Modul AjarPertemuan 6Bab 5Fase ASemester 2

Modul Ajar Pendidikan Agama Katolik dan Budi Pekerti Kelas 1: Menghafal dan Mempraktikkan Doa Bapa Kami

Modul Ajar ini disusun untuk satu pertemuan tatap muka mata pelajaran Pendidikan Agama Katolik dan Budi Pekerti kelas 1 dengan topik "Menghafal dan Mempraktikkan Doa Bapa Kami". Dokumen mengikuti Alur Tujuan Pembelajaran (ATP) Kurikulum Merdeka, lengkap dengan tujuan, langkah kegiatan, dan asesmen ringkas.

MEJAGURU.ID - DOKUMEN MODUL AJAR

Modul Ajar Pendidikan Agama Katolik dan Budi Pekerti Kelas 1: Menghafal dan Mempraktikkan Doa Bapa Kami

Pendidikan Agama Katolik dan Budi Pekerti - Kelas 1

Bab 5 - Pertemuan 6

MODUL AJAR

Pendidikan Agama Katolik dan Budi Pekerti — Kelas 1 (Fase A)

Topik: Menghafal dan Mempraktikkan Doa Bapa Kami

INFORMASI UMUM

Mata PelajaranPendidikan Agama Katolik dan Budi Pekerti
Fase / KelasFase A / Kelas 1
TopikMenghafal dan Mempraktikkan Doa Bapa Kami
Alokasi Waktu2x35 menit
Jumlah Pertemuan1

TUJUAN PEMBELAJARAN

  1. Murid dapat melafalkan doa Bapa Kami secara lengkap dengan santun sebagai ungkapan iman kepada Allah
  2. Murid dapat membiasakan diri mendaraskan doa Bapa Kami setiap hari dengan hormat dan penuh rasa syukur

PROFIL LULUSAN

DimensiDisasar
Keimanan dan Ketakwaan terhadap Tuhan Yang Maha Esa
Kewargaan
Penalaran Kritis
Kreativitas
Kolaborasi
Kemandirian
Kesehatan
Komunikasi

PERTANYAAN PEMANTIK

  1. Pernahkah kalian berdoa kepada Tuhan? Doa apa yang kalian ucapkan?
  2. Siapa yang mengajarkan doa Bapa Kami kepada kita?
  3. Mengapa kita menyebut Allah sebagai Bapa dalam doa ini?

KEGIATAN PEMBELAJARAN

Pertemuan 1

Pendahuluan:

  • Guru membuka pembelajaran dengan salam dan mengajak murid membuat tanda salib
  • Guru memimpin doa pembuka dengan sikap khusyuk
  • Guru menyanyikan lagu rohani sederhana untuk menciptakan suasana berdoa yang nyaman
  • Guru melakukan asesmen awal dengan menanyakan: 'Siapa yang sudah pernah mendengar doa Bapa Kami? Di mana kalian mendengarnya?'
  • Guru menyampaikan tujuan pembelajaran: hari ini kita akan belajar melafalkan dan mempraktikkan doa Bapa Kami yang diajarkan Yesus sendiri
  • Guru mengajukan pertanyaan pemantik untuk membangkitkan rasa ingin tahu murid

Kegiatan Inti:

Memahami (Berkesadaran, Bermakna):

  • Guru menceritakan kisah dari Lukas 11:1 tentang para rasul yang meminta Yesus mengajarkan mereka berdoa, menggunakan bahasa sederhana dan ekspresi yang menarik
  • Guru menjelaskan bahwa doa Bapa Kami adalah doa yang sempurna karena diajarkan langsung oleh Yesus
  • Guru menggali pemahaman murid: 'Mengapa kita menyebut Allah sebagai Bapa? Apa artinya bagi kita?'
  • Guru menjelaskan makna sederhana dari setiap bagian doa Bapa Kami dengan bahasa yang mudah dipahami anak kelas 1: memuliakan nama Allah, memohon kerajaan-Nya, rezeki harian, pengampunan, dan perlindungan dari yang jahat
  • Guru menampilkan teks doa Bapa Kami dalam tulisan besar dan jelas di papan tulis atau poster
  • Murid menyimak dengan penuh perhatian sambil melihat teks doa

Mengaplikasi (Menggembirakan, Bermakna):

