Modul AjarPertemuan 8Bab 5Fase ASemester 2

Modul Ajar Pendidikan Agama Katolik dan Budi Pekerti Kelas 1: Menghafal dan Mempraktikkan Doa Salam Maria

Modul Ajar ini disusun untuk satu pertemuan tatap muka mata pelajaran Pendidikan Agama Katolik dan Budi Pekerti kelas 1 dengan topik "Menghafal dan Mempraktikkan Doa Salam Maria". Dokumen mengikuti Alur Tujuan Pembelajaran (ATP) Kurikulum Merdeka, lengkap dengan tujuan, langkah kegiatan, dan asesmen ringkas.

MEJAGURU.ID - DOKUMEN MODUL AJAR

Modul Ajar Pendidikan Agama Katolik dan Budi Pekerti Kelas 1: Menghafal dan Mempraktikkan Doa Salam Maria

Pendidikan Agama Katolik dan Budi Pekerti - Kelas 1

Bab 5 - Pertemuan 8

MODUL AJAR

Pendidikan Agama Katolik dan Budi Pekerti — Kelas 1 (Fase A)

Topik: Menghafal dan Mempraktikkan Doa Salam Maria

INFORMASI UMUM

Mata PelajaranPendidikan Agama Katolik dan Budi Pekerti
Fase / KelasFase A / Kelas 1
TopikMenghafal dan Mempraktikkan Doa Salam Maria
Alokasi Waktu2x35 menit
Jumlah Pertemuan1

TUJUAN PEMBELAJARAN

  1. Murid dapat melafalkan doa Salam Maria secara lengkap dengan santun sebagai ungkapan iman kepada Allah
  2. Murid dapat membiasakan diri berdoa Salam Maria sebagai bentuk penghormatan kepada Bunda Maria dan kedekatan dengan Allah

PROFIL LULUSAN

DimensiDisasar
Keimanan dan Ketakwaan terhadap Tuhan Yang Maha Esa
Kewargaan
Penalaran Kritis
Kreativitas
Kolaborasi
Kemandirian
Kesehatan
Komunikasi

PERTANYAAN PEMANTIK

  1. Siapakah Bunda Maria bagi kita umat Katolik?
  2. Mengapa kita perlu berdoa kepada Bunda Maria?
  3. Bagaimana sikap kita yang baik saat berdoa Salam Maria?

KEGIATAN PEMBELAJARAN

Pertemuan 1

Pendahuluan:

  • Guru membuka pembelajaran dengan mengajak murid berdoa bersama dan membuat tanda salib dengan tertib (5 menit)
  • Guru menyapa murid dengan penuh kehangatan dan mengecek kehadiran
  • Guru melakukan asesmen awal dengan menanyakan: Siapa yang sudah pernah mendengar doa Salam Maria? Siapa yang tahu Bunda Maria itu siapa?
  • Guru menyampaikan tujuan pembelajaran hari ini: kita akan belajar menghafal dan mempraktikkan doa Salam Maria dengan santun
  • Guru menyampaikan pertanyaan pemantik untuk membangkitkan rasa ingin tahu murid

Kegiatan Inti:

Memahami (Berkesadaran, Bermakna, Menggembirakan):

  • Guru menunjukkan gambar Bunda Maria dan menjelaskan bahwa Bunda Maria adalah ibu Yesus dan juga bunda kita semua (berkesadaran: mengajak murid merasakan kehadiran sosok Bunda Maria dalam hidup mereka)
  • Guru menceritakan kisah singkat tentang Bunda Maria yang menerima kabar gembira dari malaikat Gabriel (Lukas 1:26-45) dengan bahasa yang sederhana dan menarik
  • Guru menjelaskan bahwa doa Salam Maria adalah cara kita menghormati dan mendekatkan diri kepada Bunda Maria serta kepada Allah
  • Guru memperdengarkan lagu Salam Maria dari buku siswa atau memutar audio/video doa Salam Maria (menggembirakan: menggunakan media audio-visual yang menarik bagi anak kelas 1)
  • Guru menampilkan teks doa Salam Maria di papan tulis atau kertas karton besar, lalu membacakan dengan suara jelas dan intonasi yang tepat
  • Murid mendengarkan dan mengamati dengan seksama cara guru melafalkan doa Salam Maria

Mengaplikasi (Bermakna, Menggembirakan):

