Modul AjarPertemuan 4Bab 1Fase BSemester 1

Modul Ajar Pendidikan Agama Katolik dan Budi Pekerti Kelas 3: Nasihat Santo Paulus: Melakukan yang Baik dan Menolak yang Jahat (Roma 12:9-12)

Modul Ajar ini disusun untuk satu pertemuan tatap muka mata pelajaran Pendidikan Agama Katolik dan Budi Pekerti kelas 3 dengan topik "Nasihat Santo Paulus: Melakukan yang Baik dan Menolak yang Jahat (Roma 12:9-12)". Dokumen mengikuti Alur Tujuan Pembelajaran (ATP) Kurikulum Merdeka, lengkap dengan tujuan, langkah kegiatan, dan asesmen ringkas.

MEJAGURU.ID - DOKUMEN MODUL AJAR

Modul Ajar Pendidikan Agama Katolik dan Budi Pekerti Kelas 3: Nasihat Santo Paulus: Melakukan yang Baik dan Menolak yang Jahat (Roma 12:9-12)

Pendidikan Agama Katolik dan Budi Pekerti - Kelas 3

Bab 1 - Pertemuan 4

MODUL AJAR

Pendidikan Agama Katolik dan Budi Pekerti — Kelas 3 (Fase B)

Topik: Nasihat Santo Paulus: Melakukan yang Baik dan Menolak yang Jahat (Roma 12:9-12)

INFORMASI UMUM

Mata PelajaranPendidikan Agama Katolik dan Budi Pekerti
Fase / KelasFase B / Kelas 3
TopikNasihat Santo Paulus: Melakukan yang Baik dan Menolak yang Jahat (Roma 12:9-12)
Alokasi Waktu2x35 menit
Jumlah Pertemuan1

TUJUAN PEMBELAJARAN

  1. Murid mampu menjelaskan isi nasihat Santo Paulus dalam Roma 12:9-12 tentang selalu melakukan yang baik dan menolak yang jahat sebagai pedoman bertumbuh dalam kebaikan.
  2. Murid mampu mengungkapkan rasa syukur kepada Tuhan atas kemampuan berbuat baik melalui doa pribadi sederhana.

PROFIL LULUSAN

DimensiDisasar
Keimanan dan Ketakwaan terhadap Tuhan Yang Maha Esa
Kewargaan
Penalaran Kritis
Kreativitas
Kolaborasi
Kemandirian
Kesehatan
Komunikasi

PERTANYAAN PEMANTIK

  1. Pernahkah kamu merasa ingin melakukan sesuatu yang buruk, tetapi kamu memilih untuk tidak melakukannya? Apa yang membuatmu memilih yang baik?
  2. Menurutmu, mengapa Tuhan ingin kita selalu berbuat baik kepada semua orang?
  3. Apa yang bisa kamu lakukan hari ini sebagai tanda bahwa kamu bersyukur atas kemampuan yang Tuhan berikan kepadamu?

KEGIATAN PEMBELAJARAN

Pertemuan 1

Pendahuluan:

  • Guru mengucapkan salam dan mengajak murid berdoa bersama dengan doa pembuka pembelajaran.
  • Guru melakukan presensi dan menanyakan kabar murid.
  • Guru melakukan asesmen awal diagnostik: mengajukan pertanyaan lisan, 'Siapa di antara kalian yang pernah membantu teman hari ini? Apa yang kalian lakukan?' Guru mencatat respons untuk memetakan pemahaman awal.
  • Guru menampilkan gambar atau ilustrasi sederhana dua situasi: anak yang menolong teman jatuh dan anak yang menertawakan teman yang jatuh. Guru bertanya, 'Mana yang lebih baik? Mengapa?'
  • Guru menyampaikan pertanyaan pemantik untuk memicu rasa ingin tahu: 'Tahukah kalian bahwa Santo Paulus punya nasihat khusus tentang berbuat baik yang tertulis di Kitab Suci?'
  • Guru menyampaikan tujuan pembelajaran hari ini dengan bahasa yang mudah dipahami anak kelas 3: 'Hari ini kita akan belajar tentang nasihat Santo Paulus agar kita makin semangat berbuat baik, dan kita akan bersyukur kepada Tuhan melalui doa.'

