MODUL AJAR Pendidikan Agama Katolik dan Budi Pekerti — Kelas 1 (Fase A) Topik: Aku Bangga dengan Kekhasan Diriku: Identitas Diri INFORMASI UMUM| Mata Pelajaran | Pendidikan Agama Katolik dan Budi Pekerti |
|---|
| Fase / Kelas | Fase A / Kelas 1 |
|---|
| Topik | Aku Bangga dengan Kekhasan Diriku: Identitas Diri |
|---|
| Alokasi Waktu | 2x35 menit |
|---|
| Jumlah Pertemuan | 1 |
|---|
TUJUAN PEMBELAJARAN- Melalui aktivitas menggambar dan memperkenalkan diri, murid mampu menunjukkan identitas dirinya (nama, jenis kelamin, ciri khas) sebagai anugerah Allah yang patut disyukuri
- Melalui diskusi kelas, murid mampu menjelaskan bahwa setiap orang memiliki kekhasan yang berbeda-beda dan perbedaan itu merupakan anugerah Allah berdasarkan Yesaya 49:16
PROFIL LULUSAN| Dimensi | Disasar |
|---|
| Keimanan dan Ketakwaan terhadap Tuhan Yang Maha Esa | ✓ | | Kewargaan | ✓ | | Penalaran Kritis | ✓ | | Kreativitas | ✓ | | Kolaborasi | | | Kemandirian | | | Kesehatan | | | Komunikasi | ✓ |
PERTANYAAN PEMANTIK- Siapa namamu dan apa yang membuatmu istimewa?
- Apakah ada dua orang yang persis sama di dunia ini?
- Mengapa Allah menciptakan setiap orang berbeda-beda?
KEGIATAN PEMBELAJARANPertemuan 1Pendahuluan:- Guru menyapa murid dengan penuh kasih sayang dan menciptakan suasana yang aman dan menyenangkan
- Guru mengajak murid berdoa pembuka dengan doa 'Allah Yang Mahakasih' (Buku Siswa hal. 2)
- Guru melakukan apersepsi dengan bertanya: 'Siapa yang tahu namanya sendiri? Coba sebutkan!' dan 'Apakah kalian senang dengan nama kalian?'
- Guru menyampaikan tujuan pembelajaran hari ini: kita akan belajar mengenal diri kita yang istimewa sebagai anugerah Allah
- Asesmen awal: Guru mengamati respon dan antusiasme murid saat menyebutkan namanya, serta mencatat murid yang malu atau ragu
Kegiatan Inti:Memahami (Berkesadaran, Bermakna):- Guru mengajak murid mengamati diri sendiri dan teman-teman di kelas dengan penuh kesadaran
- Guru memandu murid melihat cermin kecil (jika tersedia) atau saling berpasangan untuk mengamati wajah masing-masing
- Guru bertanya: 'Apa yang kamu lihat? Apakah wajahmu sama dengan teman sebelahmu?'
- Guru menjelaskan bahwa setiap orang memiliki kekhasan: ada yang berkulit lebih gelap atau terang, berambut lurus atau keriting, bermata besar atau kecil, tinggi atau pendek
- Guru menunjukkan gambar atau foto anak-anak dari berbagai daerah (Jawa, Papua, Kalimantan, Flores, Sumatera, dll) untuk memperkaya pemahaman tentang keberagaman
- Guru membacakan Yesaya 49:16 dengan bahasa sederhana: 'Aku telah melukiskan engkau di telapak tangan-Ku' dan menjelaskan bahwa Allah sangat mencintai kita sehingga menciptakan kita istimewa
- Murid mendengarkan cerita 'Tuhan Yesus Memberkati Anak-anak' (Markus 10:13-16) yang menunjukkan kasih Yesus kepada setiap anak
- Asesmen proses: Guru mengamati kemampuan murid menyebutkan perbedaan fisik dan mendengarkan dengan saksama
Mengaplikasi (Menggembirakan, Bermakna):- Guru membagikan kertas gambar dan krayon kepada setiap murid
- Murid menggambar wajahnya sendiri dengan ciri khas yang dimiliki (warna kulit, bentuk mata, rambut, dll)
- Murid menuliskan atau menebalkan namanya di bawah gambar (guru membantu yang belum lancar menulis)
- Setelah selesai, murid maju satu per satu ke depan kelas untuk memperkenalkan diri: menyebutkan nama, jenis kelamin, dan satu ciri khas dirinya (misalnya: rambutku keriting, kulitku cokelat, mataku besar)
- Guru memberikan apresiasi dan tepuk tangan untuk setiap anak yang berani memperkenalkan diri
- Guru menempelkan semua gambar di papan pengumuman atau dinding kelas dengan tulisan 'Kami Semua Istimewa Ciptaan Allah'
- Asesmen proses: Guru mengamati kemampuan murid menggambar diri, menyebutkan identitas, dan keberanian berbicara di depan kelas
Merefleksi (Berkesadaran, Bermakna):- Guru mengajak murid duduk membentuk lingkaran untuk diskusi kelas
- Guru memfasilitasi refleksi dengan pertanyaan: 'Apa yang membuat kalian istimewa? Apakah ada yang persis sama dengan temanmu?'
