MODUL AJAR Pendidikan Agama Katolik dan Budi Pekerti — Kelas 2 (Fase A) Topik: Bab 2 — Tokoh-tokoh Iman dalam Perjanjian Lama INFORMASI UMUM| Mata Pelajaran | Pendidikan Agama Katolik dan Budi Pekerti |
|---|
| Fase / Kelas | Fase A / Kelas 2 |
|---|
| Topik | Bab 2 — Tokoh-tokoh Iman dalam Perjanjian Lama |
|---|
| Alokasi Waktu | 21 JP (21 x 35 menit = 735 menit) |
|---|
| Jumlah Pertemuan | 7 |
|---|
| Tahun Ajaran | 2026/2027 |
|---|
| Semester | 1 |
|---|
TUJUAN PEMBELAJARAN- TP 2.2.1 Menceritakan kisah tokoh iman Nuh di dalam Perjanjian Lama
- TP 2.2.2 Menceritakan kisah tokoh iman Abraham di dalam Perjanjian Lama
- TP 2.2.3 Menceritakan kisah tokoh iman Ishak di dalam Perjanjian Lama
- TP 2.2.4 Menceritakan kisah tokoh iman Yakub di dalam Perjanjian Lama
PROFIL LULUSAN| Dimensi | Disasar |
|---|
| Keimanan dan Ketakwaan terhadap Tuhan Yang Maha Esa | ✓ | | Kewargaan | | | Penalaran Kritis | ✓ | | Kreativitas | | | Kolaborasi | | | Kemandirian | ✓ | | Kesehatan | | | Komunikasi | ✓ |
PERTANYAAN PEMANTIK- Siapakah tokoh dalam Kitab Suci yang diperintahkan Allah untuk membuat perahu yang sangat besar?
- Mengapa Nuh taat membuat bahtera dan apa yang terjadi saat hujan lebat turun berhari-hari?
- Bagaimana keadaan Nuh, keluarganya, dan hewan-hewan saat berada di dalam bahtera di tengah air bah?
- Tanda apa yang Allah berikan di langit sebagai janji bahwa bumi tidak akan dimusnahkan lagi oleh air bah?
- Siapakah Abraham dan mengapa ia bersedia meninggalkan kampung halamannya di Haran?
- Ke negeri manakah Allah meminta Abraham pergi dan siapa saja yang ikut bersamanya?
- Bagaimanakah cara kita menceritakan kembali perjalanan iman Abraham menuruti perintah Allah?
- Apa janji indah yang diberikan Tuhan kepada Abraham di langit malam?
- Bagaimana Abraham menanggapi janji Tuhan meski ia dan istrinya sudah sangat tua?
- Mengapa Ishak harus pindah dan mengungsi ke negeri Gerar?
- Bagaimana cara Allah menolong dan memberkati Ishak di tempat pengungsian?
- Siapakah anak Ishak yang berjuang mendapatkan hak anak sulung?
- Bagaimana Yakub memperoleh hak anak sulung dari kakaknya, Esau?
- Siapakah tokoh iman Perjanjian Lama yang membuat bahtera besar, dan siapa yang dipanggil Allah berpindah ke negeri Kanaan?
- Bagaimana kisah Ishak saat menghadapi kelaparan di Gerar serta kisah Yakub yang mendapatkan hak anak sulung?
KEGIATAN PEMBELAJARANPertemuan 1 — Menceritakan Kisah Tokoh Iman Nuh: Perintah Pembuatan Bahtera dan Peristiwa Air Bah — 3 JP (3 x 35 menit = 105 menit)Tujuan Pertemuan:- TP 2.2.1 Menceritakan kisah tokoh iman Nuh di dalam Perjanjian Lama
Pendahuluan:- Guru membuka pembelajaran dengan tanda salib dan memandu doa pembuka mohon bimbingan Tuhan: 'Tuhan Yesus yang mahabaik, berkatilah kami agar dapat mendengarkan dan menceritakan kisah Nabi Nuh dengan baik. Amin.' (5 menit).
- Guru mengajak murid menyanyikan lagu bertema ketaatan Nabi Nuh bersama-sama untuk membangun suasana ceria (5 menit).
- Guru melaksanakan asesmen awal diagnostik lisan dengan mengajukan 2 pertanyaan: (1) 'Siapa tokoh yang taat kepada Allah dan disuruh membuat kapal besar?' (acuan jawaban: Nuh); (2) 'Bencana apa yang didatangkan Allah ke bumi pada zaman Nuh?' (acuan jawaban: air bah / banjir besar) (5 menit).
Kegiatan Inti:Memahami (Bermakna, Berkesadaran):- Guru membacakan dan mendongengkan kisah Nuh berdasarkan Kitab Kejadian 6:10-22 dan 7:1-24 menggunakan peraga 4 gambar berseri: Gambar 1 (Kondisi manusia yang jahat kecuali Nuh yang setia bergaul dengan Allah), Gambar 2 (Allah memerintahkan Nuh membuat bahtera dari kayu gofir), Gambar 3 (Nuh, keluarganya, dan pasangan hewan masuk ke dalam bahtera), Gambar 4 (Hujan lebat 40 hari 40 malam dan air bah menutupi bumi) (15 menit).
- Guru bersama murid melakukan tanya jawab terarah untuk memastikan pemahaman 4 alur kisah peristiwa Nuh berdasarkan gambar berseri yang ditunjukkan (10 menit).
Mengaplikasi (Menggembirakan, Bermakna):- Guru membagikan media lembar 4 kartu gambar acak kepada setiap pasangan murid, berisi: Kartu A (Nuh mendengarkan perintah Allah membuat kapal besar), Kartu B (Nuh dan keluarga membuat bahtera kayu), Kartu C (Hewan-hewan berpasangan masuk ke dalam bahtera), Kartu D (Air bah menenggelamkan bumi dan bahtera terapung) (acuan urutan runtut yang benar: A - B - C - D) (10 menit).
- Permainan 'Estafet Cerita Kisah Nuh': Murid secara berpasangan saling menceritakan kisah pembuatan bahtera dan peristiwa air bah dengan memegang kartu yang sudah diurutkan secara bergantian di tempat duduk masing-masing (15 menit).
- Perwakilan murid menceritakan kembali kisah Nuh (perintah membuat bahtera hingga terjadinya air bah) di depan kelas berdasarkan urutan 4 kartu gambar (20 menit).
Merefleksi (Berkesadaran):- Guru mengajak murid merenungkan sikap ketaatan Nuh yang patuh menjalankan perintah Allah membuat bahtera walau dicemooh orang lain (5 menit).
- Murid menyebutkan satu perbuatan taat kepada Tuhan dan orang tua yang dapat mereka lakukan di rumah seperti teladan Nuh (5 menit).
Penutup:- Guru bersama murid menyimpulkan kembali urutan peristiwa kisah Nuh: perintah Allah membuat bahtera, kepatuhan Nuh mengumpulkan hewan, dan terjadinya air bah (5 menit).
- Guru melaksanakan asesmen akhir berupa cek pemahaman lisan cepat kepada murid terkait alur cerita kisah Nuh (3 menit).
- Guru menutup kegiatan pembelajaran dengan doa syukur atas teladan iman Nuh dan membuat tanda salib penutup (2 menit).
Diferensiasi:- Konten: Menyediakan kartu gambar berseri dengan teks keterangan peristiwa singkat bagi murid yang sudah lancar membaca, dan kartu gambar visual murni bagi murid yang masih tahap awal membaca.
- Proses: Bagi murid yang memerlukan bimbingan, guru memberikan pertanyaan penuntun pada setiap gambar; bagi murid yang mandiri, guru meminta menceritakan langsung keempat gambar secara runtut tanpa jeda bantuan.
- Produk: Murid dapat menceritakan kisah dengan kalimat sederhana berpatokan pada 4 kartu gambar berseri.
