Modul AjarPertemuan 6Bab 2Fase ASemester 1

Modul Ajar Pendidikan Agama Katolik dan Budi Pekerti Kelas 1: Hidup Rukun dan Saling Menghormati Perbedaan Bersama Teman

Modul Ajar ini disusun untuk satu pertemuan tatap muka mata pelajaran Pendidikan Agama Katolik dan Budi Pekerti kelas 1 dengan topik "Hidup Rukun dan Saling Menghormati Perbedaan Bersama Teman". Dokumen mengikuti Alur Tujuan Pembelajaran (ATP) Kurikulum Merdeka, lengkap dengan tujuan, langkah kegiatan, dan asesmen ringkas.

MEJAGURU.ID - DOKUMEN MODUL AJAR

Modul Ajar Pendidikan Agama Katolik dan Budi Pekerti Kelas 1: Hidup Rukun dan Saling Menghormati Perbedaan Bersama Teman

Pendidikan Agama Katolik dan Budi Pekerti - Kelas 1

Bab 2 - Pertemuan 6

MODUL AJAR

Pendidikan Agama Katolik dan Budi Pekerti — Kelas 1 (Fase A)

Topik: Hidup Rukun dan Saling Menghormati Perbedaan Bersama Teman

INFORMASI UMUM

Mata PelajaranPendidikan Agama Katolik dan Budi Pekerti
Fase / KelasFase A / Kelas 1
TopikHidup Rukun dan Saling Menghormati Perbedaan Bersama Teman
Alokasi Waktu2x35 menit
Jumlah Pertemuan1

TUJUAN PEMBELAJARAN

  1. Melalui pendalaman Kitab Suci dan cerita, murid mampu menjelaskan pentingnya hidup rukun dan saling menghormati perbedaan jenis kelamin, agama, dan suku di antara teman-teman
  2. Melalui refleksi dan aksi, murid mampu menunjukkan sikap bersahabat dan bekerja sama dengan teman yang berbeda latar belakang sebagai perwujudan iman Katolik

PROFIL LULUSAN

DimensiDisasar
Keimanan dan Ketakwaan terhadap Tuhan Yang Maha Esa
Kewargaan
Penalaran Kritis
Kreativitas
Kolaborasi
Kemandirian
Kesehatan
Komunikasi

PERTANYAAN PEMANTIK

  1. Siapa saja teman-temanmu? Apakah mereka semua sama?
  2. Apa yang membuat teman-temanmu berbeda satu sama lain?
  3. Bagaimana perasaanmu bermain dengan teman yang berbeda denganmu?

KEGIATAN PEMBELAJARAN

Pertemuan 1

Pendahuluan:

  • Guru membuka pembelajaran dengan salam dan mengajak murid berdoa bersama: Allah Yang Mahabaik, Engkau telah memberi kami teman yang baik. Kami bersyukur boleh belajar dan bermain bersama. Berkati kami semua. Amin
  • Guru mengajak murid menyanyikan lagu 'Temanku' atau lagu tentang persahabatan dengan gerakan sederhana untuk menciptakan suasana ceria
  • Guru melakukan asesmen awal dengan bertanya: 'Siapa yang punya teman di kelas ini? Coba sebutkan nama temanmu!' dan mengamati respons murid
  • Guru menyampaikan tujuan pembelajaran dengan bahasa sederhana: 'Hari ini kita akan belajar tentang teman-teman kita yang berbeda-beda dan bagaimana kita bisa hidup rukun bersama mereka'
  • Guru menjelaskan kegiatan yang akan dilakukan: mengamati gambar, bermain, menulis, mendengarkan cerita Yesus, dan bermain peran

Kegiatan Inti:

Memahami (Berkesadaran, Bermakna, Menggembirakan):

