Modul AjarBab 2Fase ASemester 1

Modul Ajar Pendidikan Agama Katolik dan Budi Pekerti Kelas 1 Bab 2: Aku Berkembang dalam Lingkungan

Modul Ajar ini memuat seluruh rangkaian Pendidikan Agama Katolik dan Budi Pekerti kelas 1 untuk Bab 2 "Aku Berkembang dalam Lingkungan", lengkap per pertemuan dalam satu dokumen.

MEJAGURU.ID - DOKUMEN MODUL AJAR

Modul Ajar Pendidikan Agama Katolik dan Budi Pekerti Kelas 1 Bab 2: Aku Berkembang dalam Lingkungan

Pendidikan Agama Katolik dan Budi Pekerti - Kelas 1

Bab 2

MODUL AJAR

Pendidikan Agama Katolik dan Budi Pekerti — Kelas 1 (Fase A)

Topik: Bab 2 — Aku Berkembang dalam Lingkungan

INFORMASI UMUM

Mata PelajaranPendidikan Agama Katolik dan Budi Pekerti
Fase / KelasFase A / Kelas 1
TopikBab 2 — Aku Berkembang dalam Lingkungan
Alokasi Waktu19 JP (19 x 35 menit = 665 menit)
Jumlah Pertemuan7
Tahun Ajaran2026/2027
Semester1

TUJUAN PEMBELAJARAN

  1. TP 1.2.1 Menceritakan lingkungan rumah sebagai tempat mengembangkan potensi diri
  2. TP 1.2.2 Menceritakan lingkungan sekolah sebagai tempat mengembangkan potensi diri
  3. TP 1.2.3 Menunjukkan peran teman-teman sebagai tempat mengembangkan potensi diri
  4. TP 1.2.4 Mempraktikkan kebiasaan bekerja sama dengan teman-teman

PROFIL LULUSAN

DimensiDisasar
Keimanan dan Ketakwaan terhadap Tuhan Yang Maha Esa✓
Kewargaan
Penalaran Kritis
Kreativitas
Kolaborasi✓
Kemandirian✓
Kesehatan
Komunikasi✓

PERTANYAAN PEMANTIK

  1. Ruangan apa saja yang ada di rumahmu?
  2. Di ruangan mana biasanya kamu belajar atau berlatih bernyanyi dan menggambar?
  3. Apa kegiatan merawat kebersihan rumah yang pernah kamu lakukan sendiri?
  4. Bagaimana perasaanmu saat belajar atau menggambar di ruangan rumah yang bersih dan rapi?
  5. Ruangan apa saja yang ada di sekolah kita tempat kamu belajar dan bermain?
  6. Kemampuan atau kepandaian apa yang bertambah saat kamu belajar di ruang-ruang sekolah tersebut?
  7. Kegiatan belajar apa saja yang paling kamu sukai di sekolah?
  8. Kemampuan baru apa yang kamu dapatkan setelah belajar bersama bapak/ibu guru di sekolah?
  9. Siapa saja teman yang menemanimu saat belajar dan bermain di sekolah?
  10. Apa yang bisa kamu pelajari dan lakukan lebih baik saat bersama teman-temanmu?
  11. Apa yang terjadi jika kelas berantakan dan hanya satu orang yang merapikannya?
  12. Bagaimana rasanya jika kita merapikan dan menata kelas bersama teman-teman?
  13. Ruangan mana di rumah dan tempat mana di sekolah yang membantumu mengembangkan bakat dan kemampuan diri?
  14. Bagaimana caramu bekerja sama dan saling membantu dengan teman saat merapikan kelas?

KEGIATAN PEMBELAJARAN

Pertemuan 1 — Menceritakan Ruangan di Rumah sebagai Tempat Mengembangkan Potensi Diri — 2 JP (2 x 35 menit = 70 menit)

Tujuan Pertemuan:

  • TP 1.2.1 Menceritakan lingkungan rumah sebagai tempat mengembangkan potensi diri

Pendahuluan:

  • Guru menyapa murid dengan tanda salib dan memimpin doa pembuka: 'Allah yang Mahabaik, berkatilah rumah kami dan tinggallah bersama kami. Amin' (3 menit).
  • Guru mengajak murid bernyanyi lagu 'Rumahku Bersih' dengan tepuk tangan bersama untuk menciptakan suasana gembira (4 menit).
  • Guru melaksanakan asesmen awal diagnostik lisan dengan menunjukkan gambar rumah sederhana dan menanyakan nama ruangan beserta kegiatannya untuk memetakan kesiapan murid (acuan: mengenali kamar tidur/ruang tamu/dapur/ruang belajar dan kegiatan di dalamnya) (3 menit).

Kegiatan Inti:

Memahami (Bermakna):

  • Guru memperlihatkan gambar 4 ruangan di rumah: (1) Kamar tidur, (2) Ruang belajar/meja belajar, (3) Dapur, (4) Ruang tamu/keluarga, lalu menjelaskan fungsi setiap ruangan sebagai anugerah Tuhan tempat anak bertumbuh dan mengembangkan potensi diri seperti belajar membaca, berdoa, dan beristirahat (7 menit).
  • Murid mendengarkan penjelasan guru mengenai kegiatan pengembangan diri yang dapat dilakukan di setiap ruangan tersebut (misalnya: ruang belajar untuk membaca buku/menggambar, ruang keluarga untuk berlatih bercerita/menyanyi bersama keluarga) (8 menit).

Mengaplikasi (Menggembirakan):

  • Guru mengadakan permainan tebak pasangan 'Kartu Ruanganku': Guru menyiapkan 4 kartu ruangan dan 4 kartu kegiatan. Empat pasangan kartu yang dicocokkan adalah: (1) 'Kamar tidur' -> 'Tempat istirahat agar tubuh bugar dan siap belajar', (2) 'Ruang belajar' -> 'Tempat membaca buku dan belajar menulis', (3) 'Ruang keluarga' -> 'Tempat bercakap-cakap dan berlatih menyanyi bersama', (4) 'Dapur' -> 'Tempat membantu ibu menyiapkan makanan sehat'. Perwakilan murid bergantian maju memasangkan kartu di papan flanel (acuan: tepat memasangkan kartu nama ruangan dengan kartu kegiatan pengembang diri yang bersesuaian) (10 menit).
  • Murid secara berpasangan duduk berhadapan untuk saling menceritakan ruangan di rumah masing-masing yang paling sering dipakai mengembangkan bakat/kemampuan (misalnya bercerita: 'Di kamar tidur aku biasa membaca buku cerita sebelum tidur' atau 'Di ruang tamu aku suka berlatih menari bersama adik') (15 menit).

Merefleksi (Berkesadaran):

  • Guru mengajak murid duduk tenang dan menyadari bahwa rumah beserta ruangannya adalah bukti kasih Allah yang menyediakan tempat bertumbuh dan berlatih (5 menit).
  • Beberapa murid secara sukarela menceritakan kembali di depan kelas tentang satu ruangan di rumahnya dan potensi diri yang ia kembangkan di ruangan tersebut (acuan penceritaan: menyebutkan nama minimal 1 ruangan di rumah dan 1 kegiatan mengembangkan potensi diri yang dilakukan di ruangan tersebut) (8 menit).

Penutup:

  • Guru bersama murid menyimpulkan bahwa setiap ruangan di rumah dianugerahkan Tuhan untuk membantu kita tumbuh pintar dan terampil (3 menit).
  • Guru memberikan umpan balik penguatan terhadap cerita murid serta menutup pembelajaran dengan tanda salib dan doa syukur singkat atas rumah tempat tinggal (4 menit).

Diferensiasi:

  • Konten: Menyediakan kartu bergambar ruangan rumah dengan label tulisan bagi murid yang sudah lancar membaca dan gambar berpenjelas simbol bagi murid yang masih belajar membaca.
  • Proses: Bagi murid yang membutuhkan bimbingan, guru memberikan pertanyaan penuntun (misalnya: 'Di mana kamu biasa menggambar?'). Bagi murid yang sudah mandiri, murid diminta menceritakan 2 ruangan sekaligus beserta kegiatan pengembangan dirinya.
  • Produk: Penceritaan ruangan dan potensi diri disampaikan secara lisan langsung, dapat diperjelas dengan menunjuk kartu gambar ruangan yang disediakan.

