MODUL AJAR Pendidikan Agama Katolik dan Budi Pekerti — Kelas 1 (Fase A) Topik: Bab 1 — Aku Bangga Menjadi Diriku INFORMASI UMUM| Mata Pelajaran | Pendidikan Agama Katolik dan Budi Pekerti |
|---|
| Fase / Kelas | Fase A / Kelas 1 |
|---|
| Topik | Bab 1 — Aku Bangga Menjadi Diriku |
|---|
| Alokasi Waktu | 19 JP (19 x 35 menit = 665 menit) |
|---|
| Jumlah Pertemuan | 7 |
|---|
| Tahun Ajaran | 2026/2027 |
|---|
| Semester | 1 |
|---|
TUJUAN PEMBELAJARAN- TP 1.1.1 Menceritakan pengalaman dirinya sebagai pribadi yang dicintai Tuhan
- TP 1.1.2 Menyebutkan anggota tubuh yang berguna dalam kehidupan sehari-hari
- TP 1.1.3 Menunjukkan cara merawat tubuhnya agar tetap bersih dan sehat
PROFIL LULUSAN| Dimensi | Disasar |
|---|
| Keimanan dan Ketakwaan terhadap Tuhan Yang Maha Esa | ✓ | | Kewargaan | | | Penalaran Kritis | | | Kreativitas | | | Kolaborasi | | | Kemandirian | ✓ | | Kesehatan | ✓ | | Komunikasi | ✓ |
PERTANYAAN PEMANTIK- Siapakah yang menciptakan diri kita sehingga kita unik dan istimewa?
- Pengalaman kasih apa saja yang pernah kamu rasakan dari Tuhan melalui orang tua dan teman-temanmu?
- Siapa saja orang di sekitarmu yang membuatmu merasa sangat dicintai oleh Tuhan?
- Bagaimana perasaan hatimu ketika menyadari bahwa Tuhan sangat mengasihimu setiap hari?
- Apa pengalaman indah yang pernah kamu rasakan sebagai tanda cinta dan berkat Tuhan dalam hidupmu?
- Anggota tubuh apa sajakah yang ada di kepala kita?
- Untuk apakah Tuhan menciptakan mata, telinga, hidung, dan mulut kita?
- Apa saja perbuatan baik yang bisa dilakukan oleh tangan kita hari ini?
- Untuk perbuatan baik apa Tuhan memberikan kita sepasang kaki?
- Apa yang kita gunakan saat mandi agar badan menjadi wangi dan bersih?
- Bagaimana cara kita membersihkan gigi setelah makan dan sebelum tidur?
- Kapan saja tangan kita harus dicuci dengan bersih?
- Bagaimana urutan mencuci tangan memakai sabun dan air mengalir agar kuman hilang?
- Bagaimanakah caramu menceritakan bahwa dirimu dikasihi oleh Tuhan?
- Apa saja kegunaan anggota tubuh yang telah dianugerahkan Tuhan kepadamu?
- Bagaimana urutan langkah yang benar saat mencuci tangan memakai sabun agar tubuh tetap bersih dan sehat?
KEGIATAN PEMBELAJARANPertemuan 1 — Menceritakan Pengalaman Diri Diberkati dan Dikasihi Tuhan — 2 JP (2 x 35 menit = 70 menit)Tujuan Pertemuan:- TP 1.1.1 Menceritakan pengalaman dirinya sebagai pribadi yang dicintai Tuhan
Pendahuluan:- Guru membuka pembelajaran dengan tanda salib, salam hangat, dan memandu doa pembuka singkat bersyukur atas anugerah kehidupan (3 menit).
- Guru bersama murid menyanyikan lagu riang 'Yesus Cinta Semua Anak' dengan tepuk tangan gembira untuk membangun suasana penuh kasih (4 menit).
- Guru melakukan asesmen awal diagnostik lisan dengan mengajukan 2 pertanyaan terarah: (1) Siapa yang mencintai dan memberkati kita setiap hari? (acuan: Tuhan/Allah/Yesus); (2) Sebutkan 1 contoh cinta Tuhan yang kamu rasakan lewat keluargamu! (kriteria penerimaan: menyebutkan pengalaman konkret seperti dirawat saat sakit, disiapkan makanan, atau dipeluk orang tua) (3 menit).
Kegiatan Inti:Memahami (Berkesadaran, Bermakna):- Murid dengan penuh perhatian mendengarkan kisah Kitab Suci dari Markus 10:13-16 yang dibacakan guru tentang Tuhan Yesus yang memeluk dan memberkati anak-anak saat para murid lain mencoba melarang mereka (10 menit).
- Murid mengamati gambar peraga 'Yesus Memberkati Anak-anak' lalu menjawab 3 pertanyaan panduan guru secara lisan: (1) Siapa yang memanggil anak-anak datang mendekat? (acuan: Tuhan Yesus); (2) Apa yang dilakukan Yesus kepada anak-anak? (acuan: memeluk dan memberkati mereka); (3) Mengapa Tuhan Yesus memberkati anak-anak? (acuan: karena Tuhan Yesus mencintai/mengasihi anak-anak) (10 menit).
Mengaplikasi (Menggembirakan, Bermakna):- Murid bermain permainan 'Bola Kasih': bola lembut digulirkan diiringi nyanyian; murid yang menerima bola menceritakan 1 pengalaman dirinya dikasihi dan diberkati Tuhan (misalnya: memiliki orang tua yang menyayangi, disembuhkan saat sakit, atau memiliki teman bermain yang baik) (15 menit).
- Secara berpasangan dengan teman sebangku, setiap murid bergantian menceritakan pengalaman pribadi yang dirasakannya sebagai anak yang diberkati Tuhan dalam kehidupan sehari-hari (10 menit).
Merefleksi (Berkesadaran):- Guru mengajak murid hening sejenak sambil meletakkan tangan di dada, menyadari bahwa dirinya sangat berharga, dikasihi, dan diberkati secara istimewa oleh Tuhan (5 menit).
- Beberapa murid secara sukarela menceritakan kembali perasaan bahagianya karena telah dicintai dan diberkati oleh Tuhan dalam hidupnya (5 menit).
Penutup:- Guru memberikan penguatan bahwa setiap murid diciptakan istimewa dan selalu dicintai serta diberkati oleh Tuhan Yesus (3 menit).
- Guru melakukan cek pemahaman akhir secara lisan: meminta murid menceritakan secara singkat mengapa kita tahu bahwa diri kita dicintai Tuhan (acuan: karena Tuhan Yesus memberkati kita dan memberi kita orang tua/keluarga yang menyayangi) (1 menit).
- Pembelajaran ditutup dengan doa syukur singkat bersama dan membuat tanda salib dengan khidmat (1 menit).
Diferensiasi:- Konten: Menyediakan gambar ilustrasi Yesus memberkati anak-anak dan kartu gambar situasi keluarga penuh kasih bagi murid yang memerlukan dukungan visual konkret.
- Proses: Murid yang belum lancar berbicara diberi pertanyaan pemandu bertahap oleh guru saat menceritakan pengalaman; murid yang cepat dan percaya diri diajak menceritakan lebih dari satu pengalaman kasih Tuhan secara runtut dan mandiri.
- Produk: Penyampaian cerita pengalaman dikasihi Tuhan dilakukan secara lisan, baik melalui respons kata kunci terbimbing maupun penuturan kalimat sederhana secara mandiri.
Asesmen Pertemuan:Awal:- Tanya jawab diagnostik singkat: (1) Siapa yang mencintai dan memberkati kita setiap hari? (acuan: Tuhan/Allah/Yesus); (2) Sebutkan 1 contoh cinta Tuhan yang kamu rasakan lewat keluargamu! (kriteria penerimaan: menyebutkan pengalaman konkret seperti diberi makan, dirawat orang tua, disayangi ayah-ibu).
