MODUL AJAR Pendidikan Agama Katolik dan Budi Pekerti — Kelas 1 (Fase A) Topik: Tiga Orang Majus dari Timur Mencari Yesus (Matius 2:1-12) INFORMASI UMUM| Mata Pelajaran | Pendidikan Agama Katolik dan Budi Pekerti |
|---|
| Fase / Kelas | Fase A / Kelas 1 |
|---|
| Topik | Tiga Orang Majus dari Timur Mencari Yesus (Matius 2:1-12) |
|---|
| Alokasi Waktu | 2x35 menit |
|---|
| Jumlah Pertemuan | 1 |
|---|
TUJUAN PEMBELAJARAN- Melalui pengamatan gambar dan mendengarkan kisah Matius 2:1-12, murid mampu menceritakan kembali perjalanan tiga orang Majus (Baltasar, Melkior, dan Gaspar) dari Timur yang dipandu bintang untuk mencari dan menyembah Yesus yang baru lahir.
- Melalui kegiatan hafalan ayat, murid mampu mengucapkan ayat kunci Matius 2:2 'Kami telah melihat bintang-Nya di Timur dan kami datang untuk menyembah Dia' sebagai ungkapan iman.
PROFIL LULUSAN| Dimensi | Disasar |
|---|
| Keimanan dan Ketakwaan terhadap Tuhan Yang Maha Esa | ✓ | | Kewargaan | | | Penalaran Kritis | ✓ | | Kreativitas | | | Kolaborasi | | | Kemandirian | | | Kesehatan | | | Komunikasi | ✓ |
PERTANYAAN PEMANTIK- Pernahkah kalian melihat bintang di langit malam? Bagaimana perasaan kalian?
- Jika kalian ingin bertemu seseorang yang sangat penting, apa yang akan kalian lakukan?
- Mengapa tiga orang Majus rela melakukan perjalanan jauh untuk menemui bayi Yesus?
KEGIATAN PEMBELAJARANPertemuan 1Pendahuluan:- Guru membuka pembelajaran dengan doa pembuka dan membuat tanda salib bersama.
- Guru menyapa murid dengan penuh kasih dan menanyakan kabar mereka.
- Guru menyanyikan lagu 'Tiga Raja dari Timur' untuk membangun suasana gembira dan membangkitkan minat murid.
- Guru melakukan asesmen awal dengan bertanya: 'Siapa yang pernah melihat bintang di langit malam? Apa yang kalian rasakan?'
- Guru menyampaikan tujuan pembelajaran hari ini: kita akan belajar tentang tiga orang Majus yang mencari dan menyembah bayi Yesus dengan dipandu bintang.
Kegiatan Inti:Memahami (Berkesadaran, Bermakna):- Guru menampilkan gambar tiga orang Majus (Baltasar, Melkior, dan Gaspar) mengikuti bintang dan meminta murid mengamati dengan seksama.
- Guru mengajukan pertanyaan pemantik: 'Apa yang kalian lihat di gambar ini? Ke mana mereka pergi?'
- Guru membacakan kisah Matius 2:1-12 dengan penuh ekspresi dan intonasi yang menarik, sambil menunjukkan gambar-gambar pendukung.
- Guru menjelaskan bahwa tiga orang Majus adalah ahli perbintangan dari Timur yang melihat bintang besar sebagai tanda lahirnya Raja besar.
- Guru mengajak murid berdiskusi sederhana: 'Siapa yang mengunjungi bayi Yesus? Apa yang menjadi petunjuk mereka? Apa yang mereka persembahkan?' (emas, kemenyan, dan mur).
- Guru meminta beberapa murid menceritakan kembali kisah dengan bahasa mereka sendiri.
Mengaplikasi (Bermakna, Menggembirakan):- Guru mengajak murid menghafal ayat kunci Matius 2:2: 'Kami telah melihat bintang-Nya di Timur dan kami datang untuk menyembah Dia' dengan metode pengulangan yang menyenangkan (dengan gerakan tangan atau tepuk).
- Guru membimbing murid untuk membuat persembahan sederhana kepada bayi Yesus: 'Kita juga bisa mempersembahkan sesuatu kepada Yesus, yaitu dengan peduli kepada teman yang membutuhkan.'
