Modul AjarPertemuan 1Bab 5Fase ASemester 2

Modul Ajar Pendidikan Agama Katolik dan Budi Pekerti Kelas 1: Mengenal Doa sebagai Berbicara dengan Tuhan

Modul Ajar ini disusun untuk satu pertemuan tatap muka mata pelajaran Pendidikan Agama Katolik dan Budi Pekerti kelas 1 dengan topik "Mengenal Doa sebagai Berbicara dengan Tuhan". Dokumen mengikuti Alur Tujuan Pembelajaran (ATP) Kurikulum Merdeka, lengkap dengan tujuan, langkah kegiatan, dan asesmen ringkas.

MEJAGURU.ID - DOKUMEN MODUL AJAR

Modul Ajar Pendidikan Agama Katolik dan Budi Pekerti Kelas 1: Mengenal Doa sebagai Berbicara dengan Tuhan

Pendidikan Agama Katolik dan Budi Pekerti - Kelas 1

Bab 5 - Pertemuan 1

MODUL AJAR

Pendidikan Agama Katolik dan Budi Pekerti — Kelas 1 (Fase A)

Topik: Mengenal Doa sebagai Berbicara dengan Tuhan

INFORMASI UMUM

Mata PelajaranPendidikan Agama Katolik dan Budi Pekerti
Fase / KelasFase A / Kelas 1
TopikMengenal Doa sebagai Berbicara dengan Tuhan
Alokasi Waktu2x35 menit
Jumlah Pertemuan1

TUJUAN PEMBELAJARAN

  1. Murid dapat menjelaskan pengertian doa sebagai ungkapan berbicara dengan Tuhan dengan percaya, sabar, dan tulus hati
  2. Murid dapat menyebutkan contoh doa sederhana dari pengalaman sehari-hari seperti yang diteladankan Santa Theresia

PROFIL LULUSAN

DimensiDisasar
Keimanan dan Ketakwaan terhadap Tuhan Yang Maha Esa
Kewargaan
Penalaran Kritis
Kreativitas
Kolaborasi
Kemandirian
Kesehatan
Komunikasi

PERTANYAAN PEMANTIK

  1. Pernahkah kalian berbicara dengan Tuhan? Kapan dan di mana?
  2. Apa yang kalian katakan kepada Tuhan saat berdoa?
  3. Mengapa kita perlu berdoa kepada Tuhan setiap hari?

KEGIATAN PEMBELAJARAN

Pertemuan 1

Pendahuluan:

  • Guru membuka pembelajaran dengan salam dan mengajak murid berdoa bersama dengan khidmat
  • Guru menyanyikan lagu 'Bapa Kami' bersama murid untuk menciptakan suasana belajar yang religius dan menyenangkan
  • Guru melakukan asesmen awal dengan bertanya: 'Siapa yang berdoa setiap hari? Apa yang kalian doakan?'
  • Guru menyampaikan tujuan pembelajaran: hari ini kita akan belajar tentang doa sebagai cara berbicara dengan Tuhan dan belajar dari teladan Santa Theresia

Kegiatan Inti:

Memahami (Berkesadaran, Bermakna):

