Modul AjarPertemuan 3Bab 1Fase ASemester 1

Modul Ajar Pendidikan Agama Katolik dan Budi Pekerti Kelas 1: Aku Bangga dengan Kekhasan Diriku: Identitas Diri

Modul Ajar ini disusun untuk satu pertemuan tatap muka mata pelajaran Pendidikan Agama Katolik dan Budi Pekerti kelas 1 dengan topik "Aku Bangga dengan Kekhasan Diriku: Identitas Diri". Dokumen mengikuti Alur Tujuan Pembelajaran (ATP) Kurikulum Merdeka, lengkap dengan tujuan, langkah kegiatan, dan asesmen ringkas.

MEJAGURU.ID - DOKUMEN MODUL AJAR

Modul Ajar Pendidikan Agama Katolik dan Budi Pekerti Kelas 1: Aku Bangga dengan Kekhasan Diriku: Identitas Diri

Pendidikan Agama Katolik dan Budi Pekerti - Kelas 1

Bab 1 - Pertemuan 3

MODUL AJAR

Pendidikan Agama Katolik dan Budi Pekerti — Kelas 1 (Fase A)

Topik: Aku Bangga dengan Kekhasan Diriku: Identitas Diri

INFORMASI UMUM

Mata PelajaranPendidikan Agama Katolik dan Budi Pekerti
Fase / KelasFase A / Kelas 1
TopikAku Bangga dengan Kekhasan Diriku: Identitas Diri
Alokasi Waktu2x35 menit
Jumlah Pertemuan1

TUJUAN PEMBELAJARAN

  1. Melalui aktivitas menggambar dan memperkenalkan diri, murid mampu menunjukkan identitas dirinya (nama, jenis kelamin, ciri khas) sebagai anugerah Allah yang patut disyukuri
  2. Melalui diskusi kelas, murid mampu menjelaskan bahwa setiap orang memiliki kekhasan yang berbeda-beda dan perbedaan itu merupakan anugerah Allah berdasarkan Yesaya 49:16

PROFIL LULUSAN

DimensiDisasar
Keimanan dan Ketakwaan terhadap Tuhan Yang Maha Esa
Kewargaan
Penalaran Kritis
Kreativitas
Kolaborasi
Kemandirian
Kesehatan
Komunikasi

PERTANYAAN PEMANTIK

  1. Siapa namamu dan apa yang membuatmu istimewa?
  2. Apakah ada dua orang yang persis sama di dunia ini?
  3. Mengapa Allah menciptakan setiap orang berbeda-beda?

KEGIATAN PEMBELAJARAN

Pertemuan 1

Pendahuluan:

  • Guru menyapa murid dengan penuh kasih sayang dan menciptakan suasana yang aman dan menyenangkan
  • Guru mengajak murid berdoa pembuka dengan doa 'Allah Yang Mahakasih' (Buku Siswa hal. 2)
  • Guru melakukan apersepsi dengan bertanya: 'Siapa yang tahu namanya sendiri? Coba sebutkan!' dan 'Apakah kalian senang dengan nama kalian?'
  • Guru menyampaikan tujuan pembelajaran hari ini: kita akan belajar mengenal diri kita yang istimewa sebagai anugerah Allah
  • Asesmen awal: Guru mengamati respon dan antusiasme murid saat menyebutkan namanya, serta mencatat murid yang malu atau ragu

Kegiatan Inti:

Memahami (Berkesadaran, Bermakna):

  • Guru mengajak murid mengamati diri sendiri dan teman-teman di kelas dengan penuh kesadaran
  • Guru memandu murid melihat cermin kecil (jika tersedia) atau saling berpasangan untuk mengamati wajah masing-masing
  • Guru bertanya: 'Apa yang kamu lihat? Apakah wajahmu sama dengan teman sebelahmu?'
  • Guru menjelaskan bahwa setiap orang memiliki kekhasan: ada yang berkulit lebih gelap atau terang, berambut lurus atau keriting, bermata besar atau kecil, tinggi atau pendek
  • Guru menunjukkan gambar atau foto anak-anak dari berbagai daerah (Jawa, Papua, Kalimantan, Flores, Sumatera, dll) untuk memperkaya pemahaman tentang keberagaman
  • Guru membacakan Yesaya 49:16 dengan bahasa sederhana: 'Aku telah melukiskan engkau di telapak tangan-Ku' dan menjelaskan bahwa Allah sangat mencintai kita sehingga menciptakan kita istimewa
  • Murid mendengarkan cerita 'Tuhan Yesus Memberkati Anak-anak' (Markus 10:13-16) yang menunjukkan kasih Yesus kepada setiap anak
  • Asesmen proses: Guru mengamati kemampuan murid menyebutkan perbedaan fisik dan mendengarkan dengan saksama

