih yang tidak boleh dipilih karena bukan teladan baik: 'Membiarkan teman diejek' dan 'Menunda perintah orang tua') (10 menit).
  • Murid memilih masing-masing 1 tindakan nyata keteladanan Musa dan 1 tindakan nyata keteladanan Yosua yang berkomitmen mereka lakukan di rumah atau sekolah pada tabel komitmen harian (10 menit).

Merefleksi (Berkesadaran):

  • Murid mengheningkan cipta sejenak dan menyadari perbuatan mana yang selama ini masih sulit dilakukan: bersikap berani membela teman yang benar atau bersikap taat pada nasihat orang tua/guru (5 menit).
  • Murid menuliskan satu kalimat doa permohonan singkat di buku catatan untuk memohon keberanian seperti Musa dan ketaatan seperti Yosua dalam hidup sehari-hari (5 menit).

Penutup:

  • Guru bersama murid membuat simpulan bahwa berani menolong sesama yang tertindas adalah meneladani Musa, sedangkan patuh dan disiplin melakukan perintah baik adalah meneladani Yosua (5 menit).
  • Guru memberikan umpan balik atas lembar kerja murid, mengingatkan persiapan diri untuk asesmen sumatif bab pada pertemuan berikutnya, dan menutup kelas dengan doa penutup serta tanda salib (5 menit).

Diferensiasi:

  • Konten: Murid yang membutuhkan bimbingan diberikan lembar situasi berilustrasi visual tentang perbuatan menolong dan mematuhi aturan; murid yang cepat diberikan teks situasi yang lebih deskriptif.
  • Proses: Murid yang membutuhkan bimbingan dipandu guru membaca teks situasi langkah demi langkah; murid yang cepat bekerja secara mandiri penuh.
  • Produk: Murid yang memerlukan bimbingan cukup menandai 2 situasi utama (1 Musa, 1 Yosua); murid yang cepat menandai seluruh 4 situasi secara tepat beserta penjelasannya.

Asesmen Pertemuan:

Awal:

  • Tanya jawab lisan diagnostik kesiapan: Guru menanyakan sifat utama keteladanan Musa dan Yosua. (Acuan jawaban benar: Musa memiliki keteladanan berani membela kebenaran dan menolong sesama yang menderita/tertindas; Yosua memiliki keteladanan taat dan patuh melaksanakan perintah Allah).

Proses:

  • Pengerjaan lembar kerja pengelompokan 4 situasi perbuatan sehari-hari ke dalam kategori Teladan Musa atau Teladan Yosua. (Acuan: [Musa] = (1) Menegur atau melaporkan teman yang mengejek/memukul teman yang lemah di kelas, (2) Menolong teman yang terjatuh di halaman sekolah meski teman lain meninggalkannya; [Yosua] = (3) Masuk kelas tepat waktu dan mematuhi tata tertib sekolah dengan tertib, (4) Langsung berdoa dan merapikan tempat tidur saat orang tua meminta tanpa menunda-nunda; Pengalih yang salah dan tidak boleh dicentang: membiarkan teman diejek, menunda perintah orang tua).

Akhir Pertemuan:

  • Cek pemahaman akhir sesi: Murid menuliskan 1 contoh nyata perbuatan sehari-hari yang menunjukkan keberanian seperti Musa dan 1 contoh perbuatan yang menunjukkan ketaatan seperti Yosua. (Kriteria penerimaan: Contoh Musa memuat tindakan berani menolong/membela kebaikan; contoh Yosua memuat tindakan taat/patuh pada aturan atau perintah orang tua/guru).

Formatif:

  • Asesmen awal berupa tanya jawab lisan diagnostik tentang sifat keteladanan utama Musa dan Yosua.
  • Asesmen proses berupa unjuk kerja pengelompokan 4 kartu/pernyataan situasi perbuatan sehari-hari ke dalam teladan keberanian Musa atau ketaatan Yosua.

