Modul AjarPertemuan 1Bab 1Fase BSemester 1

Modul Ajar Pendidikan Agama Katolik dan Budi Pekerti Kelas 3: Aku Tumbuh dan Berkembang: Mengenal Pertumbuhan Fisik dan Kemampuan Diri

Modul Ajar ini disusun untuk satu pertemuan tatap muka mata pelajaran Pendidikan Agama Katolik dan Budi Pekerti kelas 3 dengan topik "Aku Tumbuh dan Berkembang: Mengenal Pertumbuhan Fisik dan Kemampuan Diri". Dokumen mengikuti Alur Tujuan Pembelajaran (ATP) Kurikulum Merdeka, lengkap dengan tujuan, langkah kegiatan, dan asesmen ringkas.

MEJAGURU.ID - DOKUMEN MODUL AJAR

Modul Ajar Pendidikan Agama Katolik dan Budi Pekerti Kelas 3: Aku Tumbuh dan Berkembang: Mengenal Pertumbuhan Fisik dan Kemampuan Diri

Pendidikan Agama Katolik dan Budi Pekerti - Kelas 3

Bab 1 - Pertemuan 1

MODUL AJAR

Pendidikan Agama Katolik dan Budi Pekerti — Kelas 3 (Fase B)

Topik: Aku Tumbuh dan Berkembang: Mengenal Pertumbuhan Fisik dan Kemampuan Diri

INFORMASI UMUM

Mata PelajaranPendidikan Agama Katolik dan Budi Pekerti
Fase / KelasFase B / Kelas 3
TopikAku Tumbuh dan Berkembang: Mengenal Pertumbuhan Fisik dan Kemampuan Diri
Alokasi Waktu2x35 menit
Jumlah Pertemuan1

TUJUAN PEMBELAJARAN

  1. Murid mampu menjelaskan proses pertumbuhan dan perkembangan dirinya dari bayi hingga sekarang berdasarkan pengamatan gambar dan pengalaman pribadi.
  2. Murid mampu menyebutkan perubahan kemampuan fisik yang dialaminya seiring bertambahnya usia sebagai anugerah Tuhan.

PROFIL LULUSAN

DimensiDisasar
Keimanan dan Ketakwaan terhadap Tuhan Yang Maha Esa
Kewargaan
Penalaran Kritis
Kreativitas
Kolaborasi
Kemandirian
Kesehatan
Komunikasi

PERTANYAAN PEMANTIK

  1. Apakah kalian masih ingat apa yang bisa kalian lakukan saat masih bayi dibandingkan sekarang?
  2. Apa saja perubahan pada tubuh dan kemampuanmu yang paling kamu syukuri sejak kecil hingga sekarang?
  3. Mengapa kita perlu berterima kasih kepada Tuhan atas pertumbuhan dan perkembangan yang kita alami?

KEGIATAN PEMBELAJARAN

Pertemuan 1

Pendahuluan:

  • Guru mengucapkan salam dan menyapa murid dengan hangat, lalu meminta ketua kelas memimpin doa pembuka: 'Ya Tuhan Yesus Yang Mahabaik, kami bersyukur karena diberi anugerah untuk bertumbuh dan berkembang. Bimbinglah kami dalam belajar dan berlatih agar dapat bertumbuh dan berkembang dalam kebaikan. Amin.'
  • Guru melakukan presensi dan menanyakan kondisi murid hari ini.
  • Asesmen Awal (Diagnostik): Guru meminta murid menjawab secara lisan dua pertanyaan cepat — (1) 'Sebutkan satu hal yang sudah bisa kamu lakukan sekarang tapi dulu belum bisa!', (2) 'Menurutmu, siapakah yang memberi kemampuan itu kepadamu?' — untuk memetakan pemahaman awal.
  • Guru menyampaikan pertanyaan pemantik secara lisan dan memberi waktu murid berpikir sejenak sebelum merespons.
  • Guru menyampaikan tujuan pembelajaran pertemuan ini: murid akan belajar menjelaskan proses pertumbuhan diri dari bayi hingga sekarang dan menyebutkan perubahan kemampuan fisiknya sebagai anugerah Tuhan.
  • Guru menampilkan gambar seri anak dari bayi hingga usia sekolah (dari Buku Siswa) di papan atau layar sebagai pengantar visual.

