Modul AjarPertemuan 4Bab 5Fase ASemester 2

Modul Ajar Pendidikan Agama Katolik dan Budi Pekerti Kelas 1: Yesus Mengajari Murid-Murid-Nya Berdoa (Lukas 11:1-4)

Modul Ajar ini disusun untuk satu pertemuan tatap muka mata pelajaran Pendidikan Agama Katolik dan Budi Pekerti kelas 1 dengan topik "Yesus Mengajari Murid-Murid-Nya Berdoa (Lukas 11:1-4)". Dokumen mengikuti Alur Tujuan Pembelajaran (ATP) Kurikulum Merdeka, lengkap dengan tujuan, langkah kegiatan, dan asesmen ringkas.

MEJAGURU.ID - DOKUMEN MODUL AJAR

Modul Ajar Pendidikan Agama Katolik dan Budi Pekerti Kelas 1: Yesus Mengajari Murid-Murid-Nya Berdoa (Lukas 11:1-4)

Pendidikan Agama Katolik dan Budi Pekerti - Kelas 1

Bab 5 - Pertemuan 4

MODUL AJAR

Pendidikan Agama Katolik dan Budi Pekerti — Kelas 1 (Fase A)

Topik: Yesus Mengajari Murid-Murid-Nya Berdoa (Lukas 11:1-4)

INFORMASI UMUM

Mata PelajaranPendidikan Agama Katolik dan Budi Pekerti
Fase / KelasFase A / Kelas 1
TopikYesus Mengajari Murid-Murid-Nya Berdoa (Lukas 11:1-4)
Alokasi Waktu2x35 menit
Jumlah Pertemuan1

TUJUAN PEMBELAJARAN

  1. Murid dapat menceritakan kembali kisah Yesus mengajari murid-murid-Nya berdoa berdasarkan Lukas 11:1-4
  2. Murid dapat menjelaskan bahwa doa Bapa Kami adalah doa yang diajarkan langsung oleh Yesus kepada kita

PROFIL LULUSAN

DimensiDisasar
Keimanan dan Ketakwaan terhadap Tuhan Yang Maha Esa
Kewargaan
Penalaran Kritis
Kreativitas
Kolaborasi
Kemandirian
Kesehatan
Komunikasi

PERTANYAAN PEMANTIK

  1. Pernahkah kalian berdoa? Apa yang kalian doakan?
  2. Siapa yang mengajari kalian berdoa?
  3. Tahukah kalian doa apa yang diajarkan Yesus sendiri kepada kita?

KEGIATAN PEMBELAJARAN

Pertemuan 1

Pendahuluan:

  • Guru membuka pembelajaran dengan doa pembuka dan membuat tanda salib bersama-sama
  • Guru menyapa murid dengan penuh kehangatan dan menanyakan kabar mereka hari ini
  • Guru melakukan asesmen awal dengan bertanya: 'Anak-anak, siapa yang suka berdoa? Kapan kalian biasa berdoa?'
  • Guru menyampaikan topik pembelajaran hari ini: Yesus mengajari murid-murid-Nya berdoa
  • Guru menyampaikan tujuan pembelajaran dengan bahasa sederhana: Hari ini kita akan belajar tentang doa istimewa yang diajarkan Yesus sendiri

Kegiatan Inti:

Memahami (Berkesadaran, Bermakna, Menggembirakan):