  • Guru menampilkan atau membuka Buku Siswa halaman 55-56 yang berisi gambar anak-anak beragam sedang duduk bersama, bermain bersama, belajar bersama, bekerja bersama, dan berdiskusi kelompok
  • Guru memfasilitasi pengamatan dengan pertanyaan: 'Apa yang kalian lihat di gambar ini? Apakah anak-anak di gambar ini semua sama? Apa perbedaan yang kalian lihat?'
  • Murid menyebutkan perbedaan yang mereka lihat (jenis kelamin, warna kulit, tinggi badan, pakaian) dengan bimbingan guru
  • Guru mengajak murid bermain 'Mencari Teman' dengan aturan: cari teman yang berbeda jenis kelamin, cari teman yang berbeda tinggi badan, cari teman dengan warna baju berbeda
  • Setelah bermain, guru mengajak duduk melingkar dan bertanya: 'Bagaimana perasaan kalian bermain dengan teman yang berbeda? Apakah menyenangkan?'
  • Guru membagikan kertas dan meminta murid menuliskan nama 3-5 teman mereka di kelas (Buku Siswa halaman 57)
  • Guru membacakan atau menceritakan kisah Yesus dan dua belas murid-Nya (Buku Siswa halaman 58): 'Yesus memiliki banyak teman. Mereka datang dari berbagai tempat dan pekerjaan yang berbeda. Ada nelayan, ada pemungut pajak, ada yang kaya, ada yang miskin. Tapi Yesus menyayangi mereka semua dan mereka hidup rukun bersama'
  • Guru mengajukan pertanyaan pemahaman: 'Berapa jumlah teman-teman Yesus yang istimewa? Apakah teman-teman Yesus semuanya sama? Apa yang dilakukan Yesus dengan teman-temannya?'

Mengaplikasi (Bermakna, Menggembirakan):

  • Guru membagi murid menjadi kelompok kecil (4-5 anak) dengan komposisi yang beragam (jenis kelamin, kepribadian yang berbeda)
  • Setiap kelompok diminta melakukan permainan sederhana 'Merangkai Cerita Bersama': guru memulai dengan kalimat 'Ada seorang anak bernama...', lalu setiap anggota kelompok melanjutkan cerita secara bergantian
  • Guru mengamati bagaimana murid bekerja sama dalam kelompok, apakah mereka saling mendengarkan, memberi kesempatan bicara, dan menghargai ide teman
  • Guru memfasilitasi kegiatan bermain peran sederhana: dua anak berperan sebagai teman yang berbeda agama/suku bertemu di taman dan saling menyapa, bermain bersama
  • Murid lain mengamati dan diminta memberi tepuk tangan sebagai apresiasi
  • Guru memberikan penguatan: 'Lihat, meskipun berbeda, kita bisa bermain bersama dengan rukun dan bahagia. Itulah yang Yesus ajarkan kepada kita'

Merefleksi (Berkesadaran, Bermakna):

  • Guru mengajak murid duduk tenang dalam formasi lingkaran
  • Guru membimbing refleksi dengan pertanyaan: 'Apa yang kalian rasakan hari ini saat bermain dengan teman yang berbeda? Apakah kalian senang? Mengapa?'
  • Murid diberi kesempatan menyampaikan perasaan dan pengalaman mereka dengan bahasa sendiri
  • Guru bertanya: 'Teman-teman kalian ada yang berbeda agama, suku, atau jenis kelamin. Apakah itu membuat kalian tidak bisa berteman? Apa yang akan kalian lakukan mulai besok?'
  • Setiap murid diminta membuat komitmen sederhana: 'Aku akan... (misalnya: bermain dengan semua teman, tidak memilih-milih teman, menyapa teman yang berbeda)'
  • Guru mencatat komitmen murid dan mengapresiasi setiap komitmen yang disampaikan
  • Guru menguatkan dengan pesan: 'Allah menciptakan kita semua berbeda. Perbedaan itu indah. Yesus mengajarkan kita untuk saling menyayangi meskipun berbeda. Kalian semua adalah teman yang baik!'