  • Guru mengajak murid membaca doa Salam Maria bersama-sama secara perlahan, kalimat demi kalimat (bermakna: murid terlibat langsung dalam praktik berdoa)
  • Guru membagi doa menjadi beberapa bagian pendek dan melatih murid menghafalnya secara bertahap dengan metode pengulangan
  • Murid berlatih melafalkan doa Salam Maria dalam kelompok kecil (3-4 orang), saling membantu teman yang kesulitan (kolaboratif)
  • Guru mengajak murid menyanyikan lagu Salam Maria bersama-sama dengan gerakan tangan yang sederhana sebagai ekspresi sukacita (menggembirakan: bernyanyi dan bergerak)
  • Beberapa murid diminta maju secara sukarela untuk mempraktikkan doa Salam Maria di depan kelas dengan sikap doa yang santun (tangan terlipat, kepala sedikit tertunduk, suara jelas)
  • Guru memberikan umpan balik positif dan apresiasi kepada setiap murid yang berani tampil

Merefleksi (Berkesadaran, Bermakna):

  • Guru mengajak murid duduk dengan tenang dan menutup mata sejenak, kemudian bertanya: Bagaimana perasaan kalian setelah belajar dan berdoa Salam Maria hari ini? (berkesadaran: menyadari pengalaman batin)
  • Murid diminta berbagi perasaan dan pengalaman mereka secara bergantian dengan suara pelan dan santun
  • Guru mengajak murid merefleksikan: Apakah kita sudah berdoa dengan sikap yang santun? Apa yang bisa kita perbaiki?
  • Murid menuliskan atau menggambar (bagi yang belum lancar menulis) tentang komitmen mereka untuk berdoa Salam Maria setiap hari di rumah
  • Guru meneguhkan bahwa berdoa Salam Maria setiap hari adalah bentuk penghormatan kepada Bunda Maria dan cara kita semakin dekat dengan Allah (bermakna: mengaitkan dengan kehidupan sehari-hari)

Penutup:

  • Guru melakukan asesmen akhir dengan meminta beberapa murid secara acak melafalkan doa Salam Maria secara individu
  • Guru memberikan penguatan dan merangkum pembelajaran hari ini: kita telah belajar doa Salam Maria dan membiasakan diri berdoa dengan santun
  • Guru memberikan tugas untuk berlatih berdoa Salam Maria di rumah setiap hari dan meminta tanda tangan orang tua sebagai bukti
  • Guru menutup pembelajaran dengan mengajak seluruh murid berdoa Salam Maria bersama-sama dengan sikap yang santun
  • Guru mengucapkan salam penutup dan mengajak murid bersyukur atas pembelajaran hari ini

Diferensiasi:

  • Konten: Untuk murid yang cepat menghafal, guru memberikan tambahan pengetahuan tentang makna setiap kalimat dalam doa Salam Maria. Untuk murid yang lambat, guru fokus pada hafalan doa dengan bantuan gambar atau notasi lagu yang lebih sederhana.
  • Proses: Murid yang cepat dapat membantu teman sebaya yang kesulitan (peer tutoring). Murid yang lambat mendapat pendampingan lebih intensif dari guru dengan pengulangan lebih banyak dan tempo yang lebih pelan.
  • Produk: Murid yang sudah lancar dapat melafalkan doa Salam Maria lengkap dengan sikap doa yang sempurna dan bahkan menyanyikannya. Murid yang lambat cukup melafalkan sebagian doa dengan bimbingan guru, dengan penekanan pada sikap santun saat berdoa.

ASESMEN

Awal:

  • Tanya jawab lisan: Siapa yang sudah pernah mendengar doa Salam Maria?
  • Observasi pengetahuan awal: Apakah murid mengenal sosok Bunda Maria?
  • Identifikasi kemampuan berdoa: Apakah murid sudah terbiasa berdoa dengan sikap yang santun?

Proses:

  • Observasi partisipasi murid saat mendengarkan cerita dan penjelasan guru
  • Penilaian kinerja saat berlatih melafalkan doa Salam Maria secara berkelompok
  • Pengamatan sikap santun dan kerjasama murid dalam kelompok
  • Umpan balik langsung dari guru saat murid mempraktikkan doa di depan kelas
  • Penilaian diri: murid merefleksikan apakah mereka sudah berdoa dengan santun

Akhir:

  • Tes lisan individu: melafalkan doa Salam Maria secara lengkap
  • Observasi sikap: penilaian sikap santun saat berdoa menggunakan rubrik
  • Penilaian produk: lembar komitmen atau gambar tentang kebiasaan berdoa
  • Penilaian tugas rumah: bukti latihan berdoa Salam Maria di rumah dengan tanda tangan orang tua

Formatif:

  • Observasi sikap dan partisipasi murid selama proses pembelajaran
  • Tanya jawab lisan tentang pemahaman murid terhadap Bunda Maria dan doa Salam Maria
  • Penilaian praktik hafalan doa Salam Maria dalam kelompok kecil

Sumatif:

  • Tes lisan: murid melafalkan doa Salam Maria secara lengkap di hadapan guru
  • Penilaian sikap: observasi sikap santun saat berdoa (tangan terlipat, kepala tertunduk, suara jelas dan tenang)
  • Penilaian produk: lembar komitmen atau gambar yang dibuat murid tentang kebiasaan berdoa Salam Maria

