MODUL AJAR Pendidikan Agama Katolik dan Budi Pekerti — Kelas 2 (Fase A) Topik: Bab 1 — Aku dan Lingkunganku INFORMASI UMUM| Mata Pelajaran | Pendidikan Agama Katolik dan Budi Pekerti |
|---|
| Fase / Kelas | Fase A / Kelas 2 |
|---|
| Topik | Bab 1 — Aku dan Lingkunganku |
|---|
| Alokasi Waktu | 15 JP (15 x 35 menit = 525 menit) |
|---|
| Jumlah Pertemuan | 5 |
|---|
| Tahun Ajaran | 2026/2027 |
|---|
| Semester | 1 |
|---|
TUJUAN PEMBELAJARAN- TP 2.1.1 Mengidentifikasi lingkungan rumah sebagai tempat mengembangkan potensi diri
- TP 2.1.2 Mengidentifikasi teman-teman sebagai tempat mengembangkan potensi diri
- TP 2.1.3 Mempraktikkan kebiasaan bekerja sama dengan anggota keluarga di lingkungan keluarga
- TP 2.1.4 Mempraktikkan kebiasaan bekerja sama dengan teman-teman
PROFIL LULUSAN| Dimensi | Disasar |
|---|
| Keimanan dan Ketakwaan terhadap Tuhan Yang Maha Esa | ✓ | | Kewargaan | | | Penalaran Kritis | ✓ | | Kreativitas | | | Kolaborasi | ✓ | | Kemandirian | ✓ | | Kesehatan | | | Komunikasi | |
PERTANYAAN PEMANTIK- Siapa saja anggota keluarga di rumah yang membantumu belajar hal baru?
- Hal baik atau bakat apa yang bisa kamu kembangkan saat berada di rumah bersama keluargamu?
- Siapakah teman yang paling sering menemanimu belajar atau bermain?
- Kemampuan atau bakat apa yang bertambah pintar saat kamu berlatih bersama teman-teman?
- Pekerjaan apa saja di rumah yang biasa kamu lakukan bersama anggota keluargamu?
- Bagaimana perasaanmu ketika membantu ayah, ibu, atau saudaramu menyelesaikan pekerjaan rumah?
- Mengapa kita perlu bekerja sama dan saling membantu dengan teman di kelas?
- Apa yang kita rasakan saat membersihkan atau merapikan kelas bersama teman-teman?
- Bagaimana kita menunjukkan rasa syukur kepada Tuhan atas lingkungan rumah dan teman-teman yang membantu kita berkembang?
- Apa saja perbuatan nyata yang sudah kita lakukan saat bekerja sama di rumah dan di sekolah?
KEGIATAN PEMBELAJARANPertemuan 1 — Mengidentifikasi Lingkungan Rumah sebagai Tempat Mengembangkan Potensi Diri — 3 JP (3 x 35 menit = 105 menit)Tujuan Pertemuan:- TP 2.1.1 Mengidentifikasi lingkungan rumah sebagai tempat mengembangkan potensi diri
Pendahuluan:- Guru membuka pelajaran dengan menyapa murid, membuat tanda salib, dan mengajak berdoa pembuka bersama mensyukuri anugerah keluarga di rumah (5 menit).
- Guru mengajak murid menyanyikan lagu 'Kucinta Keluarga Tuhan' bersama-sama untuk membangun suasana gembira (5 menit).
- Guru melaksanakan asesmen awal diagnostik dengan menanyakan: 'Sebutkan 1 contoh kegiatan di rumah yang membantumu melatih bakat atau kemampuanmu!' (acuan jawaban: belajar menggambar/mewarnai bersama kakak, belajar berdoa/membaca bersama ayah/ibu, membantu memasak/menata piring bersama ibu, menyiram bunga, berlatih sepeda di halaman) untuk memetakan kesiapan awal murid (5 menit).
Kegiatan Inti:Memahami (Bermakna, Berkesadaran):- Murid mengamati 4 gambar aktivitas mengembangkan potensi di lingkungan rumah: (1) Gambar anak belajar membaca Kitab Suci/buku didampingi ibu; (2) Gambar anak berlatih bernyanyi/bermain alat musik bersama kakak di ruang keluarga; (3) Gambar anak belajar merawat tanaman di kebun rumah bersama kakek/ayah; (4) Gambar anak belajar membereskan mainan dan menata meja makan bersama keluarga (10 menit).
- Guru mengadakan tanya jawab terarah untuk membimbing murid mengidentifikasi orang-orang di rumah dan peran rumah sebagai tempat belajar mengembangkan bakat dan kemampuan baik yang dianugerahkan Tuhan (15 menit).
Mengaplikasi (Menggembirakan):- Murid melakukan permainan edukatif 'Cari Pasanganku di Rumah': murid menerima lembar aktivitas berisi 4 peran anggota keluarga dan 4 potensi diri yang dikembangkan di rumah: (1) Ibu membimbingku -> belajar merawat adik / berdoa; (2) Ayah mengajariku -> belajar merapikan rak buku / bersepeda; (3) Kakak menemaniku -> belajar menggambar / mewarnai; (4) Seluruh keluarga membiasakanku -> berbuat kasih dan saling membantu (permainan memasangkan garis secara mandiri) (20 menit).
- Murid mengerjakan Lembar Kerja Mengidentifikasi Potensi Diri di Rumah yang memuat 4 butir pilihan centang (Ya/Tidak) mengenai lingkungan rumah sebagai tempat mengembangkan potensi diri: (1) Di rumah, aku bisa berlatih berdoa bersama orang tua; (2) Rumahku adalah tempatku belajar merawat kebersihan dan tanaman; (3) Kakak atau adik di rumah membantuku belajar menggambar dan bernyanyi; (4) Orang tua di rumah mengajariku berbicara sopan dan jujur (acuan: keempat pernyataan bernilai Ya) (25 menit).
