MODUL AJAR Pendidikan Agama Katolik dan Budi Pekerti — Kelas 3 (Fase B) Topik: Bab 1 — Aku Tumbuh Dan Berkembang Dalam Kebaikan INFORMASI UMUM| Mata Pelajaran | Pendidikan Agama Katolik dan Budi Pekerti |
|---|
| Fase / Kelas | Fase B / Kelas 3 |
|---|
| Topik | Bab 1 — Aku Tumbuh Dan Berkembang Dalam Kebaikan |
|---|
| Alokasi Waktu | 16 JP (16 x 35 menit = 560 menit) |
|---|
| Jumlah Pertemuan | 6 |
|---|
| Tahun Ajaran | 2026/2027 |
|---|
| Semester | 1 |
|---|
TUJUAN PEMBELAJARAN- TP 3.1.1 Mengidentifikasi tanda-tanda dirinya sebagai pribadi yang tumbuh dan berkembang
- TP 3.1.2 Menceritakan pengalaman pertumbuhan dan perkembangan diri sebagai pribadi ciptaan Tuhan
- TP 3.1.3 Menunjukkan contoh perbuatan baik sebagai wujud iman dalam kehidupan sehari-hari
- TP 3.1.4 Mewujudkan iman dengan cara melakukan perbuatan baik di lingkungan keluarga dan sekolah
PROFIL LULUSAN| Dimensi | Disasar |
|---|
| Keimanan dan Ketakwaan terhadap Tuhan Yang Maha Esa | ✓ | | Kewargaan | | | Penalaran Kritis | ✓ | | Kreativitas | | | Kolaborasi | ✓ | | Kemandirian | ✓ | | Kesehatan | | | Komunikasi | ✓ |
PERTANYAAN PEMANTIK- Apa perbedaan fisik dirimu saat masih bayi dibandingkan saat sudah kelas 3 sekarang?
- Kemampuan apa saja yang sekarang sudah bisa kamu lakukan sendiri tanpa disuapi atau digendong orang tua?
- Perubahan apa saja pada tubuh dan kemampuanmu sejak masih bayi hingga duduk di kelas 3 saat ini?
- Mengapa pertumbuhan dan perkembangan kemampuan yang kita alami merupakan wujud kebaikan Tuhan Sang Pencipta?
- Apa saja perbuatan baik yang diajarkan oleh Santo Paulus dalam Kitab Suci?
- Bagaimana kita menunjukkan iman kita kepada Tuhan lewat perbuatan sehari-hari?
- Perbuatan baik apa saja yang sudah kamu wujudkan saat bersama teman dan guru di sekolah hari ini?
- Mengapa melakukan kebaikan kepada sesama di sekolah menjadi tanda bahwa kita sungguh-sungguh beriman kepada Tuhan?
- Apa perbuatan baik yang dapat kamu lakukan untuk membantu orang tua di rumah sebagai tanda syukur kepada Tuhan?
- Mengapa melakukan perbuatan baik di rumah membuktikan bahwa iman kita kepada Tuhan sungguh hidup?
- Perubahan apa saja yang kamu alami sejak bayi hingga duduk di kelas 3 SD sebagai bukti kebaikan Tuhan?
- Bagaimana caramu mewujudkan iman secara nyata melalui perbuatan baik di rumah dan di sekolah?
KEGIATAN PEMBELAJARANPertemuan 1 — Mengidentifikasi Tanda-Tanda Pertumbuhan Fisik dan Perkembangan Kemampuan Diri — 3 JP (3 x 35 menit = 105 menit)Tujuan Pertemuan:- TP 3.1.1 Mengidentifikasi tanda-tanda dirinya sebagai pribadi yang tumbuh dan berkembang
Pendahuluan:- Guru menyapa murid, mengajak membuat tanda salib, dan mendoakan doa pembuka: 'Ya Tuhan Yesus Yang Mahabaik, kami bersyukur karena diberi anugerah untuk bertumbuh dan berkembang. Bimbinglah kami dalam belajar dan berlatih agar dapat bertumbuh dan berkembang dalam kebaikan. Amin' (5 menit).
- Guru melakukan asesmen awal diagnostik dengan meminta murid mengangkat jempol bila pernyataan sesuai dengan dirinya saat ini: (1) 'Sekarang berat badan dan tinggi badanku bertambah dibanding saat bayi', (2) 'Sekarang aku sudah bisa memakai sepatu dan makan sendiri' (acuan kesiapan: murid mengenali tanda fisik bertambah besar dan kemampuan bertambah mandiri) (5 menit).
- Guru menyampaikan tujuan pembelajaran pertemuan ini, yaitu mengidentifikasi tanda-tanda pertumbuhan fisik dan perkembangan kemampuan diri sebagai anugerah Tuhan (5 menit).
Kegiatan Inti:Memahami (Bermakna, Berkesadaran):- Murid mengamati 3 gambar tahapan anak di buku cetak: Gambar A (bayi digendong/disuapi), Gambar B (anak balita belajar meniti/berjalan), dan Gambar C (anak SD berseragam memakai sepatu dan membawa tas sendiri) (10 menit).
- Murid menyimak penjelasan guru tentang dua tanda pertumbuhan dan perkembangan: tanda pertumbuhan fisik (badan bertambah tinggi, bertambah berat, ukuran kaki/sepatu membesar) dan tanda perkembangan kemampuan (bisa berjalan, berbicara lancar, makan sendiri, membaca, dan menulis) (5 menit).
- Murid secara berpasangan menjawab kuis lisan cepat untuk mengelompokkan 4 kartu ciri ke dalam kelompok yang tepat: Kartu 1 'Tinggi badan naik 10 cm', Kartu 2 'Sudah bisa mengikat tali sepatu', Kartu 3 'Berat badan bertambah', Kartu 4 'Sudah lancar membaca buku' (acuan kunci: Kartu 1 dan 3 = tanda pertumbuhan fisik; Kartu 2 dan 4 = tanda perkembangan kemampuan) (10 menit).
Mengaplikasi (Menggembirakan):- Murid bermain tantangan kartu 'Detektif Tumbuh Kembang': setiap murid menerima Lembar Klasifikasi yang berisi 6 pernyataan konkret dan memberi tanda centang pada kolom 'Pertumbuhan Fisik' atau 'Perkembangan Kemampuan' (15 menit).
- Daftar 6 pernyataan pada Lembar Klasifikasi adalah: (1) Ukuran baju seragam TK sudah kekecilan, (2) Dulu hanya bisa merangkak sekarang bisa berlari, (3) Gigi susu tanggal dan tumbuh gigi baru, (4) Dulu disuapi ibu sekarang bisa makan sendiri pakai sendok, (5) Timbangan badan bertambah berat dari 15 kg menjadi 25 kg, (6) Dulu hanya bisa menangis sekarang bisa bercakap-cakap dengan teman (acuan kunci jawaban tepat: Pertumbuhan Fisik = nomor 1, 3, 5; Perkembangan Kemampuan = nomor 2, 4, 6) (15 menit).
- Murid memeriksa kecocokan klasifikasi lembar kerjanya secara mandiri dengan panduan kunci guru di papan tulis (10 menit).
Merefleksi (Berkesadaran, Bermakna):- Murid hening sejenak merenungkan rasa syukur atas tubuh dan kemampuan yang Tuhan tumbuhkan sejak bayi hingga kelas 3 SD (5 menit).