  • Guru mengajak murid duduk dalam lingkaran agar semua dapat saling melihat (suasana akrab dan menggembirakan)
  • Guru membacakan kisah dari Lukas 11:1-4 dengan intonasi menarik dan ekspresif, menggunakan bahasa yang mudah dipahami anak kelas 1
  • Guru menampilkan gambar Yesus sedang mengajari murid-murid-Nya berdoa untuk membantu visualisasi
  • Guru mengajukan pertanyaan pemantik untuk mendalami bacaan: a) Pernahkah kamu berdoa? b) Apa yang kamu doakan? c) Doa apakah yang diajarkan Yesus? d) Siapakah yang meminta kepada Yesus untuk diajari berdoa? e) Siapa yang mengajari kita berdoa Bapa Kami?
  • Guru memberikan kesempatan murid menjawab dengan mengangkat tangan, mendengarkan jawaban mereka dengan penuh perhatian (berkesadaran)
  • Guru menjelaskan bahwa doa Bapa Kami adalah doa istimewa karena diajarkan langsung oleh Yesus kepada para murid-Nya, dan kepada kita semua
  • Guru membacakan teks doa Bapa Kami dengan khidmat, kemudian mengajak murid membaca bersama-sama secara perlahan

Mengaplikasi (Bermakna, Menggembirakan, Berkesadaran):

  • Guru membagikan cerita 'Doa Nikolas' dan membacakannya dengan penuh ekspresi: kisah Nikolas yang berdoa Bapa Kami sebelum lomba lari dan bersyukur setelah menang
  • Guru mengajak murid mendiskusikan cerita: Mengapa Nikolas berdoa sebelum lomba? Apa yang dia doakan? Mengapa dia tetap bersyukur?
  • Guru memberikan aktivitas menulis: murid menulis doa Bapa Kami di buku mereka dengan rapi (melatih konsentrasi dan kesadaran penuh)
  • Guru mengajak murid mempraktikkan berdoa Bapa Kami dengan sikap yang baik: duduk/berdiri tegak, tangan dilipat, mata terpejam, suara jelas dan khidmat
  • Guru memberikan aktivitas mewarnai gambar Yesus yang sedang mengajari anak-anak berdoa, sambil merenung tentang kasih Yesus yang mengajari kita berdoa

Merefleksi (Berkesadaran, Bermakna):

  • Guru mengajak murid duduk tenang dan menutup mata sejenak untuk merenung dalam hati
  • Guru membimbing refleksi dengan pertanyaan: 'Apakah aku berdoa Bapa Kami setiap hari? Kapan aku bisa berdoa Bapa Kami mulai hari ini?'
  • Murid diberi waktu hening 1-2 menit untuk merenungkan pertanyaan tersebut dalam hati
  • Guru mengajak beberapa murid yang bersedia untuk berbagi refleksi mereka (sukarela, tidak dipaksa)
  • Guru memberikan afirmasi positif atas setiap sharing yang diberikan murid
  • Guru memberikan penguatan: Allah adalah Bapa kita yang baik, Dia senang mendengar doa kita setiap hari, dan doa Bapa Kami adalah cara istimewa untuk berbicara dengan-Nya

Penutup:

  • Guru memberikan rangkuman pembelajaran dengan mengajak murid mengingat gagasan inti: a) Ketika para murid minta kepada Yesus untuk diajari berdoa, Yesus mengajari mereka doa Bapa Kami, b) Dalam doa Bapa Kami, kita menyebut Allah sebagai Bapa, c) Kita harus berdoa dengan sikap penuh percaya, sabar, dan tulus hati
  • Guru menyampaikan ayat untuk diingat: 'Tuhan, ajarilah kami berdoa' (Lukas 11:1)
  • Guru memberikan tugas aksi: Mendaraskan doa Bapa Kami setiap hari dengan hormat dan sopan, serta meminta tanda tangan orang tua sebagai bukti
  • Guru melakukan asesmen akhir singkat secara lisan: menunjuk 3-4 murid untuk menyebutkan siapa yang mengajari kita doa Bapa Kami dan mengapa doa ini istimewa
  • Guru menutup pembelajaran dengan doa Bapa Kami bersama-sama dengan khidmat
  • Guru mengucapkan salam penutup dan mengapresiasi partisipasi murid

Diferensiasi:

