Modul AjarBab 4Fase ASemester 2

Modul Ajar Pendidikan Agama Katolik dan Budi Pekerti Kelas 1 Bab 4: Kisah Kelahiran Yesus Kristus

Modul Ajar ini memuat seluruh rangkaian Pendidikan Agama Katolik dan Budi Pekerti kelas 1 untuk Bab 4 "Kisah Kelahiran Yesus Kristus", lengkap per pertemuan dalam satu dokumen.

MEJAGURU.ID - DOKUMEN MODUL AJAR

Modul Ajar Pendidikan Agama Katolik dan Budi Pekerti Kelas 1 Bab 4: Kisah Kelahiran Yesus Kristus

Pendidikan Agama Katolik dan Budi Pekerti - Kelas 1

Bab 4

MODUL AJAR

Pendidikan Agama Katolik dan Budi Pekerti — Kelas 1 (Fase A)

Topik: Bab 4 — Kisah Kelahiran Yesus Kristus

INFORMASI UMUM

Mata PelajaranPendidikan Agama Katolik dan Budi Pekerti
Fase / KelasFase A / Kelas 1
TopikBab 4 — Kisah Kelahiran Yesus Kristus
Alokasi Waktu23 JP (23 x 35 menit = 805 menit)
Jumlah Pertemuan8
Tahun Ajaran2026/2027
Semester2

TUJUAN PEMBELAJARAN

  1. TP 1.4.1 Menceritakan kisah kelahiran Tuhan Yesus berdasarkan peristiwa di Betlehem
  2. TP 1.4.2 Menunjukkan tokoh-tokoh dalam kisah kelahiran Tuhan Yesus melalui gambar peristiwa Natal
  3. TP 1.4.3 Menceritakan kisah tiga orang Majus yang datang menyembah bayi Yesus
  4. TP 1.4.4 Menyebutkan persembahan tiga orang Majus kepada bayi Yesus dalam kisah tiga orang Majus

PROFIL LULUSAN

DimensiDisasar
Keimanan dan Ketakwaan terhadap Tuhan Yang Maha Esa✓
Kewargaan
Penalaran Kritis✓
Kreativitas
Kolaborasi✓
Kemandirian✓
Kesehatan
Komunikasi✓

PERTANYAAN PEMANTIK

  1. Mengapa Ibu Maria dan Bapak Yusuf harus melakukan perjalanan jauh ke kota Betlehem?
  2. Di manakah bayi Yesus akhirnya dilahirkan ketika semua penginapan di Betlehem sudah penuh?
  3. Siapakah yang pertama kali mendengar kabar gembira bahwa Tuhan Yesus telah lahir di Betlehem?
  4. Bagaimana perasaan para gembala saat melihat malaikat dan mendatangi bayi Yesus di kandang?
  5. Siapakah bayi kecil yang dibaringkan di dalam palungan pada malam Natal?
  6. Siapakah ibu dan bapa yang mendampingi dan menjaga bayi Yesus di kandang Betlehem?
  7. Siapakah tokoh yang sedang menjaga domba-domba pada malam hari saat Yesus lahir?
  8. Siapakah tokoh bersayap dan bercahaya yang membawa kabar gembira dari surga kepada para gembala?
  9. Pernahkah kalian melihat bintang yang sangat terang di langit malam?
  10. Siapakah orang pandai yang berjalan jauh mengikuti bintang terang untuk mencari Raja yang baru lahir?
  11. Siapakah tiga orang bijaksana yang datang mengunjungi bayi Yesus di Betlehem?
  12. Apa yang dilakukan tiga orang Majus ketika mereka akhirnya melihat bayi Yesus bersama Maria dan Yusuf?
  13. Apa hadiah istimewa yang dibawa oleh tiga orang Majus saat menemui bayi Yesus?
  14. Ada berapa macam hadiah yang dipersembahkan kepada bayi Yesus di Betlehem?
  15. Siapa sajakah tokoh yang berada di sekitar palungan saat Tuhan Yesus lahir di Betlehem?
  16. Bagaimana tiga orang Majus menemukan bayi Yesus dan apa saja hadiah yang mereka bawa?

KEGIATAN PEMBELAJARAN

Pertemuan 1 — Menceritakan Peristiwa Maria dan Yusuf Menuju Betlehem hingga Kelahiran Yesus — 2 JP (2 x 35 menit = 70 menit)

Tujuan Pertemuan:

  • TP 1.4.1 Menceritakan kisah kelahiran Tuhan Yesus berdasarkan peristiwa di Betlehem

Pendahuluan:

  • Guru membuka pelajaran dengan tanda salib, doa pembuka bersama, dan menyapa murid dengan hangat (4 menit).
  • Guru melakukan asesmen awal lisan mengenai kisah Maria dan Yusuf menuju Betlehem dengan menanyakan: 'Siapa yang menyuruh orang-orang mendaftarkan diri?' dan 'Di mana Yesus dilahirkan?' (acuan jawaban: kaisar/pemerintah menyuruh mendaftar; Yesus lahir di kandang/palungan di Betlehem) (6 menit).

Kegiatan Inti:

Memahami (Bermakna, Berkesadaran):

  • Murid menyimak guru membacakan kisah berdasarkan Lukas 2:1-7 menggunakan media 3 gambar seri: Gambar 1 (Yusuf dan Maria berjalan menuju Betlehem untuk mendaftarkan diri), Gambar 2 (Yusuf mencari penginapan tetapi semua penuh dan ditolak), Gambar 3 (Bayi Yesus lahir di kandang domba, dibungkus kain lampin, dan dibaringkan di palungan) (12 menit).
  • Murid menjawab 3 pertanyaan panduan guru secara lisan untuk memperdalam pemahaman alur: (1) Mengapa Yusuf dan Maria pergi ke Betlehem? (acuan: mendaftarkan diri); (2) Mengapa mereka menginap di kandang? (acuan: tidak ada tempat di penginapan/semua tempat penuh); (3) Di mana bayi Yesus dibaringkan setelah lahir? (acuan: di dalam palungan/tempat makan hewan) (8 menit).

Mengaplikasi (Menggembirakan, Bermakna):

  • Secara bergembira melalui permainan 'Tongkat Berantai Menutur Kisah', murid membentuk lingkaran; saat nyanyian lagu Natal berhenti, murid yang memegang tongkat menceritakan 1 peristiwa berdasarkan gambar seri yang ditunjuk guru (8 menit).
  • Murid berpasangan saling menceritakan secara bergiliran kisah kelahiran Yesus berdasarkan urutan 3 peristiwa: (1) Maria dan Yusuf menuju Betlehem untuk mendaftar, (2) Tidak mendapat penginapan sehingga masuk ke kandang, dan (3) Kelahiran bayi Yesus yang dibaringkan di palungan (10 menit).

Merefleksi (Berkesadaran, Bermakna):

  • Beberapa perwakilan murid menceritakan kembali secara mandiri di hadapan kelas tentang kisah perjalanan Maria dan Yusuf hingga Yesus lahir di kandang Betlehem (acuan alur: perjalanan ke Betlehem untuk sensus/daftar -> ditolak di penginapan/penuh -> lahir di kandang dan diletakkan di palungan) (8 menit).
  • Guru memberikan peneguhan bahwa Yesus lahir dalam kesederhanaan kandang Betlehem karena kasih-Nya kepada manusia, lalu murid hening sejenak merenungkan rasa syukur atas kelahiran Yesus (4 menit).

Penutup:

  • Guru bersama murid menyimpulkan kembali 3 urutan peristiwa kisah kelahiran Yesus di Betlehem (pemberangkatan untuk mendaftar, penolakan di penginapan, dan kelahiran di kandang palungan) (5 menit).
  • Guru memberikan umpan balik apresiatif atas kemampuan bercerita murid, kemudian menutup pembelajaran dengan doa penutup dan tanda salib (5 menit).

Diferensiasi:

  • Konten: Menyediakan gambar seri visual berwarna dengan keterangan urutan 1, 2, 3 bagi murid yang membutuhkan bantuan visual konkret.
  • Proses: Bagi murid yang masih ragu bercerita diberikan pertanyaan pemantik langkah demi langkah per gambar; bagi murid yang sudah lancar diminta menceritakan kisah 3 peristiwa secara utuh tanpa jeda pertanyaan panduan guru.
  • Produk: Semua murid menceritakan kisah secara lisan; murid yang memerlukan bimbingan dapat menceritakan dengan menunjuk langsung bagian gambar seri satu per satu.

Asesmen Pertemuan:

Awal:

  • Tanya jawab diagnostik lisan mengenai pengetahuan dasar murid tentang kelahiran Yesus: (1) 'Siapa nama orang tua yang pergi ke Betlehem?' (acuan: Maria dan Yusuf); (2) 'Di manakah tempat Yesus dilahirkan?' (acuan: kandang/palungan di Betlehem).