Asesmen Pertemuan:Awal:- Pertanyaan lisan diagnostik: (1) 'Siapa tokoh yang taat kepada Allah dan diperintahkan membuat perahu besar?' (acuan: Nuh); (2) 'Bencana apa yang melanda bumi karena kejahatan manusia pada zaman Nuh?' (acuan: banjir besar / air bah).
Proses:- Pengamatan unjuk kerja mengurutkan 4 kartu gambar kisah Nuh: Kartu A (Perintah Allah), Kartu B (Pembuatan Bahtera), Kartu C (Hewan Masuk Bahtera), Kartu D (Air Bah Datang). Acuan urutan benar: A -> B -> C -> D.
- Pengamatan unjuk kerja menceritakan kisah Nuh berdasarkan kartu gambar mencakup 4 peristiwa: perintah membuat bahtera, ketaatan Nuh bekerja, masuknya keluarga dan hewan ke bahtera, serta datangnya air bah.
Akhir Pertemuan:- Cek pemahaman lisan penutup: Guru meminta murid menyebutkan urutan peristiwa secara cepat: (1) Mengapa Nuh membuat bahtera? (acuan: karena diperintah Allah); (2) Siapa yang masuk ke dalam bahtera? (acuan: Nuh, keluarganya, dan pasangan hewan); (3) Peristiwa apa yang terjadi setelah semua masuk ke bahtera? (acuan: hujan lebat / air bah).
Formatif:- Tanya jawab lisan diagnostik di awal pembelajaran
- Observasi unjuk kerja saat permainan memasangkan/mengurutkan 4 kartu gambar berseri
- Penilaian unjuk kerja menceritakan kembali kisah iman Nuh (perintah bahtera dan air bah) dengan rubrik
Rubrik Pertemuan:| Aspek | Belum Berkembang | Mulai | Berkembang | Sangat Berkembang |
|---|
| Menceritakan kisah tokoh iman Nuh (perintah pembuatan bahtera dan peristiwa air bah) | Belum mampu menceritakan kisah tokoh iman Nuh walaupun dipandu dengan 4 kartu gambar berseri. | Mampu menceritakan 1-2 peristiwa kisah tokoh iman Nuh (perintah bahtera atau air bah) secara tepat menggunakan panduan kartu gambar dan bimbingan guru. | Mampu menceritakan 3-4 peristiwa kisah tokoh iman Nuh (perintah Allah, pembuatan bahtera, masuknya hewan/keluarga, dan peristiwa air bah) secara tepat dan runtut sesuai acuan alur dengan sedikit arahan. | Mampu menceritakan seluruh (4) peristiwa kisah tokoh iman Nuh (perintah Allah, pembuatan bahtera, masuknya hewan/keluarga, dan peristiwa air bah) secara tepat, lengkap, dan runtut secara mandiri tanpa bantuan. |
Refleksi Pertemuan:Guru:- Apakah penggunaan media 4 kartu gambar berseri membantu murid menceritakan kisah Nuh secara runtut?
- Apakah seluruh murid aktif berpartisipasi dalam kegiatan menceritakan kisah secara berpasangan?
Murid:- Bagian mana dari cerita Nabi Nuh yang paling kamu sukai?
- Apakah kamu dapat menceritakan kembali kisah perahu Nuh kepada temanmu?
Pertemuan 2 — Menceritakan Kisah Tokoh Iman Nuh: Penyelamatan di Atas Bahtera dan Janji Allah — 3 JP (3 x 35 menit = 105 menit)Tujuan Pertemuan:- TP 2.2.1 Menceritakan kisah tokoh iman Nuh di dalam Perjanjian Lama
Pendahuluan:- Guru membuka pelajaran dengan menyapa murid, mengajak membuat tanda salib, dan melafalkan doa pembuka bersama (5 menit).
- Guru bersama murid menyanyikan lagu bertema Nabi Nuh untuk membangkitkan suasana gembira dan memusatkan perhatian (5 menit).
- Guru melaksanakan asesmen awal diagnostik lisan dengan menanyakan 2 peristiwa lanjutan kisah Nuh: (1) Burung apa yang dilepaskan Nuh dan membawa ranting zaitun? (acuan: burung merpati), (2) Apa tanda janji Allah di langit setelah air surut? (acuan: pelangi) untuk memetakan kesiapan murid menceritakan kisah penyelamatan (5 menit).
Kegiatan Inti:Memahami (Bermakna, Berkesadaran):- Guru membacakan narasi kelanjutan kisah Nuh berdasarkan Kitab Kejadian 8-9 tentang hujan yang berhenti, burung merpati yang kembali membawa daun zaitun, keluarnya Nuh beserta keluarga dan hewan dari bahtera, serta janji Allah dengan tanda pelangi (15 menit).
- Guru menampilkan 4 gambar berseri peristiwa penyelamatan Nuh secara berurutan: Gambar 1 (Bahtera mengapung saat air bah), Gambar 2 (Nuh melepaskan burung merpati dari jendela bahtera), Gambar 3 (Nuh, keluarga, dan hewan-hewan turun ke daratan yang kering), dan Gambar 4 (Pelangi indah muncul di awan sebagai tanda janji Allah) sambil menjelaskan pokok peristiwa tiap gambar (15 menit).
Mengaplikasi (Menggembirakan, Bermakna):- Guru membagi murid berpasangan dan membagikan 4 kartu urutan cerita peristiwa penyelamatan Nuh untuk ditata dan diceritakan secara bergantian kepada teman sebangku: Kartu A (Air bah meluap dan bahtera menyelamatkan Nuh serta hewan), Kartu B (Burung merpati dilepaskan dan kembali membawa daun zaitun pertanda air surut), Kartu C (Nuh, keluarga, dan seluruh hewan keluar dari bahtera ke tanah kering), Kartu D (Allah membuat pelangi di langit sebagai janji tidak memusnahkan bumi lagi) (acuan urutan: A - B - C - D) (20 menit).
- Secara bergantian, setiap murid menceritakan isi kisah penyelamatan Nuh dan janji pelangi di hadapan guru atau kelas berdasarkan susunan 4 kartu tersebut dengan menyebutkan tokoh Nuh, peristiwa merpati/air surut, keluarnya dari bahtera, dan tanda janji pelangi Allah (20 menit).
Merefleksi (Berkesadaran):- Guru mengajak murid hening sejenak merenungkan bagaimana Allah selalu setia menjaga orang yang taat seperti Nuh dan memberikan tanda pelangi penuh kasih (5 menit).
Penutup:- Guru bersama murid menyimpulkan inti peristiwa penyelamatan Nuh dan makna tanda pelangi sebagai janji kasih Allah (5 menit).
- Guru memberikan umpan balik atas latihan menceritakan kisah yang telah dilakukan seluruh murid (5 menit).
- Pelajaran diakhiri dengan doa penutup penuh syukur dan berkat atas perlindungan Tuhan, ditutup dengan tanda salib (5 menit).
Diferensiasi:- Konten: Murid yang membutuhkan bimbingan menggunakan kartu gambar berseri berpola warna acuan, sedangkan murid mahir menceritakan langsung berdasarkan gambar mandiri tanpa petunjuk teks bantuan.
- Proses: Murid yang lancar menceritakan 4 peristiwa lengkap secara mandiri; murid yang sedang berkembang dipandu guru dengan pertanyaan pemandu bertahap per gambar.
- Produk: Semua murid menghasilkan penceritaan lisan kisah penyelamatan Nuh dan janji Allah, dengan rentang bimbingan sesuai kesiapan.
Asesmen Pertemuan:Awal:- Guru menanyakan 2 butir pertanyaan singkat: (1) 'Hewan apa yang dilepaskan Nuh untuk memeriksa air surut dan membawa kembali ranting?' (acuan jawaban: burung merpati), (2) 'Apa tanda di langit yang Allah berikan sebagai janji tidak akan mendatangkan air bah lagi?' (acuan jawaban: pelangi).