Merefleksi (Berkesadaran, Bermakna):- Murid diajak hening sejenak dalam doa syukur pribadi untuk mengingat satu kebaikan atau bimbingan orang tua di rumah yang paling membantu mengembangkan bakatnya (10 menit).
Penutup:- Guru bersama murid menyimpulkan bahwa rumah dan anggota keluarga adalah anugerah Tuhan yang menjadi tempat utama untuk belajar dan mengembangkan potensi diri (5 menit).
- Guru memberikan asesmen akhir berupa cek pemahaman lisan singkat kepada murid untuk menyebutkan 2 anggota keluarga di rumah dan 1 potensi diri yang dilatih bersamanya (acuan: menyebutkan ayah/ibu/kakak/kakek dan aktivitas positif seperti belajar membaca, berdoa, melukis, merawat tanaman) (3 menit).
- Guru mengajak murid menutup kegiatan dengan membuat tanda salib dan berdoa syukur atas keluarga yang penuh kasih (2 menit).
Diferensiasi:- Konten: Menyediakan kartu bergambar konkret aktivitas rumah bagi murid yang membutuhkan bantuan visual, dan teks panduan sederhana bagi murid yang sudah lancar membaca.
- Proses: Memberikan bimbingan langsung bagi murid yang belum mandiri dalam menghubungkan peran anggota keluarga dengan potensi diri, serta memberikan tantangan mandiri kepada murid yang cepat untuk mengidentifikasi 4 potensi diri lengkap secara langsung.
- Produk: Murid dapat menunjukkan identifikasi potensi diri di lingkungan rumah melalui menghubungkan gambar/garis panah atau mencentang tabel pernyataan pada lembar kerja.
Asesmen Pertemuan:Awal:- Pertanyaan diagnostik lisan: 'Sebutkan 1 kegiatan baik bersama anggota keluarga di rumah yang membuat kemampuanmu bertambah!' (acuan: belajar membaca/berdoa bersama orang tua, mewarnai bersama kakak, merawat tanaman, merapikan ruangan, atau berlatih sepeda)
Proses:- Pengerjaan Lembar Kerja Mengidentifikasi Potensi Diri di Rumah yang berisi 4 pernyataan: (1) 'Di rumah, aku bisa berlatih berdoa bersama orang tua'; (2) 'Rumahku adalah tempatku belajar merawat kebersihan dan tanaman'; (3) 'Kakak atau adik di rumah membantuku belajar menggambar dan bernyanyi'; (4) 'Orang tua di rumah mengajariku berbicara sopan dan jujur' (acuan kunci jawaban: seluruh butir 1, 2, 3, dan 4 dijawab 'Ya')
Akhir Pertemuan:- Cek pemahaman lisan penutup: murid menyebutkan 2 anggota keluarga di rumah dan potensi/kemampuan diri yang dilatih bersama mereka (acuan kriteria: menyebutkan 2 anggota keluarga seperti ayah, ibu, kakak, nenek, dan 1 jenis kemampuan positif seperti membaca, berdoa, mewarnai, bernyanyi, atau merapikan barang)
Formatif:- Tanya jawab lisan diagnostik di awal pembelajaran
- Observasi pengerjaan lembar kerja menjodohkan dan ceklis identifikasi potensi di lingkungan rumah
Rubrik Pertemuan:| Aspek | Belum Berkembang | Mulai | Berkembang | Sangat Berkembang |
|---|
| Mengidentifikasi lingkungan rumah sebagai tempat mengembangkan potensi diri | Belum mampu mengidentifikasi lingkungan rumah dan peran anggota keluarga sebagai tempat mengembangkan potensi diri (0-1 butir tepat dari 4 butir lembar kerja acuan: [1] berlatih berdoa, [2] merawat kebersihan/tanaman, [3] menggambar/bernyanyi bersama saudara, [4] belajar sopan dan jujur) | Mampu mengidentifikasi lingkungan rumah dan peran anggota keluarga sebagai tempat mengembangkan potensi diri secara terbatas dengan bimbingan guru (2 butir tepat dari 4 butir lembar kerja acuan) | Mampu mengidentifikasi lingkungan rumah dan peran anggota keluarga sebagai tempat mengembangkan potensi diri secara mandiri dan tepat (3 butir tepat dari 4 butir lembar kerja acuan) | Mampu mengidentifikasi seluruh lingkungan rumah dan peran anggota keluarga sebagai tempat mengembangkan potensi diri secara lengkap, mandiri, dan tepat (4 butir tepat dari 4 butir lembar kerja acuan) |
Refleksi Pertemuan:Guru:- Apakah media gambar situasi rumah membantu murid memahami potensi dirinya yang berkembang bersama keluarga?
- Apakah alokasi waktu kegiatan inti dan permainan memasangkan cukup efektif bagi semua murid kelas 2?
Murid:- Kemampuan atau kebaikan apa yang paling senang kamu pelajari bersama ayah, ibu, atau kakak di rumah?
- Bagaimana perasaanmu belajar bersama dan menyadari kebaikan keluargamu hari ini?
Pertemuan 2 — Mengidentifikasi Teman-Teman sebagai Tempat Mengembangkan Potensi Diri — 3 JP (3 x 35 menit = 105 menit)Tujuan Pertemuan:- TP 2.1.2 Mengidentifikasi teman-teman sebagai tempat mengembangkan potensi diri
Pendahuluan:- Guru menyapa murid dengan tanda salib dan memimpin doa pembuka singkat memohon terang Roh Kudus agar dapat belajar mengenal kebaikan teman (5 menit).
- Guru melakukan asesmen awal diagnostik dengan mengajukan pertanyaan: 'Sebutkan satu kegiatan bersama teman yang membuatmu bertambah terampil/pintar!' dan mencatat kesiapan murid (acuan jawaban: belajar bersama, bermain bola/lompat tali, menggambar/menyanyi bersama) (10 menit).
- Guru menyampaikan tujuan pembelajaran hari ini, yaitu mengidentifikasi teman-teman sebagai anugerah Tuhan dan sarana untuk mengembangkan potensi/bakat diri (5 menit).
