Modul AjarPertemuan 1Bab 7Fase CSemester 2

Modul Ajar Pendidikan Agama Islam dan Budi Pekerti Kelas 6: Makna Iman kepada Qaḍa dan Qadar Allah Swt.

Modul Ajar ini disusun untuk satu pertemuan tatap muka mata pelajaran Pendidikan Agama Islam dan Budi Pekerti kelas 6 dengan topik "Makna Iman kepada Qaḍa dan Qadar Allah Swt.". Dokumen mengikuti Alur Tujuan Pembelajaran (ATP) Kurikulum Merdeka, lengkap dengan tujuan, langkah kegiatan, dan asesmen ringkas.

MEJAGURU.ID - DOKUMEN MODUL AJAR

Modul Ajar Pendidikan Agama Islam dan Budi Pekerti Kelas 6: Makna Iman kepada Qaḍa dan Qadar Allah Swt.

Pendidikan Agama Islam dan Budi Pekerti - Kelas 6

Bab 7 - Pertemuan 1

MODUL AJAR

Pendidikan Agama Islam dan Budi Pekerti — Kelas 6 (Fase C)

Topik: Makna Iman kepada Qaḍa dan Qadar Allah Swt.

INFORMASI UMUM

Mata PelajaranPendidikan Agama Islam dan Budi Pekerti
Fase / KelasFase C / Kelas 6
TopikMakna Iman kepada Qaḍa dan Qadar Allah Swt.
Alokasi Waktu2x35 menit
Jumlah Pertemuan1

TUJUAN PEMBELAJARAN

  1. Murid dapat menjelaskan pengertian Qaḍa dan Qadar serta hubungannya dengan takdir Allah Swt. berdasarkan pemahaman rukun iman.
  2. Murid dapat menjelaskan kedudukan iman kepada Qaḍa dan Qadar sebagai bagian dari rukun iman yang keenam.

PROFIL LULUSAN

DimensiDisasar
Keimanan dan Ketakwaan terhadap Tuhan Yang Maha Esa
Kewargaan
Penalaran Kritis
Kreativitas
Kolaborasi
Kemandirian
Kesehatan
Komunikasi

PERTANYAAN PEMANTIK

  1. Pernahkah kalian bertanya-tanya, mengapa ada orang yang terlahir dengan keadaan berbeda-beda, ada yang kaya dan ada yang sederhana — siapakah yang menentukan itu semua?
  2. Jika semua yang terjadi sudah ditetapkan Allah Swt., mengapa kita tetap harus berusaha dengan sungguh-sungguh?
  3. Apa bedanya Qaḍa dengan Qadar? Apakah keduanya hal yang sama atau berbeda?

KEGIATAN PEMBELAJARAN

Pertemuan 1

Pendahuluan:

  • Guru membuka kelas dengan salam, mengajak murid berdoa bersama, dan memastikan murid duduk rapi serta siap belajar.
  • Guru memimpin tadarus Al-Qur'an bersama selama ±3 menit sebagai pembiasaan.
  • Guru melakukan asesmen awal (diagnostik) dengan mengajukan pertanyaan lisan singkat: 'Siapa yang bisa menyebutkan enam rukun iman?' dan 'Apa yang kalian tahu tentang takdir?', lalu mencatat respons murid sebagai pemetaan awal pengetahuan.
  • Guru menyampaikan pertanyaan pemantik untuk memancing rasa ingin tahu murid dan memberi ruang bagi murid untuk berbagi gagasan awal secara bebas.
  • Guru menyampaikan tujuan pembelajaran hari ini secara singkat dan jelas: murid akan memahami makna Qaḍa dan Qadar serta kedudukannya dalam rukun iman.
  • Guru mengajak murid menyanyikan lagu rukun iman bersama-sama untuk membangun suasana belajar yang menyenangkan dan mengaktifkan ingatan tentang rukun iman.