Proses:- Formatif unjuk kerja menceritakan kelanjutan kisah Nuh berpatokan pada 4 kartu urutan: (1) Penyelamatan di bahtera, (2) Pelepasan burung merpati dan air surut, (3) Keluarnya keluarga Nuh dan hewan ke darat, (4) Munculnya tanda pelangi sebagai janji Allah (acuan cerita benar: mencakup keempat peristiwa tersebut secara runtut).
Akhir Pertemuan:- Cek pemahaman lisan penutup: Guru meminta murid secara acak menyebutkan 2 hal penting dari janji Allah kepada Nuh setelah keluar dari bahtera (acuan jawaban: Allah berjanji tidak akan memusnahkan bumi lagi dengan air bah; tandanya adalah pelangi di langit).
Formatif:- Asesmen diagnostik lisan di awal pembelajaran
- Observasi unjuk kerja menceritakan lisan kisah Nuh menggunakan panduan lembar amatan 4 kartu urutan
Rubrik Pertemuan:| Aspek | Belum Berkembang | Mulai | Berkembang | Sangat Berkembang |
|---|
| Menceritakan kisah penyelamatan Nuh dan janji Allah | Belum mampu menceritakan kisah penyelamatan Nuh (hanya menyebutkan 1 peristiwa atau keliru secara acuan urutan meski telah dibimbing penuh). | Menceritakan 2 dari 4 peristiwa kisah penyelamatan Nuh (antara bahtera, merpati membawa ranting, keluar ke darat, atau janji pelangi) dengan bantuan bimbingan guru. | Menceritakan 3 sampai 4 peristiwa kisah penyelamatan Nuh secara runtut dan tepat sesuai acuan (bahtera, burung merpati, keluar dari bahtera, janji pelangi) secara mandiri. | Menceritakan seluruh 4 peristiwa kisah penyelamatan Nuh secara lengkap, sangat runtut, dan lancar tanpa keraguan atau jeda bantuan acuan sama sekali. |
Refleksi Pertemuan:Guru:- Apakah media kartu bergambar berseri efektif memandu murid kelas 2 menceritakan kisah penyelamatan Nuh secara runtut?
- Bagian cerita manakah yang paling mudah dan paling sulit diceritakan kembali oleh murid?
Murid:- Bagian mana dari cerita penyelamatan Nabi Nuh dan pelangi yang paling kamu sukai?
- Apakah kamu merasa senang saat bercerita kepada teman menggunakan kartu gambar tadi?
Pertemuan 3 — Menceritakan Kisah Tokoh Iman Abraham: Panggilan Meninggalkan Haran Menuju Tanah Kanaan — 3 JP (3 x 35 menit = 105 menit)Tujuan Pertemuan:- TP 2.2.2 Menceritakan kisah tokoh iman Abraham di dalam Perjanjian Lama
Pendahuluan:- Guru membuka pembelajaran dengan tanda salib dan memandu doa pembuka memohon bimbingan Roh Kudus agar dapat meneladani ketaatan Abraham (5 menit).
- Guru melakukan asesmen awal diagnostik lisan dengan mengajukan 3 pertanyaan: (1) 'Siapakah nama tokoh yang disuruh Allah pergi dari negeri Haran?' (acuan: Abraham), (2) 'Ke negeri manakah Abraham disuruh pergi?' (acuan: Tanah Kanaan), dan (3) 'Siapakah nama istri Abraham yang ikut pergi?' (acuan: Sara/Sarai) untuk memetakan pengetahuan awal murid (10 menit).
Kegiatan Inti:Memahami (Berkesadaran, Bermakna):- Murid mengamati gambar ilustrasi Kitab Suci dan menyimak penuturan guru mengenai kisah Abraham Dipanggil Allah berdasarkan Kejadian 12:1-9, yang memuat 4 fakta inti peristiwa: (1) Abraham dipanggil Allah saat berusia 75 tahun untuk meninggalkan negeri Haran, (2) Abraham taat dan berangkat menuju tanah Kanaan, (3) Abraham membawa serta istrinya Sarai, kemenakannya Lot, serta segala harta bendanya, dan (4) Tiba di Kanaan, Allah berjanji memberikan negeri itu kepada keturunannya lalu Abraham mendirikan mezbah untuk Tuhan (15 menit).
- Murid menjawab 4 pertanyaan pendalaman isi kisah untuk mengecek pemahaman fakta: (1) Dari mana Abraham berangkat? (acuan: Haran), (2) Ke mana tujuan perjalanannya? (acuan: Kanaan), (3) Siapa yang menyertai perjalanannya? (acuan: Sarai dan Lot), (4) Apa yang didirikan Abraham di Kanaan saat menerima janji Tuhan? (acuan: mezbah) (10 menit).
Mengaplikasi (Menggembirakan, Bermakna):- Murid secara berkelompok memainkan permainan edukatif menggembirakan 'Estafet Kartu Kisah Abraham': setiap kelompok mengurutkan 4 kartu alur bergambar dan bertulisan kalimat peristiwa: Kartu 1: 'Abraham berusia 75 tahun di Haran dipanggil Allah untuk pergi', Kartu 2: 'Abraham berangkat bersama Sarai istrinya dan Lot kemenakannya', Kartu 3: 'Rombongan Abraham berjalan menempuh padang hingga tiba di tanah Kanaan', Kartu 4: 'Abraham mendirikan mezbah persembahan bagi Tuhan di Sikhem Kanaan' (acuan urutan benar: Kartu 1 - Kartu 2 - Kartu 3 - Kartu 4) (15 menit).
- Murid secara berpasangan saling menceritakan kembali kisah panggilan Abraham meninggalkan Haran menuju Kanaan dengan bantuan 4 kartu alur peristiwa yang sudah tersusun benar (15 menit).
- Setiap murid secara bergiliran menceritakan kisah iman Abraham di hadapan guru/kelas yang memuat 4 unsur pokok: perintah meninggalkan Haran, usia Abraham/ketaatannya, rombongan yang ikut (Sarai dan Lot), serta kedatangan di Kanaan dan pendirian mezbah (15 menit).
Merefleksi (Berkesadaran, Bermakna):- Murid bersama bimbingan guru merefleksikan sikap iman dan ketaatan Abraham yang langsung mematuhi panggilan Allah tanpa ragu, serta menyadari pentingnya meneladani sikap taat tersebut saat mendengarkan nasihat orang tua dan guru di rumah serta sekolah (10 menit).
Penutup:- Guru memberikan umpan balik dan penguatan atas capaian murid dalam menceritakan kisah panggilan iman Abraham, serta menegaskan kembali 4 poin inti kisah (5 menit).
- Guru bersama murid menutup pelajaran dengan mendaraskan doa penutup syukur atas teladan ketaatan Bapa Abraham serta membuat tanda salib penutup (5 menit).
Diferensiasi:- Konten: Murid yang membutuhkan bimbingan disediakan kartu alur cerita berilustrasi visual jelas dan frasa pembantu sederhana; murid yang cepat dapat menggunakan kartu alur tanpa teks bantu.
- Proses: Murid yang masih ragu menceritakan kisah didampingi guru dengan pancingan kata tanya faktual urut; murid yang mahir menceritakan kisah secara mandiri dan utuh.
- Produk: Murid menceritakan kisah panggilan Abraham: murid yang berkembang menceritakan dengan panduan urutan kartu gambar; murid yang sangat berkembang menceritakan alur secara mandiri tanpa melihat kartu bantuan.