Kegiatan Inti:

Memahami (Berkesadaran, Bermakna):

  • Guru mengajak murid mengamati dengan seksama tiga gambar seri di Buku Siswa yang menunjukkan tahap pertumbuhan anak (bayi, balita, anak kelas 3). Murid diminta memperhatikan perubahan ukuran tubuh dan kemampuan yang ditampilkan setiap gambar.
  • Guru memberikan narasi pengantar: 'Ketika masih bayi, kemampuan kita sangat terbatas — belum bisa berjalan, belum bisa bicara dengan lancar. Namun dengan bertambahnya usia, kemampuan kita terus bertambah, seperti yang kalian lihat pada gambar ini.'
  • Guru mengajukan pertanyaan pendalaman secara klasikal untuk membangun pemahaman bermakna: (a) 'Apa perbedaan kemampuan anak pada gambar 1, 2, dan 3?', (b) 'Apa saja kemampuan yang belum bisa kamu lakukan sebelum bersekolah, tapi sekarang sudah bisa?', (c) 'Apa yang harus dilakukan agar tubuh tumbuh sehat dan kuat?', (d) 'Apa yang harus dilakukan agar kemampuan terus bertambah?'
  • Murid diberi kesempatan menjawab dan menanggapi secara bergantian. Guru mendorong keberanian bicara dengan suasana aman dan tidak menghakimi jawaban.
  • Guru merangkum pemahaman: pertumbuhan fisik (tinggi, berat badan) dan perkembangan kemampuan (berjalan, berbicara, membaca, berhitung) adalah proses yang berlangsung bertahap dari bayi hingga sekarang, dan semuanya adalah anugerah Tuhan yang harus disyukuri.

Mengaplikasi (Menggembirakan, Bermakna):

  • Guru membagikan lembar kerja sederhana 'Perjalanan Tumbuhku' kepada setiap murid. Lembar ini berisi dua kolom: (1) 'Dulu aku belum bisa…' dan (2) 'Sekarang aku sudah bisa…'.
  • Murid mengisi lembar kerja secara mandiri berdasarkan pengalaman pribadi mereka, menuliskan minimal tiga perubahan kemampuan fisik (contoh: dulu belum bisa berlari kencang — sekarang sudah bisa; dulu belum bisa menulis — sekarang sudah bisa).
  • Setelah selesai mengisi, guru meminta 3-4 murid secara sukarela berbagi cerita singkat tentang pengalaman pertumbuhan mereka di depan kelas. Murid lain menyimak dan boleh memberi respons singkat seperti 'Aku juga!' untuk membangun keterlibatan yang menyenangkan.
  • Guru mengaitkan hasil cerita murid dengan pesan iman: 'Kemampuan yang kalian ceritakan tadi bukan datang begitu saja. Semuanya adalah anugerah Tuhan. Tuhan ingin kita tumbuh sehat, cerdas, dan bijaksana seperti Yesus.'
  • Guru menuliskan di papan tulis satu frasa kunci dari Buku Siswa: 'Kemampuan untuk tumbuh dan berkembang adalah anugerah Tuhan yang harus dipelihara dengan baik.' Murid membacanya bersama-sama dengan lantang.

Merefleksi (Berkesadaran, Bermakna):

  • Guru mengajak murid hening sejenak (±1 menit) sambil memejamkan mata dan membayangkan diri mereka saat masih bayi, lalu perlahan membayangkan diri mereka sekarang yang sudah mampu banyak hal.
  • Guru membacakan pertanyaan refleksi dengan suara tenang: 'Sudahkah saya berterima kasih kepada Tuhan atas pertumbuhan yang saya alami? Sudahkah saya taat pada orang tua dan guru yang membantu saya tumbuh dan berkembang?'
  • Murid diminta menuliskan satu kalimat doa syukur pribadi di bagian bawah lembar kerja mereka, mengungkapkan rasa syukur atas salah satu kemampuan yang mereka miliki sekarang.
  • Beberapa murid diberi kesempatan membacakan doa syukurnya dengan sukarela. Guru merespons dengan afirmasi positif untuk menghargai setiap ungkapan syukur.
  • Guru menegaskan pesan utama: 'Pertumbuhan dan perkembangan kita adalah bukti kasih Tuhan. Mari kita jaga dan syukuri dengan rajin belajar, merawat tubuh, dan taat pada orang tua serta guru.'