- Murid melengkapi kalimat refleksi singkat pada buku catatan: 'Aku bersyukur kepada Tuhan karena tubuhku bertumbuh, tanda fisikku adalah ... dan kemampuanku yang bertambah adalah ...' (acuan: memuat minimal 1 tanda fisik nyata seperti bertambah tinggi/berat dan 1 kemampuan nyata seperti bisa membaca/makan sendiri) (10 menit).
Penutup:- Guru bersama murid menyimpulkan bahwa setiap pribadi bertumbuh fisiknya (makin tinggi dan berat) serta berkembang kemampuannya (makin mandiri dan terampil) sebagai anugerah Tuhan (5 menit).
- Guru memberikan penguatan atas hasil identifikasi murid dan menutup pertemuan dengan doa syukur serta tanda salib (5 menit).
Diferensiasi:- Konten: Murid yang membutuhkan bimbingan diberikan kartu bergambar konkret yang memperlihatkan perbedaan bayi dan anak SD, sedangkan murid yang cepat diberikan lembar analisis dengan pernyataan teks deskriptif.
- Proses: Murid yang masih kesulitan membedakan fisik dan kemampuan dibimbing langsung oleh guru pada saat pengisian lembar klasifikasi, sedangkan murid yang mahir mengidentifikasi secara mandiri.
- Produk: Murid dapat menunjukkan tanda pertumbuhan dan perkembangan dengan cara mencentang tabel klasifikasi atau menyebutkannya secara lisan bagi murid dengan hambatan menulis.
Asesmen Pertemuan:Awal:- Diagnostik kesiapan lisan di awal pembelajaran: Murid merespons 2 pernyataan guru: (1) 'Sekarang berat badan dan tinggi badanku bertambah dibanding saat bayi', (2) 'Sekarang aku sudah bisa memakai sepatu dan makan sendiri'. Acuan ketercapaian: Murid mengonfirmasi kedua tanda tersebut sebagai bukti awal kesiapan mengenali perubahan fisik dan kemampuan diri.
Proses:- Formatif pada tahap Mengaplikasi: Lembar Klasifikasi 6 pernyataan. Acuan kunci jawaban: Kategori Pertumbuhan Fisik = butir 1 (ukuran seragam kekecilan), butir 3 (gigi tanggal dan tumbuh gigi baru), butir 5 (timbangan badan bertambah berat). Kategori Perkembangan Kemampuan = butir 2 (dari merangkak menjadi bisa berlari), butir 4 (dari disuapi menjadi makan sendiri), butir 6 (dari menangis menjadi bisa bercakap-cakap).
Akhir Pertemuan:- Cek pemahaman di tahap Merefleksi: Melengkapi kalimat refleksi tertulis mengenai tanda fisik dan kemampuan diri. Kriteria penerimaan: Murid mampu menuliskan minimal 1 tanda fisik nyata (misal: badan bertambah tinggi, berat badan bertambah) dan 1 kemampuan diri nyata (misal: bisa memakai sepatu sendiri, bisa membaca lancar).
Formatif:- Penilaian kinerja pengerjaan Lembar Klasifikasi 6 Tanda Pertumbuhan Fisik dan Perkembangan Kemampuan
- Observasi diagnostik kesiapan awal melalui respons terhadap 2 pernyataan tanda fisik dan kemampuan
Rubrik Pertemuan:| Aspek | Belum Berkembang | Mulai | Berkembang | Sangat Berkembang |
|---|
| Identifikasi Tanda Pertumbuhan Fisik Diri (Acuan: butir 1 ukuran baju seragam kekecilan, butir 3 pergantian gigi, butir 5 berat badan bertambah) | Belum mampu mengidentifikasi tanda pertumbuhan fisik (hanya 0 atau 1 butir tepat dari 3 acuan). | Mengidentifikasi 2 dari 3 butir tanda pertumbuhan fisik dengan tepat sesuai acuan. | Mengidentifikasi seluruh 3 butir tanda pertumbuhan fisik dengan tepat sesuai acuan secara terbimbing. | Mengidentifikasi seluruh 3 butir tanda pertumbuhan fisik dengan tepat sesuai acuan secara mandiri dan konsisten. | | Identifikasi Tanda Perkembangan Kemampuan Diri (Acuan: butir 2 dari merangkak menjadi berlari, butir 4 dari disuapi menjadi makan sendiri, butir 6 dari menangis menjadi bercakap-cakap) | Belum mampu mengidentifikasi tanda perkembangan kemampuan (hanya 0 atau 1 butir tepat dari 3 acuan). | Mengidentifikasi 2 dari 3 butir tanda perkembangan kemampuan dengan tepat sesuai acuan. | Mengidentifikasi seluruh 3 butir tanda perkembangan kemampuan dengan tepat sesuai acuan secara terbimbing. | Mengidentifikasi seluruh 3 butir tanda perkembangan kemampuan dengan tepat sesuai acuan secara mandiri dan konsisten. |
Refleksi Pertemuan:Guru:- Apakah media gambar tahapan pertumbuhan bayi hingga usia SD membantu murid memahami perbedaan tanda fisik dan perkembangan kemampuan?
- Bagian mana dari kegiatan klasifikasi kartu yang paling menarik minat dan keaktifan murid?
Murid:- Tanda pertumbuhan fisik apa yang paling jelas kamu rasakan pada tubuhmu saat ini?
- Kemampuan baru apa yang paling kamu syukuri karena sekarang sudah bisa kamu lakukan sendiri?
Pertemuan 2 — Menceritakan Pengalaman Pertumbuhan dan Perkembangan Diri sebagai Ciptaan Tuhan — 3 JP (3 x 35 menit = 105 menit)Tujuan Pertemuan:- TP 3.1.2 Menceritakan pengalaman pertumbuhan dan perkembangan diri sebagai pribadi ciptaan Tuhan
Pendahuluan:- Guru membuka pertemuan dengan tanda salib dan mengajak murid mendaraskan doa syukur: 'Tuhan Yesus Yang Mahabaik, kami bersyukur karena diberi anugerah untuk bertumbuh dan berkembang. Bimbinglah kami agar semakin bersyukur atas kebaikan-Mu. Amin.' (5 menit).
- Guru menyampaikan tujuan pembelajaran pertemuan ini, yaitu menceritakan pengalaman pertumbuhan fisik dan perkembangan kemampuan diri sebagai pribadi ciptaan Tuhan (5 menit).
- Guru melaksanakan asesmen awal diagnostik lisan dengan menanyakan 2 pertanyaan pemantik kesiapan: (1) 'Sebutkan 1 hal yang waktu bayi kamu belum bisa lakukan tetapi sekarang di kelas 3 sudah bisa kamu lakukan sendiri!' (acuan jawaban: kemampuan mandiri seperti makan sendiri, berjalan/berlari, memakai seragam sendiri, atau membaca/menulis); (2) 'Siapakah yang menganugerahi kita kehidupan sehingga tubuh kita bisa bertumbuh?' (acuan jawaban: Tuhan / Allah Sang Pencipta) (5 menit).
Kegiatan Inti:Memahami (Berkesadaran, Bermakna):- Guru memandu murid mengamati lembar gambar kronologis pertumbuhan manusia dari bayi, balita, anak-anak sekolah dasar, hingga dewasa, serta menjelaskan bahwa pertumbuhan jasmani dan bertambahnya kecakapan adalah bukti kasih pemeliharaan Tuhan (10 menit).
