MODUL AJAR Pendidikan Agama Katolik dan Budi Pekerti — Kelas 1 (Fase A) Topik: Yesus Mencintai Semua Anak-Anak (Markus 10:13-16) INFORMASI UMUM| Mata Pelajaran | Pendidikan Agama Katolik dan Budi Pekerti |
|---|
| Fase / Kelas | Fase A / Kelas 1 |
|---|
| Topik | Yesus Mencintai Semua Anak-Anak (Markus 10:13-16) |
|---|
| Alokasi Waktu | 2x35 menit |
|---|
| Jumlah Pertemuan | 1 |
|---|
TUJUAN PEMBELAJARAN- Melalui mendengarkan cerita Kitab Suci Markus 10:13-16, murid mampu menceritakan kembali secara sederhana bahwa Yesus memberkati dan mencintai semua anak-anak tanpa terkecuali
- Melalui kegiatan refleksi dan doa syukur sederhana, murid mampu mengungkapkan keyakinan bahwa dirinya dicintai Allah dengan cara mengucapkan doa syukur pendek secara lisan
PROFIL LULUSAN| Dimensi | Disasar |
|---|
| Keimanan dan Ketakwaan terhadap Tuhan Yang Maha Esa | ✓ | | Kewargaan | | | Penalaran Kritis | ✓ | | Kreativitas | ✓ | | Kolaborasi | | | Kemandirian | | | Kesehatan | | | Komunikasi | ✓ |
PERTANYAAN PEMANTIK- Siapa yang pernah ingin bertemu dengan orang yang sangat kalian sayangi?
- Bagaimana perasaan kalian ketika orang yang kalian sayangi memeluk kalian?
- Apakah kalian tahu siapa yang paling mencintai semua anak-anak di dunia?
KEGIATAN PEMBELAJARANPertemuan 1Pendahuluan:- Guru membuka pembelajaran dengan doa bersama, dipimpin oleh salah satu murid
- Guru menyapa murid dengan penuh kehangatan dan menanyakan kabar mereka
- Guru menyampaikan tujuan pembelajaran hari ini dengan bahasa sederhana: 'Hari ini kita akan belajar tentang Yesus yang sangat mencintai semua anak-anak'
- Guru melakukan asesmen awal dengan bertanya: 'Siapa yang sudah pernah mendengar cerita tentang Yesus?' dan 'Apa yang kalian ketahui tentang Yesus?'
- Guru menyampaikan pertanyaan pemantik untuk membangkitkan rasa ingin tahu murid
Kegiatan Inti:Memahami (Berkesadaran, Bermakna):- Guru mengajak murid untuk duduk dengan nyaman dalam formasi setengah lingkaran agar semua dapat melihat guru dengan jelas (prinsip berkesadaran)
- Guru menceritakan kisah Markus 10:13-16 dengan penuh ekspresi dan menggunakan alat peraga sederhana (boneka/gambar) untuk menggambarkan tokoh-tokoh dalam cerita: anak-anak, ibu-ibu, para rasul, dan Yesus
- Guru menjelaskan dengan sederhana: Para ibu membawa anak-anak mereka kepada Yesus untuk meminta berkat. Para rasul memarahi dan mengusir anak-anak. Yesus berkata 'Biarkan anak-anak itu datang kepada-Ku.' Yesus memeluk dan memberkati semua anak-anak dengan penuh cinta
- Guru memberikan kesempatan murid untuk bertanya tentang cerita yang baru didengar (prinsip berkesadaran)
- Guru melakukan tanya jawab interaktif: 'Siapa yang ingin ditemui anak-anak?', 'Mengapa para rasul memarahi anak-anak?', 'Apa yang dikatakan Yesus?', 'Bagaimana sikap Yesus terhadap anak-anak?'