  • Konten: Murid yang cepat dapat diminta membaca sendiri teks Lukas 11:1-4 dari Alkitab anak-anak, sementara yang lambat cukup mendengarkan guru membacakan dengan visualisasi gambar
  • Proses: Murid yang belum lancar menulis dapat menebalkan teks doa Bapa Kami yang sudah disiapkan guru dengan huruf putus-putus, sementara yang sudah lancar menulis sendiri dengan rapi. Dalam mewarnai, yang cepat selesai dapat diminta menambahkan latar belakang atau hiasan
  • Produk: Murid yang lebih percaya diri dapat maju ke depan memimpin doa Bapa Kami, sementara yang masih malu cukup berdoa bersama di tempat duduk. Hasil mewarnai dapat bervariasi sesuai kreativitas masing-masing

ASESMEN

Awal:

  • Guru bertanya kepada murid: 'Siapa yang suka berdoa? Kapan kalian biasa berdoa? Doa apa yang sering kalian ucapkan?'
  • Guru mengamati respon awal murid tentang pengalaman berdoa mereka untuk mengetahui pemahaman dan praktik doa yang sudah dimiliki

Proses:

  • Observasi partisipasi murid dalam menjawab pertanyaan pendalaman bacaan Lukas 11:1-4
  • Observasi sikap dan konsentrasi murid saat mendengarkan cerita Doa Nikolas
  • Penilaian proses menulis doa Bapa Kami: kerapian, kesungguhan, konsentrasi
  • Observasi sikap berdoa saat praktik: postur tubuh, lipatan tangan, kekhidmatan, suara
  • Penilaian proses mewarnai: kreativitas, kesungguhan, ketekunan

Akhir:

  • Penilaian kemampuan murid menceritakan kembali kisah Yesus mengajari murid-murid-Nya berdoa secara lisan (3-4 murid dipilih secara acak)
  • Penilaian kemampuan murid menjelaskan bahwa doa Bapa Kami adalah doa yang diajarkan Yesus
  • Penilaian hasil menulis doa Bapa Kami: kelengkapan teks, kerapian tulisan
  • Penilaian hasil mewarnai gambar Yesus mengajari berdoa: kerapian, kreativitas, kesesuaian warna

Formatif:

  • Observasi sikap berdoa murid saat praktik doa Bapa Kami (sikap tubuh, konsentrasi, kekhidmatan)
  • Tanya jawab lisan selama pendalaman kisah Lukas 11:1-4
  • Penilaian hasil menulis doa Bapa Kami (kerapian, kelengkapan)
  • Penilaian hasil mewarnai gambar Yesus mengajari berdoa

Sumatif:

  • Penilaian kemampuan menceritakan kembali kisah Yesus mengajari murid-Nya berdoa secara lisan
  • Penilaian kemampuan menjelaskan bahwa doa Bapa Kami diajarkan langsung oleh Yesus
  • Penilaian praktik berdoa Bapa Kami dengan sikap yang baik dan benar