Asesmen Pertemuan:Awal:- Tanya jawab diagnostik lisan di awal pembelajaran terdiri dari 3 butir: (1) Siapakah nama tokoh yang disuruh Allah pergi dari negeri Haran? (acuan jawaban: Abraham), (2) Ke negeri manakah Abraham disuruh pergi? (acuan jawaban: Kanaan), (3) Siapakah nama istri Abraham yang ikut pergi? (acuan jawaban: Sara/Sarai).
Proses:- Observasi unjuk kerja saat permainan mengurutkan 4 kartu alur kisah Abraham (acuan: urutan Kartu 1 [Panggilan di Haran] -> Kartu 2 [Berangkat bersama Sarai dan Lot] -> Kartu 3 [Perjalanan ke Kanaan] -> Kartu 4 [Tiba di Kanaan dan membangun mezbah]).
- Penilaian kinerja lisan saat murid menceritakan kisah panggilan Abraham berdasarkan 4 unsur cerita (acuan: [1] Panggilan meninggalkan Haran, [2] Ketaatan Abraham di usia 75 tahun, [3] Penyertaan Sarai dan Lot beserta harta benda, [4] Sampai di Kanaan dan mendirikan mezbah persembahan).
Akhir Pertemuan:- Cek pemahaman lisan akhir sesi: Murid menjawab 3 pertanyaan konfirmasi isi kisah: (1) Di usia berapa Abraham dipanggil Allah meninggalkan Haran? (acuan: 75 tahun), (2) Siapa kemenakan yang ikut Abraham ke Kanaan? (acuan: Lot), (3) Apa tanda syukur yang didirikan Abraham di Kanaan untuk Tuhan? (acuan: mezbah).
Formatif:- Penilaian kinerja lisan menceritakan kisah tokoh iman Abraham (Kejadian 12:1-9) menggunakan lembar observasi dan rubrik analitis.
- Cek ketepatan penyusunan urutan alur kartu kisah Abraham (4 kartu peristiwa).
Rubrik Pertemuan:| Aspek | Belum Berkembang | Mulai | Berkembang | Sangat Berkembang |
|---|
| Kelengkapan dan Ketepatan Unsur Kisah Abraham yang Diceritakan (Acuan 4 unsur: [1] Perintah meninggalkan Haran, [2] Ketaatan berangkat di usia 75 tahun, [3] Rombongan Sarai dan Lot yang ikut, [4] Tiba di Kanaan dan mendirikan mezbah) | Menceritakan hanya 1 unsur kisah secara tepat dengan bantuan penuh dari guru. | Menceritakan 2 unsur kisah secara tepat dengan sesekali bimbingan pancingan pertanyaan. | Menceritakan 3 unsur kisah secara tepat dan runtut secara mandiri. | Menceritakan seluruh 4 unsur kisah Abraham secara lengkap, tepat, dan runtut secara mandiri. |
Refleksi Pertemuan:Guru:- Apakah media kartu alur kisah bergambar efektif membantu murid Fase A menceritakan kisah Abraham secara terstruktur?
- Bagaimana keterlibatan murid dalam permainan estafet kartu alur dan penyampaian cerita di depan teman-temannya?
Murid:- Bagian cerita manakah dari Bapa Abraham yang paling kamu sukai?
- Apakah kamu dapat menceritakan kembali perjalanan Bapa Abraham meninggalkan Haran ke tanah Kanaan?
Pertemuan 4 — Menceritakan Kisah Tokoh Iman Abraham: Perjalanan Iman dan Janji Berkat Keturunan — 3 JP (3 x 35 menit = 105 menit)Tujuan Pertemuan:- TP 2.2.2 Menceritakan kisah tokoh iman Abraham di dalam Perjanjian Lama
Pendahuluan:- Guru membuka pembelajaran dengan tanda salib, doa pembuka bersama, dan menyapa murid dengan hangat (5 menit).
- Guru mengajak murid bernyanyi bersama lagu 'Bapa Abraham Mempunyai Banyak Sekali Anak-Anak' dengan riang gembira (5 menit).
- Guru melakukan asesmen awal lisan mengenai perjalanan Abraham sebelumnya: 'Ke negeri mana Abraham diminta Tuhan untuk pindah?' (acuan jawaban: Kanaan/tanah terjanji) dan 'Siapa nama istri Abraham yang ikut bersamanya?' (acuan jawaban: Sara/Sarai) (5 menit).
Kegiatan Inti:Memahami (Bermakna, Berkesadaran):- Guru menayangkan 3 gambar berurutan tentang perjalanan iman Abraham dan membacakan ceritanya berdasarkan Kitab Kejadian: Gambar 1 (Abraham memandang bintang-bintang di langit malam), Gambar 2 (Janji Tuhan bahwa keturunan Abraham akan sebanyak bintang di langit dan pasir di laut), Gambar 3 (Abraham percaya sepenuhnya kepada janji Tuhan meski ia sudah tua dan belum memiliki anak) (15 menit).
- Guru mengadakan tanya jawab terpandu untuk menggali pemahaman isi kisah: (1) Apa yang disuruh Tuhan untuk dilihat Abraham di langit malam? (acuan: bintang-bintang); (2) Apa janji Tuhan tentang keturunan Abraham? (acuan: keturunannya akan sangat banyak seperti bintang di langit); (3) Bagaimana sikap Abraham terhadap janji Tuhan itu? (acuan: percaya/taat kepada Tuhan) (15 menit).
Mengaplikasi (Menggembirakan):- Guru membagikan media 'Kartu Alur Cerita Abraham' yang terdiri dari 3 kartu bergambar dan bertuliskan peristiwa: Kartu 1: 'Abraham diajak Tuhan melihat bintang di langit malam', Kartu 2: 'Tuhan berjanji memberi keturunan sebanyak bintang di langit', Kartu 3: 'Abraham percaya pada janji Tuhan'. Murid berlatih menyusun ketiga kartu tersebut secara berurutan di meja masing-masing (15 menit).
- Permainan Berpasangan 'Bintang Janji': Setiap murid secara berpasangan bergantian menceritakan kisah perjalanan iman Abraham dan janji berkat keturunan menggunakan panduan 3 kartu yang telah diurutkan dengan suara yang terdengar oleh pasangannya (15 menit).
Merefleksi (Bermakna, Berkesadaran):- Guru memanggil perwakilan murid secara mandiri untuk menceritakan kembali di depan kelas kisah perjalanan iman Abraham dan janji berkat keturunan Allah berdasarkan 3 urutan peristiwa (15 menit).
- Guru membimbing murid menghubungkan kisah iman Abraham dengan sikap percaya kepada nasihat orang tua dan guru yang membawa kebaikan (5 menit).
Penutup:- Guru bersama murid menyimpulkan kisah Abraham: Abraham adalah bapa orang beriman yang percaya pada janji Allah bahwa keturunannya akan menjadi bangsa yang besar (5 menit).
- Guru menutup pertemuan dengan doa syukur meneladani iman Abraham dan membuat tanda salib penutup (5 menit).
Diferensiasi:- Konten: Menyediakan kartu alur dengan ilustrasi visual yang jelas bagi murid yang membutuhkan bantuan membaca.
- Proses: Murid yang memerlukan bimbingan didampingi guru menyusun alur cerita 1 per 1; murid yang lebih cepat diberikan kesempatan menceritakan kisah dengan kalimat yang lebih lengkap secara mandiri.
- Produk: Penyampaian cerita dapat dilakukan dengan bantuan menunjuk gambar kartu alur atau menceritakan langsung secara lisan.
Asesmen Pertemuan:Awal:- Tanya jawab lisan diagnostik di awal pembelajaran: (1) Ke negeri mana Abraham diminta Tuhan untuk pindah? (acuan: Tanah Kanaan); (2) Siapa nama istri Abraham yang setia mendampingi perjalanannya? (acuan: Sara/Sarai).
