MODUL AJAR Pendidikan Agama Katolik dan Budi Pekerti — Kelas 1 (Fase A) Topik: Bab 5 — Doa dalam Gereja Katolik INFORMASI UMUM| Mata Pelajaran | Pendidikan Agama Katolik dan Budi Pekerti |
|---|
| Fase / Kelas | Fase A / Kelas 1 |
|---|
| Topik | Bab 5 — Doa dalam Gereja Katolik |
|---|
| Alokasi Waktu | 31 JP (31 x 35 menit = 1085 menit) |
|---|
| Jumlah Pertemuan | 11 |
|---|
| Tahun Ajaran | 2026/2027 |
|---|
| Semester | 2 |
|---|
TUJUAN PEMBELAJARAN- TP 1.5.1 Membuat tanda salib sebagai ungkapan iman
- TP 1.5.2 Berdoa Bapa Kami sebagai ungkapan iman
- TP 1.5.3 Berdoa Salam Maria sebagai ungkapan iman
- TP 1.5.4 Berdoa Kemuliaan sebagai ungkapan iman
PROFIL LULUSAN| Dimensi | Disasar |
|---|
| Keimanan dan Ketakwaan terhadap Tuhan Yang Maha Esa | ✓ | | Kewargaan | | | Penalaran Kritis | | | Kreativitas | | | Kolaborasi | ✓ | | Kemandirian | ✓ | | Kesehatan | | | Komunikasi | ✓ |
PERTANYAAN PEMANTIK- Bagaimana gerakan tangan orang Katolik saat mulai berdoa?
- Apa yang kita sebutkan saat menyentuh dahi, dada, dan kedua pundak kita?
- Tangan sebelah mana yang kita pakai saat membuat tanda salib?
- Bagian tubuh mana saja yang kita sentuh saat membuat tanda salib?
- Bagaimana urutan gerakan tangan yang benar saat kita membuat Tanda Salib?
- Mengapa kita membuat Tanda Salib dengan sikap berdiri tegak dan tenang?
- Siapakah yang mengajarkan doa Bapa Kami kepada kita?
- Bagaimana sikap kita saat berbicara kepada Tuhan dalam doa Bapa Kami?
- Bagaimana bunyi kalimat awal doa yang diajarkan oleh Tuhan Yesus kepada murid-murid-Nya?
- Bagaimana kita berdoa Bapa Kami secara bersama-sama dengan runtut?
- Bagaimana sikap tubuh kita yang baik saat berbicara dengan Bapa di surga melalui doa Bapa Kami?
- Mengapa kita perlu berdoa Bapa Kami secara tenang, hormat, dan sungguh-sungguh?
- Siapakah Bunda Maria bagi Tuhan Yesus dan bagi kita?
- Bagaimana kita menyapa dan menghormati Bunda Maria saat berdoa?
- Bagaimana sikap tubuh dan tangan kita saat berdoa Salam Maria kepada Tuhan?
- Kalimat apa yang kita ucapkan saat menyapa Bunda Maria dalam doa Salam Maria?
- Siapakah Tiga Pribadi Ilahi yang kita muliakan saat membuat tanda salib dan berdoa?
- Bagaimana bunyi doa untuk memuliakan Bapa, Putra, dan Roh Kudus?
- Bagaimana kita mendaraskan doa Kemuliaan sebagai ungkapan rasa syukur dan iman kepada Allah?
- Bagaimana urutan gerakan tangan saat kita membuat tanda salib dengan benar?
- Bagaimana sikap tubuh kita yang sopan ketika berbicara kepada Tuhan dalam doa Bapa Kami, Salam Maria, dan Kemuliaan?
KEGIATAN PEMBELAJARANPertemuan 1 — Mengenal Gerakan dan Makna Membuat Tanda Salib — 2 JP (2 x 35 menit = 70 menit)Tujuan Pertemuan:- TP 1.5.1 Membuat tanda salib sebagai ungkapan iman
Pendahuluan:- Guru menyapa murid dan mengajak menyanyikan lagu 'O Salib Tanda Agung' bait 1 untuk mengawali pembelajaran dengan gembira (5 menit).
- Guru melakukan asesmen awal diagnostik dengan meminta murid secara klasikal memperagakan cara membuat tanda salib yang biasa mereka lakukan saat berdoa (5 menit).
Kegiatan Inti:Memahami (Bermakna, Berkesadaran):- Guru memperlihatkan gambar salib dan menjelaskan secara sederhana bahwa tanda salib adalah tanda keselamatan umat Katolik untuk memuliakan Allah Tritunggal: Bapa, Putra, dan Roh Kudus (10 menit).
- Guru mencontohkan secara perlahan 4 urutan gerakan tanda salib: (1) tangan kanan di dahi mengucap 'Dalam nama Bapa', (2) ke dada mengucap 'dan Putra', (3) ke bahu kiri mengucap 'dan Roh', (4) ke bahu kanan mengucap 'Kudus. Amin' (10 menit).
Mengaplikasi (Menggembirakan):- Guru mengajak murid bermain peragaan 'Tangan Sentuh Kata': murid mengikuti aba-aba bernada ceria dari guru untuk menempelkan tangan kanan ke dahi, dada, pundak kiri, lalu pundak kanan secara serentak (10 menit).
- Secara berpasangan di tempat duduk masing-masing, setiap murid bergantian memperagakan gerakan membuat tanda salib lengkap dengan ucapannya sambil disimak oleh pasangannya (15 menit).
Merefleksi (Berkesadaran):- Murid bersama guru hening sejenak menyadari bahwa membuat tanda salib adalah tanda bahwa diri kita anak-anak yang dilindungi oleh Allah Tritunggal (5 menit).
Penutup:- Guru memberikan penguatan terhadap 4 urutan gerakan dan ucapan tanda salib yang benar (5 menit).
- Guru memandu murid menutup sesi pembelajaran dengan bersama-sama membuat tanda salib secara khidmat (5 menit).
Diferensiasi:- Konten: Menyediakan kartu gambar urutan gerakan tanda salib bagi murid yang memerlukan panduan visual konkret.
- Proses: Bagi murid yang masih keliru antara bahu kiri dan kanan diberikan bimbingan peragaan langsung oleh guru secara bertahap; bagi murid yang sudah tepat gerakan dan lafalnya diberi kesempatan memperagakan tanda salib secara mandiri.
Asesmen Pertemuan:Awal:- Pengecekan kesiapan diagnostik awal: Guru meminta murid mengangkat tangan kanan dan memperagakan tanda salib. Kriteria acuan pengamatan: (1) menggunakan tangan kanan, (2) menyentuh dahi, dada, bahu kiri, lalu bahu kanan, (3) melafalkan urutan 'Dalam nama Bapa dan Putra dan Roh Kudus. Amin'.
Proses:- Pengamatan formatif saat murid mempraktikkan gerakan tanda salib pada aktivitas 'Tangan Sentuh Kata' dan kerja berpasangan dengan acuan 4 titik sentuh dan lafal lengkap: dahi ('Dalam nama Bapa'), dada ('dan Putra'), bahu kiri ('dan Roh'), bahu kanan ('Kudus. Amin').
Akhir Pertemuan:- Cek pemahaman di akhir sesi: Guru mengamati satu per satu murid saat menutup kelas dengan tanda salib. Indikator ketercapaian: murid melakukan ke-4 urutan sentuhan anggota tubuh (dahi, dada, pundak kiri, pundak kanan) dengan tangan kanan dan melafalkan kalimat 'Dalam nama Bapa dan Putra dan Roh Kudus. Amin'.
Formatif:- Observasi unjuk kerja peragaan 4 urutan gerakan dan pelafalan tanda salib saat latihan dan aktivitas berpasangan
Rubrik Pertemuan:| Aspek | Belum Berkembang | Mulai | Berkembang | Sangat Berkembang |
|---|
| Keterampilan Membuat Tanda Salib | Belum tepat menyentuh 4 titik urutan (dahi, dada, bahu kiri, bahu kanan) atau belum menggunakan tangan kanan walau dibimbing guru. | Mampu membuat gerakan tanda salib menyentuh 1-2 titik urutan dengan tepat (acuan: dahi, dada, bahu kiri, bahu kanan) menggunakan tangan kanan dengan bimbingan penuh guru. | Mampu membuat gerakan tanda salib dengan runtut menyentuh 4 titik urutan (dahi, dada, bahu kiri, bahu kanan) menggunakan tangan kanan disertai pelafalan yang sesuai secara terbimbing. | Mampu membuat gerakan tanda salib dengan runtut menyentuh 4 titik urutan (dahi, dada, bahu kiri, bahu kanan) menggunakan tangan kanan disertai pelafalan lengkap secara mandiri dan tepat. |
Refleksi Pertemuan:Guru:- Apakah seluruh murid sudah dapat membedakan arah gerakan tangan kanan dari bahu kiri ke bahu kanan saat membuat tanda salib?
- Bagian mana dari peragaan tanda salib yang paling sering keliru dilakukan murid?
Murid:- Bagian tubuh mana saja yang disentuh tangan kananmu saat membuat tanda salib?
- Bagaimana perasaanmu saat belajar membuat tanda salib bersama teman-teman hari ini?
Pertemuan 2 — Mempraktikkan Membuat Tanda Salib secara Terbimbing — 3 JP (3 x 35 menit = 105 menit)Tujuan Pertemuan:- TP 1.5.1 Membuat tanda salib sebagai ungkapan iman
Pendahuluan:- Guru membuka pelajaran dengan menyapa murid dan memimpin doa pembuka singkat (5 menit).
- Guru melaksanakan asesmen awal diagnostik dengan meminta 3 murid secara bergantian menunjukkan tangan kanan yang dipakai untuk membuat tanda salib dan menyentuh dahi (acuan: tangan kanan terangkat dan menyentuh dahi) (10 menit).
Kegiatan Inti:Memahami (Berkesadaran, Bermakna):- Guru mendemonstrasikan secara perlahan 4 urutan membuat tanda salib: (1) tangan kanan menyentuh dahi sambil mengucapkan 'Dalam nama Bapa', (2) tangan kanan menyentuh dada sambil mengucapkan 'dan Putra', (3) tangan kanan menyentuh bahu/pundak kiri sambil mengucapkan 'dan Roh Kudus', (4) tangan kanan menyentuh bahu/pundak kanan sambil mengucapkan 'Amin' lalu mengatupkan kedua tangan (acuan: urutan 1-4 tepat) (15 menit).
- Murid bersama-sama mengamati dan menirukan gerakan tangan serta ucapan kata yang dicontohkan guru secara bertahap (15 menit).
