MODUL AJAR Pendidikan Agama Katolik dan Budi Pekerti — Kelas 2 (Fase A) Topik: Bab 5 — Mewujudkan Iman dalam Masyarakat INFORMASI UMUM| Mata Pelajaran | Pendidikan Agama Katolik dan Budi Pekerti |
|---|
| Fase / Kelas | Fase A / Kelas 2 |
|---|
| Topik | Bab 5 — Mewujudkan Iman dalam Masyarakat |
|---|
| Alokasi Waktu | 25 JP (25 x 35 menit = 875 menit) |
|---|
| Jumlah Pertemuan | 9 |
|---|
| Tahun Ajaran | 2026/2027 |
|---|
| Semester | 2 |
|---|
TUJUAN PEMBELAJARAN- TP 2.5.1 Menunjukkan contoh kebiasaan hidup rukun dengan tetangga di tengah masyarakat
- TP 2.5.2 Menceritakan perwujudan iman melalui tindakan menjaga kerukunan dengan tetangga
- TP 2.5.3 Menyebutkan bentuk kegiatan bergotong royong merawat lingkungan di tengah masyarakat
- TP 2.5.4 Menunjukkan sikap bergotong royong merawat lingkungan sebagai wujud iman di tengah masyarakat
PROFIL LULUSAN| Dimensi | Disasar |
|---|
| Keimanan dan Ketakwaan terhadap Tuhan Yang Maha Esa | ✓ | | Kewargaan | ✓ | | Penalaran Kritis | | | Kreativitas | | | Kolaborasi | ✓ | | Kemandirian | ✓ | | Kesehatan | | | Komunikasi | ✓ |
PERTANYAAN PEMANTIK- Apa yang kamu lakukan saat berpapasan dengan tetangga di depan rumah?
- Bagaimana perasaanmu ketika berbagi kue atau makanan dengan teman tetangga?
- Apa permainan yang paling kalian sukai saat bermain bersama teman-teman tetangga?
- Bagaimana sikap kita saat bermain agar tidak terjadi pertengkaran dengan teman tetangga?
- Bagaimana caramu tetap rukun saat bermain dengan tetangga dekat rumahmu?
- Mengapa Tuhan Yesus senang bila kita hidup rukun dan saling memaafkan dengan tetangga?
- Pernahkah kamu menolong teman tetangga yang sedang membutuhkan bantuan?
- Mengapa Tuhan Yesus senang jika kita menjaga kerukunan dan saling menolong dengan tetangga?
- Apa yang biasanya bapak-bapak dan warga lakukan saat gotong royong di saluran air dekat rumahmu?
- Mengapa kita perlu bekerja sama menyapu dan membersihkan jalan di lingkungan kita?
- Apa yang membuat taman atau pekarangan di sekitar tempat tinggal kita tampak asri, rapi, dan sejuk?
- Kegiatan apa saja yang dapat kita lakukan bersama-sama agar tanaman dan taman lingkungan tetap terawat dengan baik?
- Apa yang kamu lakukan jika melihat warga atau teman sedang menyapu sampah bersama-sama?
- Mengapa kita perlu ikut serta bergotong royong merawat kebersihan lingkungan ciptaan Tuhan?
- Mengapa Tuhan senang jika kita bersama warga ikut merawat lingkungan sekitar?
- Bagaimana caramu menunjukkan sikap mau bergotong royong merawat lingkungan sebagai anak beriman?
- Bagaimana cara kita membuktikan iman kepada Tuhan saat hidup bersama tetangga?
- Apa saja kegiatan gotong royong dan hidup rukun yang sudah kita pelajari dan lakukan bersama di lingkungan sekitar?
KEGIATAN PEMBELAJARANPertemuan 1 — Menunjukkan Contoh Kebiasaan Hidup Rukun Menyapa dan Berbagi dengan Tetangga — 2 JP (2 x 35 menit = 70 menit)Tujuan Pertemuan:- TP 2.5.1 Menunjukkan contoh kebiasaan hidup rukun dengan tetangga di tengah masyarakat
Pendahuluan:- Guru membuka pelajaran dengan tanda salib, salam, dan mengajak murid berdoa syukur atas tetangga di sekitar rumah (3 menit).
- Guru mengajak murid menyanyikan lagu tentang kerukunan anak-anak Tuhan agar tercipta suasana ceria (4 menit).
- Guru menyampaikan tujuan pembelajaran hari ini, yaitu menunjukkan contoh kebiasaan hidup rukun menyapa dan berbagi dengan tetangga (3 menit).
- Guru melaksanakan asesmen diagnostik awal dengan menunjukkan 2 gambar situasi: Gambar A (anak tersenyum melambaikan tangan menyapa tetangga) dan Gambar B (anak membuang muka saat bertemu tetangga), lalu meminta murid mengangkat tangan untuk menunjukkan gambar hidup rukun (acuan: Gambar A menunjukkan kebiasaan rukun menyapa, Gambar B tidak rukun) (5 menit).
Kegiatan Inti:Memahami (Bermakna, Berkesadaran):- Murid mengamati 4 kartu bergambar situasi hidup bertetangga yang dipasang guru di papan tulis: Kartu 1 (anak tersenyum mengucapkan 'Selamat pagi Bu RT'), Kartu 2 (anak membagikan buah mangga kepada tetangga sebelah rumah), Kartu 3 (anak mengejek tetangga yang melintas), Kartu 4 (anak merebut mainan tetangga) (7 menit).
- Guru membimbing tanya jawab terarah untuk menelaah keempat kartu tersebut: murid membedakan kartu yang menunjukkan kebiasaan hidup rukun menyapa dan berbagi dengan kartu perilaku tidak rukun (acuan: Kartu 1 dan 2 adalah kebiasaan hidup rukun; Kartu 3 dan 4 bukan hidup rukun) (8 menit).
Mengaplikasi (Menggembirakan, Bermakna):- Dalam kelompok berpasangan, murid memainkan permainan tantangan 'Pohon Kerukunan Tetangga': tiap pasangan menerima 4 kartu pernyataan aktivitas bertetangga: (1) 'Menyapa selamat sore saat bertemu paman di jalan', (2) 'Membagi kue bolu kepada anak tetangga', (3) 'Pura-pura tidak melihat tetangga yang menyapa', (4) 'Menolak meminjamkan sapu dan memarahi tetangga' (5 menit).
- Setiap pasangan berdiskusi untuk memilih dan menempelkan kartu yang tepat pada 'Pohon Kerukunan' (kartu yang benar ditempelkan: kartu 1 dan 2; kartu yang tidak ditempelkan: kartu 3 dan 4) (10 menit).
Merefleksi (Berkesadaran):- Murid bersama guru memeriksa hasil penempelan pada Pohon Kerukunan dan mengonfirmasi ketepatan contoh kebiasaan hidup rukun menyapa dan berbagi dengan tetangga (5 menit).
- Murid secara hening mengingat tetangga di sekitar rumahnya dan menyadari indahnya hidup rukun melalui tindakan sederhana menyapa dan berbagi sebagaimana dikehendaki Tuhan (5 menit).
Penutup:- Guru membimbing murid menyimpulkan bahwa kebiasaan menyapa dengan ramah dan rela berbagi adalah wujud hidup rukun dengan tetangga (5 menit).
- Murid mengerjakan asesmen akhir singkat secara mandiri pada lembar centang bergambar (5 menit).
- Pembelajaran ditutup dengan doa syukur memohon rahmat kerukunan bersama tetangga dan berkat penutup bertanda salib (5 menit).
Diferensiasi:- Konten: Murid yang membutuhkan bimbingan diberikan kartu bergambar visual konkret dengan teks terbimbing, sedangkan murid yang cepat diberikan kartu pernyataan teks situasi variatif.
- Proses: Murid yang belum lancar membaca didampingi secara langsung oleh guru saat membacakan teks pada kartu, sementara murid yang mandiri memilah kartu langsung bersama pasangannya.
- Produk: Murid menunjukkan contoh kebiasaan rukun dengan memilih dan menempel kartu atau memberi tanda centang pada lembar pilihan gambar.
Asesmen Pertemuan:Awal:- Pengecekan kesiapan belajar dengan memilih 1 dari 2 gambar situasi: Gambar A (anak tersenyum melambaikan tangan menyapa tetangga) dan Gambar B (anak membuang muka saat bertemu tetangga). Kriteria/acuan: Menunjukkan Gambar A sebagai contoh kebiasaan hidup rukun bertetangga.
Proses:- Penilaian unjuk kerja berpasangan mengelompokkan 4 kartu pernyataan aktivitas: (1) 'Menyapa selamat sore saat bertemu paman di jalan', (2) 'Membagi kue bolu kepada anak tetangga', (3) 'Pura-pura tidak melihat tetangga yang menyapa', (4) 'Menolak meminjamkan sapu dan memarahi tetangga'. Kriteria/acuan: Tepat memilih kartu (1) dan kartu (2) sebagai contoh kebiasaan hidup rukun bertetangga.
Akhir Pertemuan:- Cek pemahaman individu memberi tanda centang (V) pada lembar 4 pernyataan: (1) Menyapa tetangga dengan senyum ramah, (2) Berbagi bekal atau makanan dengan tetangga, (3) Menutup pintu dengan keras saat tetangga lewat, (4) Mengambil tanaman bunga tetangga tanpa izin. Acuan jawaban benar: tanda centang (V) tepat pada butir (1) dan (2); butir (3) dan (4) diberi tanda silang (X) atau dikosongkan.
Formatif:- Observasi unjuk kerja permainan 'Pohon Kerukunan Tetangga' dalam memilah kartu contoh kebiasaan hidup rukun menyapa dan berbagi
- Tes lisan dan lembar cek pemahaman di akhir pembelajaran
Rubrik Pertemuan:| Aspek | Belum Berkembang | Mulai | Berkembang | Sangat Berkembang |
|---|
| Menunjukkan contoh kebiasaan hidup rukun menyapa dan berbagi dengan tetangga | Belum mampu menunjukkan contoh kebiasaan hidup rukun menyapa dan berbagi dengan tetangga (salah memilih seluruh 4 kartu pernyataan) | Mampu menunjukkan 1 dari 2 contoh kebiasaan hidup rukun menyapa dan berbagi dengan tetangga secara tepat dengan bimbingan penuh guru | Mampu menunjukkan 2 contoh kebiasaan hidup rukun menyapa dan berbagi dengan tetangga (kartu 1 dan 2) secara tepat dengan sedikit bimbingan | Mampu menunjukkan 2 contoh kebiasaan hidup rukun menyapa dan berbagi dengan tetangga (kartu 1 dan 2) secara tepat, konsisten, dan mandiri tanpa bantuan |
Refleksi Pertemuan:Guru:- Apakah media kartu gambar dan permainan 'Pohon Kerukunan' efektif membantu murid kelas 2 mengenali contoh kebiasaan hidup rukun?
