MODUL AJAR Pendidikan Agama Katolik dan Budi Pekerti — Kelas 3 (Fase B) Topik: Tuhan Memberkati Pertumbuhan dan Perkembanganku: Usaha Merawat Diri dan Rajin Belajar INFORMASI UMUM| Mata Pelajaran | Pendidikan Agama Katolik dan Budi Pekerti |
|---|
| Fase / Kelas | Fase B / Kelas 3 |
|---|
| Topik | Tuhan Memberkati Pertumbuhan dan Perkembanganku: Usaha Merawat Diri dan Rajin Belajar |
|---|
| Alokasi Waktu | 2x35 menit |
|---|
| Jumlah Pertemuan | 1 |
|---|
TUJUAN PEMBELAJARAN- Murid mampu menjelaskan cara-cara merawat pertumbuhan diri yang baik (makan bergizi, olahraga, belajar, berlatih) sebagai wujud syukur atas anugerah Tuhan.
- Murid mampu menunjukkan sikap taat pada nasihat orang tua dan guru sebagai bagian dari upaya bertumbuh dan berkembang sesuai kehendak Allah.
PROFIL LULUSAN| Dimensi | Disasar |
|---|
| Keimanan dan Ketakwaan terhadap Tuhan Yang Maha Esa | ✓ | | Kewargaan | | | Penalaran Kritis | ✓ | | Kreativitas | ✓ | | Kolaborasi | | | Kemandirian | ✓ | | Kesehatan | ✓ | | Komunikasi | |
PERTANYAAN PEMANTIK- Menurutmu, mengapa tubuhmu bisa terus tumbuh besar dan pikiranmu semakin pintar dari hari ke hari?
- Apa saja yang kamu lakukan setiap hari agar tubuh dan pikiranmu sehat dan kuat? Siapa yang mengajarimu melakukan hal itu?
- Kalau Tuhan sudah memberikan tubuh dan kemampuan yang sehat kepadamu, kira-kira apa yang harus kamu lakukan sebagai tanda syukur?
KEGIATAN PEMBELAJARANPertemuan 1Pendahuluan:- Guru mengucapkan salam dan menyapa murid dengan hangat, kemudian mengajak murid berdoa bersama menggunakan doa dari Buku Siswa: 'Ya Tuhan Yesus Yang Mahabaik, kami bersyukur karena diberi anugerah untuk bertumbuh dan berkembang. Bimbinglah kami dalam belajar dan berlatih agar dapat bertumbuh dan berkembang dalam kebaikan. Amin.'
- Guru memeriksa kehadiran murid dan memastikan suasana kelas kondusif dan menyenangkan.
- Asesmen awal (diagnostik): Guru mengajukan 2 pertanyaan lisan kepada seluruh kelas — (1) 'Siapa yang tadi pagi sudah sarapan dengan makanan bergizi?' (2) 'Siapa yang kemarin belajar di rumah sebelum tidur?' — dan meminta murid mengangkat tangan. Guru mencatat secara informal untuk memetakan kebiasaan awal murid.
- Guru menampilkan atau menggambar di papan tulis dua gambar sederhana: anak yang tampak sehat dan ceria vs. anak yang tampak lesu dan kurang terawat, lalu bertanya pertanyaan pemantik kepada beberapa murid secara bergantian.
- Guru menyampaikan tujuan pembelajaran pertemuan ini dengan bahasa yang mudah dipahami: 'Hari ini kita akan belajar cara-cara merawat diri kita dengan baik sebagai tanda syukur kepada Tuhan, dan kita juga akan belajar mengapa taat kepada nasihat orang tua dan guru itu penting.'
Kegiatan Inti:Memahami (Berkesadaran, Bermakna):- Guru mengajak murid membuka Buku Siswa bagian 'A. Aku Dapat Tumbuh dan Berkembang' dan bersama-sama membaca teks dengan nyaring secara bergiliran (teknik membaca bergilir).
- Guru meminta murid mengamati gambar atau ilustrasi yang ada di buku tentang kegiatan anak-anak (makan, olahraga, belajar, berlatih) dan bertanya: 'Kegiatan mana yang sudah rutin kamu lakukan? Kegiatan mana yang masih perlu kamu tingkatkan?' (Berkesadaran — murid diajak menyadari kondisi dirinya sendiri).
- Guru menjelaskan konsep utama menggunakan papan tulis atau kartu gambar: empat pilar merawat pertumbuhan diri — (1) Makan Bergizi, (2) Olahraga, (3) Rajin Belajar, (4) Berlatih Keterampilan — dan menghubungkan setiap pilar dengan ungkapan syukur kepada Tuhan sebagai Pencipta.