RUBRIK PENILAIAN

AspekBelum BerkembangMulaiBerkembangSangat Berkembang
Hafalan Doa Salam MariaMurid belum dapat melafalkan doa Salam Maria sama sekali, memerlukan bantuan penuh dari guruMurid dapat melafalkan sebagian kecil doa Salam Maria (1-2 kalimat) dengan bimbingan guruMurid dapat melafalkan sebagian besar doa Salam Maria dengan sedikit bantuanMurid dapat melafalkan doa Salam Maria secara lengkap dan lancar tanpa bantuan
Sikap Santun saat BerdoaMurid belum menunjukkan sikap santun saat berdoa (tidak memperhatikan posisi tangan, sikap tubuh, atau suara)Murid mulai menunjukkan sikap santun tetapi masih memerlukan bimbingan terus-menerus (1 dari 3 aspek: tangan, sikap tubuh, suara)Murid menunjukkan sikap santun saat berdoa dengan baik (2 dari 3 aspek: tangan terlipat, sikap tubuh tenang, atau suara jelas)Murid menunjukkan sikap santun saat berdoa dengan sempurna (tangan terlipat, sikap tubuh tenang dan khusyuk, suara jelas dan tenang)
Pembiasaan Berdoa Salam MariaMurid belum menunjukkan kemauan untuk membiasakan diri berdoa Salam MariaMurid menunjukkan kemauan untuk berdoa Salam Maria tetapi masih memerlukan dorongan terus-menerusMurid mulai membiasakan diri berdoa Salam Maria di sekolah dengan pengingat guruMurid membiasakan diri berdoa Salam Maria setiap hari baik di sekolah maupun di rumah secara mandiri
Penghormatan kepada Bunda MariaMurid belum memahami makna penghormatan kepada Bunda Maria melalui doaMurid mulai memahami bahwa Bunda Maria adalah ibu Yesus dan bunda kita, tetapi belum mengungkapkan dalam doaMurid memahami dan menunjukkan penghormatan kepada Bunda Maria melalui doa dengan bimbinganMurid memahami dan menunjukkan penghormatan kepada Bunda Maria melalui doa dengan penuh kesadaran dan ketulusan

REFLEKSI

Refleksi Guru:

  • Apakah metode pembelajaran yang saya gunakan sudah efektif untuk membantu murid menghafal doa Salam Maria?
  • Bagaimana saya dapat lebih mengembangkan suasana berdoa yang santun dan penuh makna di kelas?
  • Apakah diferensiasi yang saya terapkan sudah membantu semua murid mencapai tujuan pembelajaran?
  • Apa yang perlu saya perbaiki dalam pembelajaran berikutnya agar murid lebih membiasakan diri berdoa Salam Maria?

Refleksi Murid:

  • Bagaimana perasaanku setelah belajar doa Salam Maria hari ini?
  • Apakah aku sudah berdoa dengan sikap yang santun?
  • Apa yang masih sulit bagiku dalam menghafal doa Salam Maria?
  • Apakah aku bersedia berdoa Salam Maria setiap hari di rumah?

SUMBER BELAJAR

  1. Buku Siswa Pendidikan Agama Katolik dan Budi Pekerti Kelas 1 SD (halaman 137-139)
  2. Buku Panduan Guru Pendidikan Agama Katolik dan Budi Pekerti Kelas 1 SD (halaman 156)
  3. Alkitab: Injil Lukas 1:26-45 (Kabar Gembira kepada Maria)
  4. Gambar Bunda Maria yang indah dan menarik untuk anak
  5. Audio atau video lagu Salam Maria (Lagu Syair: N.N/Misa Maiwara Irian, 1=G, 4/4)
  6. Teks doa Salam Maria dalam bentuk poster atau karton besar
  7. Kertas gambar dan alat tulis untuk kegiatan refleksi murid
  8. Lembar tugas untuk orang tua (latihan berdoa di rumah)

Lihat & unduh lengkap

Masuk pakai Google untuk membuka modul ajar pertemuan ini secara penuh.

Apa isi pertemuan ini?

Dokumen mencakup tujuan pembelajaran terpilih, urutan kegiatan inti yang sudah disesuaikan dengan alokasi JP, serta pertanyaan pemantik dan asesmen formatif singkat. Cocok dipakai sebagai bahan persiapan tatap muka maupun lampiran supervisi.

Cara pakai pertemuan ini

Unduh DOCX, lalu sesuaikan nama sekolah, kepala sekolah, dan NIP. Bagian kegiatan inti bisa Bapak/Ibu kurangi atau tambah sesuai karakter siswa di kelas; tujuan pembelajaran sebaiknya tetap selaras dengan ATP induk.