Proses:

  • Pengamatan unjuk kerja berpasangan dan individu saat menceritakan alur kisah kelahiran Yesus di Betlehem dengan panduan gambar seri 3 peristiwa: (1) Maria dan Yusuf menuju Betlehem untuk mendaftar, (2) Penginapan penuh sehingga ke kandang, (3) Bayi Yesus lahir dan dibaringkan di palungan.

Akhir Pertemuan:

  • Cek pemahaman lisan di akhir sesi: murid menyebutkan secara runtut 3 peristiwa kelahiran Yesus berdasarkan gambar acuan: (1) Yusuf dan Maria berjalan ke Betlehem mendaftarkan diri, (2) Mencari tempat namun penginapan penuh, (3) Yesus lahir di kandang dan diletakkan di palungan.

Formatif:

  • Unjuk kerja menceritakan lisan kisah kelahiran Yesus berdasarkan 3 peristiwa di Betlehem (perjalanan mendaftar, suasana kandang/penginapan penuh, dan kelahiran di palungan).

Rubrik Pertemuan:

AspekBelum BerkembangMulaiBerkembangSangat Berkembang
Menceritakan kisah kelahiran Tuhan Yesus berdasarkan peristiwa di BetlehemBelum mampu menceritakan kisah kelahiran Yesus di Betlehem, atau hanya menyebut 1 peristiwa walau dipandu penuh oleh guru.Mampu menceritakan 1 sampai 2 peristiwa kelahiran Yesus di Betlehem (dari 3 peristiwa acuan: perjalanan mendaftar, penginapan penuh ke kandang, lahir di palungan) dengan bimbingan dan pertanyaan pancingan guru.Mampu menceritakan seluruh 3 peristiwa kisah kelahiran Yesus di Betlehem (perjalanan mendaftar, penginapan penuh sehingga ke kandang, lahir dan dibaringkan di palungan) secara lengkap dan runtut dengan mandiri.Mampu menceritakan seluruh 3 peristiwa kisah kelahiran Yesus di Betlehem (perjalanan mendaftar, penginapan penuh ke kandang, lahir di palungan) secara lengkap, runtut, lancar, serta mampu menjelaskan detail tempat kelahiran (kandang dan palungan) secara mandiri.

Refleksi Pertemuan:

Guru:

  • Apakah media gambar seri membantu seluruh murid Fase A memahami alur perjalanan Maria dan Yusuf hingga kelahiran Yesus di Betlehem?
  • Apakah permainan 'Tongkat Berantai Menutur Kisah' efektif membuat suasana pembelajaran menggembirakan dan memotivasi murid berani bercerita?

Murid:

  • Peristiwa apa dari kisah kelahiran bayi Yesus di Betlehem yang paling kamu ingat?
  • Bagaimana perasaanmu saat menceritakan kisah bayi Yesus kepada temanmu?

Pertemuan 2 — Menceritakan Kabar Malaikat kepada Para Gembala dan Suasana Kelahiran di Betlehem — 3 JP (3 x 35 menit = 105 menit)

Tujuan Pertemuan:

  • TP 1.4.1 Menceritakan kisah kelahiran Tuhan Yesus berdasarkan peristiwa di Betlehem

Pendahuluan:

  • Guru membuka pertemuan dengan tanda salib, salam, dan mengajak murid menyanyikan lagu riang 'Wartakan dengan Lantang' (10 menit).
  • Guru mengaitkan ingatan murid tentang perjalanan Yusuf dan Maria ke Betlehem pada pertemuan sebelumnya (5 menit).
  • Guru melaksanakan asesmen awal diagnostik dengan menanyakan 2 pertanyaan lisan terarah: (1) 'Siapakah yang menjaga domba di padang malam hari?' (acuan jawaban: gembala/para gembala); (2) 'Siapa yang datang membawa kabar kelahiran Yesus kepada mereka?' (acuan jawaban: malaikat/utusan Tuhan) (5 menit).

Kegiatan Inti:

Memahami (Bermakna, Berkesadaran):

  • Guru membacakan narasi Kitab Suci berdasarkan Lukas 2:8-20 tentang malaikat yang menampakkan diri kepada para gembala di padang, menyanyikan pujian kemuliaan, serta memberitahukan tanda bayi berbungkus lampin di dalam palungan di Betlehem (15 menit).
  • Guru memfasilitasi tanya jawab pemahaman isi kisah dengan 3 pertanyaan penuntun: (1) Apa kabar gembira yang disampaikan malaikat? (acuan: telah lahir Juru Selamat yaitu Kristus Tuhan di kota Daud/Betlehem); (2) Di mana bayi Yesus dibaringkan? (acuan: di dalam palungan/kandang); (3) Apa yang dilakukan para gembala setelah malaikat pergi? (acuan: segera pergi ke Betlehem mencari bayi Yesus dan memuji Allah) (15 menit).

Mengaplikasi (Menggembirakan):

  • Guru mengenalkan permainan peran mini berpasangan bertajuk 'Kabar Sukacita Gembala': satu murid bertindak sebagai pembawa kabar (malaikat/teman) dan murid lainnya menceritakan tanggapan gembala yang bergegas menuju Betlehem (15 menit).
  • Secara bergiliran dengan bimbingan 3 kartu gambar berurutan ([1] Malaikat bersinar di padang rumput mengabarkan kelahiran, [2] Para gembala berlari menuju kota Betlehem, [3] Para gembala bersujud di depan bayi Yesus di palungan), murid menceritakan kembali secara lisan kisah kabar malaikat kepada gembala hingga suasana kelahiran di Betlehem sesuai urutan gambar tersebut (20 menit).

Merefleksi (Berkesadaran, Bermakna):

  • Guru memandu murid hening sejenak merenungkan sukacita para gembala yang sederhana yang dipilih Tuhan untuk menerima kabar keselamatan pertama kali (5 menit).
  • Murid mengungkapkan satu hal yang membuat mereka bersyukur atas kelahiran Yesus sang Juru Selamat di Betlehem (5 menit).

Penutup:

  • Guru bersama murid menyimpulkan kembali pokok cerita: malaikat membawa kabar gembira bagi para gembala, dan para gembala bersukacita menjumpai bayi Yesus di Betlehem (5 menit).
  • Guru memberikan umpan balik penguatan terhadap kelengkapan cerita murid serta menutup pertemuan dengan doa syukur bersama (5 menit).

Diferensiasi:

  • Konten: Bagi murid yang masih memerlukan bantuan visual, disediakan kartu alur bergambar konkret dengan nomor urut 1, 2, dan 3; bagi murid yang sudah lancar bercerita, disediakan gambar utuh suasana malam natal tanpa nomor urut.
  • Proses: Murid yang membutuhkan bimbingan didampingi guru dengan pancingan kata awal (scaffolding), sedangkan murid yang sudah mahir menceritakan kisah secara mandiri dari awal hingga akhir.
  • Produk: Semua murid menceritakan secara lisan; murid dapat menceritakan dengan kalimat sederhana per gambar atau menceritakan secara bersambung penuh.

Asesmen Pertemuan:

Awal:

  • Tanya jawab diagnostik lisan untuk memetakan pengetahuan awal: (1) 'Siapakah orang yang menjaga kawanan domba pada malam hari di padang?' (acuan: gembala/para gembala); (2) 'Siapakah yang menampakkan diri membawa kabar bahwa Juru Selamat telah lahir?' (acuan: malaikat).

Proses:

  • Formatif unjuk kerja lisan menceritakan 3 peristiwa berurutan: (1) Malaikat memberitakan kelahiran Juru Selamat kepada para gembala di padang; (2) Para gembala bergegas berangkat menuju Betlehem; (3) Para gembala melihat bayi Yesus terbaring di palungan dan memuliakan Allah (acuan: memuat tokoh malaikat, gembala, bayi Yesus, serta latar padang dan kandang Betlehem).

Akhir Pertemuan:

  • Cek pemahaman lisan di akhir sesi: Murid menyebutkan 2 hal pokok peristiwa Betlehem: kabar dari malaikat dan kedatangan para gembala menyembah bayi Yesus di palungan (acuan: malaikat mengabarkan kelahiran Juru Selamat, gembala mendatangi dan menyembah bayi Yesus).

Formatif:

  • Observasi unjuk kerja menceritakan kembali kisah kabar malaikat kepada para gembala dan suasana kelahiran di Betlehem menggunakan 3 kartu gambar urutan peristiwa.

Rubrik Pertemuan:

AspekBelum BerkembangMulaiBerkembangSangat Berkembang
Menceritakan kisah kabar malaikat kepada gembala dan suasana kelahiran di BetlehemBelum mampu menceritakan peristiwa kabar malaikat kepada gembala maupun suasana kelahiran di Betlehem meskipun telah dipandu dengan gambar dan pertanyaan penuntun.Mampu menceritakan 1 bagian peristiwa (kabar malaikat saja atau kedatangan gembala ke palungan saja) dengan bimbingan dan pancingan penuh dari guru.Mampu menceritakan 2-3 bagian peristiwa secara runtut (kabar malaikat di padang, perjalanan gembala, dan bayi Yesus di palungan Betlehem) dengan bantuan kartu gambar secara mandiri.Mampu menceritakan seluruh rangkaian peristiwa (kabar malaikat di padang, pujian bala tentara surga, perjalanan gembala ke Betlehem, dan suasana bayi Yesus di palungan) secara runtut, utuh, dan mandiri tanpa perlu dipancing pertanyaan.