Asesmen Pertemuan:

Awal:

  • Tanya jawab diagnostik lisan: Guru menunjukkan 3 gambar bagian rumah (ruang belajar, kamar tidur, dapur) dan menanyakan: 'Ruangan apa ini dan apa yang biasanya kamu lakukan di sini untuk belajar atau berlatih?' (acuan jawaban: ruang belajar untuk belajar/menulis; kamar tidur untuk tidur/istirahat; dapur untuk memasak/membantu ibu).

Proses:

  • Pengamatan performa saat permainan tebak pasangan 'Kartu Ruanganku' dengan 4 kartu acuan: (1) Kamar tidur -> Tempat istirahat agar tubuh bugar; (2) Ruang belajar -> Tempat membaca buku dan belajar menulis; (3) Ruang keluarga -> Tempat bercakap-cakap dan berlatih menyanyi bersama; (4) Dapur -> Tempat membantu ibu menyiapkan makanan sehat (kriteria: ketepatan memasangkan kartu kegiatan dengan ruangan yang sesuai).
  • Catatan anekdot saat aktivitas berpasangan menceritakan ruangan rumah dan kegiatan melatih potensi diri.

Akhir Pertemuan:

  • Cek pemahaman lisan akhir sesi: Murid menceritakan 1 ruangan di rumahnya beserta 1 kegiatan pengembangan potensi diri yang dilakukan di ruangan itu (kriteria penerimaan: murid menyebutkan nama ruangan di rumah secara jelas dan menyebutkan aktivitas konkret untuk belajar atau mengasah bakat di ruangan tersebut).

Formatif:

  • Unjuk kerja lisan menceritakan ruangan di rumah sebagai tempat mengembangkan potensi diri
  • Observasi ketepatan menjodohkan kartu ruangan dan kegiatan pengembangan diri

Rubrik Pertemuan:

AspekBelum BerkembangMulaiBerkembangSangat Berkembang
Menceritakan ruangan di rumah sebagai tempat mengembangkan potensi diriBelum mampu menceritakan ruangan di rumah maupun kegiatan mengembangkan potensi diri di rumah walau telah diberikan bimbingan guru.Mampu menyebutkan nama ruangan di rumah tetapi belum mengaitkannya dengan kegiatan mengembangkan potensi diri, atau memerlukan bimbingan penuh dari guru.Mampu menceritakan minimal 1 ruangan di rumah beserta kegiatan mengembangkan potensi diri di ruangan tersebut secara mandiri.Mampu menceritakan 2 ruangan atau lebih di rumah beserta kegiatan mengembangkan potensi diri yang dilakukan di masing-masing ruangan secara runtut dan mandiri.

Refleksi Pertemuan:

Guru:

  • Apakah seluruh murid berkesempatan menceritakan ruangan rumah tempat mereka melatih potensi diri?
  • Bagaimana respons dan keterlibatan murid dalam permainan tebak pasangan kartu ruangan rumah?

Murid:

  • Ruangan mana di rumahmu yang paling kamu sukai untuk belajar atau berlatih?
  • Bagaimana perasaanmu setelah menceritakan rumahmu kepada teman-teman?

Pertemuan 2 — Menceritakan Pengalaman Merawat Kebersihan Rumah untuk Mendukung Pengembangan Potensi Diri — 3 JP (3 x 35 menit = 105 menit)

Tujuan Pertemuan:

  • TP 1.2.1 Menceritakan lingkungan rumah sebagai tempat mengembangkan potensi diri

Pendahuluan:

  • Guru membuka pelajaran dengan tanda salib dan memandu doa pembuka: 'Allah yang Mahabaik, berkati rumah kami dan tinggallah bersama kami. Amin' (5 menit).
  • Guru mengajak murid menyanyikan bersama lagu 'Rumahku Bersih' sambil melakukan gerakan tepuk tangan gembira (5 menit).
  • Guru melakukan asesmen awal diagnostik dengan meminta murid memilih 1 dari 3 gambar tindakan di rumah yang menunjukkan merawat kebersihan agar nyaman belajar: (1) Menyapu kamar tidur tempat belajar, (2) Membiarkan mainan berserakan di ruang tengah, (3) Menaruh piring kotor di meja belajar (acuan jawaban tepat: gambar 1) (5 menit).

Kegiatan Inti:

Memahami (Berkesadaran, Bermakna):

  • Guru memperlihatkan 2 kartu situasi bergambar: Kartu A (kamar rapi dan bersih, anak bisa membaca buku dengan tenang) dan Kartu B (kamar berantakan dan kotor, anak sulit mencari alat mewarnai dan tidak bisa belajar) (10 menit).
  • Murid mendengarkan penjelasan guru bahwa merawat kebersihan rumah (seperti menyapu lantai, merapikan meja belajar, merapikan tempat tidur) membuat rumah menjadi tempat yang nyaman untuk melatih bakat dan potensi diri seperti membaca, berdoa, atau menggambar (10 menit).

Mengaplikasi (Menggembirakan, Bermakna):

  • Guru mengadakan permainan tantangan menggembirakan 'Estafet Cerita Bersih': murid berpasangan dan secara bergiliran saling menceritakan 1 pengalaman nyata merawat kebersihan di rumah (misalnya merapikan tempat tidur, mengelap meja, atau membuang sampah ke tempatnya) serta menyebutkan kegiatan mengembangkan diri yang menjadi nyaman dilakukan di ruangan itu (misalnya tidur nyenyak agar bugar, belajar menulis, atau menggambar) (25 menit).
  • Guru memanggil murid secara bergantian untuk menceritakan di hadapan guru atau teman sekelas pengalaman merawat kebersihan salah satu ruangan di rumah dan manfaatnya bagi pengembangan potensi dirinya sesuai kriteria (menyebutkan ruangan, tindakan merawat kebersihan yang dilakukan, dan potensi/kegiatan diri yang didukung) (25 menit).

Merefleksi (Berkesadaran):

  • Murid diajak hening sejenak menyadari rasa syukur kepada Tuhan atas rumah yang bersih dan nyaman untuk tempat bertumbuh serta belajar mengembangkan potensi diri (10 menit).

Penutup:

  • Guru membimbing murid merangkum bahwa menjaga kebersihan rumah adalah wujud syukur yang membuat kita dapat mengembangkan bakat dan kemampuan dengan nyaman (5 menit).
  • Guru melakukan asesmen akhir berupa cek pemahaman lisan terarah, lalu menutup pelajaran dengan tanda salib dan doa syukur singkat (5 menit).

Diferensiasi:

  • Konten: Menyediakan kartu gambar panduan kegiatan merawat kebersihan (menyapu, merapikan meja, menata buku) bagi murid yang membutuhkan inspirasi visual.
  • Proses: Bagi murid yang belum lancar berbicara, guru memberikan pertanyaan pemantik terarah (contoh: 'Ruang apa yang kamu bersihkan? Kamu menyapu atau merapikan meja? Setelah bersih, kamu bisa belajar apa di sana?'); bagi murid yang sudah mandiri bercerita, murid menceritakan secara lengkap tanpa bantuan pertanyaan penuntun.
  • Produk: Semua murid menceritakan pengalamannya secara lisan; murid dapat memilih apakah menceritakan kebersihan kamar tidur, ruang keluarga, atau ruang belajar.

Asesmen Pertemuan:

Awal:

  • Pertanyaan diagnostik memilih 1 dari 3 gambar tindakan merawat kebersihan lingkungan rumah: (1) Menyapu kamar tidur tempat belajar, (2) Membiarkan mainan berserakan di ruang tengah, (3) Menaruh piring kotor di atas meja belajar. (Kriteria penerimaan: Murid memilih gambar 1 sebagai tindakan tepat merawat kebersihan rumah yang mendukung kenyamanan belajar).

Proses:

  • Pengamatan unjuk kerja saat murid menceritakan pengalaman merawat kebersihan rumah secara lisan. Kriteria penerimaan: Murid memuat minimal 3 unsur: (1) Menyebutkan ruangan di rumah (misal: kamar tidur, ruang belajar, ruang tengah), (2) Menyebutkan tindakan nyata merawat kebersihan (misal: menyapu, mengelap meja, membereskan mainan/buku), (3) Menyebutkan potensi diri/aktivitas belajar yang didukung (misal: belajar membaca, menggambar, melipat selimut, tidur teratur).