Proses:- Pengamatan unjuk kerja saat murid menceritakan pengalaman dirinya dicintai Tuhan: memeriksa apakah cerita memuat peristiwa konkret kasih Tuhan (seperti berkat keluarga, teman, kesehatan, atau perlindungan-Nya) sesuai kriteria rubrik ketercapaian.
Akhir Pertemuan:- Cek pemahaman lisan penutup: Guru menunjuk 2-3 murid untuk menceritakan kembali dalam 1-2 kalimat mengapa mereka merasa dicintai dan diberkati Tuhan (kriteria penerimaan: menyebutkan bahwa Tuhan Yesus memberkati mereka dan menganugerahi orang tua/sahabat yang mengasihi).
Formatif:- Asesmen diagnostik lisan pada awal pembelajaran mengenai pemahaman awal dicintai Tuhan.
- Asesmen unjuk kerja lisan menceritakan pengalaman diri sebagai pribadi yang dicintai dan diberkati Tuhan saat kegiatan permainan 'Bola Kasih' dan kerja berpasangan menggunakan rubrik pengamatan.
Rubrik Pertemuan:| Aspek | Belum Berkembang | Mulai | Berkembang | Sangat Berkembang |
|---|
| Menceritakan pengalaman diri sebagai pribadi yang dicintai Tuhan | Belum mampu menceritakan pengalaman diri dicintai Tuhan meskipun telah dipandu dengan pertanyaan pembimbing. | Mampu menceritakan 1 pengalaman diri dicintai Tuhan (misalnya kasih orang tua atau berkat kesehatan) dengan bantuan dan bimbingan penuh dari guru. | Mampu menceritakan 1 pengalaman konkret diri dicintai dan diberkati Tuhan secara mandiri. | Mampu menceritakan lebih dari 1 pengalaman konkret diri dicintai dan diberkati Tuhan dalam kehidupan sehari-hari secara mandiri dan lancar. |
Refleksi Pertemuan:Guru:- Apakah seluruh murid telah aktif dan merasa nyaman saat menceritakan pengalaman dirinya dicintai Tuhan?
- Bagian mana dari kegiatan yang paling efektif membangkitkan kesadaran iman anak bahwa dirinya berharga di mata Tuhan?
Murid:- Bagaimana perasaanmu setelah tahu bahwa Tuhan Yesus sangat mencintai dan memberkati anak-anak seperti dirimu?
- Pengalaman kasih dari Tuhan apa yang paling membuatmu merasa senang hari ini?
Pertemuan 2 — Menceritakan Pengalaman Rasa Syukur sebagai Pribadi yang Dicintai Tuhan — 3 JP (3 x 35 menit = 105 menit)Tujuan Pertemuan:- TP 1.1.1 Menceritakan pengalaman dirinya sebagai pribadi yang dicintai Tuhan
Pendahuluan:- Guru menyapa murid dengan penuh kasih, mengajak membuat tanda salib, dan memimpin doa pembuka singkat memuji kasih Tuhan (5 menit).
- Guru bersama murid menyanyikan lagu riang 'Yesus Cinta Semua Anak' disertai tepuk tangan berirama untuk membangkitkan suasana gembira (5 menit).
- Guru melakukan diagnostik kesiapan awal dengan menunjukkan 2 gambar bentuk cinta Tuhan: Gambar A (Keluarga makan bersama dengan penuh kasih) dan Gambar B (Anak bermain gembira di taman bersama teman), lalu meminta murid memilih satu gambar dan menceritakan secara lisan alasan mengapa gambar itu menunjukkan cinta Tuhan (acuan: Gambar A menunjukkan cinta Tuhan melalui kehangatan keluarga; Gambar B menunjukkan cinta Tuhan melalui sahabat dan alam) (10 menit).
Kegiatan Inti:Memahami (Berkesadaran, Bermakna):- Guru membacakan kembali rangkuman kisah Kitab Suci Markus 10:13-16 tentang Yesus yang memeluk dan memberkati anak-anak dengan penuh kasih sayang (10 menit).
- Guru memberikan pemahaman mendalam tentang bentuk-bentuk rasa syukur atas cinta Tuhan, yaitu menyadari kebaikan yang diterima dari orang tua, guru, teman, dan kesehatan diri sebagai anugerah langsung dari Tuhan (10 menit).
Mengaplikasi (Menggembirakan, Bermakna):- Guru memandu permainan riang 'Bola Kasih Bergulir': murid membentuk lingkaran, diiringi instrumen musik riang, sebuah bola lembut digulirkan; ketika musik berhenti, murid yang memegang bola mendapat giliran menceritakan 1 pengalaman nyata dirinya sebagai pribadi yang dicintai Tuhan (misalnya: 'Saya merasa dicintai Tuhan saat mama merawat saya waktu sakit dan teman menemani bermain') (10 menit).
- Secara berpasangan dengan teman sebangku, setiap murid bergantian menceritakan pengalaman pribadi yang membuat mereka bersyukur karena dicintai Tuhan, dengan menyebutkan peristiwa nyata, orang yang menunjukkan kasih, dan perasaan syukur yang dirasakan (20 menit).
Merefleksi (Berkesadaran, Bermakna):- Guru mengajak murid duduk hening dalam suasana doa berkesadaran, meletakkan tangan kanan di dada, merasakan detak jantung sebagai bukti cinta Tuhan yang terus mengalir setiap saat (10 menit).
- Murid secara bergantian mengungkapkan satu kalimat syukur singkat di hadapan teman dan guru sebagai penegasan pengalamannya sebagai anak yang dicintai Tuhan (kriteria penerimaan: kalimat memuat ungkapan terima kasih kepada Tuhan atas kebaikan diri/keluarga/teman) (10 menit).
Penutup:- Guru memberikan penguatan bahwa setiap anak sangat berharga dan dicintai Tuhan tanpa syarat melalui kehadiran keluarga, teman, dan berkat kehidupan (5 menit).
- Pembelajaran diakhiri dengan doa syukur bersama atas kasih Tuhan dan berkat penutup tanda salib (10 menit).
Diferensiasi:- Konten: Murid yang membutuhkan bimbingan diberikan panduan gambar situasi konkret (kasih orang tua, teman menolong saat jatuh) untuk memantik cerita, sedangkan murid yang lebih cepat diberikan kesempatan menceritakan pengalaman personal yang lebih terperinci.
- Proses: Pada giliran bercerita, murid yang masih ragu didampingi guru dengan pertanyaan penuntun ('Kapan kamu merasa disayang ayah/ibu?'), sedangkan murid yang percaya diri langsung menceritakan pengalamannya secara mandiri.
- Produk: Semua murid menceritakan pengalamannya secara lisan; murid yang memerlukan bimbingan cukup menceritakan satu peristiwa sederhana, sedangkan murid yang mahir menceritakan peristiwa disertai ungkapan rasa syukur yang mendalam.
Asesmen Pertemuan:Awal:- Tanya jawab lisan diagnostik di awal pembelajaran menggunakan 2 gambar acuan: Gambar A (Keluarga makan bersama dengan penuh kasih) dan Gambar B (Anak bermain gembira di taman bersama teman). Murid diminta memilih satu gambar dan menceritakan secara lisan mengapa gambar itu menunjukkan cinta Tuhan (kriteria ketercapaian: murid mampu menceritakan keterkaitan gambar dengan kebaikan/cinta Tuhan; acuan: Gambar A memperlihatkan cinta Tuhan lewat keluarga yang saling menyayangi, Gambar B memperlihatkan cinta Tuhan lewat teman dan kegembiraan bermain).