- Guru membacakan atau menampilkan kutipan Roma 12:9 secara sederhana: 'Lakukanlah yang baik dan jauhilah yang buruk,' lalu menjelaskan bahwa merawat diri dengan baik adalah salah satu bentuk nyata 'melakukan yang baik' sesuai nasihat Santo Paulus. (Bermakna — murid menghubungkan tindakan sehari-hari dengan nilai iman).
- Guru bertanya kepada kelas: 'Siapa saja di sekitar kalian yang sering menasihati kalian untuk makan bergizi, rajin belajar, dan berolahraga?' Murid menyebutkan (orang tua, guru, kakek/nenek, dll.). Guru menegaskan bahwa nasihat mereka adalah cara Tuhan menjaga kita agar tumbuh dan berkembang dengan baik.
- Guru memberikan peneguhan: 'Tubuh, pikiran, dan perasaan kita akan terus bertumbuh dan berkembang. Tuhan ingin agar kita bertumbuh menjadi anak sehat, cerdas, dan bijaksana seperti Yesus.'
Mengaplikasi (Menggembirakan, Bermakna):- Guru membagikan lembar kerja 'Jadwal Harianku' — selembar kertas berisi tabel sederhana 7 hari (Senin–Minggu) dengan kolom waktu pagi, siang, sore, dan malam. (Menggembirakan — murid bebas menghias jadwal dengan gambar atau warna).
- Murid secara mandiri mengisi jadwal belajar dan kegiatan merawat diri di rumah (contoh: jam berapa olahraga, jam berapa belajar, jam berapa tidur). Guru berkeliling memberikan bimbingan dan dorongan positif.
- Setelah selesai, guru mengajak 3–4 murid untuk mempresentasikan jadwal mereka di depan kelas secara singkat: 'Ceritakan satu kegiatan di jadwalmu yang paling kamu sukai dan mengapa.' (Bermakna — murid menghubungkan jadwal dengan nilai merawat diri sebagai syukur).
- Guru mengajak seluruh kelas memberi tepuk tangan semangat setelah setiap murid presentasi. (Menggembirakan — membangun suasana positif dan saling menghargai).
- Di bagian bawah lembar jadwal, murid menuliskan satu kalimat doa permohonan: 'Ya Tuhan, berkati aku agar dapat... (murid melengkapi sendiri).' Ini menghubungkan aksi nyata dengan dimensi iman.
Merefleksi (Berkesadaran, Bermakna):- Guru mengajak murid membaca bersama kalimat refleksi dari Buku Siswa: 'Sudahkah saya taat pada orang tua dan guru yang berusaha menolongku untuk bertumbuh dan berkembang?' Guru memberikan jeda hening sekitar 30 detik agar murid benar-benar merenungkan pertanyaan ini dalam hati. (Berkesadaran — momen hening untuk refleksi diri).
- Guru membagikan 'Kartu Refleksi' kecil berbentuk hati. Murid menuliskan atau menggambar dua hal: (1) Satu kebiasaan merawat diri yang sudah mereka lakukan dengan baik sebagai tanda syukur kepada Tuhan. (2) Satu nasihat orang tua atau guru yang akan mereka coba taati mulai hari ini. (Bermakna — menghubungkan refleksi dengan komitmen nyata).
- Guru meminta 2–3 murid secara sukarela berbagi isi kartu refleksinya. Guru memberikan umpan balik positif dan peneguhan.
- Guru menyimpulkan pelajaran dengan kalimat peneguhan: 'Ketika kalian makan bergizi, olahraga, rajin belajar, dan taat pada nasihat orang tua dan guru, kalian sedang bersyukur kepada Tuhan dan bertumbuh sesuai kehendak-Nya — seperti Yesus yang tumbuh dalam hikmat dan kasih.' Kartu Refleksi dikumpulkan sebagai bahan asesmen proses.
Penutup:- Guru mengajak murid merapikan buku dan lembar kerja mereka, kemudian bersama-sama membacakan kalimat peneguhan dari Buku Siswa: 'Aku akan berusaha dan berdoa agar Tuhan memberkatiku menjadi anak sehat, cerdas, dan bijaksana, seperti Yesus.'
- Guru memberikan umpan balik singkat tentang pembelajaran hari ini: menyebutkan hal-hal baik yang diamati dari keterlibatan murid selama kegiatan.
- Guru menyampaikan tindak lanjut: 'Simpan jadwal belajarmu di tempat yang mudah kamu lihat, misalnya di meja belajar atau di pintu kamar. Cobalah ikuti jadwalmu mulai malam ini, dan ceritakan kepada orang tuamu tentang jadwal yang sudah kamu buat.'
- Guru menutup pelajaran dengan doa penutup bersama, dipimpin oleh salah satu murid secara sukarela.