Kegiatan Inti:

Memahami (Berkesadaran, Bermakna):

  • Guru menampilkan gambar (Gambar 7.1 dari Buku Siswa: Dialog tentang Ketetapan Allah) dan meminta murid mengamati serta menceritakan isi gambar dengan kata-kata mereka sendiri.
  • Guru mengajukan pertanyaan pembuka: 'Dari gambar ini, apa yang kalian tangkap tentang maksud ketetapan Allah?' untuk mengaktifkan skema berpikir murid. (Berkesadaran)
  • Guru menjelaskan pengertian Qaḍa secara bahasa dan istilah: Qaḍa adalah ketentuan atau ketetapan Allah Swt. terhadap makhluk-Nya sejak zaman azali, sebelum makhluk itu ada. Guru menulis kata kunci di papan tulis: Qaḍa = Ketetapan Allah (sunnatullah).
  • Guru menjelaskan pengertian Qadar secara bahasa dan istilah: Qadar adalah perwujudan nyata dari Qaḍa yang telah terjadi pada makhluk sesuai kehendak Allah Swt. Guru menambahkan di papan: Qadar = Takdir yang sudah terjadi.
  • Guru menjelaskan hubungan antara Qaḍa dan Qadar: Qaḍa adalah rencana/ketetapan Allah sejak azali, Qadar adalah pelaksanaan nyata dari ketetapan tersebut dalam kehidupan. Keduanya tidak bisa dipisahkan. (Bermakna)
  • Guru menjelaskan kedudukan iman kepada Qaḍa dan Qadar sebagai rukun iman yang keenam (terakhir), melengkapi enam rukun iman yang wajib diyakini setiap Muslim.
  • Murid mencatat poin-poin penting di buku tulis: pengertian Qaḍa, pengertian Qadar, perbedaan keduanya, dan kedudukannya dalam rukun iman.

Mengaplikasi (Bermakna, Menggembirakan, Berkesadaran):

  • Guru membagi murid menjadi kelompok kecil (3–4 orang) dan memberikan Lembar Kerja Murid berisi 2 contoh peristiwa kehidupan nyata (misalnya: 'Ali terlahir dengan golongan darah A' dan 'Budi berhasil lulus ujian setelah belajar keras'). (Menggembirakan)
  • Setiap kelompok mendiskusikan: manakah contoh yang menunjukkan Qaḍa dan manakah yang menunjukkan Qadar? Apa alasannya? (Bermakna)
  • Setiap kelompok juga diminta menuliskan satu contoh Qaḍa dan satu contoh Qadar dari pengalaman atau lingkungan sekitar mereka sendiri.
  • Perwakilan tiap kelompok mempresentasikan hasil diskusi secara singkat (1–2 menit per kelompok) di depan kelas, sementara kelompok lain boleh menanggapi atau bertanya. (Berkesadaran)
  • Guru memberikan penguatan dan umpan balik langsung terhadap setiap presentasi, meluruskan jika ada pemahaman yang keliru.

Merefleksi (Berkesadaran, Bermakna):

  • Guru mengajak murid berhenti sejenak, menarik napas, dan merenungkan secara pribadi: 'Dari apa yang baru saja kita pelajari, apa satu hal paling penting yang kamu sadari tentang ketetapan Allah dalam hidupmu?' (Berkesadaran)
  • Murid menuliskan satu kalimat refleksi pribadi di buku tulis atau selembar kertas kecil: 'Aku belajar bahwa … dan ini membuatku merasa …'
  • Guru meminta 2–3 murid secara sukarela membacakan refleksi mereka. Guru merespons dengan hangat dan menghargai setiap ungkapan murid.
  • Guru mengaitkan refleksi murid dengan sikap yang perlu dikembangkan: bahwa beriman kepada Qaḍa dan Qadar bukan berarti pasrah tanpa usaha, melainkan mendorong kita untuk lebih bersyukur, sabar, dan tetap berikhtiar. (Bermakna)

Penutup:

  • Guru bersama murid menyimpulkan materi: Qaḍa adalah ketetapan Allah sejak azali; Qadar adalah perwujudan nyata ketetapan itu; keduanya merupakan rukun iman keenam yang wajib diyakini.
  • Guru memberikan asesmen akhir berupa 3 pertanyaan tertulis singkat di buku tulis (lihat bagian Asesmen Akhir).
  • Guru memberikan umpan balik umum terhadap jalannya pembelajaran hari ini dan mengapresiasi partisipasi aktif murid.
  • Guru menyampaikan materi yang akan dipelajari pada pertemuan berikutnya: Jenis-Jenis Takdir dan Contohnya.
  • Guru menutup kelas dengan doa bersama dan salam.