- Murid menyimak panduan 3 unsur utama dalam menceritakan pengalaman diri sebagai ciptaan Tuhan: (1) pertumbuhan fisik (contoh: bertambah tinggi, bertambah berat, berganti gigi); (2) perkembangan kemampuan (contoh: dulu disuapi sekarang makan sendiri, dulu belum bisa membaca sekarang lancar membaca); (3) pengakuan syukur bahwa diri adalah ciptaan Tuhan yang dipelihara-Nya (10 menit).
Mengaplikasi (Menggembirakan, Bermakna):- Prinsip Menggembirakan: Guru mengajak murid memainkan permainan 'Kartu Roda Kehidupan' berpasangan; setiap pasangan mengambil kartu bergambar masa kecil vs masa kini lalu secara bergantian saling menceritakan 1 pengalaman perubahan fisik dan 1 kemampuan baru yang dialami (15 menit).
- Murid menyiapkan catatan panduan cerita diri pada lembar cerita pribadi bertajuk 'Aku Tumbuh sebagai Ciptaan Tuhan' dengan melengkapi 3 bagian: perubahan fisikku, kemampuan baruku, dan rasa syukurku kepada Tuhan Sang Pencipta (15 menit).
- Murid secara bergiliran menceritakan pengalaman pertumbuhan fisik dan perkembangan kemampuan dirinya di depan kelompok/kelas dengan memenuhi 3 unsur: perubahan fisik, perkembangan kemampuan, dan pengakuan diri sebagai ciptaan Tuhan (20 menit).
Merefleksi (Berkesadaran):- Guru mengajak murid duduk hening dan menyadari bahwa seluruh napas, anggota tubuh, dan kepandaian yang dimiliki setiap hari adalah anugerah cuma-cuma dari Tuhan Sang Pencipta yang patut disyukuri (10 menit).
Penutup:- Guru bersama murid menyimpulkan bahwa setiap tahapan hidup, dari bayi hingga menjadi murid kelas 3, membuktikan bahwa Tuhan terus memelihara pertumbuhan dan kemampuan kita (5 menit).
- Guru memberikan umpan balik atas pengalaman bercerita murid hari ini dan menutup pelajaran dengan doa penutup serta berkat penutup (5 menit).
Diferensiasi:- Konten: Murid yang membutuhkan bimbingan disediakan lembar panduan bercerita dengan kalimat pemantik rumpang ('Dulu saat kecil fisikku ..., sekarang bertambah ...; dulu aku belum bisa ..., sekarang sudah mampu ...; aku bersyukur karena Tuhan ...'). Murid yang mahir menceritakan tanpa teks pemantik rumpang dengan cakupan rincian pengalaman yang lebih luas.
- Proses: Murid yang belum percaya diri berlatih menceritakan pengalamannya terlebih dahulu berpasangan dengan teman sebangku sebelum menceritakannya kepada kelompok/kelas; murid mandiri langsung menceritakan di hadapan kelompok.
- Produk: Semua murid menghasilkan cerita lisan pengalaman pertumbuhan dan perkembangan diri yang memuat 3 unsur (fisik, kemampuan, pengakuan sebagai ciptaan Tuhan), dengan variasi tingkat kedalaman rincian pengalaman.
Asesmen Pertemuan:Awal:- Pertanyaan diagnostik lisan: 'Sebutkan 1 perubahan fisik atau kemampuan yang kamu alami dari bayi sampai kelas 3, dan siapa yang memberi pertumbuhan itu?' (Kriteria penerimaan operasional: murid menyebutkan minimal 1 perubahan fisik nyata seperti bertambah tinggi/berat atau 1 kemampuan nyata seperti membaca/berjalan mandiri, dan menyebut Tuhan/Allah sebagai Sang Pencipta).
Proses:- Observasi unjuk kerja lisan saat murid menceritakan pengalaman diri di depan kelompok/kelas dengan kriteria ketercapaian 3 unsur: (1) Menyebutkan pengalaman perubahan fisik nyata diri; (2) Menyebutkan pengalaman perkembangan kemampuan diri; (3) Menyebutkan pengakuan bahwa dirinya adalah ciptaan Tuhan yang bertumbuh.
Akhir Pertemuan:- Cek pemahaman lisan penutup: Guru meminta 2-3 murid menyimpulkan intisari pembelajaran dengan menjawab: 'Apa bukti nyata bahwa pertumbuhan dan perkembangan dirimu adalah karya kebaikan Tuhan?' (Kriteria penerimaan operasional: murid mengaitkan bertambahnya usia, tubuh yang sehat/kuat, atau bertambahnya kepandaian sebagai bukti kasih dan anugerah ciptaan Tuhan).
Formatif:- Asesmen diagnostik lisan kesiapan bercerita pertumbuhan diri di awal kegiatan pendahuluan.
- Asesmen unjuk kerja lisan menceritakan pengalaman pertumbuhan dan perkembangan diri sebagai ciptaan Tuhan menggunakan rubrik penilaian.
Rubrik Pertemuan:| Aspek | Belum Berkembang | Mulai | Berkembang | Sangat Berkembang |
|---|
| Kelengkapan Unsur Cerita Pengalaman Pertumbuhan dan Perkembangan Diri sebagai Ciptaan Tuhan (Unsur 1: Pertumbuhan Fisik; Unsur 2: Perkembangan Kemampuan; Unsur 3: Pengakuan Diri sebagai Ciptaan Tuhan) | Hanya memuat 1 dari 3 unsur cerita pengalaman secara terbimbing penuh oleh guru. | Memuat 2 dari 3 unsur cerita pengalaman dengan sedikit arahan pemantik dari guru. | Memuat seluruh 3 unsur cerita pengalaman (pertumbuhan fisik, perkembangan kemampuan, dan pengakuan diri sebagai ciptaan Tuhan) secara runtut dan mandiri. | Memuat seluruh 3 unsur cerita pengalaman secara lengkap, mandiri, dan disertai contoh pengalaman konkret yang mendalam pada setiap unsur. |
Refleksi Pertemuan:Guru:- Apakah seluruh murid telah mampu menceritakan pengalaman pertumbuhan fisik dan perkembangan kemampuannya dengan mengaitkannya pada anugerah Tuhan Sang Pencipta?
- Bagian kegiatan mana yang paling membantu murid merasa gembira dan berani menceritakan pengalaman dirinya di depan teman-teman?
Murid:- Perubahan apa pada tubuh dan kemampuanmu yang paling membuatmu kagum dan bersyukur kepada Tuhan hari ini?
- Apakah kamu merasa senang ketika membagikan cerita pengalaman pertumbuhan dirimu kepada teman-teman?
Pertemuan 3 — Menunjukkan Contoh Perbuatan Baik sebagai Perwujudan Iman dalam Kehidupan Sehari-hari Berdasarkan Nasihat Santo Paulus — 3 JP (3 x 35 menit = 105 menit)Tujuan Pertemuan:- TP 3.1.3 Menunjukkan contoh perbuatan baik sebagai wujud iman dalam kehidupan sehari-hari
Pendahuluan:- Guru membuka pembelajaran dengan tanda salib, salam, dan mengajak murid mendaraskan doa pembuka bersama (5 menit).
- Guru mengecek kehadiran dan kesiapan belajar murid di kelas (3 menit).
- Guru melaksanakan asesmen awal diagnostik dengan menanyakan klasifikasi 2 contoh perbuatan: 'Bila ada teman terjatuh, tindakan manakah yang merupakan perbuatan baik: (A) Menertawakannya, atau (B) Membantu berdiri?' (acuan: B) dan 'Bila melihat lantai kelas kotor: (A) Membiarkannya, atau (B) Menyapu sampah?' (acuan: B) untuk memetakan kesiapan murid dalam mengenali perbuatan baik (7 menit).