Mengaplikasi (Menggembirakan):- Murid bermain tantangan berpasangan 'Cermin Tanda Salib': satu murid memperagakan 4 gerakan tanda salib secara terbimbing dan pasangan mengamati, lalu bergantian dengan riang dan antusias (20 menit).
- Murid secara individu mempraktikkan membuat tanda salib secara terbimbing di depan guru dengan mematuhi 4 urutan gerakan dan ucapan: (1) dahi - 'Dalam nama Bapa', (2) dada - 'dan Putra', (3) pundak kiri - 'dan Roh Kudus', (4) pundak kanan - 'Amin' (acuan: 4 urutan gerak dan ucapan tepat) (25 menit).
Merefleksi (Berkesadaran):- Murid diajak menyadari ketepatan gerakan tangannya sendiri saat membuat tanda salib sebagai tanda kasih kepada Tuhan Yesus (5 menit).
Penutup:- Guru bersama murid menyimpulkan kembali 4 urutan membuat tanda salib dengan benar (5 menit).
- Guru memberikan umpan balik penguatan terhadap praktik murid dan menutup pertemuan dengan doa penutup serta membuat tanda salib bersama (5 menit).
Diferensiasi:- Konten: Menyediakan kartu panduan bergambar 4 posisi sentuhan tanda salib (dahi, dada, pundak kiri, pundak kanan).
- Proses: Murid yang belum lancar dibimbing langsung dengan memegang tangannya saat menyentuh dahi hingga pundak kanan; murid yang cepat mempraktikkan secara mandiri tanpa aba-aba guru.
- Produk: Peragaan membuat tanda salib secara terbimbing dengan tingkat bantuan yang disesuaikan.
Asesmen Pertemuan:Awal:- Pengecekan kesiapan gerak dasar: Murid diminta mengangkat tangan kanan dan menyentuh dahi saat diminta guru (acuan: menggunakan tangan kanan dan tepat menyentuh dahi).
Proses:- Observasi unjuk kerja saat murid mempraktikkan 4 urutan tanda salib: (1) sentuh dahi mengucap 'Dalam nama Bapa', (2) sentuh dada mengucap 'dan Putra', (3) sentuh pundak kiri mengucap 'dan Roh Kudus', (4) sentuh pundak kanan mengucap 'Amin' (acuan: ketepatan 4 pasangan gerak dan ucapan).
Akhir Pertemuan:- Cek pemahaman akhir peragaan: Setiap murid memperagakan kembali tanda salib lengkap 4 urutan (dahi -> dada -> pundak kiri -> pundak kanan) dengan benar sebelum pembelajaran berakhir (acuan: 4 urutan gerak tepat runtut).
Formatif:- Unjuk kerja praktik membuat tanda salib secara terbimbing dengan lembar observasi urutan gerakan dan ucapan.
Rubrik Pertemuan:| Aspek | Belum Berkembang | Mulai | Berkembang | Sangat Berkembang |
|---|
| Praktik Membuat Tanda Salib | Belum mampu mempraktikkan 4 urutan gerakan dan ucapan tanda salib meski dengan bimbingan penuh (tepat 0-1 langkah dari 4 acuan: dahi-'Dalam nama Bapa', dada-'dan Putra', pundak kiri-'dan Roh Kudus', pundak kanan-'Amin'). | Mampu mempraktikkan 2-3 dari 4 urutan gerakan dan ucapan tanda salib dengan bimbingan langsung guru (acuan: dahi-'Dalam nama Bapa', dada-'dan Putra', pundak kiri-'dan Roh Kudus', pundak kanan-'Amin'). | Mampu mempraktikkan seluruh 4 urutan gerakan dan ucapan tanda salib secara runtut dengan bimbingan minimal (acuan: dahi-'Dalam nama Bapa', dada-'dan Putra', pundak kiri-'dan Roh Kudus', pundak kanan-'Amin'). | Mampu mempraktikkan seluruh 4 urutan gerakan dan ucapan tanda salib secara runtut, tepat, dan mandiri tanpa bimbingan (acuan: dahi-'Dalam nama Bapa', dada-'dan Putra', pundak kiri-'dan Roh Kudus', pundak kanan-'Amin'). |
Refleksi Pertemuan:Guru:- Apakah seluruh murid sudah dapat membedakan tangan kanan dan urutan sentuhan tanda salib dari pundak kiri ke pundak kanan?
- Bagian langkah mana yang paling membutuhkan bimbingan intensif bagi murid?
Murid:- Apakah aku sudah bisa membuat tanda salib memakai tangan kanan?
- Bagian mana dari gerakan tanda salib yang paling aku sukai?
Pertemuan 3 — Membuat Tanda Salib dengan Runtut dan Santun sebagai Ungkapan Iman — 3 JP (3 x 35 menit = 105 menit)Tujuan Pertemuan:- TP 1.5.1 Membuat tanda salib sebagai ungkapan iman
Pendahuluan:- Guru menyapa murid dengan salam penuh kasih, mengajak murid berdiri dengan tenang, dan memimpin doa pembuka singkat (5 menit).
- Guru melakukan asesmen awal diagnostik dengan meminta murid secara klasikal menunjukkan tangan kanan yang digunakan untuk membuat Tanda Salib dan menunjuk 4 bagian tubuh sasaran gerakan Tanda Salib secara berurutan: dahi, dada, pundak kiri, lalu pundak kanan (10 menit).
Kegiatan Inti:Memahami (Berkesadaran, Bermakna):- Guru memodelkan peragaan membuat Tanda Salib secara runtut dan santun (berdiri tegak, tangan kanan menyentuh 4 titik tubuh berurutan sambil mengucapkan kata yang tepat: 1. Dahi - 'Dalam nama Bapa', 2. Dada - 'dan Putra', 3. Pundak kiri - 'dan Roh', 4. Pundak kanan - 'Kudus. Amin', lalu merapatkan kedua telapak tangan di depan dada) (10 menit).
- Guru mengajak murid bernalar menghubungkan gerakan lambang salib pada tubuh dengan ungkapan syukur atas kasih Tuhan Yesus yang berkorban di kayu salib (10 menit).
Mengaplikasi (Menggembirakan):- Murid bermain tantangan menggembirakan 'Cermin Iman': murid berpasangan saling berhadapan, satu murid memperagakan Tanda Salib runtut dan rekannya menjadi cermin yang menirukan gerakan serta lafalnya secara bergantian (20 menit).
- Setiap murid secara mandiri memperagakan membuat Tanda Salib di hadapan guru secara bergiliran dengan runtut (4 urutan titik: dahi, dada, pundak kiri, pundak kanan) dan santun (sikap tubuh tenang/berdiri tegak) (25 menit).
Merefleksi (Berkesadaran, Bermakna):- Murid duduk hening dengan berkesadaran merasakan ketenangan hati saat membuat Tanda Salib secara runtut dan penuh hormat kepada Allah Tritunggal (10 menit).
Penutup:- Guru bersama murid menyimpulkan 4 urutan runtut membuat Tanda Salib (dahi -> dada -> pundak kiri -> pundak kanan) (5 menit).
- Guru memberikan umpan balik penguatan terhadap kemandirian murid dalam membuat Tanda Salib dengan santun (5 menit).
- Pembelajaran ditutup dengan bersama-sama mempraktikkan Tanda Salib penutup secara runtut dan khidmat (5 menit).
Diferensiasi:- Konten: Murid yang membutuhkan bimbingan diberikan panduan visual 4 kartu urutan gambar titik Tanda Salib di meja, sedangkan murid yang sudah lancar langsung mempraktikkan tanpa bantuan kartu.
- Proses: Bagi murid yang masih tertukar pundak kiri dan kanan didampingi guru dengan tepukan lembut di pundak sasaran; bagi murid yang sudah mahir diberi kesempatan langsung memperagakan Tanda Salib mandiri.
- Produk: Tingkat kemandirian peragaan: murid bimbingan memperagakan dengan arahan isyarat guru, sedangkan murid mahir memperagakan Tanda Salib mandiri dengan runtutan penuh.
Asesmen Pertemuan:Awal:- Pengecekan kesiapan motorik dan pemahaman arah: Murid diminta mengangkat tangan kanan dan menyentuh 4 titik tubuh secara berurutan (acuan runtut: 1. dahi, 2. dada/perut, 3. pundak kiri, 4. pundak kanan).
Proses:- Observasi unjuk kerja mandiri membuat Tanda Salib pada tahap Mengaplikasi dengan rubrik 4 level (memeriksa 4 urutan titik: dahi, dada, pundak kiri, pundak kanan; lafal yang bersesuaian; dan sikap tubuh santun).
Akhir Pertemuan:- Cek pemahaman lisan dan gerak di akhir sesi: Murid secara serentak memperagakan kembali Tanda Salib penutup (acuan tepat: tangan kanan menyentuh dahi ['Dalam nama Bapa'], dada ['dan Putra'], pundak kiri ['dan Roh'], pundak kanan ['Kudus. Amin'] dengan sikap tubuh tegak dan tenang).
Formatif:- Unjuk kerja mandiri peragaan membuat Tanda Salib sesuai 4 urutan gerakan dan sikap santun
Rubrik Pertemuan:| Aspek | Belum Berkembang | Mulai | Berkembang | Sangat Berkembang |
|---|
| Keruntutan Gerakan Membuat Tanda Salib | Belum runtut melakukan urutan Tanda Salib (hanya menyentuh 1-2 titik acuan atau urutan terbalik-balik meski dibimbing guru). (Acuan runtut: 1. dahi, 2. dada, 3. pundak kiri, 4. pundak kanan) | Mampu melakukan 3 titik urutan Tanda Salib secara tepat dengan bimbingan atau isyarat guru. | Mampu melakukan 4 titik urutan Tanda Salib secara lengkap dan runtut (dahi, dada, pundak kiri, pundak kanan) dengan sedikit keraguan. | Mampu melakukan 4 titik urutan Tanda Salib secara lengkap, tepat, runtut, dan mandiri tanpa ragu. | | Kesantunan Sikap Tubuh saat Membuat Tanda Salib | Melakukan gerakan Tanda Salib sambil bergerak-gerak tidak tenang, bercanda, atau terburu-buru. | Mulai menunjukkan sikap tenang dan berdiri tegak saat diingatkan guru. | Menunjukkan sikap santun (berdiri tegak, tenang, dan tangan terkatup rapi usai tanda salib) selama membuat Tanda Salib. | Konsisten menunjukkan sikap sangat santun, khidmat, tenang, dan tertib secara mandiri sepanjang membuat Tanda Salib. |
Refleksi Pertemuan:Guru:- Apakah seluruh murid sudah dapat membedakan pundak kiri dan pundak kanan saat membuat Tanda Salib?