Kegiatan Inti:Memahami (Bermakna, Berkesadaran):- Murid mengamati 3 gambar aktivitas anak bersama teman yang ditampilkan guru: Gambar 1 (dua anak belajar membaca dan berhitung bersama), Gambar 2 (anak-anak berlatih bermain sepak bola di lapangan), Gambar 3 (anak-anak bernyanyi dan menari bersama) (10 menit).
- Murid bersama guru tanya-jawab mengidentifikasi potensi/bakat yang berkembang dari setiap gambar: Gambar 1 melatih kepandaian berhitung/membaca, Gambar 2 melatih kelincahan/olahraga, Gambar 3 melatih bakat menyanyi/seni (10 menit).
- Guru membacakan pesan Kitab Suci dan peneguhan iman Katolik bahwa teman adalah sahabat dan anugerah Tuhan yang dihadirkan untuk saling menolong dan memajukan potensi diri (5 menit).
Mengaplikasi (Menggembirakan):- Guru mengadakan permainan kartu berpasangan yang menyenangkan bernama 'Cari Pasangan Bakatku': setiap murid memegang satu kartu (baik kartu situasi bersama teman maupun kartu potensi diri yang berkembang) lalu mencari pasangan yang cocok di ruang kelas (15 menit).
- Murid secara mandiri mengerjakan Lembar Aktivitas mengidentifikasi pasangan kegiatan bersama teman dengan potensi diri yang dikembangkan pada 4 butir soal menjodohkan: (1) Berlatih paduan suara bersama teman di gereja/sekolah -> [Bakat menyanyi/seni musik]; (2) Belajar kelompok mengerjakan PR matematika bersama teman -> [Bakat berhitung/kepandaian berpikir]; (3) Bermain lompat tali dan kejar-kejaran saat istirahat -> [Kesehatan tubuh/kelincahan fisik]; (4) Menggambar dan mewarnai pemandangan bersama teman sebangku -> [Bakat melukis/kreativitas seni rupa] (acuan: pasangan tepat sesuai nomor) (15 menit).
Merefleksi (Berkesadaran, Bermakna):- Guru memfasilitasi murid hening sejenak merenungkan rasa syukur atas teman-teman yang telah membantu diri berkembang, lalu murid menyebutkan satu hal yang ia syukuri dari temannya (15 menit).
Penutup:- Guru bersama murid menyimpulkan bahwa teman-teman adalah anugerah Tuhan yang menjadi sarana kita untuk mengembangkan bakat dan kemampuan (5 menit).
- Guru memberikan umpan balik atas hasil identifikasi murid pada lembar kerja dan menutup pembelajaran dengan doa syukur serta berkat penutup tanda salib (10 menit).
Diferensiasi:- Konten: Menyediakan kartu bergambar aktivitas teman bagi murid yang membutuhkan bantuan visual dan teks sederhana bagi yang sudah lancar membaca.
- Proses: Memberikan bimbingan terarah bagi murid yang belum mengenali kaitan antara kegiatan bermain/belajar bersama teman dengan bakat diri.
- Produk: Murid dapat menunjukkan hasil identifikasi dengan cara menarik garis gambar atau menyebutkan secara lisan potensi yang berkembang.
Asesmen Pertemuan:Awal:- Tanya jawab diagnostik di awal pembelajaran: 'Sebutkan satu kegiatan bersama teman yang membuatmu bertambah terampil atau pintar!' (Acuan jawaban yang diterima: bermain bola/tali melatih fisik/olahraga, belajar bersama melatih kepandaian membaca/menulis/berhitung, menggambar bersama melatih seni/kreativitas).
Proses:- Pengamatan keterlibatan dan ketepatan murid saat memasangkan kartu situasi bersama teman dengan potensi diri pada permainan kelas.
- Pemeriksaan ketepatan pengisian lembar kerja menjodohkan 4 butir: (1) Paduan suara -> Bakat menyanyi/seni; (2) Belajar matematika -> Bakat berhitung/kepandaian berpikir; (3) Bermain lompat tali -> Kelincahan fisik/olahraga; (4) Menggambar bersama -> Seni rupa/melukis.
Akhir Pertemuan:- Cek pemahaman lisan di akhir sesi: Guru membacakan satu situasi 'Dino berlatih lari bersama temannya di lapangan setiap sore', lalu murid mengidentifikasi potensi apa yang sedang berkembang (Acuan: bakat olahraga/ketangkasan fisik).
Formatif:- Observasi partisipasi dalam permainan 'Cari Pasangan Bakatku'
- Penilaian lembar kerja menjodohkan 4 kegiatan bersama teman dengan potensi diri yang berkembang
Rubrik Pertemuan:| Aspek | Belum Berkembang | Mulai | Berkembang | Sangat Berkembang |
|---|
| Mengidentifikasi teman-teman sebagai tempat mengembangkan potensi diri | Belum mampu mengidentifikasi kaitan antara kegiatan bersama teman dengan potensi diri yang berkembang (0-1 pasangan tepat dari 4 butir acuan). | Mampu mengidentifikasi sebagian kegiatan bersama teman dengan potensi diri yang berkembang dengan bimbingan guru (2 pasangan tepat dari 4 butir acuan). | Mampu mengidentifikasi kegiatan bersama teman dengan potensi diri yang berkembang secara mandiri (3-4 pasangan tepat dari 4 butir acuan). | Mampu mengidentifikasi seluruh (4 butir) kegiatan bersama teman dengan potensi diri secara tepat, konsisten, dan dapat memberikan contoh aktivitas lain bersama teman yang mengembangkan bakatnya secara mandiri. |
Refleksi Pertemuan:Guru:- Apakah aktivitas permainan kartu berpasangan membantu murid kelas 2 memahami bahwa teman dapat mengembangkan bakat mereka?
- Apakah murid menunjukkan sikap menghargai teman sebagai anugerah Tuhan?
