MODUL AJAR Pendidikan Agama Islam dan Budi Pekerti — Kelas 6 (Fase C) Topik: Bab 9 — Mengamalkan Puasa Sunah INFORMASI UMUM| Mata Pelajaran | Pendidikan Agama Islam dan Budi Pekerti |
|---|
| Fase / Kelas | Fase C / Kelas 6 |
|---|
| Topik | Bab 9 — Mengamalkan Puasa Sunah |
|---|
| Alokasi Waktu | 10 JP (10 x 35 menit = 350 menit) |
|---|
| Jumlah Pertemuan | 4 |
|---|
| Tahun Ajaran | 2026/2027 |
|---|
| Semester | 2 |
|---|
TUJUAN PEMBELAJARAN- TP 6.9.1 Menerapkan puasa sunah dalam kehidupan sehari-hari sesuai dengan ketentuan syariat
PROFIL LULUSAN| Dimensi | Disasar |
|---|
| Keimanan dan Ketakwaan terhadap Tuhan Yang Maha Esa | ✓ | | Kewargaan | | | Penalaran Kritis | ✓ | | Kreativitas | | | Kolaborasi | ✓ | | Kemandirian | ✓ | | Kesehatan | | | Komunikasi | |
PERTANYAAN PEMANTIK- Kapan batas waktu kita boleh berniat untuk melaksanakan puasa sunah?
- Apa saja syarat yang membuat puasa sunah seseorang dianggap sah menurut syariat Islam?
- Mengapa waktu pelaksanaan puasa sunah berbeda-beda, seperti ada yang dikerjakan tiap pekan dan ada yang hanya pada bulan tertentu?
- Bagaimana cara kita menentukan hari yang tepat untuk melaksanakan puasa sunah seperti Puasa Senin-Kamis, Ayyamul Bidh, dan Syawal agar sesuai syariat?
- Apa saja amalan sunah yang dianjurkan saat sahur dan berbuka ketika kita menjalankan puasa sunah?
- Bagaimana urutan adab berpuasa sunah sejak bangun tidur untuk sahur hingga waktu berbuka tiba sesuai syariat?
- Bagaimana pengalaman kalian saat membiasakan puasa sunah Senin-Kamis atau Ayyamul Bidh di rumah bersama keluarga?
- Ketentuan syariat apa saja yang paling menantang dan paling kalian rasakan manfaatnya saat menjalankan puasa sunah tersebut?
KEGIATAN PEMBELAJARANPertemuan 1 — Menerapkan Ketentuan Niat dan Syarat Sah Puasa Sunah — 2 JP (2 x 35 menit = 70 menit)Tujuan Pertemuan:- TP 6.9.1 Menerapkan puasa sunah dalam kehidupan sehari-hari sesuai dengan ketentuan syariat
Pendahuluan:- Guru membuka kelas dengan salam, berdoa bersama, dan mengecek kesiapan belajar murid (3 menit).
- Guru melakukan asesmen awal diagnostik singkat secara lisan dengan menanyakan 2 pertanyaan pemetaan: (1) 'Apakah niat puasa sunah boleh diucapkan di pagi hari setelah terbit fajar asalkan belum makan/minum?' (acuan jawaban: Boleh); (2) 'Sebutkan 3 syarat sah pelaksanaan ibadah puasa!' (acuan jawaban: Beragama Islam, mumayyiz, suci dari haid/nifas, atau berpuasa pada hari yang diperbolehkan) (4 menit).
- Guru menyampaikan tujuan pembelajaran pertemuan ini, yaitu menerapkan ketentuan niat dan syarat sah puasa sunah dalam kehidupan sehari-hari sesuai syariat (3 menit).
Kegiatan Inti:Memahami (Berkesadaran, Bermakna):- Murid mencermati pemaparan materi tentang lafal niat puasa sunah (misalnya niat puasa sunah Senin-Kamis: 'Nawaitu shauma yaumal itsnaini sunnatan lillaahi ta'aala' / 'Nawaitu shauma yaumal khamiisi sunnatan lillaahi ta'aala'), kelonggaran waktu niat puasa sunah yang boleh dilakukan sebelum waktu zawal (zuhur) selama belum mengonsumsi pembatal puasa, serta syarat sah puasa sunah (Islam, mumayyiz, suci dari haid/nifas, dan waktu yang dibolehkan) (10 menit).
- Murid secara individu membaca teks ringkas pada buku siswa mengenai perbedaan waktu niat antara puasa wajib (harus di malam hari sebelum fajar) dan puasa sunah (boleh di pagi hari sebelum tergelincir matahari) (5 menit).