Proses:- Observasi unjuk kerja menceritakan kisah perjalanan iman Abraham dan janji keturunan saat kegiatan berpasangan dan penampilan mandiri. Acuan peristiwa yang harus diceritakan: (1) Peristiwa Abraham diajak melihat bintang di langit malam; (2) Janji Tuhan memberi keturunan sebanyak bintang di langit; (3) Sikap Abraham yang percaya/taat kepada Tuhan.
Akhir Pertemuan:- Cek pemahaman lisan di akhir sesi: Menyebutkan janji Tuhan kepada Abraham tentang keturunannya (acuan: keturunannya akan menjadi banyak seperti bintang di langit/pasir di laut) dan sikap Abraham atas janji tersebut (acuan: percaya/setia kepada janji Tuhan).
Formatif:- Penilaian kinerja menceritakan kembali kisah perjalanan iman dan janji berkat keturunan Abraham secara lisan berdasarkan 3 alur peristiwa.
Rubrik Pertemuan:| Aspek | Belum Berkembang | Mulai | Berkembang | Sangat Berkembang |
|---|
| Menceritakan Kisah Perjalanan Iman dan Janji Berkat Abraham | Belum mampu menceritakan kembali kisah perjalanan iman dan janji keturunan Abraham meski telah dibimbing menggunakan kartu gambar (0 dari 3 peristiwa terpenuhi). | Mampu menceritakan 1 dari 3 peristiwa kisah Abraham (melihat bintang di langit malam, janji keturunan sebanyak bintang, atau sikap percaya Abraham) dengan bantuan bimbingan guru. | Mampu menceritakan 2 dari 3 peristiwa kisah Abraham secara runtut dan tepat sesuai acuan materi. | Mampu menceritakan seluruh (3 dari 3) peristiwa kisah perjalanan iman Abraham dan janji keturunan (melihat bintang di langit, janji keturunan sebanyak bintang, dan sikap percaya Abraham) secara lengkap, runtut, dan mandiri. |
Refleksi Pertemuan:Guru:- Apakah media kartu alur visual efektif membantu murid kelas 2 menceritakan kisah perjalanan iman Abraham?
- Bagaimana keterlibatan murid yang pemalu saat kegiatan menceritakan kisah secara berpasangan?
Murid:- Bagian mana dari kisah Bapa Abraham yang paling kalian sukai?
- Apakah kamu merasa senang menceritakan kisah janji Tuhan kepada temanmu?
Pertemuan 5 — Menceritakan Kisah Tokoh Iman Ishak: Pengungsian ke Gerar dan Pertolongan Allah Mengatasi Bencana — 3 JP (3 x 35 menit = 105 menit)Tujuan Pertemuan:- TP 2.2.3 Menceritakan kisah tokoh iman Ishak di dalam Perjanjian Lama
Pendahuluan:- Guru mengkondisikan kelas, mengajak murid membuat tanda salib dan berdoa pembuka bersama, lalu menyanyikan lagu 'Dalam Suka Duka' (5 menit).
- Guru melakukan asesmen awal diagnostik dengan mengajukan 2 pertanyaan lisan: (1) 'Siapakah nama anak Abraham yang kita pelajari hari ini?' (acuan jawaban: Ishak); (2) 'Bencana apa yang menimpa negeri Kanaan sehingga orang harus mengungsi mencari makan?' (acuan jawaban: bencana kelaparan/kekeringan) untuk mengecek pengetahuan awal murid (5 menit).
- Guru menyampaikan tujuan pembelajaran hari ini, yaitu menceritakan kembali kisah tokoh iman Ishak saat mengungsi ke Gerar dan menerima pertolongan Allah (5 menit).
Kegiatan Inti:Memahami (Berkesadaran, Bermakna):- Murid menyimak penuturan guru yang membacakan kisah Kitab Suci (Kejadian 26:1-14) dengan bantuan 3 gambar berseri berurutan: Gambar 1 (Kanaan dilanda kelaparan hebat), Gambar 2 (Ishak taat mengungsi ke Gerar sesuai petunjuk Allah), Gambar 3 (Ishak menabur benih dan memanen hasil berlimpah seratus kali lipat berkat pertolongan Allah) (15 menit).
- Murid menjawab 3 pertanyaan pemahaman alur cerita dari guru: (1) Mengapa Ishak pindah ke Gerar? (acuan: karena terjadi bencana kelaparan di Kanaan dan Allah memerintahkannya ke Gerar); (2) Apa yang dilakukan Ishak di Gerar? (acuan: taat kepada Allah, bekerja menabur benih di ladang); (3) Bagaimana Allah menolong Ishak? (acuan: Allah memberkati pekerjaannya sehingga panen berlimpah seratus kali lipat dan menjadi makmur) (15 menit).
Mengaplikasi (Menggembirakan, Bermakna):- Murid bermain tantangan berpasangan 'Susun Kartu Alur Kisah Ishak' dengan mengurutkan 4 kartu peristiwa: Kartu A ('Negeri Kanaan dilanda bencana kelaparan'), Kartu B ('Ishak taat kepada perintah Allah untuk pergi mengungsi ke Gerar'), Kartu C ('Ishak tetap setia bekerja dan menabur benih di Gerar'), Kartu D ('Allah menolong dan memberkati Ishak dengan panen berlimpah seratus kali lipat') (acuan urutan benar: A - B - C - D) (15 menit).
- Secara berpasangan bergantian, murid menceritakan kisah tokoh iman Ishak kepada temannya berdasarkan urutan 4 kartu peristiwa tersebut dengan menyebutkan tokoh Ishak, bencana kelaparan, pengungsian ke Gerar, dan berkat panen berlimpah dari Allah (10 menit).
- Beberapa perwakilan murid menceritakan kisah tokoh iman Ishak secara mandiri di depan kelas secara runtut sesuai alur 4 peristiwa (15 menit).
Merefleksi (Berkesadaran):- Murid dibimbing guru merenungkan teladan iman Ishak yang tetap setia, taat, dan tekun berdoa serta berusaha saat menghadapi masa sulit/bencana (5 menit).
- Murid menyebutkan satu perbuatan baik wujud meneladani ketekunan Ishak saat menghadapi kesulitan belajar atau kegiatan sehari-hari (5 menit).
Penutup:- Guru bersama murid menyimpulkan intisari kisah iman Ishak: bahwa Allah tidak pernah meninggalkan orang yang beriman dan selalu memberi pertolongan dalam kesulitan (5 menit).
- Guru memberikan umpan balik atas kemampuan murid menceritakan kisah Ishak dan menutup pembelajaran dengan doa syukur serta tanda salib (5 menit).
Diferensiasi:- Konten: Murid yang membutuhkan bimbingan diberikan kartu bergambar dengan kata kunci alur cerita, sedangkan murid yang mahir menggunakan kartu teks tanpa gambar.
- Proses: Murid yang belum lancar menceritakan dibimbing guru menggunakan pertanyaan penuntun per gambar, sementara murid yang lancar langsung menceritakan 4 alur peristiwa secara mandiri.
- Produk: Murid yang memerlukan bimbingan menceritakan minimal 2 peristiwa utama (pengungsian dan pertolongan Allah), sedangkan murid mahir menceritakan lengkap 4 peristiwa secara runtut.