- Guru melakukan asesmen proses dengan mengamati kemampuan murid menjawab pertanyaan dan memahami cerita
Mengaplikasi (Bermakna, Menggembirakan):- Guru membagikan lembar kerja bergambar cerita Yesus memberkati anak-anak (halaman mewarnai)
- Murid mewarnai gambar sambil guru berkeliling untuk memberikan bimbingan dan mendengarkan cerita ulang dari murid (prinsip menggembirakan)
- Guru meminta 3-5 murid secara sukarela untuk menceritakan kembali kisah Yesus memberkati anak-anak dengan bahasa mereka sendiri di depan teman-teman (prinsip bermakna)
- Guru mengaitkan cerita dengan kehidupan nyata: 'Yesus mencintai kalian semua. Bagaimana kita bisa merasakan cinta Yesus? Melalui kasih sayang orang tua, guru, saudara, teman, dan alam yang indah'
- Guru mengajak murid menyanyikan lagu 'Yesus Sayang Padaku' atau lagu bertema kasih Yesus dengan gerakan sederhana (prinsip menggembirakan)
- Guru melakukan asesmen proses dengan mengamati kreativitas mewarnai, kemampuan menceritakan kembali, dan partisipasi dalam bernyanyi
Merefleksi (Berkesadaran, Bermakna):- Guru mengajak murid untuk duduk dengan tenang dan menutup mata sejenak (prinsip berkesadaran)
- Guru memandu refleksi dengan pertanyaan: 'Sudahkah aku menyayangi ayah dan ibu?', 'Sudahkah aku menyayangi guru?', 'Sudahkah aku menyayangi saudara dan teman?'
- Guru memberikan kesempatan murid untuk berpikir dalam hati tentang jawaban mereka
- Guru mengajak murid mengungkapkan rasa syukur karena dicintai Allah dengan cara berdoa bersama: 'Allah Yang Mahakasih, terima kasih karena Engkau mencintai diriku. Berkatilah dan jagalah aku. Amin.'
- Guru memberikan kesempatan 3-5 murid yang bersedia untuk mengucapkan doa syukur pendek dengan bahasa mereka sendiri (prinsip bermakna)
- Guru melakukan asesmen proses dengan mengamati kesungguhan murid dalam berdoa dan keberanian mengungkapkan doa syukur
Penutup:- Guru bersama murid menyimpulkan pembelajaran: 'Yesus mencintai semua anak-anak. Allah memberkati kita. Kita dapat mencintai Allah dengan rajin berdoa, pergi ke gereja, dan berbuat baik kepada sesama'
- Guru menguatkan pesan utama dengan mengulang ayat Markus 10:14: 'Biarkan anak-anak itu datang kepada-Ku'
- Guru melakukan asesmen akhir dengan meminta murid mengangkat tangan: 'Siapa yang merasa dicintai Yesus?' dan 'Siapa yang akan rajin berdoa untuk berterima kasih kepada Allah?'
- Guru memberikan apresiasi kepada semua murid atas partisipasi mereka dalam pembelajaran hari ini
- Guru menutup pembelajaran dengan doa penutup bersama
- Guru memberikan salam penutup dengan penuh kehangatan
Diferensiasi:- Konten: Untuk murid yang belum lancar: guru menyediakan gambar berseri sederhana sebagai bantuan visual dalam menceritakan kembali. Untuk murid yang sudah lancar: guru memberikan kesempatan untuk menceritakan dengan detail lebih banyak atau menambahkan ekspresi/gerakan
- Proses: Untuk murid yang membutuhkan waktu lebih: guru memberikan bimbingan individual saat mewarnai dan menceritakan kembali. Untuk murid yang cepat selesai: guru memberikan tantangan tambahan untuk membuat gambar sendiri tentang cara mencintai Allah dalam kehidupan sehari-hari
- Produk: Hasil mewarnai dapat bervariasi dari yang sederhana hingga yang detail. Doa syukur dapat diucapkan dalam 1-2 kalimat sederhana hingga beberapa kalimat yang lebih lengkap, disesuaikan dengan kemampuan verbal masing-masing murid
ASESMENAwal:- Guru bertanya kepada murid: 'Siapa yang sudah pernah mendengar cerita tentang Yesus?'
- Guru mengamati pengetahuan awal murid tentang kasih Yesus kepada anak-anak
Proses:- Observasi kemampuan murid menjawab pertanyaan pemahaman tentang cerita Markus 10:13-16
- Observasi kreativitas dan kerapian dalam mewarnai gambar
- Observasi kemampuan menceritakan kembali dengan bahasa sendiri
- Observasi partisipasi dalam bernyanyi dan berdoa
Akhir:- Penilaian pemahaman melalui pertanyaan lisan: 'Siapa yang mencintai semua anak-anak?' dan 'Apa yang harus kita lakukan untuk mencintai Allah?'