Mengaplikasi (Menggembirakan, Bermakna):- Murid mengikuti permainan tantangan berpasangan 'Cek Keabsahan Puasa', di mana tiap pasangan menerima lembar kasus dan menentukan status sah/tidaknya penerapan puasa berdasarkan niat dan syarat sah (15 menit). Lembar kerja memuat 4 skenario penerapan: (1) Skenario A: Ahmad bangun pukul 06.30 pagi, belum makan atau minum apa pun, lalu berniat puasa sunah Senin di dalam hati; (2) Skenario B: Fatimah yang belum mumayyiz (anak usia 3 tahun yang belum bisa membedakan bahaya dan manfaat) diajak berpuasa sunah penuh; (3) Skenario C: Ibu Aisyah berpuasa sunah pada hari raya Idulfitri; (4) Skenario D: Hasan berniat puasa sunah pada pukul 10.00 pagi setelah sebelumnya pada pukul 07.00 sarapan roti. (Acuan ketepatan: Skenario A = SAH karena niat puasa sunah boleh di pagi hari sebelum makan/minum; Skenario B = TIDAK SAH karena belum mumayyiz; Skenario C = TIDAK SAH karena dilakukan pada hari yang diharamkan berpuasa; Skenario D = TIDAK SAH karena sudah makan/minum pembatal puasa sebelum niat).
- Murid secara mandiri melafalkan niat puasa sunah Senin/Kamis dan menuliskan rumusan niat puasa sunah beserta penentuan waktu niatnya yang tepat pada lembar kerja penerapan (15 menit).
Merefleksi (Berkesadaran):- Murid bersama guru mencocokkan hasil analisis 4 skenario kasus dan mendiskusikan mengapa ketepatan niat serta pemenuhan syarat sah sangat penting agar amal ibadah puasa sunah bernilai pahala di sisi Allah Swt. (8 menit).
Penutup:- Murid bersama guru menyimpulkan poin-poin utama ketentuan niat dan 4 syarat sah puasa sunah (4 menit).
- Guru memberikan penguatan terhadap pembiasaan berniat ikhlas saat berniat puasa sunah dan menutup sesi pembelajaran dengan doa kafaratul majelis serta salam penutup (3 menit).
Diferensiasi:- Konten: Menyediakan kartu panduan teks lafal niat berharakat dan bagan alur syarat sah puasa bagi murid yang memerlukan dukungan bacaan visual.
- Proses: Murid yang membutuhkan bimbingan diberikan contoh konkret langkah berniat, sedangkan murid yang lebih cepat menganalisis 1 skenario tambahan: seseorang yang lupa berniat hingga waktu zuhur tiba (acuan: puasa tidak sah karena batas niat puasa sunah adalah sebelum masuk waktu zuhur).
- Produk: Murid dapat menunjukkan penerapan niat secara lisan langsung atau secara tertulis di lembar tugas.
Asesmen Pertemuan:Awal:- Tanya jawab lisan diagnostik di awal pembelajaran: (1) Waktu bolehnya niat puasa sunah di pagi hari (acuan: boleh selama belum makan/minum/melakukan pembatal dan belum zawal); (2) Tiga syarat sah puasa (acuan: Islam, mumayyiz, suci dari haid/nifas, atau waktu yang dibolehkan berpuasa).
Proses:- Formatif lembar kerja analisis keabsahan 4 skenario: (1) Skenario A (Ahmad, niat jam 06.30 belum makan) -> Sah; (2) Skenario B (Fatimah belum mumayyiz) -> Tidak Sah; (3) Skenario C (Ibu Aisyah puasa hari Idulfitri) -> Tidak Sah; (4) Skenario D (Hasan niat jam 10.00 setelah sarapan) -> Tidak Sah. Ketuntasan: minimal 3 dari 4 skenario dianalisis dengan tepat sesuai acuan syariat.
Akhir Pertemuan:- Cek pemahaman tertulis singkat: Murid menentukan apakah sah puasa seseorang yang berniat puasa sunah pada pukul 08.00 pagi tanpa makan dan minum sebelumnya (acuan: Sah, karena niat puasa sunah diperbolehkan di pagi hari sebelum waktu zawal/zuhur selama belum melakukan hal yang membatalkan puasa).
Formatif:- Penilaian proses analisis 4 skenario penerapan ketentuan niat dan syarat sah puasa sunah pada lembar kerja
- Pengamatan ketercapaian pelafalan dan penentuan waktu niat puasa sunah
Rubrik Pertemuan:| Aspek | Belum Berkembang | Mulai | Berkembang | Sangat Berkembang |
|---|
| Penerapan Ketentuan Niat dan Syarat Sah Puasa Sunah | Mampu menganalisis 0-1 dari 4 skenario ketentuan niat dan syarat sah puasa sunah dengan tepat. | Mampu menganalisis 2 dari 4 skenario ketentuan niat dan syarat sah puasa sunah dengan tepat. | Mampu menganalisis 3 dari 4 skenario ketentuan niat dan syarat sah puasa sunah dengan tepat sesuai syariat. | Mampu menganalisis seluruh 4 skenario ketentuan niat dan syarat sah puasa sunah dengan tepat sesuai syariat secara mandiri. |
Refleksi Pertemuan:Guru:- Apakah aktivitas permainan kasus berpasangan efektif memahamkan murid mengenai fleksibilitas waktu niat puasa sunah?