- Guru menampilkan gambar anak yang sedang menderita atau membutuhkan bantuan (sakit, kesedihan, atau kekurangan) dan bertanya: 'Apa yang bisa kita lakukan untuk menolong teman kita?'
- Murid diminta menggambar atau mewarnai gambar tiga orang Majus dan bintang di Buku Siswa, lalu menuliskan satu perbuatan kasih yang akan mereka lakukan.
- Beberapa murid maju ke depan untuk menceritakan perbuatan kasih yang akan mereka lakukan (berbagi makanan, menolong teman, menghibur yang sedih).
Merefleksi (Berkesadaran, Bermakna):- Guru mengajak murid duduk tenang dan menutup mata sejenak untuk merefleksikan pembelajaran hari ini.
- Guru membimbing refleksi dengan pertanyaan: 'Apa yang kalian pelajari hari ini? Bagaimana perasaan kalian mendengar kisah tiga orang Majus? Apa yang akan kalian lakukan untuk menyembah dan memuliakan Yesus?'
- Murid diminta menyampaikan refleksi mereka secara lisan atau menuliskannya dalam satu kalimat sederhana di buku mereka.
- Guru memberikan apresiasi dan penguatan positif atas refleksi yang disampaikan murid.
Penutup:- Guru melakukan asesmen akhir dengan meminta murid mengucapkan kembali ayat Matius 2:2 secara bersama-sama.
- Guru memberikan soal penilaian singkat (lisan atau tertulis): 'Siapa nama tiga orang Majus? Apa yang mereka cari? Apa yang mereka persembahkan kepada bayi Yesus?'
- Guru menyimpulkan pembelajaran: 'Tiga orang Majus mengajarkan kita untuk selalu mencari dan menyembah Yesus dengan sungguh-sungguh, serta mempersembahkan perbuatan kasih kepada sesama.'
- Guru mengajak murid berdoa penutup: 'Allah yang Mahabaik, bimbinglah kami agar dapat mengikuti teladan tiga orang Majus yang selalu mencari dan menyembah-Mu. Amin.'
- Guru menutup pembelajaran dengan menyanyikan kembali lagu 'Tiga Raja dari Timur' dan membuat tanda salib.
Diferensiasi:- Konten: Untuk murid yang cepat, guru memberikan bacaan tambahan atau gambar detail tentang persembahan emas, kemenyan, dan mur. Untuk murid yang lambat, guru memberikan gambar sederhana dengan label nama tokoh dan petunjuk visual yang jelas.
- Proses: Murid yang cepat diminta menceritakan kisah secara lengkap dengan detail perjalanan tiga orang Majus. Murid yang lambat dibimbing guru dengan pertanyaan terarah dan menggunakan gambar sebagai alat bantu bercerita.
- Produk: Murid yang cepat diminta menggambar dan menulis 2-3 perbuatan kasih yang akan mereka lakukan. Murid yang lambat cukup menggambar satu perbuatan kasih atau mewarnai gambar yang sudah disediakan.
ASESMENAwal:- Guru bertanya kepada murid: 'Siapa yang pernah melihat bintang di langit malam? Apa yang kalian rasakan?' untuk menggali pengetahuan awal dan pengalaman murid.
- Guru menanyakan: 'Apakah kalian pernah mendengar tentang orang Majus?' untuk mengukur pengetahuan awal murid tentang topik hari ini.
Proses:- Observasi saat murid mengamati gambar dan mendengarkan kisah: apakah mereka fokus dan antusias?
- Penilaian kemampuan murid menjawab pertanyaan pemantik dan menceritakan kembali kisah dengan bahasa sendiri.
- Observasi keaktifan murid saat menghafal ayat Matius 2:2 dan partisipasi dalam diskusi tentang perbuatan kasih.
- Penilaian hasil karya (gambar atau tulisan) perbuatan kasih yang akan dilakukan murid.
Akhir:- Tes lisan: murid diminta mengucapkan ayat Matius 2:2 secara mandiri atau bersama-sama.
- Tes tertulis atau lisan sederhana: 'Siapa nama tiga orang Majus? Apa yang mereka cari? Apa yang menjadi petunjuk mereka? Apa yang mereka persembahkan kepada bayi Yesus?'
- Penilaian kemampuan menceritakan kembali kisah dengan bahasa sendiri secara singkat.
Formatif:- Observasi partisipasi murid saat mendengarkan kisah dan menjawab pertanyaan.