- Penilaian kemampuan mengungkapkan keyakinan dicintai Allah melalui doa syukur pendek
- Observasi kesungguhan murid saat mengangkat tangan sebagai tanda komitmen untuk rajin berdoa
Formatif:- Observasi partisipasi murid dalam tanya jawab tentang cerita Yesus memberkati anak-anak
- Observasi kemampuan murid menceritakan kembali kisah dengan bahasa sendiri
- Observasi kesungguhan murid dalam berdoa dan merefleksikan diri
Sumatif:- Penilaian hasil mewarnai gambar cerita Yesus memberkati anak-anak
- Penilaian kemampuan mengucapkan doa syukur pendek secara lisan
- Penilaian pemahaman melalui pertanyaan lisan: 'Siapa yang mencintai semua anak-anak?' dan 'Bagaimana cara kita mencintai Allah?'
RUBRIK PENILAIAN| Aspek | Belum Berkembang | Mulai | Berkembang | Sangat Berkembang |
|---|
| Kemampuan menceritakan kembali kisah Yesus memberkati anak-anak | Murid belum mampu menceritakan kembali kisah, bahkan dengan bantuan guru | Murid mampu menceritakan sebagian kecil kisah dengan bantuan pertanyaan guru | Murid mampu menceritakan kembali kisah secara sederhana dengan sedikit bantuan | Murid mampu menceritakan kembali kisah secara lengkap dan runtut dengan bahasa sendiri tanpa bantuan | | Kemampuan mengungkapkan keyakinan dicintai Allah melalui doa syukur | Murid belum berani atau belum mampu mengucapkan doa syukur | Murid mampu mengucapkan doa syukur dengan meniru kata-kata guru | Murid mampu mengucapkan doa syukur pendek dengan bahasa sendiri namun masih ragu-ragu | Murid mampu mengucapkan doa syukur pendek dengan bahasa sendiri secara lancar dan penuh keyakinan | | Pemahaman tentang kasih Yesus kepada anak-anak | Murid belum memahami bahwa Yesus mencintai semua anak-anak | Murid mulai memahami bahwa Yesus mencintai anak-anak ketika diberi penjelasan berulang | Murid memahami bahwa Yesus mencintai semua anak-anak dan dapat menyebutkan satu contoh wujud kasih Allah | Murid memahami dengan baik bahwa Yesus mencintai semua anak-anak dan dapat menyebutkan beberapa contoh wujud kasih Allah dalam kehidupan sehari-hari | | Partisipasi dan sikap selama pembelajaran | Murid pasif dan tidak terlibat dalam kegiatan pembelajaran | Murid mulai terlibat dalam kegiatan pembelajaran namun masih perlu dorongan | Murid aktif terlibat dalam sebagian besar kegiatan pembelajaran | Murid sangat antusias, aktif terlibat dalam seluruh kegiatan pembelajaran, dan menunjukkan sikap menghargai |
REFLEKSIRefleksi Guru:- Apakah cerita Markus 10:13-16 disampaikan dengan cara yang menarik dan dapat dipahami murid kelas 1?
- Apakah semua murid memiliki kesempatan untuk menceritakan kembali dan mengungkapkan doa syukur?
- Strategi diferensiasi apa yang efektif untuk mengakomodasi keberagaman kemampuan murid?
- Bagaimana saya dapat meningkatkan suasana pembelajaran yang lebih berkesadaran, bermakna, dan menggembirakan di pertemuan berikutnya?
Refleksi Murid:- Apa yang paling aku sukai dari cerita Yesus memberkati anak-anak hari ini?
- Apakah aku merasa dicintai oleh Yesus?
- Apa yang akan aku lakukan untuk menunjukkan cinta kepada Allah?
- Apakah ada yang masih ingin aku tanyakan tentang kasih Yesus?
SUMBER BELAJAR- Alkitab: Injil Markus 10:13-16
- Buku Siswa Pendidikan Agama Katolik dan Budi Pekerti Kelas 1 SD (Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi, 2021)
- Buku Panduan Guru Pendidikan Agama Katolik dan Budi Pekerti Kelas 1 SD
- Alat peraga: boneka tangan atau gambar tokoh (Yesus, anak-anak, para rasul, ibu-ibu)
- Lembar kerja: gambar mewarnai cerita Yesus memberkati anak-anak
- Lagu rohani: 'Yesus Sayang Padaku' atau lagu sejenis
- Alat mewarnai: krayon atau pensil warna
|