Mengaplikasi (Menggembirakan, Bermakna):

  • Guru membagikan kertas gambar dan krayon kepada setiap murid
  • Murid menggambar wajahnya sendiri dengan ciri khas yang dimiliki (warna kulit, bentuk mata, rambut, dll)
  • Murid menuliskan atau menebalkan namanya di bawah gambar (guru membantu yang belum lancar menulis)
  • Setelah selesai, murid maju satu per satu ke depan kelas untuk memperkenalkan diri: menyebutkan nama, jenis kelamin, dan satu ciri khas dirinya (misalnya: rambutku keriting, kulitku cokelat, mataku besar)
  • Guru memberikan apresiasi dan tepuk tangan untuk setiap anak yang berani memperkenalkan diri
  • Guru menempelkan semua gambar di papan pengumuman atau dinding kelas dengan tulisan 'Kami Semua Istimewa Ciptaan Allah'
  • Asesmen proses: Guru mengamati kemampuan murid menggambar diri, menyebutkan identitas, dan keberanian berbicara di depan kelas

Merefleksi (Berkesadaran, Bermakna):

  • Guru mengajak murid duduk membentuk lingkaran untuk diskusi kelas
  • Guru memfasilitasi refleksi dengan pertanyaan: 'Apa yang membuat kalian istimewa? Apakah ada yang persis sama dengan temanmu?'
  • Murid menyampaikan pendapat mereka secara bergantian
  • Guru meneguhkan bahwa kekhasan setiap orang adalah anugerah Allah dan kita harus bersyukur atas diri kita sendiri serta menghargai perbedaan teman-teman kita
  • Guru mengajak murid mengucapkan kalimat syukur sederhana: 'Terima kasih Allah, aku bangga menjadi diriku'
  • Murid menuliskan atau menggambar satu hal yang mereka syukuri tentang diri mereka di buku siswa
  • Asesmen proses: Guru mengamati kemampuan murid merefleksikan pembelajaran dan mengungkapkan rasa syukur

Penutup:

  • Guru melakukan asesmen akhir dengan meminta 3-5 murid menyebutkan kembali: 'Apa yang membuat setiap orang istimewa?' dan 'Siapa yang menciptakan kita istimewa?'
  • Guru memberikan penguatan: 'Setiap orang memiliki kekhasan yang berbeda dan itu semua adalah anugerah Allah. Kita harus bangga dengan diri kita dan menghargai teman-teman kita'
  • Guru memberikan tugas sederhana: di rumah, ceritakan kepada orang tua tentang kehebatan dirimu yang istimewa
  • Guru mengajak murid berdoa penutup dengan doa syukur sederhana
  • Guru menutup pembelajaran dengan salam dan motivasi: 'Kalian semua luar biasa!'

Diferensiasi:

  • Konten: Untuk murid yang belum lancar menulis, guru menyediakan template nama yang dapat ditebalkan atau ditempel stiker huruf. Untuk murid yang sudah lancar, dapat menuliskan kalimat lengkap tentang dirinya
  • Proses: Murid yang pemalu dapat memperkenalkan diri sambil duduk atau berpasangan dengan teman dekat terlebih dahulu sebelum ke depan kelas. Murid yang percaya diri dapat memimpin teman-teman lain dalam kegiatan perkenalan
  • Produk: Murid dapat memilih media menggambar (krayon, pensil warna, atau spidol). Hasil gambar dapat berupa potret wajah, seluruh tubuh, atau bentuk kreatif lain yang merepresentasikan diri mereka

ASESMEN

Awal:

  • Guru mengamati kemampuan awal murid dalam menyebutkan nama dan mengenali diri sendiri melalui pertanyaan apersepsi
  • Guru mencatat tingkat kepercayaan diri murid saat diminta berbicara di depan teman-teman

Proses:

  • Observasi saat murid mengamati diri dan teman-teman (tahap Memahami)
  • Observasi kemampuan menggambar diri dengan ciri khas dan memperkenalkan diri di depan kelas (tahap Mengaplikasi)
  • Observasi kemampuan merefleksikan pembelajaran dan mengungkapkan rasa syukur (tahap Merefleksi)
  • Catatan anekdot untuk murid yang menunjukkan kemajuan atau kesulitan khusus

Akhir:

  • Pertanyaan lisan di penutup: murid menyebutkan kembali apa yang membuat setiap orang istimewa dan siapa yang menciptakan mereka
  • Penilaian produk: gambar diri dengan identitas (nama, ciri khas) yang jelas
  • Penilaian sikap: rasa syukur dan bangga terhadap diri sendiri serta penghargaan terhadap perbedaan teman

Formatif:

  • Observasi selama kegiatan menggambar dan memperkenalkan diri
  • Tanya jawab lisan tentang kekhasan diri dan perbedaan antar teman
  • Pengamatan partisipasi dalam diskusi kelas

Sumatif:

  • Penilaian hasil gambar diri dan kemampuan menyebutkan identitas diri (nama, jenis kelamin, ciri khas)
  • Penilaian kemampuan menjelaskan bahwa setiap orang berbeda dan perbedaan adalah anugerah Allah

RUBRIK PENILAIAN

AspekBelum BerkembangMulaiBerkembangSangat Berkembang
Kemampuan menunjukkan identitas diri (nama, jenis kelamin, ciri khas)Belum mampu menyebutkan nama dan ciri khas dirinya meskipun dengan bantuan guruMampu menyebutkan nama tetapi belum bisa menyebutkan ciri khas dirinyaMampu menyebutkan nama dan satu ciri khas dirinya dengan sedikit bantuanMampu menyebutkan nama, jenis kelamin, dan beberapa ciri khas dirinya secara mandiri dengan percaya diri
Kemampuan menjelaskan kekhasan setiap orang sebagai anugerah AllahBelum memahami bahwa setiap orang memiliki perbedaanMulai menyadari ada perbedaan antar teman tetapi belum menghubungkan dengan anugerah AllahMampu menyebutkan perbedaan antar teman dan mulai memahami sebagai anugerah Allah dengan bimbinganMampu menjelaskan bahwa perbedaan adalah anugerah Allah dan menyebutkan contoh konkret dengan bahasa sendiri
Sikap syukur dan bangga terhadap diri sendiriBelum menunjukkan rasa syukur atau bahkan cenderung minder dengan dirinyaMulai menunjukkan penerimaan terhadap diri sendiri tetapi belum mengungkapkan rasa syukurMenunjukkan rasa bangga dengan dirinya dan mengucapkan syukur dengan bimbinganSecara spontan mengungkapkan rasa bangga dan syukur atas dirinya serta menghargai keunikan teman-teman
Kreativitas dalam menggambar diriBelum mampu menggambar bentuk wajah atau tubuh manusiaMampu menggambar bentuk dasar wajah tetapi belum menunjukkan ciri khas diriMampu menggambar diri dengan beberapa ciri khas yang dapat dikenaliMenggambar diri dengan detail ciri khas, pewarnaan yang sesuai, dan penuh kreativitas

REFLEKSI

Refleksi Guru:

  • Apakah suasana pembelajaran cukup aman dan menyenangkan sehingga semua murid berani memperkenalkan diri?
  • Murid mana yang masih memerlukan dukungan khusus dalam membangun kepercayaan diri?
  • Apakah strategi diferensiasi yang saya terapkan efektif untuk mengakomodasi kebutuhan murid yang beragam?
  • Bagaimana saya dapat lebih mengintegrasikan nilai iman Katolik dalam pembelajaran berikutnya?

Refleksi Murid:

  • Apa yang membuatmu istimewa dan berbeda dari teman-temanmu?
  • Bagaimana perasaanmu setelah menggambar dirimu dan memperkenalkan diri di depan kelas?
  • Apa yang kamu pelajari tentang Allah yang menciptakan kita semua berbeda?
  • Apakah kamu bangga dengan dirimu? Mengapa?

SUMBER BELAJAR

  1. Buku Siswa Pendidikan Agama Katolik dan Budi Pekerti Kelas 1 (Kemendikbudristek, 2021)
  2. Buku Panduan Guru Pendidikan Agama Katolik dan Budi Pekerti Kelas 1 (Kemendikbudristek, 2021)
  3. Alkitab (Yesaya 49:16, Markus 10:13-16)
  4. Kertas gambar A4
  5. Krayon, pensil warna, atau spidol
  6. Cermin kecil (opsional)
  7. Foto atau gambar anak-anak dari berbagai daerah di Indonesia
  8. Papan pengumuman atau dinding kelas untuk display hasil karya

Lihat & unduh lengkap

Masuk pakai Google untuk membuka modul ajar pertemuan ini secara penuh.

Apa isi pertemuan ini?

Dokumen mencakup tujuan pembelajaran terpilih, urutan kegiatan inti yang sudah disesuaikan dengan alokasi JP, serta pertanyaan pemantik dan asesmen formatif singkat. Cocok dipakai sebagai bahan persiapan tatap muka maupun lampiran supervisi.

Cara pakai pertemuan ini

Unduh DOCX, lalu sesuaikan nama sekolah, kepala sekolah, dan NIP. Bagian kegiatan inti bisa Bapak/Ibu kurangi atau tambah sesuai karakter siswa di kelas; tujuan pembelajaran sebaiknya tetap selaras dengan ATP induk.