- Bagian mana dari syarat sah puasa sunah yang masih sering memicu kekeliruan murid?
Murid:- Apakah aku sudah tahu kapan waktu paling akhir boleh berniat puasa sunah jika belum makan sejak subuh?
- Syarat sah puasa sunah apa saja yang harus kupenuhi agar puasa sunahku diterima Allah Swt.?
Pertemuan 2 — Menerapkan Ketentuan Waktu Pelaksanaan Berbagai Puasa Sunah — 3 JP (3 x 35 menit = 105 menit)Tujuan Pertemuan:- TP 6.9.1 Menerapkan puasa sunah dalam kehidupan sehari-hari sesuai dengan ketentuan syariat
Pendahuluan:- Guru membuka pembelajaran dengan salam, mengajak murid berdoa bersama, dan memeriksa kehadiran murid dengan tertib (5 menit).
- Guru menyampaikan tujuan pembelajaran pertemuan ini, yaitu menerapkan ketentuan waktu pelaksanaan berbagai puasa sunah sesuai ketentuan syariat (5 menit).
- Guru melaksanakan asesmen awal diagnostik singkat dengan menanyakan secara lisan ketentuan waktu dari 2 jenis puasa sunah berikut: (1) 'Kapan puasa Senin-Kamis dilaksanakan?' (acuan: setiap hari Senin dan Kamis); (2) 'Kapan puasa Ayyamul Bidh dilaksanakan?' (acuan: setiap tanggal 13, 14, dan 15 bulan Hijriyah) untuk memetakan kesiapan awal murid (5 menit).
Kegiatan Inti:Memahami (Berkesadaran, Bermakna):- Murid mencermati materi ringkas pada buku teks dan penjelasan guru tentang ketentuan waktu 5 jenis puasa sunah: (1) Puasa Senin-Kamis pada setiap hari Senin dan Kamis, (2) Puasa Syawal selama 6 hari di bulan Syawal setelah Idulfitri, (3) Puasa Ayyamul Bidh pada tanggal 13, 14, 15 setiap bulan Hijriyah, (4) Puasa Arafah pada tanggal 9 Zulhijah bagi yang tidak berhaji, dan (5) Puasa Asyura pada tanggal 10 Muharam (15 menit).
- Murid berkesadaran mengidentifikasi perbedaan ketentuan waktu pelaksanaan antara puasa sunah mingguan, bulanan, dan tahunan berdasarkan kaidah penanggalan Hijriyah (10 menit).
Mengaplikasi (Menggembirakan, Bermakna):- Dalam kelompok berpasangan, murid memainkan permainan edukatif 'Tantangan Kalender Ibadah' (Joyful Learning): murid menerima lembar jadwal yang memuat 5 situasi tanggal kalender lalu menentukan dan menempelkan kartu jenis puasa sunah yang tepat sesuai ketentuannya. Bahan 5 situasi dan kunci: (1) Tanggal 13, 14, 15 Rajab -> Puasa Ayyamul Bidh; (2) Hari Kamis pekan pertama -> Puasa Senin-Kamis; (3) Tanggal 9 Zulhijah -> Puasa Arafah; (4) Tanggal 10 Muharam -> Puasa Asyura; (5) Tanggal 3-8 Syawal -> Puasa Syawal (20 menit).
- Setiap murid secara mandiri mengerjakan lembar kerja penerapan jadwal, yaitu memverifikasi 4 skenario rencana puasa seseorang apakah waktunya sudah sah menurut syariat atau belum. 4 Skenario dan acuan: Skenario 1 'Ahmad berpuasa sunah Ayyamul Bidh pada tanggal 1, 2, 3 bulan Sya'ban' -> Belum tepat (seharusnya tanggal 13, 14, 15 Hijriyah); Skenario 2 'Fatimah berpuasa sunah 6 hari pada tanggal 10 sampai 15 Syawal' -> Tepat/sah (puasa Syawal boleh dikerjakan 6 hari di bulan Syawal setelah 1 Syawal); Skenario 3 'Budi melaksanakan puasa Asyura pada tanggal 10 Muharam' -> Tepat/sah (waktu puasa Asyura tepat 10 Muharam); Skenario 4 'Salma berpuasa Arafah pada tanggal 9 Zulhijah di rumahnya' -> Tepat/sah (puasa Arafah disunahkan bagi yang tidak wukuf di Arafah) (20 menit).
Merefleksi (Berkesadaran):- Murid bersama guru mencocokkan hasil verifikasi jadwal dan mendiskusikan pentingnya ketepatan waktu dalam pelaksanaan puasa sunah agar ibadah diterima sesuai syariat (10 menit).
