MODUL AJAR Pendidikan Agama Katolik dan Budi Pekerti — Kelas 1 (Fase A) Topik: Sikap Berdoa yang Baik dan Benar INFORMASI UMUM| Mata Pelajaran | Pendidikan Agama Katolik dan Budi Pekerti |
|---|
| Fase / Kelas | Fase A / Kelas 1 |
|---|
| Topik | Sikap Berdoa yang Baik dan Benar |
|---|
| Alokasi Waktu | 2x35 menit |
|---|
| Jumlah Pertemuan | 1 |
|---|
TUJUAN PEMBELAJARAN- Murid dapat menunjukkan sikap berdoa yang baik dan benar: percaya, sabar, sopan, dan tulus hati
- Murid dapat membiasakan diri berdoa dengan sungguh-sungguh tanpa bermain-main sebagai bentuk hormat kepada Tuhan
PROFIL LULUSAN| Dimensi | Disasar |
|---|
| Keimanan dan Ketakwaan terhadap Tuhan Yang Maha Esa | ✓ | | Kewargaan | | | Penalaran Kritis | ✓ | | Kreativitas | | | Kolaborasi | ✓ | | Kemandirian | ✓ | | Kesehatan | | | Komunikasi | |
PERTANYAAN PEMANTIK- Bagaimana sikap tubuhmu saat berdoa di rumah?
- Apakah kamu pernah bermain-main atau melamun saat berdoa? Bagaimana perasaanmu setelah itu?
- Menurutmu, apakah Tuhan senang ketika kita berdoa dengan sungguh-sungguh?
KEGIATAN PEMBELAJARANPertemuan 1Pendahuluan:- Guru membuka pembelajaran dengan doa bersama menggunakan doa Bapa Kami
- Guru mengajak murid bernyanyi lagu rohani yang ceria untuk menciptakan suasana gembira
- Guru melakukan asesmen awal dengan bertanya: 'Siapa yang suka berdoa di rumah? Bagaimana caranya?'
- Guru menyampaikan topik hari ini: Sikap Berdoa yang Baik dan Benar
- Guru menyampaikan tujuan pembelajaran dengan bahasa sederhana: 'Hari ini kita akan belajar cara berdoa yang baik supaya Tuhan senang mendengar doa kita'
Kegiatan Inti:Memahami (Berkesadaran, Bermakna):- Guru menceritakan kisah Santa Theresia yang selalu berdoa dengan sungguh-sungguh tentang apa yang dilihat dan dirasakannya
- Guru menayangkan atau menunjukkan gambar berbagai sikap berdoa: ada yang sungguh-sungguh, ada yang bermain-main
- Murid mengamati gambar dan mengidentifikasi mana sikap berdoa yang baik dan yang kurang baik
- Guru menjelaskan empat sikap berdoa yang baik: percaya (yakin Tuhan mendengar), sabar (tenang, tidak tergesa-gesa), sopan (hormat), dan tulus hati (sungguh-sungguh)
- Guru menjelaskan bahwa Tuhan tidak senang jika kita hanya berpura-pura berdoa atau bermain-main saat berdoa
Mengaplikasi (Menggembirakan, Bermakna):- Guru membagi murid menjadi kelompok kecil (3-4 anak)
- Setiap kelompok diminta mempraktikkan sikap berdoa yang baik di depan teman-temannya
- Guru membimbing murid mempraktikkan: posisi tubuh (duduk atau berdiri tegak), tangan (dilipat atau disatukan), mata (dipejamkan atau melihat ke depan dengan tenang), dan mulut (mengucap doa dengan jelas)
- Murid berlatih berdoa doa pendek (misalnya: 'Tuhan, terima kasih atas hari ini') dengan sikap yang benar
- Kelompok lain memberikan apresiasi dan masukan dengan bimbingan guru
Merefleksi (Berkesadaran, Bermakna):- Guru mengajak murid duduk melingkar dan berbagi pengalaman: 'Bagaimana perasaanmu saat berdoa dengan sungguh-sungguh tadi?'
- Murid menuliskan atau menggambar satu sikap berdoa yang akan mereka perbaiki di rumah (dengan bantuan guru membacakan untuk anak yang belum lancar menulis)
- Guru mengajak murid membuat komitmen sederhana: 'Mulai hari ini, aku akan berdoa dengan sikap percaya, sabar, sopan, dan tulus hati'
- Murid berbagi komitmennya dengan teman sebangku
- Guru memberikan penguatan: 'Tuhan sangat senang mendengar doa kita, terutama jika kita berdoa dengan sungguh-sungguh'
Penutup:- Guru melakukan tanya jawab singkat untuk mengecek pemahaman: 'Sebutkan satu sikap berdoa yang baik!'