Refleksi Pertemuan:

Guru:

  • Apakah media 3 kartu urutan gambar mempermudah seluruh murid kelas 1 dalam menceritakan kembali kisah kelahiran Yesus?
  • Bagaimana keterlibatan murid selama aktivitas permainan peran mini 'Kabar Sukacita Gembala'?

Murid:

  • Bagian cerita mana yang paling kamu sukai dari kisah gembala dan malaikat?
  • Apakah kamu merasa gembira dapat menceritakan kelahiran bayi Yesus kepada temanmu?

Pertemuan 3 — Menunjukkan Tokoh Bayi Yesus, Maria, dan Yusuf melalui Gambar Peristiwa Natal — 3 JP (3 x 35 menit = 105 menit)

Tujuan Pertemuan:

  • TP 1.4.2 Menunjukkan tokoh-tokoh dalam kisah kelahiran Tuhan Yesus melalui gambar peristiwa Natal

Pendahuluan:

  • Guru menyapa murid, mengajak berdoa bersama pembuka pelajaran, serta menyanyikan lagu Natal sederhana bersama-sama (5 menit).
  • Guru melakukan asesmen awal diagnostik dengan menunjukkan sebuah gambar suasana kandang Natal dan meminta murid secara lisan/menunjuk untuk menyebutkan siapa sosok bayi yang ada di palungan (acuan jawaban: Bayi Yesus) serta siapa wanita dan pria yang mendampinginya (acuan jawaban: Ibu Maria dan Santo Yusuf/Bapa Yusuf) (10 menit).

Kegiatan Inti:

Memahami (Berkesadaran, Bermakna):

  • Guru memperlihatkan poster besar Peristiwa Kelahiran Yesus di Betlehem yang memuat figur Bayi Yesus di palungan, Ibu Maria yang memakai kerudung/selendang, dan Santo Yusuf yang berdiri memegang tongkat menjaga mereka (10 menit).
  • Guru menjelaskan ciri-ciri visual ketiga tokoh utama tersebut: (1) Bayi Yesus: bayi mungil berbalut kain lampin yang berbaring di palungan; (2) Maria: ibu berwajah lembut yang duduk merawat dan mendekap bayi Yesus; (3) Yusuf: bapa yang bertongkat, berdiri tegak menjaga Maria dan bayi Yesus (15 menit).

Mengaplikasi (Menggembirakan):

  • Murid memainkan permainan kartu cepat 'Sentuh Tokoh': Guru menampilkan 3 kartu figur terpisah di papan tulis yaitu [Kartu 1: Gambar Bayi Yesus di palungan], [Kartu 2: Gambar Maria], dan [Kartu 3: Gambar Yusuf], lalu guru menyebut nama salah satu tokoh dan murid bergiliran maju dengan riang untuk menepuk/menunjuk kartu yang tepat (acuan: nama 'Bayi Yesus' -> Kartu 1; nama 'Maria' -> Kartu 2; nama 'Yusuf' -> Kartu 3) (20 menit).
  • Murid mengerjakan lembar aktivitas visual mandiri: Diberikan lembar bergambar peristiwa Natal lengkap dengan lingkaran penunjuk bernomor 1, 2, dan 3. Murid menempel stiker label/mencentang nama tokoh yang tepat untuk ketiga figur (acuan: Nomor 1 menunjuk Bayi Yesus di palungan = Bayi Yesus; Nomor 2 menunjuk wanita di samping palungan = Maria; Nomor 3 menunjuk pria bertongkat = Yusuf) (25 menit).

Merefleksi (Berkesadaran, Bermakna):

  • Guru mengajak murid melihat kembali gambar peristiwa Natal di lembar kerja masing-masing dan merenungkan betapa penuh kasihnya keluarga kudus ini: Yusuf dan Maria yang dengan penuh cinta menjaga bayi Yesus di kandang yang sederhana (10 menit).

Penutup:

  • Guru bersama murid menyimpulkan ketiga tokoh utama kelahiran Yesus yang telah dipelajari: Bayi Yesus, Maria, dan Yusuf (5 menit).
  • Guru menutup kegiatan pembelajaran dengan doa syukur singkat atas cinta kasih keluarga kudus Yesus, Maria, dan Yusuf (5 menit).

Diferensiasi:

  • Konten: Menyediakan gambar peristiwa Natal dengan kontras warna tinggi dan tanda panah fokus bagi murid yang memerlukan dukungan visual.
  • Proses: Bagi murid yang masih ragu, guru membimbing langsung dengan memegang tangan murid untuk menunjuk ciri khas masing-masing tokoh (palungan untuk Yesus, selendang untuk Maria, tongkat untuk Yusuf). Bagi murid yang cepat, murid diminta menunjuk ketiga tokoh tersebut pada 2 versi ilustrasi lukisan Natal yang berbeda gaya gambarnya.
  • Produk: Murid dapat menunjukkan tokoh dengan cara menunjuk langsung pada poster besar, menempelkan kartu nama tokoh, atau melingkari figur tokoh pada lembar kerja sesuai kemampuan motoriknya.

Asesmen Pertemuan:

Awal:

  • Tanya jawab diagnostik lisan berbantuan gambar kandang Betlehem: 'Siapakah bayi kecil di palungan ini? Siapakah ibu di sampingnya dan bapa yang mendampinginya?' (acuan: Bayi Yesus; Maria; Yusuf).

Proses:

  • Pengamatan langsung saat murid menunjuk kartu figur dalam permainan 'Sentuh Tokoh' (acuan: tepat menunjuk Bayi Yesus pada Kartu 1, Maria pada Kartu 2, dan Yusuf pada Kartu 3).
  • Pemeriksaan lembar kerja visual mencocokkan ketiga tokoh pada gambar peristiwa Natal (acuan kunci lembar kerja: Posisi 1 = Bayi Yesus di palungan; Posisi 2 = Maria ibu Yesus; Posisi 3 = Yusuf bapa yang menjaga).

Akhir Pertemuan:

  • Cek pemahaman lisan dan tunjuk cepat pada akhir sesi: guru menunjuk acak figur pada poster kelas dan murid serempak/bergiliran menyebutkan 'Yesus', 'Maria', atau 'Yusuf' (acuan kunci: figur bayi di palungan = Bayi Yesus; figur ibu berkerudung = Maria; figur pria bertongkat = Yusuf).

Formatif:

  • Observasi unjuk kerja permainan 'Sentuh Tokoh'
  • Penilaian lembar kerja visual identifikasi tokoh peristiwa Natal (Bayi Yesus, Maria, Yusuf)

Rubrik Pertemuan:

AspekBelum BerkembangMulaiBerkembangSangat Berkembang
Menunjukkan tokoh Bayi Yesus, Maria, dan Yusuf melalui gambar peristiwa NatalBelum mampu menunjukkan ketiga tokoh (Bayi Yesus, Maria, dan Yusuf) pada gambar peristiwa Natal meskipun sudah diberi bimbingan penuh.Mampu menunjukkan 1 dari 3 tokoh (misalnya hanya Bayi Yesus) pada gambar peristiwa Natal dengan tepat melalui bimbingan guru.Mampu menunjukkan 2 sampai 3 tokoh (Bayi Yesus, Maria, dan Yusuf) pada gambar peristiwa Natal secara tepat namun masih sesekali memerlukan konfirmasi.Mampu menunjukkan seluruh tokoh (Bayi Yesus, Maria, dan Yusuf) pada berbagai variasi gambar peristiwa Natal secara tepat, konsisten, dan mandiri tanpa ragu.

Refleksi Pertemuan:

Guru:

  • Apakah media gambar peristiwa Natal yang digunakan cukup jelas dan memudahkan murid mengenali figur Bayi Yesus, Maria, dan Yusuf?
  • Bagaimana keterlibatan dan antusiasme murid saat permainan 'Sentuh Tokoh' berlangsung?

Murid:

  • Apakah kamu senang mencari dan menunjuk gambar bayi Yesus, Ibu Maria, dan Santo Yusuf hari ini?
  • Tokoh mana yang paling mudah kamu kenali pada gambar kandang Natal tadi?

Pertemuan 4 — Menunjukkan Tokoh Para Gembala dan Malaikat melalui Gambar Peristiwa Natal — 3 JP (3 x 35 menit = 105 menit)

Tujuan Pertemuan:

  • TP 1.4.2 Menunjukkan tokoh-tokoh dalam kisah kelahiran Tuhan Yesus melalui gambar peristiwa Natal

Pendahuluan:

  • Guru membuka pembelajaran dengan tanda salib, doa pembuka bersama, dan menyapa kehadiran murid (5 menit).
  • Guru melakukan asesmen awal diagnostik visual dengan menunjukkan 2 gambar tokoh secara bergantian di depan kelas: Gambar A (tokoh membawa tongkat gembala di padang rumput bersama domba) dan Gambar B (tokoh bersayap putih bersinar). Guru bertanya: 'Tunjukkan mana gambar para gembala dan mana gambar malaikat?' (acuan jawaban benar: Gambar A = Para Gembala, Gambar B = Malaikat) (10 menit).