- Observasi kemampuan murid menghafal dan mengucapkan ayat Matius 2:2.
- Penilaian hasil gambar atau tulisan perbuatan kasih murid.
Sumatif:- Tes lisan atau tertulis sederhana tentang nama tiga orang Majus, petunjuk yang mereka ikuti, dan persembahan mereka.
- Penilaian kemampuan menceritakan kembali kisah Matius 2:1-12 dengan bahasa sendiri.
RUBRIK PENILAIAN| Aspek | Belum Berkembang | Mulai | Berkembang | Sangat Berkembang |
|---|
| Kemampuan menceritakan kembali kisah tiga orang Majus | Murid belum mampu menceritakan kembali kisah atau hanya menyebutkan satu elemen (nama atau petunjuk saja). | Murid mampu menyebutkan 2 elemen (nama tokoh dan petunjuk bintang) dengan bimbingan guru. | Murid mampu menceritakan kembali kisah dengan 3-4 elemen (nama, petunjuk, tujuan, persembahan) dengan sedikit bimbingan. | Murid mampu menceritakan kembali kisah secara lengkap dan runtut (nama, petunjuk bintang, perjalanan, tujuan menyembah Yesus, persembahan emas-kemenyan-mur) dengan bahasa sendiri tanpa bimbingan. | | Kemampuan menghafal dan mengucapkan ayat Matius 2:2 | Murid belum mampu mengucapkan ayat atau hanya mengucapkan 1-2 kata. | Murid mampu mengucapkan sebagian ayat dengan bimbingan guru dan bantuan visual. | Murid mampu mengucapkan ayat secara lengkap dengan sedikit bantuan atau jeda. | Murid mampu mengucapkan ayat Matius 2:2 secara lengkap, lancar, dan hafal tanpa bantuan. | | Kemampuan mengidentifikasi dan mengungkapkan perbuatan kasih | Murid belum mampu menyebutkan perbuatan kasih atau menyebutkan hal yang tidak relevan. | Murid mampu menyebutkan satu perbuatan kasih sederhana dengan bimbingan guru (misalnya: berbagi). | Murid mampu menyebutkan dan menggambarkan satu perbuatan kasih yang konkret dan relevan (misalnya: menolong teman yang jatuh, menghibur yang sedih). | Murid mampu menyebutkan dan menggambarkan 2-3 perbuatan kasih yang konkret, relevan, dan menunjukkan pemahaman mendalam tentang kepedulian kepada sesama. |
REFLEKSIRefleksi Guru:- Apakah murid mampu memahami kisah tiga orang Majus dan mengaitkannya dengan nilai iman dan penyembahan kepada Yesus?
- Apakah metode pembelajaran (gambar, cerita, lagu, hafalan) efektif untuk mencapai tujuan pembelajaran?
- Apakah murid antusias dan terlibat aktif dalam pembelajaran hari ini?
- Apa yang perlu saya perbaiki atau tingkatkan dalam pembelajaran berikutnya untuk memfasilitasi pemahaman murid yang lebih mendalam?
- Apakah diferensiasi yang saya berikan sudah sesuai dengan kebutuhan murid yang beragam?
Refleksi Murid:- Apa yang paling kalian sukai dari kisah tiga orang Majus hari ini?
- Apa yang kalian pelajari tentang cara menyembah dan memuliakan Yesus?
- Perbuatan kasih apa yang akan kalian lakukan untuk mempersembahkan diri kepada Yesus?
- Apakah kalian bisa mengucapkan ayat Matius 2:2 dengan lancar? Bagaimana perasaan kalian saat menghafalnya?
SUMBER BELAJAR- Alkitab (Injil Matius 2:1-12)
- Buku Siswa Pendidikan Agama Katolik dan Budi Pekerti Kelas 1 SD
- Buku Panduan Guru Pendidikan Agama Katolik dan Budi Pekerti Kelas 1 SD
- Gambar tiga orang Majus (Baltasar, Melkior, dan Gaspar) mengikuti bintang
- Gambar bayi Yesus di palungan dengan Maria dan Yusuf
- Gambar anak yang membutuhkan bantuan (untuk diskusi perbuatan kasih)
- Lagu 'Tiga Raja dari Timur'
- Kertas gambar dan alat mewarnai (pensil warna, krayon)
|