Modul AjarPertemuan 5Bab 2Fase ASemester 1

Modul Ajar Pendidikan Agama Katolik dan Budi Pekerti Kelas 1: Mengenal Teman-teman di Lingkungan Rumah dan Sekolah

Modul Ajar ini disusun untuk satu pertemuan tatap muka mata pelajaran Pendidikan Agama Katolik dan Budi Pekerti kelas 1 dengan topik "Mengenal Teman-teman di Lingkungan Rumah dan Sekolah". Dokumen mengikuti Alur Tujuan Pembelajaran (ATP) Kurikulum Merdeka, lengkap dengan tujuan, langkah kegiatan, dan asesmen ringkas.

MEJAGURU.ID - DOKUMEN MODUL AJAR

Modul Ajar Pendidikan Agama Katolik dan Budi Pekerti Kelas 1: Mengenal Teman-teman di Lingkungan Rumah dan Sekolah

Pendidikan Agama Katolik dan Budi Pekerti - Kelas 1

Bab 2 - Pertemuan 5

MODUL AJAR

Pendidikan Agama Katolik dan Budi Pekerti — Kelas 1 (Fase A)

Topik: Mengenal Teman-teman di Lingkungan Rumah dan Sekolah

INFORMASI UMUM

Mata PelajaranPendidikan Agama Katolik dan Budi Pekerti
Fase / KelasFase A / Kelas 1
TopikMengenal Teman-teman di Lingkungan Rumah dan Sekolah
Alokasi Waktu2x35 menit
Jumlah Pertemuan1

TUJUAN PEMBELAJARAN

  1. Melalui permainan dan cerita kehidupan, murid mampu menyebutkan nama dan keunikan teman-teman di lingkungan rumah dan sekolah sebagai anugerah Allah
  2. Melalui pengamatan gambar, murid mampu menjelaskan bahwa teman yang beraneka ragam latar belakang merupakan anugerah Allah yang patut disyukuri

PROFIL LULUSAN

DimensiDisasar
Keimanan dan Ketakwaan terhadap Tuhan Yang Maha Esa
Kewargaan
Penalaran Kritis
Kreativitas
Kolaborasi
Kemandirian
Kesehatan
Komunikasi

PERTANYAAN PEMANTIK

  1. Siapa saja teman-temanmu di rumah dan di sekolah?
  2. Apa yang berbeda dari teman-temanmu?
  3. Mengapa Allah memberikan kita teman-teman yang berbeda-beda?

KEGIATAN PEMBELAJARAN

Pertemuan 1

Pendahuluan:

  • Guru membuka pembelajaran dengan salam dan mengajak murid berdoa bersama: 'Allah Yang Mahabaik, Engkau telah memberi kami teman yang baik. Kami bersyukur boleh belajar dan bermain bersama. Berkati kami semua. Amin.'
  • Guru mengajak murid bernyanyi 'Temanku' untuk membangkitkan semangat dan menciptakan suasana menggembirakan
  • Asesmen awal: Guru mengajukan pertanyaan pemantik sederhana 'Siapa nama teman yang duduk di sebelahmu?' untuk mengecek pengetahuan awal tentang teman-teman di kelas
  • Guru menyampaikan tujuan pembelajaran hari ini: kita akan belajar mengenal teman-teman kita dan mensyukuri keberagaman mereka sebagai anugerah Allah

Kegiatan Inti:

Memahami (Berkesadaran, Bermakna):

  • Guru menampilkan gambar anak-anak yang sedang duduk bersama, bermain bersama, belajar bersama, bekerja bersama, dan diskusi kelompok (gambar dari Buku Siswa halaman 55)
  • Guru meminta murid mengamati gambar dengan saksama dan menunjukkan anak-anak yang berbeda-beda (jenis kelamin, tinggi badan, warna kulit)
  • Guru mengajukan pertanyaan: 'Apa yang kalian lihat dalam gambar ini? Apakah anak-anak ini sama atau berbeda? Apa saja perbedaannya?'
  • Murid menyebutkan perbedaan yang mereka temukan (berkesadaran: murid diajak sadar akan keberagaman)
  • Guru menjelaskan bahwa teman-teman kita memang berbeda-beda: ada yang laki-laki dan perempuan, tinggi dan pendek, hitam dan putih, suka bermain atau pendiam, dan bahkan berbeda agama dan suku
  • Guru menekankan: 'Meskipun berbeda, kita tetap satu dan saling menyayangi. Perbedaan itu indah dan merupakan anugerah Allah' (bermakna: mengaitkan keberagaman dengan iman)