- Bagaimana variasi metode tantangan 'Cermin Iman' membantu keterlibatan aktif dan kegembiraan belajar murid?
Murid:- Apakah aku sudah bisa membuat Tanda Salib sendiri dengan runtut dari dahi sampai pundak kanan?
- Bagaimana perasaanku saat membuat Tanda Salib dengan tenang dan santun kepada Tuhan Yesus?
Pertemuan 4 — Mengenal Doa Bapa Kami yang Diajarkan Tuhan Yesus — 3 JP (3 x 35 menit = 105 menit)Tujuan Pertemuan:- TP 1.5.2 Berdoa Bapa Kami sebagai ungkapan iman
Pendahuluan:- Guru membuka pelajaran dengan menyapa murid, mengajak membuat tanda salib, dan melantunkan doa pembuka bersama (5 menit).
- Guru melaksanakan asesmen awal diagnostik lisan dengan mengajukan 2 pertanyaan kesiapan: (1) 'Siapakah yang mengajari para murid berdoa?' (acuan: Tuhan Yesus); (2) 'Disebut apakah doa yang diajarkan oleh Tuhan Yesus itu?' (acuan: Doa Bapa Kami) untuk memetakan pengetahuan awal murid (10 menit).
Kegiatan Inti:Memahami (Berkesadaran, Bermakna):- Murid mendengarkan pembacaan kisah Kitab Suci dari Lukas 11:1-4 mengenai Tuhan Yesus yang mengajarkan doa Bapa Kami ketika diminta oleh salah seorang murid-Nya (15 menit).
- Murid menyimak penjelasan guru bahwa dalam doa Bapa Kami, kita menyapa Allah sebagai Bapa yang penuh kasih dan memohon rezeki serta pengampunan dosa (10 menit).
Mengaplikasi (Menggembirakan):- Murid mengikuti permainan menggembirakan 'Tirukan Gurumu': guru mengucapkan kalimat pembuka doa Bapa Kami ('Bapa kami yang ada di surga, dimuliakanlah nama-Mu') lalu murid menirukan secara bersama-sama dengan riang dan bersemangat (15 menit).
- Murid bersama-sama mendaraskan doa Bapa Kami kalimat per kalimat secara terbimbing dengan sikap doa katup tangan yang santun sebagai ungkapan iman (20 menit).
Merefleksi (Berkesadaran, Bermakna):- Murid bersama guru mengingat kembali kata kunci pembelajaran: 'Tuhan, ajarilah kami berdoa' (Lukas 11:1) dan merenungkan rasa syukur karena diajar berdoa oleh Tuhan Yesus (15 menit).
Penutup:- Guru bersama murid melakukan cek pemahaman akhir secara klasikal mengenai asal-usul doa Bapa Kami (acuan: diajarkan oleh Tuhan Yesus) dan sebutan kepada Allah dalam doa tersebut (acuan: Bapa) (10 menit).
- Pelajaran diakhiri dengan mendaraskan doa Bapa Kami secara bersama-sama dan membuat tanda salib penutup (5 menit).
Diferensiasi:- Konten: Menyediakan teks doa Bapa Kami berukuran besar disertai gambar peraga Yesus mengajar para murid berdoa untuk murid yang membutuhkan bantuan visual.
- Proses: Bagi murid yang belum lancar berdoa, guru membimbing pelafalan doa frasa demi frasa; bagi murid yang sudah lancar, diberikan kesempatan mendaraskan doa Bapa Kami secara mandiri.
- Produk: Pelafalan doa Bapa Kami dapat dilakukan secara bersama klasikal terbimbing (bagi yang sedang berkembang) atau mendaraskan 2 kalimat awal secara mandiri (bagi yang mahir).
Asesmen Pertemuan:Awal:- Diagnostik lisan individu/klasikal singkat: Guru menanyakan 2 pertanyaan: (1) 'Siapakah yang mengajari para murid berdoa?' (acuan: Tuhan Yesus); (2) 'Apa nama doa yang diajarkan oleh Tuhan Yesus kepada kita?' (acuan: Doa Bapa Kami).
Proses:- Pengamatan formatif saat murid mendaraskan doa Bapa Kami terbimbing: Mengamati ketepatan pelafalan kalimat pembuka 'Bapa kami yang ada di surga, dimuliakanlah nama-Mu' dan kesungguhan sikap berdoa katup tangan sebagai ungkapan iman.
Akhir Pertemuan:- Cek pemahaman di akhir sesi: Guru menanyakan 2 butir refleksi lisan: (1) 'Kepada siapa Yesus mengajari doa Bapa Kami?' (acuan: kepada para murid/rasul); (2) 'Dalam doa Bapa Kami, kita menyapa Allah sebagai siapa?' (acuan: Bapa).
Formatif:- Tanya jawab lisan diagnostik di awal pembelajaran tentang asal-usul doa Bapa Kami
- Observasi unjuk kerja pelafalan dan sikap berdoa Bapa Kami selama kegiatan inti
Rubrik Pertemuan:| Aspek | Belum Berkembang | Mulai | Berkembang | Sangat Berkembang |
|---|
| Berdoa Bapa Kami sebagai ungkapan iman | Belum mampu melafalkan kalimat doa Bapa Kami dan belum menunjukkan sikap berdoa katup tangan meski dibimbing penuh oleh guru. | Mampu melafalkan bagian awal doa Bapa Kami ('Bapa kami yang ada di surga') dengan bimbingan intensif guru dan mulai menunjukkan sikap berdoa katup tangan. | Mampu melafalkan doa Bapa Kami secara terbimbing bersama guru dan teman dengan runtut serta bersikap doa katup tangan yang santun. | Mampu melafalkan doa Bapa Kami secara mandiri dan fasih serta menunjukkan sikap doa katup tangan yang khidmat tanpa diingatkan. |
Refleksi Pertemuan:Guru:- Apakah kegiatan mendengarkan kisah Kitab Suci Lukas 11:1-4 berhasil membantu murid memahami bahwa doa Bapa Kami diajarkan langsung oleh Tuhan Yesus?
- Bagaimana keterlibatan murid dalam menirukan doa Bapa Kami dengan sikap doa yang santun?
Murid:- Apakah aku senang belajar doa Bapa Kami yang diajarkan Tuhan Yesus?
- Apakah aku sudah bisa bersikap santun (katup tangan) saat berdoa Bapa Kami?
Pertemuan 5 — Melafalkan Kalimat Doa Bapa Kami secara Terbimbing — 3 JP (3 x 35 menit = 105 menit)Tujuan Pertemuan:- TP 1.5.2 Berdoa Bapa Kami sebagai ungkapan iman
Pendahuluan:- Guru menyapa murid dan mengajak menyanyikan bersama lagu 'Bapa Kami' untuk membangkitkan suasana hati yang ceria (5 menit).
- Guru melakukan asesmen diagnostik awal dengan meminta murid melafalkan frasa pembuka doa Bapa Kami secara lisan (acuan lafal: 'Bapa kami yang ada di surga, dimuliakanlah nama-Mu') (10 menit).
Kegiatan Inti:Memahami (Berkesadaran):- Guru membacakan kalimat demi kalimat doa Bapa Kami secara perlahan, lalu murid menirukan lafal per baris secara terpandu. Teks doa terdiri dari 8 baris lengkap: (1) Bapa kami yang ada di surga, (2) Dimuliakanlah nama-Mu, (3) Datanglah kerajaan-Mu, (4) Jadilah kehendak-Mu di atas bumi seperti di dalam surga, (5) Berilah kami rezeki pada hari ini, (6) Dan ampunilah kesalahan kami seperti kami pun mengampuni yang bersalah kepada kami, (7) Dan janganlah masukkan kami ke dalam pencobaan, (8) Tetapi bebaskanlah kami dari yang jahat. Amin (20 menit).
Mengaplikasi (Menggembirakan, Bermakna):- Murid dibagi ke dalam kelompok kecil beranggotakan 3-4 orang untuk memainkan permainan 'Bisik Berantai Kalimat Doa': guru membisikkan satu baris doa Bapa Kami kepada murid pertama, lalu dibisikkan secara estafet hingga murid terakhir melafalkannya dengan lantang di depan kelas. Guru menggunakan 4 baris target bergantian: Baris A: 'Dimuliakanlah nama-Mu', Baris B: 'Datanglah kerajaan-Mu', Baris C: 'Berilah kami rezeki pada hari ini', Baris D: 'Tetapi bebaskanlah kami dari yang jahat. Amin' (acuan: kesesuaian lafal murid terakhir dengan baris target yang diberikan) (25 menit).
- Secara berpasangan, murid berlatih melafalkan doa Bapa Kami bait per bait secara bergantian: pasangan murid 1 melafalkan baris 1-4 dan pasangan murid 2 melafalkan baris 5-8, kemudian bergantian sebaliknya dengan saling menyimak ketepatan urutan kalimat doa (25 menit).
Merefleksi (Berkesadaran):- Seluruh murid bersama guru melafalkan seluruh 8 kalimat doa Bapa Kami secara serentak dan menyadari bahwa doa ini diucapkan kepada Allah sebagai Bapa yang penuh kasih (10 menit).
Penutup:- Guru memberikan umpan balik langsung terhadap kelengkapan pelafalan kalimat doa Bapa Kami yang telah dilatihkan hari ini (5 menit).
- Guru menutup pelajaran dengan mengajak seluruh murid melafalkan kembali doa Bapa Kami secara bersama-sama dengan khidmat (5 menit).
Diferensiasi:- Konten: Menyediakan kartu pengingat bergambar untuk tiap baris doa bagi murid yang masih tahap awal membaca.
- Proses: Bagi murid yang membutuhkan bimbingan lebih, guru menuntun pelafalan frasa per frasa pendek (2-3 kata); bagi murid yang sudah lancar, diberikan kesempatan memimpin pelafalan 2 bait doa di kelompoknya.
- Produk: Murid melafalkan doa Bapa Kami baik secara terbimbing per frasa maupun melafalkan kalimat utuh sesuai kesiapan belajarnya.
Asesmen Pertemuan:Awal:- Tes lisan diagnostik singkat di awal pelajaran: murid diminta melafalkan kalimat awal doa Bapa Kami. Kriteria kesiapan: mampu melafalkan minimal frasa pembuka secara tepat (acuan: 'Bapa kami yang ada di surga, dimuliakanlah nama-Mu').