- Bagaimana keterlibatan murid yang pemalu dalam kegiatan berpasangan mengelompokkan contoh hidup rukun?
Murid:- Apakah aku senang belajar tentang menyapa dan berbagi dengan tetangga hari ini?
- Contoh rukun mana yang paling mudah aku lakukan di rumah: menyapa atau berbagi?
Pertemuan 2 — Menunjukkan Contoh Kebiasaan Hidup Rukun Bermain Bersama Teman Tetangga — 3 JP (3 x 35 menit = 105 menit)Tujuan Pertemuan:- TP 2.5.1 Menunjukkan contoh kebiasaan hidup rukun dengan tetangga di tengah masyarakat
Pendahuluan:- Guru menyapa murid, mengajak membuat tanda salib, dan memimpin doa pembuka memohon bimbingan Tuhan agar dapat belajar hidup rukun saat bermain bersama sesama (5 menit).
- Guru melakukan asesmen awal diagnostik singkat dengan menunjukkan 2 gambar situasi: Gambar A (dua anak berebut mainan bola) dan Gambar B (anak-anak bergantian memegang tali lompat), lalu murid diminta menunjuk gambar mana yang menunjukkan kebiasaan hidup rukun saat bermain (acuan: Gambar B adalah contoh hidup rukun karena bergantian/tidak berebut) (10 menit).
- Guru menyampaikan topik belajar hari ini yaitu menunjukkan contoh kebiasaan hidup rukun saat bermain bersama teman tetangga sebagai wujud kasih karunia Tuhan (5 menit).
Kegiatan Inti:Memahami (Berkesadaran, Bermakna):- Guru menayangkan dan mengajak murid mengamati 4 lembar kartu situasi bermain bersama tetangga: Kartu 1 (Anak antre menunggu giliran main ayunan), Kartu 2 (Anak mengejek teman yang kalah main kelereng), Kartu 3 (Anak meminjamkan mainan kepada tetangga), dan Kartu 4 (Anak mendorong teman hingga jatuh saat lari) (10 menit).
- Guru membimbing murid mengidentifikasi tindakan rukun dan tidak rukun pada kartu tersebut dengan penjelasan sederhana tentang pesan Mazmur 133:1 bahwa hidup rukun bersama sesama itu sungguh baik dan indah di hadapan Allah (10 menit).
Mengaplikasi (Menggembirakan, Bermakna):- Guru membagi murid berpasangan dan membagikan Lembar Kegiatan Berpasangan yang memuat 4 gambar aktivitas bermain: (1) Mengajak teman tetangga baru ikut bermain lompat tali; (2) Menyembunyikan bola agar teman tidak bisa bermain; (3) Menerima kekalahan dan memberi selamat pada teman; (4) Menangis dan marah karena kalah bermain (15 menit).
- Murid dalam kelompok berpasangan bermain 'Tantangan Detektif Rukun' dengan menempelkan stiker bintang senyum pada gambar tindakan hidup rukun dan tanda silang pada tindakan tidak rukun (acuan kunci: Gambar 1 = rukun/bintang; Gambar 2 = tidak rukun/silang; Gambar 3 = rukun/bintang; Gambar 4 = tidak rukun/silang) (15 menit).
- Setiap pasangan murid menunjukkan hasil pengelompokan gambar di mejanya dan memeriksa kecocokan kartu bersama arahan guru (10 menit).
Merefleksi (Berkesadaran):- Murid diajak duduk hening merenungkan pengalaman bermain sehari-hari di rumah: apakah sudah menunjukkan kebiasaan rukun seperti meminjamkan mainan dan bermain jujur dengan teman tetangga (10 menit).
- Murid menandai kartu refleksi bergambar hati bila berjanji akan bermain dengan rukun dan damai bersama teman di lingkungan tetangga (5 menit).
Penutup:- Guru memberikan penguatan bahwa anak-anak yang disayangi Tuhan selalu menjaga kerukunan saat bermain bersama teman tetangga (5 menit).
- Guru dan murid menutup kegiatan pembelajaran dengan doa bersama mohon rahmat kerukunan serta tanda salib penutup (5 menit).
Diferensiasi:- Konten: Murid yang membutuhkan bimbingan diberikan kartu bergambar dengan simbol warna kontras (hijau untuk rukun, merah untuk tidak rukun), sedangkan murid yang lebih cepat diberikan gambar situasi aktivitas bermain yang lebih beragam.
- Proses: Murid yang memerlukan pendampingan didampingi guru secara bertahap saat mengelompokkan gambar, sementara murid yang mandiri langsung bekerja sama dalam pasangan.
- Produk: Murid dapat menunjukkan contoh hidup rukun dengan menempel stiker simbol atau menunjuk langsung gambar tindakan yang benar.
Asesmen Pertemuan:Awal:- Guru menunjukkan 2 gambar situasi: Gambar A (dua anak berebut mainan) dan Gambar B (anak-anak bergantian memakai ayunan). Kriteria kesiapan: Murid tepat menunjuk Gambar B sebagai contoh hidup rukun saat bermain bersama teman tetangga (acuan tepat: Gambar B = hidup rukun; Gambar A = tidak rukun).
Proses:- Tantangan Menunjukkan Perilaku Rukun: Murid menunjukkan contoh kebiasaan hidup rukun pada 4 gambar situasi bermain: (1) Mengajak tetangga baru ikut bermain lompat tali; (2) Menyembunyikan bola teman; (3) Menerima kekalahan dengan tertib; (4) Marah saat bermain. Acuan ketepatan: Gambar 1 dan 3 ditunjukkan sebagai contoh hidup rukun, Gambar 2 dan 4 sebagai contoh tidak rukun. Kriteria: Murid tepat menunjukkan minimal 3 dari 4 gambar situasi dengan benar.
Akhir Pertemuan:- Cek pemahaman lisan/tunjuk cepat: Murid secara individu menunjukkan 1 dari 2 pernyataan tindakan bermain rukun yang dibacakan guru: Pernyataan 1 ('Bermain jujur dan mau bergantian giliran'); Pernyataan 2 ('Mau menang sendiri dan mengejek teman'). Acuan tepat: Murid memilih Pernyataan 1 sebagai contoh kebiasaan hidup rukun dengan tetangga.
Formatif:- Asesmen diagnostik awal melalui pemilihan gambar situasi rukun vs tidak rukun saat bermain
- Observasi unjuk kerja berpasangan 'Tantangan Detektif Rukun' dalam memilah 4 contoh kebiasaan hidup rukun bermain bersama teman tetangga
Rubrik Pertemuan:| Aspek | Belum Berkembang | Mulai | Berkembang | Sangat Berkembang |
|---|
| Menunjukkan contoh kebiasaan hidup rukun bermain bersama teman tetangga | Belum mampu menunjukkan contoh kebiasaan hidup rukun pada gambar situasi bermain (0-1 gambar tepat dari 4 acuan situasi: mengajak tetangga bermain, menyembunyikan bola, menerima kekalahan, marah saat main) meski dibimbing penuh. | Mulai mampu menunjukkan contoh kebiasaan hidup rukun dengan menunjukkan 2 dari 4 acuan gambar situasi bermain secara tepat dengan bantuan bimbingan guru. | Mampu menunjukkan contoh kebiasaan hidup rukun dengan menunjukkan 3 dari 4 acuan gambar situasi bermain secara tepat dan mandiri. | Sangat mampu menunjukkan contoh kebiasaan hidup rukun dengan menunjukkan seluruh 4 acuan gambar situasi bermain secara tepat tanpa ragu dan mandiri. |
Refleksi Pertemuan:Guru:- Apakah aktivitas permainan 'Tantangan Detektif Rukun' berhasil membuat murid aktif dan gembira dalam memahami hidup rukun?
- Bagaimana keterlibatan murid yang masih kesulitan membedakan tindakan bermain yang rukun dan yang menimbulkan pertengkaran?
Murid:- Permainan apa yang paling menyenangkan pada pembelajaran hari ini?
- Sikap rukun apa yang akan kamu lakukan saat bermain bersama teman tetangga nanti sore di rumah?
Pertemuan 3 — Menceritakan Pengalaman Sederhana Perwujudan Iman dalam Menjaga Kerukunan dengan Tetangga — 3 JP (3 x 35 menit = 105 menit)Tujuan Pertemuan:- TP 2.5.2 Menceritakan perwujudan iman melalui tindakan menjaga kerukunan dengan tetangga
Pendahuluan:- Guru mengawali pelajaran dengan tanda salib dan memimpin doa pembuka memohon bimbingan Roh Kudus agar dapat saling rukun sebagai sesama ciptaan Tuhan (5 menit).
- Guru memeriksa kehadiran dan mengajak murid menyanyikan bersama lagu 'Alangkah Bahagianya Hidup Rukun' berdasarkan Mazmur 133 (5 menit).
- Guru melakukan asesmen awal lisan mengenai pengalaman rukun dengan mengajukan 2 pertanyaan terarah kepada murid: (1) Siapa nama teman tetangga yang pernah kamu ajak bermain atau berbagi? (2) Apa tindakan yang kamu lakukan saat bermain agar tetap rukun? (acuan respons: (1) menyebutkan minimal 1 nama teman tetangga; (2) menyebutkan tindakan rukun konkret seperti berbagi mainan, meminjamkan barang, tidak bertengkar, atau segera minta maaf jika berselisih) (5 menit).
Kegiatan Inti:Memahami (Bermakna, Berkesadaran):- Murid mendengarkan penegasan guru tentang bacaan Mazmur 133:1-3, bahwa hidup rukun dengan sesama tetangga adalah kehendak Allah yang mendatangkan berkat dan sukacita (10 menit).
- Guru menyajikan 3 gambar cerita pengalaman hidup rukun: Gambar 1 (Edo meminjamkan sepeda kepada tetangga bernama Dani), Gambar 2 (Siti dan Maria bergantian memakai ayunan tanpa berebut), dan Gambar 3 (Budi meminta maaf dan bersalaman setelah tidak sengaja menabrak teman tetangga); murid mengidentifikasi tindakan menjaga kerukunan pada ketiga gambar tersebut (acuan: Gambar 1 = meminjamkan barang/berbagi; Gambar 2 = antre dan bergantian; Gambar 3 = meminta maaf dan berdamai) (15 menit).