Akhir Pertemuan:

  • Cek pemahaman lisan penutup: Guru menanyakan kepada setiap murid, 'Sebutkan 1 contoh ruangan di rumahmu yang sudah kamu jaga kebersihannya dan apa kegiatan belajarmu di ruangan tersebut?' (Kriteria penerimaan: Jawaban menyebutkan pasangan logis antara ruangan yang dirawat kebersihannya dan kegiatan belajar/pengembangan diri di ruangan tersebut, misalnya: 'Meja di kamar tidur disapu dan dirapikan supaya bisa menggambar dengan nyaman').

Formatif:

  • Unjuk kerja menceritakan pengalaman merawat kebersihan ruangan rumah untuk mendukung pengembangan potensi diri
  • Observasi diagnostik kesiapan memilih tindakan merawat kebersihan lingkungan rumah

Rubrik Pertemuan:

AspekBelum BerkembangMulaiBerkembangSangat Berkembang
Menceritakan pengalaman merawat kebersihan lingkungan rumah untuk mendukung pengembangan potensi diriBelum mampu menceritakan pengalaman merawat kebersihan lingkungan rumah atau tidak memuat tindakan kebersihan dan pengembangan potensi diri meski dibimbing guru.Mampu menceritakan pengalaman merawat kebersihan rumah dengan menyebutkan 1 unsur saja (hanya menyebut ruangan atau hanya menyebut tindakan kebersihan) dengan bantuan dan bimbingan penuh guru.Mampu menceritakan pengalaman merawat kebersihan rumah secara mandiri dengan memuat 2 unsur (ruangan dan tindakan kebersihan, atau tindakan kebersihan dan potensi belajar yang didukung).Mampu menceritakan pengalaman merawat kebersihan rumah secara mandiri dan lengkap mencakup 3 unsur: nama ruangan, tindakan merawat kebersihan, serta jenis potensi diri/aktivitas belajar yang dapat berkembang dengan nyaman di ruangan tersebut.

Refleksi Pertemuan:

Guru:

  • Apakah seluruh murid mendapatkan kesempatan untuk menceritakan pengalaman merawat kebersihan rumahnya?
  • Apakah metode bermain peran/estafet cerita berhasil memicu rasa gembira dan keterlibatan aktif murid kelas 1?

Murid:

  • Bagian mana dari kegiatan membersihkan rumah yang paling kamu sukai?
  • Apakah kamarmu yang bersih membuatmu lebih semangat belajar dan menggambar?

Pertemuan 3 — Menceritakan Lingkungan Sekolah dan Ruang Belajar sebagai Tempat Mengembangkan Potensi Diri — 3 JP (3 x 35 menit = 105 menit)

Tujuan Pertemuan:

  • TP 1.2.2 Menceritakan lingkungan sekolah sebagai tempat mengembangkan potensi diri

Pendahuluan:

  • Guru membuka pembelajaran dengan tanda salib dan memimpin doa syukur singkat atas anugerah sekolah yang indah tempat belajar (5 menit).
  • Guru bersama murid menyanyikan lagu riang bertema sekolah sesuai Buku Siswa: 'Sekolahku tempat aku belajar, tempat aku bermain...' untuk menciptakan suasana kelas yang menyenangkan (5 menit).
  • Guru menyampaikan tujuan pembelajaran hari ini, yaitu menceritakan lingkungan sekolah dan ruang belajar sebagai tempat mengembangkan potensi diri (5 menit).
  • Guru melakukan asesmen awal lisan dengan memperlihatkan 3 kartu gambar ruang sekolah: (1) Ruang Kelas, (2) Perpustakaan, (3) Lapangan Sekolah, lalu menanyakan nama ruang tersebut dan 1 kegiatan belajar yang bisa dilakukan di sana (acuan jawaban: Ruang Kelas untuk belajar membaca/menulis/berhitung bersama guru; Perpustakaan untuk membaca/melihat buku cerita; Lapangan untuk berolahraga/bermain/senam) (5 menit).

Kegiatan Inti:

Memahami (Berkesadaran, Bermakna):

  • Guru membacakan teks puisi 'Sekolahku' dari Buku Siswa dan membacakan nasihat Kitab Suci Amsal 4:13-14 ('Berpeganglah pada didikan, jangan melepaskannya, peliharalah dia karena dialah hidupmu') secara perlahan dan khidmat (10 menit).
  • Guru memandu tanya jawab mendalam tentang fungsi lingkungan sekolah dan ruang belajar dalam menumbuhkan kepandaian/bakat murid (contoh: di kelas belajar membaca sehingga lancar membaca, di perpustakaan belajar mencari tahu sehingga makin pintar, di lapangan belajar lari/senam sehingga tubuh terampil) (10 menit).

Mengaplikasi (Menggembirakan, Bermakna):

  • Guru mengajak murid melakukan permainan menggembirakan 'Tebak Ruang dan Aksiku': guru menyebutkan satu potensi (misal: 'Aku ingin pandai menggambar dan membaca buku cerita'), murid berlari kecil menuju sudut kelas yang diberi label nama ruangan yang sesuai (Perpustakaan/Ruang Kelas), lalu memperagakan secara riang (10 menit).
  • Guru membagikan lembar panduan bercerita yang memuat 3 pilihan ruang sekolah konkret: (1) Ruang Kelas, (2) Perpustakaan, (3) Lapangan Olahraga/Halaman Sekolah (10 menit).
  • Murid secara berpasangan saling menceritakan lingkungan sekolah tempat belajarnya dengan menyebutkan: nama ruang yang dipilih, apa yang ada di ruang itu, dan kemampuan/potensi apa yang berkembang saat beraktivitas di ruang tersebut (15 menit).
  • Secara bergantian, beberapa perwakilan murid menceritakan di hadapan kelas tentang ruang belajar di sekolah pilihannya dan bagaimana ruangan itu membantunya mengembangkan potensi diri (misal: 'Di ruang kelas aku belajar menulis huruf dan angka bersama Bu Guru, sehingga aku sekarang bisa menulis namaku sendiri') (5 menit).

Merefleksi (Berkesadaran):

  • Guru mengajak murid duduk hening sejenak (mindful reflection) menyadari betapa baiknya Tuhan yang telah menganugerahkan sekolah, guru, dan ruang belajar untuk mereka bertumbuh (5 menit).
  • Murid mengungkapkan rasa syukurnya secara lisan dengan kalimat sederhana: 'Terima kasih Tuhan Yesus, Engkau memberiku sekolah dan ruang kelas untuk belajar menjadi anak pintar' (5 menit).

Penutup:

  • Guru bersama murid merangkum kembali apa saja ruang belajar di sekolah dan potensi apa saja yang dapat dikembangkan di masing-masing ruangan (5 menit).
  • Guru memberikan umpan balik apresiatif atas cerita yang telah disampaikan murid tentang lingkungan sekolahnya (5 menit).
  • Pembelajaran ditutup dengan doa penutup dan tanda salib bersama (5 menit).

Diferensiasi:

  • Konten: Murid yang memerlukan bimbingan disediakan kartu bergambar ruang kelas, perpustakaan, dan lapangan sekolah berlabel visual; murid yang sudah mahir dapat mengeksplorasi ruang tambahan seperti ruang doa/kapel atau ruang UKS.
  • Proses: Murid yang belum lancar bercerita dipandu dengan pertanyaan pemandu bertahap (Nama ruang -> kegiatan -> kepandaian yang didapat); murid yang lancar menceritakan secara mandiri dengan menghubungkan lebih dari 1 ruangan.
  • Produk: Cerita disampaikan secara lisan langsung, dapat dibantu dengan menunjuk gambar ruangan sekolah yang dipilih.

Asesmen Pertemuan:

Awal:

  • Tanya jawab diagnostik dengan menunjukkan 3 gambar ruang sekolah: (1) Ruang Kelas, (2) Perpustakaan, (3) Lapangan Sekolah. Kriteria kesiapan: murid mampu menyebutkan minimal 2 nama ruang sekolah dan 1 kegiatan belajar yang relevan di ruang tersebut. Acuan jawaban: Ruang Kelas = tempat belajar membaca/menulis/mendengarkan guru; Perpustakaan = tempat membaca buku cerita/melihat ensiklopedia; Lapangan = tempat berolahraga/bermain/senam.