Proses:- Pengamatan formatif pelafalan kalimat doa Bapa Kami selama latihan kelompok dan berpasangan. Target kalimat yang diamati: (1) 'Bapa kami yang ada di surga', (2) 'Dimuliakanlah nama-Mu', (3) 'Datanglah kerajaan-Mu', (4) 'Jadilah kehendak-Mu di atas bumi seperti di dalam surga', (5) 'Berilah kami rezeki pada hari ini', (6) 'Dan ampunilah kesalahan kami seperti kami pun mengampuni yang bersalah kepada kami', (7) 'Dan janganlah masukkan kami ke dalam pencobaan', (8) 'Tetapi bebaskanlah kami dari yang jahat. Amin'.
Akhir Pertemuan:- Cek pemahaman lisan penutup: perwakilan kelompok melafalkan secara runtut 8 kalimat doa Bapa Kami sesuai acuan teks doa tanpa melewatkan baris doa yang telah dipelajari.
Formatif:- Observasi unjuk kerja pelafalan kalimat doa Bapa Kami saat kegiatan bisik berantai dan latihan berpasangan.
Rubrik Pertemuan:| Aspek | Belum Berkembang | Mulai | Berkembang | Sangat Berkembang |
|---|
| Pelafalan Kalimat Doa Bapa Kami | Melafalkan kurang dari 4 kalimat doa Bapa Kami dari 8 kalimat acuan dengan bimbingan penuh guru. | Melafalkan 4 sampai 5 kalimat doa Bapa Kami dari 8 kalimat acuan secara terbimbing. | Melafalkan 6 sampai 7 kalimat doa Bapa Kami dari 8 kalimat acuan secara tepat dan runtut. | Melafalkan seluruh 8 kalimat doa Bapa Kami dari awal hingga akhir secara lengkap, tepat, dan mandiri. |
Refleksi Pertemuan:Guru:- Apakah metode estafet bisik kalimat efektif membantu murid kelas 1 mengingat lafal doa Bapa Kami secara runtut?
- Bagian kalimat doa Bapa Kami manakah yang paling membutuhkan pengulangan bimbingan pelafalan bagi murid?
Murid:- Bagian kalimat doa Bapa Kami mana yang sudah bisa aku ucapkan sendiri?
- Apakah aku merasa senang bisa berdoa Bapa Kami bersama teman-temanku?
Pertemuan 6 — Berdoa Bapa Kami dengan Sikap Hormat dan Khidmat — 3 JP (3 x 35 menit = 105 menit)Tujuan Pertemuan:- TP 1.5.2 Berdoa Bapa Kami sebagai ungkapan iman
Pendahuluan:- Guru menyapa murid dengan ramah dan memandu doa pembuka singkat serta tanda salib bersama (5 menit).
- Guru melakukan asesmen awal diagnostik dengan meminta 3 murid secara bergantian mempraktikkan sikap tubuh saat berdoa di depan kelas (tangan terkatup di depan dada, berdiri atau duduk tegak, kepala menunduk tenang) untuk melihat kesiapan sikap doa (acuan: sikap tubuh tenang, tangan terkatup rapat di depan dada, tidak bercanda) (5 menit).
- Guru menyampaikan tujuan pembelajaran hari ini, yaitu mempraktikkan doa Bapa Kami secara lengkap dengan sikap hormat dan khidmat sebagai ungkapan iman kepada Allah (5 menit).
Kegiatan Inti:Memahami (Berkesadaran, Bermakna):- Guru memberikan teladan sikap hormat dan khidmat dalam berdoa Bapa Kami: badan tegak, kedua tangan mengatup rapat di depan dada, kepala sedikit tertunduk, dan mata terpejam dengan tenang (10 menit).
- Guru melafalkan doa Bapa Kami secara perlahan dan runtut per baris: 'Bapa kami yang ada di surga, dimuliakanlah nama-Mu, datanglah kerajaan-Mu, jadilah kehendak-Mu di atas bumi seperti di dalam surga. Berilah kami rezeki pada hari ini dan ampunilah kesalahan kami, seperti kami pun mengampuni yang bersalah kepada kami. Dan janganlah masukkan kami ke dalam pencobaan, tetapi bebaskanlah kami dari yang jahat. Amin', lalu mengajak murid menyimak keserasian antara ketenangan hati, sikap tubuh, dan ucapan doa (10 menit).
Mengaplikasi (Menggembirakan, Bermakna):- Melalui aktivitas permainan menggembirakan 'Pohon Doa Khidmat', murid berdiri berpasangan; saat guru membunyikan loncing kecil sekali, satu murid menjadi pendoa yang mendaraskan doa Bapa Kami dengan sikap tangan terkatup dan khidmat, sedangkan pasangannya mengamati ketenangan sikap pendoa, lalu bergantian peran secara ceria dan tertib (15 menit).
- Guru membimbing seluruh murid berlatih mendaraskan doa Bapa Kami secara bersama-sama dalam satu lingkaran doa dengan memadukan sikap tubuh hormat (duduk hening, tangan terkatup di depan dada) dan pelafalan yang serempak serta tidak terburu-buru (15 menit).
- Setiap murid secara mandiri atau dalam kelompok kecil (3 orang) mendaraskan doa Bapa Kami secara lengkap dari awal hingga amin dengan menunjukkan sikap doa yang khidmat dan hormat sebagai ungkapan iman di hadapan guru (acuan lafal lengkap: Bapa kami yang ada di surga, dimuliakanlah nama-Mu, datanglah kerajaan-Mu, jadilah kehendak-Mu di atas bumi seperti di dalam surga. Berilah kami rezeki pada hari ini dan ampunilah kesalahan kami, seperti kami pun mengampuni yang bersalah kepada kami. Dan janganlah masukkan kami ke dalam pencobaan, tetapi bebaskanlah kami dari yang jahat. Amin; acuan sikap: tangan terkatup di dada, posisi tegak tenang, tidak menoleh ke kiri-kanan) (20 menit).
Merefleksi (Berkesadaran):- Guru mengajak murid duduk tenang dan merasakan suasana damai setelah berdoa Bapa Kami dengan sikap hormat dan khidmat (5 menit).
- Murid mengungkapkan perasaan mereka saat mendaraskan doa Bapa Kami secara sungguh-sungguh dan khidmat kepada Tuhan Yesus (5 menit).
Penutup:- Guru bersama murid membuat kesimpulan bersama bahwa berdoa Bapa Kami harus dilakukan dengan sikap hormat, tenang, dan khidmat karena kita sedang menyapa Allah Bapa yang penuh kasih (5 menit).
- Guru menutup pertemuan dengan memberikan apresiasi atas kesungguhan berdoa murid dan memimpin doa penutup serta membuat tanda salib penutup bersama (5 menit).
Diferensiasi:- Konten: Menyediakan teks doa Bapa Kami berukuran besar disertai gambar ilustrasi sikap doa tangan terkatup untuk memandu murid yang masih memerlukan bantuan visual.
- Proses: Murid yang memerlukan bimbingan didampingi guru melafalkan doa kalimat per kalimat sambil membetulkan sikap tangan, sedangkan murid yang sudah lancar melafalkan doa secara mandiri dengan mempertahankan sikap khidmat penuh dari awal sampai akhir.
- Produk: Semua murid menampilkan bukti belajar yang sama yaitu mendaraskan doa Bapa Kami dengan sikap hormat dan khidmat, baik dipraktikkan secara mandiri maupun bersama kelompok kecil.
Asesmen Pertemuan:Awal:- Uji kesiapan sikap doa: Guru meminta 3 murid memperagakan sikap tubuh saat berdoa Katolik di depan kelas. Kriteria kesiapan: tubuh tegak, kedua tangan terkatup rapat di depan dada, kepala tertunduk tenang tanpa bercanda (acuan: sikap tubuh tertib dan tangan terkatup di dada).
Proses:- Pengamatan langsung saat murid mendaraskan doa Bapa Kami berpasangan pada permainan 'Pohon Doa Khidmat' dan saat pendarasan mandiri/kelompok kecil. Kriteria yang diamati: (1) kelengkapan lafal doa Bapa Kami (acuan: 8 klausa doa Bapa Kami dari 'Bapa kami yang ada di surga' sampai 'Amin'), (2) konsistensi sikap hormat dan khidmat (posisi tubuh tenang, tangan terkatup di dada sepanjang doa).
Akhir Pertemuan:- Cek penguasaan unjuk kerja di akhir kegiatan inti: Pendarasan doa Bapa Kami lengkap (Bapa kami yang ada di surga, dimuliakanlah nama-Mu, datanglah kerajaan-Mu, jadilah kehendak-Mu di atas bumi seperti di dalam surga. Berilah kami rezeki pada hari ini dan ampunilah kesalahan kami, seperti kami pun mengampuni yang bersalah kepada kami. Dan janganlah masukkan kami ke dalam pencobaan, tetapi bebaskanlah kami dari yang jahat. Amin) yang dibawakan dengan sikap hormat (tangan terkatup di depan dada dan sikap tubuh tenang tidak tergesa-gesa).
Formatif:- Observasi unjuk kerja pelafalan doa Bapa Kami dengan sikap hormat dan khidmat (tangan terkatup, posisi tegak/tenang, lafal doa lengkap dari awal sampai akhir)
Rubrik Pertemuan:| Aspek | Belum Berkembang | Mulai | Berkembang | Sangat Berkembang |
|---|
| Pelafalan Doa Bapa Kami | Mampu melafalkan kurang dari 4 kalimat doa Bapa Kami dan masih membutuhkan bimbingan penuh guru. | Mampu melafalkan 4 sampai 6 kalimat doa Bapa Kami secara runtut dengan sesekali diingatkan guru. | Mampu melafalkan seluruh kalimat doa Bapa Kami secara lengkap dan runtut dari awal hingga amin secara mandiri. | Mampu melafalkan seluruh kalimat doa Bapa Kami secara lengkap, runtut, lancar tanpa keraguan sedikit pun secara mandiri. | | Sikap Hormat dan Khidmat saat Berdoa | Belum mempertahankan sikap hormat (tangan belum terkatup rapat, sering bergerak atau berbicara di luar doa). | Menunjukkan sikap hormat dengan tangan terkatup di depan dada tetapi masih sesekali menoleh ke teman atau belum tenang. | Menunjukkan sikap hormat dan khidmat secara konsisten dengan tangan terkatup di depan dada dan tubuh tenang sepanjang mendaraskan doa. | Menunjukkan sikap hormat dan khidmat secara konsisten, penuh ketenangan batin, tangan terkatup sempurna di depan dada tanpa terdistraksi lingkungan sekitar sepanjang mendaraskan doa. |
Refleksi Pertemuan:Guru:- Apakah langkah permodelan dan pembiasaan hening mampu membantu murid kelas 1 berdoa Bapa Kami dengan tenang dan hormat?
- Bagian mana dari aktivitas pembelajaran yang paling efektif menumbuhkan sikap khidmat murid saat berdoa?