- Murid menyampaikan pendapat mereka secara bergantian
- Guru meneguhkan bahwa kekhasan setiap orang adalah anugerah Allah dan kita harus bersyukur atas diri kita sendiri serta menghargai perbedaan teman-teman kita
- Guru mengajak murid mengucapkan kalimat syukur sederhana: 'Terima kasih Allah, aku bangga menjadi diriku'
- Murid menuliskan atau menggambar satu hal yang mereka syukuri tentang diri mereka di buku siswa
- Asesmen proses: Guru mengamati kemampuan murid merefleksikan pembelajaran dan mengungkapkan rasa syukur
Penutup:- Guru melakukan asesmen akhir dengan meminta 3-5 murid menyebutkan kembali: 'Apa yang membuat setiap orang istimewa?' dan 'Siapa yang menciptakan kita istimewa?'
- Guru memberikan penguatan: 'Setiap orang memiliki kekhasan yang berbeda dan itu semua adalah anugerah Allah. Kita harus bangga dengan diri kita dan menghargai teman-teman kita'
- Guru memberikan tugas sederhana: di rumah, ceritakan kepada orang tua tentang kehebatan dirimu yang istimewa
- Guru mengajak murid berdoa penutup dengan doa syukur sederhana
- Guru menutup pembelajaran dengan salam dan motivasi: 'Kalian semua luar biasa!'
Diferensiasi:- Konten: Untuk murid yang belum lancar menulis, guru menyediakan template nama yang dapat ditebalkan atau ditempel stiker huruf. Untuk murid yang sudah lancar, dapat menuliskan kalimat lengkap tentang dirinya
- Proses: Murid yang pemalu dapat memperkenalkan diri sambil duduk atau berpasangan dengan teman dekat terlebih dahulu sebelum ke depan kelas. Murid yang percaya diri dapat memimpin teman-teman lain dalam kegiatan perkenalan
- Produk: Murid dapat memilih media menggambar (krayon, pensil warna, atau spidol). Hasil gambar dapat berupa potret wajah, seluruh tubuh, atau bentuk kreatif lain yang merepresentasikan diri mereka
ASESMENAwal:- Guru mengamati kemampuan awal murid dalam menyebutkan nama dan mengenali diri sendiri melalui pertanyaan apersepsi
- Guru mencatat tingkat kepercayaan diri murid saat diminta berbicara di depan teman-teman
Proses:- Observasi saat murid mengamati diri dan teman-teman (tahap Memahami)
- Observasi kemampuan menggambar diri dengan ciri khas dan memperkenalkan diri di depan kelas (tahap Mengaplikasi)
- Observasi kemampuan merefleksikan pembelajaran dan mengungkapkan rasa syukur (tahap Merefleksi)
- Catatan anekdot untuk murid yang menunjukkan kemajuan atau kesulitan khusus
Akhir:- Pertanyaan lisan di penutup: murid menyebutkan kembali apa yang membuat setiap orang istimewa dan siapa yang menciptakan mereka
- Penilaian produk: gambar diri dengan identitas (nama, ciri khas) yang jelas
- Penilaian sikap: rasa syukur dan bangga terhadap diri sendiri serta penghargaan terhadap perbedaan teman
Formatif:- Observasi selama kegiatan menggambar dan memperkenalkan diri
- Tanya jawab lisan tentang kekhasan diri dan perbedaan antar teman
- Pengamatan partisipasi dalam diskusi kelas
Sumatif:- Penilaian hasil gambar diri dan kemampuan menyebutkan identitas diri (nama, jenis kelamin, ciri khas)