Penutup:- Murid menyimpulkan materi bersama guru mengenai waktu-waktu disyariatkannya berbagai puasa sunah (Senin-Kamis, Ayyamul Bidh, Syawal, Arafah, Asyura) (5 menit).
- Guru memberikan penguatan dan melakukan asesmen akhir berupa cek pemahaman lisan singkat (5 menit).
- Pembelajaran ditutup dengan doa bersama dan salam penutup (5 menit).
Diferensiasi:- Konten: Murid yang membutuhkan bimbingan diberikan kartu panduan nama bulan Hijriyah dan tanggal-tanggal puasa sunah; murid yang mahir diberikan kalender Hijriyah tahun berjalan lengkap untuk menentukan sendiri tanggal-tanggal puasa sunah sepanjang semester.
- Proses: Murid yang memerlukan pendampingan mengerjakan verifikasi skenario secara berpasangan terbimbing; murid yang mahir memverifikasi skenario secara mandiri dengan menganalisis kesesuaian waktu berdasarkan syariat.
- Produk: Hasil penerapan dituangkan dalam bentuk lembar penentuan jadwal puasa sunah sesuai tingkat kesiapan belajar murid.
Asesmen Pertemuan:Awal:- Tanya jawab diagnostik singkat di pendahuluan mengenai ketentuan waktu puasa sunah: (1) Kapan waktu puasa Senin-Kamis? (acuan: setiap hari Senin dan Kamis); (2) Kapan waktu puasa Ayyamul Bidh? (acuan: tanggal 13, 14, dan 15 bulan Hijriyah).
Proses:- Observasi keterlibatan murid dalam aktivitas 'Tantangan Kalender Ibadah' memasangkan 5 tanggal dengan jenis puasa sunah (acuan: 13-15 Rajab = Ayyamul Bidh; Kamis = Senin-Kamis; 9 Zulhijah = Arafah; 10 Muharam = Asyura; 3-8 Syawal = Syawal).
- Pemeriksaan ketepatan lembar kerja mandiri berisi verifikasi 4 skenario rencana waktu puasa sunah (acuan: Skenario 1 tidak tepat/seharusnya 13-15; Skenario 2 tepat; Skenario 3 tepat; Skenario 4 tepat).
Akhir Pertemuan:- Cek pemahaman akhir lisan cepat: Guru menyebutkan 2 waktu puasa sunah tahunan (9 Zulhijah dan 10 Muharam), murid secara lisan menyebutkan nama puasa sunahnya (acuan: 9 Zulhijah = Puasa Arafah; 10 Muharam = Puasa Asyura).
Formatif:- Penilaian kinerja berpasangan pada permainan 'Tantangan Kalender Ibadah' (menjodohkan 5 situasi kalender dengan jenis puasa sunah)
- Penilaian lembar kerja mandiri verifikasi ketepatan waktu pada 4 skenario rencana puasa sunah
Rubrik Pertemuan:| Aspek | Belum Berkembang | Mulai | Berkembang | Sangat Berkembang |
|---|
| Ketepatan Menerapkan Ketentuan Waktu Pelaksanaan Puasa Sunah | Mampu menentukan ketepatan waktu pada 0-1 dari 4 skenario puasa sunah yang disediakan secara tepat sesuai syariat. | Mampu menentukan ketepatan waktu pada 2 dari 4 skenario puasa sunah yang disediakan secara tepat sesuai syariat. | Mampu menentukan ketepatan waktu pada 3 dari 4 skenario puasa sunah yang disediakan secara tepat sesuai syariat (daftar acuan: Skenario 1 Ahmad tidak tepat; Skenario 2 Fatimah tepat; Skenario 3 Budi tepat; Skenario 4 Salma tepat). | Mampu menentukan ketepatan waktu pada seluruh 4 skenario puasa sunah yang disediakan secara tepat sesuai syariat (daftar acuan: Skenario 1 Ahmad tidak tepat; Skenario 2 Fatimah tepat; Skenario 3 Budi tepat; Skenario 4 Salma tepat) secara mandiri. |
Refleksi Pertemuan:Guru:- Apakah aktivitas permainan memasangkan kalender efektif membantu murid memahami perbedaan waktu puasa sunah?
- Bagian materi penanggalan Hijriyah mana yang masih memerlukan bimbingan lebih bagi murid?
Murid:- Apa saja waktu puasa sunah yang sudah saya ketahui dan pahami hari ini?
- Puasa sunah apa yang paling ingin saya laksanakan dalam waktu dekat sesuai jadwal penanggalannya?
Pertemuan 3 — Menerapkan Adab dan Amalan Puasa Sunah dari Sahur hingga Berbuka — 2 JP (2 x 35 menit = 70 menit)Tujuan Pertemuan:- TP 6.9.1 Menerapkan puasa sunah dalam kehidupan sehari-hari sesuai dengan ketentuan syariat
Pendahuluan:- Guru membuka pelajaran dengan salam, berdoa bersama, mengecek kehadiran, dan menyiapkan suasana belajar yang nyaman (3 menit).