Murid:- Bagaimana perasaanmu ketika berdoa Bapa Kami dengan melipat tangan dan memejamkan mata secara tenang?
- Apakah kamu bisa berdoa Bapa Kami dengan tertib di rumah setiap hari?
Pertemuan 7 — Mengenal Doa Salam Maria untuk Menghormati Bunda Yesus — 3 JP (3 x 35 menit = 105 menit)Tujuan Pertemuan:- TP 1.5.3 Berdoa Salam Maria sebagai ungkapan iman
Pendahuluan:- Guru menyapa murid dengan ramah, mengajak membuat tanda salib bersama, dan menyanyikan lagu 'Salam Maria' (Madah Bakti no. 542) dengan riang (5 menit).
- Guru menyampaikan tujuan pembelajaran pertemuan ini, yaitu mengenal dan membiasakan berdoa Salam Maria sebagai doa untuk menghormati Bunda Yesus (5 menit).
- Guru melakukan asesmen awal lisan dengan memperlihatkan gambar Bunda Maria menggendong bayi Yesus, lalu mengajukan 2 pertanyaan kesiapan: (1) 'Siapa tokoh ibu yang menggendong Yesus pada gambar ini?' (acuan: Bunda Maria / Ibu Yesus); (2) 'Siapakah doa khusus dalam Gereja Katolik yang kita tujukan untuk menyapa Bunda Maria?' (acuan: Doa Salam Maria) (5 menit).
Kegiatan Inti:Memahami (Bermakna):- Murid mendengarkan cerita guru berdasarkan Injil Lukas 1:26-38 tentang Malaikat Gabriel yang menyampaikan salam dari Allah kepada Maria: 'Salam, hai engkau yang dikaruniai, Tuhan menyertai engkau' (15 menit).
- Guru memperkenalkan teks doa Salam Maria bait pertama dan kedua di papan tulis, lalu menjelaskan bahwa doa Salam Maria dipakai umat beriman untuk menghormati Bunda Maria dan memohon pertolongan doanya kepada Allah (10 menit).
Mengaplikasi (Menggembirakan, Berkesadaran):- Guru memodelkan doa Salam Maria baris demi baris, kemudian murid menirukan lafal doa Salam Maria secara bersama-sama: 'Salam Maria, penuh rahmat, Tuhan sertamu; terpujilah engkau di antara wanita, dan terpujilah buah tubuhmu, Yesus. Santa Maria, bunda Allah, doakanlah kami yang berdosa ini sekarang dan waktu kami mati. Amin' (15 menit).
- Permainan Tebak Baris Doa Ceria: Guru membagikan 3 kartu potongan doa Salam Maria yang bertuliskan: Kartu A ('Salam Maria, penuh rahmat, Tuhan sertamu'), Kartu B ('terpujilah engkau di antara wanita, dan terpujilah buah tubuhmu, Yesus'), dan Kartu C ('Santa Maria, bunda Allah, doakanlah kami yang berdosa ini sekarang dan waktu kami mati. Amin'). Secara berpasangan murid menyusun ketiga kartu tersebut secara urut, lalu bersama pasangannya mendoakan bunyi kalimat pada kartu yang tersusun dengan suara lantang dan gembira (acuan urutan benar: Kartu A -> Kartu B -> Kartu C) (15 menit).
- Murid dalam kelompok kecil (3-4 anak) secara bergantian mempraktikkan doa Salam Maria bersama dengan sikap berdoa yang khidmat (tangan terkatup di dada) (15 menit).
Merefleksi (Berkesadaran):- Guru mengajak murid duduk hening sejenak dengan tangan terkatup, meresapi rasa syukur karena memiliki Bunda Maria yang selalu mendoakan anak-anaknya kepada Tuhan Yesus (10 menit).
Penutup:- Guru bersama murid menyimpulkan bahwa doa Salam Maria adalah doa indah untuk menghormati Bunda Yesus yang penuh kasih dan taat kepada Allah (5 menit).
- Guru memberikan penguatan serta menutup pertemuan dengan mengajak seluruh kelas berdiri dan berdoa Salam Maria bersama-sama secara santun dan khidmat (5 menit).
Diferensiasi:- Konten: Menyediakan teks doa Salam Maria yang dilengkapi gambar ilustrasi Malaikat Gabriel dan Bunda Maria untuk membantu murid yang membutuhkan dukungan visual.
- Proses: Bagi murid yang belum lancar melafalkan doa, guru memberikan bimbingan pengulangan per frasa pendek. Bagi murid yang sudah lancar, diberikan kesempatan memimpin doa Salam Maria di kelompoknya.
- Produk: Semua murid melafalkan doa Salam Maria; murid yang masih terbimbing diperbolehkan mengulang frasa setelah guru/kartu panduan, sedangkan murid mahir melafalkannya secara utuh.
Asesmen Pertemuan:Awal:- Guru menanyakan secara lisan dengan bantuan gambar Bunda Maria: (1) 'Siapakah ibu yang melahirkan Tuhan Yesus?' (acuan jawaban: Bunda Maria); (2) 'Sebutkan nama doa yang kita pakai untuk menyapa Bunda Maria!' (acuan jawaban: Doa Salam Maria).
Proses:- Pengamatan saat permainan kartu bait doa berpasangan: memastikan ketepatan urutan 3 potongan doa Salam Maria (Kartu A: 'Salam Maria, penuh rahmat, Tuhan sertamu' -> Kartu B: 'terpujilah engkau di antara wanita, dan terpujilah buah tubuhmu, Yesus' -> Kartu C: 'Santa Maria, bunda Allah, doakanlah kami yang berdosa ini sekarang dan waktu kami mati. Amin') dan kesungguhan murid berdoa bersama.
Akhir Pertemuan:- Cek pemahaman lisan: Murid bersama kelompoknya mendoakan doa Salam Maria lengkap (acuan teks: 'Salam Maria, penuh rahmat, Tuhan sertamu; terpujilah engkau di antara wanita, dan terpujilah buah tubuhmu, Yesus. Santa Maria, bunda Allah, doakanlah kami yang berdosa ini sekarang dan waktu kami mati. Amin') dinilai berdasarkan keutuhan lafal doa yang terucap.
Formatif:- Tanya jawab diagnostik awal tentang figur Bunda Maria dan doa Salam Maria
- Observasi unjuk kerja pelafalan doa Salam Maria dan penyusunan kartu doa berpasangan
- Cek pemahaman individu melafalkan doa Salam Maria di akhir sesi
Rubrik Pertemuan:| Aspek | Belum Berkembang | Mulai | Berkembang | Sangat Berkembang |
|---|
| Melafalkan Doa Salam Maria sebagai Ungkapan Iman | Belum dapat melafalkan teks doa Salam Maria meskipun telah dituntun kata demi kata oleh guru. | Dapat melafalkan sebagian teks doa Salam Maria (hanya bait awal: 'Salam Maria, penuh rahmat, Tuhan sertamu') dengan bimbingan penuh guru. | Dapat melafalkan seluruh teks doa Salam Maria secara lengkap dan runtut dengan sesekali melihat panduan atau sedikit arahan guru. | Dapat melafalkan seluruh teks doa Salam Maria secara lengkap, runtut, lancar, dan mandiri tanpa bantuan panduan teks. |
Refleksi Pertemuan:Guru:- Apakah penggunaan lagu dan media kartu potongan doa mempermudah murid kelas 1 dalam mengenal bait doa Salam Maria?
- Bagaimana keterlibatan murid yang pemalu saat diajak berdoa Salam Maria dalam kelompok kecil?
Murid:- Bagaimana perasaanmu setelah belajar berdoa Salam Maria untuk menghormati Bunda Yesus hari ini?
- Bagian mana dari doa Salam Maria yang paling kamu sukai?
Pertemuan 8 — Melafalkan dan Berdoa Salam Maria dengan Sikap Santun — 3 JP (3 x 35 menit = 105 menit)Tujuan Pertemuan:- TP 1.5.3 Berdoa Salam Maria sebagai ungkapan iman
Pendahuluan:- Guru menyapa murid, mengajak membuat tanda salib pembuka, lalu bersama menyanyikan lagu 'Salam Maria' (Madah Bakti no. 542) untuk mengondisikan suasana khidmat dan gembira (5 menit).
- Guru melakukan asesmen awal diagnostik lisan mengenai kesiapan melafalkan doa Salam Maria: meminta murid melengkapi 2 penggalan kalimat doa: (1) 'Salam Maria, penuh rahmat, Tuhan ...' (acuan: 'sertamu'); (2) 'Santa Maria, Bunda Allah, doakanlah kami yang berdosa ini sekarang dan waktu kami ...' (acuan: 'mati. Amin') (5 menit).
- Guru menyampaikan tujuan pembelajaran hari ini, yaitu melafalkan doa Salam Maria secara runtut dan utuh serta mendoakannya dengan sikap santun (tangan terkatup di dada, posisi tegak dan tenang) sebagai ungkapan iman (5 menit).
Kegiatan Inti:Memahami (Berkesadaran, Bermakna):- Guru memperagakan sikap santun berdoa (berdiri tegak atau duduk hening, kedua tangan mengatup rapat di depan dada, pandangan tenang tertuju ke gambar Bunda Maria) serta membimbing murid menirukan posisi tersebut dengan penuh kesadaran (10 menit).
- Guru melafalkan 6 baris teks doa Salam Maria secara bertahap baris demi baris, lalu murid menirukan pelafalan kata demi kata dengan jelas: (1) 'Salam Maria, penuh rahmat, Tuhan sertamu', (2) 'terpujilah engkau di antara wanita', (3) 'dan terpujilah buah tubuhmu, Yesus', (4) 'Santa Maria, Bunda Allah', (5) 'doakanlah kami yang berdosa ini', (6) 'sekarang dan waktu kami mati. Amin' (15 menit).
Mengaplikasi (Menggembirakan, Berkesadaran):- Murid memainkan permainan gembira 'Rantai Berkat Salam Maria': murid dibagi berpasangan, lalu bergantian melafalkan bait secara bersambung (Murid A melafalkan baris 1-3, Murid B menyambung baris 4-6) dengan sikap tangan terkatup santun di dada (15 menit).
- Secara bergantian atau dalam kelompok kecil (3-4 anak), murid mempraktikkan berdoa Salam Maria secara utuh (baris 1 sampai 6) di depan gambar Bunda Maria dengan sikap santun tanpa tergesa-gesa sementara guru mengamati ketercapaian lafal dan sikap (20 menit).