  • Guru mengajak murid mengamati gambar Santa Theresia di Buku Siswa dengan seksama
  • Guru menceritakan kisah Santa Theresia yang akrab dengan Tuhan sejak kecil: melihat bunga indah ia berdoa 'Betapa indahnya ciptaan-Mu ya Tuhan', mendengar guntur ia berdoa 'Tuhan jangan marah, lindungilah aku', melihat pelangi ia berdoa 'Bagus sekali kalung di leher-Mu'
  • Guru melanjutkan kisah Santa Theresia umur 7 tahun yang berdoa: 'Yesus, Engkau tentu suka bermain. Saya mau jadi bola-Mu. Kalau Engkau angkat, saya senang. Kalau Engkau jatuhkan, saya tidak sedih. Semua terserah pada-Mu'
  • Guru mengajukan pertanyaan pendalaman: Apa yang dilakukan Santa Theresia saat melihat sesuatu? Kapan Santa Theresia berdoa? Dengan siapa Santa Theresia berbicara dalam doanya?
  • Guru mengajak murid mendengarkan bacaan Kitab Suci Lukas 11:1-4 tentang Yesus mengajar murid-murid berdoa
  • Guru membacakan dengan jelas: 'Pada suatu kali Yesus sedang berdoa. Murid-Nya berkata: Tuhan ajarilah kami berdoa. Yesus menjawab: Apabila kamu berdoa katakanlah: Bapa kami yang ada di surga...'
  • Guru menjelaskan pertanyaan pemahaman: Siapa yang meminta Yesus mengajari berdoa? Doa apa yang diajarkan Yesus? Kepada siapa Yesus berdoa?

Mengaplikasi (Bermakna, Menggembirakan):

  • Guru memberikan peneguhan: 'Berdoa berarti berbicara dengan Tuhan. Santa Theresia selalu berdoa dengan apa yang dilihat dan dirasakan. Pada saat berdoa kita harus sungguh-sungguh, tidak boleh bermain-main atau memikirkan hal lain'
  • Guru menjelaskan sikap berdoa yang benar: percaya (yakin Tuhan mendengarkan), sabar (tenang dan sopan), tulus hati (sungguh-sungguh melakukannya)
  • Guru mengajak murid menulis doa sederhana seperti Santa Theresia dengan kata-kata sendiri di Buku Siswa: 'Tulislah doa dari pengalaman kalian sehari-hari, misalnya saat melihat bunga, melihat hujan, atau bermain dengan teman'
  • Murid menulis doa sederhana dengan bimbingan guru, contoh: 'Tuhan, terima kasih untuk matahari yang hangat', 'Yesus, terima kasih Ibu dan Bapak sayang sama aku'
  • Beberapa murid diminta membacakan doa yang mereka tulis di depan kelas dengan sikap percaya, sabar, dan tulus hati
  • Guru dan teman-teman memberikan apresiasi atas keberanian dan kreativitas murid

Merefleksi (Berkesadaran, Bermakna):

  • Guru mengajak murid merefleksikan pembelajaran dengan pertanyaan: 'Apa yang kalian pelajari hari ini tentang doa? Apa yang kalian rasakan saat menulis doa sendiri?'
  • Murid berbagi pengalaman: apakah mereka sudah berdoa dengan sikap percaya, sabar, dan tulus hati? Apa yang bisa mereka perbaiki?
  • Guru mengajak murid mengevaluasi diri: 'Apakah aku berdoa setiap hari? Apakah aku sungguh-sungguh saat berdoa atau masih suka bermain-main?'
  • Guru mendorong murid menyusun komitmen: 'Mulai hari ini, aku akan berdoa setiap pagi dan malam dengan sungguh-sungguh seperti Santa Theresia'
  • Murid menuliskan satu hal yang akan mereka lakukan untuk memperbaiki cara berdoa mereka

Penutup:

  • Guru bersama murid menyimpulkan pembelajaran: doa adalah berbicara dengan Tuhan, kita berdoa dengan sikap percaya, sabar, dan tulus hati seperti Santa Theresia
  • Guru melakukan asesmen akhir dengan meminta 3-4 murid menyebutkan contoh doa sederhana dan menjelaskan apa itu doa
  • Guru memberikan penguatan positif dan apresiasi atas partisipasi murid
  • Guru memberikan tugas rumah: berdoa Bapa Kami setiap hari dan mencatat kapan mereka berdoa (pagi/malam) dengan tanda tangan orang tua
  • Guru menutup pembelajaran dengan doa: 'Tuhan Yesus yang Mahabaik, terima kasih telah mengajarkan kami berdoa. Ajarilah kami berdoa dengan sungguh-sungguh. Amin'
  • Guru mengucapkan salam penutup