  • Guru melafalkan doa Bapa Kami secara perlahan, kalimat demi kalimat, dengan sikap hormat dan penuh perhatian
  • Murid menirukan lafal doa per kalimat bersama-sama dengan suara lantang
  • Guru membagi doa menjadi 3 bagian dan melatih murid menghafalnya bagian per bagian dengan metode pengulangan
  • Murid berlatih melafalkan doa secara berkelompok kecil (4-5 anak) untuk saling membantu menghafal
  • Guru meminta beberapa murid maju secara sukarela untuk melafalkan doa Bapa Kami di depan kelas dengan sikap berdoa yang baik
  • Guru memberikan pujian dan motivasi kepada setiap murid yang berani mencoba
  • Murid menulis doa Bapa Kami di buku latihan mereka (guru membantu yang masih kesulitan menulis)
  • Murid menghias tulisan doa Bapa Kami dengan gambar atau warna yang mereka sukai sebagai bentuk penghargaan terhadap doa

Merefleksi (Berkesadaran, Bermakna):

  • Guru mengajak murid duduk dengan nyaman dan tenang untuk berefleksi
  • Guru mengajukan pertanyaan reflektif: 'Bagaimana perasaan kalian saat berdoa Bapa Kami? Apa yang paling kalian ingat dari doa ini?'
  • Murid berbagi pengalaman dan perasaan mereka secara sukarela
  • Guru membacakan cerita Nikolas dari buku siswa: Nikolas berdoa sebelum lomba lari dan bersyukur setelah menang
  • Guru mengajak murid merenungkan: 'Kapan kita bisa berdoa Bapa Kami? Apakah hanya di gereja atau bisa di rumah juga?'
  • Murid menyebutkan situasi konkret dalam kehidupan mereka kapan bisa berdoa Bapa Kami (pagi hari, sebelum makan, sebelum tidur, saat sedih atau senang)
  • Guru menguatkan komitmen murid untuk membiasakan diri berdoa Bapa Kami setiap hari dengan penuh hormat dan syukur

Penutup:

  • Guru melakukan asesmen akhir dengan meminta 3-5 murid secara acak melafalkan doa Bapa Kami secara lengkap
  • Guru memberikan apresiasi kepada semua murid atas usaha mereka dalam belajar
  • Guru menyampaikan rangkuman: doa Bapa Kami diajarkan Yesus, kita menyebut Allah sebagai Bapa, dan kita harus berdoa dengan hormat dan tulus
  • Guru memberikan penugasan: berlatih berdoa Bapa Kami di rumah bersama keluarga setiap hari dan meminta tanda tangan orang tua sebagai bukti
  • Guru menutup pembelajaran dengan berdoa Bapa Kami bersama-sama dengan sikap khusyuk
  • Guru mengucapkan salam penutup dan berterima kasih kepada murid

Diferensiasi:

  • Konten: Murid yang cepat dapat langsung menghafal doa lengkap, sedangkan yang lambat boleh menghafal per bagian (3 bagian) dengan bantuan guru atau teman
  • Proses: Murid yang kesulitan menghafal dapat menggunakan kartu doa bergambar atau audio rekaman untuk berlatih. Murid yang cepat dapat berlatih melafalkan dengan ekspresi dan intonasi yang lebih baik
  • Produk: Murid yang sudah lancar dapat membuat poster doa Bapa Kami yang dihias indah untuk dipajang di kelas. Murid yang masih belajar cukup menulis doa di buku latihan dengan dekorasi sederhana

ASESMEN

Awal:

  • Tanya jawab: Siapa yang sudah pernah mendengar doa Bapa Kami?
  • Observasi: Apakah murid sudah bisa melafalkan sebagian atau belum sama sekali?

Proses:

  • Observasi saat murid menirukan lafal doa per kalimat
  • Checklist kemampuan menghafal per bagian doa (bagian 1, 2, 3)
  • Observasi sikap murid saat berlatih dalam kelompok kecil
  • Penilaian sikap hormat dan santun selama proses pembelajaran

Akhir:

  • Tes praktik individu: melafalkan doa Bapa Kami secara lengkap
  • Penilaian sikap berdoa menggunakan rubrik
  • Penugasan: lembar pemantauan doa harian di rumah dengan tanda tangan orang tua

Formatif:

  • Observasi sikap berdoa murid selama pembelajaran (hormat, khusyuk, santun)
  • Tanya jawab lisan tentang makna doa Bapa Kami
  • Pengamatan saat murid berlatih melafalkan doa dalam kelompok kecil
  • Mendengarkan lafal doa yang diucapkan murid secara individu