Diferensiasi:

  • Konten: Murid yang sudah menguasai materi diberikan bacaan tambahan atau ayat Al-Qur'an yang berkaitan dengan Qaḍa dan Qadar (misal: QS. Al-Qamar: 49) untuk dibaca dan dimaknai sendiri. Murid yang masih kesulitan diberikan kartu belajar bergambar berisi poin-poin ringkas tentang Qaḍa dan Qadar beserta contoh konkret yang mudah dipahami.
  • Proses: Murid yang mengalami kesulitan belajar didampingi melalui teknik tutor sebaya — murid yang sudah paham diminta membantu menjelaskan ulang kepada teman. Guru juga memberikan bimbingan individu singkat saat sesi diskusi kelompok berlangsung. Murid yang cepat belajar diberdayakan sebagai fasilitator kelompok dan diminta membuat pertanyaan tantangan untuk kelompok lain.
  • Produk: Murid dapat memilih cara menunjukkan pemahaman mereka: (1) menulis rangkuman singkat, (2) membuat diagram/peta konsep sederhana yang menunjukkan hubungan Qaḍa, Qadar, dan takdir, atau (3) menceritakan secara lisan kepada guru. Fleksibilitas ini mengakomodasi gaya belajar berbeda.

ASESMEN

Awal:

  • Pertanyaan lisan saat pendahuluan: 'Siapa yang bisa menyebutkan enam rukun iman secara berurutan?'
  • Pertanyaan lisan: 'Apa yang kalian ketahui tentang takdir? Pernahkah kalian mendengar kata Qaḍa atau Qadar sebelumnya?'
  • Guru mencatat respons murid untuk memetakan kelompok yang sudah memiliki pengetahuan awal dan yang belum.

Proses:

  • Observasi saat diskusi kelompok: apakah murid mampu mengidentifikasi contoh Qaḍa dan Qadar dengan tepat?
  • Penilaian presentasi kelompok: ketepatan konsep, kelancaran komunikasi, dan kemampuan merespons pertanyaan.
  • Cek lembar kerja murid: apakah contoh yang dituliskan sesuai dengan definisi Qaḍa dan Qadar?

Akhir:

  • Soal 1 (pengetahuan): Jelaskan pengertian Qaḍa dan Qadar dengan kata-katamu sendiri!
  • Soal 2 (pemahaman & contoh): Apa perbedaan antara Qaḍa dan Qadar? Berikan satu contoh untuk masing-masing!
  • Soal 3 (kedudukan dalam rukun iman): Jelaskan kedudukan iman kepada Qaḍa dan Qadar dalam rukun iman. Termasuk rukun iman yang keberapa?

Formatif:

  • Tanya jawab lisan saat apersepsi untuk memetakan pengetahuan awal murid tentang rukun iman dan takdir.
  • Observasi diskusi kelompok: guru mengamati keterlibatan, kemampuan menjelaskan, dan kebenaran konsep yang disampaikan antar anggota kelompok.
  • Presentasi kelompok: guru menilai ketepatan konsep Qaḍa dan Qadar serta kemampuan murid memberikan contoh dari kehidupan nyata.
  • Lembar refleksi tertulis pribadi: guru membaca kalimat refleksi murid untuk menilai kedalaman pemahaman dan respons afektif.

Sumatif:

  • Tes tulis singkat 3 soal di akhir pembelajaran: (1) Jelaskan pengertian Qaḍa dan Qadar dengan kata-katamu sendiri! (2) Apa perbedaan antara Qaḍa dan Qadar? Berikan satu contoh masing-masing! (3) Jelaskan kedudukan iman kepada Qaḍa dan Qadar dalam rukun iman!

