Modul AjarPertemuan 4Bab 7Fase CSemester 2

Modul Ajar Pendidikan Agama Islam dan Budi Pekerti Kelas 6: Asesmen Sumatif Bab 7: Indahnya Ketetapan Allah

Modul Ajar ini disusun untuk satu pertemuan tatap muka mata pelajaran Pendidikan Agama Islam dan Budi Pekerti kelas 6 dengan topik "Asesmen Sumatif Bab 7: Indahnya Ketetapan Allah". Dokumen mengikuti Alur Tujuan Pembelajaran (ATP) Kurikulum Merdeka, lengkap dengan tujuan, langkah kegiatan, dan asesmen ringkas.

MEJAGURU.ID - DOKUMEN MODUL AJAR

Modul Ajar Pendidikan Agama Islam dan Budi Pekerti Kelas 6: Asesmen Sumatif Bab 7: Indahnya Ketetapan Allah

Pendidikan Agama Islam dan Budi Pekerti - Kelas 6

Bab 7 - Pertemuan 4

MODUL AJAR

Pendidikan Agama Islam dan Budi Pekerti — Kelas 6 (Fase C)

Topik: Asesmen Sumatif Bab 7: Indahnya Ketetapan Allah

INFORMASI UMUM

Mata PelajaranPendidikan Agama Islam dan Budi Pekerti
Fase / KelasFase C / Kelas 6
TopikAsesmen Sumatif Bab 7: Indahnya Ketetapan Allah
Alokasi Waktu2x35 menit
Jumlah Pertemuan1

TUJUAN PEMBELAJARAN

  1. Murid dapat memaparkan peta konsep iman kepada Qaḍa dan Qadar secara lengkap dan tepat, mencakup makna, jenis takdir, sikap, dan hikmahnya.
  2. Murid dapat menunjukkan sikap rendah hati, sabar, dan optimis sebagai cerminan keyakinan terhadap takdir Allah Swt. melalui respons terhadap situasi nyata.

PROFIL LULUSAN

DimensiDisasar
Keimanan dan Ketakwaan terhadap Tuhan Yang Maha Esa
Kewargaan
Penalaran Kritis
Kreativitas
Kolaborasi
Kemandirian
Kesehatan
Komunikasi

PERTANYAAN PEMANTIK

  1. Jika kamu sudah belajar keras tapi nilai ulanganmu tidak sesuai harapan, apa yang kamu rasakan dan apa yang kamu lakukan setelahnya?
  2. Bagaimana cara kamu membedakan takdir yang bisa diusahakan (muallaq) dan takdir yang sudah pasti (mubram)? Berikan satu contoh dari kehidupanmu!
  3. Menurutmu, mengapa seseorang yang beriman kepada takdir Allah Swt. bisa tetap semangat dan tidak mudah putus asa?

KEGIATAN PEMBELAJARAN

Pertemuan 1

Pendahuluan:

  • Guru membuka pembelajaran dengan salam, doa bersama, dan mengecek kehadiran murid (3 menit).
  • Guru menyampaikan tujuan pertemuan hari ini: murid akan menunjukkan pemahaman tentang iman kepada Qaḍa dan Qadar melalui asesmen sumatif berupa paparan peta konsep dan respons terhadap situasi nyata (2 menit).
  • Asesmen awal diagnostik singkat: guru menampilkan dua kata kunci (Mubram dan Muallaq) di papan tulis dan meminta murid secara lisan menyebutkan satu kata yang terlintas di pikiran mereka untuk masing-masing kata kunci — guru mencatat respons untuk memantau kesiapan belajar (3 menit).
  • Guru menyampaikan pertanyaan pemantik pertama dan memberi kesempatan 2-3 murid menjawab singkat untuk membangun koneksi emosional dengan materi (3 menit).
  • Guru menjelaskan alur kegiatan asesmen hari ini: (1) pengecekan konsep mandiri melalui peta konsep, (2) respons terhadap situasi nyata, dan (3) refleksi diri — beserta kriteria penilaian yang digunakan (2 menit).
  • Guru membagikan lembar asesmen dan memastikan semua murid memahami petunjuk pengerjaan (2 menit).

Kegiatan Inti:

Memahami (Berkesadaran, Bermakna):

  • Murid secara mandiri mengerjakan bagian pertama lembar asesmen: melengkapi peta konsep iman kepada Qaḍa dan Qadar yang mencakup (a) makna Qaḍa dan Qadar, (b) jenis takdir Mubram dan Muallaq beserta contohnya, (c) sikap yang tepat terhadap takdir (ikhtiar, tawakal, syukur, sabar), dan (d) minimal dua hikmah beriman kepada Qaḍa dan Qadar. Alokasi waktu: 20 menit.
  • Murid menuliskan peta konsep dalam format diagram atau bagan dengan kata-kata sendiri — bukan menyalin persis dari buku — untuk mendorong pemrosesan konsep secara aktif.
  • Guru berkeliling kelas, mengamati proses pengerjaan, dan memberikan isyarat non-verbal (anggukan, gestur) bila murid tampak ragu tanpa memberikan jawaban langsung.
  • Murid yang selesai lebih awal diminta menambahkan contoh tambahan dari kehidupan sehari-hari pada setiap jenis takdir yang mereka tuliskan.