Proses:- Penilaian formatif performa lisan murid saat menceritakan pengalaman diri sebagai pribadi yang dicintai Tuhan pada aktivitas 'Bola Kasih Bergulir' dan sesi berpasangan. Kriteria penilaian: menceritakan pengalaman konkret (kejadian nyata), menyebutkan pihak perantara kasih Tuhan (orang tua/guru/teman), dan menyampaikan perasaan syukur/senang sebagai pribadi yang dikasihi.
Akhir Pertemuan:- Cek pemahaman lisan pada tahap refleksi akhir: setiap murid menyampaikan 1 kalimat syukur pengalaman dicintai Tuhan (kriteria penerimaan: kalimat secara eksplisit mengungkapkan rasa syukur/terima kasih atas kasih Tuhan yang dialami melalui diri sendiri, orang tua, atau teman; contoh acuan: 'Tuhan Yesus, terima kasih karena Engkau mencintaiku lewat mama papa yang menyayangiku').
Formatif:- Observasi unjuk kerja menceritakan pengalaman diri dicintai Tuhan saat permainan 'Bola Kasih Bergulir' dan kegiatan berbagi berpasangan menggunakan lembar catatan anekdot/ceklis ketercapaian.
Rubrik Pertemuan:| Aspek | Belum Berkembang | Mulai | Berkembang | Sangat Berkembang |
|---|
| Menceritakan pengalaman diri sebagai pribadi yang dicintai Tuhan | Belum mampu menceritakan pengalaman diri sebagai pribadi yang dicintai Tuhan meskipun telah dipandu dengan pertanyaan pemantik dan gambar peraga. | Mampu menceritakan pengalaman diri sebagai pribadi yang dicintai Tuhan secara sangat singkat dengan bantuan pertanyaan penuntun dari guru. | Mampu menceritakan pengalaman diri sebagai pribadi yang dicintai Tuhan secara runtut dan mandiri, memuat peristiwa nyata dan rasa syukur. | Mampu menceritakan pengalaman diri sebagai pribadi yang dicintai Tuhan secara runtut, jelas, mendalam, memuat peristiwa nyata serta ungkapan rasa syukur yang tulus tanpa keraguan. |
Refleksi Pertemuan:Guru:- Apakah suasana pembelajaran sudah cukup aman, ramah, dan menggembirakan sehingga murid kelas 1 berani menceritakan pengalaman pribadinya?
- Bagaimana keterlibatan murid yang pemalu saat kegiatan permainan 'Bola Kasih Bergulir' dan berbagi berpasangan?
- Apakah diferensiasi pendampingan cerita lisan berhasil membantu seluruh murid mengekspresikan pengalaman dicintai Tuhan?
Murid:- Bagaimana perasaan hatimu saat menceritakan kebaikan dan cinta Tuhan kepada teman-teman?
- Apakah kamu merasa senang dan bersyukur karena Tuhan Yesus selalu mencintai dan memberkatimu setiap hari?
Pertemuan 3 — Menyebutkan Anggota Tubuh Bagian Kepala dan Fungsinya dalam Kehidupan Sehari-hari — 3 JP (3 x 35 menit = 105 menit)Tujuan Pertemuan:- TP 1.1.2 Menyebutkan anggota tubuh yang berguna dalam kehidupan sehari-hari
Pendahuluan:- Guru menyapa murid dengan ramah, mengajak membuat tanda salib, dan memimpin doa pembuka: 'Tuhan Yesus yang baik, terima kasih atas anggota tubuh di kepalaku. Berkatilah kami agar dapat belajar dengan gembira. Amin.' (5 menit).
- Guru mengajak murid melakukan apersepsi melalui 'Tepuk Anugerah Allah yang Terindah' sambil bernyanyi lagu 'Anggota Tubuh' untuk membangkitkan suasana gembira (5 menit).
- Guru melaksanakan asesmen awal diagnostik lisan dengan menunjuk kepala sendiri lalu bertanya: 'Sebutkan 2 anggota tubuh yang ada di wajahmu!' (acuan jawaban: mata, hidung, telinga, atau mulut) untuk memetakan kesiapan murid (5 menit).
Kegiatan Inti:Memahami (Berkesadaran, Bermakna):- Murid menyimak gambar wajah seorang anak berukuran besar yang dipasang di papan tulis, lalu mendengarkan penjelasan guru bahwa Tuhan menganugerahkan 4 anggota tubuh utama pada kepala yaitu mata, telinga, hidung, dan mulut (10 menit).
- Murid diajak mengamati dan meraba anggota tubuh di kepalanya sendiri secara hening dan berkesadaran, menyadari keberadaan mata, telinga, hidung, dan mulut sebagai anugerah Tuhan yang nyata (10 menit).
- Guru menjelaskan fungsi berguna dari 4 anggota tubuh di kepala dalam kehidupan sehari-hari: (1) Mata berguna untuk melihat hal baik/membaca buku, (2) Telinga berguna untuk mendengar nasihat guru/orang tua, (3) Hidung berguna untuk bernapas/mencium bau, dan (4) Mulut berguna untuk berbicara sopan/berdoa/makan (5 menit).
Mengaplikasi (Menggembirakan, Bermakna):- Murid bermain tantangan 'Tebak Nama dan Fungsi' secara berpasangan dengan gembira: satu murid memegang satu kartu bergambar anggota tubuh di kepala dan pasangannya menyebutkan nama anggota tubuh serta fungsinya secara bergantian untuk 4 kartu: (1) Gambar Mata -> fungsi melihat/membaca, (2) Gambar Telinga -> fungsi mendengar nasihat, (3) Gambar Hidung -> fungsi bernapas/membau, (4) Gambar Mulut -> fungsi berbicara baik/berdoa (15 menit).
- Guru membagikan lembar kerja menjodohkan 4 gambar anggota tubuh bagian kepala dengan gambar fungsinya: Gambar Mata dipasangkan ke gambar anak membaca buku; Gambar Telinga dipasangkan ke gambar anak mendengarkan ibu bercerita; Gambar Hidung dipasangkan ke gambar anak mencium aroma bunga; Gambar Mulut dipasangkan ke gambar anak sedang berdoa (15 menit).
- Murid secara mandiri mengerjakan lembar kerja menjodohkan 4 pasang gambar anggota tubuh kepala dan fungsinya, lalu menyebutkan hasilnya secara bergiliran di meja masing-masing saat guru berkeliling mengecek (15 menit).
Merefleksi (Berkesadaran):- Murid diajak duduk tenang merefleksikan perbuatan sehari-hari: 'Apakah hari ini mulutku sudah dipakai berbicara sopan?' dan 'Apakah telingaku sudah dipakai mendengar guru dengan baik?' (10 menit).
Penutup:- Guru bersama murid menyimpulkan kembali 4 anggota tubuh di kepala dan fungsinya yang baik: mata untuk melihat, telinga untuk mendengar, hidung untuk bernapas/membau, dan mulut untuk berbicara sopan/berdoa (5 menit).
- Guru memberikan umpan balik apresiatif atas keaktifan murid dalam menyebutkan anggota tubuh di kepala dan fungsinya, lalu menutup pembelajaran dengan doa syukur singkat dan membuat tanda salib (5 menit).
Diferensiasi:- Konten: Menyediakan kartu gambar anggota tubuh berukuran besar dan jelas bagi murid yang membutuhkan bantuan visual konkret.
- Proses: Murid yang membutuhkan bimbingan didampingi guru dengan menunjuk langsung bagian wajahnya sendiri saat menyebutkan, sedangkan murid yang cepat diberikan kesempatan menyebutkan lebih dari satu contoh fungsi sehari-hari untuk setiap anggota tubuh.