Kegiatan Inti:

Memahami (Berkesadaran):

  • Guru menayangkan dan membagikan lembar gambar besar bertema Peristiwa Malam Natal di Padang Efrata dan Kandang Betlehem yang memuat figur Para Gembala (berpakaian sederhana, memegang tongkat, menjaga domba) dan Malaikat (makhluk surga berpakaian putih bercahaya dan bersayap) (10 menit).
  • Guru membimbing murid mengamati ciri-ciri visual tokoh para gembala dan malaikat pada gambar peristiwa Natal tersebut secara berkesadaran (10 menit).

Mengaplikasi (Menggembirakan, Bermakna):

  • Guru mengadakan permainan visual interaktif 'Tunjuk Cepat Tokoh Natal': Guru menyebutkan ciri tokoh, lalu murid secara serentak menunjuk figur yang tepat pada kartu gambar meja masing-masing: saat guru berkata 'Tunjuk pembawa kabar gembira bersayap!', murid menunjuk gambar Malaikat; saat guru berkata 'Tunjuk penjaga kawanan domba!', murid menunjuk gambar Para Gembala (15 menit).
  • Murid mengerjakan Lembar Kerja Mandiri 'Menunjukkan Tokoh Natal' berisi 4 butir gambar tokoh untuk dilingkari atau ditunjuk sesuai instruksi guru: Butir 1 (gambar gembala memegang tongkat), Butir 2 (gambar malaikat bersayap membawa warta), Butir 3 (gambar kawanan domba bersama gembala di padang), Butir 4 (gambar bala tentara malaikat memuji Allah di langit) (acuan: Murid tepat menunjuk figur gembala pada butir 1 dan 3, serta figur malaikat pada butir 2 dan 4) (25 menit).

Merefleksi (Berkesadaran):

  • Guru mengajak murid memeriksa kembali hasil pekerjaannya dan memastikan mereka dapat membedakan serta menunjukkan tokoh para gembala dan malaikat pada gambar secara tepat (15 menit).

Penutup:

  • Guru bersama murid menyimpulkan kembali cara mengenali dan menunjukkan tokoh para gembala serta malaikat melalui ciri-ciri visualnya pada gambar peristiwa Natal (10 menit).
  • Guru memandu doa penutup singkat dan tanda salib bersama murid (5 menit).

Diferensiasi:

  • Konten: Menyediakan gambar peristiwa Natal dengan kontras warna tajam dan ukuran figur lebih besar bagi murid yang membutuhkan bantuan visual.
  • Proses: Bagi murid yang masih ragu, guru memberikan bimbingan langsung dengan menunjuk ciri khusus (seperti sayap malaikat atau tongkat gembala). Bagi murid yang cepat, diberikan lembar gambar panorama malam Natal yang memuat lebih banyak figur gembala dan malaikat di berbagai posisi untuk ditunjukkan seluruhnya.
  • Produk: Murid dapat menunjukkan tokoh dengan cara melingkari gambar dengan pensil warna atau menunjuk langsung dengan jari di hadapan guru.

Asesmen Pertemuan:

Awal:

  • Diagnostik visual di awal pelajaran: Murid diminta menunjuk dan mengidentifikasi 2 gambar tokoh: Gambar A (orang memegang tongkat di dekat domba) dan Gambar B (sosok bersayap putih memancarkan cahaya). Acuan jawaban benar: Gambar A adalah para gembala, Gambar B adalah malaikat.

Proses:

  • Formatif unjuk kerja saat mengerjakan LK mandiri 4 butir: Murid menunjuk tokoh Para Gembala pada Butir 1 (figur berbusana sederhana berpegang tongkat) dan Butir 3 (figur di padang bersama domba), serta tokoh Malaikat pada Butir 2 (figur bersayap bercahaya) dan Butir 4 (figur tentara surga memuji Allah di langit). Kriteria: Murid tepat menunjukkan minimal 3 dari 4 tokoh sesuai acuan.

Akhir Pertemuan:

  • Cek pemahaman di akhir sesi: Guru memperlihatkan 1 gambar utuh suasana Natal di padang Betlehem, lalu meminta murid bergantian menunjuk letak tokoh para gembala dan malaikat. Acuan: Benar menunjuk area tokoh para gembala di padang rumput dan tokoh malaikat di atas langit.

Formatif:

  • Observasi unjuk kerja menunjuk tokoh para gembala dan malaikat pada permainan gambar dan Lembar Kerja Mandiri

Rubrik Pertemuan:

AspekBelum BerkembangMulaiBerkembangSangat Berkembang
Menunjukkan Tokoh Para Gembala dan Malaikat pada Gambar Peristiwa NatalBelum mampu menunjukkan tokoh para gembala maupun malaikat pada gambar peristiwa Natal (0-1 tokoh tepat dari 4 acuan).Mampu menunjukkan tokoh para gembala atau malaikat pada gambar peristiwa Natal dengan bantuan penuh guru (2 tokoh tepat dari 4 acuan: Butir 1 gembala, Butir 2 malaikat, Butir 3 gembala, Butir 4 malaikat).Mampu menunjukkan tokoh para gembala dan malaikat pada gambar peristiwa Natal secara mandiri (3-4 tokoh tepat dari 4 acuan: Butir 1 gembala, Butir 2 malaikat, Butir 3 gembala, Butir 4 malaikat).Mampu menunjukkan seluruh tokoh para gembala dan malaikat pada berbagai gambar peristiwa Natal secara mandiri, tepat, dan konsisten (4 tokoh tepat dari 4 acuan disertai ketepatan pada gambar variasi pengayaan).

Refleksi Pertemuan:

Guru:

  • Apakah media gambar peristiwa Natal yang digunakan cukup jelas membantu murid membedakan figur para gembala dan malaikat?
  • Bagaimana keterlibatan murid selama permainan tunjuk cepat gambar tokoh Natal?

Murid:

  • Bagian gambar mana yang paling mudah kamu tunjuk: malaikat yang bersayap atau gembala yang menjaga domba?
  • Apakah kamu merasa senang bermain mencari dan menunjuk gambar gembala serta malaikat hari ini?

Pertemuan 5 — Menceritakan Kisah Perjalanan Tiga Orang Majus Mengikuti Petunjuk Bintang — 3 JP (3 x 35 menit = 105 menit)

Tujuan Pertemuan:

  • TP 1.4.3 Menceritakan kisah tiga orang Majus yang datang menyembah bayi Yesus

Pendahuluan:

  • Guru menyapa murid, mengajak membuat tanda salib dan berdoa bersama memohon bimbingan Tuhan Yesus (5 menit).
  • Guru mengaitkan pembelajaran lalu tentang kabar para gembala dengan menanyakan siapa tokoh yang melihat bintang terang di langit (5 menit).
  • Guru melakukan asesmen awal lisan dengan menanyakan 2 pertanyaan diagnostik: (1) Siapa nama kelompok orang yang ahli melihat bintang di langit? (acuan: orang Majus / tiga orang Majus) dan (2) Apa tanda di langit yang mereka ikuti? (acuan: bintang / bintang besar yang terang) (5 menit).

Kegiatan Inti:

Memahami (Berkesadaran, Bermakna):

  • Murid mendengarkan penuturan guru dan mengamati gambar ilustrasi tentang kisah perjalanan tiga orang Majus dari Timur yang melihat bintang terang penanda lahirnya Raja Penyelamat (15 menit).
  • Guru membimbing tanya jawab mengenai 3 fakta utama dalam kisah perjalanan: (1) siapa yang melakukan perjalanan (tiga orang Majus bernama Melkior, Baltasar, dan Gaspar), (2) tanda penuntun perjalanan (bintang terang besar di langit), dan (3) tujuan perjalanan (mencari tempat lahirnya Raja Penyelamat / bayi Yesus) (15 menit).

Mengaplikasi (Menggembirakan):

  • Murid memainkan permainan menggembirakan 'Langkah Jejak Bintang': murid bergiliran maju mengambil satu kartu gambar peristiwa secara berurutan dan menceritakan secara lisan peristiwa pada kartu tersebut dengan kalimat sendiri (20 menit).
  • Murid secara berpasangan bergantian menceritakan kembali kisah perjalanan tiga orang Majus mengikuti petunjuk bintang berdasarkan 3 urutan gambar: Kartu 1 (Tiga orang Majus melihat bintang terang di langit Timur), Kartu 2 (Tiga orang Majus berjalan menempuh perjalanan jauh mengikuti arah bintang), Kartu 3 (Bintang berhenti dan tiga orang Majus tiba di tempat bayi Yesus berada) (20 menit).