Murid:- Apa bakat atau kemampuan barumu yang bertambah pintar setelah belajar atau bermain bersama teman?
- Bagaimana perasaanmu memiliki teman-teman yang baik di sekolah dan di rumah?
Pertemuan 3 — Mempraktikkan Kebiasaan Bekerja Sama dengan Anggota Keluarga di Lingkungan Keluarga — 3 JP (3 x 35 menit = 105 menit)Tujuan Pertemuan:- TP 2.1.3 Mempraktikkan kebiasaan bekerja sama dengan anggota keluarga di lingkungan keluarga
Pendahuluan:- Guru membuka pembelajaran dengan menyapa murid, membuat tanda salib, dan berdoa pembuka memohon semangat kasih serta kerja sama dalam keluarga (5 menit).
- Guru bersama murid menyanyikan lagu bertema kerja sama dalam keluarga untuk membangun suasana yang gembira dan penuh semangat (5 menit).
- Guru menyampaikan tujuan pembelajaran pertemuan ini, yaitu mempraktikkan kebiasaan bekerja sama dengan anggota keluarga di lingkungan keluarga (3 menit).
- Guru melaksanakan asesmen awal diagnostik melalui tanya jawab singkat mengenai 3 contoh tindakan kerja sama di rumah dengan acuan: (1) membantu ibu menyapu/merapikan meja makan; (2) membantu ayah menyiram tanaman/mencuci kendaraan; (3) membantu adik/kakak merapikan mainan (7 menit).
Kegiatan Inti:Memahami (Bermakna):- Guru membacakan teks Kitab Suci Efesus 4:1-6 tentang nasihat hidup saling membantu dengan rendah hati, sabar, dan saling mengasihi dalam ikatan keluarga (7 menit).
- Murid menyimak gambar dan mencocokkan 3 kartu situasi kerja sama di rumah: Kartu A 'Merapikan meja makan bersama ibu', Kartu B 'Menyiram tanaman di halaman bersama ayah', dan Kartu C 'Membereskan kotak mainan bersama adik/kakak' (acuan jawaban: Kartu A dipasangkan dengan gambar ruang makan, Kartu B dengan gambar halaman rumah, Kartu C dengan gambar ruang bermain) (13 menit).
Mengaplikasi (Menggembirakan):- Guru membagi murid berpasangan untuk memainkan simulasi peran 'Bekerja Sama di Rumah': satu murid berperan sebagai anggota keluarga (ayah/ibu/kakak) dan pasangan murid mempraktikkan tindakan membantu pekerjaan rumah secara langsung (15 menit).
- Setiap pasangan murid mempraktikkan kebiasaan bekerja sama di depan kelas sesuai 3 skenario simulasi: Skenario 1 'Merapikan piring dan gelas plastik ke wadah setelah makan bersama ibu', Skenario 2 'Mengumpulkan dan melipat taplak/kain bersama kakak', Skenario 3 'Memasukkan mainan berserakan ke keranjang bersama adik' (acuan praktik: murid melakukan tindakan fisik membantu dan berbagi peran kerja nyata dengan pasangannya) (17 menit).
Merefleksi (Berkesadaran):- Murid merenungkan perasaannya saat berhasil melakukan simulasi kerja sama dan menyatakan niat sederhana untuk mempraktikkannya secara nyata di rumah sepulang sekolah (10 menit).
- Guru memberikan penguatan bahwa bekerja sama dengan anggota keluarga membuat pekerjaan rumah menjadi ringan, menyenangkan, dan merupakan wujud kasih kepada Tuhan dan keluarga (8 menit).
Penutup:- Guru bersama murid menyimpulkan kembali bentuk-bentuk kebiasaan bekerja sama dengan anggota keluarga di rumah (4 menit).
- Murid mencatat kartu komitmen sederhana berisi 1 tindakan kerja sama yang akan dipraktikkan hari ini di rumah bersama orang tua (acuan: memilih minimal 1 tindakan nyata membantu pekerjaan rumah seperti merapikan tempat tidur, merapikan sepatu, atau membantu menyapu) (6 menit).
- Guru menutup pertemuan dengan doa syukur atas anugerah keluarga dan membuat tanda salib penutup (5 menit).
Diferensiasi:- Konten: Murid yang membutuhkan bimbingan diberikan kartu panduan bergambar konkret mengenai urutan gerakan kerja sama (misalnya: memegang wadah lalu memasukkan sendok/mainan), sedangkan murid yang lebih cepat diberikan skenario simulasi dengan 2 tugas bantuan sekaligus.
- Proses: Pada tahap simulasi, guru memberikan bimbingan langsung (scaffolding) bagi pasangan yang canggung, sementara pasangan yang mandiri langsung menjalankan skenario simulasi secara runtut.
- Produk: Semua murid mempraktikkan simulasi kerja sama dengan anggota keluarga; variasi terletak pada tingkat kemandirian dalam menjalankan peran simulasi.
Asesmen Pertemuan:Awal:- Tanya jawab lisan diagnostik: Murid menyebutkan minimal 1 dari 3 contoh kebiasaan kerja sama di rumah (acuan jawaban: membantu menyapu/membersihkan meja, membantu menyiram tanaman, atau membereskan mainan bersama saudara).
Proses:- Penilaian performa simulasi peran: Pengamatan keterlibatan murid saat mempraktikkan kebiasaan bekerja sama dengan anggota keluarga pada skenario yang ditentukan (acuan unjuk kerja: melakukan pembagian tugas dan tindakan fisik membantu pasangan peran secara aktif).
Akhir Pertemuan:- Cek pemahaman komitmen akhir: Murid mengisi ceklis 1 tindakan nyata kerja sama di rumah yang akan dipraktikkan hari ini (acuan penerimaan: tindakan berupa aktivitas nyata membantu anggota keluarga, seperti merapikan tempat tidur, mencuci piring sendiri, menyiram bunga, atau merapikan mainan).