- Guru melakukan asesmen awal diagnostik dengan mengajukan 2 pertanyaan lisan: (1) 'Kapan waktu yang paling utama untuk sahur?' (acuan: di akhir waktu menjelang fajar/subuh); (2) 'Sebutkan 1 adab sunah saat berbuka puasa!' (acuan: menyegerakan berbuka atau membaca doa berbuka atau berbuka dengan yang manis/kurma/air) (4 menit).
- Guru menyampaikan tujuan pembelajaran hari ini, yaitu menerapkan adab dan amalan puasa sunah dari sahur hingga berbuka dalam kehidupan sehari-hari (3 menit).
Kegiatan Inti:Memahami (Berkesadaran, Bermakna):- Murid menyimak paparan guru mengenai rangkaian amalan sunah dan adab puasa sunah yang mencakup 4 tahap: (1) Saat sahur: mengakhirkan sahur dan membaca niat; (2) Saat siang berpuasa: menjaga lisan/perilaku dan memperbanyak zikir/sedekah; (3) Saat tiba magrib: menyegerakan berbuka; (4) Saat berbuka: membaca doa berbuka (15 menit).
Mengaplikasi (Menggembirakan, Bermakna):- Dalam permainan simulasi interaktif berpasangan 'Tantangan Kartu Alur Puasa', setiap pasangan menyusun 4 kartu skenario ke dalam urutan waktu pelaksanaan yang tepat (sahur, siang berpuasa, saat magrib tiba, setelah minum/makan pembuka). Keempat kartu skenario tersebut adalah: Kartu A: 'Menyegerakan berbuka saat azan magrib terdengar', Kartu B: 'Menahan amarah dan memperbanyak tadarus di siang hari', Kartu C: 'Makan sahur menjelang waktu imsak/subuh', Kartu D: 'Membaca doa dzahabaz zhama’u wabtallatil ‘uruqu wa tsabatal ajru insya Allah saat berbuka'. (Acuan urutan tepat: Kartu C -> Kartu B -> Kartu A -> Kartu D) (15 menit).
- Secara mandiri, murid mengisi Lembar Penerapan Harian Puasa Sunah dengan menentukan penerapan adab yang benar pada 4 kasus sehari-hari: (1) Kasus: 'Ahmad sengaja sahur pukul 23.00 malam lalu tidur' -> Penerapan tepat: Sebaiknya sahur diakhirkan menjelang fajar/subuh; (2) Kasus: 'Fatimah diajak temannya menggunjing saat sedang puasa Senin' -> Penerapan tepat: Menolak dan menjaga lisan dengan mengingatkan diri sedang berpuasa; (3) Kasus: 'Azan magrib berkumandang, tetapi Hasan menunda makan hingga selesai salat magrib dan isya' -> Penerapan tepat: Menyegerakan berbuka terlebih dahulu meski hanya seteguk air atau kurma; (4) Kasus: 'Siti langsung menyantap nasi tanpa berdoa ketika azan magrib' -> Penerapan tepat: Berdoa terlebih dahulu saat berbuka puasa (12 menit).
Merefleksi (Berkesadaran):- Murid bersama guru mencocokkan hasil lembar kerja penerapan adab puasa sunah dan murid memeriksa ketepatan keputusannya (5 menit).
- Murid merenungkan kesiapan dirinya untuk membiasakan adab-adab tersebut saat menjalankan ibadah puasa sunah Senin-Kamis atau Ayyamul Bidh berikutnya (3 menit).
Penutup:- Guru memberikan penguatan terhadap praktik adab puasa sunah dari bangun sahur hingga berbuka agar bernilai ibadah sempurna (5 menit).
- Guru bersama murid menyimpulkan pembelajaran hari ini dan menutup kelas dengan doa kafaratul majelis serta salam (5 menit).
Diferensiasi:- Konten: Murid yang membutuhkan bimbingan diberikan kartu panduan alur bergambar yang memuat penanda waktu sahur-siang-magrib-buka, sedangkan murid yang mahir langsung menganalisis skenario studi kasus teks.
- Proses: Pada murid yang lambat, pengerjaan Lembar Kasus dibimbing berpasangan dengan contoh konkrit tindakan adab; untuk murid cepat, diberikan tantangan tambahan menuliskan 1 amalan sunah ekstra di waktu siang (misalnya sedekah/salat sunah dhuha).
- Produk: Murid menuangkan hasil penerapan adab puasa sunah melalui ceklis tindakan terstruktur atau penjelasan kalimat mandiri sesuai tingkat kemandiriannya.