Proses:

  • Observasi unjuk kerja saat murid menceritakan lingkungan sekolah dan ruang belajar tempat mengembangkan potensi diri (berpasangan dan mandiri). Kriteria amatan: (1) Menyebutkan ruang belajar di lingkungan sekolah, (2) Menceritakan potensi/kemampuan diri yang berkembang di ruang tersebut (acuan: ruang kelas -> pintar membaca/menulis/berhitung; perpustakaan -> gemar membaca/tahu cerita baru; lapangan -> terampil berlari/senam/olahraga).

Akhir Pertemuan:

  • Cek pemahaman lisan di penutup: Murid menyebutkan 1 ruangan sekolah favoritnya dan 1 potensi/kemampuan baru yang ia peroleh di ruangan tersebut (acuan ketercapaian: murid menyebutkan secara runtut nama ruang seperti 'ruang kelas' dan potensinya seperti 'bisa menulis rapi' atau 'bisa membaca lancar').

Formatif:

  • Tanya jawab lisan diagnostik awal mengenai pengenalan ruangan sekolah dan fungsinya
  • Observasi unjuk kerja menceritakan lingkungan sekolah dan ruang belajar sebagai tempat mengembangkan potensi diri menggunakan lembar amatan

Rubrik Pertemuan:

AspekBelum BerkembangMulaiBerkembangSangat Berkembang
Menceritakan lingkungan sekolah dan ruang belajar sebagai tempat mengembangkan potensi diriBelum mampu menceritakan lingkungan sekolah maupun potensi yang berkembang, atau hanya menyebut nama ruang sekolah tanpa mengaitkannya dengan potensi diri meski telah dibimbing intensif.Mampu menyebutkan 1 nama ruang belajar di sekolah dan menceritakan 1 potensi diri yang berkembang di ruangan tersebut dengan bimbingan dan pertanyaan pancingan guru.Mampu menceritakan 1 atau 2 ruang belajar di sekolah beserta potensi diri yang berkembang di ruangan tersebut secara mandiri dan jelas.Mampu menceritakan lebih dari 2 ruang belajar di sekolah (misalnya ruang kelas, perpustakaan, lapangan) beserta rincian beragam potensi diri yang berkembang di masing-masing ruangan secara mandiri, runtut, dan penuh percaya diri.

Refleksi Pertemuan:

Guru:

  • Apakah seluruh murid aktif terlibat dalam menceritakan ruang-ruang belajar di sekolah?
  • Apakah kegiatan permainan 'Tebak Ruang dan Aksiku' efektif membantu murid menghubungkan ruang belajar dengan potensi dirinya?
  • Bagaimana bimbingan dapat ditingkatkan bagi murid yang masih malu-malu saat bercerita lisan?

Murid:

  • Ruangan apa di sekolah yang paling kamu sukai untuk belajar?
  • Kepandaian apa yang paling membuatmu senang setelah belajar di sekolah?

Pertemuan 4 — Menceritakan Kegiatan Pembelajaran di Sekolah dalam Mengembangkan Potensi Diri — 3 JP (3 x 35 menit = 105 menit)

Tujuan Pertemuan:

  • TP 1.2.2 Menceritakan lingkungan sekolah sebagai tempat mengembangkan potensi diri

Pendahuluan:

  • Guru membuka pembelajaran dengan tanda salib dan mengajak murid berdoa syukur bersama memuji Tuhan atas anugerah kesempatan belajar di sekolah (5 menit).
  • Guru menyampaikan tujuan pembelajaran hari ini, yaitu menceritakan aneka kegiatan belajar di sekolah yang membantu mengembangkan kemampuan dan bakat diri (5 menit).
  • Asesmen Awal: Guru memperlihatkan 3 gambar kegiatan belajar di sekolah: (1) murid belajar membaca buku, (2) murid bernyanyi bersama guru, (3) murid menggambar/mewarnai. Guru meminta murid secara lisan menyebutkan kegiatan pada gambar dan menyebutkan 1 kemampuan yang dipelajari (acuan jawaban: gambar 1 = belajar membaca agar bisa membaca/tahu cerita; gambar 2 = belajar bernyanyi agar bisa menyanyi merdu/paham lagu; gambar 3 = belajar menggambar agar bisa mewarnai/menggambar rapi) (10 menit).

Kegiatan Inti:

Memahami (Bermakna, Berkesadaran):

  • Murid mendengarkan pembacaan teks puisi sekolahku dari Buku Siswa: 'sekolahku tempat aku belajar, tempat aku bermain, tiap hari berjumpa dengan guruku dan temanku, guruku yang memberi ilmu untuk masa depanku, belajar bersama temanku, bernyanyi bersama temanku...' serta nasihat Kitab Suci dari Amsal 4:13 'Berpeganglah pada didikan, janganlah melepaskannya, peliharalah dia karena dialah hidupmu' (10 menit).
  • Guru memfasilitasi tanya jawab terarah mengenai kegiatan belajar yang ada di sekolah (belajar membaca, menulis, berhitung, bernyanyi lagu pujian, menggambar, dan mendengarkan firman Tuhan) dan bagaimana kegiatan tersebut membuat murid bertambah pintar serta terampil mengembangkan kemampuan dirinya (15 menit).

Mengaplikasi (Menggembirakan, Bermakna):

  • Permainan Menggembirakan 'Tebak Gerak Belajar': Guru atau salah satu perwakilan murid memperagakan gerakan salah satu kegiatan belajar (misalnya gerakan memegang kuas melukis, membalik halaman buku saat membaca, atau menggerakkan tangan bernyanyi), lalu murid menebak nama kegiatan belajar tersebut dengan riang (15 menit).
  • Murid secara berpasangan saling menceritakan kegiatan belajar di sekolah yang paling disukai serta kemampuan apa yang berkembang dari kegiatan itu (misal: 'Saya suka belajar membaca cerita bersama Ibu Guru, sekarang saya bisa membaca nama sendiri dan cerita Alkitab') (10 menit).
  • Murid secara bergantian menceritakan di depan kelas tentang kegiatan pembelajaran di sekolah yang membantunya mengembangkan potensi diri, dengan bantuan kartu gambar pilihan kegiatan (membaca, menulis, menyanyi, menggambar) (15 menit).

Merefleksi (Berkesadaran):

  • Murid merenungkan rasa syukur atas bimbingan guru dan kesempatan belajar di sekolah dengan menjawab pertanyaan panduan guru secara lisan tentang apa yang dirasakan ketika bisa belajar hal baru di sekolah (10 menit).

Penutup:

  • Guru memberikan penguatan bahwa belajar membaca, menulis, bernyanyi, dan berdoa di sekolah adalah anugerah Tuhan untuk menumbuhkan potensi diri murid (5 menit).
  • Guru dan murid menutup kegiatan pembelajaran dengan doa syukur kepada Tuhan Yesus dan membuat tanda salib (5 menit).

Diferensiasi:

  • Konten: Murid yang membutuhkan bimbingan diberikan kartu gambar stimulus kegiatan belajar (membaca, menulis, menggambar), sedangkan murid yang sudah lancar dapat langsung memilih sendiri pengalaman belajar yang ingin diceritakan.
  • Proses: Murid yang pemalu diberi kesempatan menceritakan kegiatan belajar secara berpasangan dengan teman sebangku terlebih dahulu sebelum menceritakannya kepada guru, sedangkan murid yang percaya diri dapat langsung bercerita di hadapan teman-temannya.
  • Produk: Cerita disampaikan secara lisan; bagi murid yang belum lancar berbicara panjang cukup menyebutkan nama kegiatan dan kemampuan yang dipelajari (misal: 'belajar menulis nama'), sedangkan murid yang mahir menceritakan kegiatan disertai rasa senang dan manfaatnya secara lengkap.

Asesmen Pertemuan:

Awal:

  • Tanya jawab lisan diagnostik menggunakan 3 gambar kegiatan sekolah: (1) membaca buku, (2) bernyanyi bersama, (3) mewarnai gambar. Kriteria penerimaan/acuan: Murid dapat mengenali minimal 2 dari 3 gambar kegiatan belajar di sekolah dan menyebutkan kemampuan yang dipelajari dari kegiatan tersebut (acuan: gambar 1 = membaca/mengenal huruf; gambar 2 = bernyanyi/mengenal lagu; gambar 3 = menggambar/mewarnai rapi).