Formatif:- Observasi unjuk kerja simulasi mempraktikkan kebiasaan bekerja sama dengan anggota keluarga menggunakan lembar amatan rubrik
Rubrik Pertemuan:| Aspek | Belum Berkembang | Mulai | Berkembang | Sangat Berkembang |
|---|
| Mempraktikkan kebiasaan bekerja sama dengan anggota keluarga | Belum mampu mempraktikkan tindakan bekerja sama dalam simulasi peran meskipun telah diberikan arahan dan bimbingan penuh dari guru. | Mampu mempraktikkan tindakan bekerja sama dalam simulasi peran membantu anggota keluarga, namun masih membutuhkan dorongan dan arahan berulang dari guru. | Mampu mempraktikkan tindakan bekerja sama dalam simulasi peran membantu anggota keluarga secara tepat dan aktif sesuai skenario dengan bimbingan minimal. | Mampu mempraktikkan tindakan bekerja sama dalam simulasi peran membantu anggota keluarga secara mandiri, tepat, lancar, dan tanggap membantu pasangan peran tanpa perlu diingatkan. |
Refleksi Pertemuan:Guru:- Apakah alokasi waktu simulasi peran mempraktikkan kerja sama keluarga cukup memfasilitasi seluruh murid untuk aktif terlibat?
- Bagaimana respons dan keterlibatan murid dalam menghayati peran anggota keluarga yang saling membantu?
Murid:- Pekerjaan kerja sama apa yang paling kamu sukai saat simulasi tadi?
- Apakah kamu siap membantu ayah, ibu, atau saudaramu di rumah hari ini?
Pertemuan 4 — Mempraktikkan Kebiasaan Bekerja Sama dengan Teman-Teman — 3 JP (3 x 35 menit = 105 menit)Tujuan Pertemuan:- TP 2.1.4 Mempraktikkan kebiasaan bekerja sama dengan teman-teman
Pendahuluan:- Guru membuka pembelajaran dengan tanda salib dan memimpin doa pembuka: 'Tuhan Yesus, terima kasih atas teman-teman kami. Bimbinglah kami bekerja sama dengan rukun dan gembira. Amin.' lalu mengajak murid bernyanyi lagu 'Kita Kerja Sama-Sama' (5 menit).
- Guru menyampaikan tujuan pembelajaran hari ini, yaitu mempraktikkan kebiasaan bekerja sama dengan teman-teman dalam merapikan ruang kelas (5 menit).
- Guru melakukan asesmen awal diagnostik singkat dengan menunjukkan 3 gambar tindakan murid di kelas: Gambar A (dua anak mengangkat kotak mainan bersama-sama), Gambar B (seorang anak berebut sapu dengan teman), Gambar C (anak-anak berbagi tugas menyapu dan merapikan rak buku), lalu murid diminta mengacungkan tangan untuk memilih gambar yang menunjukkan kebiasaan bekerja sama (acuan jawaban: Gambar A dan Gambar C; Gambar B bukan kerja sama) (10 menit).
Kegiatan Inti:Memahami (Bermakna):- Guru membacakan pesan Kitab Suci dari Surat Santo Paulus kepada jemaat di Efesus (Efesus 4:1-6) tentang nasihat hidup rukun, saling membantu, rendah hati, dan sabar saat bersama sesama (10 menit).
- Murid mendengarkan peneguhan guru mengenai 3 sikap utama dalam bekerja sama dengan teman: (1) saling membantu membagi tugas, (2) sabar dan tidak memaksakan kehendak sendiri, dan (3) bersikap ramah serta saling menyemangati tanpa bertengkar (10 menit).
Mengaplikasi (Menggembirakan, Berkesadaran):- Guru mengadakan permainan kerja sama menggembirakan 'Estafet Balok Kayu Berpasangan': setiap pasangan murid diminta memindahkan 4 balok kayu mainan bersama-sama menggunakan dua bilah stik tanpa menjatuhkannya ke keranjang sasaran (15 menit).
- Guru membagi kelas ke dalam 4 kelompok kecil beranggotakan 4-5 murid untuk praktik nyata kerja sama piket kelas dengan pembagian tugas operasional: Kelompok 1 merapikan sudut baca dan buku pelajaran, Kelompok 2 mengelap dan menata meja murid, Kelompok 3 membersihkan dan mengumpulkan sampah kertas di lantai, Kelompok 4 merapikan loker serta alat tulis bersama (15 menit).
- Setiap murid di dalam kelompoknya mempraktikkan kebiasaan bekerja sama secara langsung sesuai tugasnya dengan saling membantu, tidak berebut alat kebersihan, dan menyelesaikan penataan area hingga rapi (15 menit).
Merefleksi (Berkesadaran, Bermakna):- Murid bersama kelompoknya duduk melingkar dan hening sejenak menyadari perasaan mereka setelah bekerja sama menyelesaikan tugas merapikan kelas (5 menit).
- Dua perwakilan murid menceritakan secara singkat pengalaman bahagianya ketika saling membantu dengan teman dan bagaimana pekerjaan kelas menjadi lebih ringan dan cepat selesai (5 menit).
Penutup:- Guru memberikan penguatan bahwa bekerja sama dengan teman adalah perwujudan kasih yang diajarkan Tuhan Yesus, membuat pekerjaan berat menjadi ringan dan lingkungan kelas menjadi nyaman (5 menit).
- Guru mengonfirmasi keberhasilan seluruh kelompok dalam menyelesaikan tugas bersama dan menutup sesi dengan doa penutup: 'Terima kasih Tuhan Yesus atas sukacita kerja sama hari ini demi kemuliaan nama-Mu. Amin.' diakhiri tanda salib (5 menit).
Diferensiasi:- Konten: Menyediakan panduan visual berupa kartu bergambar langkah pembagian tugas piket bagi kelompok yang membutuhkan bantuan visual.
