MODUL AJAR Pendidikan Agama Katolik dan Budi Pekerti — Kelas 1 (Fase A) Topik: Mengenal dan Memahami Isi Doa Bapa Kami INFORMASI UMUM| Mata Pelajaran | Pendidikan Agama Katolik dan Budi Pekerti |
|---|
| Fase / Kelas | Fase A / Kelas 1 |
|---|
| Topik | Mengenal dan Memahami Isi Doa Bapa Kami |
|---|
| Alokasi Waktu | 2x35 menit |
|---|
| Jumlah Pertemuan | 1 |
|---|
TUJUAN PEMBELAJARAN- Murid dapat menyebutkan pokok-pokok permohonan dalam doa Bapa Kami, seperti memuliakan nama Allah, memohon rezeki, pengampunan, dan perlindungan dari pencobaan
- Murid dapat menjelaskan bahwa dalam doa Bapa Kami kita menyapa Allah sebagai Bapa yang mencintai kita
- Murid dapat berdoa Bapa Kami dengan sikap penuh percaya, sabar, dan tulus hati
PROFIL LULUSAN| Dimensi | Disasar |
|---|
| Keimanan dan Ketakwaan terhadap Tuhan Yang Maha Esa | ✓ | | Kewargaan | | | Penalaran Kritis | ✓ | | Kreativitas | | | Kolaborasi | ✓ | | Kemandirian | ✓ | | Kesehatan | | | Komunikasi | |
PERTANYAAN PEMANTIK- Siapa yang mengajarkan doa Bapa Kami kepada kita?
- Mengapa kita menyapa Allah sebagai Bapa dalam doa ini?
- Apa saja yang kita mohon kepada Allah dalam doa Bapa Kami?
KEGIATAN PEMBELAJARANPertemuan 1Pendahuluan:- Guru mengajak murid membuat tanda salib dan berdoa pembukaan dengan penuh khidmat
- Guru menyapa murid dengan hangat dan menanyakan kabar mereka
- Guru mengajak murid bernyanyi lagu rohani pendek untuk menciptakan suasana yang menggembirakan
- Guru melakukan asesmen awal dengan menanyakan: 'Siapa yang sudah hafal doa Bapa Kami?' dan 'Kapan kalian biasa berdoa Bapa Kami?'
- Guru menyampaikan tujuan pembelajaran hari ini: mengenal isi dan makna doa Bapa Kami yang diajarkan Yesus sendiri
Kegiatan Inti:Memahami (Berkesadaran, Bermakna):- Guru membacakan atau menceritakan kisah dari Lukas 11:1-4 tentang para murid yang meminta Yesus mengajarkan mereka berdoa, dengan menggunakan bahasa sederhana dan ekspresi yang menarik
- Guru mengajak murid membaca bersama teks doa Bapa Kami dari buku siswa halaman 131
- Guru menjelaskan dengan gambar atau simbol sederhana bahwa dalam doa ini kita menyapa Allah sebagai Bapa, yang berarti Allah adalah Bapa kita dan kita adalah anak-anak-Nya yang dicintai
- Guru membagi murid dalam kelompok kecil (3-4 anak) dan memberikan kartu bergambar yang menunjukkan pokok-pokok permohonan dalam doa Bapa Kami: memuliakan nama Allah, kerajaan Allah, kehendak Allah, rezeki harian, pengampunan dosa, dan perlindungan dari pencobaan
- Setiap kelompok mendiskusikan satu kartu dan mencoba memahami artinya dengan bimbingan guru yang berkeliling
- Guru memfasilitasi presentasi singkat dari setiap kelompok tentang pokok permohonan yang mereka dapatkan
Mengaplikasi (Bermakna, Menggembirakan):- Guru mengajak murid mempraktikkan berdoa Bapa Kami bersama-sama dengan sikap yang benar: tangan terlipat, mata terpejam atau memandang salib, dan hati yang tenang
- Guru memberikan lembar kerja dari buku siswa halaman 133 untuk menuliskan doa Bapa Kami (sesuai kemampuan menulis kelas 1)
- Murid menghubungkan pokok-pokok permohonan dalam doa Bapa Kami dengan pengalaman sehari-hari mereka, misalnya: memohon rezeki berarti bersyukur atas makanan yang kita terima, memohon pengampunan berarti kita juga harus memaafkan teman yang berbuat salah
- Guru mengajak murid bermain peran sederhana: situasi di mana mereka bisa mengucapkan doa Bapa Kami (sebelum makan, sebelum tidur, saat meminta pertolongan Allah)