Mengaplikasi (Bermakna, Menggembirakan):

  • Murid mengerjakan bagian kedua lembar asesmen: diberikan 3 skenario situasi nyata kehidupan sehari-hari, misalnya: (1) sepeda baru yang baru dibeli tiba-tiba rusak parah, (2) seorang teman yang sudah berlatih keras tidak lolos seleksi perlombaan, (3) seorang anak yang sakit dan sudah berobat ke dokter namun belum sembuh. Alokasi waktu: 15 menit.
  • Untuk setiap skenario, murid diminta: (a) menentukan jenis takdir yang terjadi, (b) menuliskan sikap yang seharusnya ditunjukkan (rendah hati, sabar, atau optimis), dan (c) memberikan alasan singkat mengapa sikap tersebut merupakan cerminan iman kepada takdir Allah Swt.
  • Murid mengerjakan secara mandiri terlebih dahulu, kemudian pada menit ke-13 guru mempersilakan murid yang ingin membacakan jawaban satu skenario secara sukarela — murid lain menyimak dan membandingkan dengan jawaban mereka sendiri.
  • Guru memberikan umpan balik lisan singkat terhadap jawaban yang dibacakan, menegaskan konsep yang tepat dan meluruskan jika ada kesalahpahaman konsep.

Merefleksi (Berkesadaran, Bermakna):

  • Murid mengerjakan bagian ketiga lembar asesmen (Karakterku): diberikan 5 pernyataan sikap terkait iman kepada takdir, murid memilih respons Setuju (S), Tidak Setuju (TS), atau Tidak Tahu (TT) dan menuliskan alasan singkat untuk setiap pilihan. Alokasi waktu: 8 menit.
  • Contoh pernyataan: 'Ketika mendapat musibah, aku tidak perlu berusaha karena semua sudah ditentukan Allah', 'Berikhtiar sungguh-sungguh adalah bentuk keyakinanku kepada takdir Allah', 'Orang yang beriman kepada takdir akan selalu merasa tenang dan tidak mudah putus asa'.
  • Setelah selesai, guru mengajak murid melakukan refleksi singkat lisan berpasangan (think-pair): saling menceritakan kepada teman sebangku satu hal yang paling mereka yakini tentang takdir Allah berdasarkan pembelajaran bab ini (2 menit).
  • Guru meminta 2-3 sukarelawan berbagi refleksi mereka kepada kelas, kemudian guru memberikan penguatan nilai bahwa sikap rendah hati, sabar, dan optimis adalah buah nyata dari keimanan kepada Qaḍa dan Qadar.

Penutup:

  • Guru mengumpulkan semua lembar asesmen murid (peta konsep, respons skenario, dan Karakterku) (2 menit).
  • Guru memberikan apresiasi tulus atas usaha murid selama mengerjakan asesmen — menekankan bahwa proses berpikir dan kejujuran dalam menjawab sama pentingnya dengan hasil akhir (1 menit).
  • Guru menyampaikan tindak lanjut: hasil asesmen akan dikembalikan pada pertemuan berikutnya beserta umpan balik tertulis, dan murid yang ingin mendiskusikan hasilnya bisa menemui guru (1 menit).
  • Guru menutup pembelajaran dengan doa bersama dan salam (1 menit).

Diferensiasi:

  • Konten: Murid yang memerlukan dukungan tambahan (lambat) diberikan lembar peta konsep dengan kotak-kotak struktur yang sudah tersedia (tinggal mengisi), sehingga mereka tidak terhambat oleh format dan bisa fokus pada pemahaman konsep. Murid yang sudah sangat siap (cepat) diminta memperluas peta konsep dengan menambahkan ayat atau hadis pendukung yang mereka ingat terkait materi.
  • Proses: Murid yang memerlukan dukungan pada bagian skenario dapat menggunakan daftar kata kunci (Qaḍa, Qadar, Mubram, Muallaq, ikhtiar, tawakal, syukur, sabar) sebagai scaffolding dalam menjawab. Murid yang cepat selesai dapat membuat skenario baru buatan sendiri dan menuliskan analisisnya.
  • Produk: Murid yang lebih ekspresif secara visual diperbolehkan membuat peta konsep dalam bentuk ilustrasi bergambar atau diagram yang lebih bebas selama seluruh komponen materi tetap tercakup. Murid yang lebih kuat secara verbal dapat menambahkan narasi penjelasan singkat di bawah peta konsep mereka.