- Proses: Bagi murid yang masih ragu, guru mendampingi secara langsung saat berbagi alat kebersihan; bagi murid yang mandiri, diberikan tanggung jawab mempraktikkan koordinasi tugas dengan area yang lebih luas bersama teman kelompoknya.
- Produk: Ketercapaian unjuk kerja kerja sama dinilai dari keterlibatan nyata murid menyelesaikan tugas kelompok masing-masing (buku tersusun rapi, meja bersih, sampah terangkat, atau loker rapi).
Asesmen Pertemuan:Awal:- Identifikasi kebiasaan bekerja sama melalui 3 gambar situasi: Gambar A (dua anak membawa kotak bersama), Gambar B (berebut sapu), Gambar C (berbagi tugas menyapu dan merapikan rak). Murid mengidentifikasi mana gambar kerja sama (acuan jawaban benar: Gambar A dan C).
Proses:- Observasi unjuk kerja saat praktik kelompok: guru mengamati apakah murid aktif membantu tugas kelompoknya, bersedia berbagi alat, serta bersikap ramah dan sabar terhadap teman sekelompok (acuan kriteria: murid melakukan tugas yang disepakati, tidak memaksakan kehendak, dan saling menolong hingga area rapi).
Akhir Pertemuan:- Cek pemahaman dan pembiasaan diri melalui 3 pernyataan reflektif ya/tidak: (1) 'Saya membantu teman saat membersihkan kelas' (acuan: Ya); (2) 'Saya mau berbagi alat kebersihan bergantian dengan teman' (acuan: Ya); (3) 'Saya memilih bermain sendiri dan membiarkan teman bekerja sendirian' (acuan: Tidak).
Formatif:- Lembar observasi unjuk kerja praktik kebiasaan bekerja sama dengan teman dalam aktivitas merapikan kelas (kelompok piket).
Rubrik Pertemuan:| Aspek | Belum Berkembang | Mulai | Berkembang | Sangat Berkembang |
|---|
| Praktik Kebiasaan Bekerja Sama dengan Teman | Belum menunjukkan kebiasaan bekerja sama; menolak berbagi alat atau tidak ikut mengerjakan tugas bersama kelompok. | Mulai mempraktikkan kebiasaan bekerja sama, namun masih sering diingatkan guru untuk tidak berebut alat dan membantu teman kelompoknya. | Mempraktikkan kebiasaan bekerja sama dengan teman secara konsisten, aktif menyelesaikan tugas bagiannya, dan bersikap sabar serta rukun. | Mempraktikkan kebiasaan bekerja sama dengan teman secara mandiri dan konsisten, berinisiatif membantu teman sekelompok yang mengalami kesulitan hingga pekerjaan selesai dengan rapi. |
Refleksi Pertemuan:Guru:- Apakah seluruh murid terlibat aktif dan merasa gembira dalam praktik kerja sama kelompok merapikan kelas?
- Bagaimana respons murid yang awalnya enggan berbagi tugas saat dibimbing dalam kelompok kecil?
Murid:- Apakah aku merasa senang saat bekerja sama merapikan kelas bersama teman?
- Bagian mana dari kerja sama tadi yang paling membuatku gembira?
Pertemuan 5 — Asesmen Sumatif Bab — 3 JP (3 x 35 menit = 105 menit)Tujuan Pertemuan:- TP 2.1.1 Mengidentifikasi lingkungan rumah sebagai tempat mengembangkan potensi diri
- TP 2.1.2 Mengidentifikasi teman-teman sebagai tempat mengembangkan potensi diri
- TP 2.1.3 Mempraktikkan kebiasaan bekerja sama dengan anggota keluarga di lingkungan keluarga
- TP 2.1.4 Mempraktikkan kebiasaan bekerja sama dengan teman-teman
Pendahuluan:- Guru membuka sesi dengan tanda salib dan memimpin doa pembuka: 'Dalam nama Bapa dan Putra dan Roh Kudus. Amin. Terima kasih Tuhan Yesus, Engkau memberi kami keluarga dan teman untuk bertumbuh dan bekerja sama. Bimbinglah kami dalam asesmen hari ini. Amin.' serta menyapa kehadiran murid (3 menit).
- Guru menyampaikan tujuan pertemuan ke-5, yaitu asesmen sumatif untuk mengukur pencapaian Bab 1 mengenai pengembangan potensi diri di rumah dan bersama teman serta praktik bekerja sama (2 menit).
Kegiatan Inti:Memahami (Berkesadaran, Bermakna):- Guru memeriksa dan mencatat Lembar Ceklis Pembiasaan Kerja Sama di Rumah bertanda tangan orang tua (Tugas 2, TP 2.1.3: pembiasaan autentik membantu anggota keluarga merapikan perlengkapan rumah) secara individual pada meja periksa guru (15 menit).
Mengaplikasi (Bermakna, Menggembirakan):- Murid secara mandiri mengerjakan lembar visual berisi 6 gambar aktivitas; murid memberi tanda centang (V) pada gambar yang menunjukkan pengembangan potensi diri di rumah dan bersama teman, serta tanda silang (X) pada gambar yang bukan (Tugas 1, TP 2.1.1 & TP 2.1.2). Daftar 6 gambar: (1) Murid berlatih bernyanyi bersama ibu di ruang keluarga [V], (2) Murid bermain game sendirian sambil marah-marah [X], (3) Murid belajar menggambar bersama ayah di meja belajar [V], (4) Murid berlatih menari bersama teman di halaman [V], (5) Murid mengejek teman yang sedang membaca buku [X], (6) Murid bermain oper bola bersama teman untuk melatih ketangkasan [V]. Bersamaan dengan murid menandai/mewarnai gambar, guru memanggil satu per satu murid ke meja guru untuk konfirmasi lisan singkat selama 1,5 menit (total 28-30 murid): 'Sebutkan 1 kegiatan di rumah dan 1 kegiatan bersama teman yang membuat bakatmu berkembang sesuai gambar pilihanmu!' (acuan jawaban: menyebutkan kegiatan bernyanyi/menggambar di rumah dan menari/oper bola bersama teman) (45 menit).