- Produk: Murid yang belum lancar menulis cukup menyebutkan lisan dan menarik garis jodoh gambar, sedangkan murid yang sudah lancar dapat menebalkan kata nama anggota tubuh di lembar kerjanya.
Asesmen Pertemuan:Awal:- Tanya jawab lisan: Guru menunjuk mata, hidung, telinga, atau mulut pada wajahnya sendiri dan meminta murid menyebutkan namanya (acuan jawaban benar: mata, hidung, telinga, mulut).
Proses:- Pemeriksaan lembar kerja menjodohkan 4 anggota tubuh di kepala dengan gambar fungsinya: (1) Mata -> membaca buku, (2) Telinga -> mendengarkan cerita, (3) Hidung -> mencium bunga, (4) Mulut -> berdoa (acuan jawaban: tepat 4 pasangan benar).
Akhir Pertemuan:- Cek pemahaman lisan: Murid diminta menyebutkan secara lisan 2 anggota tubuh di kepala beserta fungsinya masing-masing (acuan jawaban: menyebutkan tepat 2 dari pilihan: mata untuk melihat, telinga untuk mendengar, hidung untuk bernapas/membau, mulut untuk berbicara/berdoa).
Formatif:- Tanya jawab lisan diagnostik di awal pembelajaran
- Observasi unjuk kerja permainan berpasangan 'Tebak Nama dan Fungsi'
- Penilaian kinerja penugasan menjodohkan gambar anggota tubuh di kepala dengan fungsinya
Rubrik Pertemuan:| Aspek | Belum Berkembang | Mulai | Berkembang | Sangat Berkembang |
|---|
| Menyebutkan nama anggota tubuh bagian kepala | Belum mampu menyebutkan nama anggota tubuh di kepala meski telah dibimbing guru. | Menyebutkan 1 sampai 2 nama anggota tubuh di kepala dengan bantuan bimbingan guru (acuan: mata, telinga, hidung, mulut). | Menyebutkan 3 sampai 4 nama anggota tubuh di kepala secara mandiri dan tepat (acuan: mata, telinga, hidung, mulut). | Menyebutkan seluruh 4 nama anggota tubuh di kepala (mata, telinga, hidung, mulut) secara cepat, tepat, dan mandiri. | | Menyebutkan fungsi anggota tubuh bagian kepala | Belum mampu menyebutkan fungsi anggota tubuh di kepala meski dibimbing. | Menyebutkan fungsi dari 1 sampai 2 anggota tubuh di kepala dengan bimbingan guru (acuan: mata untuk melihat, telinga untuk mendengar, hidung untuk bernapas/mencium, mulut untuk berbicara sopan/berdoa). | Menyebutkan fungsi dari 3 sampai 4 anggota tubuh di kepala secara tepat dan mandiri (acuan: mata untuk melihat, telinga untuk mendengar, hidung untuk bernapas/mencium, mulut untuk berbicara sopan/berdoa). | Menyebutkan fungsi seluruh 4 anggota tubuh di kepala (mata, telinga, hidung, mulut) secara tepat serta mampu memberikan contoh tindakan baik sehari-hari secara mandiri. |
Refleksi Pertemuan:Guru:- Apakah seluruh murid aktif dan gembira saat menyebutkan anggota tubuh di kepala dan fungsinya?
- Apakah media gambar visual yang digunakan efektif membantu murid memahami fungsi setiap anggota tubuh di kepala?
Murid:- Bagian anggota tubuh di kepala apa yang paling kamu sukai?
- Apakah kamu merasa senang belajar tentang mata, telinga, hidung, dan mulut hari ini?
Pertemuan 4 — Menyebutkan Anggota Tubuh Tangan dan Kaki Beserta Fungsinya yang Baik — 3 JP (3 x 35 menit = 105 menit)Tujuan Pertemuan:- TP 1.1.2 Menyebutkan anggota tubuh yang berguna dalam kehidupan sehari-hari
Pendahuluan:- Guru menyapa murid dengan tanda salib dan mengajak berdoa singkat: 'Tuhan Yesus yang baik, terima kasih atas tangan dan kaki kami. Bimbinglah kami agar selalu menggunakannya untuk berbuat baik. Amin.' (5 menit).
- Guru mengajak murid bernyanyi lagu 'Hati-Hati Gunakan Tanganmu' sambil bertepuk tangan dan menghentakkan kaki ringan untuk membangkitkan suasana gembira (5 menit).
- Guru melaksanakan asesmen awal diagnostik lisan dengan menunjukkan gambar tangan dan gambar kaki, lalu meminta murid menyebutkan nama kedua anggota tubuh tersebut dan masing-masing 1 fungsinya dalam kehidupan sehari-hari (acuan: tangan untuk menulis/memegang; kaki untuk berjalan/melangkah) (5 menit).
Kegiatan Inti:Memahami (Bermakna):- Guru membacakan pengantar materi bahwa tangan dan kaki adalah anugerah Tuhan yang diciptakan untuk melakukan perbuatan baik, bukan untuk menyakiti atau berbuat nakal (10 menit).
- Guru menunjukkan 4 kartu gambar perbuatan baik berikut: (1) Gambar anak menulis di buku, (2) Gambar anak menolong teman yang jatuh dengan memegang tangannya, (3) Gambar anak berjalan menuju gereja/sekolah, (4) Gambar anak mengoper bola saat bermain bersama; lalu guru bersama murid menyebutkan anggota tubuh yang digunakan dan fungsinya yang baik pada tiap gambar (acuan: gambar 1 = tangan untuk menulis; gambar 2 = tangan untuk menolong; gambar 3 = kaki untuk berjalan; gambar 4 = kaki untuk menendang bola secara baik saat bermain) (15 menit).
Mengaplikasi (Menggembirakan):- Murid bermain permainan gerak-lagu ceria 'Sentuh dan Sebut': Guru menyebutkan fungsi secara acak ('Berjalan ke depan!', 'Menulis di udara!', 'Menendang bola pelan!'), murid memperagakan gerakan lalu serentak menyebutkan nama anggota tubuh yang digunakan dengan nyaring ('Kaki!', 'Tangan!', 'Kaki!') (15 menit).
- Murid mengerjakan latihan berpasangan pada lembar kerja bergambar yang memuat 4 gambar kegiatan perbuatan baik berikut: (1) Gambar tangan bersalaman memberi salam, (2) Gambar kaki melangkah menuju ruang kelas, (3) Gambar tangan memegang sapu membantu membersihkan lantai, (4) Gambar kaki berlari saat berolahraga; murid secara lisan saling menyebutkan nama anggota tubuh (tangan/kaki) serta fungsi baiknya pada ke-4 gambar tersebut (acuan: gambar 1 = tangan untuk bersalaman; gambar 2 = kaki untuk melangkah/berjalan; gambar 3 = tangan untuk membantu membersihkan/menyapu; gambar 4 = kaki untuk berlari berolahraga) (25 menit).
Merefleksi (Berkesadaran):- Guru membimbing murid hening sejenak sambil memandangi kedua tangan dan kedua kaki mereka sendiri, lalu meminta murid memikirkan satu perbuatan baik yang akan dilakukan tangannya dan kakinya di rumah hari ini (10 menit).
- Guru memberikan penguatan bahwa Allah senang melihat anak-anak yang menggunakan tangan untuk menolong dan kaki untuk berjalan di jalan kebaikan (5 menit).