Penutup:

  • Guru bersama murid membuat rangkuman pembelajaran: (1) Setiap orang mengalami pertumbuhan fisik dan perkembangan kemampuan dari bayi hingga sekarang. (2) Perubahan kemampuan fisik seperti berjalan, berlari, menulis, dan berbicara adalah anugerah Tuhan. (3) Kita wajib bersyukur dan menjaga anugerah ini dengan rajin belajar dan merawat diri.
  • Guru memberikan asesmen akhir berupa kuis lisan singkat: guru menyebut satu tahap (bayi/balita/anak sekolah) dan murid menyebutkan satu kemampuan yang dimiliki pada tahap tersebut secara bergiliran.
  • Guru menyampaikan pesan penutup: 'Tuhan sangat mengasihi kalian dan memberikan kemampuan yang luar biasa. Jagalah pemberian Tuhan itu dengan baik.'
  • Guru meminta murid memimpin doa penutup secara bergantian (doa spontan atau doa buku).
  • Guru menyampaikan materi pertemuan berikutnya secara singkat dan mengucapkan salam penutup.

Diferensiasi:

  • Konten: Untuk murid yang membutuhkan dukungan lebih: guru menyediakan gambar seri bertahap yang lebih jelas dan sederhana serta kartu bergambar perubahan kemampuan (berjalan, berlari, menulis, membaca) sehingga mereka dapat menunjuk gambar yang sesuai tanpa harus langsung menuliskan jawabannya.
  • Proses: Untuk murid cepat: guru memberikan pertanyaan lanjutan yang lebih dalam, misalnya 'Selain perubahan fisik, apa perubahan lain yang kamu rasakan dalam dirimu?' dan mendorong mereka membuat cerita pendek tentang perjalanan tumbuh mereka. Untuk murid yang membutuhkan lebih banyak waktu: guru mendampingi pengisian lembar kerja secara lebih terstruktur dengan panduan pertanyaan satu per satu.
  • Produk: Murid cepat dapat menggambar atau membuat mini-komik sederhana yang menggambarkan perjalanan pertumbuhannya dari bayi hingga sekarang sebagai karya tambahan. Murid lain cukup mengisi lembar kerja 'Perjalanan Tumbuhku' dengan tulisan.

ASESMEN

Awal:

  • Guru mengajukan dua pertanyaan lisan diagnostik di awal pembelajaran: (1) 'Sebutkan satu hal yang sudah bisa kamu lakukan sekarang tapi dulu belum bisa!', (2) 'Menurutmu, siapakah yang memberi kemampuan itu kepadamu?' Jawaban digunakan untuk memetakan pemahaman awal murid tentang pertumbuhan dan kaitannya dengan anugerah Tuhan, serta menentukan kebutuhan diferensiasi.

Proses:

  • Observasi partisipasi aktif murid saat tanya jawab pengamatan gambar (mencatat siapa yang sudah mampu membandingkan tahapan dan siapa yang masih perlu bimbingan).
  • Pemantauan pengisian lembar kerja 'Perjalanan Tumbuhku' secara individu — guru berkeliling dan memberikan umpan balik lisan langsung kepada murid.
  • Penilaian keberanian dan ketepatan saat murid berbagi cerita pertumbuhan di depan kelas.

Akhir:

  • Kuis lisan bergiliran: guru menyebut satu tahap pertumbuhan (bayi, balita, atau anak sekolah) dan murid menyebutkan minimal satu kemampuan fisik yang dimiliki pada tahap tersebut.
  • Pengumpulan lembar kerja 'Perjalanan Tumbuhku' beserta satu kalimat doa syukur yang ditulis murid, dinilai berdasarkan rubrik empat level.

Formatif:

  • Tanya jawab lisan selama pengamatan gambar untuk mengecek pemahaman murid tentang tahapan pertumbuhan.
  • Observasi keaktifan dan ketepatan jawaban murid saat sesi pendalaman pertanyaan.
  • Pengamatan proses pengisian lembar kerja 'Perjalanan Tumbuhku' untuk melihat kemampuan mengidentifikasi perubahan kemampuan pribadi.

Sumatif:

  • Kuis lisan bergiliran di akhir pembelajaran: murid menyebutkan kemampuan pada tahap pertumbuhan tertentu.
  • Lembar kerja 'Perjalanan Tumbuhku' yang telah diisi murid, dinilai menggunakan rubrik penilaian.