Merefleksi (Berkesadaran, Bermakna):

  • Murid bersama guru merefleksikan kegigihan tiga orang Majus yang tidak berputus asa mencari Yesus meskipun harus berjalan jauh mengikuti bintang terang (10 menit).

Penutup:

  • Murid bersama guru menyimpulkan alur kisah perjalanan tiga orang Majus mengikuti petunjuk bintang menuju tempat Yesus (5 menit).
  • Guru menyampaikan apresiasi atas keberanian murid bercerita dan mengakhiri kegiatan dengan doa penutup serta membuat tanda salib (5 menit).

Diferensiasi:

  • Konten: Murid yang membutuhkan bimbingan diberikan panduan 3 kartu bergambar berurutan dengan kata kunci; murid yang sudah mahir menceritakan kisah perjalanan tiga orang Majus langsung tanpa bantuan kartu gambar.
  • Proses: Murid yang memerlukan pendampingan didampingi guru dengan pertanyaan penuntun pada setiap gambar; murid mahir berlatih bercerita secara mandiri kepada pasangan.
  • Produk: Murid dapat menceritakan kisah secara ringkas melalui 2-3 kalimat inti atau menceritakan secara lengkap mencakup nama tokoh, petunjuk bintang, dan arah perjalanan.

Asesmen Pertemuan:

Awal:

  • Tanya jawab lisan diagnostik mengenai kesiapan materi: (1) 'Siapakah orang yang ahli bintang yang mencari Raja yang baru lahir?' (acuan: orang Majus / tiga orang Majus) dan (2) 'Tanda apakah yang menuntun perjalanan mereka di langit?' (acuan: bintang terang / bintang besar).

Proses:

  • Penilaian unjuk kerja menceritakan kisah perjalanan tiga orang Majus mengikuti petunjuk bintang dengan mengamati ketepatan isi cerita yang mencakup 3 peristiwa utama: (1) Tiga orang Majus melihat bintang terang di Timur; (2) Tiga orang Majus berjalan mengikuti bintang; (3) Tiga orang Majus tiba di tempat lahir bayi Yesus.

Akhir Pertemuan:

  • Cek pemahaman lisan penutup: Guru meminta 2-3 murid merangkum dalam 1 kalimat mengapa orang Majus melakukan perjalanan (acuan: mereka mengikuti bintang terang untuk mencari dan menyembah Raja yang baru lahir / bayi Yesus).

Formatif:

  • Tes lisan diagnostik di awal pembelajaran tentang tokoh orang Majus dan tanda bintang
  • Observasi unjuk kerja saat murid menceritakan kembali kisah perjalanan tiga orang Majus mengikuti petunjuk bintang berdasarkan urutan peristiwa

Rubrik Pertemuan:

AspekBelum BerkembangMulaiBerkembangSangat Berkembang
Menceritakan kisah perjalanan tiga orang Majus mengikuti petunjuk bintangBelum mampu menceritakan kisah perjalanan tiga orang Majus meskipun telah diberikan pertanyaan penuntun dan kartu gambar (0 dari 3 peristiwa terpenuhi: melihat bintang, berjalan mengikuti bintang, tiba di tempat Yesus).Mampu menceritakan 1 dari 3 peristiwa perjalanan tiga orang Majus (melihat bintang, berjalan mengikuti bintang, atau tiba di tempat Yesus) dengan bantuan pertanyaan penuntun guru.Mampu menceritakan secara runtut 2 hingga 3 peristiwa perjalanan tiga orang Majus (melihat bintang di Timur, menempuh perjalanan mengikuti bintang, dan tiba di tempat bayi Yesus) secara mandiri.Mampu menceritakan seluruh 3 peristiwa perjalanan tiga orang Majus secara runtut, lengkap dengan menyebut nama tokoh (Melkior, Baltasar, Gaspar) dan petunjuk bintang penuntun secara tepat dan mandiri.

Refleksi Pertemuan:

Guru:

  • Apakah penggunaan kartu bergambar 'Langkah Jejak Bintang' efektif membantu murid kelas 1 menceritakan kembali kisah perjalanan tiga orang Majus?
  • Bagaimana keterlibatan aktif murid yang pemalu saat menceritakan kisah berpasangan?

Murid:

  • Bagian cerita mana dari perjalanan tiga orang Majus mengikuti bintang yang paling kamu sukai?
  • Apakah kamu merasa senang saat bercerita kepada teman tentang bintang penuntun tiga orang Majus?

Pertemuan 6 — Menceritakan Kisah Tiga Orang Majus yang Datang Menyembah Bayi Yesus — 3 JP (3 x 35 menit = 105 menit)

Tujuan Pertemuan:

  • TP 1.4.3 Menceritakan kisah tiga orang Majus yang datang menyembah bayi Yesus

Pendahuluan:

  • Guru membuka pembelajaran dengan tanda salib dan memimpin doa pembuka: 'Tuhan Yesus yang baik, kami ingin belajar tentang tiga orang Majus yang menyembah-Mu. Bukalah hati kami. Amin.' (5 menit).
  • Guru menyapa murid dan melakukan asesmen awal diagnostik lisan dengan mengajukan 2 pertanyaan: (1) Siapa nama tiga orang Majus dari Timur? (acuan jawaban: Melkior, Baltasar, dan Gaspar); (2) Untuk apa tiga orang Majus mencari bayi Yesus? (acuan jawaban: untuk sujud/datang menyembah bayi Yesus) (10 menit).
  • Guru menyampaikan tujuan kegiatan belajar hari ini, yaitu murid dapat menceritakan peristiwa tiga orang Majus yang tiba di Betlehem dan sujud menyembah bayi Yesus (5 menit).

Kegiatan Inti:

Memahami (Berkesadaran, Bermakna):

  • Guru memperlihatkan gambar adegan tiga orang Majus yang tiba di rumah tempat bayi Yesus bersama Ibu Maria, lalu menceritakan narasi berdasarkan Matius 2:1-12 dengan 3 alur utama: (1) Tiga orang Majus (Melkior, Baltasar, Gaspar) tiba di Betlehem mengikuti bintang yang berhenti di atas tempat bayi Yesus; (2) Mereka masuk ke dalam dan melihat bayi Yesus bersama Maria, ibu-Nya; (3) Ketiga orang Majus sujud menyembah Sang Raja yang baru lahir dengan penuh sukacita (3 menit).
  • Guru memandu tanya-jawab interaktif terstruktur untuk meneguhkan alur peristiwa penyembahan dengan 3 pertanyaan cek: (1) Di kota manakah tiga orang Majus menemukan bayi Yesus? (acuan: Betlehem); (2) Bersama siapakah bayi Yesus saat orang Majus masuk? (acuan: Maria/ibunya); (3) Apa sikap tubuh/tindakan yang dilakukan tiga orang Majus kepada bayi Yesus? (acuan: sujud menyembah) (13 menit).

Mengaplikasi (Menggembirakan, Bermakna):

  • Guru mengajak murid melakukan simulasi menggembirakan 'Jejak Tiga Majus Menyembah Bayi Yesus', di mana 3 murid mengenakan mahkota kertas, berjalan mengikuti gambar bintang di lantai kelas hingga tiba di depan gambar palungan bayi Yesus, lalu memperagakan sikap sujud menyembah sambil menceritakan secara lisan 1 kalimat tindakan mereka: 'Kami tiga orang Majus datang ke Betlehem untuk sujud menyembah Raja Damai, bayi Yesus' (15 menit).
  • Guru membagikan 3 kartu gambar runtutan peristiwa kepada setiap meja: Kartu A (Tiga Majus melihat bintang berhenti di atas rumah di Betlehem), Kartu B (Tiga Majus masuk dan melihat bayi Yesus bersama Maria), Kartu C (Tiga Majus berlutut sujud menyembah bayi Yesus), lalu membimbing murid menyusun urutan yang benar (acuan urutan: Kartu A -> Kartu B -> Kartu C) (15 menit).
  • Secara bergantian berpasangan, murid menceritakan kisah tiga orang Majus yang datang menyembah bayi Yesus menggunakan panduan 3 kartu urutan peristiwa tersebut secara lisan (15 menit).

Merefleksi (Berkesadaran):

  • Guru mengajak murid hening sejenak merenungkan keteladanan kerendahan hati tiga orang Majus: meskipun mereka orang pintar dan terpandang, mereka rela sujud menyembah bayi Yesus yang sederhana (5 menit).
  • Murid mengungkapkan refleksi batin terbimbing dengan mengulang doa pendek bersama: 'Tuhan Yesus, aku mau meneladani tiga orang Majus yang rendah hati dan selalu menyembah-Mu' (5 menit).

Penutup:

  • Guru bersama murid membuat simpulan lisan tentang kisah kedatangan tiga orang Majus (Melkior, Baltasar, dan Gaspar) yang sujud menyembah bayi Yesus di Betlehem (5 menit).
  • Guru memberikan asesmen akhir berupa cek pemahaman lisan dan umpan balik penguatan kepada murid (5 menit).
  • Guru menutup pertemuan dengan doa penutup dan tanda salib (4 menit).