Rubrik Pertemuan:

AspekBelum BerkembangMulaiBerkembangSangat Berkembang
Menunjukkan keteladanan keberanian Musa dan ketaatan Yosua dalam perbuatan sehari-hariMengelompokkan 1 dari 4 situasi perbuatan sehari-hari dengan tepat atau masih memilih 2 opsi pengalih.Mengelompokkan 2 dari 4 situasi perbuatan sehari-hari dengan tepat dan masih memilih 1 opsi pengalih.Mengelompokkan 3 dari 4 situasi perbuatan sehari-hari dengan tepat tanpa memilih opsi pengalih.Mengelompokkan seluruh 4 situasi perbuatan sehari-hari dengan tepat (situasi 1 dan 2 untuk Musa; situasi 3 dan 4 untuk Yosua) tanpa memilih opsi pengalih secara mandiri.

Refleksi Pertemuan:

Guru:

  • Apakah murid dapat membedakan dengan jelas wujud keteladanan keberanian membela kebaikan (Musa) dan ketaatan mematuhi aturan (Yosua) dalam kehidupan nyata mereka?
  • Bagaimana keterlibatan murid dalam melakukan refleksi diri terkait keberanian dan ketaatan mereka sehari-hari?

Murid:

  • Perbuatan baik apa yang sudah saya lakukan hari ini yang meneladani keberanian Nabi Musa atau ketaatan Nabi Yosua?
  • Sikap apa yang ingin saya perbaiki agar lebih taat kepada Tuhan, orang tua, dan guru?

Pertemuan 7 — Asesmen Sumatif Bab — 3 JP (3 x 35 menit = 105 menit)

Tujuan Pertemuan:

  • TP 3.2.1 Menceritakan karya keselamatan Allah melalui tokoh Yusuf
  • TP 3.2.2 Menceritakan karya keselamatan Allah melalui tokoh Musa
  • TP 3.2.3 Menceritakan karya keselamatan Allah melalui tokoh Yosua
  • TP 3.2.4 Menunjukkan keteladanan karya keselamatan Allah melalui tokoh-tokoh Yusuf, Musa, dan Yosua dalam perbuatan sehari-hari

Pendahuluan:

  • Guru membuka sesi dengan salam, doa bersama, dan mengajak murid menyadari kehadiran Allah yang senantiasa menyertai (3 menit).
  • Guru menjelaskan tujuan pertemuan asesmen sumatif bab, mekanisme pengerjaan lembar kerja refleksi tertulis serentak, serta tata cara tes lisan bercerita bergiliran sesuai pembagian waktu (4 menit).

Kegiatan Inti:

Memahami (Berkesadaran):

  • Murid menyimak penjelasan petunjuk teknis pengisian lembar refleksi terstruktur yang memuat daftar perbuatan sehari-hari meneladani Yusuf, Musa, dan Yosua (3 menit).
  • Murid menyimak aturan undian kartu tokoh (Kartu A: Yusuf, Kartu B: Musa, Kartu C: Yosua) dan indikator penceritaan lisan karya keselamatan Allah di meja guru (3 menit).

Mengaplikasi (Bermakna):

  • Seluruh murid secara bersamaan dan mandiri mengerjakan Tugas 1 pada Lembar Refleksi Terstruktur: menuliskan minimal 3 contoh perbuatan konkret sehari-hari yang meneladani kesetiaan Yusuf dalam kesulitan, keberanian Musa membela sesama, dan ketaatan Yosua mematuhi perintah Allah [Acuan isi: (1) Meneladani Yusuf: tidak membalas dendam kepada teman yang berbuat salah/tetap berdoa dan sabar saat menghadapi musibah atau diejek; (2) Meneladani Musa: berani membela teman yang diejek atau diperlakukan tidak adil/menolong korban bencana alam; (3) Meneladani Yosua: taat melaksanakan nasihat orang tua dan guru tanpa mengeluh/setia menjalankan tugas piket dan aturan sekolah] (32 menit).
  • Secara paralel dengan pengerjaan tertulis dan kegiatan literasi hening penguatan bab, guru memanggil murid satu per satu ke meja guru untuk melaksanakan Tugas 2: mengambil 1 dari 3 undian kartu tokoh lalu menyampaikan cerita lisan selama 2 menit per murid mengenai karya keselamatan Allah sesuai kartu yang diperoleh [Daftar 3 kartu tokoh dan acuan cerita: Kartu 1 - Yusuf: menceritakan bagaimana Allah menyertai Yusuf saat dijual saudaranya dan dipenjara hingga menjadi penguasa di Mesir yang menyelamatkan keluarganya dari bahaya kelaparan; Kartu 2 - Musa: menceritakan bagaimana Allah memanggil Musa dan menyertainya dengan mukjizat untuk membebaskan bangsa Israel dari perbudakan bangsa Mesir menuju tanah terjanji; Kartu 3 - Yosua: menceritakan bagaimana Allah menyertai Yosua menggantikan Musa menyeberangi Sungai Yordan dan memimpin bangsa Israel memasuki tanah Kanaan] (50 menit).