Asesmen Pertemuan:Awal:- Tanya jawab diagnostik lisan di awal pembelajaran: (1) Pertanyaan: 'Kapan waktu sahur yang paling utama menurut sunah Rasulullah?' (Kunci acuan: di akhir waktu sebelum azan subuh/fajar); (2) Pertanyaan: 'Sebutkan 1 amalan sunah saat waktu magrib tiba bagi orang yang berpuasa!' (Kunci acuan: menyegerakan berbuka puasa atau membaca doa berbuka atau berbuka dengan kurma/air)
Proses:- Observasi ketepatan menyusun 4 kartu tantangan alur puasa sunah (Kunci acuan urutan: Kartu C 'Makan sahur menjelang imsak' -> Kartu B 'Menjaga diri/tadarus di siang hari' -> Kartu A 'Menyegerakan berbuka saat magrib' -> Kartu D 'Membaca doa berbuka').
- Pemeriksaan Lembar Penerapan Harian Puasa Sunah yang memuat 4 kasus: Kasus 1 (Ahmad sahur jam 23.00; acuan: mengakhirkan sahur), Kasus 2 (Fatimah diajak gibah; acuan: menahan diri/menjaga lisan), Kasus 3 (Hasan menunda berbuka; acuan: menyegerakan berbuka), Kasus 4 (Siti makan tanpa doa; acuan: membaca doa berbuka).
Akhir Pertemuan:- Cek pemahaman mandiri tertulis singkat berupa 2 butir tindakan: (1) 'Apa tindakanmu jika azan magrib berkumandang ketika berpuasa sunah?' (Kunci acuan: segera membatalkan puasa/berbuka dan membaca doa); (2) 'Apa tindakanmu jika lapar dan terpancing emosi di siang hari saat puasa sunah?' (Kunci acuan: bersabar, menahan emosi, memperbanyak istigfar/zikir).
Formatif:- Penilaian unjuk kerja pengurutan 'Tantangan Kartu Alur Puasa' berpasangan
- Penilaian Lembar Penerapan Harian Puasa Sunah (4 kasus skenario adab sahur hingga berbuka)
Rubrik Pertemuan:| Aspek | Belum Berkembang | Mulai | Berkembang | Sangat Berkembang |
|---|
| Penerapan Adab dan Amalan Puasa Sunah dari Sahur hingga Berbuka | Mampu menentukan penerapan adab puasa sunah yang tepat hanya pada 1 dari 4 kasus skenario yang diberikan. | Mampu menentukan penerapan adab puasa sunah yang tepat pada 2 dari 4 kasus skenario yang diberikan. | Mampu menentukan penerapan adab puasa sunah yang tepat pada 3 dari 4 kasus skenario yang diberikan secara tepat sesuai syariat. | Mampu menentukan penerapan adab puasa sunah yang tepat pada seluruh (4 dari 4) kasus skenario dari sahur hingga berbuka secara tepat dan mandiri. |
Refleksi Pertemuan:Guru:- Apakah alur pembelajaran dari sahur hingga berbuka telah memfasilitasi pemahaman mendalam murid mengenai adab puasa sunah?
- Bagaimana keterlibatan murid dalam aktivitas permainan 'Tantangan Kartu Alur Puasa'?
Murid:- Adab puasa sunah apa saja yang sudah sering saya lakukan dari sahur sampai berbuka?
- Amalan sunah apa yang ingin saya perbaiki saat nanti berpuasa sunah di rumah?
Pertemuan 4 — Asesmen Sumatif Bab — 3 JP (3 x 35 menit = 105 menit)Tujuan Pertemuan:- TP 6.9.1 Menerapkan puasa sunah dalam kehidupan sehari-hari sesuai dengan ketentuan syariat
Pendahuluan:- Guru membuka sesi asesmen sumatif dengan salam, doa bersama, dan memeriksa kehadiran murid (5 menit).
- Guru menyampaikan tujuan asesmen sumatif bab untuk mengukur penerapan puasa sunah sesuai ketentuan syariat melalui verifikasi portofolio jurnal dan penulisan laporan refleksi unjuk kerja (5 menit).
Kegiatan Inti:Memahami (Berkesadaran):- Guru menjelaskan petunjuk teknis penyerahan portofolio jurnal pembiasaan rumah dan format lembar laporan refleksi unjuk kerja penerapan puasa sunah yang dikerjakan serentak di kelas (10 menit).
Mengaplikasi (Bermakna):- Murid secara individual mengumpulkan dokumen jurnal catatan pelaksanaan ibadah puasa sunah dari rumah yang memuat 5 komponen acuan: (1) tanggal pelaksanaan, (2) jenis puasa sunah yang dikerjakan [Senin/Kamis/Ayyamul Bidh], (3) amalan sunah pendukung [makan sahur/menyegerakan berbuka/tadarus], (4) kendala yang dihadapi [rasa haus/lapar/lemas/godaan makan], dan (5) tanda tangan verifikasi orang tua; guru melakukan verifikasi kelengkapan dokumen sesuai instrumen ceklis (35 menit).