Asesmen Pertemuan:Awal:- Tanya jawab diagnostik lisan di awal pembelajaran: (1) Siapakah anak Abraham yang kita pelajari hari ini? (acuan: Ishak); (2) Bencana apa yang menimpa Kanaan? (acuan: bencana kelaparan/kekeringan)
Proses:- Pengamatan ketercapaian menceritakan kisah tokoh iman Ishak dengan 4 indikator peristiwa acuan: (1) Bencana kelaparan di Kanaan, (2) Pengungsian ke Gerar atas petunjuk Allah, (3) Ketekunan Ishak menabur benih di Gerar, (4) Pertolongan dan berkat Allah berupa panen berlimpah
Akhir Pertemuan:- Cek pemahaman lisan di akhir sesi: Murid menyebutkan 2 hal penting dari kisah Ishak, yaitu mengapa Ishak mengungsi dan bagaimana Allah menolongnya (acuan jawaban: Ishak mengungsi ke Gerar karena bencana kelaparan di Kanaan; Allah menolongnya dengan memberkati hasil tanamannya panen berlimpah)
Formatif:- Tanya jawab lisan pengecekan alur cerita pada tahap Memahami
- Unjuk kerja menceritakan kisah tokoh iman Ishak berdasarkan kartu alur pada tahap Mengaplikasi
Rubrik Pertemuan:| Aspek | Belum Berkembang | Mulai | Berkembang | Sangat Berkembang |
|---|
| Menceritakan Kisah Tokoh Iman Ishak | Belum mampu menceritakan kisah tokoh iman Ishak atau hanya menyebutkan nama tokoh tanpa peristiwa. | Mampu menceritakan 1-2 peristiwa kisah Ishak (misalnya: hanya bencana kelaparan atau pengungsian ke Gerar) dengan bantuan pertanyaan penuntun dari guru. | Mampu menceritakan 3 peristiwa kisah Ishak secara runtut (kelaparan di Kanaan, mengungsi ke Gerar, dan pertolongan Allah panen berlimpah) secara mandiri. | Mampu menceritakan lengkap seluruh 4 peristiwa kisah Ishak (kelaparan di Kanaan, ketaatan mengungsi ke Gerar, ketekunan menabur benih, dan pertolongan Allah berupa panen berlimpah seratus kali lipat) secara runtut dan mandiri. |
Refleksi Pertemuan:Guru:- Apakah media gambar berseri dan kartu peristiwa efektif membantu murid kelas 2 menceritakan kisah Ishak secara runtut?
- Bagaimana keterlibatan murid selama kegiatan berpasangan menceritakan kisah Ishak?
Murid:- Bagian mana dari kisah Ishak yang paling kamu ingat?
- Apa yang kamu rasakan setelah mengetahui Allah selalu menolong Ishak saat mengalami kesusahan?
Pertemuan 6 — Menceritakan Kisah Tokoh Iman Yakub: Perjuangan Mendapatkan Hak Anak Sulung dan Penyertaan Allah — 3 JP (3 x 35 menit = 105 menit)Tujuan Pertemuan:- TP 2.2.4 Menceritakan kisah tokoh iman Yakub di dalam Perjanjian Lama
Pendahuluan:- Guru membuka pelajaran dengan tanda salib dan memimpin doa pembuka: 'Dalam nama Bapa dan Putra dan Roh Kudus. Amin. Ya Tuhan yang mahabaik, ajarilah kami untuk tekun dan berusaha sungguh-sungguh demi Kristus Tuhan kami. Amin.' (5 menit).
- Guru melakukan asesmen awal lisan dengan menanyakan 2 pertanyaan diagnostik untuk memetakan kesiapan murid menceritakan tokoh Yakub: (1) 'Siapakah nama saudara kembar Yakub?' (acuan: Esau), dan (2) 'Siapakah ayah dari Yakub?' (acuan: Ishak) (5 menit).
- Guru menyampaikan tujuan pembelajaran pertemuan hari ini, yaitu menceritakan kisah tokoh iman Yakub yang berjuang mendapatkan hak anak sulung dan disertai Allah (5 menit).
Kegiatan Inti:Memahami (Berkesadaran, Bermakna):- Guru membacakan dan memperlihatkan 3 gambar seri kisah Yakub (Kejadian 25:19-34): Gambar 1 memperlihatkan Esau yang gemar berburu pulang kelaparan dan Yakub memasak sup kacang merah; Gambar 2 memperlihatkan Esau menukar hak anak sulungnya dengan semangkuk sup kacang merah; Gambar 3 memperlihatkan Yakub menerima berkat hak anak sulung dari ayahnya, Ishak, dengan penyertaan Tuhan (15 menit).
- Guru membimbing murid mengidentifikasi 3 peristiwa kunci dalam kisah Yakub berdasarkan gambar seri tersebut: (1) Esau pulang dari padang dalam keadaan lelah dan sangat lapar, (2) Yakub meminta hak anak sulung ditukar dengan sup kacang merah buatannya, dan (3) Esau menyetujui sumpah penukaran hak anak sulung sehingga Yakub yang menerima berkat hak kesulungan tersebut (15 menit).
Mengaplikasi (Menggembirakan, Bermakna):- Guru mengadakan permainan berpasangan 'Tebak Kartu Urutan Kisah Yakub' di mana setiap pasangan menyusun 3 kartu kalimat peristiwa secara tepat: Kartu A ('Esau pulang berburu dengan sangat lapar'), Kartu B ('Yakub menukar semangkuk sup kacang merah dengan hak anak sulung'), Kartu C ('Yakub menerima berkat anak sulung yang disertai Tuhan') (urutan benar: A -> B -> C) (15 menit).
- Murid secara bergantian dalam kelompok menceritakan kembali kisah tokoh iman Yakub dengan bantuan 3 kartu urutan peristiwa yang sudah disusun secara benar, menyebutkan tokoh yang terlibat (Yakub, Esau, Ishak) dan peristiwa pertukaran sup dengan hak anak sulung (15 menit).
Merefleksi (Berkesadaran):- Guru mengajak murid hening sejenak merenungkan ketekunan Yakub yang sangat menghargai berkat Tuhan dan hak anak sulung, serta menghubungkannya dengan kesungguhan hati dalam berusaha dan berdoa di kehidupan sehari-hari (15 menit).
Penutup:- Guru bersama murid melakukan cek pemahaman akhir: 2 murid perwakilan menceritakan kembali secara ringkas 3 urutan peristiwa kisah Yakub di hadapan kelas (10 menit).
- Guru memberi umpan balik penguatan terhadap ketepatan cerita murid, lalu menutup pembelajaran dengan doa penutup dan tanda salib (5 menit).
Diferensiasi:- Konten: Bagi murid yang memerlukan bimbingan, guru menyediakan kartu gambar dengan teks petunjuk kata kunci; bagi murid yang lebih cepat, kartu hanya memuat gambar tanpa teks bantuan.
- Proses: Murid yang memerlukan pendampingan menceritakan kisah didampingi guru dengan panduan pertanyaan berurutan; murid mandiri langsung menceritakan kisah 3 peristiwa berturut-turut.
- Produk: Murid dapat menceritakan kisah Yakub secara lisan langsung atau dengan menunjukkan kartu urutan peristiwa bergambar.
Asesmen Pertemuan:Awal:- Tanya jawab lisan diagnostik: (1) 'Siapakah nama saudara kembar Yakub?' (acuan: Esau); (2) 'Siapakah nama ayah dari Yakub?' (acuan: Ishak).
Proses:- Observasi unjuk kerja berpasangan saat murid menceritakan kisah tokoh iman Yakub menggunakan acuan 3 peristiwa: (1) Esau lelah dan lapar pulang berburu, (2) Yakub meminta hak anak sulung ditukar dengan sup kacang merah, (3) Yakub menerima berkat hak anak sulung dengan penyertaan Tuhan.
Akhir Pertemuan:- Cek pemahaman di akhir sesi: murid menceritakan kembali kisah Yakub memuat 3 tokoh (Yakub, Esau, Ishak) dan 3 alur kejadian (Esau kelaparan -> pertukaran sup kacang merah dengan hak kesulungan -> Yakub menerima berkat Tuhan).