ASESMEN

Awal:

  • Guru menampilkan kata kunci 'Mubram' dan 'Muallaq' di papan tulis dan meminta murid menyebutkan satu kata atau frasa yang terlintas di pikiran secara lisan — digunakan untuk memantau kesiapan konseptual murid sebelum asesmen dimulai.
  • Guru mengajukan pertanyaan pemantik singkat tentang pengalaman pribadi murid menghadapi situasi yang tidak sesuai harapan — digunakan untuk mengaktifkan koneksi emosional murid dengan materi takdir.

Proses:

  • Observasi berkeliling kelas selama pengerjaan peta konsep: guru mencatat pola kesulitan yang umum (misalnya banyak murid tidak mencantumkan hikmah) untuk disampaikan sebagai umpan balik kelas.
  • Pembacaan sukarela jawaban skenario: guru memberikan umpan balik lisan langsung terhadap jawaban yang dibacakan, menegaskan konsep yang tepat.
  • Pemantauan bagian Karakterku: guru membaca sekilas jawaban murid saat berkeliling untuk mengidentifikasi miskonsepsi yang perlu diluruskan.

Akhir:

  • Penilaian peta konsep iman kepada Qaḍa dan Qadar: skor total 100 — kelengkapan cakupan materi (20), ketepatan konsep (20), kesesuaian contoh dengan konsep (20), kerapian dan keterbacaan (20), ketepatan waktu pengerjaan (20).
  • Penilaian respons skenario situasi nyata: skor total 100 — ketepatan identifikasi jenis takdir per skenario (30), ketepatan sikap yang dipilih per skenario (30), kualitas dan kedalaman alasan yang diberikan (40).
  • Penilaian bagian Karakterku: skor total 100 — masing-masing dari 5 pernyataan diberi skor 20, mencakup ketepatan pilihan respons (S/TS/TT) dan kualitas alasan yang diberikan.

Formatif:

  • Observasi guru saat murid mengerjakan peta konsep: guru mencatat murid yang tampak kesulitan pada bagian tertentu sebagai bahan umpan balik.
  • Respons lisan sukarela saat sesi skenario situasi nyata: guru menilai ketepatan konsep dan kelengkapan alasan secara lisan.
  • Penilaian diri (self-assessment) melalui bagian Karakterku: murid menilai keyakinan dan sikap diri sendiri terhadap takdir Allah.

Sumatif:

  • Peta Konsep tertulis iman kepada Qaḍa dan Qadar (mencakup makna, jenis takdir, sikap, hikmah) — dinilai berdasarkan kelengkapan cakupan, ketepatan konsep, kesesuaian contoh, kerapian, dan ketepatan waktu.
  • Respons tertulis terhadap 3 skenario situasi nyata — dinilai berdasarkan ketepatan identifikasi jenis takdir, ketepatan sikap yang dipilih, dan kualitas alasan yang diberikan.
  • Bagian Karakterku (5 pernyataan sikap dengan alasan) — dinilai berdasarkan ketepatan respons dan kualitas alasan yang mencerminkan pemahaman iman kepada takdir.