Diferensiasi:

  • Konten: Untuk murid yang belum lancar menulis, guru menyediakan gambar-gambar (bunga, matahari, keluarga) yang bisa dipilih dan guru membantu menuliskan doa mereka. Untuk murid yang sudah lancar, mereka boleh menulis 2-3 doa sederhana dengan tema berbeda.
  • Proses: Murid yang membutuhkan bantuan lebih mendapat pendampingan intensif saat menulis doa dan boleh bekerja berpasangan. Murid yang cepat menyelesaikan tugas diminta menghias doa mereka dengan gambar atau membantu teman yang kesulitan.
  • Produk: Murid dapat memilih bentuk hasil karya: menulis doa di buku, menyampaikan doa lisan, atau menggambar situasi berdoa dengan keterangan singkat sesuai kemampuan mereka.

ASESMEN

Awal:

  • Guru bertanya kepada murid: 'Siapa yang berdoa setiap hari? Kapan kalian berdoa? Apa yang kalian doakan?' untuk mengetahui pengalaman awal murid tentang doa
  • Guru mengamati respons dan antusiasme murid saat menjawab pertanyaan tentang pengalaman berdoa mereka

Proses:

  • Observasi partisipasi murid saat mendengarkan kisah Santa Theresia dan bacaan Kitab Suci
  • Penilaian diri: murid mengangkat tangan jika sudah memahami bahwa doa adalah berbicara dengan Tuhan
  • Pengamatan guru saat murid menulis doa sederhana: apakah mereka mampu menuangkan pengalaman sehari-hari ke dalam doa
  • Tanya jawab interaktif untuk mengecek pemahaman tentang sikap berdoa: percaya, sabar, tulus hati
  • Penilaian sejawat: teman-teman memberikan tepuk tangan jika doa yang dibacakan temannya bagus dan sungguh-sungguh

Akhir:

  • Tes lisan: 3-4 murid diminta menjelaskan 'Apa itu doa?' dan 'Bagaimana sikap berdoa yang benar?'
  • Penilaian produk: guru menilai doa tertulis murid menggunakan rubrik (kesesuaian dengan pengalaman, kreativitas, sikap percaya-sabar-tulus)
  • Refleksi tertulis sederhana: murid menuliskan atau menyampaikan satu hal yang akan mereka lakukan untuk memperbaiki cara berdoa
  • Checklist ketercapaian: guru mencentang murid yang mampu menjelaskan pengertian doa dan menyebutkan contoh doa sederhana

Formatif:

  • Observasi sikap murid saat mendengarkan cerita Santa Theresia dan bacaan Kitab Suci
  • Tanya jawab lisan tentang pengertian doa dan contoh doa sederhana
  • Pengamatan proses murid saat menulis doa dengan kata-kata sendiri
  • Penilaian sejawat saat murid membacakan doa di depan kelas

Sumatif:

  • Penilaian hasil tulisan doa sederhana murid dengan rubrik
  • Tes lisan: murid menjelaskan pengertian doa dan menyebutkan sikap berdoa yang benar (percaya, sabar, tulus hati)
  • Penilaian produk: doa tertulis dengan memperhatikan kesesuaian dengan pengalaman sehari-hari dan kerapian