RUBRIK PENILAIAN

AspekBelum BerkembangMulaiBerkembangSangat Berkembang
Menjelaskan proses pertumbuhan dari bayi hingga sekarang (TP 3.1.1.1)Murid belum mampu menjelaskan proses pertumbuhan, atau jawaban tidak berkaitan dengan topik meskipun sudah dibimbing.Murid dapat menyebutkan satu tahap pertumbuhan (misalnya hanya bayi atau hanya sekarang) dengan bantuan guru atau gambar.Murid mampu menjelaskan dua atau lebih tahap pertumbuhan dari bayi hingga sekarang berdasarkan gambar, meskipun penjelasannya masih sederhana.Murid mampu menjelaskan proses pertumbuhan dari bayi hingga sekarang secara runtut, mengaitkan dengan pengalaman pribadi, dan mengungkapkannya dengan kalimat yang jelas dan lengkap.
Menyebutkan perubahan kemampuan fisik sebagai anugerah Tuhan (TP 3.1.1.2)Murid belum mampu menyebutkan perubahan kemampuan fisiknya, atau tidak mengaitkan pertumbuhan dengan anugerah Tuhan meskipun sudah dibimbing.Murid dapat menyebutkan satu perubahan kemampuan fisik yang dialaminya, namun belum mengaitkannya dengan anugerah Tuhan.Murid mampu menyebutkan dua atau lebih perubahan kemampuan fisik yang dialaminya dan menyatakan bahwa itu adalah anugerah Tuhan.Murid mampu menyebutkan tiga atau lebih perubahan kemampuan fisik secara spesifik, menjelaskan bahwa semuanya adalah anugerah Tuhan, dan mengungkapkan rasa syukur secara konkret dalam kalimat doa atau pernyataan pribadi.
Partisipasi dan keterlibatan aktif dalam pembelajaranMurid tidak menunjukkan keterlibatan selama kegiatan pembelajaran, tidak menjawab pertanyaan, dan tidak mengisi lembar kerja.Murid terlibat hanya jika ditunjuk langsung oleh guru dan mengisi sebagian lembar kerja.Murid cukup aktif menjawab pertanyaan dan menyelesaikan lembar kerja dengan lengkap.Murid sangat aktif bertanya dan merespons, berbagi cerita secara sukarela, dan menyelesaikan lembar kerja dengan lengkap serta menambahkan ungkapan syukur yang tulus.

REFLEKSI

Refleksi Guru:

  • Apakah seluruh murid terlibat aktif dalam pengamatan gambar dan sesi tanya jawab? Siapa yang tampak kurang terlibat dan perlu perhatian lebih?
  • Apakah pertanyaan pemantik dan pendalaman yang saya ajukan cukup memancing pemikiran kritis murid sesuai usia mereka?
  • Apakah diferensiasi yang saya terapkan sudah menjangkau murid dengan kebutuhan dan kemampuan yang beragam?
  • Apakah pesan iman tentang pertumbuhan sebagai anugerah Tuhan tersampaikan secara alami dan tidak terasa dipaksakan dalam konteks pembelajaran?

Refleksi Murid:

  • Apa hal baru yang kamu pelajari hari ini tentang pertumbuhan dan perkembanganmu?
  • Kemampuan apa yang paling kamu syukuri dimiliki sekarang yang dulu belum bisa kamu lakukan?
  • Apa yang akan kamu lakukan untuk menjaga dan mengembangkan anugerah Tuhan berupa kemampuan yang kamu miliki?

SUMBER BELAJAR

  1. Buku Siswa: Pendidikan Agama Katolik dan Budi Pekerti untuk SD Kelas III (Susi Bonardy dan Yenny Suria, Kemdikbudristek 2022) — halaman BAB I
  2. Buku Panduan Guru: Pendidikan Agama Katolik dan Budi Pekerti untuk SD Kelas III — halaman 16-18
  3. Gambar seri pertumbuhan anak (bayi, balita, anak usia sekolah) dari Buku Siswa atau ditampilkan di papan/layar proyektor
  4. Lembar kerja 'Perjalanan Tumbuhku' (dibuat guru, dua kolom: 'Dulu aku belum bisa…' dan 'Sekarang aku sudah bisa…')
  5. Kitab Suci: Roma 12:9 (sebagai penguat pesan moral — senantiasa lakukan yang baik)
  6. Papan tulis dan spidol atau layar proyektor untuk menampilkan gambar dan frasa kunci

Lihat & unduh lengkap

Masuk pakai Google untuk membuka modul ajar pertemuan ini secara penuh.

Apa isi pertemuan ini?

Dokumen mencakup tujuan pembelajaran terpilih, urutan kegiatan inti yang sudah disesuaikan dengan alokasi JP, serta pertanyaan pemantik dan asesmen formatif singkat. Cocok dipakai sebagai bahan persiapan tatap muka maupun lampiran supervisi.

Cara pakai pertemuan ini

Unduh DOCX, lalu sesuaikan nama sekolah, kepala sekolah, dan NIP. Bagian kegiatan inti bisa Bapak/Ibu kurangi atau tambah sesuai karakter siswa di kelas; tujuan pembelajaran sebaiknya tetap selaras dengan ATP induk.