Merefleksi (Berkesadaran):

  • Murid memeriksa kelengkapan pengisian lembar refleksi masing-masing serta menyerahkannya kepada guru secara tertib (5 menit).

Penutup:

  • Guru memberikan penguatan umum atas kesungguhan murid dalam mengerjakan asesmen sumatif bab dan meneladani para tokoh Perjanjian Lama (3 menit).
  • Sesi pembelajaran dan evaluasi bab diakhiri dengan doa syukur penutup atas karya keselamatan Allah dalam hidup sehari-hari (2 menit).

Diferensiasi:

  • Konten: Bahan asesmen sumatif terstandar sesuai acuan ATP: lembar refleksi terstruktur tertulis dan kartu undian tokoh yang sama untuk seluruh murid.
  • Proses: Akomodasi akses diberikan kepada murid dengan hambatan menulis dengan bantuan format isian berbantuan garis bantu atau penegasan lisan tanpa mengurangi indikator penilaian.
  • Produk: Standar bukti belajar tetap seragam: artefak lembar refleksi tertulis terstruktur dan observasi penuturan lisan individu di meja guru.

Asesmen Pertemuan:

Sumatif Bab:

  • penilaian unjuk kerja terpadu (lembar refleksi keteladanan tertulis serentak dan tes lisan bercerita bergiliran): lembar kerja refleksi tertulis berisi rencana tindakan nyata meneladani tokoh serta tuturan lisan murid yang menceritakan karya keselamatan Allah melalui tokoh Yusuf, Musa, atau Yosua
  • penilaian unjuk kerja tertulis serentak: lembar refleksi terstruktur yang diisi seluruh murid secara bersamaan berisi daftar contoh perbuatan konkret sehari-hari yang meneladani kesetiaan Yusuf, keberanian Musa, dan ketaatan Yosua (45 menit; kelompok; instrumen: rubrik penilaian unjuk kerja refleksi)
  • unjuk kerja penuturan lisan bergiliran: cerita lisan singkat murid mengenai karya keselamatan Allah melalui salah satu tokoh (Yusuf, Musa, atau Yosua berdasarkan undian kartu tokoh) yang dinilai 2 menit per murid di meja guru secara rotasi (60 menit / 2 menit = 30 murid, mencukupi 28 murid satu kelas) (60 menit; individual; instrumen: rubrik unjuk kerja bercerita lisan (kriteria: alur kisah keselamatan, penyertaan Allah pada tokoh, kelancaran bertutur))

Sumatif:

  • penilaian unjuk kerja terpadu (lembar refleksi keteladanan tertulis serentak dan tes lisan bercerita bergiliran): lembar kerja refleksi tertulis berisi rencana tindakan nyata meneladani tokoh serta tuturan lisan murid yang menceritakan karya keselamatan Allah melalui tokoh Yusuf, Musa, atau Yosua
  • penilaian unjuk kerja tertulis serentak: lembar refleksi terstruktur yang diisi seluruh murid secara bersamaan berisi daftar contoh perbuatan konkret sehari-hari yang meneladani kesetiaan Yusuf, keberanian Musa, dan ketaatan Yosua (45 menit; kelompok; instrumen: rubrik penilaian unjuk kerja refleksi)
  • unjuk kerja penuturan lisan bergiliran: cerita lisan singkat murid mengenai karya keselamatan Allah melalui salah satu tokoh (Yusuf, Musa, atau Yosua berdasarkan undian kartu tokoh) yang dinilai 2 menit per murid di meja guru secara rotasi (60 menit / 2 menit = 30 murid, mencukupi 28 murid satu kelas) (60 menit; individual; instrumen: rubrik unjuk kerja bercerita lisan (kriteria: alur kisah keselamatan, penyertaan Allah pada tokoh, kelancaran bertutur))