Penutup:- Guru bersama murid menyimpulkan pembelajaran hari ini bahwa anggota tubuh tangan berguna untuk menulis, membantu, dan bekerja, sedangkan kaki berguna untuk berjalan dan berlari melakukan kebaikan sebagai anugerah Tuhan (5 menit).
- Guru menutup pertemuan dengan doa syukur bersama: 'Allah Bapa yang Mahabaik, terima kasih atas tangan dan kaki kami yang berguna. Kami berjanji akan menggunakannya untuk selalu berbuat baik. Amin.' dilanjutkan tanda salib (5 menit).
Diferensiasi:- Konten: Menyediakan kartu gambar berwarna cerah dengan simbol perbuatan baik yang sangat jelas bagi murid yang membutuhkan bantuan visual konkret.
- Proses: Bagi murid yang masih ragu, guru memberikan panduan lisan terarah dengan menunjuk langsung tangan atau kaki sendiri; bagi murid yang cepat, murid diminta menyebutkan variasi fungsi baik tambahan dari tangan dan kaki tanpa bantuan gambar.
- Produk: Penyampaian lisan dilakukan secara individu terbimbing bagi murid yang pemalu atau berpasangan bagi yang sudah percaya diri.
Asesmen Pertemuan:Awal:- Tanya jawab lisan diagnostik: Guru menunjukkan gambar tangan dan gambar kaki secara bergantian, lalu menanyakan: 'Apa nama anggota tubuh ini dan apa 1 kegunaannya?' (acuan jawaban: gambar 1 = tangan, berguna untuk memegang/menulis; gambar 2 = kaki, berguna untuk berjalan/melangkah).
Proses:- Observasi keaktifan dan ketepatan murid saat menyebutkan anggota tubuh dan fungsinya pada permainan 'Sentuh dan Sebut' (target: tepat menyebutkan 'tangan' untuk fungsi menulis dan 'kaki' untuk fungsi berjalan/menendang).
- Pemeriksaan ketepatan lisan berpasangan pada 4 gambar situasi: (1) Tangan untuk bersalaman, (2) Kaki untuk melangkah/berjalan, (3) Tangan untuk membantu memegang sapu, (4) Kaki untuk berlari olahraga (acuan: minimal menyebutkan dengan benar anggota tubuh dan fungsinya sesuai ke-4 gambar).
Akhir Pertemuan:- Cek pemahaman lisan di akhir sesi: Guru mengajukan 2 pertanyaan langsung kepada murid secara acak: 'Sebutkan 2 fungsi baik dari tanganmu!' (acuan: menulis, memegang, menolong, bersalaman) dan 'Sebutkan 2 fungsi baik dari kakimu!' (acuan: berjalan, berlari berolahraga, melangkah ke sekolah/gereja).
Formatif:- Tanya jawab lisan diagnostik di awal pembelajaran mengenai nama dan fungsi tangan serta kaki
- Observasi unjuk kerja menyebutkan anggota tubuh tangan dan kaki beserta fungsi baiknya pada lembar kerja 4 gambar situasi
Rubrik Pertemuan:| Aspek | Belum Berkembang | Mulai | Berkembang | Sangat Berkembang |
|---|
| Menyebutkan anggota tubuh tangan dan fungsinya yang baik | Belum mampu menyebutkan anggota tubuh tangan atau menyebutkan fungsi baiknya meskipun dengan bimbingan guru. | Mampu menyebutkan anggota tubuh tangan dan 1 fungsi baiknya dengan bimbingan penuh dari guru. | Mampu menyebutkan anggota tubuh tangan dan 2 fungsi baiknya secara tepat dan mandiri (acuan: menulis, menolong, memegang, atau bersalaman). | Mampu menyebutkan anggota tubuh tangan dan lebih dari 2 fungsi baiknya secara tepat, konsisten, dan mandiri tanpa ragu. | | Menyebutkan anggota tubuh kaki dan fungsinya yang baik | Belum mampu menyebutkan anggota tubuh kaki atau menyebutkan fungsi baiknya meskipun dengan bimbingan guru. | Mampu menyebutkan anggota tubuh kaki dan 1 fungsi baiknya dengan bimbingan penuh dari guru. | Mampu menyebutkan anggota tubuh kaki dan 2 fungsi baiknya secara tepat dan mandiri (acuan: berjalan, berlari berolahraga, atau melangkah ke sekolah). | Mampu menyebutkan anggota tubuh kaki dan lebih dari 2 fungsi baiknya secara tepat, konsisten, dan mandiri tanpa ragu. |
Refleksi Pertemuan:Guru:- Apakah seluruh murid dapat terlibat secara aktif dan gembira dalam permainan gerak dan lagu untuk mengenal fungsi tangan dan kaki?
- Apakah instruksi dan visual gambar perbuatan baik sudah cukup jelas dipahami oleh anak usia kelas 1 SD?
Murid:- Apakah kamu merasa senang belajar tentang tangan dan kakimu hari ini?
- Apakah kamu ingat perbuatan baik apa yang akan kamu lakukan dengan tangan dan kakimu di rumah nanti?
Pertemuan 5 — Menunjukkan Cara Merawat Kebersihan Tubuh Sehari-hari melalui Mandi dan Menggosok Gigi — 3 JP (3 x 35 menit = 105 menit)Tujuan Pertemuan:- TP 1.1.3 Menunjukkan cara merawat tubuhnya agar tetap bersih dan sehat
Pendahuluan:- Guru menyapa murid, mengajak membuat tanda salib, dan memimpin doa pembuka singkat sebagai wujud syukur atas tubuh yang sehat (5 menit).
- Guru melakukan asesmen awal diagnostik dengan menunjukkan 4 gambar alat kebersihan: (1) sabun mandi, (2) sikat & pasta gigi, (3) sapu lantai, (4) sendok makan; murid diminta menunjuk 2 alat yang khusus dipakai untuk merawat kebersihan tubuh mandi dan sikat gigi (acuan: gambar 1 sabun mandi dan gambar 2 sikat & pasta gigi) (5 menit).
- Guru menyampaikan tujuan pembelajaran hari ini, yaitu menunjukkan cara merawat kebersihan tubuh melalui mandi dan menggosok gigi yang benar (5 menit).
Kegiatan Inti:Memahami (Berkesadaran, Bermakna):- Guru memperlihatkan poster urutan merawat tubuh saat mandi: (1) membasahi badan dengan air, (2) mengusap sabun ke seluruh tubuh, (3) membilas badan dengan air bersih hingga busa hilang, (4) mengeringkan badan dengan handuk bersih (10 menit).
- Guru memperlihatkan poster urutan merawat tubuh saat menggosok gigi: (1) memberi pasta gigi secukupnya pada sikat gigi, (2) menyikat bagian depan, samping, dan dalam gigi secara perlahan memutar, (3) berkumur dengan air bersih untuk membuang busa (10 menit).
Mengaplikasi (Menggembirakan, Bermakna):- Guru mengajak murid melakukan permainan gerak lagu 'Bangun Tidur Kuterus Mandi' sambil menirukan gerakan cara merawat tubuh: gerakan mengguyur air, mengusap sabun, dan menggosok gigi secara gembira bersama-sama (15 menit).
- Murid secara berpasangan mengambil kartu gambar langkah dan saling menunjukkan urutan yang tepat dalam merawat tubuh saat mandi (kartu A: basahi tubuh, kartu B: sabuni badan, kartu C: bilas bersih, kartu D: keringkan dengan handuk) dengan saling memeriksa kartu pasangannya (15 menit).