- Guru mengucapkan salam penutup.
Diferensiasi:- Konten: Untuk murid yang belum lancar membaca: guru menyediakan kartu gambar bergambar aktivitas merawat diri (gambar piring makanan bergizi, gambar anak berlari, gambar anak belajar, gambar anak tidur cukup) sehingga mereka bisa memahami konsep tanpa harus membaca teks panjang. Untuk murid yang sudah cakap membaca: guru menyediakan teks tambahan berupa kutipan Lukas 2:52 ('Yesus makin bertambah hikmat-Nya dan besar-Nya, dan makin dikasihi oleh Allah dan manusia') sebagai bahan pengayaan untuk dikaitkan dengan topik.
- Proses: Saat mengisi Jadwal Harian, murid yang membutuhkan dukungan lebih dapat menggunakan template jadwal yang sudah sebagian terisi (tinggal melengkapi) atau bekerja berdampingan dengan teman sebangku. Murid yang lebih cepat selesai diminta menambahkan kolom 'Alasan' di jadwalnya — mengapa kegiatan itu penting — untuk melatih penalaran kritis.
- Produk: Murid yang belum bisa menulis lancar dapat menggambar jadwal kegiatannya dalam bentuk gambar berseri sederhana (pagi: gambar nasi, siang: gambar buku, sore: gambar sepatu olahraga, malam: gambar tidur). Murid yang sudah mampu dapat membuat jadwal lebih lengkap dan menambahkan kalimat doa yang lebih panjang di bagian bawah jadwal.
ASESMENAwal:- Pertanyaan lisan di awal pendahuluan: guru menanyakan secara serentak siapa yang sudah sarapan bergizi dan siapa yang belajar di rumah kemarin — murid mengangkat tangan. Tujuannya untuk memetakan kebiasaan awal dan kesiapan belajar secara informal tanpa memberikan nilai.
- Pertanyaan pemantik dua arah: guru mengajukan pertanyaan 'Apa yang membuat tubuhmu bisa tumbuh besar?' dan mendengarkan jawaban murid untuk mendeteksi pemahaman awal tentang kaitan pertumbuhan dengan perawatan diri dan peran Tuhan.
Proses:- Observasi selama tahap Memahami: guru mencatat murid yang aktif menjawab, ragu-ragu, atau diam — digunakan untuk menentukan siapa yang perlu pendampingan tambahan.
- Cek hasil pengisian Jadwal Harian secara berkeliling saat murid mengerjakan: guru memberikan umpan balik langsung (pujian atau pertanyaan lanjutan) untuk mendorong perbaikan di tempat.
- Kartu Refleksi yang dikumpulkan di akhir tahap Merefleksi: guru membaca dan mengidentifikasi apakah murid sudah menghubungkan kebiasaan merawat diri dengan nilai syukur dan ketaatan.
Akhir:- Tes lisan 2 pertanyaan di penutup kepada beberapa murid secara acak sebagai sampel representatif kelas (TP 3.1.2.1 dan TP 3.1.2.2).
- Penilaian produk Jadwal Harian menggunakan rubrik 4 level: mencakup aspek kelengkapan isi, kesesuaian dengan tema merawat diri dan belajar, serta kehadiran kalimat doa sebagai ekspresi syukur.
Formatif:- Observasi partisipasi murid selama diskusi dan tanya jawab pada tahap Memahami: apakah murid dapat menyebutkan minimal 2 cara merawat diri dan menghubungkannya dengan syukur kepada Tuhan.
- Penilaian Jadwal Harian pada tahap Mengaplikasi: kelengkapan dan kesesuaian isi jadwal dengan topik merawat diri dan belajar.
- Kartu Refleksi pada tahap Merefleksi: murid mampu menuliskan/menggambar satu kebiasaan syukur dan satu nasihat yang akan ditaati.
Sumatif:- Tes lisan singkat di penutup: guru mengajukan 2 pertanyaan kepada beberapa murid secara acak — (1) 'Sebutkan tiga cara merawat pertumbuhan diri yang baik sebagai tanda syukur kepada Tuhan!' (2) 'Mengapa kita perlu taat pada nasihat orang tua dan guru?'
- Hasil Jadwal Harian yang sudah dilengkapi dengan kalimat doa dikumpulkan sebagai produk akhir yang dinilai menggunakan rubrik.