Mengaplikasi (Menggembirakan, Bermakna):- Guru mengadakan permainan menggembirakan 'Estafet Cerita Kerukunan' menggunakan bola berputar sambil bernyanyi; murid yang memegang bola saat lagu berhenti menceritakan 1 pengalaman sederhananya bersama tetangga secara lisan di depan kelas atau di lingkaran tempat duduk (20 menit).
- Murid berlatih secara berpasangan menceritakan pengalaman sederhana menjaga kerukunan dengan tetangga menggunakan panduan 3 unsur cerita: (a) siapa tetangga yang bersama murid, (b) tindakan rukun apa yang dilakukan (misalnya meminjamkan mainan, menolong, atau berdamai), dan (c) perasaan senang karena menjalankan kasih Tuhan (kriteria penerimaan: cerita memuat ketiga unsur secara runtut dan relevan dengan pengalaman nyata murid) (20 menit).
Merefleksi (Berkesadaran):- Murid mengambil sikap hening berkesadaran, merenungkan di dalam hati tindakan kasih yang telah mereka lakukan kepada tetangga sebagai bentuk perwujudan iman kepada Tuhan (10 menit).
- Murid melengkapi lembar refleksi rukun dengan memilih simbol senyum dan menyebutkan 1 janji tindakan rukun yang akan dilakukan kepada tetangga sepulang sekolah hari ini (acuan penerimaan: menyebutkan 1 tindakan konkret seperti menyapa ramah, tidak mengejek, berbagi kue, atau meminjamkan mainan) (5 menit).
Penutup:- Guru bersama murid menyimpulkan bahwa menceritakan pengalaman rukun mengingatkan kita untuk selalu mengasihi sesama tetangga sebagaimana diperintahkan Tuhan (3 menit).
- Guru memberikan penguatan terhadap cerita-cerita yang telah dibagikan murid serta menyampaikan pesan kasih untuk terus menjaga kerukunan di rumah masing-masing (4 menit).
- Guru memimpin doa penutup dengan tanda salib bersyukur atas persaudaraan dan memohon berkat agar mampu hidup rukun dengan tetangga (3 menit).
Diferensiasi:- Konten: Murid yang membutuhkan bimbingan diberikan kartu gambar bantu alur bercerita (tokoh tetangga, tindakan berbagi/berdamai, senyuman bersyukur); murid berkemampuan cepat langsung menceritakan pengalaman tanpa media gambar perantara.
- Proses: Pada sesi bercerita berpasangan, murid yang ragu didampingi guru dengan pertanyaan penuntun ('Siapa nama tetanggamu?', 'Main apa waktu itu?', 'Apa yang kamu katakan saat meminjamkan?'); murid yang percaya diri langsung menceritakan secara mandiri kepada pasangannya.
- Produk: Penceritaan pengalaman sederhana disesuaikan: murid dapat menyampaikan cerita dalam 2-3 kalimat sederhana terpandu atau cerita narasi lengkap yang mencakup alasan iman (mengasihi karena mengasihi Tuhan).
Asesmen Pertemuan:Awal:- Tanya jawab lisan diagnostik di awal pelajaran untuk memetakan kesiapan bercerita tentang kerukunan dengan 2 butir pertanyaan: (1) 'Sebutkan nama 1 teman tetangga dekat rumahmu!' (acuan: menyebutkan minimal 1 nama anak tetangga); (2) 'Ceritakan 1 hal baik yang pernah kamu lakukan bersama tetangga saat bermain agar tidak bertengkar!' (acuan: menyebutkan tindakan rukun konkret seperti meminjamkan mainan, bergantian main, tidak mengejek, atau meminta maaf jika salah).
Proses:- Penilaian unjuk kerja bercerita secara lisan saat aktivitas 'Estafet Cerita Kerukunan' dan kerja berpasangan menggunakan rubrik penceritaan pengalaman perwujudan iman menjaga kerukunan (kriteria: memuat nama tetangga, tindakan menjaga kerukunan, dan ungkapan sukacita sebagai perwujudan iman/perintah kasih Tuhan).
Akhir Pertemuan:- Cek pemahaman lisan penutup: Guru meminta 2-3 murid menyimpulkan kembali mengapa orang yang beriman kepada Tuhan harus menjaga kerukunan dengan tetangga (kriteria penerimaan: murid menyatakan bahwa hidup rukun adalah perintah Tuhan Yesus atau membuat Tuhan senang dan mendatangkan berkat sukacita).
Formatif:- Asesmen diagnostik lisan di awal pembelajaran mengenai pengalaman berinteraksi rukun dengan tetangga sekitar.
- Observasi unjuk kerja menceritakan pengalaman perwujudan iman menjaga kerukunan dengan tetangga dalam aktivitas permainan estafet dan latihan berpasangan.
Rubrik Pertemuan:| Aspek | Belum Berkembang | Mulai | Berkembang | Sangat Berkembang |
|---|
| Menceritakan perwujudan iman dalam menjaga kerukunan dengan tetangga | Belum mampu menceritakan pengalaman menjaga kerukunan dengan tetangga meskipun telah diberikan pertanyaan pemantik dan bantuan penuh dari guru. | Mampu menceritakan pengalaman menjaga kerukunan dengan tetangga secara terbimbing sebagian, namun baru memuat 1 unsur (hanya menyebutkan nama tetangga atau tindakan rukunnya saja). | Mampu menceritakan pengalaman menjaga kerukunan dengan tetangga secara mandiri memuat 2 unsur (nama tetangga dan tindakan rukun konkret seperti berbagi mainan atau saling memaafkan). | Mampu menceritakan pengalaman menjaga kerukunan dengan tetangga secara lengkap dan mandiri memuat 3 unsur (nama tetangga, tindakan rukun konkret, dan ungkapan sukacita perwujudan iman sesuai kehendak Tuhan). |
Refleksi Pertemuan:Guru:- Apakah metode permainan estafet cerita berhasil memotivasi seluruh murid kelas 2 untuk berani menceritakan pengalaman rukunnya secara jujur?
- Bagaimana efektivitas bimbingan individual bagi murid yang masih malu menceritakan interaksinya dengan tetangga?
Murid:- Apakah kamu merasa gembira saat menceritakan pengalaman hidup rukun bersama teman tetangga?
- Tindakan rukun apa yang akan kamu lakukan kepada tetangga sepulang sekolah hari ini agar Tuhan senang?
Pertemuan 4 — Menceritakan Perwujudan Iman Melalui Tindakan Menjaga Kerukunan dan Saling Menolong dengan Tetangga — 3 JP (3 x 35 menit = 105 menit)Tujuan Pertemuan:- TP 2.5.2 Menceritakan perwujudan iman melalui tindakan menjaga kerukunan dengan tetangga
Pendahuluan:- Guru membuka pelajaran dengan tanda salib dan mengajak murid berdoa syukur atas tetangga yang baik hati di sekitar rumah (5 menit).
- Guru melakukan apersepsi dan diagnostik awal dengan bertanya: 'Sebutkan 1 contoh tindakan menolong tetangga yang pernah kamu lakukan atau kamu lihat!' (acuan jawaban: membantu membawakan barang belanjaan tetangga, meminjamkan pensil/mainan kepada anak tetangga, membagi makanan, atau menjenguk tetangga yang sakit) (10 menit).
Kegiatan Inti:Memahami (Bermakna, Berkesadaran):- Guru membacakan kisah teladan singkat 'Keluarga Pak Marta yang Gemar Berbagi dan Menolong Tetangga' yang terinspirasi dari Mazmur 133:1-3, lalu murid menyimak dengan tenang (10 menit).
- Secara berpasangan, murid menjawab pertanyaan guru untuk menemukan 3 tindakan saling menolong dalam cerita: (1) membawakan sup hangat saat tetangga sakit, (2) menolong memungut jemuran tetangga saat hujan, (3) meminjamkan payung (acuan: murid menyebutkan ketiga tindakan menolong dalam cerita tersebut) (15 menit).
Mengaplikasi (Menggembirakan):- Guru mengadakan permainan bergembira 'Estafet Tongkat Kasih': tongkat digilir diiringi lagu pujian rohani anak; ketika lagu berhenti, murid yang memegang tongkat mengambil 1 dari 3 kartu panduan cerita di meja guru: Kartu A (Menolong teman tetangga saat jatuh), Kartu B (Meminjamkan mainan/buku pada anak tetangga), Kartu C (Membagikan kue ke rumah tetangga sebelah) (15 menit).
- Murid yang terpilih menceritakan pengalaman pribadi atau menceritakan kembali situasi kartu tersebut yang memuat: (1) siapa tetangga yang ditolong, (2) tindakan nyata menjaga kerukunan/menolong, dan (3) alasan bahwa menolong adalah wujud melaksanakan ajaran kasih Tuhan Yesus (kriteria penerimaan: cerita memuat ketiga unsur tersebut dengan bahasa lisan sendiri) (30 menit).
Merefleksi (Berkesadaran, Bermakna):- Murid dalam suasana hening merenungkan perasaannya saat menolong tetangga dan mengonstruksi tekad iman sederhana: 'Aku ingin selalu menolong sesama karena aku murid Yesus' (10 menit).
Penutup:- Guru bersama murid menyimpulkan bahwa saling menolong dan menjaga kerukunan dengan tetangga adalah wujud nyata mengasihi Tuhan dalam kehidupan sehari-hari (5 menit).
- Guru memberikan penguatan dan menutup pembelajaran dengan doa penutup mohon rahmat kerukunan serta tanda salib (5 menit).
Diferensiasi:- Konten: Murid yang membutuhkan bimbingan diberikan kartu panduan bergambar situasi menolong untuk membantu mengingat pengalaman, sedangkan murid cepat diberikan kesempatan menceritakan pengalaman tanpa bantuan gambar visual.
- Proses: Pada saat bercerita, murid yang belum percaya diri dipandu guru dengan 3 pertanyaan penuntun (Siapa yang ditolong? Apa yang kamu lakukan? Mengapa Tuhan senang?), sedangkan murid yang mahir langsung menceritakan secara runtut dan mandiri.
- Produk: Semua murid menceritakan secara lisan; kedalaman detail cerita disesuaikan dengan kemampuan artikulasi dan perbendaharaan kata murid.
Asesmen Pertemuan:Awal:- Tanya jawab lisan diagnostik: Murid menyebutkan 1 contoh tindakan menolong tetangga (acuan jawaban yang diterima: membawakan barang, berbagi makanan/kue, meminjamkan alat tulis/mainan, menjenguk/mendoakan yang sakit, atau membantu membersihkan halaman bersama).
