Modul AjarPertemuan 1Bab 1Fase ASemester 1

Modul Ajar Pendidikan Agama Katolik dan Budi Pekerti Kelas 1: Aku adalah Pribadi yang Khas dan Dicintai Allah

Modul Ajar ini disusun untuk satu pertemuan tatap muka mata pelajaran Pendidikan Agama Katolik dan Budi Pekerti kelas 1 dengan topik "Aku adalah Pribadi yang Khas dan Dicintai Allah". Dokumen mengikuti Alur Tujuan Pembelajaran (ATP) Kurikulum Merdeka, lengkap dengan tujuan, langkah kegiatan, dan asesmen ringkas.

MEJAGURU.ID - DOKUMEN MODUL AJAR

Modul Ajar Pendidikan Agama Katolik dan Budi Pekerti Kelas 1: Aku adalah Pribadi yang Khas dan Dicintai Allah

Pendidikan Agama Katolik dan Budi Pekerti - Kelas 1

Bab 1 - Pertemuan 1

MODUL AJAR

Pendidikan Agama Katolik dan Budi Pekerti — Kelas 1 (Fase A)

Topik: Aku adalah Pribadi yang Khas dan Dicintai Allah

INFORMASI UMUM

Mata PelajaranPendidikan Agama Katolik dan Budi Pekerti
Fase / KelasFase A / Kelas 1
TopikAku adalah Pribadi yang Khas dan Dicintai Allah
Alokasi Waktu2x35 menit
Jumlah Pertemuan1

TUJUAN PEMBELAJARAN

  1. Melalui pengamatan gambar dan tanya jawab, murid mampu menyebutkan minimal dua kekhasan dirinya (nama, ciri fisik, kesukaan) sebagai tanda bahwa dirinya adalah pribadi yang unik dan dicintai Allah
  2. Melalui kegiatan bercerita sederhana, murid mampu mengungkapkan rasa syukur atas dirinya yang khas dengan menyebutkan satu hal yang disyukuri dari dirinya sendiri

PROFIL LULUSAN

DimensiDisasar
Keimanan dan Ketakwaan terhadap Tuhan Yang Maha Esa
Kewargaan
Penalaran Kritis
Kreativitas
Kolaborasi
Kemandirian
Kesehatan
Komunikasi

PERTANYAAN PEMANTIK

  1. Siapa namamu? Apa yang kamu suka?
  2. Apa yang membuat kamu berbeda dengan temanmu?
  3. Siapa yang menciptakan kamu dengan semua kekhasan yang kamu miliki?

KEGIATAN PEMBELAJARAN

Pertemuan 1

Pendahuluan:

  • Guru menyapa murid dengan penuh kasih sayang dan menciptakan suasana yang aman dan menyenangkan
  • Guru mengajak murid berdoa bersama: 'Allah yang mahakasih, Engkau mencintai kami. Berkatilah kami setiap hari. Amin'
  • Guru menyampaikan topik pembelajaran: Aku adalah Pribadi yang Khas dan Dicintai Allah
  • Guru melakukan asesmen awal dengan bertanya: 'Siapa yang tahu namanya sendiri? Siapa yang punya mata hitam? Siapa yang suka bermain?'
  • Guru menyampaikan tujuan pembelajaran dengan bahasa sederhana: 'Hari ini kita akan belajar tentang diri kita yang istimewa dan dicintai Allah'

Kegiatan Inti:

Memahami (Berkesadaran, Bermakna):

  • Guru menampilkan gambar anak-anak dengan berbagai ciri fisik (warna rambut, warna kulit, tinggi badan berbeda) dari buku siswa halaman 4
  • Guru mengajak murid mengamati gambar dengan saksama dan memperhatikan perbedaan pada setiap anak
  • Guru melakukan tanya jawab: 'Apa yang berbeda dari setiap anak dalam gambar? Apakah ada yang sama persis?'
  • Murid menyebutkan perbedaan yang mereka lihat (rambut keriting/lurus, mata besar/kecil, kulit terang/gelap)
  • Guru menjelaskan bahwa setiap orang memiliki kekhasan yang tidak dimiliki orang lain
  • Guru bertanya: 'Siapa yang memberikan rambut, mata, hidung, dan kulit yang berbeda pada kita?' dan mengarahkan jawaban bahwa Allah yang menciptakan
  • Guru menyampaikan pesan inti: kekhasan yang kita miliki adalah anugerah Allah dan tanda cinta Allah kepada kita

Mengaplikasi (Menggembirakan, Bermakna):