Kegiatan Inti:

Memahami (Berkesadaran, Bermakna):

  • Guru meminta murid membuka Buku Siswa halaman 15-16 dan mengamati ilustrasi yang ada di sana dengan tenang selama satu menit (berkesadaran — fokus penuh sebelum membaca).
  • Guru membacakan teks Roma 12:9-12 dengan suara jelas dan ekspresif: 'Hendaklah kasih itu jangan pura-pura. Jauhilah yang jahat dan lakukanlah yang baik. Hendaklah kamu saling mengasihi sebagai saudara dan saling mendahului dalam memberi hormat. Janganlah kerajinanmu kendor, biarlah rohmu menyala-nyala dan layanilah Tuhan. Bersukacitalah dalam pengharapan, sabarlah dalam kesesakan, dan bertekunlah dalam doa!'
  • Murid menyimak pembacaan, kemudian guru mengajak mereka membaca ulang bersama-sama satu kali dengan suara lantang.
  • Guru memberikan penjelasan singkat tentang isi nasihat Santo Paulus: bahwa kita dipanggil untuk menolak yang jahat, melakukan yang baik, saling mengasihi, dan tekun berdoa agar tetap bersemangat berbuat baik (bermakna — menghubungkan teks Kitab Suci dengan kehidupan sehari-hari).
  • Guru mengajukan pertanyaan pemahaman secara lisan: 'Apa yang dimaksud Santo Paulus dengan jauhilah yang jahat? Apa contohnya dalam kehidupan sehari-hari kalian di sekolah?' Beberapa murid diberi kesempatan menjawab.
  • Guru menuliskan kata-kata kunci di papan tulis: 'Jauhilah yang jahat', 'Lakukanlah yang baik', 'Saling mengasihi', 'Tekun berdoa'. Murid mencatat atau menyalin kata kunci tersebut di buku mereka.

Mengaplikasi (Bermakna, Menggembirakan):

  • Guru membagikan lembar kerja sederhana (atau mengarahkan ke Buku Siswa halaman 16) berupa tabel 'Perbuatan Baik yang Dapat Kulakukan Bersama Teman di Sekolah' dengan 5 baris kosong (menggembirakan — aktivitas menulis yang ringan dan positif).
  • Murid secara mandiri menuliskan minimal 3 perbuatan baik konkret yang bisa mereka lakukan bersama teman di sekolah, berdasarkan inspirasi dari nasihat Santo Paulus yang baru dipelajari (bermakna — menghubungkan nasihat Kitab Suci dengan tindakan nyata).
  • Setelah selesai menulis, guru mengajak murid berpasangan dengan teman sebangku untuk saling membacakan daftar perbuatan baik yang mereka tulis. Pasangan memberikan tanda bintang pada satu perbuatan baik yang paling mereka sukai dari daftar temannya (menggembirakan — interaksi positif antar teman).
  • Guru meminta 3-4 pasang murid secara sukarela untuk berbagi satu perbuatan baik pilihan mereka kepada seluruh kelas. Guru memberikan apresiasi verbal yang hangat atas setiap jawaban.
  • Guru meneguhkan: 'Semua perbuatan baik yang kalian tulis itu adalah cara kalian melaksanakan nasihat Santo Paulus dan perintah Tuhan. Tuhan senang melihat kalian berbuat baik!'