Proses:- Observasi unjuk kerja saat murid menceritakan pengalaman menolong tetangga berdasarkan kartu atau pengalaman pribadi pada tahap mengaplikasi dengan rubrik ketercapaian 3 unsur cerita.
Akhir Pertemuan:- Cek pemahaman lisan penutup: Guru meminta 2 orang murid secara acak menyebutkan kaitan antara menolong tetangga dengan iman kepada Tuhan (acuan: menolong sesama/tetangga adalah wujud mengasihi Tuhan dan mematuhi perintah cinta kasih Yesus).
Formatif:- Penilaian kinerja menceritakan perwujudan iman melalui tindakan menjaga kerukunan dan saling menolong dengan tetangga menggunakan rubrik pengamatan lisan
Rubrik Pertemuan:| Aspek | Belum Berkembang | Mulai | Berkembang | Sangat Berkembang |
|---|
| Menceritakan perwujudan iman melalui tindakan menjaga kerukunan dan saling menolong dengan tetangga | Belum mampu menceritakan tindakan saling menolong dengan tetangga walau telah diberi 3 pertanyaan pemandu dari guru. | Menceritakan tindakan menolong dengan tetangga yang memuat 1 unsur cerita (tindakan menolong saja) dengan bimbingan penuh guru. | Menceritakan tindakan menolong dengan tetangga yang memuat 2 dari 3 unsur cerita (tokoh tetangga, tindakan menolong, atau alasan iman kasih Tuhan) secara mandiri. | Menceritakan perwujudan iman melalui tindakan saling menolong dengan tetangga secara lengkap mencakup 3 unsur cerita (tokoh tetangga yang ditolong, tindakan nyata kerukunan/pertolongan, dan alasan iman sebagai wujud kasih Tuhan) secara mandiri dan runtut. |
Refleksi Pertemuan:Guru:- Apakah metode permainan tongkat estafet efektif membantu murid kelas 2 berani dan percaya diri menceritakan perwujudan imannya secara lisan?
- Bagaimana ketercapaian murid dalam mengaitkan tindakan menolong tetangga dengan perintah cinta kasih Tuhan Yesus?
Murid:- Bagaimana perasaanmu saat mendengar dan menceritakan pengalaman menolong teman tetangga hari ini?
- Tindakan menolong apa yang ingin kamu lakukan kepada tetangga di dekat rumahmu besok?
Pertemuan 5 — Menyebutkan Bentuk Kegiatan Bergotong Royong Membersihkan Saluran Air dan Jalan di Lingkungan — 3 JP (3 x 35 menit = 105 menit)Tujuan Pertemuan:- TP 2.5.3 Menyebutkan bentuk kegiatan bergotong royong merawat lingkungan di tengah masyarakat
Pendahuluan:- Guru membuka pelajaran dengan tanda salib dan memimpin doa pembuka: 'Dalam nama Bapa dan Putra dan Roh Kudus. Amin. Tuhan Yesus yang baik, kami bersyukur atas lingkungan tempat tinggal kami. Bimbinglah kami hari ini untuk belajar tentang kegiatan gotong royong merawat jalan dan saluran air ciptaan-Mu. Amin. Dalam nama Bapa dan Putra dan Roh Kudus. Amin.' (5 menit).
- Guru menyapa murid, memeriksa kehadiran, serta mengondisikan ruang kelas agar siap dan nyaman untuk belajar (5 menit).
- Guru melaksanakan asesmen awal diagnostik melalui tanya jawab terpimpin dengan memperlihatkan 2 gambar: Gambar A (saluran air/parit penuh sampah plastik dan daun) dan Gambar B (jalan desa kotor penuh daun gugur), lalu menanyakan: 'Kegiatan gotong royong apa yang harus dilakukan warga pada gambar A dan B?' (acuan jawaban: Gambar A = mengeruk/mengambil sampah di saluran air atau selokan; Gambar B = menyapu jalan atau mengumpulkan sampah daun di jalan) (10 menit).
Kegiatan Inti:Memahami (Bermakna):- Guru menayangkan dan menceritakan 4 kartu gambar kegiatan gotong royong di lingkungan: Kartu 1: Warga bergotong royong mengangkat sampah plastik dan endapan lumpur dari selokan/saluran air dengan sekop; Kartu 2: Warga bersama-sama menyapu daun kering dan sampah di sepanjang jalan kampung; Kartu 3: Warga mencabuti rumput liar di tepi jalan lingkungan; Kartu 4: Warga mengangkut tumpukan karung sampah dari pembersihan selokan ke gerobak sampah (15 menit).
- Guru membacakan peneguhan iman Katolik sesuai konteks Kejadian 1:28 bahwa Allah memberi manusia tugas merawat alam ciptaan-Nya, termasuk menjaga kebersihan lingkungan bersama sesama warga melalui kegiatan bergotong royong membersihkan saluran air dan jalan (10 menit).
Mengaplikasi (Menggembirakan):- Guru mengadakan permainan kartu berpasangan 'Tebak & Sebut Gotong Royong' (prinsip Menggembirakan): Secara berpasangan, murid mengambil amplop berisi 4 kartu gambar kegiatan dan 4 kartu nama kegiatan, kemudian memasangkan serta menyebutkan bentuk kegiatannya secara lisan bergantian dengan teman sebangku. Pasangan kartu: (1) Gambar orang mengeruk lumpur dan sampah selokan -> kartu 'Membersihkan sampah saluran air'; (2) Gambar warga beramai-ramai membawa sapu lidi di jalan -> kartu 'Menyapu sampah di jalan'; (3) Gambar warga mencabuti rumput liar di bahu jalan -> kartu 'Mencabut rumput di tepi jalan'; (4) Gambar warga menaikkan karung kotoran saluran air ke gerobak sampah -> kartu 'Mengangkut sampah selokan dan jalan' (acuan: tepat memasangkan dan menyebutkan 4 kegiatan tersebut) (20 menit).
- Murid secara mandiri mengerjakan lembar kerja unjuk kerja: Murid menandai tanda centang (V) pada gambar kegiatan gotong royong membersihkan saluran air dan jalan dari 5 pilihan yang disediakan, lalu menyebutkan namanya: (1) Menyapu jalan bersama warga (V - benar); (2) Menonton TV sendirian di kamar (X - salah); (3) Mengeruk sampah saluran air bersama tetangga (V - benar); (4) Mencabuti rumput liar di pinggir jalan bersama tetangga (V - benar); (5) Bermain game di gawai (X - salah). Murid menyebutkan minimal 3 bentuk kegiatan gotong royong yang tepat (20 menit).
Merefleksi (Berkesadaran):- Guru mengajak murid hening sejenak dalam suasana berkesadaran (mindful) untuk menyadari kebaikan Tuhan yang menganugerahkan lingkungan jalan dan saluran air yang bersih berkat gotong royong warga (10 menit).
Penutup:- Guru bersama murid menyimpulkan pembelajaran dengan menegaskan kembali bentuk-bentuk kegiatan gotong royong merawat lingkungan saluran air dan jalan: mengeruk sampah saluran air, menyapu jalan bersama warga, mencabuti rumput di tepi jalan, dan mengangkut sampah lingkungan (5 menit).
- Guru memberikan apresiasi dan memimpin doa penutup: 'Dalam nama Bapa dan Putra dan Roh Kudus. Amin. Ya Allah yang mahabaik, terima kasih atas pembelajaran hari ini. Bantulah kami agar selalu ingat pentingnya bergotong royong merawat jalan dan saluran air ciptaan-Mu. Amin. Dalam nama Bapa dan Putra dan Roh Kudus. Amin.' (5 menit).
Diferensiasi:- Konten: Menyediakan kartu gambar yang dilengkapi tulisan huruf besar bagi murid yang membutuhkan penguatan membaca dan visual jelas.
- Proses: Murid yang memerlukan bimbingan didampingi guru dengan menunjuk langsung objek gambar sebelum menyebutkan nama kegiatannya; murid yang cepat menyebutkan 4 kegiatan secara langsung tanpa bantuan visual.
- Produk: Murid dapat menyebutkan bentuk kegiatan gotong royong merawat lingkungan saluran air dan jalan secara lisan langsung atau dengan menunjukkan kartu pilihan yang sesuai.
Asesmen Pertemuan:Awal:- Tanya jawab diagnostik lisan menggunakan 2 gambar situasi lingkungan: Gambar A (saluran air/parit kotor penuh sampah) dan Gambar B (jalan kotor penuh daun gugur). Murid diminta menyebutkan kegiatan gotong royong apa yang harus dilakukan (acuan jawaban benar: Gambar A = mengeruk/membersihkan sampah selokan/saluran air; Gambar B = menyapu jalan/membersihkan sampah di jalan).
Proses:- Pengamatan langsung saat murid bermain peran/memasangkan kartu berpasangan dan menyebutkan 4 bentuk kegiatan: (1) Membersihkan sampah saluran air, (2) Menyapu sampah di jalan, (3) Mencabut rumput di tepi jalan, (4) Mengangkut sampah selokan dan jalan ke tempat pembuangan.
Akhir Pertemuan:- Cek pemahaman lisan/tulis di akhir inti: Murid menyebutkan minimal 3 bentuk kegiatan bergotong royong membersihkan saluran air dan jalan di lingkungan berdasarkan pilihan lembar kerja (acuan: menyapu jalan, mengeruk/membersihkan saluran air, mencabut rumput tepi jalan, mengangkut karung sampah saluran air).
Formatif:- Observasi unjuk kerja permainan memasangkan kartu dan menyebutkan bentuk kegiatan bergotong royong
- Pemeriksaan lembar kerja mandiri menandai dan menyebutkan bentuk kegiatan gotong royong merawat saluran air dan jalan
Rubrik Pertemuan:| Aspek | Belum Berkembang | Mulai | Berkembang | Sangat Berkembang |
|---|
| Menyebutkan bentuk kegiatan bergotong royong merawat lingkungan (saluran air dan jalan) | Belum mampu menyebutkan bentuk kegiatan bergotong royong membersihkan saluran air maupun jalan meski telah dibimbing. | Mampu menyebutkan 1 bentuk kegiatan bergotong royong membersihkan saluran air atau jalan dengan bantuan panduan guru. | Mampu menyebutkan minimal 2 sampai 3 bentuk kegiatan bergotong royong membersihkan saluran air dan jalan (acuan: mengeruk sampah saluran air, menyapu jalan, mencabut rumput liar di jalan) secara tepat dan mandiri. | Mampu menyebutkan 4 bentuk kegiatan bergotong royong membersihkan saluran air dan jalan secara lengkap (acuan: mengeruk sampah saluran air, menyapu jalan, mencabut rumput tepi jalan, mengangkut sampah gotong royong) secara mandiri dan tepat. |
Refleksi Pertemuan:Guru:- Apakah penggunaan media kartu gambar berpasangan efektif memfasilitasi murid kelas 2 menyebutkan bentuk gotong royong di saluran air dan jalan?
