Modul AjarPertemuan 5Bab 4Fase ASemester 2

Modul Ajar Pendidikan Agama Katolik dan Budi Pekerti Kelas 1: Para Gembala Menyembah Bayi Yesus dan Mewartakan Kabar Gembira

Modul Ajar ini disusun untuk satu pertemuan tatap muka mata pelajaran Pendidikan Agama Katolik dan Budi Pekerti kelas 1 dengan topik "Para Gembala Menyembah Bayi Yesus dan Mewartakan Kabar Gembira". Dokumen mengikuti Alur Tujuan Pembelajaran (ATP) Kurikulum Merdeka, lengkap dengan tujuan, langkah kegiatan, dan asesmen ringkas.

MEJAGURU.ID - DOKUMEN MODUL AJAR

Modul Ajar Pendidikan Agama Katolik dan Budi Pekerti Kelas 1: Para Gembala Menyembah Bayi Yesus dan Mewartakan Kabar Gembira

Pendidikan Agama Katolik dan Budi Pekerti - Kelas 1

Bab 4 - Pertemuan 5

MODUL AJAR

Pendidikan Agama Katolik dan Budi Pekerti — Kelas 1 (Fase A)

Topik: Para Gembala Menyembah Bayi Yesus dan Mewartakan Kabar Gembira

INFORMASI UMUM

Mata PelajaranPendidikan Agama Katolik dan Budi Pekerti
Fase / KelasFase A / Kelas 1
TopikPara Gembala Menyembah Bayi Yesus dan Mewartakan Kabar Gembira
Alokasi Waktu2x35 menit
Jumlah Pertemuan1

TUJUAN PEMBELAJARAN

  1. Melalui cerita dan tanya jawab tentang Lukas 2:15-20, murid mampu menjelaskan tindakan para gembala yang pergi ke Betlehem, menyembah bayi Yesus, lalu mewartakan kabar gembira kelahiran-Nya kepada semua orang
  2. Melalui refleksi, murid mampu menyebutkan satu contoh cara sederhana mewartakan kabar gembira tentang kelahiran Yesus kepada teman dan keluarga di lingkungan sekitarnya

PROFIL LULUSAN

DimensiDisasar
Keimanan dan Ketakwaan terhadap Tuhan Yang Maha Esa
Kewargaan
Penalaran Kritis
Kreativitas
Kolaborasi
Kemandirian
Kesehatan
Komunikasi

PERTANYAAN PEMANTIK

  1. Siapa yang datang mengunjungi bayi Yesus di kandang?
  2. Apa yang dilakukan para gembala setelah melihat bayi Yesus?
  3. Bagaimana cara kita memberitahu teman tentang kabar gembira kelahiran Yesus?

KEGIATAN PEMBELAJARAN

Pertemuan 1

Pendahuluan:

  • Guru membuka pembelajaran dengan doa Tanda Salib dan lagu rohani tentang kelahiran Yesus
  • Guru melakukan asesmen awal dengan menanyakan: 'Siapa yang pernah melihat palungan natal di gereja? Siapa saja yang ada di sana?'
  • Guru menyampaikan tujuan pembelajaran hari ini: kita akan belajar tentang para gembala yang mengunjungi bayi Yesus dan memberitahukan kabar gembira kepada orang lain
  • Guru menunjukkan gambar para gembala di padang rumput dan palungan natal untuk membangun konteks

Kegiatan Inti:

Memahami (Berkesadaran, Bermakna):

  • Guru mengajak murid membaca Lukas 2:15-20 dengan suara lantang (guru membacakan, murid mendengarkan dengan penuh perhatian)
  • Guru menceritakan kembali kisah para gembala dengan bahasa sederhana: setelah malaikat pergi, para gembala segera berangkat ke Betlehem, menemukan Maria, Yusuf, dan bayi Yesus di palungan, lalu memberitahukan kepada semua orang
  • Guru melakukan tanya jawab: 'Kemana para gembala pergi setelah malaikat meninggalkan mereka? Siapa yang mereka temui di palungan? Apa yang mereka lakukan setelah melihat bayi Yesus?'
  • Murid menjawab pertanyaan dengan bimbingan guru, mengidentifikasi tindakan para gembala: pergi, menyembah, mewartakan
  • Guru menjelaskan arti 'mewartakan kabar gembira': memberitahukan kepada orang lain tentang kelahiran Yesus dengan penuh sukacita

Mengaplikasi (Bermakna, Menggembirakan):