Merefleksi (Berkesadaran, Bermakna):

  • Guru mengajak murid untuk berhenti sejenak, duduk tegak, menutup mata sebentar, dan menarik napas dalam-dalam sebanyak tiga kali (berkesadaran — menenangkan diri untuk refleksi).
  • Guru membacakan tiga pertanyaan refleksi dengan suara lembut, memberi jeda setelah setiap pertanyaan agar murid merenungkannya dalam hati: 'Sudah rajinkah aku melakukan yang baik?'... 'Sudahkah aku mengembangkan kemampuan yang Tuhan berikan untuk berbuat baik?'... 'Perbuatan baik apa yang ingin aku lakukan minggu ini?'
  • Murid membuka mata dan menuliskan satu kalimat tekad pribadi di buku mereka, misalnya: 'Minggu ini aku akan ____________ sebagai wujud syukur atas kemampuan yang Tuhan berikan.' (bermakna — komitmen tindakan nyata sebagai buah pembelajaran).
  • Guru mengajak seluruh murid membaca bersama teks peneguhan dari Buku Siswa: 'Tuhan memberiku kemampuan untuk melakukan yang baik. Dengan berbuat baik berarti aku melaksanakan perintah Tuhan. Semakin rajin berbuat baik, hidupku akan semakin diberkati Tuhan.'
  • Guru menjelaskan bahwa rasa syukur atas kemampuan berbuat baik dapat kita ungkapkan melalui doa. Guru memberi contoh struktur doa syukur sederhana: (1) menyapa Tuhan, (2) mengucap syukur atas kemampuan berbuat baik, (3) memohon kekuatan untuk selalu berbuat baik, (4) penutup.
  • Murid secara mandiri menulis doa syukur pribadi yang singkat (3-4 kalimat) di buku mereka, mengikuti struktur yang dicontohkan guru (bermakna — doa sebagai ungkapan iman yang personal dan autentik).

Penutup:

  • Guru mengajak beberapa murid secara sukarela untuk membacakan doa syukur yang telah mereka tulis kepada seluruh kelas sebagai bentuk berbagi dan saling menguatkan.
  • Guru memimpin doa penutup pembelajaran, bisa menggunakan salah satu doa syukur yang ditulis murid atau doa yang sudah dikenal bersama.
  • Guru melakukan asesmen akhir lisan singkat: mengajukan dua pertanyaan penutup, 'Apa satu hal penting yang kamu pelajari hari ini tentang nasihat Santo Paulus?' dan 'Bagaimana cara kamu mengucap syukur kepada Tuhan atas kemampuan berbuat baik?'
  • Guru memberikan pesan moral penutup: 'Ingat, Tuhan sudah memberi kita kemampuan untuk berbuat baik. Tugas kita adalah menggunakannya setiap hari dengan penuh semangat, seperti nasihat Santo Paulus: jangan biarkan semangatmu kendor!'
  • Guru mengingatkan murid untuk mempraktikkan minimal satu perbuatan baik dari daftar yang mereka tulis sebelum pertemuan berikutnya.
  • Guru menutup kelas dengan salam.

Diferensiasi:

  • Konten: Untuk murid yang belum lancar membaca, guru menyediakan teks Roma 12:9-12 dalam versi lebih pendek dan sederhana (hanya ayat kunci: 'Jauhilah yang jahat dan lakukanlah yang baik') yang dicetak atau ditulis di kartu kecil. Untuk murid cepat, guru menyediakan pertanyaan pengayaan tambahan: 'Tuliskan perbedaan antara kasih yang pura-pura dan kasih yang sungguh-sungguh menurut Santo Paulus.'
  • Proses: Untuk murid yang membutuhkan dukungan lebih, guru mendampingi secara individual atau berpasangan saat mengisi tabel perbuatan baik, memberikan contoh verbal terlebih dahulu. Untuk murid cepat, mereka dapat membuat tabel yang lebih lengkap (5 perbuatan baik) dan diminta mengelompokkan perbuatan baik tersebut berdasarkan tempat: di sekolah, di rumah, dan di lingkungan sekitar.
  • Produk: Murid yang memerlukan dukungan dapat menuliskan doa syukur dalam 2 kalimat saja dengan bantuan template yang disediakan guru. Murid yang sudah berkembang dapat menulis doa syukur lebih panjang (5-6 kalimat) dan menghiasinya dengan gambar sederhana sebagai bentuk ekspresi kreatif.