Proses:

  • Pengamatan performa lisan saat murid menceritakan kegiatan pembelajaran di sekolah yang mengembangkan potensi diri (kelengkapan menyebutkan jenis kegiatan belajar di sekolah dan potensi/kemampuan diri yang berkembang melalui kegiatan tersebut).

Akhir Pertemuan:

  • Cek pemahaman lisan di akhir sesi: Murid menyebutkan 1 kegiatan pembelajaran di sekolah beserta 1 kemampuan diri yang berkembang berkat kegiatan tersebut (kriteria penerimaan: jawaban memuat kegiatan pembelajaran nyata di sekolah seperti membaca/menulis/berhitung/bernyanyi/menggambar dan menyebutkan kemampuan diri yang bertambah/berkembang dari kegiatan itu).

Formatif:

  • Observasi unjuk kerja menceritakan kegiatan pembelajaran di sekolah dalam mengembangkan potensi diri menggunakan rubrik penilaian

Rubrik Pertemuan:

AspekBelum BerkembangMulaiBerkembangSangat Berkembang
Menceritakan kegiatan pembelajaran di sekolah sebagai tempat mengembangkan potensi diriBelum mampu menceritakan kegiatan pembelajaran di sekolah dan belum dapat mengaitkannya dengan potensi/kemampuan diri yang berkembang meski telah dibimbing.Mampu menceritakan kegiatan pembelajaran di sekolah dan menyebutkan potensi/kemampuan diri yang berkembang dengan bantuan stimulus pertanyaan penuntun atau kartu gambar dari guru.Mampu menceritakan kegiatan pembelajaran di sekolah serta menyebutkan potensi/kemampuan diri yang berkembang secara mandiri dan jelas.Mampu menceritakan lebih dari satu kegiatan pembelajaran di sekolah beserta aneka ragam potensi/kemampuan diri yang berkembang secara mandiri, runtut, dan lengkap.

Refleksi Pertemuan:

Guru:

  • Apakah seluruh murid mendapatkan kesempatan yang merata untuk menceritakan kegiatan belajar di sekolah yang mereka senangi?
  • Apakah media gambar dan permainan tebak gerak efektif membantu murid kelas 1 memahami bahwa kegiatan belajar di sekolah mengembangkan potensi diri mereka?

Murid:

  • Kegiatan belajar apa di sekolah yang paling membuatmu merasa bangga dan senang?
  • Apakah kamu merasa senang menceritakan kegiatan belajarmu kepada bapak/ibu guru dan teman-teman?

Pertemuan 5 — Menunjukkan Peran Teman-Teman dalam Mengembangkan Potensi Diri saat Belajar dan Bermain — 3 JP (3 x 35 menit = 105 menit)

Tujuan Pertemuan:

  • TP 1.2.3 Menunjukkan peran teman-teman sebagai tempat mengembangkan potensi diri

Pendahuluan:

  • Guru membuka pembelajaran dengan tanda salib dan mengajak murid berdoa syukur atas anugerah teman: 'Allah Yang Mahabaik, Engkau telah memberi kami teman yang baik. Kami bersyukur boleh belajar dan bermain bersama. Berkati kami semua. Amin' (5 menit).
  • Guru mengajak murid bernyanyi bersama lagu 'Di Sini Kupunya Teman' untuk membangkitkan suasana gembira dan kebersamaan (5 menit).
  • Guru menyampaikan tujuan kegiatan pembelajaran hari ini, yaitu menunjukkan peran teman-teman saat belajar dan bermain dalam membantu mengembangkan kemampuan atau potensi diri (5 menit).
  • Guru melaksanakan asesmen awal singkat: guru menunjukkan 2 gambar situasi (Gambar A: anak menggambar sendiri dengan bingung; Gambar B: dua anak belajar menggambar bersama saling menunjukkan warna) lalu bertanya, 'Gambar mana yang menunjukkan teman membantu kita bisa mewarnai lebih rapi?' (acuan jawaban: Gambar B) untuk memeriksa kesiapan murid mengenali peran teman (5 menit).

Kegiatan Inti:

Memahami (Bermakna, Berkesadaran):

  • Murid mengamati 3 gambar di buku/papan tulis tentang kegiatan bersama teman: (1) Gambar bermain lompat tali bersama (membantu tubuh lincah), (2) Gambar membaca buku cerita bersama (membantu lancar membaca), (3) Gambar bernyanyi bersama (membantu berani bersuara merdu) (10 menit).
  • Guru membimbing tanya jawab terarah tentang bagaimana kehadiran teman pada ketiga gambar tersebut membantu anak mengembangkan keterampilannya saat belajar dan bermain (15 menit).

Mengaplikasi (Menggembirakan):

  • Murid melakukan permainan berpasangan 'Tebak Peran Sahabat': satu murid menyebutkan satu kegiatan belajar atau bermain, pasangannya menunjukkan peran teman dalam kegiatan itu dengan memilih kartu peran yang tepat (15 menit).
  • Murid secara mandiri mengerjakan lembar aktivitas 'Menunjukkan Peran Teman' dengan memasangkan 4 kartu pernyataan peran teman dengan gambar manfaat pengembangan dirinya: (1) Kartu 'Teman mengajak belajar membaca bersama' -> dipasangkan ke gambar 'Aku makin lancar membaca'; (2) Kartu 'Teman mengajari mengoper bola' -> dipasangkan ke gambar 'Aku makin terampil bermain sepak bola'; (3) Kartu 'Teman meminjamkan krayon warna' -> dipasangkan ke gambar 'Gambarku selesai dan indah'; (4) Kartu 'Teman bernyanyi bersamaku' -> dipasangkan ke gambar 'Aku berani bernyanyi gembira' (acuan jawaban: pasangan 1-1, 2-2, 3-3, 4-4) (15 menit).

Merefleksi (Berkesadaran, Bermakna):

  • Guru mengajak murid duduk hening sejenak, memikirkan satu nama teman dekatnya dan mengenali kebaikan atau hal baik apa yang dipelajari darinya selama bermain atau belajar bersama (10 menit).
  • Murid menunjukkan gambar atau kartu peran teman yang paling berkesan bagi dirinya kepada teman di sebelahnya dengan rasa syukur (10 menit).

Penutup:

  • Guru bersama murid menyimpulkan bahwa teman-teman adalah anugerah Tuhan yang berperan penting membantu kita belajar, bermain, dan mengembangkan potensi diri (5 menit).
  • Guru memberikan cek pemahaman singkat lisan dan apresiasi atas partisipasi aktif seluruh murid selama kegiatan (3 menit).
  • Pembelajaran ditutup dengan doa syukur singkat dan tanda salib (2 menit).

Diferensiasi:

  • Konten: Murid yang membutuhkan bimbingan diberikan kartu bergambar dengan simbol visual yang sangat jelas, sedangkan murid yang lebih cepat diberikan kartu teks pernyataan utuh.
  • Proses: Murid yang belum lancar membaca dibimbing guru secara lisan dalam memasangkan peran teman, sedangkan murid yang sudah lancar dapat memasangkan secara mandiri.
  • Produk: Murid dapat menunjukkan peran teman melalui penarikan garis pada lembar kerja bergambar atau menempelkan pasangan kartu peran yang sesuai.

Asesmen Pertemuan:

Awal:

  • Diagnostik visual-lisan di awal pembelajaran menggunakan 2 gambar pilihan: Gambar A (anak menggambar sendiri dengan bingung) dan Gambar B (dua anak belajar bersama saling menunjukkan warna krayon). Murid diminta memilih gambar yang menunjukkan teman membantu belajar. Kriteria: Murid tepat memilih Gambar B sebagai situasi di mana teman berperan membantu mengembangkan kemampuan.

Proses:

  • Asesmen formatif unjuk kerja memasangkan 4 kartu pernyataan peran teman dengan gambar manfaatnya pada lembar aktivitas: (1) 'Teman mengajak belajar membaca bersama' berpasangan dengan 'Aku makin lancar membaca', (2) 'Teman mengajari mengoper bola' berpasangan dengan 'Aku makin terampil bermain sepak bola', (3) 'Teman meminjamkan krayon warna' berpasangan dengan 'Gambarku selesai dan indah', (4) 'Teman bernyanyi bersamaku' berpasangan dengan 'Aku berani bernyanyi gembira'. Guru memeriksa ketepatan pasangan kartu (skor maksimal 4 tepat).