Mengaplikasi (Menggembirakan, Bermakna):

  • Guru mengajak murid bermain permainan 'Kenalan Berantai': murid berdiri membentuk lingkaran, satu per satu menyebutkan nama dan satu hal yang mereka sukai (hobi/makanan favorit/permainan kesukaan)
  • Setelah semua memperkenalkan diri, guru meminta murid duduk berpasangan dengan teman di sebelahnya
  • Murid saling bercerita tentang keluarga dan teman di rumah mereka masing-masing (menggembirakan: belajar lewat permainan dan cerita)
  • Guru membagikan lembar kerja (Buku Siswa halaman 57) dan meminta murid menulis nama 3-5 teman mereka (di rumah atau di sekolah)
  • Murid menuliskan nama teman-teman mereka dan boleh menambahkan gambar sederhana atau menghias tulisan
  • Asesmen proses: Guru berkeliling mengamati dan memberi umpan balik pada pekerjaan murid, memastikan mereka dapat menyebutkan nama dan keunikan teman-temannya

Merefleksi (Berkesadaran, Bermakna):

  • Guru mengajak murid kembali duduk melingkar dan beberapa murid diminta menceritakan nama teman yang mereka tulis dan apa yang istimewa dari teman tersebut
  • Guru mengajukan pertanyaan refleksi: 'Bagaimana perasaanmu memiliki banyak teman yang berbeda-beda? Apakah kamu senang? Mengapa?'
  • Murid menjawab pertanyaan refleksi secara lisan dengan bimbingan guru
  • Guru membacakan atau menceritakan kisah singkat tentang Yesus dan 12 murid-Nya yang berbeda-beda latar belakang (nelayan, pemungut cukai, dll.) namun Yesus mengasihi mereka semua (berkesadaran: murid menyadari teladan Yesus)
  • Guru mengajak murid merenungkan: 'Seperti Yesus menerima dan mengasihi teman-teman-Nya yang berbeda, kita juga harus menerima dan menyayangi teman-teman kita'
  • Murid diminta menyebutkan satu hal yang akan mereka lakukan untuk menjadi teman yang baik (berbagi, membantu, bermain bersama, tidak pilih-pilih teman)

Penutup:

  • Guru merangkum pembelajaran: 'Hari ini kita telah belajar bahwa kita semua memiliki teman yang beraneka ragam. Ada yang berbeda jenis kelamin, warna kulit, tinggi badan, suku, dan agama. Perbedaan itu indah dan merupakan anugerah Allah. Kita harus bersyukur dan saling menyayangi.'
  • Asesmen akhir: Guru mengajukan pertanyaan lisan sederhana kepada beberapa murid: 'Sebutkan nama satu temanmu dan apa yang berbeda darimu!' untuk mengukur pencapaian tujuan pembelajaran
  • Guru mengajak murid berdoa syukur: 'Allah Yang Mahabaik, terima kasih untuk teman-teman yang Engkau berikan kepada kami. Meskipun kami berbeda, kami tetap satu. Ajari kami untuk selalu saling menyayangi. Amin.'
  • Guru menutup pembelajaran dengan menyanyikan kembali lagu 'Temanku' dan memberi pesan: 'Besok, cobalah bermain dengan teman yang belum pernah kamu ajak bermain!'

Diferensiasi:

  • Konten: Untuk murid yang cepat menangkap: tambahkan pengenalan konsep 'Bhinneka Tunggal Ika' secara sederhana. Untuk murid yang lebih lambat: fokus pada pengenalan nama dan satu perbedaan fisik yang mudah diamati (tinggi/pendek, laki-laki/perempuan).
  • Proses: Murid yang sudah lancar menulis dapat menulis nama teman dan satu kalimat tentang keunikan mereka. Murid yang belum lancar menulis dapat menggambar wajah teman atau dibimbing guru menulis nama dengan huruf besar.
  • Produk: Murid dapat memilih untuk menuliskan nama teman di lembar kerja, menggambar teman-teman mereka, atau menceritakan secara lisan (guru mencatat).