Kegiatan Inti:Memahami (Berkesadaran, Bermakna):- Murid mendengarkan pembacaan teks Kitab Suci dari Roma 12:9-12 ('Nasihat untuk Berbuat Baik') yang dibacakan oleh guru dengan penuh kesadaran dan ketenangan (10 menit).
- Murid mengamati gambar Santo Paulus dan mendengarkan penjelasan guru mengenai 4 inti nasihat Santo Paulus: (1) Menjauhi yang jahat dan melakukan yang baik; (2) Saling mengasihi dan memberi hormat; (3) Rajin melayani Tuhan; (4) Bertekun dalam doa (15 menit).
Mengaplikasi (Menggembirakan, Bermakna):- Murid mengikuti aktivitas permainan menggembirakan 'Pohon Kebaikan Santo Paulus', yaitu memilih dan menempelkan daun perbuatan baik ke dahan pohon yang tepat di papan tulis dari 4 pilihan kartu: Kartu 1 'Menghibur teman bersedih', Kartu 2 'Mengejek teman kalah main', Kartu 3 'Berdoa sebelum belajar', Kartu 4 'Berebut mainan' (acuan kartu benar: Kartu 1 dan Kartu 3; kartu pengalih: Kartu 2 dan Kartu 4) (15 menit).
- Murid secara mandiri mengerjakan lembar kerja 'Menunjukkan Perbuatan Baik Sesuai Nasihat Santo Paulus' dengan memilih dan mencentang contoh perbuatan baik sebagai wujud iman dari 5 butir pernyataan yang disediakan: (1) Menyapa guru dan teman dengan sopan; (2) Menyembunyikan pensil teman; (3) Berdoa dengan tekun sebelum makan; (4) Menolong teman yang bukunya terjatuh; (5) Membenci teman yang tidak meminjamkan penghapus (acuan centang perbuatan baik: butir 1, 3, dan 4) (20 menit).
Merefleksi (Berkesadaran):- Murid bersama guru memeriksa hasil lembar kerja dengan mencocokkan pada acuan nasihat Santo Paulus dalam suasana reflektif (15 menit).
- Murid merenungkan dalam hati 2 pertanyaan refleksi batin: 'Sudah rajinkah saya melakukan hal-hal yang baik?' dan 'Apakah perbuatan baik saya sudah menjadi bukti iman kepada Tuhan?' lalu memberi tanda senyum pada buku catatan pribadinya (10 menit).
Penutup:- Guru memberikan peneguhan bahwa berbuat baik adalah perintah Tuhan dan perwujudan nyata iman kita sesuai nasihat Santo Paulus (3 menit).
- Guru bersama murid menyimpulkan kembali contoh perbuatan baik yang sesuai dengan wujud iman dalam kehidupan sehari-hari (1 menit).
- Pembelajaran ditutup dengan doa penutup dan tanda salib (1 menit).
Diferensiasi:- Konten: Murid yang membutuhkan bimbingan diberikan teks bacaan Roma 12:9-12 disertai simbol visual/gambar perbuatan baik konkret; murid berkemampuan cepat diberikan teks lengkap ayat Kitab Suci.
- Proses: Murid yang memerlukan pendampingan dibimbing guru dalam membaca pilihan perbuatan baik pada lembar kerja; murid mandiri menyelesaikan lembar kerja secara langsung.
- Produk: Murid menunjukkan contoh perbuatan baik melalui penandaan centang pada lembar pilihan gambar/pernyataan bagi yang memerlukan bimbingan, atau menuliskan kembali nomor dan butir perbuatan baik bagi murid yang telah mahir.
Asesmen Pertemuan:Awal:- Tanya jawab diagnostik singkat: Guru menyajikan 2 situasi: (1) 'Jika teman terjatuh: A. Menertawakan, B. Menolong berdiri' (acuan jawaban benar: B); (2) 'Jika kelas kotor: A. Membiarkan, B. Menyapu bersih' (acuan jawaban benar: B). Murid memilih opsi yang merupakan perbuatan baik.
Proses:- Observasi ketepatan murid dalam memilah kartu perbuatan baik wujud iman pada permainan 'Pohon Kebaikan Santo Paulus' (pilihan: Kartu 1 'Menghibur teman bersedih', Kartu 2 'Mengejek teman kalah main', Kartu 3 'Berdoa sebelum belajar', Kartu 4 'Berebut mainan'; acuan benar: Kartu 1 dan 3; pengalih: Kartu 2 dan 4).
- Pemeriksaan lembar kerja 5 butir pernyataan: (1) Menyapa guru dan teman dengan sopan (benar), (2) Menyembunyikan pensil teman (pengalih), (3) Berdoa dengan tekun sebelum makan (benar), (4) Menolong teman yang bukunya terjatuh (benar), (5) Membenci teman yang tidak meminjamkan penghapus (pengalih); acuan jawaban perbuatan baik: butir 1, 3, dan 4.
Akhir Pertemuan:- Cek pemahaman di akhir sesi: Murid secara lisan atau isyarat memilih 1 tindakan wujud iman dari pertanyaan guru: 'Manakah wujud perbuatan baik yang sesuai nasihat Santo Paulus agar tidak membalas kejahatan?' (Pilihan A: Memaafkan kesalahan teman; Pilihan B: Membalas memukul; acuan: Pilihan A).
Formatif:- Penilaian unjuk kerja pada permainan pemilihan kartu 'Pohon Kebaikan Santo Paulus'
- Penilaian tes tertulis formatif berupa lembar kerja mencentang 5 butir pernyataan contoh perbuatan baik sesuai nasihat Roma 12:9-12
Rubrik Pertemuan:| Aspek | Belum Berkembang | Mulai | Berkembang | Sangat Berkembang |
|---|
| Menunjukkan contoh perbuatan baik sebagai wujud iman | Belum mampu menunjukkan contoh perbuatan baik sebagai wujud iman dari 5 butir pernyataan (hanya 0-1 butir tepat, atau memilih butir pengalih nomor 2 dan 5). | Mampu menunjukkan 2 dari 3 contoh butir perbuatan baik yang tepat (butir 1, 3, atau 4) dengan bimbingan guru, serta masih memilih 1 butir pengalih. | Mampu menunjukkan seluruh 3 contoh butir perbuatan baik sebagai wujud iman dengan tepat (butir 1, 3, dan 4) tanpa memilih butir pengalih (butir 2 dan 5) secara mandiri. | Mampu menunjukkan seluruh 3 butir contoh perbuatan baik sebagai wujud iman dengan tepat (butir 1, 3, dan 4) secara konsisten dan mandiri serta mampu mengelompokkannya sesuai nasihat Roma 12:9-12 (mengasihi sesama dan tekun melayani Tuhan). |
Refleksi Pertemuan:Guru:- Apakah penyampaian kisah dan nasihat Kitab Suci Roma 12:9-12 mudah dipahami oleh murid kelas 3?
- Apakah aktivitas pemilihan perbuatan baik telah membantu murid menyadari wujud konkret iman dalam keseharian?
Murid:- Perbuatan baik apa yang paling sering saya lakukan untuk teman dan keluarga?
- Bagaimana perasaan saya setelah belajar nasihat Santo Paulus untuk berbuat baik?