- Murid dalam kelompok kecil (4-5 anak) mempraktikkan simulasi unjuk kerja kebiasaan bekerja sama dan berbagi tugas merapikan sudut belajar dan alat kelas (Tugas 3, TP 2.1.4): kelompok A merapikan rak buku cerita, kelompok B menyusun dan mengelompokkan krayon/pensil warna ke dalam kotak, kelompok C merapikan tumpukan balok mainan, kelompok D menyapu potongan kertas di area sudut baca, kelompok E merapikan susunan meja-kursi sudut baca. Guru mengamati secara langsung pembagian peran dan tindakan nyata saling membantu tanpa berebut alat (35 menit).
Merefleksi (Berkesadaran):- Guru memfasilitasi murid merapikan kembali seluruh perlengkapan asesmen dan mengajak murid mengheningkan cipta sejenak merefleksikan perasaan mereka saat bekerja sama menyelesaikan tugas hari ini (3 menit).
Penutup:- Guru memberikan peneguhan atas usaha mandiri dan kolaborasi seluruh murid selama pelaksanaan asesmen sumatif Bab 1 (1 menit).
- Guru menutup pertemuan dengan doa syukur bersama dan membuat tanda salib penutup: 'Dalam nama Bapa dan Putra dan Roh Kudus. Amin.' (1 menit).
Diferensiasi:- Konten: Tidak ada modifikasi kompetensi; lembar tugas visual disediakan dengan gambar yang jelas dan teks berukuran besar untuk mendukung keterbacaan murid fase A.
- Proses: Akomodasi akses berupa pembacaan petunjuk soal lisan secara perlahan bagi murid yang masih tahap awal membaca permulaan tanpa mengubah kriteria penilaian.
- Produk: Standar bukti belajar tetap sama bagi seluruh murid sesuai ACUAN SUMATIF ATP: penandaan lembar visual terkonfirmasi lisan, ceklis rumah bertanda tangan orang tua, dan performa simulasi kerja sama kelompok.
Asesmen Pertemuan:Awal:- Pengecekan kesiapan asesmen sumatif melalui pengumpulan lembar portofolio ceklis pembiasaan rumah bertanda tangan orang tua di awal sesi.
Proses:- Observasi unjuk kerja saat murid menandai lembar visual dan wawancara lisan singkat per murid di meja guru.
- Observasi langsung performa murid dalam kelompok saat simulasi merapikan sudut belajar kelas.
Sumatif Bab:- penilaian kinerja berbasis gambar dan unjuk kerja simulasi kerja sama: hasil penandaan lembar visual identifikasi potensi diri bersama konfirmasi lisan singkat, jurnal pembiasaan kerja sama di rumah, serta performa simulasi gotong royong merapikan ruang kelas bersama teman
- unjuk kerja penandaan gambar visual dan tanya jawab lisan singkat: lembar kerja bergambar yang ditandai murid untuk memilih kegiatan pengembangan potensi diri di rumah dan bersama teman, disertai konfirmasi lisan singkat 1,5 menit per murid secara bergiliran saat murid lain mewarnai/menandai lembar visual (45 menit / 1,5 menit = 30 murid, muat 28 murid satu kelas) (45 menit; individual; instrumen: lembar ceklis identifikasi gambar dan rubrik tanya jawab lisan)
- penilaian autentik pembiasaan di rumah: catatan centang pendampingan orang tua atas praktik nyata murid bekerja sama membantu anggota keluarga merapikan perlengkapan rumah yang diperiksa guru di awal sesi (15 menit; individual; instrumen: lembar ceklis pembiasaan kerja sama di rumah bertanda tangan orang tua)
- unjuk kerja simulasi kerja sama kelompok: performa murid dalam kelompok kecil (4-5 anak) mempraktikkan kebiasaan bekerja sama dan berbagi tugas merapikan sudut belajar/alat kelas secara serentak teratur (45 menit; kelompok; instrumen: lembar observasi unjuk kerja kerja sama kelompok)
Sumatif:- penilaian kinerja berbasis gambar dan unjuk kerja simulasi kerja sama: hasil penandaan lembar visual identifikasi potensi diri bersama konfirmasi lisan singkat, jurnal pembiasaan kerja sama di rumah, serta performa simulasi gotong royong merapikan ruang kelas bersama teman
- unjuk kerja penandaan gambar visual dan tanya jawab lisan singkat: lembar kerja bergambar yang ditandai murid untuk memilih kegiatan pengembangan potensi diri di rumah dan bersama teman, disertai konfirmasi lisan singkat 1,5 menit per murid secara bergiliran saat murid lain mewarnai/menandai lembar visual (45 menit / 1,5 menit = 30 murid, muat 28 murid satu kelas) (45 menit; individual; instrumen: lembar ceklis identifikasi gambar dan rubrik tanya jawab lisan)
- penilaian autentik pembiasaan di rumah: catatan centang pendampingan orang tua atas praktik nyata murid bekerja sama membantu anggota keluarga merapikan perlengkapan rumah yang diperiksa guru di awal sesi (15 menit; individual; instrumen: lembar ceklis pembiasaan kerja sama di rumah bertanda tangan orang tua)
- unjuk kerja simulasi kerja sama kelompok: performa murid dalam kelompok kecil (4-5 anak) mempraktikkan kebiasaan bekerja sama dan berbagi tugas merapikan sudut belajar/alat kelas secara serentak teratur (45 menit; kelompok; instrumen: lembar observasi unjuk kerja kerja sama kelompok)
Rubrik Pertemuan:| Aspek | Belum Berkembang | Mulai | Berkembang | Sangat Berkembang |
|---|