Akhir Pertemuan:

  • Cek pemahaman lisan di akhir sesi: Guru menanyakan satu peran teman saat bermain di kelas yang membuat murid bertambah pintar atau terampil (kriteria penerimaan: murid dapat menyebutkan peran nyata teman seperti mengajari, menemani berlatih, menyemangati, atau berbagi alat gambar/permainan).

Formatif:

  • Observasi unjuk kerja saat memasangkan kartu peran teman dalam mengembangkan potensi diri pada lembar aktivitas

Rubrik Pertemuan:

AspekBelum BerkembangMulaiBerkembangSangat Berkembang
Ketepatan menunjukkan peran teman dalam mengembangkan potensi diri pada 4 butir kartuBelum mampu menunjukkan peran teman, tepat memasangkan 0-1 dari 4 kartu peran teman sesuai acuan.Mulai mampu menunjukkan peran teman dengan bantuan guru, tepat memasangkan 2 dari 4 kartu peran teman sesuai acuan.Mampu menunjukkan peran teman secara mandiri, tepat memasangkan 3 dari 4 kartu peran teman sesuai acuan.Sangat terampil dan mandiri menunjukkan peran teman, tepat memasangkan seluruh 4 kartu peran teman sesuai acuan.

Refleksi Pertemuan:

Guru:

  • Apakah seluruh murid dapat memahami dan menunjukkan peran teman dalam membantu mengembangkan kemampuannya?
  • Apakah aktivitas permainan kartu peran membuat murid gembira dan aktif terlibat dalam belajar?

Murid:

  • Apakah kamu senang belajar dan bermain bersama teman-temanmu hari ini?
  • Kemampuan apa yang bertambah pintar setelah kamu bermain atau belajar bersama teman?

Pertemuan 6 — Mempraktikkan Kebiasaan Bekerja Sama dengan Teman-Teman dalam Menata Kelas — 2 JP (2 x 35 menit = 70 menit)

Tujuan Pertemuan:

  • TP 1.2.4 Mempraktikkan kebiasaan bekerja sama dengan teman-teman

Pendahuluan:

  • Guru membuka pelajaran dengan tanda salib dan memimpin doa pembuka singkat bersyukur atas kehadiran teman dan ruang kelas yang aman (3 menit).
  • Guru bersama murid menyanyikan lagu 'Di Sini Kupunya Teman' untuk membangkitkan suasana gembira dan kebersamaan (3 menit).
  • Guru melakukan asesmen awal diagnostik melalui tanya jawab cepat dengan menunjukkan 2 gambar situasi: Gambar 1 (anak membereskan buku sendirian dengan wajah lelah) dan Gambar 2 (tiga anak bersama-sama menata rak buku dan menyapu sambil tersenyum). Pertanyaan: 'Manakah gambar yang menunjukkan kerja sama merapikan kelas?' (Acuan jawaban benar: Gambar 2, karena ada pembagian tugas merapikan bersama teman-teman) (4 menit).

Kegiatan Inti:

Memahami (Bermakna):

  • Guru membacakan cerita bergambar singkat tentang 'Anak-Anak Menata Ruang Kelas Bersama-Sama' di mana anak-anak membagi tugas merapikan meja dan loker (5 menit).
  • Murid bersama guru mencermati 3 bentuk kerja sama menata kelas: (1) saling membantu merapikan alat tulis/buku di meja kelompok, (2) bersama-sama merapikan susunan kursi kelompok, dan (3) berbagi tugas meletakkan perlengkapan belajar di rak kelas (5 menit).

Mengaplikasi (Menggembirakan):

  • Guru membagi kelas menjadi kelompok kecil berisi 3-4 anak dan memberikan tantangan permainan berpasangan/kelompok 'Gerakan Kompak Menata Kelas' (5 menit).
  • Tantangan 1: Tiap kelompok mempraktikkan kebiasaan bekerja sama merapikan 4 buku bacaan dan 4 kotak pensil di atas meja bersama teman kelompoknya secara serentak dan saling bantu (12 menit).
  • Tantangan 2: Tiap kelompok mempraktikkan kebiasaan bekerja sama mendorong dan meluruskan 2 pasang meja-kursi belajar kelompok agar rapi berjajar, serta mengembalikan wadah krayon ke rak kelas bersama temannya (15 menit).

Merefleksi (Berkesadaran):

  • Guru memandu murid duduk melingkar dalam kelompok untuk menyadari dan merefleksikan pengalaman bekerja sama menata kelas tadi (3 menit).
  • Murid menjawab secara lisan dengan bimbingan guru: 'Apakah tadi kamu dan teman saling membantu saat menata meja dan buku kelas?' (Kriteria penerimaan: murid dapat menyebutkan tindakan kerja sama konkret yang baru saja ia lakukan bersama temannya, misalnya 'Saya mengangkat buku dan teman saya merapikannya di rak') (5 menit).

Penutup:

  • Guru memberikan penguatan singkat bahwa Tuhan Yesus senang melihat kita hidup rukun dan saling bekerja sama merawat kelas kita (5 menit).
  • Pemberian apresiasi tepuk kompak atas keberhasilan seluruh murid bekerja sama menata kelas, dilanjutkan doa penutup dan tanda salib (5 menit).

Diferensiasi:

  • Konten: Menyediakan panduan visual berupa kartu gambar urutan kerja sama menata kelas (merapikan meja lalu menata rak) bagi kelompok yang membutuhkan panduan bertahap.
  • Proses: Untuk murid yang cepat bekerja sama, diberikan tambahan tantangan menata pojok baca bersama kelompoknya secara mandiri; untuk murid yang masih ragu, guru memberikan pendampingan langsung dengan menggandengkan mereka bersama teman yang suportif.
  • Produk: Praktik kerja sama diamati langsung melalui tindakan fisik merapikan perlengkapan belajar dan perabot kelas bersama teman kelompok.

Asesmen Pertemuan:

Awal:

  • Tanya jawab diagnostik cepat mengenali situasi kerja sama menggunakan 2 gambar perbandingan: Gambar 1 (anak menata buku sendirian) dan Gambar 2 (anak-anak bekerja sama menata buku dan menyapu). (Acuan jawaban benar: memilih Gambar 2 karena menunjukkan kegiatan menata ruang kelas secara bersama-sama).

Proses:

  • Observasi keterlibatan langsung murid saat melakukan dua tantangan praktik kerja sama dengan teman: merapikan alat tulis/buku di meja bersama dan menata susunan meja-kursi serta wadah perlengkapan kelas.

Akhir Pertemuan:

  • Refleksi lisan berkesadaran setelah praktik menata kelas. (Kriteria penerimaan: murid secara jujur menyebutkan tindakan kerja sama konkret yang ia lakukan bersama temannya saat menata perlengkapan kelas).

Formatif:

  • Observasi unjuk kerja praktik kebiasaan bekerja sama dengan teman-teman dalam menata kelas menggunakan lembar amatan rubrik

Rubrik Pertemuan:

AspekBelum BerkembangMulaiBerkembangSangat Berkembang
Praktik Kebiasaan Bekerja Sama dengan Teman-Teman dalam Menata KelasBelum menunjukkan tindakan bekerja sama dengan teman dalam menata perlengkapan kelas dan masih beraktivitas sendiri meski telah diarahkan.Mulai mempraktikkan kebiasaan bekerja sama dengan teman dalam menata perlengkapan kelas, namun masih memerlukan dorongan dan bimbingan guru secara intensif.Mempraktikkan kebiasaan bekerja sama dengan teman dalam menata perlengkapan dan meja-kursi kelas secara kompak dan saling membantu sesuai pembagian tugas kelompok.Mempraktikkan kebiasaan bekerja sama dengan teman dalam menata kelas secara konsisten, berinisiatif membantu teman kelompok tanpa harus diarahkan guru.

Refleksi Pertemuan:

Guru:

  • Apakah seluruh murid berpartisipasi aktif dalam kegiatan praktik kerja sama menata kelas bersama teman kelompoknya?
  • Bagaimana respons dan interaksi antar-murid ketika menghadapi tantangan merapikan meja dan perlengkapan kelas bersama-sama?