Rubrik Pertemuan:

AspekBelum BerkembangMulaiBerkembangSangat Berkembang
Menceritakan karya keselamatan Allah melalui tokoh (Yusuf / Musa / Yosua)Belum mampu menceritakan alur kisah keselamatan tokoh dan penyertaan Allah, tuturan terputus-putus dan membutuhkan bimbingan penuh guru (acuan: Kartu 1 Yusuf: dijual saudara hingga jadi penguasa dan menyelamatkan keluarga; Kartu 2 Musa: pembebasan bangsa Israel dari Mesir; Kartu 3 Yosua: penyeberangan Sungai Yordan memasuki Kanaan).Menceritakan alur kisah tokoh secara sebagian (hanya menyebutkan nama tokoh dan peristiwa tanpa menyebutkan penyertaan karya keselamatan Allah), atau memerlukan dorongan pertanyaan pemantik dari guru.Menceritakan alur kisah keselamatan tokoh dan penyertaan Allah dengan runtut (memuat awal kesulitan/panggilan, penyertaan Allah, dan penyelamatan yang terjadi) secara mandiri dan lancar sesuai acuan kartu tokoh.Menceritakan alur kisah keselamatan tokoh dan penyertaan Allah secara lengkap, runtut, mendalam, dan sangat lancar dengan bahasa sendiri tanpa ragu-ragu sesuai acuan kartu tokoh.
Menunjukkan keteladanan tokoh Yusuf, Musa, dan Yosua dalam perbuatan sehari-hariMenuliskan kurang dari 2 contoh perbuatan konkret, atau contoh yang ditulis tidak sesuai dengan keteladanan ketiga tokoh (acuan: kesetiaan Yusuf saat susah/tidak membalas dendam; keberanian Musa membela kaum lemah/menolong; ketaatan Yosua menaati perintah/aturan).Menuliskan tepat 2 contoh perbuatan konkret sehari-hari yang sesuai dengan acuan keteladanan tokoh, namun 1 tokoh lainnya belum diisi atau tidak sesuai.Menuliskan lengkap 3 contoh perbuatan konkret sehari-hari yang tepat sesuai acuan keteladanan masing-masing tokoh (1 keteladanan Yusuf, 1 keteladanan Musa, dan 1 keteladanan Yosua).Menuliskan lebih dari 3 contoh perbuatan konkret sehari-hari yang sangat jelas, realistis, dan tepat meneladani kesetiaan Yusuf, keberanian Musa, serta ketaatan Yosua dalam hidup sehari-hari.

Refleksi Pertemuan:

Guru:

  • Apakah alokasi waktu tes lisan 2 menit per murid berjalan efektif dan tertib selama sesi berlangsung?
  • Apakah instrumen lembar refleksi dan rubrik lisan berhasil mengukur ketercapaian seluruh TP Bab 2 secara objektif?

Murid:

  • Tokoh Perjanjian Lama mana (Yusuf, Musa, atau Yosua) yang kisahnya paling menguatkan hatiku?
  • Tindakan baik apa yang paling siap aku lakukan mulai hari ini untuk meneladani tokoh tersebut?