- Penilaian kemampuan menjelaskan bahwa setiap orang berbeda dan perbedaan adalah anugerah Allah
RUBRIK PENILAIAN| Aspek | Belum Berkembang | Mulai | Berkembang | Sangat Berkembang |
|---|
| Kemampuan menunjukkan identitas diri (nama, jenis kelamin, ciri khas) | Belum mampu menyebutkan nama dan ciri khas dirinya meskipun dengan bantuan guru | Mampu menyebutkan nama tetapi belum bisa menyebutkan ciri khas dirinya | Mampu menyebutkan nama dan satu ciri khas dirinya dengan sedikit bantuan | Mampu menyebutkan nama, jenis kelamin, dan beberapa ciri khas dirinya secara mandiri dengan percaya diri | | Kemampuan menjelaskan kekhasan setiap orang sebagai anugerah Allah | Belum memahami bahwa setiap orang memiliki perbedaan | Mulai menyadari ada perbedaan antar teman tetapi belum menghubungkan dengan anugerah Allah | Mampu menyebutkan perbedaan antar teman dan mulai memahami sebagai anugerah Allah dengan bimbingan | Mampu menjelaskan bahwa perbedaan adalah anugerah Allah dan menyebutkan contoh konkret dengan bahasa sendiri | | Sikap syukur dan bangga terhadap diri sendiri | Belum menunjukkan rasa syukur atau bahkan cenderung minder dengan dirinya | Mulai menunjukkan penerimaan terhadap diri sendiri tetapi belum mengungkapkan rasa syukur | Menunjukkan rasa bangga dengan dirinya dan mengucapkan syukur dengan bimbingan | Secara spontan mengungkapkan rasa bangga dan syukur atas dirinya serta menghargai keunikan teman-teman | | Kreativitas dalam menggambar diri | Belum mampu menggambar bentuk wajah atau tubuh manusia | Mampu menggambar bentuk dasar wajah tetapi belum menunjukkan ciri khas diri | Mampu menggambar diri dengan beberapa ciri khas yang dapat dikenali | Menggambar diri dengan detail ciri khas, pewarnaan yang sesuai, dan penuh kreativitas |
REFLEKSIRefleksi Guru:- Apakah suasana pembelajaran cukup aman dan menyenangkan sehingga semua murid berani memperkenalkan diri?
- Murid mana yang masih memerlukan dukungan khusus dalam membangun kepercayaan diri?
- Apakah strategi diferensiasi yang saya terapkan efektif untuk mengakomodasi kebutuhan murid yang beragam?
- Bagaimana saya dapat lebih mengintegrasikan nilai iman Katolik dalam pembelajaran berikutnya?
Refleksi Murid:- Apa yang membuatmu istimewa dan berbeda dari teman-temanmu?
- Bagaimana perasaanmu setelah menggambar dirimu dan memperkenalkan diri di depan kelas?
- Apa yang kamu pelajari tentang Allah yang menciptakan kita semua berbeda?
- Apakah kamu bangga dengan dirimu? Mengapa?
SUMBER BELAJAR- Buku Siswa Pendidikan Agama Katolik dan Budi Pekerti Kelas 1 (Kemendikbudristek, 2021)
- Buku Panduan Guru Pendidikan Agama Katolik dan Budi Pekerti Kelas 1 (Kemendikbudristek, 2021)
- Alkitab (Yesaya 49:16, Markus 10:13-16)
- Kertas gambar A4
- Krayon, pensil warna, atau spidol
- Cermin kecil (opsional)
- Foto atau gambar anak-anak dari berbagai daerah di Indonesia
- Papan pengumuman atau dinding kelas untuk display hasil karya
|