- Bagaimana keterlibatan aktif dan antusiasme murid selama kegiatan bermain kartu tebak bentuk kegiatan gotong royong?
Murid:- Kegiatan gotong royong membersihkan selokan dan jalan mana yang paling kamu sukai saat melihat gambarnya tadi?
- Apakah kamu merasa senang belajar bersama teman menyebutkan bentuk gotong royong hari ini?
Pertemuan 6 — Menyebutkan Bentuk Kegiatan Bergotong Royong Menjaga Keasrian Taman dan Lingkungan Sekitar — 3 JP (3 x 35 menit = 105 menit)Tujuan Pertemuan:- TP 2.5.3 Menyebutkan bentuk kegiatan bergotong royong merawat lingkungan di tengah masyarakat
Pendahuluan:- Guru membuka pertemuan dengan tanda salib dan memimpin doa pembuka memohon bimbingan Roh Kudus agar dapat belajar menjaga ciptaan Tuhan (5 menit).
- Guru memeriksa kehadiran murid, menyapa dengan ramah, dan mengondisikan kelas agar siap belajar (5 menit).
- Guru melaksanakan asesmen awal diagnostik melalui tanya jawab singkat dengan menampilkan 2 gambar: Gambar A (taman warga yang asri, rumput terpangkas rapi, dan bunga tersiram) dan Gambar B (tanaman layu, rumput liar tinggi, dan pot rusak), lalu meminta murid menunjuk mana yang menunjukkan lingkungan taman asri serta menyebutkan 1 tanda keasriannya (acuan jawaban: murid memilih Gambar A; tanda keasrian: daun hijau segar, tanaman berbunga, tidak ada rumput liar atau sampah) (5 menit).
- Guru menyampaikan tujuan pembelajaran hari ini, yaitu menyebutkan bentuk-bentuk kegiatan bergotong royong menjaga keasrian taman dan lingkungan sekitar (5 menit).
Kegiatan Inti:Memahami (Bermakna, Berkesadaran):- Guru menayangkan media peraga bergambar yang memperlihatkan 4 kegiatan bergotong royong merawat taman dan lingkungan sekitar: (1) Menyiram tanaman bersama di taman warga, (2) Mencabut rumput liar/gulma di sekitar pot bunga, (3) Menanam bibit pohon/bunga penghijauan bersama tetangga, dan (4) Memangkas dahan/daun kering agar rapi (10 menit).
- Guru menjelaskan makna merawat keasrian taman sebagai wujud bakti menjaga alam ciptaan Allah dan membimbing murid mengidentifikasi serta melafalkan kembali 4 nama bentuk kegiatan tersebut secara bersama-sama (10 menit).
Mengaplikasi (Menggembirakan, Bermakna):- Guru membagi murid berpasangan dan mengajak melakukan permainan tantangan berpasangan 'Tebak Kartu Aksi Taman': murid mengambil amplop berisi 4 kartu gambar kegiatan gotong royong taman ((1) anak-anak menyiram pot bunga bersama, (2) warga mencabut rumput liar di bedeng tanaman, (3) menanam bibit pohon pelindung, (4) memotong daun kering) dan 4 kartu nama kegiatan yang cocok; pasangan berlomba memasangkan gambar dengan label nama kegiatan yang tepat (acuan: pasangan 1-4 cocok satu sama lain) (15 menit).
- Setiap murid menerima Lembar Kerja Murid yang memuat 4 gambar kegiatan gotong royong merawat keasrian taman ((1) Gambar menyiram bunga bersama, (2) Gambar mencabut rumput liar bersama, (3) Gambar menanam pohon penghijauan bersama, (4) Gambar memangkas dahan kering bersama), lalu murid secara mandiri menyebutkan/menuliskan nama bentuk kegiatan di samping masing-masing gambar (acuan jawaban: 1. Menyiram tanaman/bunga bersama; 2. Mencabut rumput liar/gulma bersama; 3. Menanam pohon/bibit tanaman bersama; 4. Memangkas/membersihkan dahan atau daun kering bersama) (20 menit).
Merefleksi (Berkesadaran):- Guru membimbing murid duduk tenang dan hening untuk menyadari peran manusia sebagai pemelihara alam ciptaan Allah yang telah mempercayakan tanaman dan pekarangan untuk dirawat bersama (5 menit).
- Murid secara bergantian menyebutkan 1 bentuk kegiatan bergotong royong merawat keasrian taman yang paling ingin atau pernah ia lakukan bersama teman/tetangga di lingkungan sekitarnya (10 menit).
Penutup:- Guru bersama murid menyimpulkan 4 bentuk kegiatan gotong royong menjaga keasrian taman yang telah dipelajari: menyiram tanaman, mencabut rumput liar, menanam pohon/bunga penghijauan, dan merapikan/memangkas dahan kering (5 menit).
- Guru memberikan umpan balik dan apresiasi atas ketepatan serta antusiasme murid dalam menyebutkan bentuk-bentuk gotong royong merawat taman (5 menit).
- Pelajaran diakhiri dengan doa penutup Katolik (doa syukur atas keindahan alam ciptaan Allah) dan berkat tanda salib (5 menit).
Diferensiasi:- Konten: Menyediakan kartu gambar berwarna dengan simbol visual pendukung bagi murid yang membutuhkan bantuan visual konkret.
- Proses: Murid yang membutuhkan bimbingan diberikan panduan pilihan kata bantu ketika mengidentifikasi gambar, sedangkan murid yang cepat diarahkan langsung menuliskan nama kegiatan secara mandiri tanpa bantuan opsi kata.
- Produk: Murid dapat menyebutkan bentuk kegiatan gotong royong secara lisan langsung kepada guru bila kemampuan menulisnya masih berkembang pada Fase A.
Asesmen Pertemuan:Awal:- Tanya jawab diagnostik menggunakan 2 gambar lingkungan: Gambar A (taman lingkungan asri dan terawat) dan Gambar B (taman layu berantakan). Guru memeriksa apakah murid dapat memilih gambar yang asri dan menyebutkan 1 tanda keasriannya. Acuan jawaban benar: Murid memilih Gambar A; tanda keasrian: tanaman hijau subur, berbunga, bersih dari rumput liar/sampah.
Proses:- Penilaian performa pada Lembar Kerja Murid: ketepatan menyebutkan 4 bentuk kegiatan bergotong royong merawat keasrian taman berdasarkan gambar yang disajikan. Butir soal dan acuan jawaban: (1) Gambar anak menyiram pot bersama tetangga -> acuan: menyiram tanaman/bunga; (2) Gambar mencabut gulma/rumput liar bersama -> acuan: mencabut rumput liar; (3) Gambar menanam bibit pohon bersama -> acuan: menanam pohon/penghijauan; (4) Gambar memotong daun/dahan kering bersama -> acuan: memangkas/membersihkan dahan atau daun kering.
Akhir Pertemuan:- Cek pemahaman lisan akhir: guru menunjukkan kartu gambar acak dari 4 kegiatan yang dipelajari, dan murid secara lisan menyebutkan nama bentuk kegiatan bergotong royong tersebut secara mandiri (acuan: tepat menyebutkan kegiatan menyiram tanaman, mencabut rumput liar, menanam bibit penghijauan, atau memangkas daun kering).
Formatif:- Asesmen diagnostik awal: mengamati respon dan ketepatan murid menunjuk gambar taman asri serta menyebutkan 1 ciri keasrian.
- Asesmen formatif proses: pengamatan aktivitas permainan tebak kartu berpasangan dan pemeriksaan hasil Lembar Kerja Murid (menyebutkan 4 bentuk kegiatan gotong royong merawat keasrian taman).
Rubrik Pertemuan:| Aspek | Belum Berkembang | Mulai | Berkembang | Sangat Berkembang |
|---|
| Menyebutkan bentuk kegiatan bergotong royong merawat keasrian taman dan lingkungan sekitar | Belum dapat menyebutkan bentuk kegiatan bergotong royong merawat keasrian taman atau hanya tepat 1 dari 4 bentuk kegiatan dengan bimbingan penuh guru (acuan: 1. menyiram tanaman, 2. mencabut rumput liar, 3. menanam bibit pohon/bunga, 4. memangkas dahan/daun kering). | Dapat menyebutkan 2 dari 4 bentuk kegiatan bergotong royong merawat keasrian taman secara tepat sesuai acuan (acuan: 1. menyiram tanaman, 2. mencabut rumput liar, 3. menanam bibit pohon/bunga, 4. memangkas dahan/daun kering) dengan sedikit arahan guru. | Dapat menyebutkan 3 dari 4 bentuk kegiatan bergotong royong merawat keasrian taman secara tepat sesuai acuan (acuan: 1. menyiram tanaman, 2. mencabut rumput liar, 3. menanam bibit pohon/bunga, 4. memangkas dahan/daun kering) secara mandiri. | Dapat menyebutkan seluruhnya (4 dari 4) bentuk kegiatan bergotong royong merawat keasrian taman secara tepat sesuai acuan (acuan: 1. menyiram tanaman, 2. mencabut rumput liar, 3. menanam bibit pohon/bunga, 4. memangkas dahan/daun kering) secara lengkap dan mandiri tanpa keraguan. |
Refleksi Pertemuan:Guru:- Apakah media gambar kegiatan merawat taman yang digunakan sudah cukup konkret dan mudah dipahami oleh murid kelas 2?
- Apakah seluruh murid aktif berpartisipasi saat permainan memasangkan kartu bentuk gotong royong?
- Bagian mana dari langkah pembelajaran yang membutuhkan waktu lebih lama atau penyederhanaan instruksi?
Murid:- Bentuk kegiatan gotong royong apa saja yang sudah kita pelajari untuk merawat taman lingkungan hari ini?
- Kegiatan mana yang paling kamu sukai saat merawat tanaman atau taman bersama tetangga di lingkungan tempat tinggalmu?
