Modul AjarPertemuan 7Bab 5Fase ASemester 2

Modul Ajar Pendidikan Agama Katolik dan Budi Pekerti Kelas 1: Mengenal Bunda Maria dan Doa Salam Maria

Modul Ajar ini disusun untuk satu pertemuan tatap muka mata pelajaran Pendidikan Agama Katolik dan Budi Pekerti kelas 1 dengan topik "Mengenal Bunda Maria dan Doa Salam Maria". Dokumen mengikuti Alur Tujuan Pembelajaran (ATP) Kurikulum Merdeka, lengkap dengan tujuan, langkah kegiatan, dan asesmen ringkas.

MEJAGURU.ID - DOKUMEN MODUL AJAR

Modul Ajar Pendidikan Agama Katolik dan Budi Pekerti Kelas 1: Mengenal Bunda Maria dan Doa Salam Maria

Pendidikan Agama Katolik dan Budi Pekerti - Kelas 1

Bab 5 - Pertemuan 7

MODUL AJAR

Pendidikan Agama Katolik dan Budi Pekerti — Kelas 1 (Fase A)

Topik: Mengenal Bunda Maria dan Doa Salam Maria

INFORMASI UMUM

Mata PelajaranPendidikan Agama Katolik dan Budi Pekerti
Fase / KelasFase A / Kelas 1
TopikMengenal Bunda Maria dan Doa Salam Maria
Alokasi Waktu2x35 menit
Jumlah Pertemuan1

TUJUAN PEMBELAJARAN

  1. Murid dapat menjelaskan bahwa Bunda Maria adalah ibu Yesus dan bunda kita yang selalu membantu kita berdoa kepada Allah
  2. Murid dapat mengenal doa Salam Maria sebagai doa penghormatan kepada Bunda Maria sekaligus ungkapan iman kepada Allah
  3. Murid dapat melafalkan doa Salam Maria dengan sikap penuh hormat dan khusyuk

PROFIL LULUSAN

DimensiDisasar
Keimanan dan Ketakwaan terhadap Tuhan Yang Maha Esa
Kewargaan
Penalaran Kritis
Kreativitas
Kolaborasi
Kemandirian
Kesehatan
Komunikasi

PERTANYAAN PEMANTIK

  1. Siapakah Bunda Maria itu?
  2. Mengapa kita berdoa kepada Bunda Maria?
  3. Apa yang dikatakan malaikat kepada Bunda Maria?

KEGIATAN PEMBELAJARAN

Pertemuan 1

Pendahuluan:

  • Guru mengajak murid berdoa pembuka dengan tanda salib dan doa spontan sederhana: 'Allah yang Mahabaik, Engkau memilih Maria menjadi ibu Yesus. Berkatilah kami agar dapat meneladani Bunda Maria yang taat pada kehendak-Mu. Amin.'
  • Guru mengajak murid menyanyikan lagu 'Salam Maria' (Madah Bakti no. 542) dengan gerakan sederhana untuk menciptakan suasana menggembirakan
  • Guru melakukan asesmen awal dengan menanyakan: 'Siapa yang pernah mendengar nama Bunda Maria? Apa yang kalian tahu tentang Bunda Maria?'
  • Guru menyampaikan tujuan pembelajaran: 'Hari ini kita akan belajar tentang Bunda Maria, ibu Yesus yang juga menjadi bunda kita, dan kita akan belajar doa Salam Maria'

Kegiatan Inti:

Memahami (Berkesadaran, Bermakna):