- Murid menyimpulkan pembelajaran dengan bimbingan guru: 'Sikap berdoa yang baik adalah percaya, sabar, sopan, dan tulus hati'
- Guru memberikan tugas rumah: Berdoa sebelum tidur dengan sikap yang baik, lalu ceritakan kepada orang tua
- Murid mengisi refleksi diri sederhana: menempelkan stiker atau menggambar emoji sesuai perasaan mereka hari ini
- Guru menutup pembelajaran dengan doa bersama dan memberkati murid
Diferensiasi:- Konten: Untuk murid yang cepat memahami, guru memberikan bacaan tambahan tentang santo/santa yang terkenal rajin berdoa. Untuk murid yang memerlukan dukungan lebih, guru menyediakan kartu gambar sikap berdoa yang dapat dipelajari secara visual
- Proses: Murid yang cepat dapat menjadi pemandu dalam kelompok praktik sikap berdoa. Murid yang memerlukan lebih banyak waktu mendapatkan bimbingan individual dari guru saat praktik
- Produk: Murid dapat memilih cara mengekspresikan komitmennya: menuliskan kalimat sederhana, menggambar, atau menceritakan secara lisan kepada guru
ASESMENAwal:- Guru bertanya kepada murid tentang pengalaman berdoa di rumah: 'Siapa yang suka berdoa? Bagaimana caranya?'
- Guru mengamati respons dan antusiasme murid untuk mengetahui pengetahuan awal mereka tentang sikap berdoa
Proses:- Observasi saat murid mengamati gambar sikap berdoa dan mengidentifikasi yang baik dan kurang baik
- Checklist observasi saat murid mempraktikkan sikap berdoa dalam kelompok (percaya, sabar, sopan, tulus hati)
- Mendengarkan dan mencatat respons murid saat refleksi: 'Bagaimana perasaanmu saat berdoa dengan sungguh-sungguh?'
Akhir:- Penilaian praktik sikap berdoa individual menggunakan rubrik 4 level
- Penilaian produk: komitmen tertulis atau gambar sikap berdoa yang akan diperbaiki
- Refleksi diri murid: emoji atau stiker perasaan mereka tentang pembelajaran hari ini
Formatif:- Observasi sikap murid selama praktik berdoa dalam kelompok
- Tanya jawab selama proses pembelajaran untuk mengecek pemahaman
- Lembar checklist sikap berdoa (percaya, sabar, sopan, tulus hati) yang diisi guru saat observasi
Sumatif:- Penilaian praktik sikap berdoa secara individual menggunakan rubrik
- Penilaian komitmen tertulis atau gambar murid
- Laporan orang tua tentang sikap berdoa anak di rumah (tugas rumah)
RUBRIK PENILAIAN| Aspek | Belum Berkembang | Mulai | Berkembang | Sangat Berkembang |
|---|
| Sikap Percaya | Murid belum menunjukkan keyakinan saat berdoa, sering meragukan atau tidak serius | Murid mulai menunjukkan keyakinan saat berdoa meskipun masih perlu diingatkan | Murid menunjukkan keyakinan saat berdoa dengan konsisten | Murid menunjukkan keyakinan penuh saat berdoa dan mampu menjelaskan bahwa Tuhan mendengar doanya | | Sikap Sabar dan Sopan | Murid tergesa-gesa, tidak tenang, dan kurang sopan saat berdoa | Murid mulai belajar tenang dan sopan saat berdoa meskipun masih perlu bimbingan | Murid berdoa dengan tenang dan sopan secara konsisten | Murid berdoa dengan sangat tenang, sopan, dan dapat menjadi teladan bagi teman | | Sikap Tulus Hati | Murid berdoa sambil bermain-main atau tidak sungguh-sungguh | Murid mulai belajar berdoa dengan sungguh-sungguh meskipun kadang masih terganggu | Murid berdoa dengan sungguh-sungguh tanpa bermain-main | Murid berdoa dengan sungguh-sungguh, penuh konsentrasi, dan mampu menghayati doa yang diucapkan | | Kemampuan Mempraktikkan Sikap Berdoa | Murid belum mampu mempraktikkan posisi tubuh, tangan, dan sikap berdoa yang benar | Murid mampu mempraktikkan 1-2 aspek sikap berdoa yang benar dengan bimbingan | Murid mampu mempraktikkan sikap berdoa yang benar (posisi tubuh, tangan, konsentrasi) secara mandiri | Murid mampu mempraktikkan sikap berdoa yang benar dengan sempurna dan dapat membantu teman yang kesulitan |
REFLEKSIRefleksi Guru:- Apakah metode bercerita dan praktik langsung efektif membantu murid memahami sikap berdoa yang baik?
- Bagian mana dari pembelajaran yang paling menarik bagi murid?
- Apakah diferensiasi yang diberikan sudah sesuai dengan kebutuhan murid?
- Apa yang perlu diperbaiki dalam pembelajaran berikutnya agar murid lebih menghayati sikap berdoa?
Refleksi Murid:- Apa yang paling berkesan dari pembelajaran hari ini?
- Sikap berdoa apa yang sudah kamu lakukan dengan baik?
- Sikap berdoa apa yang masih perlu kamu perbaiki?
- Bagaimana perasaanmu setelah belajar cara berdoa yang baik?
SUMBER BELAJAR- Buku Siswa Pendidikan Agama Katolik dan Budi Pekerti Kelas 1 SD, Bab 5: Doa dalam Gereja Katolik
- Buku Guru Pendidikan Agama Katolik dan Budi Pekerti Kelas 1 SD
- Kisah Santa Theresia dari buku Percikan Kisah-Kisah Anak Manusia
- Gambar atau ilustrasi berbagai sikap berdoa (baik dan kurang baik)
- Kartu bergambar sikap berdoa untuk diferensiasi
- Lagu rohani Katolik untuk anak
- Kertas gambar dan alat tulis/mewarnai
- Stiker atau emoji untuk refleksi diri murid
|