Merefleksi (Bermakna, Berkesadaran):- Guru mengajak murid duduk tenang dan merenungkan pengalaman batin saat berdoa: murid diajak menyadari rasa damai dan hormat saat menyapa Bunda Maria dengan melafalkan doa secara perlahan dan santun (10 menit).
- Guru memberikan penguatan apresiatif terhadap kesungguhan murid dalam merapatkan tangan dan melafalkan doa Salam Maria dengan sikap hormat sebagai wujud ungkapan iman (5 menit).
Penutup:- Guru bersama murid menyimpulkan kembali urutan 6 kalimat doa Salam Maria dan sikap berdoa yang santun (5 menit).
- Guru melakukan asesmen akhir berupa pengecekan singkat bersama: seluruh kelas melafalkan doa Salam Maria satu kali secara serempak dan tertib dengan sikap tangan terkatup di dada (acuan: kelengkapan 6 baris doa dan ketenangan sikap tubuh) (5 menit).
- Pelajaran diakhiri dengan doa penutup dan membuat tanda salib penutup bersama-sama (5 menit).
Diferensiasi:- Konten: Menyediakan teks doa Salam Maria berukuran besar dengan penanda warna berbeda untuk tiap baris kalimat serta ikon visual tangan terkatup bagi murid yang membutuhkan panduan visual.
- Proses: Murid yang masih terbata-bata diberi bimbingan pengulangan per frasa pendek oleh guru (scaffolding), sedangkan murid yang sudah lancar diajak langsung melafalkan doa secara utuh mandiri.
- Produk: Murid yang belum percaya diri melafalkan mandiri diperkenankan berdoa bersama pasangan belajarnya, sedangkan murid yang sudah lancar melafalkan doa secara mandiri di hadapan kelompok/kelas.
Asesmen Pertemuan:Awal:- Tanya jawab diagnostik melengkapi 2 penggalan kalimat doa Salam Maria secara lisan: (1) 'Salam Maria, penuh rahmat, Tuhan ...' (acuan kunci: 'sertamu'); (2) 'Santa Maria, Bunda Allah, doakanlah kami yang berdosa ini sekarang dan waktu kami ...' (acuan kunci: 'mati. Amin').
Proses:- Pengamatan performa saat aktivitas inti: memeriksa kelengkapan pelafalan 6 baris teks doa Salam Maria ((1) Salam Maria penuh rahmat Tuhan sertamu, (2) terpujilah engkau di antara wanita, (3) dan terpujilah buah tubuhmu Yesus, (4) Santa Maria Bunda Allah, (5) doakanlah kami yang berdosa ini, (6) sekarang dan waktu kami mati. Amin) serta ketenangan sikap santun (tangan terkatup di depan dada).
Akhir Pertemuan:- Cek pemahaman bersama di akhir sesi: pelafalan serempak doa Salam Maria (acuan: kelengkapan 6 baris kalimat doa terucap benar tanpa terlewat) disertai peragaan sikap santun (acuan: tangan terkatup di dada, posisi duduk/berdiri tenang dan khidmat).
Formatif:- Observasi unjuk kerja pelafalan doa Salam Maria (kelengkapan 6 baris kalimat doa)
- Lembar observasi sikap santun saat berdoa (posisi tubuh tenang dan kedua tangan terkatup di depan dada)
Rubrik Pertemuan:| Aspek | Belum Berkembang | Mulai | Berkembang | Sangat Berkembang |
|---|
| Pelafalan Doa Salam Maria | Melafalkan kurang dari 3 baris kalimat doa Salam Maria dan masih memerlukan bimbingan penuh dari guru. | Melafalkan 3 sampai 4 baris kalimat doa Salam Maria dengan benar secara terbimbing. | Melafalkan 5 sampai 6 baris kalimat doa Salam Maria secara lengkap dan runtut dengan sedikit bantuan guru. | Melafalkan seluruh 6 baris kalimat doa Salam Maria secara lengkap, runtut, dan lancar secara mandiri tanpa bantuan. | | Sikap Santun Berdoa | Belum menunjukkan sikap santun saat berdoa (posisi tangan belum terkatup dan masih banyak bergerak/bermain-main). | Mengatupkan tangan tetapi posisi tubuh belum tenang selama berdoa (masih menoleh atau gelisah). | Mengatupkan tangan di depan dada dan bersikap tenang hampir di sepanjang waktu berdoa. | Konsisten menunjukkan sikap santun sempurna (tangan terkatup rapi di dada, tubuh tenang, dan khidmat) dari awal hingga akhir doa. |
Refleksi Pertemuan:Guru:- Apakah strategi pemodelan baris per baris dan permainan 'Rantai Berkat' efektif membantu murid kelas 1 menghafal dan melafalkan doa Salam Maria?
- Bagaimana keterlibatan murid dalam membiasakan sikap tubuh santun saat berdoa secara sadar dan khidmat?
Murid:- Bagian doa Salam Maria mana yang paling kamu sukai saat diucapkan?
- Apakah kamu merasa tenang dan damai ketika melipat tangan dan berdoa kepada Bunda Maria?
Pertemuan 9 — Mengenal Doa Kemuliaan kepada Tritunggal Mahakudus — 3 JP (3 x 35 menit = 105 menit)Tujuan Pertemuan:- TP 1.5.4 Berdoa Kemuliaan sebagai ungkapan iman
Pendahuluan:- Guru menyapa murid dengan ramah, mengajak membuat tanda salib pembuka, dan mengecek kehadiran murid (5 menit).
- Guru melaksanakan asesmen awal lisan dengan menanyakan 2 pertanyaan diagnostik: (1) 'Kepada siapa kita memuji dalam doa Kemuliaan?' (acuan: Allah Bapa, Putra, dan Roh Kudus) dan (2) 'Sebutkan kata pertama dalam doa Kemuliaan!' (acuan: 'Kemuliaan') (5 menit).
- Guru menyampaikan tujuan pembelajaran hari ini, yaitu mengenal Doa Kemuliaan kepada Tritunggal Mahakudus sebagai ungkapan iman (5 menit).
Kegiatan Inti:Memahami (Bermakna):- Guru memperdengarkan dan mengajak murid menyanyikan lagu 'Kami Memuji' (Ayo Puji Tuhan no. 74) dengan gembira untuk merasakan suasana memuliakan Allah Bapa, Putra, dan Roh Kudus (10 menit).
- Guru menampilkan teks Doa Kemuliaan berukuran besar di papan tulis: 'Kemuliaan kepada Bapa dan Putra dan Roh Kudus, seperti pada permulaan, sekarang, selalu, dan sepanjang segala abad. Amin.' lalu membacakan setiap baris secara perlahan (10 menit).
- Guru menjelaskan secara sederhana bahwa doa Kemuliaan ditujukan kepada Allah Tritunggal Mahakudus (Bapa, Putra, dan Roh Kudus) yang Mahamulia, Mahabaik, dan Mahakasih (10 menit).
Mengaplikasi (Menggembirakan):- Guru memodelkan pelafalan doa Kemuliaan baris demi baris, kemudian murid menirukan bersama-sama secara berulang dengan sikap tangan mengatup di dada (5 menit).
- Guru mengadakan permainan menggembirakan 'Gema Kemuliaan': kelas dibagi menjadi 2 kelompok (Kelompok Bapa dan Kelompok Putra); Kelompok Bapa melafalkan baris pertama: 'Kemuliaan kepada Bapa dan Putra dan Roh Kudus', lalu disahut Kelompok Putra melafalkan baris kedua: 'seperti pada permulaan, sekarang, selalu, dan sepanjang segala abad. Amin.', kemudian bertukar peran (15 menit).
- Murid secara berpasangan bergantian melafalkan doa Kemuliaan lengkap dengan bimbingan guru yang berkeliling memantau ketepatan kata (15 menit).
Merefleksi (Berkesadaran):- Guru membimbing murid duduk tenang dan hening untuk menyadari bahwa Allah Bapa, Putra, dan Roh Kudus selalu menyertai dan mengasihi mereka setiap hari (10 menit).
- Murid bersama-sama mendaraskan doa Kemuliaan secara utuh satu kali dengan tenang dan penuh rasa hormat sebagai ungkapan iman kepada Allah Tritunggal (5 menit).
Penutup:- Guru bersama murid menyimpulkan bahwa doa Kemuliaan adalah doa pujian kepada Allah Tritunggal Mahakudus: Bapa, Putra, dan Roh Kudus (5 menit).
- Guru memberikan penguatan untuk membiasakan mendaraskan doa Kemuliaan dan menutup pertemuan dengan doa penutup dan tanda salib (5 menit).
Diferensiasi:- Konten: Menyediakan teks doa Kemuliaan dengan huruf besar dan warna berbeda untuk tiap baris kalimat (baris 1 warna biru untuk Bapa, Putra, Roh Kudus; baris 2 warna hijau untuk permulaan sampai segala abad).
- Proses: Murid yang belum lancar melafalkan dibimbing baris demi baris secara perlahan dengan pengulangan kata kunci; murid yang cepat menghafal diajak mendaraskan doa secara mandiri tanpa melihat teks.
- Produk: Pelafalan doa Kemuliaan dapat dilakukan secara bersama terbimbing bagi yang sedang berkembang atau mandiri bagi yang sudah lancar.
Asesmen Pertemuan:Awal:- Tanya jawab diagnostik lisan: (1) 'Kepada siapa kita memuji dalam doa Kemuliaan?' (acuan jawaban: Allah Bapa, Putra, dan Roh Kudus); (2) 'Sebutkan kata pertama dalam doa Kemuliaan!' (acuan jawaban: 'Kemuliaan').
Proses:- Pengamatan keterlibatan dan ketepatan melafalkan kalimat doa Kemuliaan pada kegiatan 'Gema Kemuliaan' dan latihan berpasangan (acuan teks: 'Kemuliaan kepada Bapa dan Putra dan Roh Kudus, seperti pada permulaan, sekarang, selalu, dan sepanjang segala abad. Amin.').
Akhir Pertemuan:- Cek pemahaman lisan di akhir sesi: murid menyebutkan Tiga Pribadi Ilahi dalam doa Kemuliaan (acuan jawaban: Bapa, Putra, dan Roh Kudus) dan melafalkan kalimat pembuka doa Kemuliaan (acuan jawaban: 'Kemuliaan kepada Bapa dan Putra dan Roh Kudus').