Diferensiasi:

  • Konten: Menyediakan kartu alur bergambar dengan simbol bintang untuk kelompok yang memerlukan bantuan visual konkret.
  • Proses: Murid yang membutuhkan bimbingan dibantu dengan pertanyaan pemandu alur kartu satu per satu; murid yang sudah mahir dipersilakan menceritakan seluruh alur 3 kartu secara mandiri tanpa jeda bantuan.
  • Produk: Penyampaian cerita lisan dapat dilakukan dengan menunjuk langsung urutan gambar 1-2-3 atau menceritakan langsung secara mandiri.

Asesmen Pertemuan:

Awal:

  • Tanya jawab diagnostik lisan di awal pelajaran: (1) Siapa nama tiga orang Majus dari Timur? (acuan: Melkior, Baltasar, Gaspar); (2) Untuk apa tiga orang Majus mencari bayi Yesus? (acuan: untuk sujud/datang menyembah bayi Yesus). Guru mencatat murid yang sudah mengenal tokoh dan tujuannya serta murid yang belum tahu sama sekali.

Proses:

  • Pengamatan performa lisan menceritakan kisah berdasarkan 3 kartu alur peristiwa: Kartu A (bintang berhenti di atas rumah di Betlehem), Kartu B (masuk melihat bayi Yesus bersama Maria), Kartu C (sujud menyembah bayi Yesus). Acuan cerita tepat memuat: (1) tiba di Betlehem mengikuti bintang, (2) melihat bayi Yesus dan Ibu Maria, dan (3) sujud menyembah bayi Yesus.

Akhir Pertemuan:

  • Cek pemahaman lisan penutup: Guru menunjuk gambar tiga orang Majus bersujud di depan bayi Yesus dan menanyakan: 'Apa yang sedang dilakukan tiga orang Majus pada gambar ini dan mengapa mereka melakukannya?' (acuan jawaban: tiga orang Majus sedang sujud menyembah bayi Yesus karena mengakui bayi Yesus sebagai Raja/Juru Selamat).

Formatif:

  • Tanya jawab lisan diagnostik kesiapan menceritakan kisah tiga orang Majus pada kegiatan pendahuluan.
  • Observasi unjuk kerja saat murid mengurutkan 3 kartu gambar peristiwa dan menceritakan secara lisan peristiwa tiga orang Majus datang menyembah bayi Yesus.

Rubrik Pertemuan:

AspekBelum BerkembangMulaiBerkembangSangat Berkembang
Menceritakan kisah tiga orang Majus menyembah bayi YesusBelum mampu menceritakan kisah kedatangan tiga orang Majus menyembah bayi Yesus meskipun telah dipandu kartu alur (0 dari 3 alur tepat: tiba di Betlehem, melihat Yesus dan Maria, sujud menyembah).Mampu menceritakan 1 dari 3 bagian alur kisah tiga orang Majus menyembah bayi Yesus (tiba di Betlehem / melihat Yesus dan Maria / sujud menyembah) dengan bantuan bimbingan penuh guru.Mampu menceritakan 2 dari 3 bagian alur kisah tiga orang Majus menyembah bayi Yesus (tiba di Betlehem, melihat Yesus dan Maria, sujud menyembah) dengan runtut secara mandiri.Mampu menceritakan seluruh 3 bagian alur kisah tiga orang Majus menyembah bayi Yesus secara lengkap dan runtut (tiba di Betlehem mengikuti bintang, melihat bayi Yesus bersama Maria, dan sujud menyembah) secara mandiri.

Refleksi Pertemuan:

Guru:

  • Apakah penggunaan 3 kartu gambar alur peristiwa efektif memfasilitasi seluruh murid kelas 1 menceritakan kisah tiga orang Majus menyembah bayi Yesus?
  • Bagaimana keterlibatan murid selama simulasi gerak peran tiga orang Majus yang menggembirakan?

Murid:

  • Bagian mana dari cerita tiga orang Majus yang paling kamu senangi?
  • Apakah kamu merasa senang memperagakan tiga orang Majus yang datang menyembah bayi Yesus?

Pertemuan 7 — Menyebutkan Persembahan Tiga Orang Majus Berupa Emas, Kemenyan, dan Mur kepada Bayi Yesus — 3 JP (3 x 35 menit = 105 menit)

Tujuan Pertemuan:

  • TP 1.4.4 Menyebutkan persembahan tiga orang Majus kepada bayi Yesus dalam kisah tiga orang Majus

Pendahuluan:

  • Guru membuka pembelajaran dengan tanda salib dan doa pembuka bersama murid (5 menit).
  • Guru mengajak murid menyanyikan bersama lagu 'Tiga Raja dari Timur' bait yang memuat persembahan kencana/hadiah (5 menit).
  • Guru melakukan asesmen awal diagnostik lisan dengan menanyakan: 'Siapa yang tahu benda apa yang dibawa tiga orang Majus untuk bayi Yesus?' (acuan jawaban benar: menyebutkan minimal 1 dari 3 persembahan: emas, kemenyan/dupa, mur) (5 menit).

Kegiatan Inti:

Memahami (Berkesadaran, Bermakna):

  • Guru membacakan kembali kutipan kisah tiga orang Majus dari Injil Matius 2:11 dengan menunjukkan 3 gambar benda persembahan: (1) wadah berisi emas berkilau, (2) wadah pembakar kemenyan/dupa yang harum, dan (3) wadah minyak wangi mur (15 menit).
  • Guru melafalkan nama ketiga persembahan tersebut satu per satu: 'emas', 'kemenyan' (atau dupa), dan 'mur', lalu murid menirukan pengucapannya secara bersama-sama hingga hafal ketiga namanya (15 menit).

Mengaplikasi (Menggembirakan, Bermakna):

  • Guru mengadakan permainan menggembirakan 'Tebak Kotak Hadiah Majus': Guru menyediakan 3 kotak replika hadiah bertuliskan dan bergambar simbol (Kotak 1: koin emas kuning, Kotak 2: kemenyan/dupa wangi, Kotak 3: botol minyak mur). Secara bergiliran dalam kelompok kecil, seorang murid mengambil satu kotak dan murid lainnya bersama-sama menyebutkan nama persembahan yang ada di kotak tersebut dengan lantang dan gembira (acuan: Kotak 1 = emas; Kotak 2 = kemenyan/dupa; Kotak 3 = mur) (20 menit).
  • Guru membagikan Lembar Latihan Berpasangan yang memuat 3 gambar persembahan Majus: Gambar A (wadah kepingan emas), Gambar B (wadah dupa/kemenyan berasap wangi), Gambar C (guci/botol minyak mur). Setiap murid secara lisan menyebutkan nama ketiga benda persembahan tersebut kepada guru/temannya secara bergantian (acuan lengkap: A = emas, B = kemenyan/dupa, C = mur) (15 menit).

Merefleksi (Berkesadaran):

  • Guru mengajak murid duduk hening meresapkan rasa hormat tiga orang Majus yang mempersembahkan hadiah terbaik bagi bayi Yesus (10 menit).
  • Guru menanyakan secara acak kepada murid untuk menyebutkan kembali 3 jenis persembahan orang Majus sebagai pengingat dalam hati bahwa mereka memberi yang terbaik untuk Yesus (acuan: emas, kemenyan, mur) (5 menit).

Penutup:

  • Guru memberikan penguatan lisan bahwa tiga orang Majus membawa 3 persembahan istimewa, yaitu emas, kemenyan, dan mur kepada bayi Yesus (5 menit).
  • Guru menutup pertemuan dengan doa syukur atas persembahan kasih tiga orang Majus dan membuat tanda salib penutup (5 menit).

Diferensiasi:

  • Konten: Menyediakan kartu gambar visual nyata berwarna (kepingan emas, wadah dupa berasap, dan botol minyak mur) untuk membantu murid yang membutuhkan penguatan visual konkret.
  • Proses: Murid yang sudah cepat menghafal diminta langsung menyebutkan ketiga persembahan secara mandiri dan berurutan; murid yang masih memerlukan bantuan dibimbing dengan petunjuk ciri benda (misal: 'yang kuning berkilau namanya apa?').
  • Produk: Penyebutan nama persembahan dapat dilakukan secara lisan utuh, menunjuk gambar sambil melafalkan namanya, atau mencocokkan kartu nama persembahan pada gambar.

Asesmen Pertemuan:

Awal:

  • Pertanyaan diagnostik lisan di awal pelajaran: 'Sebutkan apa saja hadiah yang dibawa oleh tiga orang Majus untuk bayi Yesus?' (Acuan jawaban: murid dapat menyebutkan minimal 1 dari 3 persembahan: emas, kemenyan/dupa, mur).

Proses:

  • Pengamatan lisan saat murid menyebutkan 3 benda persembahan tiga orang Majus pada Lembar Latihan: (1) Gambar A adalah emas; (2) Gambar B adalah kemenyan (atau dupa); (3) Gambar C adalah mur (Acuan lengkap: emas, kemenyan, mur).