ASESMEN

Awal:

  • Pertanyaan lisan di awal pembelajaran: 'Siapa nama teman yang duduk di sebelahmu?' untuk mengecek pengetahuan awal tentang teman sekelas

Proses:

  • Observasi partisipasi murid dalam permainan kenalan berantai
  • Pengamatan kemampuan murid menulis nama teman di lembar kerja dan bercerita tentang teman di rumah
  • Umpan balik langsung dari guru saat murid menyebutkan keunikan teman-temannya

Akhir:

  • Tes lisan sederhana: 'Sebutkan nama satu temanmu dan apa yang berbeda darimu!'
  • Penilaian lembar kerja: kelengkapan nama teman yang ditulis (minimal 3 nama)
  • Observasi sikap: apakah murid menunjukkan sikap menerima dan menghargai perbedaan teman

Formatif:

  • Observasi selama permainan 'Kenalan Berantai': kemampuan menyebutkan nama dan keunikan diri
  • Pengamatan saat murid menulis nama teman di lembar kerja
  • Tanya jawab lisan selama refleksi tentang perasaan memiliki teman yang berbeda-beda

Sumatif:

  • Penilaian hasil tulisan nama teman-teman di lembar kerja
  • Tes lisan individu di akhir pembelajaran: menyebutkan nama teman dan satu perbedaan/keunikan

RUBRIK PENILAIAN

AspekBelum BerkembangMulaiBerkembangSangat Berkembang
Kemampuan menyebutkan nama temanBelum dapat menyebutkan nama teman dengan benarDapat menyebutkan 1-2 nama teman dengan bantuan guruDapat menyebutkan 3-4 nama teman tanpa bantuanDapat menyebutkan 5 nama atau lebih teman di rumah dan sekolah dengan lancar
Kemampuan menjelaskan keunikan/perbedaan temanBelum dapat menunjukkan perbedaan antar temanDapat menyebutkan 1 perbedaan fisik sederhana (tinggi/pendek) dengan bantuanDapat menjelaskan 2 perbedaan (fisik dan minat/kegemaran) tanpa bantuanDapat menjelaskan berbagai perbedaan (fisik, minat, suku, agama) dan menyatakan bahwa perbedaan adalah anugerah Allah
Sikap mensyukuri keberagaman temanBelum menunjukkan sikap menerima perbedaan temanMulai menunjukkan sikap mau bermain dengan teman yang berbeda dengan bimbingan guruMenunjukkan sikap menerima dan bermain dengan teman yang berbedaMenunjukkan sikap menghargai, menyayangi teman yang berbeda, dan mengungkapkan syukur atas keberagaman sebagai anugerah Allah

REFLEKSI

Refleksi Guru:

  • Apakah semua murid dapat menyebutkan nama dan keunikan teman-temannya?
  • Apakah kegiatan permainan dan cerita efektif membantu murid memahami keberagaman?
  • Murid mana yang masih memerlukan bimbingan tambahan dalam menerima perbedaan?
  • Apakah suasana pembelajaran mencerminkan prinsip berkesadaran, bermakna, dan menggembirakan?
  • Apa yang perlu diperbaiki dalam pembelajaran berikutnya?

Refleksi Murid:

  • Apa yang kamu pelajari hari ini tentang teman-temanmu?
  • Bagaimana perasaanmu ketika bermain dan belajar dengan teman yang berbeda denganmu?
  • Apa yang akan kamu lakukan untuk menjadi teman yang baik?

SUMBER BELAJAR

  1. Buku Siswa Pendidikan Agama Katolik dan Budi Pekerti Kelas 1 (halaman 54-59)
  2. Buku Panduan Guru Pendidikan Agama Katolik dan Budi Pekerti Kelas 1
  3. Gambar anak-anak beraktivitas bersama (dari Buku Siswa atau gambar tambahan)
  4. Lembar kerja menulis nama teman
  5. Lagu 'Temanku'
  6. Kitab Suci (kisah Yesus dan 12 murid)

Lihat & unduh lengkap

Masuk pakai Google untuk membuka modul ajar pertemuan ini secara penuh.

Apa isi pertemuan ini?

Dokumen mencakup tujuan pembelajaran terpilih, urutan kegiatan inti yang sudah disesuaikan dengan alokasi JP, serta pertanyaan pemantik dan asesmen formatif singkat. Cocok dipakai sebagai bahan persiapan tatap muka maupun lampiran supervisi.

Cara pakai pertemuan ini

Unduh DOCX, lalu sesuaikan nama sekolah, kepala sekolah, dan NIP. Bagian kegiatan inti bisa Bapak/Ibu kurangi atau tambah sesuai karakter siswa di kelas; tujuan pembelajaran sebaiknya tetap selaras dengan ATP induk.