Formatif:- Unjuk kerja menceritakan kisah tokoh iman Yakub berdasarkan 3 urutan peristiwa kunci (kartu urutan A-B-C)
Rubrik Pertemuan:| Aspek | Belum Berkembang | Mulai | Berkembang | Sangat Berkembang |
|---|
| Menceritakan Kisah Tokoh Iman Yakub | Belum mampu menceritakan kisah tokoh iman Yakub atau hanya menyebut 1 nama tokoh tanpa menyebut peristiwa. | Menceritakan kisah tokoh iman Yakub secara terbimbing dengan memuat 1 dari 3 peristiwa kunci (acuan: Esau pulang berburu kelaparan, pertukaran hak sulung dengan sup kacang merah, Yakub menerima berkat hak anak sulung). | Menceritakan kisah tokoh iman Yakub secara mandiri dengan memuat 2 dari 3 peristiwa kunci secara tepat. | Menceritakan kisah tokoh iman Yakub secara runtut dan mandiri memuat lengkap ketiga peristiwa kunci (Esau kelaparan, pertukaran hak sulung dengan sup kacang merah, dan Yakub menerima berkat hak anak sulung yang disertai Tuhan). |
Refleksi Pertemuan:Guru:- Apakah media gambar seri dan kartu urutan peristiwa membantu murid menceritakan kisah Yakub secara runtut?
- Apakah seluruh murid aktif terlibat dalam latihan menceritakan kisah secara berpasangan?
Murid:- Apa hal yang paling kamu ingat dari kisah perjuangan Yakub mendapatkan hak anak sulung?
- Apakah kamu dapat menceritakan kembali kisah Yakub dan Esau kepada temanmu?
Pertemuan 7 — Asesmen Sumatif Bab — 3 JP (3 x 35 menit = 105 menit)Tujuan Pertemuan:- TP 2.2.1 Menceritakan kisah tokoh iman Nuh di dalam Perjanjian Lama
- TP 2.2.2 Menceritakan kisah tokoh iman Abraham di dalam Perjanjian Lama
- TP 2.2.3 Menceritakan kisah tokoh iman Ishak di dalam Perjanjian Lama
- TP 2.2.4 Menceritakan kisah tokoh iman Yakub di dalam Perjanjian Lama
Pendahuluan:- Guru menyapa murid dengan tanda salib dan doa pembuka singkat, lalu mengecek kehadiran murid (3 menit).
- Guru menjelaskan tujuan pertemuan asesmen sumatif bab, yaitu unjuk kerja lisan menceritakan kembali kisah 4 tokoh iman (Nuh, Abraham, Ishak, Yakub) secara bergantian dalam pasangan dengan panduan kartu alur bergambar (4 menit).
Kegiatan Inti:Memahami (Berkesadaran):- Guru membagikan set kartu alur bergambar tokoh iman kepada setiap pasangan murid dan menjelaskan petunjuk pengerjaan tugas lisan tanpa membahas materi cerita baru (3 menit).
Mengaplikasi (Bermakna):- Tugas 1: Murid secara berpasangan dan bergantian menuturkan lisan kisah Nuh (peristiwa perintah pembuatan bahtera dan peristiwa air bah) serta kisah Abraham (panggilan Allah meninggalkan Haran menuju tanah Kanaan) berbantukan 2 kartu alur bergambar (Kartu A: Bahtera Nuh di atas air bah; Kartu B: Abraham berjalan membawa kemah menuju Kanaan), sementara guru berkeliling mengamati dan mencatat capaian pada lembar observasi unjuk kerja lisan [Acuan inti cerita Nuh: Allah memerintahkan Nuh membuat bahtera karena bumi rusak, Nuh taat membuat bahtera dan masuk bersama keluarganya serta hewan-hewan, lalu terjadi air bah menyelamatkan mereka; Acuan inti cerita Abraham: Allah memanggil Abraham untuk meninggalkan negerinya/Haran menuju tanah yang ditunjukkan Allah yaitu Kanaan, dan Abraham taat berangkat] (47 menit).
- Tugas 2: Murid secara berpasangan dan bergantian menuturkan lisan kisah Ishak (pengungsian ke Gerar saat kelaparan dan pertolongan Allah yang melimpah) serta kisah Yakub (perjuangan mendapatkan hak anak sulung dari Esau dan penyertaan Allah) berbantukan 2 kartu alur bergambar (Kartu C: Ishak menabur dan menggali sumur di Gerar; Kartu D: Esau memberikan hak sulung kepada Yakub demi semangkuk sup merah), sementara guru berkeliling mengamati dan mencatat ketercapaian pada lembar observasi unjuk kerja lisan [Acuan inti cerita Ishak: Terjadi kelaparan sehingga Ishak mengungsi ke Gerar, Tuhan memberkati dan menolong Ishak sehingga berhasil menuai seratus kali lipat dan mendapatkan sumur air; Acuan inti cerita Yakub: Yakub menginginkan berkat hak anak sulung, ia meminta hak sulung ditukar dengan semangkuk sup kacang merah saat Esau lapar, dan Allah tetap menyertai serta memberkati Yakub] (43 menit).
Merefleksi (Berkesadaran):- Guru mengumpulkan kembali set kartu alur bergambar dan mengajak murid mengheningkan cipta sejenak mensyukuri teladan ketaatan tokoh iman Perjanjian Lama yang telah diceritakan (2 menit).
Penutup:- Guru memberikan konfirmasi bahwa seluruh murid telah menyelesaikan unjuk kerja lisan menceritakan kisah keempat tokoh iman (2 menit).
- Guru bersama murid menutup pertemuan dan rangkaian pembelajaran Bab 2 dengan doa penutup dan tanda salib (1 menit).
Diferensiasi:- Konten: Akomodasi visual menggunakan kartu gambar alur peristiwa yang jelas dan berukuran cukup besar bagi murid yang membutuhkan bantuan fokus.
- Proses: Akomodasi alur giliran bicara: murid yang membutuhkan waktu berpikir diberikan giliran kedua setelah menyimak rekannya bercerita tanpa mengubah kriteria penuturan.
- Produk: Standar bukti unjuk kerja lisan tetap sama untuk semua murid sesuai acuan peristiwa tokoh iman.