Akhir Pertemuan:

  • Cek pemahaman lisan di akhir sesi: Guru menunjuk ketiga kotak/gambar hadiah dan meminta murid menyebutkan lengkap ketiga persembahan tiga orang Majus kepada bayi Yesus (Acuan lengkap: emas, kemenyan, dan mur).

Formatif:

  • Tanya jawab lisan diagnostik di awal pembelajaran mengenai benda bawaan orang Majus
  • Observasi unjuk kerja saat permainan 'Tebak Kotak Hadiah Majus' dan Lembar Latihan Berpasangan menyebutkan 3 persembahan (emas, kemenyan, mur)

Rubrik Pertemuan:

AspekBelum BerkembangMulaiBerkembangSangat Berkembang
Menyebutkan persembahan tiga orang Majus (emas, kemenyan, mur)Belum mampu menyebutkan persembahan tiga orang Majus meskipun telah diberikan bimbingan langsung oleh guru (0 dari 3 benda tepat). Acuan: (1) emas, (2) kemenyan, (3) mur.Menyebutkan 1 dari 3 persembahan tiga orang Majus dengan bimbingan atau petunjuk guru. Acuan: (1) emas, (2) kemenyan, (3) mur.Menyebutkan 2 dari 3 persembahan tiga orang Majus secara tepat. Acuan: (1) emas, (2) kemenyan, (3) mur.Menyebutkan seluruh 3 persembahan tiga orang Majus (emas, kemenyan, dan mur) secara lengkap, tepat, dan mandiri tanpa bantuan. Acuan: (1) emas, (2) kemenyan, (3) mur.

Refleksi Pertemuan:

Guru:

  • Apakah seluruh murid sudah dapat membedakan dan menyebutkan nama ketiga persembahan tiga orang Majus (emas, kemenyan, mur)?
  • Apakah permainan tebak kotak hadiah efektif membangkitkan kegembiraan dan daya ingat murid kelas 1?

Murid:

  • Apakah aku senang belajar menyebutkan hadiah emas, kemenyan, dan mur untuk bayi Yesus?
  • Dapatkah aku menyebutkan 3 hadiah yang dibawa tiga orang Majus?

Pertemuan 8 — Asesmen Sumatif Bab — 3 JP (3 x 35 menit = 105 menit)

Tujuan Pertemuan:

  • TP 1.4.1 Menceritakan kisah kelahiran Tuhan Yesus berdasarkan peristiwa di Betlehem
  • TP 1.4.2 Menunjukkan tokoh-tokoh dalam kisah kelahiran Tuhan Yesus melalui gambar peristiwa Natal
  • TP 1.4.3 Menceritakan kisah tiga orang Majus yang datang menyembah bayi Yesus
  • TP 1.4.4 Menyebutkan persembahan tiga orang Majus kepada bayi Yesus dalam kisah tiga orang Majus

Pendahuluan:

  • Guru membuka pertemuan dengan tanda salib, salam, dan doa singkat bersyukur atas penyertaan Tuhan selama belajar Bab 4 (3 menit).
  • Guru menyampaikan tujuan asesmen sumatif bab, yaitu menunjukkan pemahaman tentang kisah kelahiran Yesus, tokoh-tokoh peristiwa Natal, dan persembahan tiga orang Majus secara mandiri (4 menit).

Kegiatan Inti:

Memahami (Berkesadaran):

  • Guru membagikan lembar kerja identifikasi visual berisi gambar adegan Natal lengkap dan menjelaskan instruksi pengerjaan: melingkari 4 tokoh (Maria, Yusuf, bayi Yesus, para gembala) dan menghubungkan garis ke 1 tempat palungan di Betlehem (3 menit).

Mengaplikasi (Bermakna):

  • Seluruh murid secara serentak dan mandiri mengerjakan Tugas 1 pada lembar kerja identifikasi visual: (1) melingkari tokoh Maria [ibu Yesus berjubah], (2) melingkari tokoh Santo Yusuf [pria pendamping Maria], (3) melingkari tokoh bayi Yesus [bayi berbalut lampin], (4) melingkari tokoh para gembala [orang pembawa tongkat gembala/hewan domba], dan (5) menarik garis lurus menghubungkan label palungan ke gambar wadah makanan ternak tempat bayi Yesus dibaringkan (acuan: ketepatan 5 penandaan visual sesuai kunci) (32 menit).
  • Guru mengumpulkan lembar kerja Tugas 1, membagikan lembar gambar kisah Natal untuk diwarnai secara tenang di meja masing-masing sebagai pengondisian kelas, lalu memanggil murid satu per satu ke meja guru untuk melaksanakan Tugas 2 unjuk kerja lisan terstruktur (durasi 2,5 menit per murid x 28 murid = 70 menit) dipandu 3 pertanyaan pemantik: (a) 'Ceritakan apa yang terjadi saat Yesus lahir di Betlehem?' (acuan: Maria dan Yusuf ke Betlehem, tidak dapat penginapan, Yesus lahir di kandang dan dibaringkan di palungan, didatangi gembala), (b) 'Bagaimana perjalanan tiga orang Majus sampai bertemu bayi Yesus?' (acuan: orang Majus melihat bintang di Timur, mengikuti arah bintang hingga tiba di Betlehem dan sujud menyembah Yesus), (c) 'Sebutkan 3 persembahan yang dibawa orang Majus untuk bayi Yesus!' (acuan: emas, kemenyan, mur) (57 menit).

Merefleksi (Berkesadaran):

  • Guru memfasilitasi murid yang telah selesai unjuk kerja lisan untuk mengheningkan cipta sejenak dan menyadari bagaimana pengalaman mengingat kembali kisah kelahiran Sang Juru Selamat menumbuhkan rasa syukur dan ketenangan batin (3 menit).

Penutup:

  • Guru memberikan apresiasi atas ketertiban, kejujuran, dan kemandirian seluruh murid dalam menyelesaikan seluruh rangkaian asesmen sumatif Bab 4 (2 menit).
  • Guru merangkum inti pewartaan bab bahwa Allah mengasihi manusia melalui kelahiran Yesus Kristus, mengajak menyanyikan lagu singkat 'Tiga Raja dari Timur', dan menutup kelas dengan doa penutup serta berkat tanda salib (1 menit).

Diferensiasi:

  • Konten: Tidak ada modifikasi materi sumatif; lembar identifikasi gambar dan pertanyaan lisan seragam untuk seluruh murid.
  • Proses: Akomodasi akses: bagi murid yang mengalami hambatan artikulasi atau kecemasan berbicara lisan, guru memberikan waktu jeda hening sejenak sebelum merespons pertanyaan lisan pemantik tanpa mengurangi kompetensi yang diukur.
  • Produk: Standar bukti belajar tetap sama untuk semua murid: lembar kerja penandaan visual 5 elemen dan rekaman respons lisan atas 3 alur kisah.

Asesmen Pertemuan:

Sumatif Bab:

  • penugasan lembar kerja gambar bergambar serentak dan unjuk kerja wawancara lisan singkat terstruktur: hasil menandai gambar tokoh serta rekaman lisan mengenai kisah kelahiran Yesus, tiga orang Majus, dan persembahannya
  • tugas identifikasi visual serentak: lembar kerja murid berisi penandaan (melingkari dan menghubungkan garis) pada gambar tokoh Maria, Yusuf, para gembala, bayi Yesus, dan tempat palungan di Betlehem yang dikerjakan seluruh kelas secara bersamaan (35 menit; kelompok; instrumen: kunci jawaban dan panduan penskoran identifikasi gambar)
  • unjuk kerja lisan bergiliran: tuturan lisan ringkas tiap murid dipandu 3 pertanyaan pemantik tentang kelahiran Yesus di Betlehem, perjalanan orang Majus mengikuti bintang, dan 3 jenis persembahan (emas, kemenyan, mur) dinilai 2,5 menit per murid secara rotasi ke meja guru sementara murid lain mewarnai lembar kisah Natal (70 menit / 2,5 menit = 28 murid, muat satu kelas) (70 menit; individual; instrumen: rubrik unjuk kerja lisan analitik (kelengkapan tokoh kelahiran, alur kisah orang Majus, ketepatan penyebutan tiga persembahan))

Sumatif:

  • penugasan lembar kerja gambar bergambar serentak dan unjuk kerja wawancara lisan singkat terstruktur: hasil menandai gambar tokoh serta rekaman lisan mengenai kisah kelahiran Yesus, tiga orang Majus, dan persembahannya
  • tugas identifikasi visual serentak: lembar kerja murid berisi penandaan (melingkari dan menghubungkan garis) pada gambar tokoh Maria, Yusuf, para gembala, bayi Yesus, dan tempat palungan di Betlehem yang dikerjakan seluruh kelas secara bersamaan (35 menit; kelompok; instrumen: kunci jawaban dan panduan penskoran identifikasi gambar)
  • unjuk kerja lisan bergiliran: tuturan lisan ringkas tiap murid dipandu 3 pertanyaan pemantik tentang kelahiran Yesus di Betlehem, perjalanan orang Majus mengikuti bintang, dan 3 jenis persembahan (emas, kemenyan, mur) dinilai 2,5 menit per murid secara rotasi ke meja guru sementara murid lain mewarnai lembar kisah Natal (70 menit / 2,5 menit = 28 murid, muat satu kelas) (70 menit; individual; instrumen: rubrik unjuk kerja lisan analitik (kelengkapan tokoh kelahiran, alur kisah orang Majus, ketepatan penyebutan tiga persembahan))