  • Guru membagi murid dalam kelompok kecil (3-4 anak) untuk bermain peran sebagai para gembala
  • Setiap kelompok mempraktikkan: berjalan ke Betlehem, menyembah bayi Yesus (berdoa singkat), lalu memberitahu teman lain dengan kalimat sederhana: 'Yesus sudah lahir! Dia ada di palungan!'
  • Guru memfasilitasi setiap kelompok untuk tampil di depan kelas, kelompok lain menyaksikan dan memberi tepuk tangan
  • Murid secara individu menggambar dan mewarnai gambar para gembala atau bayi Yesus di buku tugas
  • Guru memberikan contoh cara mewartakan kabar gembira di kehidupan sehari-hari: bercerita kepada teman, mengajak keluarga ke gereja, menyanyikan lagu natal

Merefleksi (Berkesadaran, Bermakna):

  • Guru mengajak murid duduk tenang dan menutup mata sejenak, mengingat kegiatan hari ini
  • Guru mengajukan pertanyaan refleksi: 'Apa yang paling kamu suka dari cerita para gembala? Pernahkah kamu memberitahu teman atau keluarga tentang sesuatu yang membuatmu senang?'
  • Murid diminta menyebutkan satu cara sederhana mewartakan kabar gembira tentang Yesus: misalnya bercerita kepada adik, mengajak orangtua berdoa, berbagi mainan dengan teman sambil bercerita tentang Yesus
  • Guru mencatat jawaban murid dan memberikan peneguhan: 'Para gembala memberitahu semua orang tentang Yesus. Kita juga bisa melakukannya dengan cara sederhana di rumah dan sekolah'
  • Murid menuliskan atau menggambar satu komitmen sederhana di kertas: 'Aku akan mewartakan kabar gembira dengan cara...'

Penutup:

  • Guru melakukan asesmen akhir dengan meminta 3-5 murid menyebutkan cara mewartakan kabar gembira
  • Guru memberikan penguatan: kelahiran Yesus adalah kabar gembira untuk semua orang, dan kita semua bisa menjadi pewarta seperti para gembala
  • Murid bersama guru menyanyikan lagu 'Hari Ini Lahir Yesus' atau lagu natal sederhana lainnya
  • Guru menutup pembelajaran dengan doa syukur dan Tanda Salib

Diferensiasi:

  • Konten: Murid yang cepat dapat membaca teks Lukas 2:15-20 sendiri dari Alkitab, sementara yang lambat mendengarkan guru membacakan dengan bantuan gambar visual
  • Proses: Murid yang membutuhkan bimbingan lebih dapat bekerja dalam kelompok didampingi guru, sementara yang mandiri dapat langsung bermain peran dan menggambar tanpa bimbingan intensif
  • Produk: Murid yang cepat dapat menuliskan 2-3 cara mewartakan kabar gembira dan menghias gambar dengan detail, sementara yang lambat cukup menyebutkan 1 cara dan mewarnai gambar sederhana

ASESMEN

Awal:

  • Tanya jawab singkat: 'Siapa yang pernah melihat palungan natal? Siapa saja yang ada di sana?'
  • Pengamatan pengetahuan awal murid tentang tokoh-tokoh dalam kisah kelahiran Yesus

Proses:

  • Observasi partisipasi murid dalam mendengarkan cerita Kitab Suci Lukas 2:15-20
  • Penilaian kemampuan murid menjawab pertanyaan tentang tindakan para gembala
  • Pengamatan keterampilan bermain peran dan mewartakan kabar gembira dalam kelompok
  • Penilaian diri: murid mengangkat tangan jika merasa sudah paham cara mewartakan kabar gembira

Akhir:

  • Tes lisan: guru meminta 3-5 murid menyebutkan cara mewartakan kabar gembira tentang Yesus
  • Penilaian produk: gambar dan tulisan komitmen murid
  • Refleksi tertulis sederhana: murid menuliskan atau menggambar satu cara mewartakan kabar gembira yang akan dilakukan

Formatif:

  • Observasi keaktifan murid dalam menjawab pertanyaan tanya jawab tentang Lukas 2:15-20
  • Pengamatan kemampuan murid dalam bermain peran sebagai para gembala yang mewartakan kabar gembira
  • Penilaian sejawat saat kelompok tampil di depan kelas

Sumatif:

  • Kemampuan murid menyebutkan minimal 1 cara sederhana mewartakan kabar gembira tentang kelahiran Yesus
  • Hasil gambar dan tulisan komitmen murid di akhir pembelajaran