RUBRIK PENILAIAN

AspekBelum BerkembangMulaiBerkembangSangat Berkembang
Menjelaskan pengertian doa sebagai berbicara dengan TuhanMurid belum mampu menjelaskan apa itu doa dan masih bingungMurid mampu menyebutkan bahwa doa adalah berbicara, tetapi belum jelas dengan siapaMurid mampu menjelaskan bahwa doa adalah berbicara dengan Tuhan tetapi belum menjelaskan sikapnyaMurid mampu menjelaskan bahwa doa adalah berbicara dengan Tuhan dengan sikap percaya, sabar, dan tulus hati
Menyebutkan contoh doa sederhana dari pengalaman sehari-hariMurid belum mampu menyebutkan atau menulis contoh doa sederhanaMurid mampu menyebutkan contoh doa sederhana tetapi belum terkait dengan pengalaman sehari-hariMurid mampu menyebutkan 1 contoh doa sederhana dari pengalaman sehari-hari seperti Santa TheresiaMurid mampu menyebutkan 2 atau lebih contoh doa sederhana dari pengalaman sehari-hari dengan kreatif dan sungguh-sungguh
Sikap berdoa (percaya, sabar, tulus hati)Murid masih bermain-main dan tidak fokus saat berdoaMurid mulai tenang saat berdoa tetapi masih sering teralihkanMurid berdoa dengan tenang, sopan, dan mulai sungguh-sungguhMurid berdoa dengan sikap percaya, sabar, tulus hati, dan menjadi teladan bagi teman
Kreativitas dalam menulis doa sederhanaMurid belum mampu menulis doa sendiri meskipun dengan bantuanMurid menulis doa dengan meniru contoh yang diberikan guruMurid menulis doa dengan kata-kata sendiri yang sederhana dan tulusMurid menulis doa dengan kata-kata sendiri yang kreatif, tulus, dan menunjukkan kedekatan dengan Tuhan

REFLEKSI

Refleksi Guru:

  • Apakah semua murid dapat memahami bahwa doa adalah berbicara dengan Tuhan?
  • Apakah kegiatan menulis doa sederhana efektif untuk melatih murid mengungkapkan perasaan kepada Tuhan?
  • Apakah saya sudah memberikan kesempatan yang cukup bagi semua murid untuk berpartisipasi?
  • Strategi apa yang perlu diperbaiki untuk murid yang masih kesulitan menulis atau mengungkapkan doa?
  • Apakah pembelajaran ini sudah menerapkan prinsip berkesadaran, bermakna, dan menggembirakan?

Refleksi Murid:

  • Apa yang kamu pelajari hari ini tentang doa?
  • Apakah kamu sudah berdoa setiap hari dengan sungguh-sungguh?
  • Apa yang kamu rasakan saat menulis doa sendiri dengan kata-katamu?
  • Apa yang akan kamu lakukan agar doamu lebih baik lagi?
  • Apakah kamu senang belajar tentang Santa Theresia yang selalu berdoa?

SUMBER BELAJAR

  1. Buku Siswa Pendidikan Agama Katolik dan Budi Pekerti Kelas 1 SD, Bab 5: Doa dalam Gereja Katolik
  2. Buku Guru Pendidikan Agama Katolik dan Budi Pekerti Kelas 1 SD
  3. Alkitab: Injil Lukas 11:1-4 (Yesus Mengajar Murid-Murid Berdoa)
  4. Kisah Santa Theresia dari Kanak-kanak Yesus (Buku Percikan Kisah-Kisah Anak Manusia)
  5. Lagu 'Bapa Kami' dari buku Ayo Puji Tuhan no. 81
  6. Gambar Santa Theresia berdoa
  7. Gambar ilustrasi Yesus mengajar murid-murid berdoa
  8. Alat tulis: pensil, buku tulis, pensil warna untuk menghias doa

Lihat & unduh lengkap

Masuk pakai Google untuk membuka modul ajar pertemuan ini secara penuh.

Apa isi pertemuan ini?

Dokumen mencakup tujuan pembelajaran terpilih, urutan kegiatan inti yang sudah disesuaikan dengan alokasi JP, serta pertanyaan pemantik dan asesmen formatif singkat. Cocok dipakai sebagai bahan persiapan tatap muka maupun lampiran supervisi.

Cara pakai pertemuan ini

Unduh DOCX, lalu sesuaikan nama sekolah, kepala sekolah, dan NIP. Bagian kegiatan inti bisa Bapak/Ibu kurangi atau tambah sesuai karakter siswa di kelas; tujuan pembelajaran sebaiknya tetap selaras dengan ATP induk.