- Murid mewarnai gambar aktivitas berdoa pada buku siswa halaman 134 sambil merefleksikan sikap berdoa yang baik
Merefleksi (Berkesadaran, Bermakna):- Guru mengajak murid duduk melingkar dan membagikan pertanyaan refleksi: 'Apakah aku berdoa Bapa Kami setiap hari?' (sesuai buku siswa hal. 135)
- Murid diberi kesempatan menceritakan pengalaman mereka berdoa Bapa Kami di rumah atau di gereja
- Guru memandu diskusi tentang bagaimana perasaan mereka ketika berdoa dan menyapa Allah sebagai Bapa yang mencintai mereka
- Murid menyampakan komitmen pribadi untuk berdoa Bapa Kami dengan penuh percaya, sabar, dan tulus hati
- Guru memberikan penguatan positif dan mengajak murid membaca rangkuman pembelajaran dari buku siswa halaman 135
Penutup:- Guru memberikan kata kunci yang harus diingat: 'Tuhan, ajarlah kami berdoa' (Lukas 11:1)
- Guru melakukan asesmen akhir dengan pertanyaan lisan singkat untuk mengecek pemahaman murid tentang pokok-pokok permohonan dalam doa Bapa Kami
- Guru mengajak murid bernyanyi doa Bapa Kami (bisa dari Ayo Puji Tuhan no. 81 atau lagu Bapa Kami yang lain)
- Guru menutup pembelajaran dengan berdoa Bapa Kami bersama-sama dengan sikap khidmat
- Guru memberikan tugas rumah: berlatih berdoa Bapa Kami setiap hari dan meminta tanda tangan orang tua di buku siswa halaman 134
Diferensiasi:- Konten: Untuk murid yang belum lancar membaca, guru menyediakan teks doa Bapa Kami dengan gambar pendukung atau huruf yang lebih besar. Untuk murid yang sudah lancar, guru memberikan tantangan untuk menghafal pokok-pokok permohonan dalam urutan yang benar
- Proses: Murid yang membutuhkan pendampingan lebih dapat bekerja dalam kelompok kecil dengan bimbingan guru atau teman sebaya. Murid yang cepat memahami dapat membantu teman lain atau mengeksplorasi makna doa lebih dalam melalui pertanyaan tambahan
- Produk: Murid yang belum lancar menulis dapat menyalin sebagian teks atau menggambar simbol yang mewakili pokok permohonan. Murid yang sudah lancar dapat menulis seluruh doa dan menambahkan ilustrasi atau refleksi pribadi mereka
ASESMENAwal:- Guru menanyakan kepada murid apakah mereka sudah mengenal atau hafal doa Bapa Kami
- Guru mengajak beberapa murid menceritakan kapan dan di mana mereka biasa berdoa Bapa Kami
- Guru mengamati pengetahuan awal murid tentang siapa yang mengajarkan doa Bapa Kami
Proses:- Observasi partisipasi murid dalam diskusi kelompok tentang pokok-pokok permohonan doa Bapa Kami
- Tanya jawab lisan selama kegiatan pembelajaran untuk mengecek pemahaman murid
- Pengamatan sikap dan ekspresi murid saat mempraktikkan berdoa Bapa Kami
- Penilaian hasil kerja kelompok dalam memahami dan menjelaskan kartu bergambar pokok permohonan
- Observasi kemampuan murid menghubungkan doa dengan pengalaman hidup sehari-hari
Akhir:- Tes lisan: murid diminta menyebutkan minimal 3 pokok permohonan dalam doa Bapa Kami
- Tes lisan: murid diminta menjelaskan mengapa kita menyapa Allah sebagai Bapa
- Penilaian tertulis: hasil tulisan doa Bapa Kami di buku siswa halaman 133
- Observasi sikap berdoa pada saat doa penutup menggunakan rubrik penilaian
- Penilaian refleksi pribadi murid tentang komitmen berdoa Bapa Kami setiap hari
Formatif:- Observasi sikap dan partisipasi murid selama diskusi kelompok
- Tanya jawab lisan tentang pokok-pokok permohonan dalam doa Bapa Kami
- Pengamatan sikap berdoa murid saat praktik bersama