Murid:

  • Bagaimana perasaanmu setelah berhasil merapikan dan menata kelas bersama teman?
  • Pekerjaan menata kelas apa yang paling kamu sukai saat dikerjakan bersama teman?

Pertemuan 7 — Asesmen Sumatif Bab — 3 JP (3 x 35 menit = 105 menit)

Tujuan Pertemuan:

  • TP 1.2.1 Menceritakan lingkungan rumah sebagai tempat mengembangkan potensi diri
  • TP 1.2.2 Menceritakan lingkungan sekolah sebagai tempat mengembangkan potensi diri
  • TP 1.2.3 Menunjukkan peran teman-teman sebagai tempat mengembangkan potensi diri
  • TP 1.2.4 Mempraktikkan kebiasaan bekerja sama dengan teman-teman

Pendahuluan:

  • Guru membuka sesi dengan tanda salib, mengajak murid berdoa syukur atas anugerah rumah, sekolah, dan teman-teman, serta memeriksa kesiapan fisik murid (5 menit).
  • Guru menyampaikan tujuan pertemuan ke-7 sebagai sesi asesmen sumatif bab untuk menunjukkan kemampuan bercerita tentang lingkungan rumah dan sekolah serta mempraktikkan kerja sama kelompok dalam menata media kelas (3 menit).
  • Guru menjelaskan tata tertib dan alur asesmen: Tugas 1 berupa penuturan lisan individu berdurasi 2 menit secara bergantian di meja guru sementara murid lain mewarnai gambar lingkungan secara mandiri, dilanjutkan Tugas 2 berupa simulasi kerja sama kelompok merapikan media belajar (2 menit).

Kegiatan Inti:

Memahami (Berkesadaran):

  • Guru memberikan pengarahan teknis pelaksanaan Tugas 1: murid memahami bahwa saat namanya dipanggil ke meja guru, murid akan menceritakan (1) satu ruangan di rumah beserta kegiatan pengembangan potensi diri, dan (2) satu tempat/kegiatan di sekolah yang mengembangkan potensi diri, dengan kriteria acuan penuturan yang jelas (5 menit).

Mengaplikasi (Bermakna):

  • Guru melaksanakan Tugas 1: Pelaksanaan unjuk kerja penuturan lisan individual berdurasi 2 menit per murid secara rotasi di meja guru untuk 28 murid (total 56 menit, disesuaikan menjadi 55 menit pengerjaan efektif), menilai ketercapaian TP 1.2.1 dan TP 1.2.2 menggunakan rubrik unjuk kerja bercerita lisan, sementara murid lain yang menunggu giliran mengerjakan lembar mewarnai gambar rumah dan sekolah secara mandiri dan tenang di bangku masing-masing (55 menit).
  • Guru membagi kelas ke dalam 6 kelompok kecil (berisi 4-5 murid), lalu memberikan instruksi pengerjaan Tugas 2 yaitu aktivitas bersama merapikan dan menata media belajar di kelas (seperti merapikan rak buku cerita rohani, menyortir balok doa/puzzle gambar gereja-rumah, dan menata meja belajar) sesuai acuan tugas (3 menit).
  • Guru melaksanakan observasi Tugas 2: Kelompok mempraktikkan kerja sama merapikan media belajar kelas secara serentak selama 25 menit, guru berkeliling mengamati dan mencatat perilaku unjuk kerja setiap murid pada lembar observasi keterlibatan dan kerja sama (menilai TP 1.2.3 yaitu menunjukkan peran teman dalam mengembangkan kemampuan dan TP 1.2.4 yaitu mempraktikkan kebiasaan bekerja sama berbagi peran aktif) (25 menit).

Merefleksi (Berkesadaran):

  • Guru mengumpulkan lembar mewarnai mandiri dan merangkum hasil pengamatan unjuk kerja kelas secara berkesadaran, memberikan konfirmasi bahwa seluruh murid telah berhasil menceritakan potensi dirinya serta mempraktikkan kerja sama kelompok dengan baik (4 menit).

Penutup:

  • Guru mengajak murid melakukan refleksi singkat mengenai pengalaman bercerita dan perasaan saat saling membantu bekerja sama dengan teman di kelas (2 menit).
  • Guru menutup seluruh rangkaian pembelajaran Bab 2 dengan doa syukur bersama dan membuat tanda salib (1 menit).

Diferensiasi:

  • Konten: Akomodasi akses: menyediakan kartu visual panduan ruangan rumah dan sekolah bagi murid yang membutuhkan pengingat visual saat bercerita lisan tanpa mengubah substansi tugas.
  • Proses: Akomodasi akses: guru memberikan giliran awal atau jeda bicara terarah bagi murid yang memiliki kecemasan berbicara di depan meja guru.
  • Produk: Standar pembuktian tetap seragam: penuturan lisan individu menghubungkan 1 ruangan rumah dan 1 tempat sekolah dengan potensi diri, serta observasi perilaku kerja sama kelompok.

Asesmen Pertemuan:

Sumatif Bab:

  • unjuk kerja bercerita lisan terpadu dan simulasi kerja sama kelompok: penuturan lisan yang menghubungkan ruangan/tempat di rumah dan sekolah dengan pengembangan potensi diri, serta catatan observasi perilaku saling membantu dan bekerja sama dengan teman
  • unjuk kerja bercerita lisan bergiliran: kinerja penuturan lisan tiap murid berdurasi 2 menit secara rotasi di meja guru yang memuat: (1) hubungan 1 ruangan di rumah dan kegiatannya yang mengembangkan bakat/potensi diri murid, serta (2) hubungan 1 tempat/kegiatan di sekolah yang mengembangkan potensi diri murid, dinilai bergantian untuk 28 murid sementara murid lain melakukan kegiatan mewarnai gambar lingkungan secara mandiri (60 menit / 2 menit = 30 slot murid, muat 28 murid) (60 menit; individual; instrumen: rubrik unjuk kerja bercerita lisan (kriteria: kejelasan hubungan ruangan rumah dengan pengembangan potensi diri, kejelasan hubungan tempat/kegiatan sekolah dengan pengembangan potensi diri))
  • observasi unjuk kerja aktivitas kelompok: catatan amatan perilaku seluruh murid dalam kelompok kecil (4-5 murid) saat melakukan aktivitas bersama merapikan dan menata media belajar di kelas, yang menunjukkan sikap saling membantu untuk mengembangkan kemampuan teman serta partisipasi aktif berbagi peran dalam bekerja sama (45 menit; kelompok; instrumen: lembar observasi keterlibatan dan kerja sama (indikator: kesediaan membantu teman mengembangkan keterampilan, keaktifan menjalankan peran bersama dalam kelompok))

Sumatif:

  • unjuk kerja bercerita lisan terpadu dan simulasi kerja sama kelompok: penuturan lisan yang menghubungkan ruangan/tempat di rumah dan sekolah dengan pengembangan potensi diri, serta catatan observasi perilaku saling membantu dan bekerja sama dengan teman
  • unjuk kerja bercerita lisan bergiliran: kinerja penuturan lisan tiap murid berdurasi 2 menit secara rotasi di meja guru yang memuat: (1) hubungan 1 ruangan di rumah dan kegiatannya yang mengembangkan bakat/potensi diri murid, serta (2) hubungan 1 tempat/kegiatan di sekolah yang mengembangkan potensi diri murid, dinilai bergantian untuk 28 murid sementara murid lain melakukan kegiatan mewarnai gambar lingkungan secara mandiri (60 menit / 2 menit = 30 slot murid, muat 28 murid) (60 menit; individual; instrumen: rubrik unjuk kerja bercerita lisan (kriteria: kejelasan hubungan ruangan rumah dengan pengembangan potensi diri, kejelasan hubungan tempat/kegiatan sekolah dengan pengembangan potensi diri))
  • observasi unjuk kerja aktivitas kelompok: catatan amatan perilaku seluruh murid dalam kelompok kecil (4-5 murid) saat melakukan aktivitas bersama merapikan dan menata media belajar di kelas, yang menunjukkan sikap saling membantu untuk mengembangkan kemampuan teman serta partisipasi aktif berbagi peran dalam bekerja sama (45 menit; kelompok; instrumen: lembar observasi keterlibatan dan kerja sama (indikator: kesediaan membantu teman mengembangkan keterampilan, keaktifan menjalankan peran bersama dalam kelompok))