Pertemuan 4 — Mewujudkan Iman dengan Melakukan Perbuatan Baik di Lingkungan Sekolah — 2 JP (2 x 35 menit = 70 menit)Tujuan Pertemuan:- TP 3.1.4 Mewujudkan iman dengan cara melakukan perbuatan baik di lingkungan keluarga dan sekolah
Pendahuluan:- Guru bersama murid membuka perjumpaan dengan salam pembuka, membuat tanda salib, dan mendaraskan doa pembuka memohon bimbingan Roh Kudus agar dapat menjadi berkat di sekolah (3 menit).
- Guru mengajak murid menyanyikan bersama lagu 'Yesus Pokok dan Kitalah Carangnya' dengan gerakan tangan sederhana untuk menciptakan suasana sukacita dan persekutuan (4 menit).
- Guru mengaitkan pembelajaran sebelumnya tentang nasihat Santo Paulus (Roma 12:9) dengan perwujudan iman nyata, lalu menyampaikan fokus tujuan pertemuan ini yakni mewujudkan perbuatan baik di lingkungan sekolah (3 menit).
- Guru melaksanakan asesmen awal singkat untuk memetakan kesiapan murid melalui tanya jawab terarah tentang perbuatan baik di sekolah: (1) Menyapa guru dan teman dengan ramah; (2) Membuang bungkus makanan ke tong sampah; (3) Membantu merapikan bangku kelas (5 menit).
Kegiatan Inti:Memahami (Bermakna):- Murid mengamati 3 gambar ilustrasi situasi sekolah yang dipajang guru di papan tulis: Gambar A (anak-anak membersihkan kelas bersama piket), Gambar B (anak meminjamkan pensil kepada teman yang pensilnya patah), dan Gambar C (anak menuntun temannya yang tersandung di halaman) (5 menit).
- Murid menjawab pertanyaan guru mengenai tindakan kebaikan nyata pada ketiga gambar tersebut dalam terang iman, menegaskan bahwa berbuat baik adalah cara memuliakan Tuhan di sekolah (5 menit).
Mengaplikasi (Menggembirakan):- Murid bermain 'Tantangan Gerak Kebaikan Sekolah': murid dibagi berpasangan, lalu mengambil 1 kartu misi tindakan dari wadah dan langsung mempraktikkannya secara nyata di kelas (misal: merapikan buku teman di meja, membersihkan secuil sampah di lantai kelas, dan saling berjabat tangan mengucap kata maaf/terima kasih) (10 menit).
- Murid secara mandiri mengisi Lembar Rencana dan Bukti Aksi 'Taman Kebaikan Sekolahku' dengan mencatatkan serta mewujudkan 3 perbuatan baik nyata yang langsung diterapkan di ruang kelas: (1) Merapikan area belajar dan membuang sampah kecil ke keranjang; (2) Membagikan perlengkapan tulis/alat gambar kepada teman yang membutuhkan; (3) Menyampaikan kata santun (tolong, maaf, terima kasih) kepada teman sekelas (15 menit).
Merefleksi (Berkesadaran):- Murid duduk hening dalam suasana doa berkesadaran (mindful silence), merenungkan tindakan kebaikan yang baru saja mereka wujudkan untuk teman dan lingkungan kelas mereka sebagai wujud bakti kepada Tuhan (5 menit).
- Dua perwakilan murid mengungkapkan rasa syukur dan sukacita dalam hatinya setelah berhasil mewujudkan perbuatan baik kepada sesama di sekolah (5 menit).
Penutup:- Guru memberikan peneguhan katekese bahwa setiap tindakan kecil yang penuh kasih di sekolah membuktikan iman kita hidup dan bertumbuh (5 menit).
- Guru bersama murid merumuskan komitmen untuk terus menjaga perbuatan baik di sekolah sepanjang pekan, lalu menutup sesi belajar dengan doa penutup dan tanda salib (5 menit).
Diferensiasi:- Konten: Menyediakan kartu gambar visual tindakan kebaikan sekolah untuk murid yang memerlukan bantuan konkret, dan kartu deskripsi kalimat bagi yang sudah lancar membaca.
- Proses: Murid yang memerlukan bimbingan didampingi secara langsung saat melakukan tindakan kebaikan kelas, sementara murid yang mandiri langsung menjalankan dan mendokumentasikan tindakannya di lembar aksi.
- Produk: Murid dapat mencatatkan perwujudan kebaikannya dalam bentuk tulisan kalimat sederhana atau gambar simbol perbuatan baik yang telah dilakukannya.
Asesmen Pertemuan:Awal:- Pertanyaan diagnostik lisan: Murid diminta menyebutkan 3 perbuatan baik konkret yang biasa diwujudkan di lingkungan sekolah. Kriteria penerimaan/acuan jawaban: menyebutkan minimal 2 contoh perbuatan baik yang sesuai konteks sekolah seperti (1) piket/membersihkan kelas/membuang sampah pada tempatnya, (2) meminjamkan alat tulis/membantu teman belajar, (3) menyapa guru/teman dengan sopan.
Proses:- Formatif pengamatan langsung terhadap keterlibatan murid dalam mewujudkan 3 tindakan kebaikan di kelas: (1) Merapikan area belajar/membuang sampah ke tempatnya; (2) Membantu/berbagi perlengkapan belajar dengan teman; (3) Berkata santun (tolong, maaf, terima kasih).
Akhir Pertemuan:- Cek pemahaman dan konfirmasi perwujudan kebaikan melalui Lembar Rencana dan Bukti Aksi 'Taman Kebaikan Sekolahku'. Acuan keberhasilan: Murid berhasil menuliskan/menggambarkan dan mewujudkan minimal 2 dari 3 tindakan kebaikan terdaftar: (1) Menjaga kebersihan dan kerapian kelas; (2) Membantu kebutuhan teman belajar; (3) Berbicara sopan dan menghargai teman di kelas.
Formatif:- Observasi unjuk kerja saat murid mempraktikkan aksi nyata perbuatan baik di ruang kelas.
- Pemeriksaan Lembar Rencana dan Bukti Aksi 'Taman Kebaikan Sekolahku'.
Rubrik Pertemuan:| Aspek | Belum Berkembang | Mulai | Berkembang | Sangat Berkembang |
|---|
| Mewujudkan perbuatan baik di lingkungan sekolah sebagai bukti iman | Belum mampu mewujudkan perbuatan baik di lingkungan sekolah dan membutuhkan dorongan penuh serta pendampingan terus-menerus dari guru untuk melakukan 1 tindakan sederhana (acuan 3 tindakan: merapikan kelas/buang sampah, membantu teman belajar/berbagi alat, berkata santun). | Mampu mewujudkan 1 dari 3 perbuatan baik di lingkungan sekolah (acuan: merapikan kelas/buang sampah, membantu teman belajar/berbagi alat, atau berkata santun) dengan sesekali masih diingatkan oleh guru. | Mampu mewujudkan 2 dari 3 perbuatan baik di lingkungan sekolah (acuan: merapikan kelas/buang sampah, membantu teman belajar/berbagi alat, berkata santun) secara mandiri dan konsisten selama pembelajaran. | Mampu mewujudkan seluruh 3 perbuatan baik di lingkungan sekolah (acuan: merapikan kelas/buang sampah, membantu teman belajar/berbagi alat, serta berkata santun) secara mandiri, penuh sukacita, dan konsisten sepanjang kegiatan. |
Refleksi Pertemuan:Guru:- Apakah aktivitas pengamalan aksi kebaikan di kelas memberikan pengalaman nyata bagi murid untuk mempraktikkan imannya?