  • Guru menampilkan gambar Bunda Maria dan beberapa anak sedang berdoa di depan patung Bunda Maria
  • Guru mengajukan pertanyaan pemantik: 'Siapa yang ada pada gambar? Siapakah Bunda Maria? Siapa yang sedang berdoa? Mengapa kita berdoa doa Salam Maria?'
  • Guru mendengarkan jawaban murid dengan penuh perhatian, menghargai setiap pendapat tanpa menilai benar atau salah terlebih dahulu
  • Guru memberikan peneguhan: 'Bunda Maria adalah Bunda Yesus. Bunda Maria juga menjadi bunda kita. Kita boleh berdoa kepada Allah melalui pertolongan Bunda Maria. Bunda Maria selalu menerima manusia yang datang kepadanya. Bunda Maria sangat peduli dengan penderitaan manusia.'
  • Guru menampilkan gambar-gambar yang menceritakan latar belakang doa Salam Maria berdasarkan Lukas 1:26-42 (Kabar Gembira Malaikat Gabriel kepada Maria dan kunjungan Maria kepada Elisabet)
  • Guru menceritakan kisah dengan bahasa sederhana: 'Malaikat Gabriel datang kepada Maria dan berkata: Salam Maria, penuh rahmat, Tuhan sertamu. Maria menjawab: Terjadilah padaku menurut perkataanmu itu. Maria kemudian mengunjungi Elisabet, dan Elisabet berkata: Terpujilah engkau di antara wanita, dan terpujilah buah tubuhmu.'
  • Guru menjelaskan bahwa kata-kata malaikat dan kata-kata Elisabet itulah yang menjadi dasar doa Salam Maria
  • Guru melafalkan doa Salam Maria baris demi baris, murid mendengarkan dengan penuh perhatian

Mengaplikasi (Menggembirakan, Bermakna):

  • Guru mengajak murid melafalkan doa Salam Maria secara bersama-sama dengan tempo lambat, satu baris demi satu baris
  • Guru membagi kelas menjadi kelompok kecil (4-5 anak), setiap kelompok berlatih melafalkan doa Salam Maria bersama
  • Guru berkeliling memantau dan membantu kelompok yang kesulitan
  • Beberapa kelompok maju ke depan untuk melafalkan doa Salam Maria, kelompok lain memberikan tepuk tangan sebagai apresiasi
  • Guru membagikan lembar kerja yang berisi teks doa Salam Maria yang harus ditulis ulang oleh murid (sesuai kemampuan menulis kelas 1)
  • Murid mewarnai gambar Bunda Maria di lembar kerja sambil merenungkan kebaikan Bunda Maria

Merefleksi (Berkesadaran, Bermakna):

  • Guru mengajak murid duduk melingkar dan menciptakan suasana tenang
  • Guru memandu refleksi dengan pertanyaan: 'Apa yang kamu rasakan saat belajar tentang Bunda Maria hari ini? Mengapa Bunda Maria disebut bunda kita? Kapan kita bisa berdoa Salam Maria?'
  • Murid diberi kesempatan mengungkapkan perasaan dan pemahamannya secara sukarela (tidak dipaksa)
  • Guru memberikan penguatan: 'Bunda Maria selalu siap membantu kita berdoa kepada Allah. Kita bisa berdoa Salam Maria kapan saja, terutama saat kita membutuhkan pertolongan.'
  • Guru mengajak murid merenungkan dalam hati: 'Apakah aku akan berdoa Salam Maria setiap hari? Apakah aku akan meneladani ketaatan Bunda Maria kepada Allah?'

Penutup:

  • Guru bersama murid menyimpulkan pembelajaran: 'Hari ini kita belajar bahwa Bunda Maria adalah ibu Yesus dan bunda kita. Bunda Maria membantu kita berdoa kepada Allah. Doa Salam Maria adalah doa penghormatan kepada Bunda Maria.'
  • Guru melakukan asesmen akhir dengan meminta 3-5 murid secara sukarela menjawab: 'Siapakah Bunda Maria?' dan melafalkan satu baris doa Salam Maria
  • Guru memberikan tugas ringan: 'Di rumah, coba berdoa Salam Maria bersama orang tua kalian. Minta orang tua menandatangani lembar kerja kalian.'
  • Guru mengajak murid berdoa penutup: doa Salam Maria secara bersama-sama
  • Guru menutup pembelajaran dengan lagu 'Salam Maria' dan memberi salam

Diferensiasi:

  • Konten: Untuk murid yang belum lancar membaca, guru menyediakan gambar visual bertahap tentang kisah Kabar Gembira. Untuk murid yang sudah lancar, guru memberikan teks Kitab Suci Lukas 1:26-42 dalam bahasa sederhana.
  • Proses: Murid yang cepat memahami diberi kesempatan memimpin kelompoknya melafalkan doa Salam Maria. Murid yang lambat mendapat pendampingan khusus dari guru saat latihan kelompok, boleh melafalkan lebih lambat dan menggunakan media visual (gambar Bunda Maria) sebagai pengingat.
  • Produk: Murid yang sudah lancar menulis diminta menulis seluruh teks doa Salam Maria. Murid yang belum lancar cukup menyalin beberapa kata kunci (Maria, rahmat, Tuhan, Yesus) atau menghubungkan kata dengan gambar. Semua murid mewarnai gambar Bunda Maria sesuai kreativitas masing-masing.

ASESMEN

Awal:

  • Guru menanyakan pengetahuan awal murid tentang Bunda Maria melalui pertanyaan: 'Siapa yang pernah mendengar nama Bunda Maria? Apa yang kalian tahu tentang Bunda Maria?'
  • Guru mencatat respon murid untuk mengetahui titik awal pemahaman mereka

Proses:

  • Observasi sikap murid saat mendengarkan cerita tentang Kabar Gembira kepada Bunda Maria (apakah fokus, bertanya, antusias)
  • Observasi kemampuan murid menjawab pertanyaan pemantik selama kegiatan Memahami
  • Observasi kemampuan murid melafalkan doa Salam Maria saat latihan kelompok
  • Penilaian proses menulis dan mewarnai di lembar kerja
  • Mendengarkan refleksi lisan murid tentang perasaan dan pemahamannya

Akhir:

  • Guru meminta 3-5 murid secara sukarela menjawab pertanyaan: 'Siapakah Bunda Maria?' dan 'Mengapa kita berdoa kepada Bunda Maria?'
  • Guru meminta murid melafalkan doa Salam Maria secara bersama-sama untuk mengecek kemampuan akhir
  • Guru memeriksa hasil lembar kerja (menulis dan mewarnai) sebagai bukti ketercapaian tujuan pembelajaran
  • Guru mencatat murid yang sudah mampu melafalkan doa Salam Maria dengan lancar dan yang masih memerlukan pendampingan lebih lanjut

Formatif:

  • Observasi partisipasi murid saat diskusi tentang Bunda Maria
  • Observasi kemampuan murid melafalkan doa Salam Maria dalam kelompok
  • Pertanyaan lisan selama proses pembelajaran untuk mengecek pemahaman

Sumatif:

  • Penilaian kemampuan melafalkan doa Salam Maria secara individu atau kelompok
  • Penilaian hasil menulis teks doa Salam Maria di lembar kerja
  • Penilaian refleksi lisan tentang peran Bunda Maria