Penutup:

  • Guru melakukan asesmen akhir dengan meminta murid menggambar diri mereka bersama 2-3 teman yang berbeda dan menuliskan pesan singkat tentang persahabatan
  • Guru memberikan apresiasi kepada semua murid atas partisipasi aktif mereka
  • Guru mengajak murid menyanyikan kembali lagu 'Temanku' atau 'Di Sini Kupunya Teman' dengan penuh sukacita
  • Guru menutup pembelajaran dengan doa syukur: 'Terima kasih Tuhan atas semua teman yang Engkau berikan kepada kami. Ajari kami untuk selalu hidup rukun dan saling menyayangi. Amin'
  • Guru memberikan tugas rumah sederhana: bermain dengan teman di rumah yang berbeda (jenis kelamin, agama, atau suku) dan menceritakan pengalaman tersebut pada pertemuan berikutnya

Diferensiasi:

  • Konten: Untuk murid yang cepat menangkap: diberikan cerita tambahan tentang tokoh Katolik yang memperjuangkan persatuan dalam perbedaan. Untuk murid yang membutuhkan dukungan: diberikan gambar konkret dan media visual lebih banyak, serta pendampingan personal saat menulis nama teman
  • Proses: Murid yang percaya diri dapat memimpin permainan atau bermain peran. Murid yang pemalu dapat menjadi pengamat terlebih dahulu, lalu diberi kesempatan berpartisipasi dengan dukungan guru. Guru menyesuaikan kompleksitas pertanyaan refleksi sesuai kemampuan verbal murid
  • Produk: Murid dapat memilih cara mengekspresikan pemahaman: menggambar diri bersama teman, membuat kolase dari foto, atau menceritakan secara lisan. Murid yang sudah lancar menulis dapat menambahkan kalimat sederhana di gambar mereka

ASESMEN

Awal:

  • Guru bertanya secara lisan kepada murid: 'Siapa yang punya teman di kelas ini? Apakah teman-teman kalian semuanya sama?' untuk mengukur pemahaman awal tentang perbedaan
  • Guru mengamati respons dan antusiasme murid saat menjawab pertanyaan tentang teman-teman mereka

Proses:

  • Observasi selama kegiatan mengamati gambar: apakah murid dapat mengidentifikasi perbedaan
  • Observasi selama permainan: apakah murid mau bermain dengan semua teman tanpa pilih-pilih
  • Penilaian sikap saat kerja kelompok: kemampuan mendengarkan, berbagi tugas, dan menghargai pendapat teman
  • Tanya jawab pemahaman setelah mendengarkan cerita Yesus: apakah murid memahami pesan hidup rukun dalam perbedaan

Akhir:

  • Penilaian produk gambar dan pesan persahabatan menggunakan rubrik
  • Penilaian komitmen lisan murid: kejelasan, kesesuaian dengan tujuan pembelajaran, dan kesungguhan
  • Refleksi diri murid: apakah mereka dapat menyebutkan hal baru yang dipelajari dan perubahan sikap yang akan dilakukan

Formatif:

  • Observasi partisipasi murid saat bermain 'Mencari Teman' dan kerja kelompok
  • Tanya jawab lisan selama pendalaman cerita Yesus dan murid-murid-Nya
  • Penilaian sikap saat bermain peran: apakah murid menunjukkan sikap menghargai dan bekerja sama

Sumatif:

  • Produk gambar diri bersama teman-teman yang berbeda dengan pesan persahabatan
  • Penilaian komitmen lisan murid tentang hidup rukun dengan teman yang berbeda
  • Portofolio: tulisan nama teman-teman di Buku Siswa