- Bagaimana keterlibatan murid dalam menjaga suasana kelas yang saling menolong dan damai selama kegiatan berlangsung?
Murid:- Kebaikan apa yang paling membuat hatimu gembira saat kamu lakukan bersama teman di kelas tadi?
- Maukah kamu berjanji kepada Tuhan Yesus untuk selalu berbuat baik kepada siapa pun di sekolah setiap hari?
Pertemuan 5 — Mewujudkan Iman dengan Melakukan Perbuatan Baik di Lingkungan Keluarga — 2 JP (2 x 35 menit = 70 menit)Tujuan Pertemuan:- TP 3.1.4 Mewujudkan iman dengan cara melakukan perbuatan baik di lingkungan keluarga dan sekolah
Pendahuluan:- Guru membuka kelas dengan salam, menyapa murid, dan mengajak seorang murid memimpin doa pembuka memohon bimbingan Roh Kudus agar dapat menjadi anak yang berbakti di rumah (3 menit).
- Guru menyampaikan tujuan pembelajaran pertemuan ini, yaitu merencanakan dan mewujudkan tindakan nyata perbuatan baik di lingkungan keluarga sebagai wujud iman (3 menit).
- Guru melakukan asesmen awal diagnostik singkat dengan menunjukkan 4 kartu gambar aktivitas di rumah: (1) Merapikan tempat tidur sendiri, (2) Membantu ibu mencuci piring, (3) Menonton TV dan membiarkan mainan berserakan, (4) Menemani dan menghibur adik saat menangis. Murid diminta mengacungkan jempol ke atas bila kartu menunjukkan perbuatan baik di rumah atau jempol ke bawah bila bukan (acuan: kartu 1, 2, dan 4 adalah perbuatan baik; kartu 3 bukan perbuatan baik) (4 menit).
Kegiatan Inti:Memahami (Bermakna, Menggembirakan):- Murid menyimak penjelasan guru dan teks panduan tentang perbuatan baik di lingkungan keluarga sebagai cara mewujudkan firman Tuhan dan ajaran kasih (Surat Santo Paulus: Roma 12:9 menjauhi yang jahat dan melakukan yang baik di rumah) (7 menit).
- Murid berpasangan memainkan kuis cepat 'Benar atau Perlu Diperbaiki' berisi 4 kartu pernyataan tindakan di rumah: (A) Membantu ayah menyiram tanaman di halaman; (B) Membantah nasihat ibu saat disuruh mandi sore; (C) Berbicara santun kepada kakek dan nenek; (D) Berebut remot televisi dengan kakak sampai menangis. Murid menentukan kartu mana yang merupakan wujud perbuatan baik di keluarga (acuan kunci: A dan C adalah wujud perbuatan baik; B dan D adalah tindakan yang perlu diperbaiki/bukan perbuatan baik) (8 menit).
Mengaplikasi (Berkesadaran, Bermakna):- Guru membagikan lembar kerja 'Kartu Komitmen Perbuatan Baik di Rumah' yang memuat 4 kotak target perbuatan baik: (1) Membantu orang tua, (2) Menjaga kerukunan dengan saudara, (3) Merawat kebersihan rumah, (4) Berdoa bersama keluarga (5 menit).
- Murid secara mandiri menuliskan 1 rencana tindakan konkret pada masing-masing dari 4 kotak target perbuatan baik di rumah yang akan diwujudkan secara nyata (kriteria penerimaan operasional: tindakan konkret, realistis dilakukan murid kelas 3 di rumah, dan sesuai kategori kotak target, mis. kotak 1: menyapu lantai; kotak 2: meminjamkan mainan kepada adik; kotak 3: membereskan meja makan; kotak 4: ikut berdoa malam bersama keluarga) (17 menit).
- Murid mengecek rencana tindakannya dengan mencentang daftar periksa kesiapan diri agar siap melaksanakan perbuatan baik tersebut di rumah dengan sungguh-sungguh (5 menit).
Merefleksi (Berkesadaran):- Murid hening sejenak dalam suasana doa untuk merenungkan niat hatinya mewujudkan perbuatan baik di rumah demi kemuliaan Tuhan (5 menit).
- Murid menuliskan satu kalimat doa singkat di bagian bawah kartunya yang berisi permohonan rahmat Tuhan agar dimampukan setia berbuat baik di rumah (5 menit).
Penutup:- Guru memberikan penguatan bahwa iman yang sejati harus tampak nyata dalam tindakan kasih di tengah keluarga setiap hari (5 menit).
- Guru dan murid menutup kegiatan belajar dengan mendaraskan doa syukur dan permohonan berkat Tuhan bagi keluarga masing-masing (3 menit).
Diferensiasi:- Konten: Bagi murid yang memerlukan bimbingan, disediakan lembar kerja dengan panduan pilihan gambar perbuatan baik di rumah untuk dipilih; bagi murid yang lebih cepat, disediakan ruang untuk menuliskan rincian langkah pelaksanaan perbuatan baik secara mandiri.
- Proses: Murid yang membutuhkan bantuan mendapat bimbingan langsung guru saat merumuskan kalimat tindakan; murid yang mandiri langsung menuliskan rencana tindakannya secara lengkap.
- Produk: Format penulisan komitmen dapat berupa tulisan kalimat singkat berpola jelas atau kalimat lengkap yang dirinci waktunya (pagi/siang/malam).
Asesmen Pertemuan:Awal:- Diagnostik cepat memilih tindakan baik di rumah menggunakan 4 kartu gambar: (1) Merapikan tempat tidur sendiri, (2) Membantu ibu mencuci piring, (3) Menonton TV dan membiarkan mainan berserakan, (4) Menemani adik menangis (acuan kunci: kartu 1, 2, dan 4 adalah perbuatan baik di rumah; kartu 3 bukan perbuatan baik).
Proses:- Pemeriksaan ketepatan pemilahan 4 kartu pada kuis cepat tahap Memahami: (A) Membantu ayah menyiram tanaman; (B) Membantah nasihat ibu; (C) Berbicara santun kepada kakek dan nenek; (D) Berebut remot TV (acuan kunci: A dan C benar; B dan D keliru).
- Penilaian lembar kerja komitmen: memeriksa rumusan rencana konkret murid pada 4 kategori perbuatan baik di keluarga (kriteria penerimaan: rumusan memuat tindakan fisik nyata yang dapat diamati dan relevan dengan kategori keluarga).
Akhir Pertemuan:- Cek kesiapan akhir sesi: murid menunjukkan kartu komitmen yang telah terisi lengkap dengan 4 rencana tindakan perbuatan baik di rumah dan 1 doa permohonan singkat untuk diperiksa oleh guru sebelum dibawa pulang.