ASESMEN

Awal:

  • Pertanyaan lisan diagnostik di awal pembelajaran: 'Siapa yang pernah membantu teman hari ini? Apa yang kamu lakukan?' untuk memetakan pemahaman awal murid tentang berbuat baik.
  • Tanya jawab singkat menggunakan gambar dua situasi (anak menolong vs. anak menertawakan) untuk mengecek kemampuan murid membedakan perbuatan baik dan buruk sebelum masuk ke teks Kitab Suci.

Proses:

  • Pertanyaan pemahaman lisan saat tahap Memahami: 'Apa yang dimaksud Santo Paulus dengan jauhilah yang jahat? Apa contohnya?' — guru menilai kelengkapan dan ketepatan jawaban.
  • Observasi dan catatan anekdot saat murid mengisi tabel perbuatan baik: apakah contoh yang dituliskan konkret, relevan, dan terinspirasi dari nasihat Santo Paulus.
  • Penilaian diri sebaya (peer assessment) saat kegiatan berpasangan: murid memberi tanda bintang pada satu perbuatan baik terbaik dari daftar temannya, melatih kemampuan penilaian kritis sederhana.

Akhir:

  • Pertanyaan lisan penutup: 'Apa satu hal penting yang kamu pelajari tentang nasihat Santo Paulus?' dan 'Bagaimana cara kamu mengucap syukur kepada Tuhan atas kemampuan berbuat baik?' — dinilai berdasarkan kelengkapan dan kedalaman jawaban.
  • Rubrik penilaian tulisan doa syukur pribadi: dinilai berdasarkan aspek kelengkapan struktur doa, ketulusan ungkapan syukur, dan kesesuaian isi dengan materi Roma 12:9-12.
  • Rubrik penilaian tabel perbuatan baik: dinilai berdasarkan jumlah butir, kekonkretan, dan kesesuaian dengan nasihat Santo Paulus.

Formatif:

  • Pertanyaan lisan selama kegiatan Memahami untuk mengecek pemahaman murid terhadap isi Roma 12:9-12.
  • Observasi saat murid berdiskusi berpasangan dan berbagi daftar perbuatan baik (aktivitas Mengaplikasi).
  • Pengamatan guru terhadap proses murid menulis tekad pribadi dan doa syukur selama kegiatan Merefleksi.

Sumatif:

  • Lembar kerja tabel 'Perbuatan Baik yang Dapat Kulakukan Bersama Teman di Sekolah' (minimal 3 butir konkret).
  • Tulisan doa syukur pribadi sederhana yang memuat ungkapan terima kasih kepada Tuhan atas kemampuan berbuat baik dan permohonan kekuatan untuk terus berbuat baik.

RUBRIK PENILAIAN

AspekBelum BerkembangMulaiBerkembangSangat Berkembang
Pemahaman isi nasihat Santo Paulus (Roma 12:9-12)Murid belum dapat menyebutkan isi nasihat Santo Paulus meskipun dengan bantuan guru.Murid dapat menyebutkan satu poin nasihat Santo Paulus (misalnya hanya 'jauhilah yang jahat') dengan bantuan pertanyaan pancingan dari guru.Murid dapat menjelaskan dua atau lebih poin nasihat Santo Paulus (misalnya: menolak yang jahat, melakukan yang baik, saling mengasihi) dengan kalimatnya sendiri secara mandiri.Murid dapat menjelaskan isi nasihat Santo Paulus secara lengkap dan mengaitkannya dengan contoh perbuatan baik nyata dalam kehidupan sehari-hari di sekolah atau rumah tanpa bantuan guru.
Kemampuan menuliskan perbuatan baik konkret sesuai nasihat Santo PaulusMurid tidak dapat menuliskan perbuatan baik atau hanya menuliskan satu contoh yang tidak relevan meskipun sudah diberi bimbingan.Murid dapat menuliskan 1-2 perbuatan baik yang konkret dengan bantuan contoh dari guru atau teman.Murid dapat menuliskan 3-4 perbuatan baik yang konkret, relevan, dan berkaitan dengan nasihat Santo Paulus secara mandiri.Murid dapat menuliskan 5 atau lebih perbuatan baik yang konkret, beragam (di sekolah, rumah, atau lingkungan), dan secara jelas mencerminkan semangat nasihat Santo Paulus untuk melayani Tuhan melalui perbuatan baik.
Ungkapan rasa syukur melalui doa pribadi sederhanaMurid tidak dapat menulis doa atau hanya menulis kalimat yang tidak berkaitan dengan rasa syukur atas kemampuan berbuat baik.Murid dapat menulis doa 1-2 kalimat yang mengungkapkan rasa syukur, namun belum mengandung permohonan kekuatan untuk terus berbuat baik, dengan bantuan template dari guru.Murid dapat menulis doa 3-4 kalimat yang memuat sapaan kepada Tuhan, ungkapan syukur atas kemampuan berbuat baik, dan permohonan kekuatan secara mandiri.Murid dapat menulis doa yang lengkap dan personal (5 kalimat atau lebih), mencakup sapaan, ungkapan syukur yang spesifik, permohonan kekuatan, dan tekad untuk berbuat baik, diungkapkan dengan bahasa yang tulus dan penuh iman.