RUBRIK PENILAIAN

AspekBelum BerkembangMulaiBerkembangSangat Berkembang
Pemahaman tentang Bunda MariaMurid belum dapat menyebutkan siapa Bunda Maria dan belum memahami peranannyaMurid dapat menyebutkan bahwa Bunda Maria adalah ibu Yesus, tetapi belum memahami bahwa Bunda Maria juga bunda kitaMurid dapat menjelaskan bahwa Bunda Maria adalah ibu Yesus dan bunda kita, tetapi belum dapat menjelaskan peranannya dalam membantu kita berdoaMurid dapat menjelaskan dengan baik bahwa Bunda Maria adalah ibu Yesus dan bunda kita yang selalu membantu kita berdoa kepada Allah
Kemampuan melafalkan doa Salam MariaMurid belum dapat melafalkan doa Salam Maria meskipun dengan bantuan guruMurid dapat melafalkan sebagian kecil doa Salam Maria (1-2 baris) dengan bantuan guruMurid dapat melafalkan sebagian besar doa Salam Maria (lebih dari setengah) dengan sedikit bantuanMurid dapat melafalkan seluruh doa Salam Maria dengan lancar dan penuh penghayatan
Sikap menghormati Bunda MariaMurid belum menunjukkan sikap khusyuk dan hormat saat berdoa Salam MariaMurid sesekali menunjukkan sikap khusyuk saat berdoa Salam Maria tetapi masih mudah tergangguMurid menunjukkan sikap khusyuk dan hormat saat berdoa Salam Maria dalam sebagian besar waktuMurid secara konsisten menunjukkan sikap khusyuk, hormat, dan penuh penghayatan saat berdoa Salam Maria
Kemampuan merefleksi makna pembelajaranMurid belum dapat mengungkapkan perasaan atau pemahaman tentang pembelajaran hari iniMurid dapat mengungkapkan perasaan tetapi belum dapat menghubungkan dengan makna pembelajaranMurid dapat mengungkapkan pemahaman tentang Bunda Maria dan niat untuk berdoa Salam MariaMurid dapat mengungkapkan pemahaman mendalam tentang peran Bunda Maria dan komitmen konkret untuk meneladani ketaatan Bunda Maria serta berdoa Salam Maria setiap hari

REFLEKSI

Refleksi Guru:

  • Apakah murid menunjukkan antusiasme dan rasa ingin tahu saat belajar tentang Bunda Maria?
  • Apakah metode cerita bergambar efektif untuk membuat pembelajaran bermakna bagi murid kelas 1?
  • Bagian mana dari pembelajaran yang paling menarik bagi murid dan bagian mana yang perlu diperbaiki?
  • Apakah semua murid sudah mampu melafalkan doa Salam Maria? Siapa yang masih memerlukan pendampingan lebih lanjut?
  • Apakah diferensiasi yang saya lakukan sudah sesuai dengan kebutuhan murid yang beragam?
  • Bagaimana saya dapat mengintegrasikan pembelajaran tentang Bunda Maria ini dalam kehidupan doa sehari-hari di sekolah?

Refleksi Murid:

  • Apa yang paling menarik dari pembelajaran hari ini?
  • Apa yang kamu pelajari tentang Bunda Maria hari ini?
  • Apakah kamu sudah bisa berdoa Salam Maria?
  • Apakah kamu akan berdoa Salam Maria setiap hari?
  • Hal apa dari Bunda Maria yang ingin kamu teladani?

SUMBER BELAJAR

  1. Kitab Suci: Injil Lukas 1:26-42
  2. Buku Siswa Pendidikan Agama Katolik dan Budi Pekerti Kelas 1 SD, Bab 5 (Doa dalam Gereja Katolik)
  3. Buku Panduan Guru Pendidikan Agama Katolik dan Budi Pekerti Kelas 1 SD
  4. Madah Bakti (lagu 'Salam Maria' no. 542)
  5. Gambar Bunda Maria (poster atau media digital)
  6. Gambar seri kisah Kabar Gembira (Malaikat Gabriel dan Maria, Maria mengunjungi Elisabet)
  7. Lembar kerja: teks doa Salam Maria untuk ditulis dan gambar Bunda Maria untuk diwarnai
  8. Patung atau gambar Bunda Maria di sudut doa kelas (jika tersedia)
  9. Alat tulis: pensil, crayon/pensil warna

Lihat & unduh lengkap

Masuk pakai Google untuk membuka modul ajar pertemuan ini secara penuh.

Apa isi pertemuan ini?

Dokumen mencakup tujuan pembelajaran terpilih, urutan kegiatan inti yang sudah disesuaikan dengan alokasi JP, serta pertanyaan pemantik dan asesmen formatif singkat. Cocok dipakai sebagai bahan persiapan tatap muka maupun lampiran supervisi.

Cara pakai pertemuan ini

Unduh DOCX, lalu sesuaikan nama sekolah, kepala sekolah, dan NIP. Bagian kegiatan inti bisa Bapak/Ibu kurangi atau tambah sesuai karakter siswa di kelas; tujuan pembelajaran sebaiknya tetap selaras dengan ATP induk.