Formatif:- Penilaian proses lembar kerja komitmen perbuatan baik di rumah (kelengkapan dan kekonkretan rencana tindakan pada 4 kategori keluarga)
- Observasi diagnostik respons jempol pada kartu perbuatan baik di rumah saat pendahuluan
Rubrik Pertemuan:| Aspek | Belum Berkembang | Mulai | Berkembang | Sangat Berkembang |
|---|
| Mewujudkan rencana perbuatan baik di lingkungan keluarga | Merumuskan kurang dari 2 rencana perbuatan baik di keluarga secara konkret, atau membutuhkan bimbingan penuh untuk menentukan tindakan. | Merumuskan 2 dari 4 rencana perbuatan baik di lingkungan keluarga secara konkret sesuai kategori target. | Merumuskan 3 dari 4 rencana perbuatan baik di lingkungan keluarga secara konkret sesuai kategori target. | Merumuskan seluruh 4 rencana perbuatan baik di lingkungan keluarga secara konkret, tepat sasaran pada masing-masing kategori target (membantu orang tua, rukun dengan saudara, merawat rumah, dan doa keluarga), serta mandiri. |
Refleksi Pertemuan:Guru:- Apakah seluruh murid mampu merumuskan perbuatan baik yang nyata dan realistis untuk dipraktikkan di rumah?
- Bagaimana memfasilitasi komunikasi dengan orang tua agar rencana perbuatan baik murid dapat didampingi dan didukung di rumah?
Murid:- Perbuatan baik apa di rumah yang paling mudah dan paling menantang untuk kulakukan?
- Bagaimana perasaanku saat merencanakan perbuatan baik untuk membahagiakan orang tua dan saudaraku?
Pertemuan 6 — Asesmen Sumatif Bab — 3 JP (3 x 35 menit = 105 menit)Tujuan Pertemuan:- TP 3.1.1 Mengidentifikasi tanda-tanda dirinya sebagai pribadi yang tumbuh dan berkembang
- TP 3.1.2 Menceritakan pengalaman pertumbuhan dan perkembangan diri sebagai pribadi ciptaan Tuhan
- TP 3.1.3 Menunjukkan contoh perbuatan baik sebagai wujud iman dalam kehidupan sehari-hari
- TP 3.1.4 Mewujudkan iman dengan cara melakukan perbuatan baik di lingkungan keluarga dan sekolah
Pendahuluan:- Guru membuka sesi asesmen dengan tanda salib, doa bersama, dan memeriksa kesiapan alat tulis setiap murid (5 menit).
- Guru menyampaikan tujuan asesmen sumatif bab 1 untuk mengukur pemahaman pertumbuhan diri serta perwujudan iman melalui perbuatan baik secara tenang dan percaya diri (5 menit).
Kegiatan Inti:Memahami (Berkesadaran):- Guru membagikan lembar tes tertulis serta menjelaskan petunjuk teknis 3 bagian asesmen sumatif: pengerjaan tes tertulis mandiri, giliran bercerita lisan 1,5 menit di meja guru, dan pengumpulan jurnal pembiasaan rumah (10 menit).
Mengaplikasi (Bermakna):- Murid serentak mengerjakan lembar tes tertulis mandiri selama 45 menit berisi 4 butir soal identifikasi pertumbuhan dan klasifikasi perbuatan baik: (Soal 1) Mengidentifikasi 2 tanda pertumbuhan fisik dari bayi ke kelas 3 SD [kunci: bertambah tinggi badan dan bertambah berat badan]; (Soal 2) Mengidentifikasi 2 tanda perkembangan kemampuan diri [kunci: mampu membaca sendiri dan mampu memakai seragam sendiri]; (Soal 3) Mengelompokkan perbuatan baik di sekolah dari daftar [daftar pilihan: (a) membersihkan ruang kelas piket, (b) menjaga adik tidur, (c) menghapus papan tulis, (d) menyiram tanaman rumah; kunci perbuatan baik sekolah: a dan c; pengalih perbuatan rumah: b dan d]; (Soal 4) Mengelompokkan perbuatan baik di rumah dari daftar [daftar pilihan: (e) membantu ibu mencuci piring, (f) meminjamkan pensil kepada teman kelas, (g) merapikan tempat tidur sendiri, (h) membuang sampah di tempat sampah kelas; kunci perbuatan baik rumah: e dan g; pengalih perbuatan sekolah: f dan h]. Bersamaan dengan pengerjaan tertulis ini, guru memanggil murid bergiliran ke meja guru (1,5 menit per murid) untuk mendengarkan penuturan lisan pengalaman pertumbuhan fisik/kemampuan dan ungkapan syukur kepada Tuhan (45 menit).
- Guru mengumpulkan dan memverifikasi jurnal pembiasaan perbuatan baik di rumah yang telah divalidasi tanda tangan orang tua, memuat minimal 3 tindakan nyata (contoh acuan tindakan yang diterima: merapikan tempat tidur, membantu mencuci piring, menjaga adik, menyiram tanaman, atau menata sepatu) (15 menit).
Merefleksi (Berkesadaran):- Murid menuliskan satu kalimat refleksi singkat pada bagian bawah lembar tes tentang rasa syukur atas pertumbuhan dirinya dan tekad untuk terus berbuat baik kepada sesama (15 menit).
Penutup:- Guru mengumpulkan seluruh lembar tes tertulis, lembar penilaian lisan, dan jurnal rumah yang sudah diverifikasi (5 menit).
- Guru memberikan apresiasi atas kemandirian dan kejujuran murid selama asesmen, lalu menutup pertemuan dengan doa syukur bersama (5 menit).
Diferensiasi:- Konten: Memberikan pembacaan soal secara lisan bagi murid yang memiliki hambatan kelancaran membaca tanpa mengubah isi soal.
- Proses: Pemberian jeda istirahat singkat di meja bagi murid yang membutuhkan waktu adaptasi sebelum giliran bercerita lisan.
- Produk: Format penulisan jawaban tes tertulis dapat dibantu secara dikte kepada guru jika murid mengalami kendala motorik halus menulis.