Pertemuan 7 — Menunjukkan Sikap Mau Terlibat Bergotong Royong Merawat Kebersihan Lingkungan — 3 JP (3 x 35 menit = 105 menit)Tujuan Pertemuan:- TP 2.5.4 Menunjukkan sikap bergotong royong merawat lingkungan sebagai wujud iman di tengah masyarakat
Pendahuluan:- Guru membuka pelajaran dengan tanda salib dan memimpin doa pembuka: 'Tuhan Yesus yang baik, bimbinglah kami agar mau bekerja sama merawat lingkungan ciptaan-Mu. Amin.' (5 menit).
- Guru mengecek kehadiran murid dan mengondisikan kesiapan belajar di dalam kelas (5 menit).
- Guru menyampaikan tujuan pembelajaran pertemuan ke-7, yaitu menunjukkan sikap mau terlibat bergotong royong merawat kebersihan lingkungan sebagai wujud kasih kepada ciptaan Allah (5 menit).
- Guru melakukan asesmen awal diagnostik singkat dengan menunjukkan 2 gambar situasi: (A) Anak hanya duduk menonton saat warga menyapu halaman, (B) Anak ikut mengambil kantong sampah bersama warga; murid diminta mengacungkan tangan memilih gambar yang menunjukkan sikap mau terlibat bergotong royong (acuan jawaban: Gambar B) (5 menit).
Kegiatan Inti:Memahami (Bermakna, Berkesadaran):- Murid mengamati lembar gambar cerita tentang warga yang bekerja bakti membersihkan sampah di lingkungan sekitar dan mendengarkan penjelasan guru bahwa ikut serta merawat kebersihan adalah wujud iman memelihara ciptaan Allah (10 menit).
- Guru menyajikan 4 kartu pernyataan situasi sikap keterlibatan: (1) Ikut mengumpulkan sampah daun kering bersama teman; (2) Pura-pura tidur saat diajak kerja bakti di lingkungan; (3) Mau memegang kantong sampah agar teman mudah memasukkan sampah; (4) Menolak membantu dan bermain sendiri saat warga membersihkan selokan. Murid bersama guru menelaah kartu mana yang menunjukkan sikap mau terlibat bergotong royong (acuan: nomor 1 dan 3 = Mau Terlibat; nomor 2 dan 4 = Tidak Mau Terlibat) (15 menit).
Mengaplikasi (Menggembirakan, Bermakna):- Murid diajak melakukan permainan menggembirakan 'Tepuk Bersih Gotong Royong': jika guru menyebutkan tindakan mau terlibat, murid bertepuk tangan 2 kali; jika guru menyebutkan tindakan tidak peduli, murid menyilangkan tangan di dada. Pernyataan permainan: (a) Segera mengambil sapu lidi saat diajak membersihkan halaman bersama; (b) Membiarkan teman mengangkat tempat sampah sendirian; (c) Bersama-sama memungut sampah plastik di halaman; (d) Melempar sampah sembarangan saat orang lain sedang menyapu (acuan: a dan c = tepuk tangan 2 kali; b dan d = silang tangan di dada) (15 menit).
- Murid secara berpasangan mengerjakan Lembar Aktivitas Pilihan Sikap, yaitu memilih dan mewarnai 3 gambar tindakan yang menunjukkan sikap mau terlibat bergotong royong merawat kebersihan dari 4 pilihan yang tersedia: Gambar 1: Membantu memungut sampah bersama warga; Gambar 2: Menonton teman bekerja sambil mengejek; Gambar 3: Membantu membawa tempat sampah bersama; Gambar 4: Ikut menyapu jalanan bersama warga (acuan pilihan benar: Gambar 1, 3, dan 4) (15 menit).
Merefleksi (Berkesadaran):- Guru memfasilitasi murid memeriksa hasil kerjanya secara berpasangan dan guru memberikan konfirmasi langsung mengenai kesesuaian pilihan sikap mau terlibat bergotong royong (10 menit).
- Murid diajak berefleksi dengan menyatakan satu komitmen sederhana sikap keterlibatan yang akan dilakukannya minggu ini saat melihat aksi kebersihan lingkungan, misalnya: 'Saya mau ikut memungut sampah yang berserakan di sekitar rumah/sekolah' (10 menit).
Penutup:- Guru mengajak murid menarik kesimpulan bersama bahwa merawat kebersihan lingkungan bersama sesama adalah wujud perbuatan iman kita kepada Allah Sang Pencipta (5 menit).
- Guru memberikan penguatan atas partisipasi murid dan menyampaikan agenda pertemuan berikutnya tentang sikap bergotong royong sebagai wujud iman sehari-hari (3 menit).
- Guru mengajak murid menutup pembelajaran dengan tanda salib dan doa penutup: 'Tuhan yang mahabaik, terima kasih atas pelajaran hari ini. Bantulah kami selalu siap bergotong royong merawat lingkungan ciptaan-Mu demi Kristus Tuhan kami. Amin.' (2 menit).
Diferensiasi:- Konten: Murid yang membutuhkan bimbingan diberikan kartu bergambar dengan simbol warna jelas (hijau untuk mau terlibat, merah untuk tidak mau), sedangkan murid yang sudah mahir mengamati gambar situasi lingkungan yang lebih kompleks.
- Proses: Murid yang memerlukan pendampingan dibimbing guru dalam menunjuk gambar sikap gotong royong, sedangkan murid yang mandiri memilih langsung bersama pasangan belajarnya.
- Produk: Murid dapat menunjukkan sikap mau terlibat bergotong royong melalui menunjuk gambar atau mewarnai tanda centang pada lembar aktivitas.
Asesmen Pertemuan:Awal:- Pertanyaan diagnostik visual di awal pembelajaran: Memilih 1 dari 2 gambar situasi: (A) Anak duduk menonton saat warga menyapu; (B) Anak ikut memegang kantong sampah bersama warga. Murid diminta menunjuk gambar yang menunjukkan sikap mau terlibat bergotong royong (acuan: Gambar B).
Proses:- Observasi ketepatan respons gerak pada permainan 'Tepuk Bersih Gotong Royong' berdasarkan 4 pernyataan sikap gotong royong kebersihan (acuan: pernyataan a dan c respons tepuk 2 kali, pernyataan b dan d respons silang tangan).
- Pemeriksaan Lembar Aktivitas Pilihan Sikap: Murid menandai/mewarnai 3 gambar pilihan sikap mau terlibat dari 4 gambar yang disediakan (acuan kunci: Gambar 1 = membantu memungut sampah; Gambar 3 = membawa tempat sampah bersama; Gambar 4 = ikut menyapu jalanan).
Akhir Pertemuan:- Cek pemahaman akhir: Murid secara lisan atau isyarat memilih sikap yang benar terhadap skenario singkat: 'Jika di sekitarmu warga sedang membersihkan saluran air yang tersumbat sampah, apa sikapmu?' (acuan kriteria: memilih sikap ikut membantu mengambil atau membuang sampah sesuai kemampuan anak, bukan diam atau mengotori).
Formatif:- Observasi partisipasi murid saat permainan 'Tepuk Bersih Gotong Royong'
- Penilaian unjuk kerja Lembar Aktivitas Pilihan Sikap Keterlibatan Gotong Royong
Rubrik Pertemuan:| Aspek | Belum Berkembang | Mulai | Berkembang | Sangat Berkembang |
|---|
| Menunjukkan sikap mau terlibat bergotong royong merawat kebersihan lingkungan | Belum mampu menunjukkan gambar/tindakan sikap mau terlibat bergotong royong merawat kebersihan lingkungan (0-1 gambar tepat dari 3 acuan benar: Gambar 1, Gambar 3, Gambar 4). | Mampu menunjukkan sikap mau terlibat bergotong royong merawat kebersihan lingkungan dengan bimbingan penuh guru (2 gambar tepat dari 3 acuan benar: Gambar 1, Gambar 3, Gambar 4). | Mampu menunjukkan sikap mau terlibat bergotong royong merawat kebersihan lingkungan secara tepat dan mandiri (seluruh 3 gambar tepat sesuai acuan benar: Gambar 1, Gambar 3, Gambar 4). | Mampu menunjukkan seluruh 3 gambar sikap mau terlibat bergotong royong secara tepat dan mandiri, serta secara konsisten menunjukkan kesiapan spontan pada setiap contoh skenario tambahan yang diberikan. |
Refleksi Pertemuan:Guru:- Apakah aktivitas bermain peran sederhana dan permainan tepuk dapat memotivasi seluruh murid untuk menunjukkan sikap peduli gotong royong?
- Bagaimana keterlibatan murid yang masih pasif dalam membedakan sikap peduli dan tidak peduli terhadap kebersihan lingkungan?
Murid:- Apakah kamu merasa senang belajar bergotong royong menjaga kebersihan bersama teman?
- Apa yang akan kamu lakukan jika diajak ikut membersihkan lingkungan di sekitar rumahmu?
Pertemuan 8 — Menunjukkan Sikap Bergotong Royong Merawat Lingkungan Sebagai Wujud Iman dalam Kehidupan Sehari-hari — 2 JP (2 x 35 menit = 70 menit)Tujuan Pertemuan:- TP 2.5.4 Menunjukkan sikap bergotong royong merawat lingkungan sebagai wujud iman di tengah masyarakat
Pendahuluan:- Guru membuka pembelajaran dengan tanda salib dan memimpin doa pembuka: 'Tuhan Yesus yang baik, ajarilah kami merawat ciptaan-Mu bersama orang lain dengan penuh kasih. Amin.' (3 menit).
- Guru mengecek kehadiran murid dan mengondisikan suasana kelas yang ceria (2 menit).
- Guru melaksanakan asesmen awal diagnostik singkat: murid diminta mengangkat tangan memilih tindakan yang menunjukkan sikap bergotong royong merawat lingkungan sebagai wujud iman ketika ada kegiatan kerja bakti di lingkungan (acuan tepat: memilih ikut serta memungut sampah bersama warga karena merawat ciptaan Allah, bukan berdiam diri di dalam rumah) (5 menit).
Kegiatan Inti:Memahami (Berkesadaran, Bermakna):- Murid menyimak pengantar guru dan mengamati gambar anak-anak bersama warga sedang bergotong royong membersihkan lingkungan sebagai wujud syukur atas alam ciptaan Tuhan (5 menit).
- Guru membimbing murid memahami bahwa sikap mau terlibat dalam gotong royong merawat lingkungan merupakan perwujudan nyata iman katolik atas tugas yang diberikan Allah untuk memelihara ciptaan-Nya (10 menit).