Formatif:- Observasi unjuk kerja pelafalan doa Kemuliaan saat latihan terbimbing dan berpasangan
Rubrik Pertemuan:| Aspek | Belum Berkembang | Mulai | Berkembang | Sangat Berkembang |
|---|
| Melafalkan Doa Kemuliaan | Belum mampu melafalkan kalimat doa Kemuliaan meskipun telah dibimbing penuh oleh guru. | Mampu melafalkan doa Kemuliaan baris pertama ('Kemuliaan kepada Bapa dan Putra dan Roh Kudus') dengan bimbingan guru. | Mampu melafalkan doa Kemuliaan secara utuh ('Kemuliaan kepada Bapa dan Putra dan Roh Kudus, seperti pada permulaan, sekarang, selalu, dan sepanjang segala abad. Amin.') dengan sedikit arahan guru. | Mampu melafalkan seluruh doa Kemuliaan secara lengkap, runtut, dan lancar secara mandiri tanpa bantuan teks maupun arahan guru. |
Refleksi Pertemuan:Guru:- Apakah metode permainan Gema Kemuliaan efektif membantu murid kelas 1 menghafal dan melafalkan doa Kemuliaan?
- Bagian kalimat mana dari doa Kemuliaan yang paling banyak memerlukan pengulangan bimbingan bagi murid?
Murid:- Bagian mana dari doa Kemuliaan yang sudah bisa kuucapkan sendiri?
- Bagaimana perasaanku saat memuji Bapa, Putra, dan Roh Kudus lewat doa dan lagu tadi?
Pertemuan 10 — Melafalkan dan Berdoa Kemuliaan sebagai Ungkapan Iman — 2 JP (2 x 35 menit = 70 menit)Tujuan Pertemuan:- TP 1.5.4 Berdoa Kemuliaan sebagai ungkapan iman
Pendahuluan:- Guru menyapa murid dan mengajak mengawali pertemuan dengan tanda salib secara singkat (3 menit).
- Guru melakukan asesmen awal diagnostik lisan mengenai pelafalan doa Kemuliaan dengan meminta seluruh kelas menyambung baris doa: 'Kemuliaan kepada Bapa dan Putra dan...' (acuan sambungan: 'Roh Kudus, seperti pada permulaan, sekarang, selalu, dan sepanjang segala abad. Amin') untuk memetakan kesiapan pelafalan murid (7 menit).
Kegiatan Inti:Memahami (Berkesadaran):- Murid menyimak guru melafalkan 2 bagian teks doa Kemuliaan secara utuh: Bagian 1: 'Kemuliaan kepada Bapa dan Putra dan Roh Kudus'; Bagian 2: 'seperti pada permulaan, sekarang, selalu, dan sepanjang segala abad. Amin' (acuan teks: teks resmi doa Kemuliaan Gereja Katolik) (10 menit).
Mengaplikasi (Menggembirakan):- Murid memainkan permainan gembira 'Estafet Kata Suci Doa Kemuliaan': baris meja bergantian melafalkan satu per satu frasa doa Kemuliaan secara berantai dari frasa 1 ('Kemuliaan kepada Bapa'), frasa 2 ('dan Putra'), frasa 3 ('dan Roh Kudus'), frasa 4 ('seperti pada permulaan'), frasa 5 ('sekarang, selalu'), hingga frasa 6 ('dan sepanjang segala abad. Amin') (15 menit).
- Murid secara berpasangan saling melafalkan dan mendaraskan doa Kemuliaan secara utuh dari awal hingga selesai sebagai ungkapan iman (acuan: 'Kemuliaan kepada Bapa dan Putra dan Roh Kudus, seperti pada permulaan, sekarang, selalu, dan sepanjang segala abad. Amin') (15 menit).
Merefleksi (Bermakna, Berkesadaran):- Murid bersama bimbingan guru merenungkan makna mendaraskan doa Kemuliaan dengan penuh kesadaran dan keheningan hati sebagai ungkapan iman kepada Tritunggal Mahakudus (10 menit).
Penutup:- Guru memberikan umpan balik dan penguatan atas kelancaran pelafalan doa Kemuliaan yang telah dilatih bersama (5 menit).
- Murid bersama guru berdoa mendaraskan doa Kemuliaan bersama-sama secara khidmat untuk mengakhiri pertemuan pembelajaran ini (5 menit).
Diferensiasi:- Konten: Murid yang membutuhkan bimbingan diberikan teks doa Kemuliaan dengan panduan pemenggalan 2 baris kalimat, sedangkan murid yang sudah lancar melafalkan langsung tanpa kartu teks panduan.
- Proses: Murid yang masih terbata-bata mendapatkan bimbingan pengulangan kata per kata dari guru, sedangkan murid yang mahir melafalkan seluruh doa secara mandiri.
- Produk: Semua murid mencapai bukti kompetensi melafalkan doa Kemuliaan, dibedakan berdasarkan tingkat kemandirian mendaraskan (dengan tuntunan guru atau mandiri penuh).
Asesmen Pertemuan:Awal:- Tanya jawab lisan diagnostik di awal pembelajaran: meminta murid melanjutkan penggalan doa Kemuliaan: 'Kemuliaan kepada Bapa dan Putra dan ...' (acuan jawaban benar: 'Roh Kudus, seperti pada permulaan, sekarang, selalu, dan sepanjang segala abad. Amin') untuk mengecek pengenalan teks doa.
Proses:- Pengamatan langsung saat murid melafalkan doa Kemuliaan secara berpasangan. Target pelafalan memuat lengkap 2 bagian: (1) 'Kemuliaan kepada Bapa dan Putra dan Roh Kudus', (2) 'seperti pada permulaan, sekarang, selalu, dan sepanjang segala abad. Amin'.
Akhir Pertemuan:- Cek pelafalan bersama di akhir sesi: seluruh murid mendaraskan doa Kemuliaan secara utuh dari awal sampai 'Amin' (acuan: 'Kemuliaan kepada Bapa dan Putra dan Roh Kudus, seperti pada permulaan, sekarang, selalu, dan sepanjang segala abad. Amin').
Formatif:- Observasi unjuk kerja pelafalan doa Kemuliaan pada saat permainan estafet kata dan latihan berpasangan
Rubrik Pertemuan:| Aspek | Belum Berkembang | Mulai | Berkembang | Sangat Berkembang |
|---|
| Kelengkapan dan Kemandirian Melafalkan Doa Kemuliaan | Belum mampu melafalkan doa Kemuliaan secara berurutan meskipun dibimbing kata demi kata oleh guru (acuan: teks doa Kemuliaan). | Mampu melafalkan sebagian doa Kemuliaan (hanya bagian awal: 'Kemuliaan kepada Bapa dan Putra dan Roh Kudus') dengan bantuan bimbingan guru. | Mampu melafalkan seluruh doa Kemuliaan secara lengkap (bagian 1 dan 2 hingga selesai) dengan sedikit bimbingan guru. | Mampu melafalkan dan mendaraskan seluruh doa Kemuliaan secara lengkap, runtut, lancar, dan mandiri tanpa bantuan guru. |
Refleksi Pertemuan:Guru:- Apakah metode permainan estafet kata membantu murid kelas 1 menghafal dan melafalkan doa Kemuliaan dengan gembira?
- Bagian doa Kemuliaan mana yang masih sering terlupa oleh murid saat didaraskan?
Murid:- Apakah aku sudah bisa melafalkan doa Kemuliaan dengan lancar?
- Bagian doa Kemuliaan mana yang paling aku sukai saat didoakan?
Pertemuan 11 — Asesmen Sumatif Bab — 3 JP (3 x 35 menit = 105 menit)Tujuan Pertemuan:- TP 1.5.1 Membuat tanda salib sebagai ungkapan iman
- TP 1.5.2 Berdoa Bapa Kami sebagai ungkapan iman
- TP 1.5.3 Berdoa Salam Maria sebagai ungkapan iman
- TP 1.5.4 Berdoa Kemuliaan sebagai ungkapan iman
Pendahuluan:- Guru membuka pertemuan dengan salam, menyapa murid, dan mengajak berdoa pembuka singkat bersama (2 menit).
- Guru menjelaskan tujuan asesmen sumatif bab 5, yaitu menunjukkan kemampuan membuat tanda salib serta melafalkan doa Bapa Kami, Salam Maria, dan doa Kemuliaan secara bergiliran dengan sikap doa yang khidmat (3 menit).
- Guru menyampaikan alur pelaksanaan asesmen: setiap murid akan dipanggil secara bergiliran ke meja guru, sementara murid lain yang menunggu giliran duduk tenang mewarnai lembar gambar anak sedang berdoa katolik di mejanya masing-masing (2 menit).
Kegiatan Inti:Memahami (Berkesadaran):- Guru membagikan lembar aktivitas mewarnai gambar anak berdoa kepada seluruh murid dan menjelaskan petunjuk teknis rotasi unjuk kerja secara tertib (2 menit).
Mengaplikasi (Bermakna):- Pelaksanaan Tugas 1: Sebanyak 28 murid secara individual bergantian maju ke meja guru dinilai selama 1,5 menit per murid (total 42 menit). Setiap murid memperagakan tanda salib (acuan urutan: 1. Tangan kanan menyentuh dahi - 'Dalam nama Bapa'; 2. Menyentuh dada - 'dan Putra'; 3. Menyentuh bahu kiri - 'dan Roh'; 4. Menyentuh bahu kanan - 'Kudus'; 5. Merapatkan tangan di dada - 'Amin') dan melafalkan doa Kemuliaan (acuan teks: 'Kemuliaan kepada Bapa dan Putra dan Roh Kudus, seperti pada permulaan, sekarang, selalu, dan sepanjang segala abad. Amin') dengan sikap doa yang khidmat (42 menit).
- Pelaksanaan Tugas 2: Sebanyak 28 murid secara individual bergantian maju ke meja guru dinilai selama 2 menit per murid (total 56 menit). Setiap murid melafalkan doa Bapa Kami (acuan teks: 'Bapa kami yang ada di surga, dimuliakanlah nama-Mu, datanglah kerajaan-Mu, jadilah kehendak-Mu di atas bumi seperti di dalam surga. Berilah kami rezeki pada hari ini dan ampunilah kesalahan kami, seperti kami pun mengampuni yang bersalah kepada kami; dan janganlah masukkan kami ke dalam pencobaan, tetapi bebaskanlah kami dari yang jahat. Amin') dan doa Salam Maria (acuan teks: 'Salam Maria, penuh rahmat, Tuhan sertamu; terpujilah engkau di antara wanita, dan terpujilah buah tubuhmu, Yesus. Santa Maria, bunda Allah, doakanlah kami yang berdosa ini sekarang dan waktu kami mati. Amin') dengan sikap doa yang hormat dan santun (47 menit).
Merefleksi (Berkesadaran):- Guru mengumpulkan lembar aktivitas mewarnai dan mengajak seluruh murid menyadari perasaan mereka setelah dapat mempraktikkan doa-doa Gereja Katolik secara mandiri (2 menit).