RUBRIK PENILAIAN| Aspek | Belum Berkembang | Mulai | Berkembang | Sangat Berkembang |
|---|
| Menjelaskan cara merawat pertumbuhan diri (TP 3.1.2.1) | Murid tidak dapat menyebutkan cara merawat pertumbuhan diri, atau jawaban tidak relevan dengan topik. | Murid dapat menyebutkan 1 cara merawat diri (misalnya hanya 'makan'), tetapi belum menghubungkannya dengan syukur kepada Tuhan. | Murid dapat menyebutkan 2–3 cara merawat diri (makan bergizi, olahraga, belajar, berlatih) dan mulai menghubungkannya dengan anugerah Tuhan secara sederhana. | Murid dapat menyebutkan 4 cara merawat diri dengan jelas dan menjelaskan bahwa kebiasaan tersebut adalah wujud syukur atas anugerah Tuhan, disertai contoh konkret dari kehidupan sehari-hari. | | Menunjukkan sikap taat pada nasihat orang tua dan guru (TP 3.1.2.2) | Murid tidak dapat menjelaskan hubungan antara taat pada nasihat orang tua/guru dengan pertumbuhan sesuai kehendak Allah. | Murid menyebutkan bahwa taat pada orang tua/guru itu baik, tetapi tidak dapat menjelaskan alasan atau kaitannya dengan kehendak Allah. | Murid dapat menjelaskan bahwa taat pada nasihat orang tua dan guru membantu dirinya bertumbuh dan berkembang, dan mengakui pentingnya sikap tersebut. | Murid dapat menjelaskan dengan kalimat sendiri bahwa taat pada nasihat orang tua dan guru adalah bagian dari menjalankan kehendak Allah, dan menyebutkan contoh nasihat nyata yang akan mereka taati. | | Kualitas produk Jadwal Harian | Jadwal tidak diisi atau hanya berisi 1 kegiatan tanpa kalimat doa. | Jadwal diisi sebagian (2–3 hari) dengan kegiatan yang belum sepenuhnya relevan dengan merawat diri/belajar; kalimat doa tidak ada atau tidak selesai. | Jadwal diisi untuk sebagian besar hari (4–6 hari) dengan kegiatan merawat diri dan belajar yang relevan; terdapat kalimat doa meski sederhana. | Jadwal diisi lengkap untuk 7 hari dengan variasi kegiatan merawat diri dan belajar yang relevan dan teratur; kalimat doa ditulis dengan sungguh-sungguh dan mencerminkan niat bertumbuh sesuai kehendak Tuhan. |
REFLEKSIRefleksi Guru:- Apakah kegiatan pembelajaran hari ini berhasil membantu murid menghubungkan cara merawat diri dengan nilai syukur kepada Tuhan? Bagaimana saya tahu?
- Apakah semua murid terlibat aktif selama kegiatan? Siapa yang tampak kurang terlibat dan apa yang bisa saya lakukan pada pertemuan berikutnya untuk menjangkau mereka?
- Apakah diferensiasi yang saya terapkan sudah cukup membantu murid dengan kebutuhan berbeda untuk mencapai tujuan pembelajaran?
- Apakah alokasi waktu untuk setiap tahap (Memahami, Mengaplikasi, Merefleksi) sudah proporsional? Bagian mana yang perlu diperpanjang atau dipersingkat?
Refleksi Murid:- Apa satu hal baru yang kamu pelajari hari ini tentang cara merawat diri sebagai tanda syukur kepada Tuhan?
- Dari kegiatan makan bergizi, olahraga, belajar, dan berlatih — mana yang paling mudah kamu lakukan? Mana yang paling perlu kamu tingkatkan?
- Apakah ada nasihat orang tua atau guru yang selama ini belum kamu taati dengan sungguh-sungguh? Apa yang akan kamu lakukan mulai hari ini?
SUMBER BELAJAR- Buku Siswa Pendidikan Agama Katolik dan Budi Pekerti untuk SD Kelas III — Susi Bonardy & Yenny Suria (Kemdikbudristek, 2022), ISBN: 978-602-244-596-8
- Buku Panduan Guru Pendidikan Agama Katolik dan Budi Pekerti untuk SD Kelas III — Susi Bonardy & Yenny Suria (Kemdikbudristek, 2021), ISBN: 978-602-244-567-8
- Alkitab: Roma 12:9 dan Lukas 2:52 (untuk pengayaan)
- Kartu gambar aktivitas merawat diri buatan guru (makan bergizi, olahraga, belajar, tidur cukup) — dapat digambar tangan atau dicetak
- Lembar kerja Jadwal Harian (template tabel 7 hari dengan kolom waktu — pagi, siang, sore, malam — beserta ruang kalimat doa di bagian bawah)
- Kartu Refleksi berbentuk hati (kertas kecil yang dibagikan kepada setiap murid)
- Papan tulis dan spidol/kapur untuk visualisasi empat pilar merawat diri
- Alat tulis dan alat warna untuk murid (menghias jadwal dan kartu refleksi)
|