Asesmen Pertemuan:Sumatif Bab:- unjuk kerja lisan terbimbing berpasangan dan bergantian di depan guru: penuturan lisan kisah tokoh iman Nuh, Abraham, Ishak, dan Yakub dengan bantuan kartu alur bergambar yang mencakup peristiwa bahtera/air bah, panggilan ke Kanaan, pengungsian ke Gerar, serta hak kesulungan dan penyertaan Allah
- unjuk kerja lisan serentak berpasangan terbimbing kartu gambar: penuturan lisan kisah Nuh (peristiwa bahtera dan air bah) dan kisah Abraham (panggilan berpindah ke Kanaan) secara bergiliran dalam pasangan murid di bawah pengamatan dan pencatatan berkala guru saat berkeliling (50 menit; kelompok; instrumen: lembar observasi unjuk kerja lisan cerita tokoh iman Nuh dan Abraham)
- unjuk kerja lisan serentak berpasangan terbimbing kartu gambar: penuturan lisan kisah Ishak (pengungsian ke Gerar dan pertolongan Allah) dan kisah Yakub (hak anak sulung dan penyertaan Allah) secara bergantian dalam pasangan murid yang diamati dan dicatat guru menggunakan panduan rubrik (55 menit; kelompok; instrumen: lembar observasi unjuk kerja lisan cerita tokoh iman Ishak dan Yakub)
Sumatif:- unjuk kerja lisan terbimbing berpasangan dan bergantian di depan guru: penuturan lisan kisah tokoh iman Nuh, Abraham, Ishak, dan Yakub dengan bantuan kartu alur bergambar yang mencakup peristiwa bahtera/air bah, panggilan ke Kanaan, pengungsian ke Gerar, serta hak kesulungan dan penyertaan Allah
- unjuk kerja lisan serentak berpasangan terbimbing kartu gambar: penuturan lisan kisah Nuh (peristiwa bahtera dan air bah) dan kisah Abraham (panggilan berpindah ke Kanaan) secara bergiliran dalam pasangan murid di bawah pengamatan dan pencatatan berkala guru saat berkeliling (50 menit; kelompok; instrumen: lembar observasi unjuk kerja lisan cerita tokoh iman Nuh dan Abraham)
- unjuk kerja lisan serentak berpasangan terbimbing kartu gambar: penuturan lisan kisah Ishak (pengungsian ke Gerar dan pertolongan Allah) dan kisah Yakub (hak anak sulung dan penyertaan Allah) secara bergantian dalam pasangan murid yang diamati dan dicatat guru menggunakan panduan rubrik (55 menit; kelompok; instrumen: lembar observasi unjuk kerja lisan cerita tokoh iman Ishak dan Yakub)
Rubrik Pertemuan:| Aspek | Belum Berkembang | Mulai | Berkembang | Sangat Berkembang |
|---|
| Menceritakan kisah tokoh iman Nuh (TP 2.2.1) | Belum mampu menuturkan kisah Nuh secara lisan meskipun dibantu kartu alur bergambar (belum menyebutkan peristiwa pembuatan bahtera maupun air bah). | Mampu menuturkan kisah Nuh secara lisan dengan menyebutkan 1 peristiwa saja (hanya menyebutkan pembuatan bahtera atau hanya peristiwa air bah) sesuai acuan. | Mampu menuturkan kisah Nuh secara lisan mencakup 2 peristiwa inti (pembuatan bahtera atas perintah Allah dan peristiwa penyelamatan saat air bah) sesuai acuan. | Mampu menuturkan kisah Nuh secara lengkap dan runtut mencakup peristiwa perintah pembuatan bahtera, masuknya keluarga serta hewan ke bahtera, dan penyelamatan dari air bah secara mandiri sesuai acuan. | | Menceritakan kisah tokoh iman Abraham (TP 2.2.2) | Belum mampu menuturkan kisah Abraham secara lisan meskipun dibantu kartu alur bergambar (belum menyebutkan panggilan meninggalkan Haran menuju Kanaan). | Mampu menuturkan kisah Abraham secara lisan dengan menyebutkan sebagian peristiwa (hanya menyebutkan nama Abraham berpindah tanpa menyebutkan panggilan Allah/tanah tujuan Kanaan) sesuai acuan. | Mampu menuturkan kisah Abraham secara lisan mencakup peristiwa panggilan Allah meninggalkan negeri asalnya/Haran dan ketaatannya berangkat menuju tanah Kanaan sesuai acuan. | Mampu menuturkan kisah Abraham secara lengkap dan runtut mencakup panggilan Allah, ketaatan Abraham meninggalkan negerinya, dan perjalanannya menuju tanah Kanaan secara mandiri sesuai acuan. | | Menceritakan kisah tokoh iman Ishak (TP 2.2.3) | Belum mampu menuturkan kisah Ishak secara lisan meskipun dibantu kartu alur bergambar (belum menyebutkan bencana kelaparan, Gerar, atau pertolongan Allah). | Mampu menuturkan kisah Ishak secara lisan dengan menyebutkan 1 peristiwa saja (hanya pengungsian karena kelaparan atau hanya pertolongan hasil panen/sumur air) sesuai acuan. | Mampu menuturkan kisah Ishak secara lisan mencakup 2 peristiwa inti (pengungsian ke Gerar akibat bencana kelaparan dan pertolongan Allah saat di pengungsian) sesuai acuan. | Mampu menuturkan kisah Ishak secara lengkap dan runtut mencakup terjadinya kelaparan, pengungsian ke Gerar, ketaatan Ishak, serta pertolongan Allah yang melipatgandakan hasil dan memberi sumur air secara mandiri sesuai acuan. | | Menceritakan kisah tokoh iman Yakub (TP 2.2.4) | Belum mampu menuturkan kisah Yakub secara lisan meskipun dibantu kartu alur bergambar (belum menyebutkan hak anak sulung atau penyertaan Allah). | Mampu menuturkan kisah Yakub secara lisan dengan menyebutkan sebagian peristiwa (hanya menyebutkan penukaran sup merah atau hanya menyebutkan nama Esau) sesuai acuan. | Mampu menuturkan kisah Yakub secara lisan mencakup 2 peristiwa inti (perjuangan mendapatkan hak anak sulung dari Esau dan penyertaan/berkat Allah dalam hidupnya) sesuai acuan. | Mampu menuturkan kisah Yakub secara lengkap dan runtut mencakup keinginan Yakub mendapatkan hak anak sulung, peristiwa pertukaran dengan sup merah dari Esau, serta penyertaan dan berkat Allah secara mandiri sesuai acuan. |
Refleksi Pertemuan:Guru:- Apakah alokasi waktu dan pembagian giliran berpasangan telah memberikan kesempatan yang cukup bagi setiap murid untuk menuturkan kisah keempat tokoh iman?
- Bagaimana ketercapaian murid kelas 2 dalam menceritakan kembali kisah Nuh, Abraham, Ishak, dan Yakub berdasarkan kartu gambar yang disediakan?
Murid:- Kisah tokoh iman mana (Nuh, Abraham, Ishak, atau Yakub) yang paling lancar kamu ceritakan kepada temanmu hari ini?
- Bagian mana dari cerita para tokoh iman tadi yang paling kamu ingat saat melihat kartu bergambar?
SUMBER BELAJAR- Buku Panduan Guru Pendidikan Agama Katolik dan Budi Pekerti untuk SD Kelas II
- Buku Siswa Pendidikan Agama Katolik dan Budi Pekerti untuk SD Kelas II
- Teks Kitab Suci Kejadian 6:10-22 dan Kejadian 7:1-24
- Set kartu gambar berseri Kisah Nuh dan Air Bah
- Alkitab (Kitab Kejadian pasal 8-9)
- Set 4 kartu gambar berseri kisah penyelamatan Nuh dan pelangi
- Alkitab Perjanjian Lama: Kitab Kejadian 12:1-9
- Buku Panduan Guru Pendidikan Agama Katolik dan Budi Pekerti untuk SD Kelas II, Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi Republik Indonesia
- Set kartu alur kisah Abraham (4 gambar berseri dan teks peristiwa)
- Buku Teks Pendidikan Agama Katolik dan Budi Pekerti untuk SD Kelas II
- Alkitab Perjanjian Lama: Kitab Kejadian 12:1-9; 15:1-6
- Set Kartu Bergambar Alur Kisah Abraham dan Bintang di Langit
- Buku Guru Pendidikan Agama Katolik dan Budi Pekerti SD Kelas II (Kemendikbudristek RI, 2021)
- Buku Siswa Pendidikan Agama Katolik dan Budi Pekerti SD Kelas II (Kemendikbudristek RI, 2021)
- Alkitab Perjanjian Lama: Kitab Kejadian 26:1-14
- Media gambar berseri kisah Ishak dan set kartu alur peristiwa
- Buku Panduan Guru Pendidikan Agama Katolik dan Budi Pekerti untuk SD Kelas II (Kemendikbudristek, 2021)
- Alkitab (Kitab Kejadian 25:19-34)
- Set kartu gambar seri kisah Yakub dan Esau
- Buku Panduan Guru Pendidikan Agama Katolik dan Budi Pekerti untuk SD Kelas II, Kemendikbudristek 2021
- Buku Siswa Pendidikan Agama Katolik dan Budi Pekerti untuk SD Kelas II, Kemendikbudristek 2021
- Set Kartu Alur Bergambar Tokoh Iman Perjanjian Lama (Kartu A: Bahtera Nuh; Kartu B: Abraham Berpindah ke Kanaan; Kartu C: Ishak di Gerar; Kartu D: Yakub dan Esau)
- Lembar Observasi Asesmen Sumatif Unjuk Kerja Lisan Guru
|