Mengaplikasi (Menggembirakan, Bermakna):- Guru mengadakan permainan kelompok interaktif 'Tunjukkan Sikap Berimanmu!': guru membacakan 4 kartu situasi sikap, murid secara berkelompok mengangkat papan bertuliskan 'Sikap Beriman' atau 'Bukan Sikap Beriman'. Daftar 4 kartu situasi: (1) Situasi A: Ikut mengumpulkan sampah daun kering bersama tetangga dengan ceria karena menyayangi bumi buatan Allah (acuan: Sikap Beriman); (2) Situasi B: Masuk ke dalam rumah dan menutup pintu saat warga sedang membersihkan selokan (acuan: Bukan Sikap Beriman); (3) Situasi C: Bersama teman bergantian menyiram bunga di taman warga sebagai wujud syukur kepada Tuhan (acuan: Sikap Beriman); (4) Situasi D: Menonton tetangga yang sedang menanam pohon tanpa mau ikut membantu (acuan: Bukan Sikap Beriman) (15 menit).
- Murid secara mandiri menyelesaikan lembar kerja pilihan: memberi tanda centang (v) pada 3 dari 4 pernyataan yang tepat menunjukkan sikap gotong royong merawat lingkungan sebagai wujud iman. Pernyataan: (1) Membantu tetangga mencabuti rumput liar di taman lingkungan dengan senang hati; (2) Membiarkan sampah menumpuk di depan rumah tetangga; (3) Bersama teman membawa kantong sampah saat warga kerja bakti; (4) Bersedia menyapu halaman bersama warga agar lingkungan bersih bagi semua ciptaan Tuhan (acuan kunci jawaban benar: pernyataan 1, 3, dan 4) (15 menit).
Merefleksi (Berkesadaran):- Murid merenungkan perbuatannya selama ini dalam merawat lingkungan dan mengungkapkan komitmen batin untuk selalu bersemangat ikut gotong royong di lingkungannya sebagai wujud ketaatan kepada Tuhan (5 menit).
Penutup:- Murid bersama guru menyimpulkan inti pembelajaran bahwa bergotong royong menjaga kebersihan dan kelestarian lingkungan adalah bukti nyata perwujudan iman kita kepada Allah sang Pencipta (5 menit).
- Guru memberikan umpan balik apresiatif atas keterlibatan murid dan menyampaikan rencana pertemuan berikutnya (asesmen sumatif bab), kemudian menutup pelajaran dengan tanda salib dan doa penutup: 'Terima kasih Tuhan atas bumi yang indah, bimbinglah kami untuk rajin merawatnya bersama sesama. Amin.' (5 menit).
Diferensiasi:- Konten: Menyediakan kartu situasi bergambar konkret untuk murid yang membutuhkan bantuan visual.
- Proses: Memberikan pendampingan membaca kartu bagi murid yang belum lancar membaca; bagi murid yang cepat diberikan kesempatan menyebutkan situasi gotong royong nyata di RT/lingkungannya.
- Produk: Murid dapat menunjukkan sikap melalui kartu centang bergambar atau penandaan langsung pada lembar tugas.
Asesmen Pertemuan:Awal:- Tanya jawab diagnostik singkat: Meminta murid memilih respon ketika tetangga sedang kerja bakti membersihkan lingkungan (acuan: respon tepat adalah mau ikut serta membantu merawat ciptaan Tuhan, bukan mengabaikan atau berdiam diri di kamar).
Proses:- Pengamatan keterlibatan dan ketepatan murid dalam merespons 4 kartu situasi pada permainan 'Tunjukkan Sikap Berimanmu!' (acuan: Situasi A = Sikap Beriman, Situasi B = Bukan Sikap Beriman, Situasi C = Sikap Beriman, Situasi D = Bukan Sikap Beriman).
Akhir Pertemuan:- Cek pemahaman mandiri melalui lembar kerja: menentukan 3 pilihan yang tepat menunjukkan sikap gotong royong merawat lingkungan sebagai wujud iman dari 4 pernyataan yang disediakan (acuan: pernyataan nomor 1, 3, dan 4 tepat; nomor 2 tidak tepat).
Formatif:- Observasi unjuk respon murid saat permainan 'Tunjukkan Sikap Berimanmu!'
- Penilaian lembar kerja mandiri penentuan sikap gotong royong merawat lingkungan sebagai wujud iman
Rubrik Pertemuan:| Aspek | Belum Berkembang | Mulai | Berkembang | Sangat Berkembang |
|---|
| Menunjukkan sikap bergotong royong merawat lingkungan sebagai wujud iman | Belum mampu menunjukkan sikap bergotong royong merawat lingkungan sebagai wujud iman (hanya tepat 0-1 dari 4 kartu situasi/pernyataan acuan). | Mulai mampu menunjukkan sikap bergotong royong merawat lingkungan sebagai wujud iman dengan bimbingan penuh guru (tepat 2 dari 4 kartu situasi/pernyataan acuan). | Mampu menunjukkan sikap bergotong royong merawat lingkungan sebagai wujud iman secara tepat pada minimal 3 dari 4 kartu situasi/pernyataan acuan secara mandiri. | Mampu menunjukkan sikap bergotong royong merawat lingkungan sebagai wujud iman secara tepat pada seluruh (4 dari 4) kartu situasi/pernyataan acuan secara konsisten dan mandiri. |
Refleksi Pertemuan:Guru:- Apakah seluruh murid sudah aktif terlibat dan mampu menunjukkan sikap gotong royong merawat lingkungan sebagai wujud iman?
- Bagaimana suasana permainan interaktif membantu murid memahami keterkaitan iman dengan tindakan nyata merawat lingkungan?
Murid:- Apakah aku sudah siap ikut membantu warga bergotong royong membersihkan lingkungan sekitar?
- Bagian kegiatan mana yang paling membuatku senang hari ini?
Pertemuan 9 — Asesmen Sumatif Bab — 3 JP (3 x 35 menit = 105 menit)Tujuan Pertemuan:- TP 2.5.1 Menunjukkan contoh kebiasaan hidup rukun dengan tetangga di tengah masyarakat
- TP 2.5.2 Menceritakan perwujudan iman melalui tindakan menjaga kerukunan dengan tetangga
- TP 2.5.3 Menyebutkan bentuk kegiatan bergotong royong merawat lingkungan di tengah masyarakat
- TP 2.5.4 Menunjukkan sikap bergotong royong merawat lingkungan sebagai wujud iman di tengah masyarakat
Pendahuluan:- Guru membuka pertemuan dengan tanda salib dan memimpin doa pembuka singkat memohon bimbingan Roh Kudus agar dapat melaksanakan asesmen dengan jujur dan penuh sukacita (3 menit).
- Guru menyampaikan tujuan asesmen sumatif Bab 5, yaitu mengumpulkan bukti belajar mengenai kebiasaan hidup rukun dan gotong royong merawat lingkungan sebagai perwujudan iman (3 menit).
- Guru menjelaskan 3 rangkaian tugas sumatif yang akan dilaksanakan: tes tertulis visual memberi tanda pada gambar, unjuk kerja bercerita bergiliran di meja guru, serta unjuk kerja gotong royong merapikan kelas secara berkelompok (4 menit).
Kegiatan Inti:Memahami (Berkesadaran):- Guru membagikan Lembar Asesmen Visual Serentak yang berisi 6 gambar situasi dan menjelaskan petunjuk pengerjaan tugas 1 secara berkesadaran: memberi tanda centang (V) pada gambar yang menunjukkan contoh hidup rukun atau bentuk gotong royong merawat lingkungan, serta tanda silang (X) pada gambar yang bukan rukun atau bukan merawat lingkungan; 6 gambar tersebut adalah: (1) Gambar anak menyapa dan tersenyum ramah kepada tetangga saat berpapasan di jalan [Kunci: V, contoh hidup rukun], (2) Gambar dua anak berebut mainan bola dan bertengkar di halaman rumah tetangga [Kunci: X, bukan hidup rukun], (3) Gambar anak berbagi kue/makanan kecil dengan anak tetangga [Kunci: V, contoh hidup rukun], (4) Gambar warga bersama-sama membersihkan parit dan selokan yang tersumbat [Kunci: V, bentuk gotong royong merawat lingkungan], (5) Gambar anak mencoret-coret dinding pos ronda dan membuang bungkus es sembarangan di taman [Kunci: X, bukan gotong royong merawat lingkungan], (6) Gambar warga bersama-sama menanam bunga dan menyiram tanaman di taman lingkungan [Kunci: V, bentuk gotong royong merawat lingkungan] (5 menit).
Mengaplikasi (Bermakna):- Murid secara mandiri menyelesaikan Tugas 1 dengan memberi tanda centang (V) atau silang (X) pada 6 gambar tersebut sesuai pemahamannya, lalu lembar dikumpulkan ke meja guru tepat waktu (20 menit).
- Pelaksanaan Tugas 2: Murid secara bergiliran dipanggil satu per satu ke meja guru untuk menuturkan cerita lisan pengalaman pribadi berbuat rukun dengan tetangga selama 1,5 menit per murid (maksimal 30 murid, kapasitas waktu 45 menit); kriteria penerimaan cerita: menyebutkan minimal 1 tindakan nyata hidup rukun (misalnya: menyapa tetangga, berbagi makanan/mainan, membantu tetangga membawakan barang, atau bermain tanpa bertengkar) serta menyatakan alasan iman sederhana bahwa hidup rukun menyenangkan hati Tuhan (42 menit).
- Pelaksanaan Tugas 3: Guru membagi kelas menjadi 5 kelompok kecil untuk melaksanakan tindakan nyata bergotong royong merapikan dan membersihkan area kelas/lingkungan sekolah secara serentak; kelompok 1 menyapu lantai kelas, kelompok 2 merapikan meja dan kursi, kelompok 3 membersihkan papan tulis dan meja guru, kelompok 4 membuang sampah kering ke tempat sampah terpilah dan menata rak buku, kelompok 5 merapikan teras luar kelas serta menyiram pot tanaman di depan kelas; guru mengamati keterlibatan aktif setiap murid menggunakan lembar observasi gotong royong (15 menit).
Merefleksi (Berkesadaran):- Murid bersama guru duduk kembali di tempat masing-masing dan melakukan refleksi diri sederhana tentang perasaan mereka saat menunjukkan bukti iman melalui bercerita dan bergotong royong bersama teman sekelas (5 menit).
Penutup:- Guru memberikan peneguhan umum dan apresiasi atas kejujuran, ketertiban, serta kerja sama seluruh murid selama pelaksanaan asesmen sumatif Bab 5 (5 menit).
- Guru mengajak murid menutup rangkaian pembelajaran Bab 5 dengan doa syukur atas anugerah tetangga dan lingkungan, diakhiri dengan tanda salib penutup (3 menit).