Sumatif:

  • Tes praktik: murid melafalkan doa Bapa Kami secara lengkap dengan sikap berdoa yang baik
  • Penilaian hafalan doa dengan kriteria kelengkapan dan kejelasan lafal
  • Penilaian sikap saat berdoa menggunakan rubrik

RUBRIK PENILAIAN

AspekBelum BerkembangMulaiBerkembangSangat Berkembang
Hafalan Doa Bapa KamiBelum dapat melafalkan doa Bapa Kami, masih memerlukan bantuan penuh dari guruDapat melafalkan sebagian kecil doa Bapa Kami (kurang dari setengah) dengan bantuan guruDapat melafalkan sebagian besar doa Bapa Kami (lebih dari setengah) dengan sedikit bantuanDapat melafalkan doa Bapa Kami secara lengkap dan lancar tanpa bantuan
Sikap BerdoaBelum menunjukkan sikap hormat saat berdoa, sering tidak fokus dan mengganggu temanMulai menunjukkan sikap hormat sesekali, tetapi masih sering tidak fokusMenunjukkan sikap hormat dan santun saat berdoa, kadang masih perlu diingatkanSelalu menunjukkan sikap hormat, santun, dan khusyuk saat berdoa tanpa diingatkan
Kejelasan LafalLafal tidak jelas dan sulit dipahamiLafal mulai jelas pada beberapa kata tetapi masih banyak yang tidak jelasLafal cukup jelas, hampir semua kata dapat dipahami dengan baikLafal sangat jelas, setiap kata diucapkan dengan tepat dan mudah dipahami
Komitmen Berdoa HarianBelum menunjukkan komitmen untuk berdoa Bapa Kami setiap hariMulai berusaha berdoa Bapa Kami sesekali di rumah (1-2 kali seminggu)Sering berdoa Bapa Kami di rumah (3-5 kali seminggu)Membiasakan diri berdoa Bapa Kami setiap hari dengan konsisten

REFLEKSI

Refleksi Guru:

  • Apakah metode pengulangan dan latihan kelompok efektif membantu murid menghafal doa Bapa Kami?
  • Bagaimana saya dapat lebih menumbuhkan sikap hormat dan santun dalam berdoa pada murid?
  • Apakah diferensiasi yang saya berikan sudah cukup mengakomodasi kebutuhan murid yang beragam?
  • Apa yang perlu saya perbaiki dalam pembelajaran berikutnya agar lebih bermakna dan menggembirakan?

Refleksi Murid:

  • Apakah aku sudah bisa melafalkan doa Bapa Kami dengan lengkap?
  • Bagaimana perasaanku saat berdoa Bapa Kami?
  • Apakah aku akan berdoa Bapa Kami setiap hari di rumah?
  • Apa yang paling aku ingat dari pembelajaran hari ini?

SUMBER BELAJAR

  1. Buku Siswa Pendidikan Agama Katolik dan Budi Pekerti Kelas 1 SD (halaman 131-136)
  2. Buku Panduan Guru Pendidikan Agama Katolik dan Budi Pekerti Kelas 1 SD (halaman 148-155)
  3. Alkitab (Lukas 11:1)
  4. Poster teks doa Bapa Kami dengan huruf besar dan jelas
  5. Kartu doa Bapa Kami bergambar untuk diferensiasi
  6. Audio lagu rohani pembuka
  7. Lembar kerja murid untuk menulis dan menghias doa
  8. Lembar pemantauan doa harian di rumah

Lihat & unduh lengkap

Masuk pakai Google untuk membuka modul ajar pertemuan ini secara penuh.

Apa isi pertemuan ini?

Dokumen mencakup tujuan pembelajaran terpilih, urutan kegiatan inti yang sudah disesuaikan dengan alokasi JP, serta pertanyaan pemantik dan asesmen formatif singkat. Cocok dipakai sebagai bahan persiapan tatap muka maupun lampiran supervisi.

Cara pakai pertemuan ini

Unduh DOCX, lalu sesuaikan nama sekolah, kepala sekolah, dan NIP. Bagian kegiatan inti bisa Bapak/Ibu kurangi atau tambah sesuai karakter siswa di kelas; tujuan pembelajaran sebaiknya tetap selaras dengan ATP induk.