SUMBER BELAJAR

  1. Alkitab: Kitab Kejadian 41:1-57
  2. Buku Panduan Guru Pendidikan Agama Katolik dan Budi Pekerti untuk SD Kelas III, Kemendikbudristek 2021, Bab 2 Hal. 37-43
  3. Buku Siswa Pendidikan Agama Katolik dan Budi Pekerti untuk SD Kelas III, Kemendikbudristek 2021, Bab 2 Hal. 21-31
  4. Set kartu alur peristiwa 'Jejak Langkah Yusuf' (4 kartu)
  5. Buku Panduan Guru Pendidikan Agama Katolik dan Budi Pekerti untuk SD Kelas III
  6. Buku Siswa Pendidikan Agama Katolik dan Budi Pekerti untuk SD Kelas III
  7. Alkitab Perjanjian Lama (Kitab Kejadian pasal 42-45)
  8. Set kartu alur peristiwa kisah Yusuf dan keluarganya
  9. Buku Panduan Guru Pendidikan Agama Katolik dan Budi Pekerti untuk SD Kelas III, Kemendikbudristek RI, 2021 (hlm. 46-53).
  10. Buku Siswa Pendidikan Agama Katolik dan Budi Pekerti untuk SD Kelas III, Kemendikbudristek RI, 2021 (hlm. 41-43).
  11. Kitab Suci Perjanjian Lama (Kitab Keluaran bab 14: penyeberangan Laut Teberau).
  12. Media kartu gambar berseri 4 babak kisah penyelamatan Musa.
  13. Buku Panduan Guru Pendidikan Agama Katolik dan Budi Pekerti untuk SD Kelas III, Kemendikbudristek, 2022
  14. Buku Siswa Pendidikan Agama Katolik dan Budi Pekerti untuk SD Kelas III, Kemendikbudristek, 2022
  15. Alkitab/Kitab Suci (Yosua 1:1-11)
  16. Gambar visual penyeberangan Sungai Yordan dan tongkat kecil untuk permainan estafet cerita
  17. Buku Siswa: Pendidikan Agama Katolik dan Budi Pekerti untuk SD Kelas III, Kemendikbudristek 2022 (Halaman 21-30)
  18. Buku Panduan Guru: Pendidikan Agama Katolik dan Budi Pekerti untuk SD Kelas III, Kemendikbudristek 2022 (Bab 2, Subbab Kisah Yusuf)
  19. Kitab Suci (Kejadian 41:1-57)
  20. Kartu gambar dan kartu skenario situasi tindakan teladan Yusuf
  21. Buku Panduan Guru Pendidikan Agama Katolik dan Budi Pekerti untuk SD Kelas III, Kemendikbudristek 2022.
  22. Buku Teks Pendidikan Agama Katolik dan Budi Pekerti untuk SD Kelas III, Kemendikbudristek 2022.
  23. Alkitab Perjanjian Lama (Kisah Keluaran dan Kisah Yosua).
  24. Lembar Kerja Murid: Kartu Situasi Keseharian Teladan Musa dan Yosua.
  25. Buku Panduan Guru Pendidikan Agama Katolik dan Budi Pekerti untuk SD Kelas III (Kemendikbudristek RI, 2022).
  26. Buku Siswa Pendidikan Agama Katolik dan Budi Pekerti untuk SD Kelas III (Kemendikbudristek RI, 2022).
  27. Alkitab Perjanjian Lama (Kisah Kejadian, Keluaran, Yosua).
  28. Lembar Refleksi Terstruktur Murid Bab 2.
  29. Tiga set Kartu Tokoh Undian Bercerita Lisan (Kartu 1 Yusuf, Kartu 2 Musa, Kartu 3 Yosua).

Lihat & unduh lengkap

Masuk pakai Google untuk membuka modul ajar bab ini secara penuh.

Apa isi bab ini?

Dokumen memuat seluruh pertemuan bab ini dalam satu berkas: tujuan pembelajaran per pertemuan, urutan kegiatan inti sesuai alokasi JP, pertanyaan pemantik, asesmen formatif, asesmen sumatif bab, rubrik, dan refleksi. Cocok dipakai sebagai persiapan tatap muka sekaligus lampiran supervisi.

Cara pakai bab ini

Unduh DOCX, lalu sesuaikan nama sekolah, kepala sekolah, dan NIP. Bagian kegiatan inti bisa Bapak/Ibu kurangi atau tambah sesuai karakter siswa di kelas; tujuan pembelajaran sebaiknya tetap selaras dengan ATP induk.