Rubrik Pertemuan:

AspekBelum BerkembangMulaiBerkembangSangat Berkembang
Menunjukkan Tokoh dan Palungan pada Gambar Natal (TP 1.4.2)Menandai 1 dari 5 elemen visual tokoh/palungan dengan tepat (acuan: Maria, Yusuf, bayi Yesus, para gembala, palungan).Menandai 2-3 dari 5 elemen visual tokoh/palungan dengan tepat (acuan: Maria, Yusuf, bayi Yesus, para gembala, palungan).Menandai 4 dari 5 elemen visual tokoh/palungan dengan tepat (acuan: Maria, Yusuf, bayi Yesus, para gembala, palungan).Menandai seluruh 5 elemen visual (Maria, Yusuf, bayi Yesus, para gembala, dan palungan) secara tepat dan mandiri.
Menceritakan Kisah Kelahiran Yesus di Betlehem (TP 1.4.1)Menceritakan kisah kelahiran Yesus dengan bantuan penuh guru dan hanya memuat 1 bagian peristiwa (acuan: perjalanan ke Betlehem, kelahiran di kandang/palungan, kabar para gembala).Menceritakan kisah kelahiran Yesus dengan memuat 1 bagian peristiwa secara mandiri (acuan peristiwa di Betlehem).Menceritakan kisah kelahiran Yesus secara mandiri memuat 2 bagian peristiwa di Betlehem (acuan: Maria-Yusuf ke Betlehem, kelahiran di kandang/palungan, atau kunjungan gembala).Menceritakan kisah kelahiran Yesus secara mandiri dan runtut mencakup seluruh 3 bagian peristiwa (Maria-Yusuf ke Betlehem, kelahiran di palungan kandang hewan, dan kedatangan para gembala).
Menceritakan Kisah Perjalanan dan Penyembahan Tiga Orang Majus (TP 1.4.3)Menceritakan kisah orang Majus hanya dengan bimbingan penuh pertanyaan guru dan alur belum jelas.Menceritakan kisah orang Majus secara mandiri tetapi hanya memuat 1 bagian (melihat bintang atau datang menyembah).Menceritakan kisah orang Majus secara mandiri memuat 2 bagian alur (melihat bintang penuntun dan datang ke Betlehem menyembah bayi Yesus).Menceritakan kisah orang Majus secara mandiri, lengkap, dan runtut memuat melihat bintang di Timur, menempuh perjalanan ke Betlehem, hingga sujud menyembah bayi Yesus.
Menyebutkan Persembahan Tiga Orang Majus (TP 1.4.4)Belum dapat menyebutkan persembahan tiga orang Majus atau hanya menyebut 1 persembahan dengan bantuan (acuan: emas, kemenyan, mur).Menyebutkan 1 dari 3 persembahan tiga orang Majus secara tepat (pilihan acuan: emas, kemenyan, atau mur).Menyebutkan 2 dari 3 persembahan tiga orang Majus secara tepat (pilihan acuan: emas, kemenyan, mur).Menyebutkan seluruh 3 persembahan tiga orang Majus secara tepat dan mandiri (acuan lengkap: emas, kemenyan, dan mur).

Refleksi Pertemuan:

Guru:

  • Apakah alokasi waktu 2,5 menit per murid efektif untuk mengamati seluruh kriteria unjuk kerja lisan kisah kelahiran dan persembahan Majus?
  • Bagaimana tingkat kemandirian murid kelas 1 dalam mengidentifikasi gambar tokoh Natal secara serentak?

Murid:

  • Bagian mana dari kisah kelahiran Tuhan Yesus yang paling aku ingat dan senangi?
  • Apakah aku sudah dapat menyebutkan 3 persembahan orang Majus dengan lancar di meja guru tadi?

SUMBER BELAJAR

  1. Alkitab (Injil Lukas 2:1-7)
  2. Buku Panduan Guru Pendidikan Agama Katolik dan Budi Pekerti Kelas I SD (Kemendikbudristek 2021)
  3. Buku Teks Siswa Pendidikan Agama Katolik dan Budi Pekerti Kelas I SD (Kemendikbudristek 2021)
  4. Gambar seri peristiwa Maria dan Yusuf menuju Betlehem hingga kelahiran Yesus di kandang
  5. Alkitab: Injil Lukas 2:8-20
  6. Buku Panduan Guru Pendidikan Agama Katolik dan Budi Pekerti untuk SD Kelas I (Kemendikbudristek, 2021)
  7. Buku Siswa Pendidikan Agama Katolik dan Budi Pekerti untuk SD Kelas I (Kemendikbudristek, 2021)
  8. Set kartu gambar peristiwa Natal (Malaikat dan para gembala di padang, gembala berjalan ke Betlehem, bayi Yesus di palungan)
  9. Buku Panduan Guru Pendidikan Agama Katolik dan Budi Pekerti untuk SD Kelas I
  10. Buku Siswa Pendidikan Agama Katolik dan Budi Pekerti untuk SD Kelas I
  11. Poster/Gambar Peristiwa Kelahiran Yesus di Betlehem
  12. Kartu bergambar figur Bayi Yesus, Maria, dan Yusuf
  13. Alkitab (Lukas 2:1-20)
  14. Buku Panduan Guru Pendidikan Agama Katolik dan Budi Pekerti Kelas 1 SD
  15. Buku Siswa Pendidikan Agama Katolik dan Budi Pekerti Kelas 1 SD
  16. Gambar peraga peristiwa Natal (Kabar sukacita malaikat kepada para gembala di padang Betlehem)
  17. Lembar Kerja Menunjukkan Tokoh Natal Kelas 1
  18. Alkitab: Injil Matius 2:1-12
  19. Buku Panduan Guru Pendidikan Agama Katolik dan Budi Pekerti untuk SD Kelas I, Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi, 2021
  20. Buku Siswa Pendidikan Agama Katolik dan Budi Pekerti untuk SD Kelas I, Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi, 2021
  21. Set 3 kartu gambar seri kisah perjalanan tiga orang Majus mengikuti petunjuk bintang
  22. Buku Siswa Pendidikan Agama Katolik dan Budi Pekerti untuk SD Kelas I (Kemendikbudristek 2021, Bab 4)
  23. Buku Panduan Guru Pendidikan Agama Katolik dan Budi Pekerti untuk SD Kelas I (Kemendikbudristek 2021, Bab 4)
  24. Teks Kitab Suci Injil Matius 2:1-12
  25. Media visual: Gambar tiga orang Majus sujud menyembah bayi Yesus, 3 set kartu alur peristiwa bergambar, mahkota kertas untuk simulasi peran
  26. Buku Panduan Guru Pendidikan Agama Katolik dan Budi Pekerti untuk SD Kelas I (Kemendikbudristek RI)
  27. Buku Siswa Pendidikan Agama Katolik dan Budi Pekerti untuk SD Kelas I (Kemendikbudristek RI)
  28. Kitab Suci Perjanjian Baru (Injil Matius 2:1-12)
  29. Gambar/replika 3 wadah persembahan Majus (emas, dupa/kemenyan, dan mur)
  30. Alkitab (Lukas 2:1-20 dan Matius 2:1-12)
  31. Buku Panduan Guru Pendidikan Agama Katolik dan Budi Pekerti Kelas I SD (Pusat Kurikulum dan Perbukuan)
  32. Buku Siswa Pendidikan Agama Katolik dan Budi Pekerti Kelas I SD Bab 4
  33. Lembar Asesmen Kerja Gambar Kelahiran Yesus di Betlehem
  34. Lembar Mewarnai Kisah Natal untuk Pengondisian Kelas

Lihat & unduh lengkap

Masuk pakai Google untuk membuka modul ajar bab ini secara penuh.

Apa isi bab ini?

Dokumen memuat seluruh pertemuan bab ini dalam satu berkas: tujuan pembelajaran per pertemuan, urutan kegiatan inti sesuai alokasi JP, pertanyaan pemantik, asesmen formatif, asesmen sumatif bab, rubrik, dan refleksi. Cocok dipakai sebagai persiapan tatap muka sekaligus lampiran supervisi.

Cara pakai bab ini

Unduh DOCX, lalu sesuaikan nama sekolah, kepala sekolah, dan NIP. Bagian kegiatan inti bisa Bapak/Ibu kurangi atau tambah sesuai karakter siswa di kelas; tujuan pembelajaran sebaiknya tetap selaras dengan ATP induk.