- Murid mengerjakan lembar kerja unjuk kerja dengan menarik garis menjodohkan 4 gambar kegiatan perawatan tubuh dan pasangannya: (1) Gambar anak mandi -> dijodohkan ke gambar sabun mandi; (2) Gambar anak menggosok gigi -> dijodohkan ke gambar sikat dan pasta gigi; (3) Gambar rambut kotor -> dijodohkan ke gambar sampo; (4) Gambar badan basah setelah mandi -> dijodohkan ke gambar handuk bersih (acuan: 4 pasangan tepat sesuai daftar) (15 menit).
Merefleksi (Berkesadaran):- Guru memandu murid hening sejenak, menyadari bahwa tubuh bersih adalah anugerah Tuhan yang wajib dirawat sendiri setiap hari dengan mandi 2 kali sehari dan menggosok gigi secara teratur (10 menit).
Penutup:- Guru bersama murid menyimpulkan cara merawat kebersihan tubuh sehari-hari melalui mandi menggunakan sabun dan menggosok gigi dengan sikat dan pasta gigi (5 menit).
- Guru memberikan cek pemahaman lisan singkat dan menutup pertemuan dengan doa syukur serta tanda salib (10 menit).
Diferensiasi:- Konten: Murid yang membutuhkan bimbingan diberikan kartu bergambar dengan petunjuk warna yang selaras antara alat dan anggota tubuh; murid cepat diberikan kartu urutan langkah tambahan (keramas).
- Proses: Murid yang memerlukan pendampingan dibimbing langsung oleh guru saat menunjuk dan menyusun urutan langkah; murid yang sudah mahir mempraktikkan simulasi gerak mandiri di depan pasangan.
- Produk: Murid dapat menunjukkan cara merawat tubuh melalui unjuk gerak langsung atau menghubungkan gambar pada lembar kerja.
Asesmen Pertemuan:Awal:- Menunjukkan alat perawatan tubuh mandi dan sikat gigi dari 4 pilihan gambar: (1) sabun mandi, (2) sikat & pasta gigi, (3) sapu lantai, (4) sendok makan (acuan jawaban tepat: nomor 1 sabun mandi dan nomor 2 sikat & pasta gigi).
Proses:- Pengamatan unjuk kerja menjodohkan 4 gambar kegiatan merawat kebersihan tubuh dengan alat yang tepat pada lembar kerja: (1) mandi -> sabun mandi; (2) menggosok gigi -> sikat & pasta gigi; (3) mencuci rambut -> sampo; (4) mengeringkan badan -> handuk (acuan: tepat menjodohkan minimal 3 dari 4 pasangan).
Akhir Pertemuan:- Cek pemahaman lisan akhir: murid diminta menyebutkan atau memperagakan urutan 3 langkah menggosok gigi (acuan: 1. oles pasta gigi, 2. sikat gigi memutar/merata, 3. berkumur air bersih).
Formatif:- Unjuk kerja memasangkan gambar alat dan cara perawatan tubuh mandi dan sikat gigi
- Observasi ketepatan menunjuk urutan langkah mandi dan menggosok gigi
Rubrik Pertemuan:| Aspek | Belum Berkembang | Mulai | Berkembang | Sangat Berkembang |
|---|
| Menunjukkan cara merawat kebersihan tubuh (mandi dan menggosok gigi) | Belum mampu menunjukkan cara merawat kebersihan tubuh melalui mandi dan menggosok gigi walau telah diberi bimbingan penuh (0-1 pasangan tepat dari 4 acuan). | Menunjukkan cara merawat kebersihan tubuh melalui mandi dan menggosok gigi dengan bantuan guru (tepat 2 pasangan dari 4 acuan). | Menunjukkan cara merawat kebersihan tubuh melalui mandi dan menggosok gigi secara tepat dan runtut secara mandiri (tepat 3 pasangan dari 4 acuan). | Menunjukkan seluruh cara merawat kebersihan tubuh melalui mandi dan menggosok gigi secara tepat, lengkap, dan runtut tanpa bantuan (tepat 4 pasangan dari 4 acuan). |
Refleksi Pertemuan:Guru:- Apakah seluruh murid aktif dan bergembira saat mempraktikkan simulasi cara merawat kebersihan tubuh?
- Apakah media gambar konkret membantu murid memahami urutan mandi dan menggosok gigi secara mandiri?
Murid:- Apakah aku sudah bisa menunjukkan cara mandi dan menggosok gigi dengan benar?
- Bagian mana dari kegiatan hari ini yang paling menyenangkan?
Pertemuan 6 — Menunjukkan Cara Merawat Tubuh agar Bersih dan Sehat melalui Langkah Mencuci Tangan — 2 JP (2 x 35 menit = 70 menit)Tujuan Pertemuan:- TP 1.1.3 Menunjukkan cara merawat tubuhnya agar tetap bersih dan sehat
Pendahuluan:- Guru menyapa murid, mengajak membuat tanda salib dan berdoa singkat bersama mengucap syukur atas anugerah tubuh sehat dari Tuhan (3 menit).
- Guru mengecek kehadiran murid dan mengondisikan kesiapan belajar di kelas (2 menit).
- Guru melakukan asesmen awal diagnostik dengan meminta murid menunjukkan alat yang dipakai untuk mencuci tangan dari 3 gambar pilihan: (1) sabun cuci tangan, (2) pasta gigi, (3) sisir rambut (acuan: gambar 1 sabun cuci tangan) (5 menit).
Kegiatan Inti:Memahami (Bermakna, Menggembirakan):- Murid mengamati kartu bergambar 6 langkah mencuci tangan yang ditunjukkan guru secara berurutan: (1) meratakan sabun pada kedua telapak tangan, (2) menggosok punggung tangan bergantian, (3) menggosok sela-sela jari tangan, (4) mengunci jari-jemari kedua tangan, (5) memutar ibu jari bergantian, (6) memutar ujung jari di telapak tangan lalu membilas bersih dengan air (acuan: 6 langkah standar mencuci tangan bersih) (10 menit).
- Murid bersama guru menyanyikan lagu riang 'Tujuh Langkah Cuci Tangan' sambil menggerakkan tangan menirukan setiap langkah secara gembira (10 menit).
Mengaplikasi (Berkesadaran, Bermakna):- Murid secara bergiliran menunjukkan dan mempraktikkan langsung langkah mencuci tangan dengan sabun dan air mengalir di wastafel/tempat cuci tangan sekolah (acuan ketepatan: melakukan urutan telapak tangan, punggung tangan, sela jari, dan membilas bersih) (15 menit).
- Murid mengerjakan lembar kerja unjuk pemahaman dengan memasangkan 3 kartu situasi waktu mencuci tangan: (1) 'Sebelum makan' dipasangkan ke gambar tangan bersih memegang sendok; (2) 'Setelah bermain tanah/kotoran' dipasangkan ke gambar tangan mencuci busa sabun; (3) 'Setelah dari toilet/buang air' dipasangkan ke gambar tangan dibilas air bersih (acuan: pasangan situasi 1, 2, dan 3 tepat) (10 menit).
Merefleksi (Berkesadaran):- Murid menyadari bahwa mencuci tangan adalah bentuk rasa syukur dan tanggung jawab merawat tubuh ciptaan Tuhan agar tetap bersih dan sehat terhindar dari penyakit (5 menit).
Penutup:- Guru memberikan umpan balik dan penguatan langsung terhadap peragaan mencuci tangan yang telah dilakukan seluruh murid (5 menit).
- Guru dan murid menutup pembelajaran dengan doa penutup dan tanda salib (5 menit).
Diferensiasi:- Konten: Menyediakan kartu panduan visual bergambar langkah mencuci tangan berukuran besar bagi murid yang membutuhkan bantuan visual konkret.
- Proses: Murid yang sudah mandiri langsung mempraktikkan urutan langkah mencuci tangan di wastafel; murid yang memerlukan bimbingan didampingi guru langkah demi langkah.