REFLEKSI

Refleksi Guru:

  • Apakah seluruh murid dapat memahami isi nasihat Santo Paulus dalam Roma 12:9-12? Kelompok mana yang masih memerlukan pendampingan lebih lanjut?
  • Apakah metode tanya jawab dan penugasan menulis tabel perbuatan baik cukup efektif untuk membantu murid menghubungkan teks Kitab Suci dengan kehidupan nyata mereka?
  • Apakah alokasi waktu yang direncanakan terlaksana dengan baik? Bagian mana yang membutuhkan penyesuaian waktu di pertemuan berikutnya?
  • Apakah kegiatan menulis doa syukur berhasil memfasilitasi murid untuk mengungkapkan imannya secara personal dan autentik?

Refleksi Murid:

  • Sudah rajinkah saya melakukan yang baik kepada teman-teman di sekolah? Perbuatan baik apa yang ingin saya tingkatkan?
  • Apa satu nasihat Santo Paulus yang paling berkesan bagiku hari ini, dan mengapa?
  • Bagaimana perasaanku setelah menulis doa syukur kepada Tuhan? Apakah aku merasa lebih dekat dengan Tuhan?

SUMBER BELAJAR

  1. Buku Siswa Pendidikan Agama Katolik dan Budi Pekerti untuk SD Kelas III (Kemendikbudristek, 2021), halaman 14-16
  2. Buku Panduan Guru Pendidikan Agama Katolik dan Budi Pekerti untuk SD Kelas III (Susi Bonardy & Yenny Suria, Kemendikbudristek, 2021)
  3. Alkitab / Kitab Suci: Roma 12:9-12
  4. Gambar ilustrasi dua situasi (perbuatan baik vs. perbuatan buruk) — dapat dibuat guru atau diunduh dari sumber terpercaya
  5. Lembar kerja tabel 'Perbuatan Baik yang Dapat Kulakukan Bersama Teman di Sekolah' (dapat dibuat sendiri oleh guru atau menggunakan halaman buku siswa)
  6. Papan tulis dan spidol/kapur untuk menuliskan kata-kata kunci nasihat Santo Paulus

Lihat & unduh lengkap

Masuk pakai Google untuk membuka modul ajar pertemuan ini secara penuh.

Apa isi pertemuan ini?

Dokumen mencakup tujuan pembelajaran terpilih, urutan kegiatan inti yang sudah disesuaikan dengan alokasi JP, serta pertanyaan pemantik dan asesmen formatif singkat. Cocok dipakai sebagai bahan persiapan tatap muka maupun lampiran supervisi.

Cara pakai pertemuan ini

Unduh DOCX, lalu sesuaikan nama sekolah, kepala sekolah, dan NIP. Bagian kegiatan inti bisa Bapak/Ibu kurangi atau tambah sesuai karakter siswa di kelas; tujuan pembelajaran sebaiknya tetap selaras dengan ATP induk.