Rubrik Pertemuan:

AspekBelum BerkembangMulaiBerkembangSangat Berkembang
Menceritakan lingkungan rumah sebagai tempat mengembangkan potensi diri (TP 1.2.1)Belum mampu menyebutkan ruangan rumah maupun hubungannya dengan kegiatan pengembangan potensi diri.Mampu menyebutkan ruangan rumah, tetapi belum menghubungkannya dengan kegiatan pengembangan potensi diri secara tepat.Mampu menceritakan 1 ruangan rumah dan menghubungkannya dengan kegiatan yang mengembangkan potensi diri murid secara tepat (Acuan: ruang tidur/belajar/keluarga/teras/dapur/halaman dihubungkan dengan kegiatan berlatih menyanyi/membaca/menggambar/merawat tanaman/berdoa).Mampu menceritakan 1 ruangan rumah beserta kegiatan pengembangan potensi diri secara jelas, rinci, dan mandiri tanpa bantuan bimbingan guru.
Menceritakan lingkungan sekolah sebagai tempat mengembangkan potensi diri (TP 1.2.2)Belum mampu menyebutkan tempat/kegiatan di sekolah maupun hubungannya dengan pengembangan potensi diri.Mampu menyebutkan tempat di sekolah, tetapi belum menghubungkannya dengan kegiatan pengembangan potensi diri secara tepat.Mampu menceritakan 1 tempat/kegiatan di sekolah dan menghubungkannya dengan kegiatan yang mengembangkan potensi diri murid secara tepat (Acuan: ruang kelas/perpustakaan/lapangan/kapel dihubungkan dengan kegiatan belajar menulis/membaca cerita rohani/senam gerak/berdoa bersama).Mampu menceritakan 1 tempat/kegiatan di sekolah beserta kegiatan pengembangan potensi diri secara jelas, runtut, dan mandiri tanpa bimbingan guru.
Menunjukkan peran teman-teman dalam mengembangkan potensi diri (TP 1.2.3)Belum menunjukkan tindakan yang mendukung atau membantu teman mengembangkan kemampuannya selama kegiatan kelompok.Menunjukkan kesediaan membantu teman hanya saat diminta atau diarahkan secara langsung oleh guru.Menunjukkan inisiatif membantu teman yang menemui kendala dalam menata media belajar sehingga keterampilan teman ikut berkembang selama aktivitas kelompok (Acuan: mengajari cara menyusun buku rohani/menata puzzle balok bersama).Secara konsisten dan aktif menunjukkan dukungan serta membantu teman-teman mengembangkan kemampuannya sepanjang kegiatan kelompok tanpa perlu diingatkan.
Mempraktikkan kebiasaan bekerja sama dengan teman-teman (TP 1.2.4)Belum menunjukkan kebiasaan bekerja sama dan pasif atau bekerja sendiri di luar kelompok.Mempraktikkan kerja sama kelompok tetapi baru menjalankan peran tugas bila diingatkan oleh guru.Mempraktikkan kebiasaan bekerja sama secara aktif berbagi peran menata dan merapikan media kelas bersama anggota kelompok (Acuan: ikut mengangkat buku/mengelompokkan media/membersihkan meja secara bergotong royong).Mempraktikkan kebiasaan bekerja sama secara konsisten, berbagi peran secara adil dan menyelesaikan tugas bersama teman hingga selesai dengan tertib.

Refleksi Pertemuan:

Guru:

  • Apakah pengelolaan waktu rotasi penuturan lisan individu 2 menit per murid berjalan tepat waktu tanpa mengganggu konsentrasi murid lain?
  • Apakah instrumen lembar observasi kerja sama kelompok efektif merekam bukti perilaku saling membantu dan kolaborasi murid secara akurat?

Murid:

  • Apakah kamu merasa senang menceritakan tempat favoritmu di rumah dan di sekolah?
  • Bagian kerja sama apa bersama kelompok yang paling kamu sukai saat merapikan kelas tadi?

SUMBER BELAJAR

  1. Buku Panduan Guru Pendidikan Agama Katolik dan Budi Pekerti untuk SD Kelas I (Kemendikbudristek, 2021, Bab 2 Subbab A 'Rumahku')
  2. Buku Siswa Pendidikan Agama Katolik dan Budi Pekerti untuk SD Kelas I (Kemendikbudristek, 2021, Bab 2 Subbab A)
  3. Gambar/foto ruangan-ruangan rumah (ruang belajar, kamar tidur, dapur, ruang keluarga)
  4. Kartu bergambar dan kartu kalimat 'Kartu Ruanganku'
  5. Buku Panduan Guru Pendidikan Agama Katolik dan Budi Pekerti untuk SD Kelas I, Kemendikbudristek 2021
  6. Buku Panduan Siswa Pendidikan Agama Katolik dan Budi Pekerti untuk SD Kelas I, Kemendikbudristek 2021
  7. Lagu anak 'Rumahku Bersih'
  8. Kartu gambar situasi kamar bersih/rapi dan kamar berantakan
  9. Buku Panduan Guru Pendidikan Agama Katolik dan Budi Pekerti untuk SD Kelas I (Kemendikbudristek, 2021)
  10. Buku Siswa Pendidikan Agama Katolik dan Budi Pekerti untuk SD Kelas I (Kemendikbudristek, 2021)
  11. Alkitab (Kitab Amsal 4:13-14)
  12. Kartu gambar lingkungan sekolah (ruang kelas, perpustakaan, lapangan sekolah, ruang guru)
  13. Buku Panduan Guru Pendidikan Agama Katolik dan Budi Pekerti untuk SD Kelas I (Kemendikbudristek RI, 2021)
  14. Buku Siswa Pendidikan Agama Katolik dan Budi Pekerti untuk SD Kelas I (Kemendikbudristek RI, 2021) Bab 2 Subbab Sekolahku
  15. Kitab Suci (Amsal 4:13-14)
  16. Set kartu gambar kegiatan pembelajaran di sekolah (membaca, menulis, berhitung, menyanyi, mewarnai/menggambar)
  17. Buku Panduan Guru Pendidikan Agama Katolik dan Budi Pekerti untuk SD Kelas I, Kemendikbudristek RI, 2021
  18. Buku Teks Siswa Pendidikan Agama Katolik dan Budi Pekerti untuk SD Kelas I, Kemendikbudristek RI, 2021
  19. Kartu bergambar peran teman saat belajar dan bermain serta lembar aktivitas mencocokkan peran teman
  20. Buku Panduan Guru Pendidikan Agama Katolik dan Budi Pekerti Kelas 1 SD, Kemendikbudristek 2021
  21. Buku Siswa Pendidikan Agama Katolik dan Budi Pekerti Kelas 1 SD, Kemendikbudristek 2021
  22. Perlengkapan kelas (buku bacaan, kotak pensil, wadah krayon, meja dan kursi murid)
  23. Buku Siswa Pendidikan Agama Katolik dan Budi Pekerti untuk SD Kelas I, Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi, 2021
  24. Buku Panduan Guru Pendidikan Agama Katolik dan Budi Pekerti untuk SD Kelas I, 2021
  25. Media kelas untuk simulasi kerja sama: buku bacaan rohani, puzzle/balok gambar, rak kelas
  26. Lembar mewarnai gambar lingkungan rumah dan sekolah untuk aktivitas mandiri bergantian

Lihat & unduh lengkap

Masuk pakai Google untuk membuka modul ajar bab ini secara penuh.

Apa isi bab ini?

Dokumen memuat seluruh pertemuan bab ini dalam satu berkas: tujuan pembelajaran per pertemuan, urutan kegiatan inti sesuai alokasi JP, pertanyaan pemantik, asesmen formatif, asesmen sumatif bab, rubrik, dan refleksi. Cocok dipakai sebagai persiapan tatap muka sekaligus lampiran supervisi.

Cara pakai bab ini

Unduh DOCX, lalu sesuaikan nama sekolah, kepala sekolah, dan NIP. Bagian kegiatan inti bisa Bapak/Ibu kurangi atau tambah sesuai karakter siswa di kelas; tujuan pembelajaran sebaiknya tetap selaras dengan ATP induk.