RUBRIK PENILAIAN

AspekBelum BerkembangMulaiBerkembangSangat Berkembang
Kelengkapan dan Ketepatan Peta Konsep Qaḍa dan QadarPeta konsep sangat tidak lengkap: hanya mencantumkan 1 komponen atau kurang, konsep banyak yang keliru atau tidak relevan, tidak ada contoh yang diberikan.Peta konsep mencantumkan 2 dari 4 komponen (makna, jenis takdir, sikap, hikmah) dengan ketepatan sebagian; contoh yang diberikan kurang sesuai dengan konsep.Peta konsep mencantumkan 3–4 komponen dengan ketepatan konsep yang baik; contoh yang diberikan sebagian besar sesuai meskipun ada 1-2 yang kurang tepat; penyajian cukup rapi.Peta konsep mencakup seluruh 4 komponen secara lengkap dan tepat (makna, jenis takdir, sikap, hikmah); semua contoh relevan dan sesuai; penyajian rapi, jelas, dan mudah dipahami dalam waktu yang ditetapkan.
Ketepatan Respons terhadap Skenario Situasi NyataTidak dapat mengidentifikasi jenis takdir pada skenario yang diberikan; sikap yang dipilih tidak relevan atau tidak ada alasan yang diberikan.Dapat mengidentifikasi jenis takdir pada 1 skenario dengan benar; sikap yang dipilih kadang tepat namun alasan yang diberikan sangat singkat dan kurang menghubungkan dengan konsep iman kepada takdir.Dapat mengidentifikasi jenis takdir pada 2 dari 3 skenario dengan tepat; sikap yang dipilih sebagian besar tepat; alasan yang diberikan cukup jelas dan menunjukkan pemahaman iman kepada takdir.Mengidentifikasi jenis takdir dengan tepat pada semua skenario; sikap yang dipilih selalu tepat (rendah hati, sabar, optimis); alasan yang diberikan jelas, mendalam, dan secara eksplisit menghubungkan sikap dengan keyakinan iman kepada Qaḍa dan Qadar Allah Swt.
Cerminan Sikap Beriman kepada Takdir (Karakterku)Pilihan respons (S/TS/TT) tidak konsisten atau tidak sesuai dengan pemahaman iman kepada takdir; tidak memberikan alasan atau alasan sama sekali tidak relevan.Pilihan respons pada sebagian pernyataan kurang tepat; alasan yang diberikan ada namun sangat singkat dan belum menunjukkan pemahaman yang memadai tentang sikap beriman kepada takdir.Sebagian besar pilihan respons tepat dan mencerminkan pemahaman tentang iman kepada takdir; alasan yang diberikan cukup jelas meskipun belum konsisten di semua pernyataan.Seluruh pilihan respons tepat dan konsisten mencerminkan keyakinan yang benar tentang iman kepada takdir Allah Swt.; alasan yang diberikan untuk setiap pernyataan jelas, personal, dan menunjukkan internalisasi nilai rendah hati, sabar, dan optimis sebagai buah keimanan.

REFLEKSI

Refleksi Guru:

  • Apakah murid berhasil memaparkan peta konsep secara lengkap dan tepat? Komponen mana yang paling banyak kurang lengkap, dan apa penyebabnya?
  • Apakah murid dapat menghubungkan konsep Qaḍa dan Qadar dengan sikap nyata dalam kehidupan sehari-hari secara bermakna, atau masih sebatas hafalan?
  • Apakah strategi diferensiasi yang diterapkan (scaffolding peta konsep dan pengayaan) cukup efektif mendukung murid di berbagai tingkat kesiapan?
  • Apakah alokasi waktu untuk tiap bagian asesmen sudah proporsional? Bagian mana yang perlu disesuaikan waktunya pada kesempatan berikutnya?

Refleksi Murid:

  • Bagian mana dari materi iman kepada Qaḍa dan Qadar yang paling mudah kamu pahami, dan bagian mana yang masih terasa sulit?
  • Saat mengerjakan skenario situasi nyata tadi, apakah kamu menemukan dirimu pernah menghadapi situasi serupa? Apa yang kamu lakukan saat itu?
  • Sikap apa (rendah hati, sabar, atau optimis) yang paling ingin kamu kembangkan dalam dirimu setelah belajar tentang takdir Allah? Mengapa?
  • Apakah setelah mengerjakan asesmen hari ini kamu merasa lebih yakin dengan pemahamanmu tentang iman kepada takdir Allah? Apa yang ingin kamu pelajari lebih lanjut?

SUMBER BELAJAR

  1. Buku Siswa Pendidikan Agama Islam dan Budi Pekerti Kelas VI (Nazirwan, Kholili Abdullah) — Bab 7: Indahnya Ketetapan Allah, halaman 124–135.
  2. Buku Panduan Guru Pendidikan Agama Islam dan Budi Pekerti untuk SD/MI Kelas VI — Bab 7, halaman 98–107.
  3. Lembar asesmen sumatif terstruktur yang disiapkan guru (peta konsep, lembar skenario situasi nyata, lembar Karakterku).
  4. Papan tulis atau media display untuk menampilkan kata kunci diagnostik awal dan pertanyaan pemantik.
  5. Al-Qur'an atau Juz 'Amma sebagai referensi bagi murid yang ingin menambahkan dalil pada peta konsep (opsional untuk pengayaan).

Lihat & unduh lengkap

Masuk pakai Google untuk membuka modul ajar pertemuan ini secara penuh.

Apa isi pertemuan ini?

Dokumen mencakup tujuan pembelajaran terpilih, urutan kegiatan inti yang sudah disesuaikan dengan alokasi JP, serta pertanyaan pemantik dan asesmen formatif singkat. Cocok dipakai sebagai bahan persiapan tatap muka maupun lampiran supervisi.

Cara pakai pertemuan ini

Unduh DOCX, lalu sesuaikan nama sekolah, kepala sekolah, dan NIP. Bagian kegiatan inti bisa Bapak/Ibu kurangi atau tambah sesuai karakter siswa di kelas; tujuan pembelajaran sebaiknya tetap selaras dengan ATP induk.