  • Guru mengajak murid untuk mengenali kekhasan diri sendiri
  • Setiap murid diminta menyebutkan namanya sendiri dengan lantang
  • Guru meminta murid menyebutkan minimal dua kekhasan diri: satu ciri fisik (misalnya: 'Aku punya rambut panjang', 'Aku punya lesung pipit') dan satu kesukaan (misalnya: 'Aku suka menggambar', 'Aku suka bernyanyi')
  • Guru memberikan kesempatan kepada beberapa murid untuk bercerita di depan kelas tentang kekhasan dirinya
  • Murid mengisi aktivitas di buku siswa halaman 5: menulis 7 hal tentang kekhasan diri (dengan bantuan guru untuk murid yang belum lancar menulis)
  • Guru memberikan apresiasi dan pujian atas keberanian murid berbagi tentang dirinya

Merefleksi (Berkesadaran, Bermakna):

  • Guru mengajak murid duduk melingkar dengan nyaman
  • Guru memandu refleksi dengan pertanyaan: 'Dari semua kekhasan yang kamu miliki, apa yang paling kamu syukuri?'
  • Setiap murid diminta menyebutkan satu hal yang disyukuri dari dirinya sendiri (contoh: 'Aku bersyukur punya mata yang bisa melihat', 'Aku bersyukur Allah menciptakan aku')
  • Guru membantu murid menghubungkan kekhasan diri dengan kasih Allah: 'Allah menciptakan kamu dengan istimewa karena Allah sangat mencintai kamu'
  • Murid diajak mengucapkan syukur sederhana: 'Terima kasih Allah atas diriku yang istimewa'
  • Guru memberikan penguatan bahwa setiap murid berharga dan dicintai Allah apa adanya

Penutup:

  • Guru melakukan asesmen akhir dengan meminta 3-4 murid menyebutkan kembali dua kekhasan dirinya dan satu hal yang disyukuri
  • Guru dan murid membuat kesimpulan bersama: 'Setiap orang punya kekhasan sendiri. Kekhasan itu adalah anugerah Allah. Allah mencintai kita apa adanya'
  • Guru memberikan pesan motivasi: 'Kalian semua istimewa dan dicintai Allah. Banggalah menjadi dirimu sendiri'
  • Guru mengajak murid berdoa penutup: 'Allah yang mahakasih, terima kasih atas diriku yang istimewa. Amin'
  • Guru menutup pembelajaran dengan salam dan pelukan hangat (opsional, sesuai budaya sekolah)

Diferensiasi:

  • Konten: Untuk murid yang belum lancar berbicara, guru menyediakan gambar pilihan (mata, hidung, mulut, aktivitas) yang bisa ditunjuk untuk menyebutkan kekhasan. Untuk murid yang sudah lancar, diminta menyebutkan lebih dari dua kekhasan
  • Proses: Murid yang pemalu diberi waktu lebih lama dan dukungan lebih untuk bercerita, boleh berbisik ke guru. Murid yang percaya diri diberi kesempatan menjadi contoh pertama. Untuk murid yang belum bisa menulis, guru atau teman membantu menuliskan
  • Produk: Murid yang cepat dapat menggambar wajah dirinya dan menuliskan kekhasan di samping gambar. Murid yang lambat cukup menyebutkan secara lisan dan menempelkan stiker pada gambar diri

ASESMEN

Awal:

  • Tanya jawab sederhana: 'Siapa yang tahu namanya sendiri? Siapa yang punya mata hitam? Siapa yang suka bermain?' untuk mengukur pemahaman awal murid tentang diri sendiri

Proses:

  • Observasi partisipasi saat mengamati gambar dan menjawab pertanyaan guru
  • Observasi kemampuan menyebutkan kekhasan diri (nama, ciri fisik, kesukaan) saat kegiatan bercerita
  • Catatan anekdot untuk murid yang menunjukkan antusiasme atau kesulitan

Akhir:

  • Penilaian lisan: murid diminta menyebutkan kembali minimal dua kekhasan dirinya dan satu hal yang disyukuri
  • Penilaian sikap spiritual: apakah murid menunjukkan rasa syukur atas dirinya
  • Penilaian sikap sosial: apakah murid menunjukkan rasa percaya diri saat bercerita tentang dirinya

Formatif:

  • Observasi selama tanya jawab: apakah murid dapat menyebutkan perbedaan dalam gambar
  • Observasi saat bercerita: apakah murid dapat menyebutkan minimal dua kekhasan diri
  • Observasi saat refleksi: apakah murid dapat mengungkapkan satu hal yang disyukuri dari dirinya