Sumatif:- Penilaian tertulis melalui lembar kerja menulis doa Bapa Kami
- Penilaian lisan kemampuan menyebutkan pokok-pokok permohonan dalam doa Bapa Kami
- Penilaian sikap melalui rubrik observasi saat berdoa
RUBRIK PENILAIAN| Aspek | Belum Berkembang | Mulai | Berkembang | Sangat Berkembang |
|---|
| Pengetahuan tentang pokok-pokok permohonan dalam doa Bapa Kami | Murid belum dapat menyebutkan pokok-pokok permohonan dalam doa Bapa Kami | Murid dapat menyebutkan 1-2 pokok permohonan dalam doa Bapa Kami dengan bantuan guru | Murid dapat menyebutkan 3-4 pokok permohonan dalam doa Bapa Kami secara mandiri | Murid dapat menyebutkan 5-6 pokok permohonan dalam doa Bapa Kami secara mandiri dan menjelaskan artinya dengan bahasa sederhana | | Pemahaman tentang Allah sebagai Bapa yang mencintai | Murid belum dapat menjelaskan mengapa kita menyapa Allah sebagai Bapa | Murid dapat menjawab bahwa Allah adalah Bapa kita, namun belum dapat menjelaskan maknanya | Murid dapat menjelaskan bahwa Allah adalah Bapa yang mencintai kita dan kita adalah anak-anak-Nya | Murid dapat menjelaskan hubungan kasih antara Allah sebagai Bapa dan kita sebagai anak-anak-Nya dengan contoh konkret | | Sikap dalam berdoa Bapa Kami | Murid belum menunjukkan sikap khidmat saat berdoa (tidak fokus, berbicara dengan teman) | Murid mulai menunjukkan sikap khidmat namun masih perlu diingatkan (kadang tidak fokus) | Murid menunjukkan sikap khidmat saat berdoa (tangan terlipat, tenang) secara konsisten | Murid menunjukkan sikap khidmat dan penuh penghayatan saat berdoa (tangan terlipat, tenang, ekspresi wajah menunjukkan ketulusan) | | Kemampuan menghubungkan doa dengan kehidupan sehari-hari | Murid belum dapat menghubungkan pokok permohonan doa Bapa Kami dengan kehidupan sehari-hari | Murid dapat menghubungkan 1 pokok permohonan dengan pengalaman hidupnya dengan bantuan guru | Murid dapat menghubungkan 2-3 pokok permohonan dengan pengalaman hidupnya secara mandiri | Murid dapat menghubungkan beberapa pokok permohonan dengan pengalaman hidupnya secara mandiri dan memberikan contoh konkret |
REFLEKSIRefleksi Guru:- Apakah semua murid dapat memahami pokok-pokok permohonan dalam doa Bapa Kami sesuai tingkat perkembangan mereka?
- Apakah metode yang saya gunakan (bercerita, diskusi kelompok, praktik) efektif untuk anak kelas 1?
- Bagian mana dari pembelajaran yang paling menarik perhatian murid?
- Apakah ada murid yang memerlukan pendampingan khusus dalam pembelajaran berikutnya?
- Bagaimana saya dapat meningkatkan suasana berkesadaran dan bermakna dalam pembelajaran doa?
Refleksi Murid:- Apakah aku sudah memahami apa yang kita mohon dalam doa Bapa Kami?
- Apakah aku merasakan bahwa Allah adalah Bapa yang mencintai aku?
- Apakah aku berdoa Bapa Kami dengan sikap yang baik (tenang, tulus, penuh percaya)?
- Kapan aku akan berdoa Bapa Kami setiap hari?
- Apa yang paling aku suka dari pelajaran hari ini?
SUMBER BELAJAR- Alkitab: Injil Lukas 11:1-4
- Buku Siswa Pendidikan Agama Katolik dan Budi Pekerti Kelas 1 SD (halaman 130-136)
- Buku Panduan Guru Pendidikan Agama Katolik dan Budi Pekerti Kelas 1 SD (halaman 148-153)
- Kartu bergambar pokok-pokok permohonan dalam doa Bapa Kami
- Buku Ayo Puji Tuhan (lagu Bapa Kami no. 81) atau audio lagu Bapa Kami
- Lembar kerja menulis dan mewarnai
- Gambar atau poster doa Bapa Kami dengan teks besar
- Salib atau gambar Yesus sebagai media visual
|