RUBRIK PENILAIAN

AspekBelum BerkembangMulaiBerkembangSangat Berkembang
Menceritakan kembali kisah Yesus mengajari murid-Nya berdoa (Lukas 11:1-4)Belum mampu menceritakan kisah, hanya diam atau menjawab tidak sesuaiMampu menyebutkan 1-2 unsur kisah dengan bantuan pertanyaan guru (misalnya: ada Yesus dan murid-murid)Mampu menceritakan 3-4 unsur kisah dengan cukup runtut (murid minta diajari, Yesus mengajarkan doa)Mampu menceritakan kisah secara lengkap dan runtut: murid meminta Yesus mengajari berdoa, Yesus mengajarkan doa Bapa Kami, dengan bahasa sendiri yang jelas
Menjelaskan bahwa doa Bapa Kami diajarkan langsung oleh YesusBelum mampu menjelaskan, tidak tahu siapa yang mengajarkan doa Bapa KamiMampu menyebutkan bahwa doa Bapa Kami diajarkan oleh Yesus dengan bantuan pertanyaan guruMampu menjelaskan bahwa doa Bapa Kami diajarkan oleh Yesus kepada murid-murid-Nya dengan cukup jelasMampu menjelaskan dengan lengkap bahwa doa Bapa Kami adalah doa istimewa yang diajarkan langsung oleh Yesus kepada murid-murid-Nya dan kepada kita semua
Menulis doa Bapa KamiBelum mampu menulis doa Bapa Kami, tulisan tidak terbaca atau tidak lengkap (kurang dari 50%)Mampu menulis sebagian doa Bapa Kami (50-70%) dengan bantuan, tulisan masih kurang rapiMampu menulis doa Bapa Kami hampir lengkap (70-90%) dengan cukup rapiMampu menulis doa Bapa Kami dengan lengkap (90-100%) dan rapi, tulisan terbaca dengan jelas
Sikap saat berdoa Bapa KamiBelum menunjukkan sikap berdoa yang baik: tidak fokus, bermain-main, tidak mengikutiMulai menunjukkan sikap berdoa dengan bimbingan: sesekali fokus, posisi tubuh belum tepat, suara tidak jelasMenunjukkan sikap berdoa yang cukup baik: fokus, posisi duduk/berdiri tegak, tangan dilipat, mengikuti doa dengan baikMenunjukkan sikap berdoa yang sangat baik: penuh konsentrasi, khidmat, postur tubuh tegak, tangan dilipat, suara jelas, penuh penghayatan

REFLEKSI

Refleksi Guru:

  • Apakah semua murid dapat mengikuti pembelajaran dengan baik? Siapa yang memerlukan bimbingan lebih?
  • Apakah metode dan media yang digunakan sudah efektif membantu murid memahami kisah Yesus mengajari berdoa?
  • Bagaimana respons murid terhadap kegiatan menulis dan mewarnai? Apakah ada yang perlu disesuaikan?
  • Apakah diferensiasi yang diberikan sudah tepat mengakomodasi kebutuhan murid yang cepat dan lambat?
  • Apa yang perlu diperbaiki untuk pembelajaran topik serupa di masa mendatang?

Refleksi Murid:

  • Apakah aku berdoa Bapa Kami setiap hari?
  • Kapan aku bisa berdoa Bapa Kami mulai hari ini?
  • Apa yang paling berkesan buatku dari kisah Yesus mengajari murid-murid-Nya berdoa?
  • Apakah aku sudah berdoa dengan sikap yang baik: duduk/berdiri tegak, tangan dilipat, penuh hormat?

SUMBER BELAJAR

  1. Alkitab: Injil Lukas 11:1-4
  2. Buku Panduan Guru Pendidikan Agama Katolik dan Budi Pekerti Kelas 1 SD
  3. Buku Siswa Pendidikan Agama Katolik dan Budi Pekerti Kelas 1 SD
  4. Gambar Yesus sedang mengajari murid-murid-Nya berdoa
  5. Gambar Yesus sedang mengajari anak-anak berdoa (untuk mewarnai)
  6. Teks doa Bapa Kami dalam format besar untuk dipajang
  7. Cerita 'Doa Nikolas'
  8. Lembar kerja menulis doa Bapa Kami
  9. Alat tulis dan alat mewarnai (pensil warna, krayon)

Lihat & unduh lengkap

Masuk pakai Google untuk membuka modul ajar pertemuan ini secara penuh.

Apa isi pertemuan ini?

Dokumen mencakup tujuan pembelajaran terpilih, urutan kegiatan inti yang sudah disesuaikan dengan alokasi JP, serta pertanyaan pemantik dan asesmen formatif singkat. Cocok dipakai sebagai bahan persiapan tatap muka maupun lampiran supervisi.

Cara pakai pertemuan ini

Unduh DOCX, lalu sesuaikan nama sekolah, kepala sekolah, dan NIP. Bagian kegiatan inti bisa Bapak/Ibu kurangi atau tambah sesuai karakter siswa di kelas; tujuan pembelajaran sebaiknya tetap selaras dengan ATP induk.