- Produk: Murid dapat menunjukkan cara merawat tubuh melalui praktik langsung di wastafel atau dengan mengurutkan kartu gambar langkah mencuci tangan.
Asesmen Pertemuan:Awal:- Tanya jawab diagnostik singkat: menunjukkan alat utama mencuci tangan dari 3 pilihan gambar: (1) sabun cuci tangan, (2) pasta gigi, (3) sisir rambut (acuan benar: gambar 1 sabun cuci tangan).
Proses:- Pengamatan unjuk kerja saat murid menunjukkan urutan langkah mencuci tangan dengan sabun dan air mengalir (acuan: membersihkan telapak tangan, punggung tangan, sela-sela jari, dan membilas dengan air mengalir).
Akhir Pertemuan:- Cek pemahaman di akhir sesi melalui lembar kerja menjodohkan 3 situasi cuci tangan: (1) sebelum makan -> tangan bersih siap makan; (2) setelah bermain kotor -> membasuh busa sabun; (3) setelah buang air -> membilas air mengalir (acuan: ketiga pasangan tepat).
Formatif:- Unjuk kerja praktik menunjukkan langkah mencuci tangan dengan sabun dan air mengalir
- Lembar kerja mencocokkan waktu dan tindakan mencuci tangan
Rubrik Pertemuan:| Aspek | Belum Berkembang | Mulai | Berkembang | Sangat Berkembang |
|---|
| Menunjukkan cara merawat kebersihan tangan melalui langkah mencuci tangan | Belum mampu menunjukkan langkah mencuci tangan meskipun telah diberi contoh dan panduan visual. | Mampu menunjukkan 1-2 langkah mencuci tangan (misalnya hanya membasahi telapak tangan) dengan bimbingan penuh guru. | Mampu menunjukkan langkah mencuci tangan (telapak, punggung tangan, sela jari, dan membilas dengan air mengalir) secara berurutan dengan sedikit arahan. | Mampu menunjukkan seluruh urutan langkah mencuci tangan memakai sabun dan air mengalir secara tepat, bersih, dan mandiri tanpa diarahkan. |
Refleksi Pertemuan:Guru:- Apakah alokasi waktu praktik mencuci tangan di wastafel berjalan tertib dan efisien bagi seluruh murid?
- Apakah media lagu gerak dan gambar langkah cuci tangan efektif membantu murid memahami cara merawat tubuhnya?
Murid:- Bagian tangan mana saja yang harus dibersihkan dengan sabun?
- Kapan kamu harus mencuci tanganmu di rumah dan di sekolah?
Pertemuan 7 — Asesmen Sumatif Bab — 3 JP (3 x 35 menit = 105 menit)Tujuan Pertemuan:- TP 1.1.1 Menceritakan pengalaman dirinya sebagai pribadi yang dicintai Tuhan
- TP 1.1.2 Menyebutkan anggota tubuh yang berguna dalam kehidupan sehari-hari
- TP 1.1.3 Menunjukkan cara merawat tubuhnya agar tetap bersih dan sehat
Pendahuluan:- Guru menyapa murid, mengajak berdoa pembuka dan membuat tanda salib bersama, lalu mengecek kehadiran murid (3 menit).
- Guru menjelaskan tujuan asesmen sumatif bab ini, yaitu unjuk kerja bercerita pengalaman dikasihi Tuhan, menunjuk-menyebut fungsi 2 anggota tubuh di meja guru, serta peragaan mencuci tangan di wastafel sekolah (2 menit).
Kegiatan Inti:Memahami (Berkesadaran):- Guru memberikan petunjuk teknis pelaksanaan asesmen sumatif unjuk kerja secara bergiliran serta membagikan lembar aktivitas mewarnai gambar tubuh ciptaan Tuhan untuk dikerjakan murid di bangku masing-masing selama menunggu giliran (2 menit).
Mengaplikasi (Bermakna):- Tugas 1: Murid maju bergantian satu per satu ke meja guru (durasi 2 menit per murid untuk 28 murid) untuk menuturkan lisan 1 contoh pengalaman dicintai Tuhan (acuan: memiliki keluarga/teman yang menyayangi, disembuhkan saat sakit, atau diberi nafas kehidupan) serta menunjukkan dan menyebutkan nama 2 anggota tubuh beserta fungsi baiknya (acuan anggota tubuh: mata untuk melihat hal baik, telinga untuk mendengarkan nasihat/firman, mulut untuk berdoa/berkata baik, tangan untuk menolong/menulis, atau kaki untuk berjalan ke gereja/sekolah) sementara murid lain tertib mewarnai gambar di bangku (52 menit).
- Tugas 2: Murid secara bergiliran menuju wastafel kelas/sekolah (durasi 1,5 menit per murid untuk 28 murid) memperagakan praktik mencuci tangan dengan sabun dan air mengalir secara mandiri sesuai urutan langkah pembersihan (acuan 4 langkah: membasahi tangan dengan air mengalir, menggosok sabun pada telapak dan punggung tangan serta sela jari, membilas tangan hingga busa bersih, lalu mengeringkan tangan dengan lap/tisu bersih) (42 menit).
Merefleksi (Berkesadaran):- Guru memfasilitasi murid merapikan lembar kerja mewarnai dan bersama-sama merenungkan kebaikan Tuhan yang telah menganugerahkan tubuh yang lengkap dan sehat untuk dirawat setiap hari (2 menit).
Penutup:- Guru memberikan peneguhan atas pelaksanaan unjuk kerja murid dan merangkum inti pembelajaran Bab 1 bahwa setiap anak berharga di mata Tuhan serta berkewajiban merawat tubuhnya (1 menit).
- Guru mengajak murid menutup rangkaian pembelajaran Bab 1 dengan doa syukur dan tanda salib (1 menit).
Diferensiasi:- Proses: Akomodasi akses: murid yang memerlukan pengondisian rasa percaya diri diberikan kesempatan menarik napas sejenak sebelum bercerita di meja guru tanpa mengubah kriteria penilaian dan kompetensi unjuk kerja.