| Mengidentifikasi lingkungan rumah sebagai tempat mengembangkan potensi diri (TP 2.1.1) | Belum mampu menandai gambar kegiatan pengembangan potensi diri di rumah secara tepat (0 dari 2 gambar rumah: bernyanyi bersama ibu, menggambar bersama ayah) dan belum dapat menyebutkannya saat konfirmasi lisan. | Tepat menandai 1 dari 2 gambar kegiatan potensi diri di rumah (bernyanyi bersama ibu atau menggambar bersama ayah), namun belum mampu mengonfirmasi secara lisan. | Tepat menandai 2 gambar kegiatan potensi diri di rumah (bernyanyi bersama ibu dan menggambar bersama ayah) dan mampu menyebutkan 1 kegiatan tersebut secara lisan dengan bimbingan. | Tepat menandai 2 gambar kegiatan potensi diri di rumah (bernyanyi bersama ibu dan menggambar bersama ayah) serta mampu menyebutkan 1 kegiatan tersebut secara lisan secara mandiri. | | Mengidentifikasi teman-teman sebagai tempat mengembangkan potensi diri (TP 2.1.2) | Belum mampu menandai gambar kegiatan pengembangan potensi diri bersama teman secara tepat (0 dari 2 gambar bersama teman: menari bersama teman, bermain oper bola bersama teman) dan belum dapat menyebutkannya saat konfirmasi lisan. | Tepat menandai 1 dari 2 gambar kegiatan potensi diri bersama teman (menari bersama teman atau bermain oper bola bersama teman), namun belum mampu mengonfirmasi secara lisan. | Tepat menandai 2 gambar kegiatan potensi diri bersama teman (menari bersama teman dan bermain oper bola bersama teman) dan mampu menyebutkan 1 kegiatan tersebut secara lisan dengan bimbingan. | Tepat menandai 2 gambar kegiatan potensi diri bersama teman (menari bersama teman dan bermain oper bola bersama teman) serta mampu menyebutkan 1 kegiatan tersebut secara lisan secara mandiri. | | Mempraktikkan kebiasaan bekerja sama dengan anggota keluarga di lingkungan keluarga (TP 2.1.3) | Lembar ceklis pembiasaan kerja sama di rumah tidak terisi atau tidak memuat bukti praktik membantu anggota keluarga. | Lembar ceklis pembiasaan memuat 1-2 catatan centang praktik membantu merapikan perlengkapan rumah tetapi belum ditandatangani orang tua. | Lembar ceklis pembiasaan memuat 3 catatan centang praktik membantu merapikan perlengkapan rumah dan ditandatangani orang tua. | Lembar ceklis pembiasaan memuat lebih dari 3 catatan centang praktik membantu merapikan perlengkapan rumah secara konsisten dan ditandatangani orang tua. | | Mempraktikkan kebiasaan bekerja sama dengan teman-teman (TP 2.1.4) | Belum terlibat dalam pembagian tugas kelompok merapikan sudut belajar/alat kelas dan pasif saat kelompok bekerja. | Terlibat dalam merapikan sudut belajar/alat kelas namun hanya bekerja jika diarahkan berulang kali oleh guru/teman. | Mempraktikkan kebiasaan bekerja sama dengan menjalankan tugas bagiannya (merapikan buku/alat/meja) bersama teman dalam kelompok secara tertib. | Mempraktikkan kebiasaan bekerja sama secara mandiri dan aktif membantu teman sekelompok hingga area sudut belajar/alat kelas rapi sepenuhnya. |
Refleksi Pertemuan:Guru:- Apakah seluruh instrumen asesmen sumatif (lembar visual, ceklis rumah, simulasi) dapat terlaksana sesuai alokasi waktu yang direncanakan?
- Bagaimana ketercapaian murid kelas 2 dalam menunjukkan pembiasaan kerja sama baik di rumah maupun di kelas?
Murid:- Apakah aku merasa senang bisa bekerja sama dengan teman-temanku merapikan kelas hari ini?
- Perbuatan baik apa yang akan terus aku lakukan untuk membantu orang tua di rumah?
SUMBER BELAJAR- Buku Panduan Guru Pendidikan Agama Katolik dan Budi Pekerti untuk SD Kelas II
- Buku Teks Pendidikan Agama Katolik dan Budi Pekerti SD Kelas II
- Gambar aktivitas keluarga di rumah (belajar bersama, merawat tanaman, merapikan rumah)
- Teks lagu 'Kucinta Keluarga Tuhan'
- Lembar kerja murid 'Identifikasi Potensi Diri di Rumah'
- Buku Siswa Pendidikan Agama Katolik dan Budi Pekerti SD Kelas II
- Kitab Suci (kutipan Efesus 4:1-6)
- Set kartu gambar 'Cari Pasangan Bakatku'
- Buku Panduan Guru Pendidikan Agama Katolik dan Budi Pekerti untuk SD Kelas II (Kemendikbudristek, 2021)
- Buku Siswa Pendidikan Agama Katolik dan Budi Pekerti untuk SD Kelas II
- Alkitab (Kutipan Surat Paulus kepada Jemaat di Efesus 4:1-6)
- Set kartu gambar situasi rumah dan perlengkapan simulasi sederhana (wadah plastik, piring plastik, kotak mainan, taplak meja)
- Buku Panduan Guru Pendidikan Agama Katolik dan Budi Pekerti untuk SD Kelas II (Kemendikbudristek, 2021).
- Buku Siswa Pendidikan Agama Katolik dan Budi Pekerti untuk SD Kelas II (Kemendikbudristek, 2021).
- Alkitab (Kutipan Surat Rasul Paulus: Efesus 4:1-6).
- Media konkret: balok kayu mainan, stik estafet, alat kebersihan kelas (lap, sapu kecil, kemoceng, tempat sampah).
- Buku Siswa Pendidikan Agama Katolik dan Budi Pekerti untuk SD Kelas II (Kemendikbudristek, 2021)
- Lembar Asesmen Visual Gambar Potensi Diri Bab 1
- Lembar Ceklis Pembiasaan Kerja Sama di Rumah
- Perlengkapan sudut belajar kelas (buku cerita, kotak krayon, balok mainan, sapu kecil)
|