- Murid dalam kelompok meja secara serentak menuliskan laporan refleksi unjuk kerja penerapan puasa sunah pada lembar kerja yang memuat 3 aspek acuan: (1) kesesuaian syariat [penerapan niat di malam hari/sebelum zawal, menahan diri dari pembatal fajar hingga magrib, dan syarat sah], (2) kejujuran refleksi kendala dan adab [pelaksanaan sahur, menyegerakan berbuka dengan yang manis/air, adab menjaga lisan], dan (3) pemaknaan hikmah perubahan perilaku sehari-hari [melatih kesabaran, rasa syukur, dan kedisiplinan beribadah] (35 menit).
Merefleksi (Berkesadaran):- Murid secara mandiri memeriksa kembali kelengkapan laporan refleksi penerapan puasa sunah sebelum dikumpulkan ke meja guru (10 menit).
Penutup:- Guru mengumpulkan seluruh dokumen portofolio jurnal pembiasaan dan lembar laporan refleksi murid serta mengonfirmasi kelengkapan berkas sumatif bab (3 menit).
- Guru memberikan apresiasi atas pembiasaan ibadah puasa sunah yang telah dijalankan murid dan menutup pertemuan dengan doa bersama serta salam (2 menit).
Diferensiasi:- Proses: Akomodasi akses: murid yang memerlukan bimbingan membaca/menulis diberikan pendampingan dalam membaca instruksi butir refleksi tanpa mengubah kriteria atau substansi isi laporan yang dinilai.
Asesmen Pertemuan:Sumatif Bab:- Portofolio jurnal pembiasaan dan laporan refleksi unjuk kerja penerapan puasa sunah: Dokumen jurnal pembiasaan puasa sunah (Senin-Kamis/Ayyamul Bidh) yang terverifikasi orang tua beserta lembar refleksi pengalaman menjalankan puasa sesuai ketentuan syariat yang disusun secara serentak di kelas
- Penilaian portofolio jurnal pembiasaan: Jurnal catatan pelaksanaan ibadah puasa sunah yang memuat tanggal pelaksanaan, jenis puasa sunah, amalan sunah pendukung, kendala yang dihadapi, serta tanda tangan verifikasi orang tua (35 menit; individual; instrumen: Lembar ceklis dan rubrik verifikasi keterlaksanaan puasa sunah)
- Penulisan laporan refleksi unjuk kerja serentak: Lembar laporan refleksi tertulis yang dikerjakan serentak oleh seluruh kelas, menguraikan pengalaman menjalankan puasa sunah sesuai rukun dan syarat, adab berbuka/sahur, serta hikmah perubahan perilaku sehari-hari (70 menit; kelompok; instrumen: Rubrik penilaian refleksi penerapan puasa sunah (kriteria: kesesuaian syariat, kejujuran refleksi, dan pemaknaan hikmah))
Sumatif:- Portofolio jurnal pembiasaan dan laporan refleksi unjuk kerja penerapan puasa sunah: Dokumen jurnal pembiasaan puasa sunah (Senin-Kamis/Ayyamul Bidh) yang terverifikasi orang tua beserta lembar refleksi pengalaman menjalankan puasa sesuai ketentuan syariat yang disusun secara serentak di kelas
- Penilaian portofolio jurnal pembiasaan: Jurnal catatan pelaksanaan ibadah puasa sunah yang memuat tanggal pelaksanaan, jenis puasa sunah, amalan sunah pendukung, kendala yang dihadapi, serta tanda tangan verifikasi orang tua (35 menit; individual; instrumen: Lembar ceklis dan rubrik verifikasi keterlaksanaan puasa sunah)
- Penulisan laporan refleksi unjuk kerja serentak: Lembar laporan refleksi tertulis yang dikerjakan serentak oleh seluruh kelas, menguraikan pengalaman menjalankan puasa sunah sesuai rukun dan syarat, adab berbuka/sahur, serta hikmah perubahan perilaku sehari-hari (70 menit; kelompok; instrumen: Rubrik penilaian refleksi penerapan puasa sunah (kriteria: kesesuaian syariat, kejujuran refleksi, dan pemaknaan hikmah))
Rubrik Pertemuan:| Aspek | Belum Berkembang | Mulai | Berkembang | Sangat Berkembang |
|---|