RUBRIK PENILAIAN

AspekBelum BerkembangMulaiBerkembangSangat Berkembang
Pemahaman tentang perbedaan temanMurid belum dapat menyebutkan perbedaan yang ada di antara teman-temannyaMurid dapat menyebutkan 1 jenis perbedaan (misalnya jenis kelamin) dengan bantuan guruMurid dapat menyebutkan 2-3 jenis perbedaan (jenis kelamin, agama, suku) secara mandiriMurid dapat menyebutkan berbagai perbedaan dan menjelaskan bahwa perbedaan itu wajar dan indah
Sikap menghargai perbedaanMurid masih memilih-milih teman dan enggan bermain dengan teman yang berbedaMurid mau bermain dengan teman yang berbeda jika diminta guruMurid dengan sukarela bermain dan bekerja sama dengan teman yang berbedaMurid aktif mengajak dan membantu teman yang berbeda, menunjukkan sikap inklusif
Kemampuan bekerja samaMurid belum mau berbagi tugas atau mendengarkan pendapat teman dalam kelompokMurid mau mendengarkan teman tetapi belum aktif berkontribusi dalam kelompokMurid aktif berkontribusi dan mendengarkan pendapat teman dengan baikMurid memfasilitasi kerja sama, memastikan semua anggota kelompok terlibat dan dihargai
Refleksi dan komitmenMurid belum dapat mengungkapkan perasaan atau membuat komitmenMurid dapat menyebutkan perasaan dengan bantuan pertanyaan guruMurid dapat merefleksikan pengalaman dan membuat komitmen sederhana untuk hidup rukunMurid dapat merefleksikan secara mendalam, membuat komitmen konkret, dan menghubungkan dengan ajaran Yesus

REFLEKSI

Refleksi Guru:

  • Apakah semua murid terlibat aktif dalam kegiatan pembelajaran?
  • Apakah strategi pembelajaran yang saya gunakan efektif membantu murid memahami pentingnya menghargai perbedaan?
  • Bagian mana dari pembelajaran yang paling menarik bagi murid dan mengapa?
  • Apakah ada murid yang masih menunjukkan sikap eksklusif atau belum mau bermain dengan teman yang berbeda? Bagaimana saya akan membantunya?
  • Apa yang perlu saya perbaiki untuk pertemuan selanjutnya agar pembelajaran lebih bermakna?

Refleksi Murid:

  • Apa yang paling menyenangkan dari belajar hari ini?
  • Apa hal baru yang kamu pelajari tentang teman-temanmu?
  • Bagaimana perasaanmu saat bermain dengan teman yang berbeda denganmu?
  • Apa yang akan kamu lakukan besok untuk hidup rukun dengan semua temanmu?

SUMBER BELAJAR

  1. Buku Siswa Pendidikan Agama Katolik dan Budi Pekerti Kelas 1 (halaman 54-58)
  2. Buku Panduan Guru Pendidikan Agama Katolik dan Budi Pekerti Kelas 1 (halaman 72)
  3. Kitab Suci: kisah Yesus memanggil dua belas murid
  4. Lagu 'Temanku' dan 'Di Sini Kupunya Teman'
  5. Gambar atau poster anak-anak beragam dari berbagai suku, agama, dan jenis kelamin
  6. Kertas gambar, pensil warna, krayon untuk kegiatan menggambar
  7. Alat musik sederhana untuk mengiringi lagu (opsional)

Lihat & unduh lengkap

Masuk pakai Google untuk membuka modul ajar pertemuan ini secara penuh.

Apa isi pertemuan ini?

Dokumen mencakup tujuan pembelajaran terpilih, urutan kegiatan inti yang sudah disesuaikan dengan alokasi JP, serta pertanyaan pemantik dan asesmen formatif singkat. Cocok dipakai sebagai bahan persiapan tatap muka maupun lampiran supervisi.

Cara pakai pertemuan ini

Unduh DOCX, lalu sesuaikan nama sekolah, kepala sekolah, dan NIP. Bagian kegiatan inti bisa Bapak/Ibu kurangi atau tambah sesuai karakter siswa di kelas; tujuan pembelajaran sebaiknya tetap selaras dengan ATP induk.