Sumatif:

  • Penilaian lisan individu di akhir pembelajaran: murid menyebutkan dua kekhasan diri dan satu hal yang disyukuri
  • Penilaian hasil pengisian aktivitas di buku siswa halaman 5

RUBRIK PENILAIAN

AspekBelum BerkembangMulaiBerkembangSangat Berkembang
Menyebutkan kekhasan diri (nama, ciri fisik, kesukaan)Belum dapat menyebutkan kekhasan dirinya sama sekali atau hanya menyebutkan namaDapat menyebutkan satu kekhasan diri (nama atau ciri fisik atau kesukaan) dengan bantuan guruDapat menyebutkan dua kekhasan diri (misalnya nama dan ciri fisik, atau nama dan kesukaan) dengan sedikit bantuanDapat menyebutkan lebih dari dua kekhasan diri (nama, ciri fisik, dan kesukaan) dengan jelas dan percaya diri tanpa bantuan
Mengungkapkan rasa syukur atas diri sendiriBelum dapat mengungkapkan rasa syukur atau belum memahami konsep bersyukur atas diri sendiriDapat mengucapkan terima kasih tetapi belum spesifik menyebutkan apa yang disyukuri dari dirinyaDapat menyebutkan satu hal yang disyukuri dari dirinya dengan bantuan pertanyaan guruDapat menyebutkan satu atau lebih hal yang disyukuri dari dirinya dengan jelas dan mengaitkannya dengan Allah sebagai pemberi anugerah
Sikap percaya diri dan rasa syukurTerlihat malu, tidak mau berbicara tentang dirinya, atau menunjukkan sikap negatif terhadap diri sendiriMau berbicara tentang dirinya tetapi masih sangat ragu-ragu dan membutuhkan banyak doronganMenunjukkan keberanian berbicara tentang dirinya dengan sedikit dorongan dan mulai menunjukkan rasa banggaMenunjukkan rasa percaya diri dan bangga saat berbicara tentang dirinya, serta mengekspresikan rasa syukur dengan tulus

REFLEKSI

Refleksi Guru:

  • Apakah suasana pembelajaran cukup aman dan menyenangkan sehingga semua murid merasa nyaman untuk berbagi tentang dirinya?
  • Apakah ada murid yang masih terlihat malu atau belum percaya diri? Apa yang bisa saya lakukan untuk mendukungnya di pertemuan berikutnya?
  • Apakah murid sudah memahami bahwa kekhasan mereka adalah anugerah Allah dan tanda kasih-Nya?
  • Apakah metode yang saya gunakan (gambar, tanya jawab, bercerita) sudah sesuai dengan karakteristik murid kelas 1?
  • Apa yang perlu saya perbaiki dalam pembelajaran berikutnya?

Refleksi Murid:

  • Apa yang membuatmu istimewa dan berbeda dari temanmu?
  • Apa yang kamu syukuri dari dirimu hari ini?
  • Bagaimana perasaanmu saat menceritakan tentang dirimu di depan kelas?

SUMBER BELAJAR

  1. Buku Siswa Pendidikan Agama Katolik dan Budi Pekerti Kelas 1 SD (halaman 2-5)
  2. Buku Panduan Guru Pendidikan Agama Katolik dan Budi Pekerti Kelas 1 SD (halaman 17-20)
  3. Gambar anak-anak dengan berbagai ciri fisik (dari buku siswa atau gambar tambahan)
  4. Cermin kecil (opsional, untuk murid melihat diri sendiri)
  5. Kertas gambar dan krayon (untuk kegiatan diferensiasi)
  6. Stiker bintang atau reward sederhana untuk apresiasi

Lihat & unduh lengkap

Masuk pakai Google untuk membuka modul ajar pertemuan ini secara penuh.

Apa isi pertemuan ini?

Dokumen mencakup tujuan pembelajaran terpilih, urutan kegiatan inti yang sudah disesuaikan dengan alokasi JP, serta pertanyaan pemantik dan asesmen formatif singkat. Cocok dipakai sebagai bahan persiapan tatap muka maupun lampiran supervisi.

Cara pakai pertemuan ini

Unduh DOCX, lalu sesuaikan nama sekolah, kepala sekolah, dan NIP. Bagian kegiatan inti bisa Bapak/Ibu kurangi atau tambah sesuai karakter siswa di kelas; tujuan pembelajaran sebaiknya tetap selaras dengan ATP induk.