Penutup:- Guru memberikan apresiasi kepada seluruh murid atas ketertiban, kesungguhan, dan kekhidmatan selama mengikuti penilaian unjuk kerja doa (2 menit).
- Guru merangkum pembelajaran Bab 5 bahwa tanda salib, doa Bapa Kami, Salam Maria, dan Kemuliaan adalah ungkapan iman kita kepada Allah yang perlu dipraktikkan setiap hari (2 menit).
- Guru menutup pertemuan dengan doa penutup dan berkat (1 menit).
Diferensiasi:- Proses: Akomodasi akses: murid yang merasa cemas atau sangat pemalu diberikan jeda tarik napas sejenak sebelum memulai, guru mengarahkan kontak mata secara ramah tanpa mengubah tuntutan kalimat doa dan urutan tanda salib.
Asesmen Pertemuan:Awal:- Pengecekan kesiapan posisi duduk, ketenangan kelas, dan pemahaman urutan giliran maju ke meja guru sebelum asesmen sumatif dimulai.
Proses:- Pengamatan langsung keteraturan antrean rotasi dan ketertiban murid saat mengerjakan aktivitas mewarnai gambar doa di meja masing-masing.
Sumatif Bab:- unjuk kerja peragaan dan lisan bergiliran: praktik membuat tanda salib dengan runtut dan santun serta pelafalan doa Bapa Kami, Salam Maria, dan Kemuliaan secara bergiliran dengan sikap doa yang khidmat dan sopan
- unjuk kerja bergiliran: kinerja peragaan tanda salib dan pelafalan doa Kemuliaan dinilai 1,5 menit per murid secara rotasi ke meja guru saat murid lain melakukan aktivitas mewarnai gambar doa (42 menit / 1,5 menit = 28 murid) (42 menit; individual; instrumen: lembar observasi dan rubrik unjuk kerja tanda salib serta doa Kemuliaan)
- unjuk kerja lisan bergiliran: pelafalan doa Bapa Kami dan Salam Maria dengan sikap doa yang hormat dinilai 2 menit per murid secara rotasi bergiliran (56 menit / 2 menit = 28 murid) (56 menit; individual; instrumen: rubrik penilaian lisan doa Bapa Kami dan Salam Maria)
Sumatif:- unjuk kerja peragaan dan lisan bergiliran: praktik membuat tanda salib dengan runtut dan santun serta pelafalan doa Bapa Kami, Salam Maria, dan Kemuliaan secara bergiliran dengan sikap doa yang khidmat dan sopan
- unjuk kerja bergiliran: kinerja peragaan tanda salib dan pelafalan doa Kemuliaan dinilai 1,5 menit per murid secara rotasi ke meja guru saat murid lain melakukan aktivitas mewarnai gambar doa (42 menit / 1,5 menit = 28 murid) (42 menit; individual; instrumen: lembar observasi dan rubrik unjuk kerja tanda salib serta doa Kemuliaan)
- unjuk kerja lisan bergiliran: pelafalan doa Bapa Kami dan Salam Maria dengan sikap doa yang hormat dinilai 2 menit per murid secara rotasi bergiliran (56 menit / 2 menit = 28 murid) (56 menit; individual; instrumen: rubrik penilaian lisan doa Bapa Kami dan Salam Maria)
Rubrik Pertemuan:| Aspek | Belum Berkembang | Mulai | Berkembang | Sangat Berkembang |
|---|
| Peragaan Tanda Salib (TP 1.5.1) | Belum mampu memperagakan urutan gerakan tangan tanda salib atau hanya menyentuh 1 posisi secara tepat. | Memperagakan 2 hingga 3 urutan gerakan tanda salib dengan benar (dahi, dada, bahu kiri/kanan), masih memerlukan arahan guru. | Memperagakan seluruh 4 posisi gerakan tangan tanda salib secara runtut (dahi - dada - bahu kiri - bahu kanan - katup amin) dan mandiri. | Memperagakan seluruh 4 posisi gerakan tangan tanda salib secara runtut, tepat bersamaan dengan pengucapan lafalnya, serta bersikap sangat khidmat. | | Pelafalan Doa Bapa Kami (TP 1.5.2) | Melafalkan kurang dari separuh kalimat doa Bapa Kami atau berhenti setelah kalimat pembuka walau dibimbing. | Melafalkan sebagian besar kalimat doa Bapa Kami (minimal 4 kalimat/permohonan tepat) dengan sesekali bantuan guru. | Melafalkan seluruh kalimat doa Bapa Kami secara lengkap dan runtut dari awal hingga amin secara mandiri. | Melafalkan seluruh kalimat doa Bapa Kami secara lengkap, runtut, jelas, tanpa jeda ragu, dengan sikap tangan terkatup hormat. | | Pelafalan Doa Salam Maria (TP 1.5.3) | Melafalkan kurang dari separuh kalimat doa Salam Maria walau diberi panduan kata pembuka. | Melafalkan bagian pertama doa Salam Maria ('Salam Maria... buah tubuhmu Yesus') dengan tepat, tetapi bagian kedua masih terbimbing. | Melafalkan seluruh kalimat doa Salam Maria (bagian pertama dan bagian Santa Maria) secara lengkap dan mandiri. | Melafalkan seluruh doa Salam Maria secara lengkap, runtut, jelas, tanpa kesalahan kata, serta menunjukkan sikap doa yang sangat santun. | | Pelafalan Doa Kemuliaan (TP 1.5.4) | Belum dapat melafalkan kalimat doa Kemuliaan atau hanya menyebut frasa awal 'Kemuliaan kepada Bapa'. | Melafalkan kalimat pertama doa Kemuliaan ('Kemuliaan kepada Bapa dan Putra dan Roh Kudus') dengan benar, kalimat kedua masih terbimbing. | Melafalkan kedua kalimat doa Kemuliaan secara utuh dan runtut hingga selesai secara mandiri. | Melafalkan seluruh doa Kemuliaan secara utuh, lancar, jelas, dan khidmat dengan sikap tubuh tegak serta tangan terkatup rapi. |
Refleksi Pertemuan:Guru:- Apakah pengelolaan waktu rotasi (1,5 menit untuk Tugas 1 dan 2 menit untuk Tugas 2) efektif dan cukup untuk mengamati kompetensi setiap murid secara objektif?
- Bagaimana kondisi ketertiban murid di bangku saat menunggu giliran asesmen sumatif unjuk kerja?
Murid:- Bagaimana perasaanku saat maju melafalkan doa Katolik di depan guru?
- Doa mana yang sudah paling aku hafal dan sering aku doakan di rumah?
SUMBER BELAJAR- Buku Panduan Guru Pendidikan Agama Katolik dan Budi Pekerti untuk SD Kelas I
- Buku Siswa Pendidikan Agama Katolik dan Budi Pekerti untuk SD Kelas I
- Gambar/poster urutan gerakan tanda salib
- Salib dinding kelas
- Buku Siswa Pendidikan Agama Katolik dan Budi Pekerti Kelas I SD
- Buku Panduan Guru Pendidikan Agama Katolik dan Budi Pekerti Kelas I SD
- Gambar peragaan urutan tanda salib (dahi, dada, pundak kiri, pundak kanan)
- Buku Panduan Guru Pendidikan Agama Katolik dan Budi Pekerti Kelas 1 SD, Kemendikbudristek 2021
- Buku Siswa Pendidikan Agama Katolik dan Budi Pekerti Kelas 1 SD, Kemendikbudristek 2021
- Gambar/Peraga visual 4 urutan Tanda Salib Katolik
- Buku Panduan Guru Pendidikan Agama Katolik dan Budi Pekerti untuk SD Kelas I (Kemendikbudristek RI, 2021, Bab 5 hlm. 148-153)
- Buku Siswa Pendidikan Agama Katolik dan Budi Pekerti untuk SD Kelas I (Kemendikbudristek RI, 2021, Bab 5 hlm. 128-136)
- Alkitab Perjanjian Baru: Injil Lukas 11:1-4
- Gambar peraga Yesus mengajar para murid berdoa
- Buku Guru Pendidikan Agama Katolik dan Budi Pekerti untuk SD Kelas I, Kemendikbudristek RI, 2021 (Bab 5, hlm. 148-153).
- Buku Siswa Pendidikan Agama Katolik dan Budi Pekerti untuk SD Kelas I, Kemendikbudristek RI, 2021 (hlm. 128-136).
- Teks Doa Bapa Kami (Lukas 11:1-4) dan audio lagu 'Bapa Kami'.
- Buku Teks Siswa Pendidikan Agama Katolik dan Budi Pekerti untuk SD Kelas I (Kemendikbudristek RI, 2021, Bab 5 hlm. 131-136)
- Teks Doa Bapa Kami cetak besar
- Gambar peraga anak berdoa dengan sikap hormat dan khidmat
- Lonceng hening untuk tanda pergantian doa
- Buku Guru Pendidikan Agama Katolik dan Budi Pekerti untuk SD Kelas I, Kemendikbudristek 2021
- Buku Siswa Pendidikan Agama Katolik dan Budi Pekerti untuk SD Kelas I, Kemendikbudristek 2021
- Alkitab Anak / Teks Kitab Suci Lukas 1:26-38
- Gambar Bunda Maria dan Malaikat Gabriel
- Kartu teks doa Salam Maria
- Buku Panduan Guru Pendidikan Agama Katolik dan Budi Pekerti untuk SD Kelas I, Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi, 2021
- Buku Siswa Pendidikan Agama Katolik dan Budi Pekerti untuk SD Kelas I, 2021
- Teks Doa Salam Maria dan Buku Nyanyian Madah Bakti no. 542
- Gambar/Patung Bunda Maria
- Buku Panduan Guru Pendidikan Agama Katolik dan Budi Pekerti Kelas I SD (Kemendikbudristek, 2021)
- Buku Siswa Pendidikan Agama Katolik dan Budi Pekerti Kelas I SD (Kemendikbudristek, 2021)
- Buku Nyanyian 'Ayo Puji Tuhan' no. 74 ('Kami Memuji')
- Bagan/poster teks Doa Kemuliaan berukuran besar
- Buku Panduan Guru Pendidikan Agama Katolik dan Budi Pekerti untuk SD Kelas I, Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi.
- Buku Siswa Pendidikan Agama Katolik dan Budi Pekerti untuk SD Kelas I, Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi.
- Kartu teks doa Kemuliaan Katolik.
- Buku Panduan Guru Pendidikan Agama Katolik dan Budi Pekerti untuk SD Kelas I, Kemendikbudristek 2021
- Lembar aktivitas mewarnai gambar anak sedang berdoa Katolik
- Lembar observasi dan rubrik penilaian unjuk kerja sumatif Bab 5
|