Asesmen Pertemuan:Sumatif Bab:- kombinasi tes tertulis serentak, unjuk kerja bercerita bergiliran di sekolah, dan jurnal pembiasaan perbuatan baik di rumah: lembar tes tertulis tanda pertumbuhan dan klasifikasi perbuatan baik, rekaman skor bercerita lisan di meja guru, serta jurnal harian perbuatan baik di rumah yang telah divalidasi tanda tangan orang tua
- tes tertulis serentak: lembar tes tertulis murid yang dikerjakan bersamaan di kelas berisi identifikasi perubahan fisik/kemampuan diri dan pengelompokan contoh perbuatan baik berdasarkan teks stimulus (45 menit; kelompok; instrumen: kunci jawaban dan rubrik penskoran)
- unjuk kerja bercerita bergiliran: penuturan lisan pengalaman perkembangan diri dan rasa syukur kepada Tuhan dinilai 1,5 menit per murid secara rotasi ke meja guru sementara murid lain menyelesaikan tes tertulis (45 menit / 1,5 menit = 30 slot, muat untuk 28 murid) (45 menit; individual; instrumen: rubrik unjuk kerja bercerita lisan (kelancaran, ketepatan cerita perkembangan, dan ungkapan syukur))
- penilaian pembiasaan nyata berbuat baik: jurnal pembiasaan perbuatan baik di lingkungan keluarga yang mencatat tindakan nyata menolong sesama di rumah dan telah ditandatangani orang tua, dikumpulkan dan dinilai guru pada sesi asesmen (15 menit; individual; instrumen: lembar cek pembiasaan dan catatan verifikasi orang tua)
Sumatif:- kombinasi tes tertulis serentak, unjuk kerja bercerita bergiliran di sekolah, dan jurnal pembiasaan perbuatan baik di rumah: lembar tes tertulis tanda pertumbuhan dan klasifikasi perbuatan baik, rekaman skor bercerita lisan di meja guru, serta jurnal harian perbuatan baik di rumah yang telah divalidasi tanda tangan orang tua
- tes tertulis serentak: lembar tes tertulis murid yang dikerjakan bersamaan di kelas berisi identifikasi perubahan fisik/kemampuan diri dan pengelompokan contoh perbuatan baik berdasarkan teks stimulus (45 menit; kelompok; instrumen: kunci jawaban dan rubrik penskoran)
- unjuk kerja bercerita bergiliran: penuturan lisan pengalaman perkembangan diri dan rasa syukur kepada Tuhan dinilai 1,5 menit per murid secara rotasi ke meja guru sementara murid lain menyelesaikan tes tertulis (45 menit / 1,5 menit = 30 slot, muat untuk 28 murid) (45 menit; individual; instrumen: rubrik unjuk kerja bercerita lisan (kelancaran, ketepatan cerita perkembangan, dan ungkapan syukur))
- penilaian pembiasaan nyata berbuat baik: jurnal pembiasaan perbuatan baik di lingkungan keluarga yang mencatat tindakan nyata menolong sesama di rumah dan telah ditandatangani orang tua, dikumpulkan dan dinilai guru pada sesi asesmen (15 menit; individual; instrumen: lembar cek pembiasaan dan catatan verifikasi orang tua)
Rubrik Pertemuan:| Aspek | Belum Berkembang | Mulai | Berkembang | Sangat Berkembang |
|---|
| Identifikasi tanda pertumbuhan fisik dan perkembangan kemampuan (Tes Tertulis Butir 1-2) | Mengidentifikasi kurang dari 2 tanda (1 tanda atau 0) dari total 4 tanda acuan pertumbuhan fisik dan kemampuan diri. | Mengidentifikasi 2 dari 4 tanda acuan pertumbuhan fisik dan perkembangan kemampuan diri secara tepat. | Mengidentifikasi 3 dari 4 tanda acuan pertumbuhan fisik dan perkembangan kemampuan diri secara tepat. | Mengidentifikasi seluruh 4 tanda acuan secara tepat (tinggi badan bertambah, berat badan bertambah, mampu membaca, mampu memakai seragam sendiri). | | Klasifikasi perbuatan baik di sekolah dan di rumah (Tes Tertulis Butir 3-4) | Memilih 1 atau kurang opsi tepat, serta memilih lebih dari 2 opsi pengalih. | Memilih 2 dari 4 opsi perbuatan baik yang tepat (sekolah: a, c; rumah: e, g), namun masih memilih 1-2 opsi pengalih (b, d, f, h). | Memilih 3 dari 4 opsi perbuatan baik yang tepat dan tidak memilih lebih dari 1 opsi pengalih. | Memilih seluruh 4 opsi perbuatan baik secara tepat (sekolah: a dan c; rumah: e dan g) tanpa memilih satu pun opsi pengalih (b, d, f, h). | | Menceritakan pengalaman perkembangan diri dan rasa syukur (Unjuk Kerja Lisan) | Belum mampu menceritakan pengalaman perkembangan diri dan belum mengungkapkan rasa syukur kepada Tuhan. | Menceritakan 1 pengalaman perkembangan diri, namun belum mengungkapkan rasa syukur kepada Tuhan. | Menceritakan 1 pengalaman perkembangan diri dan mengungkapkan rasa syukur kepada Tuhan dengan kalimat sederhana. | Menceritakan secara jelas pengalaman pertumbuhan fisik serta perkembangan kemampuan diri disertai ungkapan rasa syukur kepada Tuhan secara mandiri. | | Mewujudkan perbuatan baik di lingkungan keluarga (Jurnal Pembiasaan Rumah) | Jurnal hanya memuat 1 tindakan nyata atau tidak divalidasi tanda tangan orang tua. | Jurnal memuat 2 tindakan nyata menolong di rumah dan telah divalidasi tanda tangan orang tua. | Jurnal memuat 3 tindakan nyata menolong di rumah dan telah divalidasi tanda tangan orang tua. | Jurnal memuat lebih dari 3 tindakan nyata menolong di rumah secara konsisten dan divalidasi tanda tangan serta catatan positif orang tua. |
Refleksi Pertemuan:Guru:- Apakah pengelolaan waktu tes tertulis bersamaan dengan giliran unjuk kerja lisan di meja guru berjalan tertib dan tuntas bagi seluruh murid?
- Bagaimana ketercapaian murid secara keseluruhan pada Bab 1 dalam memahami pertumbuhan diri dan pembiasaan perbuatan baik?
Murid:- Bagian mana dari tugas asesmen hari ini yang paling menunjukkan rasa terima kasihku kepada Tuhan atas pertumbuhanku?
- Perbuatan baik apa di rumah dan di sekolah yang akan terus kulakukan secara rutin setiap hari?
SUMBER BELAJAR- Buku Panduan Guru Pendidikan Agama Katolik dan Budi Pekerti untuk SD Kelas III, Kemendikbudristek, 2022
- Buku Siswa Pendidikan Agama Katolik dan Budi Pekerti untuk SD Kelas III, Kemendikbudristek, 2022
- Kartu gambar dan teks tahapan pertumbuhan anak (bayi, balita, anak SD)
- Buku Panduan Guru Pendidikan Agama Katolik dan Budi Pekerti untuk SD Kelas III (Kemendikbudristek, 2021).
- Buku Siswa Pendidikan Agama Katolik dan Budi Pekerti untuk SD Kelas III (Kemendikbudristek, 2022).
- Kitab Suci (Roma 12:9).
- Lembar gambar kronologis tahapan pertumbuhan manusia dan kartu cerita bergambar.
- Buku Panduan Guru Pendidikan Agama Katolik dan Budi Pekerti untuk SD Kelas III (Kemendikbudristek RI, 2021)
- Buku Siswa Pendidikan Agama Katolik dan Budi Pekerti untuk SD Kelas III (Kemendikbudristek RI, 2021)
- Alkitab Perjanjian Baru: Surat Santo Paulus kepada Jemaat di Roma (Roma 12:9-12)
- Gambar peraga Santo Paulus dan kartu ilustrasi perbuatan baik
- Buku Panduan Guru Pendidikan Agama Katolik dan Budi Pekerti untuk SD Kelas III, Kemendikbudristek 2021/2022.
- Buku Siswa Pendidikan Agama Katolik dan Budi Pekerti untuk SD Kelas III, Kemendikbudristek 2022.
- Alkitab Anak / Kutipan Kitab Suci Surat Rasul Paulus kepada Jemaat di Roma (Roma 12:9).
- Kartu Misi 'Tantangan Gerak Kebaikan Sekolah' dan Lembar Refleksi Aksi Murid.
- Buku Panduan Guru Pendidikan Agama Katolik dan Budi Pekerti untuk SD Kelas III (Kemendikbudristek, 2021/2022)
- Buku Siswa Pendidikan Agama Katolik dan Budi Pekerti untuk SD Kelas III
- Alkitab (Surat Rasul Paulus kepada Jemaat di Roma 12:9)
- Kartu gambar aktivitas di rumah dan Lembar Kerja Komitmen Perbuatan Baik di Rumah
- Buku Panduan Guru Pendidikan Agama Katolik dan Budi Pekerti SD Kelas III (Kemendikbudristek, 2021/2022)
- Buku Siswa Pendidikan Agama Katolik dan Budi Pekerti SD Kelas III (Kemendikbudristek, 2022)
- Lembar Soal Asesmen Sumatif Bab 1
- Lembar Format Jurnal Pembiasaan Berbuat Baik di Rumah
|