RUBRIK PENILAIAN

AspekBelum BerkembangMulaiBerkembangSangat Berkembang
Pemahaman kisah para gembala (Lukas 2:15-20)Murid belum dapat menyebutkan tindakan para gembalaMurid dapat menyebutkan 1 tindakan para gembala (misalnya: pergi ke Betlehem) dengan bantuan guruMurid dapat menyebutkan 2 tindakan para gembala (misalnya: pergi ke Betlehem dan menyembah bayi Yesus) secara mandiriMurid dapat menjelaskan 3 tindakan para gembala (pergi, menyembah, mewartakan) dengan kalimat lengkap dan antusias
Kemampuan mewartakan kabar gembiraMurid belum dapat menyebutkan cara mewartakan kabar gembiraMurid dapat menyebutkan 1 cara mewartakan kabar gembira dengan bantuan guru atau temanMurid dapat menyebutkan 1 cara mewartakan kabar gembira secara mandiri dan relevan dengan kehidupan sehari-hariMurid dapat menyebutkan 2 atau lebih cara mewartakan kabar gembira dengan contoh konkret dan kreatif
Partisipasi dalam bermain peranMurid tidak aktif berpartisipasi dalam bermain peranMurid berpartisipasi dalam bermain peran tetapi masih sangat pasif atau malu-maluMurid aktif berpartisipasi dalam bermain peran dan mempraktikkan mewartakan kabar gembira dengan bimbinganMurid sangat antusias dalam bermain peran, mempraktikkan mewartakan kabar gembira dengan percaya diri dan ekspresif
Sikap kerja sama dan kegembiraanMurid tidak menunjukkan sikap kerja sama dalam kelompokMurid menunjukkan sikap kerja sama tetapi masih perlu banyak bimbinganMurid bekerja sama dengan baik dalam kelompok dan menunjukkan kegembiraan saat belajarMurid aktif bekerja sama, membantu teman, dan menunjukkan kegembiraan serta antusiasme tinggi selama pembelajaran

REFLEKSI

Refleksi Guru:

  • Apakah murid dapat memahami kisah para gembala dan tindakan mereka mewartakan kabar gembira?
  • Metode pembelajaran mana yang paling efektif dalam membantu murid memahami konsep mewartakan kabar gembira?
  • Apakah diferensiasi pembelajaran sudah mengakomodasi kebutuhan semua murid?
  • Apa yang perlu diperbaiki dalam pembelajaran berikutnya agar murid lebih antusias dan memahami materi dengan lebih mendalam?
  • Bagaimana saya dapat memfasilitasi murid agar lebih berani mewartakan kabar gembira di kehidupan nyata?

Refleksi Murid:

  • Apa yang paling kamu suka dari cerita para gembala hari ini?
  • Apakah kamu sudah memahami apa yang dilakukan para gembala setelah melihat bayi Yesus?
  • Bagaimana perasaanmu saat bermain peran menjadi gembala?
  • Apa cara yang akan kamu lakukan untuk mewartakan kabar gembira tentang Yesus kepada teman atau keluargamu?
  • Apakah ada yang masih sulit kamu pahami dari pembelajaran hari ini?

SUMBER BELAJAR

  1. Alkitab - Injil Lukas 2:15-20
  2. Buku Siswa Pendidikan Agama Katolik dan Budi Pekerti Kelas 1
  3. Buku Guru Pendidikan Agama Katolik dan Budi Pekerti Kelas 1
  4. Gambar para gembala di padang rumput
  5. Gambar palungan natal dengan Maria, Yusuf, dan bayi Yesus
  6. Lagu rohani: 'Hari Ini Lahir Yesus' atau lagu natal sederhana lainnya
  7. Kertas gambar dan alat mewarnai (pensil warna, krayon)
  8. Video atau film animasi pendek tentang para gembala mengunjungi bayi Yesus (opsional)

Lihat & unduh lengkap

Masuk pakai Google untuk membuka modul ajar pertemuan ini secara penuh.

Apa isi pertemuan ini?

Dokumen mencakup tujuan pembelajaran terpilih, urutan kegiatan inti yang sudah disesuaikan dengan alokasi JP, serta pertanyaan pemantik dan asesmen formatif singkat. Cocok dipakai sebagai bahan persiapan tatap muka maupun lampiran supervisi.

Cara pakai pertemuan ini

Unduh DOCX, lalu sesuaikan nama sekolah, kepala sekolah, dan NIP. Bagian kegiatan inti bisa Bapak/Ibu kurangi atau tambah sesuai karakter siswa di kelas; tujuan pembelajaran sebaiknya tetap selaras dengan ATP induk.