RUBRIK PENILAIAN

AspekBelum BerkembangMulaiBerkembangSangat Berkembang
Menjelaskan pengertian QaḍaMurid belum dapat menjelaskan pengertian Qaḍa atau jawabannya tidak relevan.Murid menyebut Qaḍa sebagai 'ketetapan Allah' namun belum menjelaskan makna azali atau hubungannya dengan makhluk.Murid menjelaskan Qaḍa sebagai ketetapan Allah terhadap makhluk sejak zaman azali dengan cukup tepat.Murid menjelaskan pengertian Qaḍa secara lengkap (bahasa dan istilah) disertai contoh konkret yang tepat.
Menjelaskan pengertian QadarMurid belum dapat menjelaskan pengertian Qadar atau menyamakannya sepenuhnya dengan Qaḍa tanpa perbedaan.Murid menyebut Qadar sebagai 'takdir' namun belum menjelaskan bahwa Qadar adalah perwujudan nyata dari Qaḍa.Murid menjelaskan Qadar sebagai perwujudan nyata dari Qaḍa yang telah terjadi pada makhluk dengan cukup tepat.Murid menjelaskan pengertian Qadar secara lengkap dan mampu membedakannya dengan Qaḍa secara jelas disertai contoh.
Menjelaskan hubungan Qaḍa dan Qadar dengan takdirMurid tidak dapat menjelaskan hubungan antara Qaḍa, Qadar, dan takdir.Murid menyebutkan bahwa keduanya berhubungan namun penjelasannya masih sangat umum dan belum tepat.Murid menjelaskan bahwa Qaḍa adalah ketetapan dan Qadar adalah pelaksanaannya (takdir), dengan alur yang logis.Murid menjelaskan hubungan Qaḍa–Qadar–takdir secara runtut dan tepat, dilengkapi dengan contoh dari kehidupan nyata.
Menjelaskan kedudukan iman kepada Qaḍa dan Qadar dalam rukun imanMurid tidak dapat menyebutkan kedudukan iman kepada Qaḍa dan Qadar dalam rukun iman.Murid menyebutkan bahwa iman kepada Qaḍa dan Qadar termasuk rukun iman namun tidak dapat menjelaskan urutannya.Murid menyebutkan dengan tepat bahwa iman kepada Qaḍa dan Qadar adalah rukun iman yang keenam.Murid menyebutkan kedudukan iman kepada Qaḍa dan Qadar sebagai rukun iman keenam secara tepat, dan mampu menyebutkan seluruh enam rukun iman secara berurutan.

REFLEKSI

Refleksi Guru:

  • Apakah pertanyaan pemantik yang saya gunakan berhasil memancing rasa ingin tahu dan keterlibatan aktif murid?
  • Sejauh mana murid mampu membedakan Qaḍa dan Qadar setelah pembelajaran hari ini? Bagian mana yang masih membingungkan mereka?
  • Apakah diferensiasi yang saya terapkan sudah membantu murid dengan kecepatan belajar berbeda untuk mencapai tujuan pembelajaran?
  • Bagaimana kualitas diskusi kelompok hari ini? Apakah semua murid terlibat aktif, atau ada yang perlu perhatian lebih pada pertemuan berikutnya?

Refleksi Murid:

  • Apa satu hal baru yang kamu pelajari hari ini tentang Qaḍa dan Qadar yang belum kamu ketahui sebelumnya?
  • Apakah kamu sudah bisa menjelaskan perbedaan antara Qaḍa dan Qadar dengan kata-katamu sendiri? Bagian mana yang masih terasa sulit?
  • Dari materi hari ini, apa yang membuatmu merasa lebih yakin dan bersyukur atas ketetapan Allah dalam hidupmu?

SUMBER BELAJAR

  1. Buku Siswa Pendidikan Agama Islam dan Budi Pekerti Kelas 6 SD/MI (Bab 7: Indahnya Ketetapan Allah)
  2. Buku Panduan Guru Pendidikan Agama Islam dan Budi Pekerti Kelas 6 SD/MI
  3. Al-Qur'an (referensi: QS. Al-Qamar: 49 tentang segala sesuatu diciptakan dengan ukuran/qadar)
  4. Papan tulis dan spidol/kapur untuk mencatat kata kunci
  5. Gambar 7.1 Dialog tentang Ketetapan Allah (dari Buku Siswa atau dicetak sebagai media visual)
  6. Lembar Kerja Murid (LKM) berisi contoh peristiwa kehidupan nyata untuk kegiatan diskusi kelompok
  7. Kartu belajar bergambar (untuk diferensiasi murid yang memerlukan dukungan tambahan)

Lihat & unduh lengkap

Masuk pakai Google untuk membuka modul ajar pertemuan ini secara penuh.

Apa isi pertemuan ini?

Dokumen mencakup tujuan pembelajaran terpilih, urutan kegiatan inti yang sudah disesuaikan dengan alokasi JP, serta pertanyaan pemantik dan asesmen formatif singkat. Cocok dipakai sebagai bahan persiapan tatap muka maupun lampiran supervisi.

Cara pakai pertemuan ini

Unduh DOCX, lalu sesuaikan nama sekolah, kepala sekolah, dan NIP. Bagian kegiatan inti bisa Bapak/Ibu kurangi atau tambah sesuai karakter siswa di kelas; tujuan pembelajaran sebaiknya tetap selaras dengan ATP induk.