Diferensiasi:- Konten: Tidak ada diferensiasi konten/kompetensi pada sesi asesmen sumatif; semua murid mengerjakan instrumen dan tugas yang sama.
- Proses: Akomodasi akses: Bagi murid yang mengalami hambatan kelancaran wicara, guru memberikan panduan pertanyaan pemantik lisan sederhana di meja guru tanpa mengubah bobot capaian; bagi murid yang membaca instruksi visual lebih lambat, gambar dibacakan keterangannya secara netral.
- Produk: Produk asesmen tetap seragam sesuai standar ATP: lembar visual bertanda, tuturan lisan pengalaman rukun, dan unjuk kerja gotong royong.
Asesmen Pertemuan:Awal:- Pengecekan kesiapan asesmen: Guru menanyakan secara lisan apakah murid siap melaksanakan 3 tugas sumatif Bab 5 (mengisi lembar gambar, bercerita di meja guru, dan gotong royong merapikan kelas) serta memastikan alat tulis murid sudah siap di meja.
Proses:- Observasi keterlibatan murid dalam menyelesaikan tugas tertulis visual secara mandiri tanpa menyontek, observasi ketepatan cerita lisan murid di meja guru, dan observasi keterlibatan aktif fisik dalam gotong royong kelompok.
Sumatif Bab:- kombinasi tes tertulis visual serentak, unjuk kerja bercerita bergiliran, dan unjuk kerja gotong royong kelompok: lembar kerja menandai gambar kegiatan rukun dan gotong royong, rekaman lisan cerita pengalaman hidup rukun 1,5 menit ke meja guru, serta tindakan nyata kerja sama membersihkan lingkungan kelas
- tes tertulis pilihan bergambar serentak: lembar tugas murid yang menandai/mencentang gambar contoh hidup rukun dengan tetangga dan gambar kegiatan gotong royong merawat lingkungan (25 menit; kelompok; instrumen: kunci jawaban dan rubrik penskoran lembar bergambar)
- unjuk kerja bercerita bergiliran: penuturan lisan pengalaman pribadi berbuat rukun dengan tetangga dinilai 1,5 menit per murid secara bergiliran dipanggil ke meja guru (45 menit / 1,5 menit = 30 murid kapasitas, muat 28 murid) (45 menit; individual; instrumen: rubrik unjuk kerja bercerita lisan (kelancaran, ketepatan contoh perbuatan rukun, sikap santun))
- penilaian unjuk kerja gotong royong berkelompok: tindakan nyata merapikan dan membersihkan area kelas/lingkungan sekolah secara bersama-sama dalam kelompok kecil (dibagi menjadi 5 kelompok secara serentak) (35 menit; kelompok; instrumen: lembar observasi keterlibatan gotong royong dan kepedulian lingkungan)
Sumatif:- kombinasi tes tertulis visual serentak, unjuk kerja bercerita bergiliran, dan unjuk kerja gotong royong kelompok: lembar kerja menandai gambar kegiatan rukun dan gotong royong, rekaman lisan cerita pengalaman hidup rukun 1,5 menit ke meja guru, serta tindakan nyata kerja sama membersihkan lingkungan kelas
- tes tertulis pilihan bergambar serentak: lembar tugas murid yang menandai/mencentang gambar contoh hidup rukun dengan tetangga dan gambar kegiatan gotong royong merawat lingkungan (25 menit; kelompok; instrumen: kunci jawaban dan rubrik penskoran lembar bergambar)
- unjuk kerja bercerita bergiliran: penuturan lisan pengalaman pribadi berbuat rukun dengan tetangga dinilai 1,5 menit per murid secara bergiliran dipanggil ke meja guru (45 menit / 1,5 menit = 30 murid kapasitas, muat 28 murid) (45 menit; individual; instrumen: rubrik unjuk kerja bercerita lisan (kelancaran, ketepatan contoh perbuatan rukun, sikap santun))
- penilaian unjuk kerja gotong royong berkelompok: tindakan nyata merapikan dan membersihkan area kelas/lingkungan sekolah secara bersama-sama dalam kelompok kecil (dibagi menjadi 5 kelompok secara serentak) (35 menit; kelompok; instrumen: lembar observasi keterlibatan gotong royong dan kepedulian lingkungan)
Rubrik Pertemuan:| Aspek | Belum Berkembang | Mulai | Berkembang | Sangat Berkembang |
|---|
| Menunjukkan contoh hidup rukun dan menyebutkan bentuk gotong royong (Tes Visual TP 1 & TP 3) | Menandai dengan tepat 1-2 dari 6 gambar acuan [Daftar acuan: Gambar 1 rukun (V), Gambar 2 bukan rukun (X), Gambar 3 rukun (V), Gambar 4 gotong royong (V), Gambar 5 bukan gotong royong (X), Gambar 6 gotong royong (V)]. | Menandai dengan tepat 3-4 dari 6 gambar acuan sesuai kunci. | Menandai dengan tepat 5 dari 6 gambar acuan sesuai kunci. | Menandai dengan tepat seluruh 6 gambar acuan sesuai kunci secara mandiri dan benar. | | Menceritakan perwujudan iman menjaga kerukunan dengan tetangga (Unjuk Kerja Lisan TP 2) | Belum mampu menceritakan pengalaman hidup rukun dengan tetangga meski telah dipandu pertanyaan oleh guru di meja guru. | Mampu menceritakan pengalaman rukun dengan tetangga tetapi belum mengaitkannya dengan perwujudan iman kepada Tuhan. | Menceritakan pengalaman nyata hidup rukun dengan tetangga (mis. berbagi makanan atau bermain rukun) dan mengaitkannya secara sederhana sebagai perwujudan iman kepada Tuhan. | Menceritakan pengalaman nyata hidup rukun dengan tetangga secara runtut, menyebutkan tindakan saling menolong, serta mengungkapkan kesadaran iman mendalam bahwa rukun menyenangkan hati Tuhan. | | Menunjukkan sikap bergotong royong merawat lingkungan sebagai wujud iman (Praktik Nyata TP 4) | Pasif atau hanya melihat teman-temannya bekerja saat kegiatan gotong royong kelompok merapikan area kelas. | Terlibat dalam kegiatan gotong royong kelompok hanya apabila diminta atau diingatkan berulang kali oleh guru. | Terlibat aktif dan mau bekerja sama dengan teman sekelompok dalam merapikan dan membersihkan area tugasnya di kelas secara bertanggung jawab. | Menunjukkan inisiatif tinggi, bersemangat bekerja sama menuntaskan pembersihan area kelompok, serta sigap membantu bagian yang belum selesai dengan sikap sukacita. |
Refleksi Pertemuan:Guru:- Apakah alokasi waktu 1,5 menit per murid di meja guru terlaksana secara efisien dan mencukupi seluruh murid?
- Bagaimana ketercapaian murid secara menyeluruh terhadap 4 TP pada Bab 5 berdasarkan hasil asesmen tertulis visual, lisan, dan unjuk kerja nyata?
- Langkah tindak lanjut remedial atau pengayaan apa yang perlu dirancang bagi murid berdasarkan hasil sumatif bab ini?
Murid:- Bagian mana dari tugas hari ini yang paling menyenangkan: mencentang gambar, bercerita di meja guru, atau gotong royong membersihkan kelas?
- Apakah aku sudah bersungguh-sungguh menunjukkan iman melalui hidup rukun dengan tetangga dan menjaga kebersihan lingkungan?
SUMBER BELAJAR- Buku Panduan Guru Pendidikan Agama Katolik dan Budi Pekerti untuk SD Kelas II (Kemendikbudristek, 2021)
- Buku Siswa Pendidikan Agama Katolik dan Budi Pekerti untuk SD Kelas II
- Kitab Suci (Mazmur 133:1-3)
- Set kartu gambar dan pernyataan situasi hidup rukun bertetangga
- Media bagan 'Pohon Kerukunan Tetangga'
- Kitab Suci (Kutipan Mazmur 133:1-3)
- Kartu bergambar aktivitas bermain anak-anak bersama teman tetangga
- Buku Panduan Guru Pendidikan Agama Katolik dan Budi Pekerti untuk SD Kelas II (Kemendikbudristek RI, 2021, Bab 5).
- Kitab Suci Mazmur 133:1-3 (Alangkah baiknya dan indahnya hidup rukun).
- Buku Siswa Pendidikan Agama Katolik dan Budi Pekerti SD Kelas II.
- Gambar ilustrasi kerukunan bertetangga (berbagi sepeda, bergantian mainan, saling bersalaman meminta maaf).
- Kutipan Kitab Suci Mazmur 133:1-3
- Tiga Kartu Panduan Cerita (Kartu A: Menolong teman jatuh; Kartu B: Meminjamkan mainan; Kartu C: Membagikan kue)
- Tongkat estafet dan pemutar audio lagu rohani anak
- Buku Panduan Guru Pendidikan Agama Katolik dan Budi Pekerti untuk SD Kelas II, Kemendikbudristek RI, 2021
- Buku Siswa Pendidikan Agama Katolik dan Budi Pekerti untuk SD Kelas II, Kemendikbudristek RI, 2021
- Kartu bergambar kegiatan gotong royong warga membersihkan saluran air dan jalan
- Lembar kerja murid (LKPD) menjodohkan gambar dan kartu kata
- Buku Panduan Guru Pendidikan Agama Katolik dan Budi Pekerti untuk SD Kelas II (Kemendikbudristek 2021), Bab 5: Mewujudkan Iman dalam Masyarakat.
- Buku Teks Siswa Pendidikan Agama Katolik dan Budi Pekerti SD Kelas II.
- Set kartu gambar aksi dan kartu kata kegiatan gotong royong menjaga keasrian taman.
- Lembar Kerja Murid bergambar tentang bentuk gotong royong merawat lingkungan sekitar.
- Kartu gambar situasi kegiatan gotong royong kebersihan lingkungan
- Lembar Aktivitas Pilihan Sikap Keterlibatan Gotong Royong
- Buku Panduan Guru Pendidikan Agama Katolik dan Budi Pekerti untuk SD Kelas II (Puskurbuk Kemendikbudristek 2021)
- Buku Siswa Pendidikan Agama Katolik dan Budi Pekerti Kelas II
- Kartu situasi bergambar gotong royong merawat lingkungan
- Kitab Mazmur 133:1-3 dan Kitab Kejadian 1:26-27
- Lembar Asesmen Sumatif Bergambar Bab 5
- Peralatan kebersihan kelas (sapu, kemoceng, tempat sampah, kain lap)
|