Asesmen Pertemuan:Sumatif Bab:- penilaian kinerja unjuk kerja terpadu (bercerita, menunjuk-menyebut anggota tubuh, dan demonstrasi merawat tubuh): rekaman lembar observasi berisi tuturan lisan pengalaman dikasihi Tuhan, ketepatan unjuk tunjuk serta penyebutan fungsi anggota tubuh, dan demonstrasi praktik mencuci tangan yang memenuhi urutan langkah serta kemandirian
- unjuk kerja lisan dan unjuk tunjuk bergantian: tuturan lisan 1 contoh pengalaman dicintai Tuhan serta unjuk tunjuk dan penyebutan nama 2 anggota tubuh beserta fungsinya yang baik, dinilai bergiliran 2 menit per murid di meja guru sementara murid lain mewarnai gambar tubuh ciptaan Tuhan (56 menit / 2 menit = 28 murid) (56 menit; individual; instrumen: lembar observasi ketercapaian cerita kasih Tuhan dan ketepatan fungsi anggota tubuh)
- unjuk kerja demonstrasi praktik kebersihan diri: peragaan praktik mencuci tangan dengan sabun dan air mengalir yang dinilai secara bergantian di wastafel kelas/sekolah selama 1,5 menit per murid mencakup kelengkapan urutan langkah pembersihan tangan serta tingkat kemandirian murid tanpa bantuan penuh (42 menit / 1,5 menit = 28 murid) (42 menit; individual; instrumen: rubrik unjuk kerja demonstrasi cuci tangan (kriteria urutan langkah dan tingkat kemandirian))
Sumatif:- penilaian kinerja unjuk kerja terpadu (bercerita, menunjuk-menyebut anggota tubuh, dan demonstrasi merawat tubuh): rekaman lembar observasi berisi tuturan lisan pengalaman dikasihi Tuhan, ketepatan unjuk tunjuk serta penyebutan fungsi anggota tubuh, dan demonstrasi praktik mencuci tangan yang memenuhi urutan langkah serta kemandirian
- unjuk kerja lisan dan unjuk tunjuk bergantian: tuturan lisan 1 contoh pengalaman dicintai Tuhan serta unjuk tunjuk dan penyebutan nama 2 anggota tubuh beserta fungsinya yang baik, dinilai bergiliran 2 menit per murid di meja guru sementara murid lain mewarnai gambar tubuh ciptaan Tuhan (56 menit / 2 menit = 28 murid) (56 menit; individual; instrumen: lembar observasi ketercapaian cerita kasih Tuhan dan ketepatan fungsi anggota tubuh)
- unjuk kerja demonstrasi praktik kebersihan diri: peragaan praktik mencuci tangan dengan sabun dan air mengalir yang dinilai secara bergantian di wastafel kelas/sekolah selama 1,5 menit per murid mencakup kelengkapan urutan langkah pembersihan tangan serta tingkat kemandirian murid tanpa bantuan penuh (42 menit / 1,5 menit = 28 murid) (42 menit; individual; instrumen: rubrik unjuk kerja demonstrasi cuci tangan (kriteria urutan langkah dan tingkat kemandirian))
Rubrik Pertemuan:| Aspek | Belum Berkembang | Mulai | Berkembang | Sangat Berkembang |
|---|
| Menceritakan Pengalaman Dicintai Tuhan (TP 1.1.1) | Belum mampu menceritakan pengalaman diri sebagai pribadi yang dicintai Tuhan meskipun telah dibimbing guru. | Menceritakan 1 contoh pengalaman dicintai Tuhan dengan bimbingan atau pancingan pertanyaan berulang dari guru. | Menceritakan 1 contoh pengalaman dicintai Tuhan secara mandiri dan jelas (acuan: kasih sayang keluarga, teman, atau pemeliharaan Tuhan). | Menceritakan lebih dari 1 contoh pengalaman dicintai Tuhan dalam kehidupan sehari-hari secara runtut dan mandiri. | | Menyebutkan Anggota Tubuh dan Fungsinya (TP 1.1.2) | Belum mampu menunjuk dan menyebutkan nama serta fungsi anggota tubuh yang baik. | Menunjuk dan menyebutkan 1 nama anggota tubuh beserta fungsi baiknya secara tepat (acuan: mata untuk melihat hal baik, telinga untuk mendengar, mulut untuk berdoa, tangan untuk menolong, kaki untuk berjalan). | Menunjuk dan menyebutkan tepat 2 nama anggota tubuh beserta fungsinya yang baik secara mandiri sesuai acuan materi. | Menunjuk dan menyebutkan lebih dari 2 nama anggota tubuh beserta fungsi-fungsi baiknya secara mandiri dan tepat sesuai acuan materi. | | Demonstrasi Praktik Merawat Tubuh melalui Cuci Tangan (TP 1.1.3) | Belum mampu memperagakan langkah mencuci tangan dengan sabun dan air mengalir walaupun dibimbing. | Memperagakan 1-2 urutan langkah mencuci tangan dengan sabun dan air mengalir dengan bantuan/arahan guru (acuan 4 langkah: membasahi tangan, menggosok sabun ke telapak/punggung/sela jari, membilas bersih, mengeringkan). | Memperagakan lengkap 4 urutan langkah mencuci tangan dengan sabun dan air mengalir secara mandiri sesuai acuan. | Memperagakan lengkap 4 urutan langkah mencuci tangan secara sangat bersih, mandiri, dan cermat mengalirkan air serta mengeringkannya. |
Refleksi Pertemuan:Guru:- Apakah alokasi waktu 2 menit untuk tes lisan dan 1,5 menit untuk demonstrasi cuci tangan per murid terlaksana secara efektif dan tertib?
- Bagaimana tingkat kemandirian murid kelas 1 dalam mempraktikkan langkah perawatan tubuh secara higienis?
Murid:- Bagaimana perasaanmu setelah berhasil menceritakan kasih Tuhan dan memperagakan cara mencuci tangan dengan bersih?
- Apakah kamu berjanji untuk selalu merawat tubuh anugerah Tuhan setiap hari di rumah dan di sekolah?
SUMBER BELAJAR- Buku Panduan Guru Pendidikan Agama Katolik dan Budi Pekerti untuk SD Kelas I, Kemendikbudristek, 2021
- Buku Siswa Pendidikan Agama Katolik dan Budi Pekerti untuk SD Kelas I, Kemendikbudristek, 2021
- Alkitab: Kitab Suci Perjanjian Baru (Injil Markus 10:13-16)
- Gambar peraga Yesus memberkati anak-anak dan bola lembut untuk permainan
- Buku Guru Pendidikan Agama Katolik dan Budi Pekerti SD Kelas I, Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi RI, 2021
- Buku Siswa Pendidikan Agama Katolik dan Budi Pekerti SD Kelas I, Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi RI, 2021
- Teks Kitab Suci Markus 10:13-16 (Yesus memberkati anak-anak)
- Gambar situasi peraga (keluarga rukun dan anak-anak bermain bersama)
- Bola lembut peraga untuk permainan 'Bola Kasih Bergulir'
- Buku Panduan Guru Pendidikan Agama Katolik dan Budi Pekerti Kelas 1 SD, Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi, 2021
- Buku Siswa Pendidikan Agama Katolik dan Budi Pekerti Kelas 1 SD, Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi, 2021
- Kartu gambar anggota tubuh bagian kepala (mata, hidung, telinga, mulut)
- Lembar kerja bergambar menjodohkan anggota tubuh dan fungsinya
- Buku Panduan Guru Pendidikan Agama Katolik dan Budi Pekerti untuk SD Kelas I (Kemendikbudristek RI, 2021, Bab 1)
- Buku Teks Pendidikan Agama Katolik dan Budi Pekerti untuk SD Kelas I (Kemendikbudristek RI, 2021)
- Set kartu gambar perbuatan baik tangan dan kaki
- Audio/lirik lagu 'Hati-Hati Gunakan Tanganmu'
- Buku Panduan Guru Pendidikan Agama Katolik dan Budi Pekerti Kelas I SD (Kemendikbudristek, 2021)
- Buku Siswa Pendidikan Agama Katolik dan Budi Pekerti Kelas I SD (Kemendikbudristek, 2021)
- Poster dan kartu bergambar langkah mandi dan menggosok gigi
- Benda konkret/model peraga: sabun mandi, sikat gigi, pasta gigi, handuk
- Buku Panduan Guru Pendidikan Agama Katolik dan Budi Pekerti SD Kelas I (Kemendikbudristek 2021)
- Buku Siswa Pendidikan Agama Katolik dan Budi Pekerti SD Kelas I (Kemendikbudristek 2021)
- Kartu gambar urutan langkah mencuci tangan dan perlengkapan cuci tangan (sabun, air mengalir, lap bersih)
- Buku Guru Pendidikan Agama Katolik dan Budi Pekerti Kelas I SD (Kemendikbudristek RI 2021)
- Buku Siswa Pendidikan Agama Katolik dan Budi Pekerti Kelas I SD (Kemendikbudristek RI 2021)
- Fasilitas wastafel, sabun cuci tangan, lap/tisu, dan lembar aktivitas mewarnai gambar tubuh ciptaan Tuhan
|