| Kelengkapan Portofolio Jurnal Pembiasaan Puasa Sunah | Memuat kurang dari 3 dari 5 komponen acuan jurnal (tanggal, jenis puasa sunah, amalan pendukung, kendala, tanda tangan orang tua). | Memuat tepat 3 dari 5 komponen acuan jurnal secara terverifikasi. | Memuat tepat 4 dari 5 komponen acuan jurnal secara terverifikasi lengkap. | Memuat seluruh 5 komponen acuan jurnal secara lengkap dan terverifikasi tanda tangan orang tua. | | Kesesuaian Penerapan Puasa Sunah dengan Ketentuan Syariat pada Laporan Refleksi | Hanya menguraikan 1 dari 3 ketentuan syariat dalam laporan refleksi (acuan: [1] ketentuan niat puasa sunah, [2] menahan diri dari hal yang membatalkan puasa dari terbit fajar hingga terbenam matahari, [3] pemenuhan syarat sah puasa). | Menguraikan dengan tepat 2 dari 3 ketentuan syariat dalam laporan refleksi. | Menguraikan seluruh 3 ketentuan syariat (niat, pencegahan pembatal, syarat sah) dalam laporan refleksi namun masih terdapat uraian pelaksanaan yang kurang runtut. | Menguraikan seluruh 3 ketentuan syariat (niat, pencegahan pembatal, syarat sah) secara runtut, tepat, dan jelas sesuai praktik nyata yang dilakukan. | | Kejujuran Refleksi Penerapan Adab dan Kendala Berpuasa | Belum menguraikan kendala nyata maupun adab berpuasa (acuan: adab makan sahur, menyegerakan berbuka, menjaga lisan dari perkataan kotor/sia-sia). | Menguraikan 1 adab puasa dan kendala yang dihadapi secara singkat namun belum terperinci. | Menguraikan 2 adab puasa (sahur/berbuka/menjaga lisan) serta kendala nyata yang dihadapi saat berpuasa secara jelas. | Menguraikan seluruh 3 adab puasa (adab sahur, adab berbuka, menjaga lisan) serta solusi menghadapi kendala secara jujur dan mendalam berdasarkan pengalaman pribadi. | | Pemaknaan Hikmah Puasa Sunah dalam Perilaku Sehari-hari | Belum mampu menghubungkan pengalaman puasa sunah dengan perubahan perilaku sehari-hari (acuan: melatih kesabaran, meningkatkan rasa syukur, menumbuhkan kepedulian sosial/disiplin). | Menguraikan 1 hikmah puasa sunah terhadap perubahan perilaku sehari-hari. | Menguraikan 2 hikmah puasa sunah terhadap perubahan perilaku sehari-hari secara konkret. | Menguraikan 3 hikmah puasa sunah (kesabaran, rasa syukur, disiplin/kepedulian) secara mendalam dan merefleksikan komitmen pembiasaan ibadah ke depan. |
Refleksi Pertemuan:Guru:- Apakah alokasi waktu 105 menit cukup bagi murid untuk memverifikasi jurnal dan menyelesaikan laporan refleksi unjuk kerja puasa sunah secara serentak?
- Bagaimana tingkat kejujuran dan ketercapaian murid dalam mengamalkan puasa sunah di luar lingkungan sekolah berdasarkan bukti jurnal terverifikasi?
Murid:- Apakah kamu merasa terbantu menjadi pribadi yang lebih sabar dan taat setelah mempraktikkan puasa sunah secara mandiri di rumah?
- Amalan sunah pendukung apa yang paling ingin kamu rutinkan setelah menyelesaikan pembelajaran bab puasa sunah ini?
SUMBER BELAJAR- Buku Panduan Guru Pendidikan Agama Islam dan Budi Pekerti untuk SD/MI Kelas VI
- Buku Siswa Pendidikan Agama Islam dan Budi Pekerti untuk SD/MI Kelas VI
- Kartu skenario kasus keabsahan puasa sunah
- Buku Fikih Ibadah Praktis
- Buku Panduan Guru Pendidikan Agama Islam dan Budi Pekerti untuk SD/MI Kelas VI (Kemendikbudristek RI, 2022)
- Buku Siswa Pendidikan Agama Islam dan Budi Pekerti untuk SD/MI Kelas VI (Kemendikbudristek RI, 2022)
- Kartu situasi kalender dan kartu nama jenis-jenis puasa sunah
- Kalender Hijriyah dan Masehi
- Buku Panduan Guru Pendidikan Agama Islam dan Budi Pekerti SD Kelas VI Kemendikbudristek 2022
- Buku Siswa Pendidikan Agama Islam dan Budi Pekerti SD Kelas VI Kemendikbudristek 2022 (Bab 9)
- Set Kartu Tantangan Alur Puasa Sunah dan Lembar Kerja Penerapan Kasus Harian
- Buku Panduan Guru Pendidikan Agama Islam dan Budi Pekerti untuk SD/MI Kelas VI (Kemendikbudristek, 2022)
- Buku Siswa Pendidikan Agama Islam dan Budi Pekerti untuk SD/MI Kelas VI (Kemendikbudristek, 2022)
- Format Lembar Jurnal Pembiasaan Ibadah Puasa Sunah di Rumah
- Lembar Kerja Laporan Refleksi Penerapan Puasa Sunah
|